Showing posts with label 2019 at 10:44PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:44PM. Show all posts

Saturday, February 23, 2019

Mantan Presiden Sriwijaya FC Ajak Repsol Jadi Sponsor

Repsol dikenal sebagai perusahaan yang sangat peduli dengan industri olahraga.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -– Mantan Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex, masih memiliki perhatian dan kepedulian dengan klub berjuluk Laskar Wong Kito. Sriwijaya kini terdegradasi ke ke Liga 2.

Usai menggelar jumpa pers tentang penemuan cadangan gas alam cadangan gas terbesar kelima di dunia di Blok Sakakemang di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sabtu (23/2), Dodi yang kini menjabat Bupati Muba mengatakan, pengelola Blok Sakakemang salah satunya adalah Repsol yang selama ini sudah menjadi sponsor pada MotoGP.

"Ini membuka peluang bagi Sriwijaya FC untuk mendapat sponsorship dari Repsol,” kata Dodi.

Menurut Dodi, peluang sponsorship itu sangat terbuka karena Repsol dikenal sebagai perusahaan yang sangat peduli dengan industri olahraga. Cadangan gas terbesar di Indonesia tersebut ditemukan Konsorsium Repsol, Petronas, dan Mitsui Oil Exploration.

"Selain Repsol, akan juga dijajaki penawaran kepada Petronas untuk menjadi sponsor Sriwijaya FC. Saya akan bantu agar mereka mau menjadi sponsor Sriwijaya FC yang akan diperkuat pemain muda asal Sumsel,” ujar Dodi.

Jika Repsol mau terlibat langsung mengurus Sriwijaya FC, kata Dodi, maka dapat menaikkan citra klub karena Repsol merupakan perusahaan bonafit di bidang migas. “Repsol punya produk pelumas yang sudah dikenal pasar selama kurang lebih 20 tahun. Jadi Repsol menjadi sponsor, ya why not?. Mereka sangat peduli olahraga,” katanya.

Dodi yang pernah mengelola Sriwijaya FC pada 2009–2018 sangat salut ke perusahaan-perusahaan yang memiliki kepedulian pada pengembangan olahraga. Seperti di Kabupaten Musi Banyuasin, perusahaan perkebunan sawit Cargill telah menjalankan program CSR-nya di bidang olahraga. Perusahaan Cargill pernah mendatangkan tim pelatih asal Chelsea, Inggris, untuk memberikan coaching clinic ke anak-anak usia muda di Sekayu.

“Cargill sangat konsiten melakukan pembinaan di cabang sepak bola. Repsol juga akan kami minta melakukan hal yang sama, menjadi sponsor Sriwijaya FC,” kata mantan wakil ketua Komisi VI DPR ini.

Menurut Dodi, penemuan gas dengan cadangan terbesar di dunia pada Blok Sakakemang menjadi berkah, bukan hanya untuk masyarakat Muba, tapi juga masyarakat Sumatra Selatan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Iy1yks
February 23, 2019 at 10:44PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Iy1yks
via IFTTT
Share:

Saturday, February 9, 2019

Dirut Persija: Pengunduran Diri Gede Seperti Tsunami

Jabatan direktur utama Persija kini dipegang oleh Kokoh Afiat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengunduruan diri I Gede Widiade dari Persija Jakarta seperti 'tsunami' bagi Kokoh Afiat. Kokoh kemudian menjadi pengganti Gede menjabat direktur utama klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut.

"Terus terang, bagi saya pengunduran diri Pak Gede seperti tsunami karena selama dua tahun saya bekerja sama dengan beliau menjalankan operasional klub," ujar Kokoh di Jakarta Sabtu (9/2).

Menurut Kokoh, I Gede Widiade merupakan orang penting di Persija yang sudah memberikan prestasi untuk tim. Dua tahun memimpin Persija, Gede dianggap membawa perubahan untuk klub baik dari sisi organisasi maupun pencapaian.

Pada 2018, Persija di bawah Gede meraih tiga gelar juara termasuk Liga 1 Indonesia, trofi yang ditunggu selama 17 tahun. "Saya merasa kehilangan, tetapi menghormati keputusan yang beliau ambil. Terakhir berkomunikasi, beliau mengatakan akan mendukung saya selama meski sekarang tidak lagi berada di struktur organisasi," tutur Kokoh.

Setelah pengunduran diri Gede, yang diikuti oleh direktur operasionalnya M. Rafil Perdana, Kokoh Afiat meminta seluruh elemen Persija untuk tetap fokus menunaikan tugas. Persija, lanjut Kokoh, tidak boleh diganggu oleh kondisi-kondisi apapun.

"Pemimpin boleh silih berganti, tetapi Persija harus tetap eksis dan tetap jaya," kata dia.

Persija kehilangan direktur utamanya I Gede Widiade dan direktur operasional M. Rafil Perdana karena mengundurkan diri sejak 1 Februari 2019. Kabar ini sendiri diumumkan kepada media pada Rabu (6/2).

Sejatinya, I Gede Widiade sempat ditawari posisi direktur olahraga oleh para pemegang saham Persija, tetapi pria berdarah Bali itu memutuskan untuk tidak memenuhi permintaan itu dan memilih hengkang dari Persija. Sebagai pengganti Gede, pemegang saham Persija menunjuk Kokoh Afiat sebagai direktur utama Persija.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RNNO4k
February 09, 2019 at 10:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RNNO4k
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 5, 2019

Radovic: Saya Senang Main di Lapangan, tak di Luar Lapangan

Jadwal laga yang harus mundur adalah masalah manajemen, bukan ranah pelatih.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung siap menjalani laga tunda kontra Persiwa Wamena pada Senin (11/2) di Stadion Si Jalak Harupat. Laga leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia ini sebelumnya terpaksa ditunda karena tidak turunnya izin penggunaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Manajemen Persib memang tidak tinggal diam, Stadion Si Jalak Harupat pun menjadi pilihan. Persiwa Wamena sempat mengajukan keberatan atas laga tunda dan meminta Persib dihukum kalah walk out (WO).

Pelatih Persib, Miljan Radovic menanggapi permintaan Persiwa Wamena. "Kemarin Wamena ingin kami itu (kalah WO), saya tidak bisa komentar itu. Tapi saya suka main di lapangan, tidak di luar lapangan," kata Radovic di SOSI Fitness, Jalan Manado, Kota Bandung, Selasa (5/2).

Radovic menyatakan, Persib juga dirugikan atas mundurnya jadwal. Menurutnya, masalah tersebut adalah masalah manajemen, bukan ranahnya. "Saya mau kalah main dan menang di lapangan, tapi tidak di luar lapangan, kalau komen itu kamu (media) tanya manajemen, saya tidak kerja untuk dokumen," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SaU2QP
February 05, 2019 at 10:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SaU2QP
via IFTTT
Share:

Monday, February 4, 2019

Umuh Menduga Ada Oknum yang Inginkan Persib Kalah WO

Jika sampai di-WO, ini kali pertama menimpa Persib sepanjang sejarah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar angkat suara mengenai tidak turunnya izin kepolisian untuk menggunakan Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Kota Bandung. GBLA dianggap tidak layak untuk digunakan karena ada penurunan konstruksi pada bangunan.

Umuh mengaku kecewa karena Persib kontra Persiwa Wamena dalam laga babak 32 besar Piala Indonesia terpaksa ditunda. Ia menyatakan, keputusan tersebut terlalu mendadak dan seperti dibuat-buat.

"Seharusnya tidak mendadak. Ini tiga hari menjelang pertandingan baru ada kabar GBLA tidak bisa dipakai," kata Umuh, Senin (4/2).

Umuh mengakui bahwa ini pertama kalinya Persib gagal menggelar pertandingan di kandang sendiri. Apalagi hal tersebut tidak hanya merugikan Persib, tapi juga tim lawan dan Bobotoh yang sudah menantikan pertandingan Persib di Bandung. "Saya minta ada kejelasan dan pertanggungjawaban secara tertulis dari Polrestabes atau siapa pun yang menyatakan bahwa GBLA tidak bisa dipakai, berikut alasan-alasannya," tegasnya.

Umuh mencium aroma ganjil dari tidak diizinkannya penggunaan GBLA. Menurutnya, jika ada kejelasan, bukan hal yang tidak mungkin bahwa manajemen Persib akan membantu memperbaikinya. "Saya menduga ada oknum yang sengaja ingin Persib di WO (walk-out)," tudingnya.

Apalagi, Persiwa sudah melayangkan surat protes pada PSSI. Umuh menyebutkan, hal itu juga akan merugikan Persib. Mengingat, izin untuk menggunakan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, tidak bisa turun secepatnya. Sehingga pertandingan tidak bisa digelar tepat waktu. "Kalau sampai kalah WO, ini yang pertama kalinya bagi Persib sepanjang sejarah," tutupnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D7MN1D
February 04, 2019 at 10:44PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D7MN1D
via IFTTT
Share: