Showing posts with label 2018 at 07:11PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:11PM. Show all posts

Friday, December 7, 2018

Cina Harap AS-Korut Mampu Temukan Jalan Tengah

Situasi di Semenanjung Korea masih tak menentu.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Presiden Cina Xi Jinping berharap Korea Utara (Korut) dan Amerika Serikat (AS) dapat menemukan jalan tengah guna mengatasi kekhawatiran satu sama lain. Hal itu diungkapkan saat Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong-ho berkunjung ke Beijing.

"(Presiden) Xi berharap Korut dan AS saling bertemu di tengah jalan dan mengatasi kekhawatiran satu sama lain, memungkinkan kemajuan positif dalam pembicaraan nuklir di semenanjung (Korea)," kata Kementerian Luar Negeri Cina dalam sebuah pernyataan pada Jumat (7/12).

Menurut Xi, situasi internasional dan regional, termasuk di Semenanjung Korea masih tak menentu. Oleh sebab itu, pertukaran pandangan antara AS dan Korut serta koordinasi Cina dengan Korut masih sangat penting.

Saat bertemu Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi, Ri Yong-ho mengutarakan keinginan negaranya untuk membangun rasa saling percaya dengan AS. Ia pun berharap Korut dan AS dapat bergerak ke arah yang sama. Dengan begitu situasi di Semenanjung Korea dapat segera diatasi.

Akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia kemungkinan akan bertemu kembali dengan pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un pada awal 2019, yakni antara Januari dan Februari. Terdapat tiga lokasi yang rencananya dijadikan tempat pertemuan keduanya. Namun belum ada informasi tentang lokasi-lokasi tersebut.

Trump dan Kim bertemu pertama kali di Singapura pada Juni lalu. Pertemuan dilakukan setelah keduanya kerap terlibat aksi saling kecam dan ancam.

Terdapat empat hal yang disepakati Kim dan Trump seusai pertemuan. Pertama Korut dan AS setuju menjalin hubungan baru yang mengarah ke perdamaian. Kedua, baik AS maupun Korut setuju untuk membangun rezim yang stabil di Semenanjung Korea.

Ketiga, mengacu pada Deklarasi Panmunjeom (hasil KTT Korut-Korsel), Korut menyatakan berkomitmen melakukan denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea. Kemudian terakhir, kedua negara sepakat memulangkan tahanan perang atau tentara yang dinyatakan hilang yang telah teridentifikasi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GdN4Fk
December 07, 2018 at 07:11PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GdN4Fk
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

Pasukan Gabungan TNI-Polri Temukan 15 Jenazah di Nduga

Pasukan juga berhasil menemukan satu orang dalam keadaan lemas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakapendam XII/Cendrawasih, Letkol Infanteri Dax Sianturi menyebutkan, pasukan gabungan TNI-Polri berhasil menemukan 15 jenazah di area Puncak Tabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Pasukan juga berhasil menemukan satu orang dalam keadaan lemas.

"Sebanyak 15 orang ditemukan meninggal dunia di area Puncak Tabo, satu orang ditemukan selamat dalam kondisi lemas atas nama Johny Arung posisi berada di pos Mbua," ujar Dax saat dikonfirmasi, Rabu (5/12).

Menurut Dax, identitas 15 jenazah tersebut belum teridentifikasi. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah 15 jenazah tersebut merupakan karyawan PT Istaka Karya yang ditembaki oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

"Hingga saat ini ada 13 orang selamat, 12 orang yang telah dievakuasi kemarin ditambah satu orang yang ditemukan hari ini," jelasnya.

Sebelumnya, Pasukan gabungan TNI-Polri telah berhasil mengevakuasi 12 masyarakat sipil dari Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, menuju ke Kabupaten Wamena, Papua. Dari jumlah tersebut, terdapat tiga orang yang mengalami luka tembak.

"Pukul 17.55 WIT pasukan gabungan berhasil mengevakuasi 12 masyarakat sipil ke Wamena menggunakan pesawat helikopter," ujar Dax saat dikonfirmasi, Selasa (4/12).

Jumlah tersebut terdiri dari empat orang karyawan PT Istaka Karya, enam orang pekerja Puskesmas Distrik Mbua, dan dua orang pekerja lainnya di Distik Mbua. Di antara mereka, tiga orang yang merupakan karyawan PT Istaka Karya mengalami luka tembak.

"Korban luka sedang mendapat perawatan dari tim medis. Sementara yang lain diamankan oleh aparat TNI-Polri," ujar Dax.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SsupGM
December 05, 2018 at 07:11PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SsupGM
via IFTTT
Share:

Thursday, November 29, 2018

Mengapa Islamofobia Bisa Muncul di Inggris? Ini Pemicunya

Islamofobia berakar dari rasisme yang menargetkan Muslim atau yang dianggap Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Sebuah kelompok parlementer di kalangan Muslim Inggris menerbitkan sebuah laporan yang menguraikan definisi Islamofobia. Laporan tersebut kemudian didukung oleh anggota parlemen, para aktivis komunitas, dan organisasi antaragama. 

Laporan yang dibawakan anggota parlemen Dominic Grieve, Anna Soubry dan Wes Streeting, itu diterbitkan pada Selasa (27/11) lalu dalam sebuah acara di House of Lords. 

Dalam laporan tersebut dinyatakan, bahwa islamofobia berakar pada rasisme dan merupakan jenis rasisme yang menargetkan ekspresi dari Muslim atau yang dianggap Muslim. 

Kelompok ini meluncurkan proyek pada April lalu untuk mendefinisikan islamofobia dengan cara yang dapat diterima oleh semua komunitas Muslim Inggris dan yang bisa beroperasi di seluruh organisasi pemerintah, publik, komunitas dan sektor swasta. Selama pengumpulan data, para anggota mengumpulkan banyak pengalaman islamofobia yang dihadapi umat Muslim.

Mereka di antaranya termasuk seorang pemadam kebakaran yang dilempari tulisan dalam sebuah kotak surat keluarga. Isi surat itu memaksa mereka untuk pindah. 

Kemudian, ada pula pelecehan verbal terhadap gadis-gadis Muslim muda karena mengenakan jilbab, dan seorang Muslim yang diludahi dan dilempar telur.

Laporan ini menyoroti belum adanya upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengadopsi definisi islamofobia, meskipun pengakuannya terhadap dampak negatif pada komunitas Muslim Inggris.

"Pergeseran yang dapat dideteksi dari yang terbuka ke yang lebih halus atau terhormat, manifestasi dari islamofobia, normalisasi prasangka sampai pada tingkat yang membuatnya hampir tidak terlihat oleh banyak orang, menjamin definisi yang dapat menangkap dan membalikkan lintasan sekarang," demikian laporan tersebut, seperti dilansir di Anadolu Agency, Kamis (29/1).

Dalam sebuah artikel terpisah yang ditulis di the Independent, Soubry mengatakan islamofobia adalah bentuk rasisme seperti antisemitisme.

"Saatnya ia mendapatkan definisinya sendiri. Islamofobia menjadi begitu normal dalam masyarakat kita, tetapi kita berjuang untuk mendefinisikannya," kata Soubry. 

Laporan ini juga memberikan analisis mendalam tentang bagaimana Muslim yang tinggal di Inggris sangat mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Inggris. 

Mereka menunjukkan kesetiaan kepada Inggris, dan percaya bahwa Islam dan jalan hidupnya sejalan dengan nilai-nilai dan cara hidup orang-orang Inggris.

The All Party Parliamentary Group pada Muslim Inggris didirikan pada 2017 dan diketuai bersama oleh Soubry dan Streeting. Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam kejahatan berlatar kebencian anti-Muslim di Inggris. 

Catatan pada 2017 menunjukkan rekor jumlah serangan islamofobia. Tell Mama, kelompok pemantau multi-agama, mencatat lebih dari 1.200 laporan tentang insiden Islamofobia, yang meningkat 26 persen dari tahun sebelumnya.  

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zuYwpU
November 29, 2018 at 07:11PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zuYwpU
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

Penggunaan Kantong Plastik Harus Dikurangi

Kantong plastik harus standar SNI yang bisa didaur ulang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi I Komisi Pemantau Plastik Ramah Lingkungan Indonesia, Adrie Charviandi melihat perlunya manajemen pengelolaan sampah di darat yang baik. Termasuk harus ada kebijakan pengurangan penggunaan plastik.

Yang harus diperbailki pengelolaan sampahnya. Sampah di darat manajemennya harus rapi. Sistem angkut buangnya harus benar. Sehingga tidak ada lagi kebocoran sampah sampai di laut," tegas Adrie kepada Republika, Sabtu (24/11).

Sebanyak 5,9 kilogram sampah plastik ditemukan di dalam perut paus sperma yang ditemukan mati di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Diduga sampah plastik tersebut sudah lama berada di dalam perut paus sperma itu.

Adrie mencontohkan kebijakan yang dilakukan oleh Pemda DKI, meskipun sudah memiliki jaring-jaring sampah dan para pekerja PPSU yang digerakkan untuk mengangkut sampah, namun tetap saja ada kebocoran sampah mengalir sampai ke laut. Dari kasus itu, lanjut dia,  diketahui bahwa seharusnya masyarakat memiliki tempat sampah sendiri.

"Kedua, alat angkut sampah pemerintah harus yang tertutup," ucapnya. Hal tersebut untuk mengurangi adanya sampah yang tercecer bila menggunalan mobil sampah terbuka.

Adrie melihat bahwa penggunaan sampah plastik berupa kantong kresek  bisa dikurangi."Kita memang tidak bisa menyalahkan produk, namun sebenarnya Kementrian Lingkungan Hidup memiliki standar nasional indonesia (SNI) terkait plastik yang gampang didaur ulang. Sehingga ada baiknya masyarakat menggunakan plastik dengan standar tersebut," kata dia.

Ia tak memungkiri, saat ini penggunaan kantong kresek plastik terbanyak adalah di lingkungan pasar tradisional. Sehingga, alangkah baiknya bila adanya edukasi dari pemerintah kepada para pelaku usaha, ataupun konsumen di pasar tradisional ihwal efek samping penggunaan plastik.

Pegiat Walhi itu sangat setuju dengan usulan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait kebijakan cukai untuk plastik. "Namun, untuk plastik yang ramah lingkungan dan bisa didaur ulang tidak dikenakan cukai ini, dan plastik yang tidak dikenakan cukai ini juga harus diverifikasi dulu dalam SNI nya," tuturnya.

Laporan Balai Taman Nasional (BTN) Wakatobi menyebutkan sampah plastik yang ditemukan di dalam perut paus tersebut berupa 115 gelas plastik (750 gr), 19 plastik keras (140 gr), 4 botol plastik (150 gr), dan 25 kantong plastik (260 gr). Ada juga 2 sandal jepit (270 gr), 1 karung nilon (200 gr), 1000 lebih tali rafia (3.260 gr), dan lain-lain.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2P4G9gQ
November 24, 2018 at 07:11PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2P4G9gQ
via IFTTT
Share: