Showing posts with label February 25. Show all posts
Showing posts with label February 25. Show all posts

Monday, February 25, 2019

Dosen STAIN Majene Diminta Bedah Sejarah Islam di Mandar

Sejarah Islam di Mandar kajiannya bagus untuk ditelaah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslibang) Kementerian Agama Republik Indonesia, M Zain meminta para dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Sulawesi Barat membedah perkembangan agama Islam di tanah Mandar.

"Buku sejarah Islam di Mandar kajiannya bagus untuk ditelaah dan dibedah oleh para dosen STAIN Mejene ini," kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslibang) Kementerian Agama Republik Indonesia, M Zain di Mamuju, Senin (25/2).

Ia mengatakan hal itu, saat menghadiri acara sosialisasi produk penelitian Kemenag RI bekerja sama dengan STAIN dan Alumni Al Azhar Cabang Provinsi Sulbar yang dihadiri Ketua STAIN Majene, H Napis Juani.

Menurut Zain buku sejarah Islam di tanah Mandar ini, sangat jelas diulas, sehingga para dosen STAIN Majene dihimbau bisa membedah isi dari buku tersebut.

 "Polemik penyematan gelar Anang guru di tanah Mandar Jug memang sering terjadi maka dari itu dosen STAIN harus jeli melihat tersebut, maka dari itu kesimpulan bahwa "Anang Guru" pernah belajar kepada Kiyai atau pondok pesantren," katanya.

Ia juga menghimbau, agar Teori Islam fundamental harus diantisipasi dan harus dilawan dengan antitesis dari para Dosen STAIN.

Zain mengatakan, dalam perkembangan Syiar Islam Menara yg berada di Masjid Imam Lapeo atau  KH M.Thahir yang terdapat di Kabupaten Polman Provinsi Sulbar, mempunyai makna tersendiri.

Ia juga mengatakan ensiklopedia ulama di Indonesia juga bagus untuk di bedah dan di telaah oleh Dosen STAIN, terutama salah satu perkataan ulama DR Nawawi yakni sebaik baik manusia memiliki peradaban yang besar sehingga menciptakan peradaban baru.

"Buku ensiklopedia dari Imam Nawawi juga bagus untuk ditelaah oleh Dosen STAIN dalam hal pengkajian dan harus dikaji lebih mendalam karena bersifat dinamis," katanya.

Ia menyampaikan, buku tersebut membahas disertasi terkait 2000 masalah zakat dan salah satunya pembangunan Desa berbasis zakat dan penghormatan kepada orang tua.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TcI5Ki
February 25, 2019 at 11:43PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TcI5Ki
via IFTTT
Share:

Perayaan Cap Go Meh di Sukabumi Berlangsung Semarak

Meskipun diguyur hujan, namun momen perayaan tersebut tetap disambut antusias warga.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Perayaan Cap Go Meh di Kota Sukabumi berlangsung semarak Senin sore (25/2) hingga malam hari. Pasalnya ribuan warga antuasias menyaksikan pertunjukkan barongsai yang digelar di depan Vihara Widhi Sakti.

Meskipun diguyur hujan, namun momen perayaan tersebut tetap disambut antusias warga. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian terakhir dalam perayaan Imlek pada 2019.

Dalam kesempatan itu hadir Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan unsur muspida antara lainnya yakni Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro dan Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Kav Mujahidin

"Kami harap toleransi antar masyarakat semakin terjaga serta kebersamaan dan persatuan semakin kuat," ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada wartawan pada saat menghadiri acara perayaan Cap Go Meh di Vihara Widhi Sakti, Senin malam. Kondisi ini bisa dipertahankan sampai pilpres dan pemilihan anggota legislatif.

Menurut Fahmi, keharmonisan masyarakat di Kota Sukabumi harus terus terjalin. Khususnya dalam hal kegamaan dan kerukunan antar umat beragama.

Sikap toleransi ini bisa terlihat di malam perayaan Cap Go Meh. Di mana pengunjung yang datang tidak hanya masyarakat yang merayakan imlek saja. Melaikan dari seluruh elemen masyarakat yang berbeda agama maupun etnis.

Sementara itu suasana meriah begitu terasa sejak acara dimulai pukul 19.00 WIB. Pengunjung disuguhi beragam atraksi barongsai. Meskipun dalam kondisi hujan tak mengurangi keseruan menyaksikan atraksi yang disuguhkan. " Ya, meskipun cuaca hujan antusias masyarakat untuk menyaksikan dan mengikuti rangkaian kegiatan Cap Go Meh ini sangat semarak, dari jumlah penonton yang datang,’’ imbuh dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ILEjmO
February 25, 2019 at 11:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ILEjmO
via IFTTT
Share:

Turki Minta Hak Beragama Muslim Uighur Dihormati

Turki pun mengimbau Bejing untuk melindungi kekebasan beragama dan identitas budaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyuarakan kekhawatiran atas dugaan penganiayaan tergadap orang-orang Uighur dan pemeluk Islam lain di kawasan Xinjiang. Ia pun mengimbau Bejing untuk melindungi kekebasan beragama dan identitas budaya.

Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa membuka sidang utama tahunan selama empat pekan dan para diplomat serta pegiat mengatakan Cina telah melobi berbagai pihak terkait untuk menghindari pengawasan atas kebijakan-kebijakannya di Xinjiang dan isu-isu HAM lain.

Negara-negara Barat melihat kepada Turki dan para anggota lain dari Organisasi Kerjasama Islam (OIC) untuk mengangkat isu-isu yang Cina sebut fasilitas pendidikan kembali dan pelatihan di Xinjiang. Para pakar PBB dan pegiat mengatakan kamp-kamp itu menampung satu juta warga Uighur, yang berbicara bahasa Turki, dan para pemeluk Islam lain.

Cina telah membatah tuduhan-tuduhan melakukan penyiksaan dan menganggap kritik di dalam dewan PBB itu merupakan campur tangan dalam kedaulatannya.Menlu Cavuslogu tidak secara khusus menyebut kamp-kamp penahanan massal di kawasan terpencil di bagian barat Cina itu.

Tetapi dia mengatakan kepada forum Jenewa bahwa laporan-laporan pelanggaran HAM terhadap orang-orang Uighur dan pemeluk Islam lain di Xinjiang merupakan masalah serius dan mengkhawatirkan.Suatu perbedaan hendaknya dibuat antara "teroris dan orang-orang tak bersalah" tambah Cavusoglu.

Ia kemudian menyelipkan sebaris kalimat dalam keterangannya yang sudah dipersiapkan, dengan menambahkan, "Dan saya harus menggaris-bawahi bahwa kami mendukung kebijakan Satu Cina".

Ia merujuk kepada sikap Cina bahwa negara itu meliputi Taiwan dan kawasan-kawasan otonomi termasuk Xinjiang dan Tibet."Kami mendorong penguasa Cina dan mengharapkan HAM universal, termasuk kebebasan beragama, dihormati dan perlindungan penuh identitas budaya orang-orang Uighur dan pemeluk Islam lain dijamin," demikian Menlu Cavusoglu.

Cina, salah satu anggota Dewan HAM, tidak segera menanggapi keterangan menlu Turki itu, tetapi para delegasi akan bebas menjawab tuduhan-tuduhan kemudian dalam sesi tersebut

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TcIkFc
February 25, 2019 at 11:30PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TcIkFc
via IFTTT
Share:

Sudah 140 Juru Sembelih DKI Ikut Uji Kompetensi Juleha

Mereka mengikuti pelatihan dalam rentang 12 hingga 14 Februari 2019 lalu.

JAKARTA -- Sebanyal 140 juru sembelih hewan (Juleha) di wilayah DKI Jakarta telag mengikuti program pelatihan dan uji kompetensi Juleha. Mereka mengikuti pelatihan dalam rentang 12 hingga 14 Februari 2019 lalu.

Lebih dari 100 peserta itu terbagi menjadi tujuh batch. Dimana batch pertama berjumlah 22 orang yang telah ikut pelatihan dan uji kompetensi pada 12-14 Februari. Ini akan berjalan hingga Mei 2019 mendayang.

“Kami Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempunyai program untuk melatih 140 juru sembelih halal. Kami harap pelatihan ini benar-benar menjadi jalan bagi kita untuk mulai berubah, karena ke depannya akan diberlakukan Undang-Undang Jaminan Produk Halal," ujar Kepala Bidang Kesmavet Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, drh Sri Hartati.

Dia menjelaslkan, kompetensi Juleha ini adalah urusan dunia akhirat. Tanggung jawab moralnya besar sehingga harus bisa menjamin produk yang dihasilkan halal. Sri Hartati, mengatakan, pada pembukaan Pelatihan dan Uji Kompetensi Juleha Batch I.

Menurut dia, titik kritis keharaman daging, baik unggas maupun ruminansia adalah proses penyembelihannya. Oleh karena itu, pelatihan ini merujuk SKKNI No 196 Tahun 2014 untuk memenuhi standar kompetensi kerja Juleha yang profesional. Kompetensinya adalah paham penyembelihan, baik dari aspek syariat Islam, maupun aspek teknis kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteraan hewan.

Kemudian terkait Juleha, Halal Science Center IPB telah berkolaborasi dengan berbagai pihak di antaranya, The Japan International Cooperation Agency (JICA), Pemprov DKI Jakarta, Pemkot Bogor, LPPOM MUI, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta LSP Keswan.

“Saya kira ini bagus, ada standar internasional, minimal nasional gitu untuk Juleha. Sehingga kemudian kemampuannya standar dan bisa lakukan penyembelihan dengan baik, dan tidak menyiksa binatang,” papar Nanung.

Semua perusahaan, seperti restoran cepat saji yang telah mempunyai sertifikat halal, itu semua ayamnya sudah resmi bersertifikat halal MUI, artinya ayamnya disembelih secara syari. “Sekarang teman-teman halal banyak bergerilya untuk memasyarakatkan penyembelihan yang benar. Teman-teman halal bersama-sama untuk melatih para Juleha agar menjadi juru sembelih yang sesuai,” kata Nanung.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Ey8H0d
February 25, 2019 at 11:29PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Ey8H0d
via IFTTT
Share:

Undang-Undang Pengatur Juru Sembelih Halal Harus Disegerakan

penyembelihan hewan halal selama ini masih dilakukan lembaga mandiri tanpa legalitas,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belum ada undang-undang yang mengatur soal cara menyembelih hewan secara halal. Artinya, penyembelihan hewan halal dan untuk dikonsumsi oleh masyarakat Muslim, masih dilakukan oleh lembaga-lembaga mandiri tanpa payung hukum resmi pemerintahan.

Pakar Halal Universitas Gajah Mada (UGM), Nanung Danar Dono, mengaku sangat mendukung pemberlakuan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (JPH). Di dalam aturan tersebut, nantinya juga mencakup aturan juru sembelih halal (Juleha) yang dipaparkan dalam beberapa butir khusus.

Nanung sangat mendukung segera dibentuknya payung hukum resmi untuk Juleha. “Sebaiknya ya ada undang-undang resminya. Kalau MUI itu kan bukan lembaga pemerintah, bisa disebut LSM, dan LSM tidak di bawah siapa-siapa,” ujar dia saat dihubungi Republika.co.id, Senin (25/2).

Menurut dia, selama ini lembaga-lembaga yang melakukan pelatihan terhadap Juleha, barulah lembaga-lembaga yang berjalan sendiri-sendiri. Walaupun sesungguhnya, selain di DKI Jakarta, seluruh provinsi Indonesia sudah ada lembaga tersendiri untuk melatih Juleha.

Dimana setelah menjalankan pelatihan, mereka akan mendapatkan sertifikat sehingga semua hewan yang mereka sembelih dipastikan langsung mendapat sertifikat halal juga. Dalam pelatihan tersebut, memang yang diaudit adalah kemampuan Juleha.

Nanung mengatakan, minimal ketika diaudit, Juleha punya pengetahuan dan keahlian menyembelih secara syari. Mereka harus paham bahwa menyembelih harus memutuskan tiga saluran, dan tidak boleh diapa-apakan sampai hewan telah mati. Karena, jika belum mati tetapi sudah dipotong kakinya atau dikuliti, itu akan terasa sakit bagi hewan, dan itu akan menyiksa sehingga hewan akan mati karena tersiksa itu.

Nah sekarang mulai diadakan Juleha, dengan itu ada, distandarkan kemampuannya secara nasional begitu. Ini supaya siapapun yang memegang itu (sertifikat Juleha) berhak untuk bekerja di bidang itu, sehingga ada lisensi resmi dari pemerintah,” kata Nanung.

Dengan adanya UU JPH, maka uji kompetensi Juleha ini harus diberlakukan di seluruh wilayah Indonesia. Apalagi jika telah disahkan UU JPH ini, maka tentu akan berada di bawah pemerintah langsung, entah itu mungkin dikelola Kementerian Agama (Kemenag), ataupun dibuat lembaga pemerintahan khusus lainnya.

“Sebenarnya, kenapa MUI membuat LPPOM, karena MUI itu kan kumpulan para ulama, mereka sangat paham masalah agama tetapi merasa bahwa kurang paham dengan lesitin, gelatin, dan seterusnya. Termasuk penyembelihan secara ilmu. Jadi yang mereka tahu menyembelih ya hanya seperti itu, belum memahami indikasi mati seperti apa. Kemudian akhirnya membentuk lembaga baru namanya LPPOM,” papar Nanung.

Juleha sendiri merupakan salah satu implementasi dari MoU antara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dengan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Arif Satria, serta kerja sama Halal Science Center (HSC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2H2iVaM
February 25, 2019 at 11:23PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2H2iVaM
via IFTTT
Share:

Bonus Demografi Butuh Lapangan Kerja yang Besar

pembangunan ekonomi difokuskan sektor yang menciptakan lapangan kerja besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia mengalami bonus demografi dimana pertumbuhan penduduk bergerak pesat. Setiap tahun, penduduk Indonesia tumbuh 3 juta-4 juta.

Hal tersebut diungkap Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo memimpin konsolidasi Caleg Partai Perindo di Kabupaten Bogor.

"Ini momentum yang baik bagi saya bertemu caleg, bisa menyamakan perspektif kita, bagaimana kita memaksimalkan kursi di Kabupaten Bogor," kata Hary Tanoesoedibjo, dalam siarna persnya, Senin (25/2).

Dia mengatakan kehadiran Partai Perindo ditujukan untuk menyejahterakan masyarakat melalui kebijakan tepat sasaran.

Tiga fokus utamanya adalah mempersempit kesenjangan, baik kesenjangan kesejahteraan maupun pembangunan daerah, mempercepat pendidikan tinggi dan ketrampilan tertentu agar masyarakat menjadi lebih produktif.

Selain itu, penciptaan lapangan kerja sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya dan secepat-cepatnya. Di samping industri 4.0, pembangunan ekonomi difokuskan pada sektor industri yang menciptakan lapangan kerja besar.

Untuk membuat kebijakan tepat sasaran, konsekuensinya adalah harus memenangkan Pemilu. Untuk itu, dia meminta seluruh kader, seluruh pengurus, dan caleg untuk terjun bekerja maksimal.

Target Perindo sendiri secara nasional adalah menjadi tiga besar pemenang Pemilu 2019.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tGuyMl
February 25, 2019 at 11:23PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tGuyMl
via IFTTT
Share:

Penyelam Mengais Rezeki di Bangkai Kapal yang terbakar

Para penyelam mengais rezeki di bangkai kapal yang terbakar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para penyelam mengais rezeki di bangkai kapal yang terbakar di Pelabuhan Samudera Nizam Zachman Muara Baru, Jakarta Utara, dengan mencari alat yang tersisa dan masih layak digunakan.

Hal itu terlihat pada aktivitas menjelang Senin sore di Dermaga Timur, Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara. Saat itu suasana agak sepi. Heri Kiswanto (35) bersiap menyelam untuk mengangkat baling-baling kapal yang pada Sabtu (23/2) terbakar.

Beruntung kapal masih bersandar di dermaga. Kalau tenggelam, misalnya, nasibnya akan lain. Karena itu, memerlukan keahlian untuk mengangkat suku cadang atau puing kapal di dalam air. Itu bukan pekerjaan mudah.

Itulah bedanya penyelam wisata dengan profesi penyelam panggilan. "Ya ampun, air lautnya hitam banget," ujar Heri Kiswanto seraya mengamati area yang akan diselaminya.

Menurut dia, hitamnya air laut setelah terjadinya kebakaran karena telah bercampur dengan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. "Kalau begini, harus pakai insting, percuma juga pakai senter," katanya.

Ia mengatakan risiko mengangkat baling-baling kapal tak dapat diprediksi kendalanya. Penyelam harus dapat memperhitungkan berbagai kemungkinan dan sigap mengantisipasi segala hal buruk dengan kecepatan tinggi.

Dalam melakukan penyelaman, Heri Kiswanto bersama teman-temannya menggunakan kompresor yang biasa digunakan tukang tambal ban untuk mengisi udara sebagai alat bantu pernafasan ketika menyelam.

"Ada selang udara, kompresor, filter dan 'mouthpiece'. Insa Allah aman, saya juga ikut pelatihan menyelam," katanya seraya menunjukkan kartu lisensi selam dari "Internasional Scuba Open Circuit".

Dalam melakukan penyelaman, dia menjelaskan, tubuh harus turun secara perlahan. Udara yang masuk dari kompresor melalui selang juga harus diatur. Setelah baling-baling kapal terangkat, tugas Heri dan kawan-kawan selesai. Perusahaan atau pemilik kapal biasanya menjual bagian-bagian kapal yang sudah didaratkan.

"Mungkin dijual lagi, kalau masih bagus kan juga bisa jadi suku cadang kapal lainnya," ujarnya.

Heri mengaku, profesi sehari-harinya adalah memperbaiki lambung kapal yang bocor. "Kebocoran harus di tambal dari dua sisi, dari dalam kapal dan luar. Harus teliti sehingga presisi," ujar dia.

Sementara itu, Zainudin (45) yang juga berprofesi sama dengan Heri Kiswanto mengaku khawatir pendapatan akan berkurang. "Sebelum terjadi kebakaran kapal, kapal yang singgah di sini banyak, pasti ada saja kerjaannya," katanya.

Namun ia tetap bersyukur dari profesinya itu cukup memenuhi kebutuhan hidup keluarganya serta membiayai pendidikan anaknya

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2H1rYIT
February 25, 2019 at 11:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2H1rYIT
via IFTTT
Share:

Dirut Persija: Kami Pindah Kantor demi Efektivitas

Pihak manajemen ingin Persija meraih prestasi yang semakin tinggi di masa depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama (Dirut) Persija Jakarta Kokoh Afiat mengatakan, perpindahan kantor Persija dari Duren Tiga, Jakarta Selatan, ke Unit FG 02 Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta Selatan dilakukan demi efektivitas pekerjaan manajemen klub. Kantor baru itu letaknya dianggap cukup strategis.

"Diharapkan kegiatan Persija berjalan lebih mudah," ujar Kokoh dalam acara syukuran kantor baru Persija di Kuningan, Jakarta, Senin (25/2).

Dengan demikian, Kokoh melanjutkan, semua aktivitas di Persija di luar urusan lapangan hijau dapat bergulir dengan lebih baik dan profesional. Ujungnya, pihak manajemen ingin Persija meraih prestasi yang semakin tinggi di masa depan.

Terkait status kantor baru, CEO Persija Ferry Paulus menjelaskan, Persija menyewa dari pihak lain selama satu tahun. "Keinginan kami sewanya tidak lama. Kalau suatu saat kami pindah lagi mudah-mudahan Persija memiliki kantor sendiri," jelas dia.

Sejak berganti direksi, Persija sudah melakukan beberapa perubahan, baik dari skuat, manajerial, termasuk kantor tim. Alasan utamanya demi pencapaian klub yang lebih baik.

Sementara itu, acara syukuran kantor baru Persija di Rasuna Office Park berlangsung sederhana dengan memotong tumpeng. Kegiatan itu dihadiri oleh para petinggi Persija, legenda klub, dan para pewarta.

Di tahun 2019, Persija terlibat dalam tiga turnamen nasional, yaitu Piala Indonesia, Piala Presiden, dan Liga 1 Indonesia serta dua kompetisi internasional, yaitu kualifikasi Liga Champions Asia dan Piala AFC.

Terayar, Persija akan menghadapi wakil Vietnam Becamex Binh Duong di laga perdana Grup G Piala AFC 2019, Selasa (26/2), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, mulai pukul 15.30 WIB. Persija berada di Grup G Piala AFC 2019 bersama Becamex (Vietnam), Ceres-Negros (Filipina), dan Shan United (Myanmar). Jika berhasil menjadi dua tim terbaik grup, Persija akan melangkah ke semifinal zona ASEAN Piala AFC 2019.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tA3z5c
February 25, 2019 at 11:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tA3z5c
via IFTTT
Share:

Lampu Panel Surya Banyak yang Hilang di Sumbar

Lampu itu hilang dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar menyesalkan banyaknya lampu panel surya yang hilang di sejumlah ruas jalan di Sumara Barat. Lampu itu hilang dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Saya melintas di sejumlah ruas jalan di Sumbar namun lampu panel yang telah dibangun, banyak yang rusak akibat panel surya atau aki tidak lagi berada di lokasi yang seharusnya," katanya di Tua Pejat, Mentawai, Sumatra Barat, Senin (25/2).

Menurut dia, lampu panel tersebut dibangun menggunakan dana milik rakyat dan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Sangat disayangkan jika barang-barang tersebut malah dirusak.

Ia mengatakan hal tersebut dijumpainya tidak hanya di satu lokasi saja namun beberapa daerah yang telah dibangun tetap saja rusak. "Ada yang hilang panelnya saja dan ada juga akinya yang hilang, tentu kita sangat prihatin dengan persoalan ini," katanya.

Dia mengatakan setelah pembangunan dilaksanakan hendaknya pemerintah daerah bersama pihak terkait menjaga lampu panel tersebut. Selain itu peran masyarakat juga sangat diperlukan agar hal tersebut tidak terjadi lagi. "Kami mengajak masyarakat merasa memiliki lampu panel tersebut dan mencegah upaya pengrusakan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab," kata dia.

Hal berbeda ditemuinya di Kabupaten Kepulauan Mentawai, saat bertolak dari Bandara Rokot menuju lokasi peresmian SPBU di Tua Pejat dalam program BBM Satu Harga, dirinya menemui tidak ada lampu panel yang rusak atau masih utuh

"Hal ini perlu kiranya ditiru masyarakat Sumbar yang berada di daratan. Masyarakat di sini begitu menjaga lampu panel tersebut," katanya.

Ia juga mengatakan masyarakat Mentawai merupakan masyarakat yang lebih beradab dibandingkan warga Sumbar yang merusak lampu panel surya yang dibangun dengan uang rakyat tersebut. Sementara Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan daerah yang dipimpinnya saat ini merupakan bentuk mini dari Indonesia yang penuh keragaman baik dari sisi agama, suku dan budaya.

"Ada yang beragama islam, kristen dan agama lainnya namun mereka semua hidup berdampingan dan saling menghormati antara satu dengan yang lainnya," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2H0MNnU
February 25, 2019 at 11:08PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2H0MNnU
via IFTTT
Share:

In Picture: Jokowi Salurkan Bantuan Program Keluarga Harapan

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) untuk cerdas dalam merencanakan penggunaan dana bantuan sosial. Apalagi mulai tahun ini, katanya, besaran dana bantuan yang diterima para keluarga prasejahtera meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan Presiden saat menyalurkan bantuan PKH kepada masyarakat di Kabupaten Cilacap pada Senin (25/2). Penyaluran dilakukan di Gedung Patra Ria Pertamina, Kabupaten Cilacap.

"Tolong dihitung direncanakan dipakai untuk apa biar penggunaannya betul-betul tepat sasaran dan kita merencanakan betul secara jernih," ujar Presiden.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SXfyc4
February 25, 2019 at 11:01PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SXfyc4
via IFTTT
Share:

Aktivitas Sekolah Bantu Siswa Sembuh dari Trauma

Tiga hari pascabencana anak-anak sudah mau kembali belajar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kecepatan siswa kembali sekolah pascabencana tidak dimbangi kesiapan fasilitas dan pengajar. Hal itu diungkap Arif Haryono, General Manager Pendidikan Dompet Dhuafa menyampaikan pernyataan tersebut saat ia didapuk menjadi salah satu narasumber pada acara Ngobrol Pendidikan Indonesia (NGOPI), Jumat malam (22/2) kemarin.

Pernyataan Arif di atas merupakan kesimpulan dari aktivitas tanggap darurat dan recovery yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa di banyak lokasi bencana.

“Saya ingin bicara kasus bencana di Lombok, lalu dilanjutkan Palu, hingga Lampung. Kami menurunkan 17 relawan guru yang kami tempatkan di 11 sekolah selama 6 bulan. Kemudian kami mendapati data yang cukup menarik. Selama 5 bulan pasca bencana, tingkat kehadiran guru dalam sepekan hanya 24%, sedangkan 76% lainnya absen,” papar Arif dalam siaran pers yang diterima, Senin (25/2).

Selanjutnya Arif menjelaskan dengan menyebutkan contoh kasus di Lombok, guru tidak hadir dengan berbagai alasan seperti memperbaiki tempat tinggal, mengurus keluarga, izin sakit dan masih merasa takut untuk mengajar di sekolahnya.

“Guru-Guru masih tidak stabil. Mereka masih merasa tidak berenergi, bahkan setelah 6 bulan pascabencana,”sambung alumni UNPAD itu. 

Kondisi tersebut berkebalikan dengan siswa. Meski mengalami trauma bencana, namun semangat mereka untuk kembali ke sekolah lebih cepat pulih.

“Tiga hari pascabencana anak-anak sudah mau kembali belajar, tetapi kecepatan mereka tidak ditopang dengan kesigapan kita dalam menyediakan tempat dan guru pengajar,” ungkap Arif.

Hal ini menjadi sebuah kondisi yang ironis, padahal aktivitas sekolah dapat membantu anak-anak untuk sembuh dari trauma mereka.

Selain Arif, pada acara berformat talkshow dan diskusi ini juga hadir Peneliti Geofisika Laut Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Nugroho Dwi Hananto, sebagai perwakilan dari unsur pemerintah. Sedangkan dari unsur masyarakat, di samping Dompet Dhuafa juga hadir Koordinator Advokasi dan Akuntabilitas serta Pengembangan Kapasitas, Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), Iskandar Leman.

Ketiga pembicara tersebut menyampaikan pengantar diskusi sesuai kepakaran mereka masing-masing dalam konteks bencana. Paparan tersebut diharapkan dapat menghantar diskusi mengarah pada tujuannya, yaitu merancang model pendidikan di wilayah bencana, mulai dari respon tanggap darurat, recovery dan mitigasi bencana sejak dini. Diskusi ini juga bertujuan untuk mengadvokasi konsep pendidikan di wilayah bencana agar dapat masuk dalam kurikulum pendidikan nasional.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XpKyjt
February 25, 2019 at 11:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2XpKyjt
via IFTTT
Share:

In Picture: Jokowi Singgah ke Pasar Pelem Cilacap

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri mampir ke Pasar Pelem Gading di Cilacap, Jawa Tengah usai meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi 1 berkapasitas 660 MW pada Senin (25/2). Namun di luar agenda yang telah direncanakan, Presiden mampir ke Pasar Pelem Gading. Saat mobil kepresidenan berhenti, sontak membuat warga yang saat itu berada di pasar dan sekitarnya menyambut kedatangan Presiden.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SoiHNa
February 25, 2019 at 10:57PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SoiHNa
via IFTTT
Share:

Menpora Dorong Keterlibatan Masyarakat Dukung MotoGP di Man

Penyelenggaraan MotoGP berdampak luas bukan hanya bidang prestasi olahraga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi berjanji mendorong lebih banyak partisipasi masyarakat luas, termasuk sponsor, untuk mendukung penyelenggaraan MotoGP di kawasan Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Maret 2021. Menpora mengatakan, penyelenggaraan MotoGP di Indonesia menjadi impian bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Pemerintah tentu akan bersama-sama mendorong dan mengajak partisipasi publik yang lebih luas lagi agar hajatan MotoGP itu memberikan gambaran bagi dunia bahwa Indonesia menjadi negara yang layak dan pantas jadi tuan rumah MotoGP," kata Menpora ketika menerima Direktur PT Pengembangan Pariwisata Indonesia Persero/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansyur di Jakarta, Senin (25/2).

Menpora mengatakan pihak Dorna selaku pemilik hak komersial dan penyiaran memang ingin menggelar kembali MotoGP di Tanah Air. "Pemerintah mengharapkan penyelenggaraan MotoGP berdampak luas bukan hanya bidang prestasi olahraga melainkan juga sektor ekonomi pariwisata serta pemasaran Indonesia," kata dia.

Abdulbar mengatakan, pembangunan Sirkuit Mandalika sepanjang 4,32 kilometer itu akan dimulai pada September 2019 oleh perusahaan konstruksi asal Prancis Vinci. "Tapi sebelum dibangun, kami akan melakukan homologasi dan pengesahan lintasan ke Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) dalam waktu dekat. Setelah itu, persiapan pra-konstruksi, pelelangan, dan pengadaan. Klaim menargetkan pengerjaan fisik dimulai pada September atau Oktober," katanya.

Abdulbar menambahkan, biaya konstruksi Sirkuit MotoGP Mandalika masih dalam penghitungan tim konstruksi. "Tapi, pembangunan infrastruktur seperti jalan, penerangan, dan pengolahan limbah kawasan membutuhkan biaya Rp 4,5 triliun," katanya.

Indonesia, lanjut Abdulbar, harus membayar uang sewa hak komersial dan lisensi kepada Dorna Sports sebesar 9 Euro per tahun atau mencapai lebih dari Rp 143 miliar. "Itu adalah biaya sewa total karena urusan transportasi dan penginapan para pembalap sudah diatur oleh Dorna. Kami tidak perlu lagi mengurusinya," katanya.

Meskipun harus membayar biaya lisensi itu, PT ITDC akan mendapatkan keuntungan dari biaya penyiaran, suvenir, dan sejumlah hal lain dari penyelenggaraan MotoGP di Mandalika. "Mungkin, Dorna lebih melihat kami dibanding Thailand karena kami adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Indonesia punya pasar yang potensial bagi MotoGP," katanya.

Selain kontrak lima tahun penyelenggaraan MotoGP, PT ITDC juga telah menyepakati kontrak penyelenggaraan World Super Bike Motul untuk lima tahun mulai 2021. ITDC akan membentuk badan usaha bernama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai operator penyelenggaraan MotoGP dan lomba lain di Mandika. "ITDC merupakan pemilik tanah di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Kami yang menandatangani kontrak karena badan itu belum terbentuk," kata Abdulbar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Nt6khU
February 25, 2019 at 10:56PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Nt6khU
via IFTTT
Share:

Mendagri: Papua Salah Satu Daerah Rawan Pemilu

Terdapat sejumlah alasan mengapa Papua menjadi daerah rawan Pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumulo menyebut, Papua menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi kerawanan pemilihan umum (Pemilu) 2019. Ia menjelaskan, terdapat sejumlah alasan mengapa Papua menjadi daerah rawan Pemilu.

"Menurut Kemendagri area rawan masih Papua, karena menggunakan noken dan kondisi geografis. Kami sepakat semua pihak sosialisasi, termasuk TNI juga sosialisasi agar masyarakat sadar gunakan hak pilih," ujar Tjahjo di The Sultan Hotel, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (25/2).

Perlu diketahui, penggunaan sistem noken telah disahkan melalui putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 47/81/PHPU.A/VII/2009, sebagai budaya asli Papua. Ada dua mekanisme penggunaan sistem noken. Pertama, penggunaan noken untuk menggantikan kotak suara. Surat suara diletakkan di dalam tas noken yang biasanya dipegang oleh para saksi dari pasangan calon.

Kedua, sistem noken di mana kepala suku memilih untuk dan atas nama pemilih di kelompok sukunya. Namun, mekanisme ini sama-sama tidak bersifat rahasia yang berpotensi menimbulkam kerawanan Pemilu.

Demi mengurangi potensi kerawanan Pemilu di Papua, Kemendagri sudah berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk mengurangi kerawanan tersebut. "Sosialisasi dilakukan agar masyarakat sadar gunakan hak pilih secara demokratis dengan sistem apapun. Kalau dengan sistem noken ya dilakukan dengan demokratis juga, mewakili warga bisa dihitung detail," ujar Tjahjo.

Politisi PDIP itu mengatakan, kunci sukses pemilu adalah jika setiap tahapan dilakukan sesuai PKPU yang sudah dibuat. Selain itu, partisipasi politik masyarakat untuk menggunakan hak pilih juga penting, demi mengurangi golongan putih (golput).

"Kunci kerawanan ada di penghitungan suara, apalagi dibutuhkan 11 menit rata-rata per orang (untuk memilih) . Kemudian per-TPS itu apakah bisa selesai pada pukul 23.00, 24.00. Itu kunci kerawanan, termasuk perhitungan suara," ujar Tjahjo.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Tm2yMQ
February 25, 2019 at 10:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Tm2yMQ
via IFTTT
Share:

Malcom X Dihormati Masyarakat Dominika

Malcom mengencarkan ajaran Islam di Karibia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Muslim pertama di Dominika datang dari kapal-kapal budak Eropa. Sebagian besar berasal dari perdagangan budak Atlantik, dimulai pada tahun 1500-an.

Mereka berasal dari daerah Muslim Barat Afrika, seperti Senegal, Mali, Guinea, dan Pantai Gading. Perbudakan merupakan bencana bagi budaya dan tradisi Afrika. Perbudakan telah merendahkan taraf hidup,sehingga mereka dibawa ke berbagai wilayah.

Akibatnya, Islam tidak bertahan di Afrika saat itu. Populasi Muslim berikutnya yang tiba di Karibia datang sebagai pekerja dari anak benua India. Mereka meramaikan Karibia sejak awal 1900-an.

Tokoh Malcolm X yang menjadi Muslim dan gencar mendakwahkan Islam menjadi tokoh yang dimuliakan masyarakat Dominika. Malcolm memanfaatkan ajaran Islam untuk menghapus diskriminasi ras dan menyebarkan pengaruh Islam ke populasi Afrika-Karibia.

Ini menciptakan citra populer Islam sebagai agama bagi orang kulit hitam.

Selama masa ini, sejumlah orang Dominika yang belajar di Amerika Utara dan Universitas Hindia Barat di Trinidad mulai bergaul dengan The Nation of Islam.

Beberapa di antaranya menjadi anggota terkemuka dalam gerakan mereka dan kemudian memengaruhi masyarakat dan pemerintahan Dominika. Sebagian dari mereka masuk Islam dan kemudian menjadi tokoh terkemuka di komunitas Muslim Dominika. Mayoritas dari mereka kemudian bermigrasi dari Dominika pada 1970-an.

Dominika bukanlah tempat yang ramah bagi umat Islam di awal tahun 1980-an. Banyak orang menganggap Muslim sebagai orang pinggiran dan memperlakukan mereka dengan tidak manusiawi. Di bawah pemerintahan Eugenia Charles, beberapa Muslim yang bepergian dengan pesawat terbang ke Dominika tidak diizinkan masuk ke negara tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2IAjxXp
February 25, 2019 at 10:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2IAjxXp
via IFTTT
Share:

KLHK Amankan 38 Kontainer Kayu Ilegal

Kayu ilegal itu berasal dari Kepulauan Aru, Maluku.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sebanyak 38 kontainer kayu ilegal asal Kepulauan Aru, Maluku diamankan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dari sejumlah tempat di Jawa Timur, Jumat (22/2). Lokasi ke 38 kontainer tersebut tersebar. Sejumlah 14 kontainer ditemukan berada di tempat penampungan CV CHM (Gresik), 13 kontainer di area PT KAYT (Surabaya) dan 11 kontainer di area PT AGJU (Pasuruan).

Direktur Jenderal Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani, menegaskan, pihaknya akan terus menjaga komitmen memberantas kegiatan ilegal yang merusak ini dan menyelamatkan sumber daya alam di Maluku dan Papua.  "Kami sudah memiliki database, instrumen pemantauan berteknologi canggih, kapasitas SDM yang tinggi," ujar dia melalui keterangan tertulis, Senin (25/2).

Menanggapi keberhasilan penangkapan kali ini Ketua Satgas Penyelamatan SDA Papua Sustyo Iriono, yang juga merupakan Direktur PPH KLHK menjelaskan, emua barang bukti sudah diamankan. Tim mengidentifikasi perubahan pola perilaku para mafia kayu, yaitu pola transhipment. "Kami masih mendalami apakah perusahaan pelayaran PT TML ikut membantu peredaran kayu ilegal ini," katanya.

PT TML merupakan perusahaan pelayaran pemilik KM Muara Mas yang mengangkut 14 kontainer berisi kayu ilegal pada kasus ini. Keberhasilan penyitaan kayu ilegal bermula dari laporan masyarakat, yaitu informasi pengangkutan kayu ilegal di Pelabuhan Dobo, Kepulauan Aru, menggunakan KM Muara Mas, pada tanggal 8 Februari lalu.

Dari informasi tersebut, pihaknya segera menindaklanjuti dan mengetahui KM Muara Mas berangkat pada 10 Februari 2019 dari Pelabuhan Dobo. Namun, sistem pemantauan kapal milik Ditjen Gakkum tidak bisa memantau keberadaan KM Muara Mas karena sistem AIS yang dimatikan.

Mengacu pada tanggal berlayar, Tim Direktorat PPH memperhitungkan KM Muara Mas akan tiba pada 20 Februari 2019 di terminal peti kemas di Surabaya dan sekitarnya. Tim Direktorat PPH berhasil mengidentifikasi ada satu kontainer sedang menuju kawasan industri dan kemudian membuntutinya.

Kemudian, ia melanjutkan, pada 22 Februari 2019, pukul 15.20 WIB, tim melakukan penyergapan pembongkaran kayu ilegal tersebut di tempat penampungan kayu ilegal milik CV CHM, Gresik. Tim mendapati 12 kontainer kayu sudah dibongkar muatannya dan tersisa dua kontainer yang sedang dibongkar.

Selanjutnya masih di tanggal 22 Februari 2019. Pada malam harinya, tim melanjutkan penyergapan dan menyita 13 kontainer kayu di penampungan milik PT KAYT, Surabaya dan 11 kontainer kayu di penampungan milik PT AGJU, Pasuruan.

Sustyo menilai para pelaku penyelundupan kayu ilegal ini belum jera, mengingat sebelumnya KLHK telah melakukan penangkapan atas penyelundupan sebanyak total 384 kontainer kayu Merbau dari Papua pada Bulan Desember dan Januari lalu, yang juga diungkap di Provinsi Jawa Timur. "Para pelaku ilegal ini masih belum jera dan akan selalu mencoba berbagai cara untuk tetap berlaku curang dan serakah yang menghancurkan sumber daya hutan," ujar Sustyo.

Sejauh ini terkait kasus perdagangan kayu ilegal, Ditjen Gakkum telah menyiapkan 24 perkara yakni surat perintah penyidikan (sprindik) yang terdiri dari empat sprindik untuk KM Hijau Jelita, dua sprindik untuk KM Oriental Gold, enam sprindik untuk KM Strait Mas dan 12 sprindik untuk KM Selat Mas. Dengan pengungkapan kasus ini, maka sampai hari ini, Ditjen Gakkum telah mengamankan 422 kontainer berisi kayu jenis merbau. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BVNDih
February 25, 2019 at 10:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BVNDih
via IFTTT
Share:

Teraskita Hotel Cawang Gratiskan Media Corner Bagi Jurnalis

Jurnalis bisa merasakan media corner facilities tiap Jumat pukul 15.00 hingga 18.00

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Teraskita Hotel Managed by Dafam Cawang, Jakarta Timur berikan penawaran spesial untuk awak jurnalis media lokal atau nasional resmi baik cetak maupun online. Penawaran tersebut berupa Media Corner Facilities setiap hari Jumat mulai pukul 15.00 hingga pukul 18.00 WIB.

"Fasilitas ini kami sediakan gratis untuk kawan-kawan jurnalis dan media resmi," kata Public Relations Manager Hotel  Teraskita Hotel Managed by Dafam Imanuella Kristi. Awak jurnalis dapat menikmati menu makanan ringan dan minuman yang disuguhkan di Media Corner Facilities yang bertempat di Sky Lounge,  lantai 7 Teraskita Hotel Managed by Dafam.

Dilengkapi akses internet gratis dengan kecepatan hingga 30 Mbps, awak media dapat menikmati menu yang disajikan sembari menikmati panorama perkotaan Jakarta.

Dengan konsep ruangan semi-outdoor, penawaran Teraskita Hotel Managed by Dafam ini sangat cocok untuk awak media yang ingin singgah sembari menulis di sini. Awak media dapat mengeksplor ide dan gagasan sekaligus untuk menyegarkan pikiran di Sky Lounge. “Media akan sangat dilayani di sini,” kata Imanuella.

Meski berada di luar ruangan, suasananya sangat asri dan hijau dengan pepohonan. Hal ini tidak mengherankan karena Hotel Dafam Teraskita sudah memiliki sertifikasi Gold Green Building. Dengan fasilitas yang nyaman, pihak Teraskita Hotel Managed by Dafam berharap Media Corner Facilities dapat menjadi base camp dan rumah kedua bagi awak media.

“Teman-teman media tinggal menunjukkan kartu identitas media jika ingin mampir ke sini,” kata Imanuella. Setiap minggunya, Hotel Dafam Teraskita selalu melakukan pergantian menu yang menggugah selera.

Mengandalkan tema local tradition, menu-menu ala Indonesia siap memanjakan lidah awak media. “Kami mengangkat traditional food, jadi ada jajan pasar, rebusan, dan jajanan khas Indonesia,” kata Imanuella.

Berlokasi di pusat bisnis Jakarta Timur, Teraskita Hotel Managed by Dafam sangat strategis dan mudah dijangkau. Teraskita Hotel Managed by Dafam memiliki akses dekat dengan jalan tol Jagorawi, Wiyoto Wiyono, MT Haryono dan tol dalam kota. Hanya berjarak 20 menit dari Stasiun Jatinegara dan 12 menit dari Stasiun Cawang. Ke depannya, Teraskita Hotel Managed by Dafam juga akan dilalui LRT Jabodetabek sehingga sangat cocok untuk dijadikan tempat berkumpul bagi para jurnalis dan awak media.

Imanuella Kristi selaku PR Manager Teraskita Hotel Managed by Dafam mengatakan Media Corner diluncurkan sebagai bentuk apresiasi Teraskita Hotel kepada awak media yang turut membesarkan nama Teraskita Hotel. "Media Corner merupakan salah satu bentuk apresiasi dan terima kasih kami kepada rekan media yang sangat berperan penting dalam keberhasilan hotel kami, terutama dalam menciptakan Brand Awareness dan image hotel kami," kata Imanuella.

Ia menambahkan pihaknya sangat mengharapkan kedatangan rekan media untuk dapat menggunakan fasilitas Media Corner dengan menghubungi nomor 0822-1133-3350 di Whatsapp.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2U7fYcz
February 25, 2019 at 10:30PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2U7fYcz
via IFTTT
Share:

Pemkab Bogor Bangun Kebun Raya

Kebun raya ini dibangun di kawasan LIPI di Cibinong seluas 60 hektare.

REPUBLIKA.CO.ID, CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten Bogor membangun Kebun Raya Bogor sendiri seluas 60 hektare (ha). Kebun raya ini dibangun di kawasan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

"Sebentar lagi Kabupaten Bogor punya Kebun Raya sendiri. Lebih luas dari Kebun Raya Bogor, dan sudah ditandatangani pada Rabu (21/2) 2019," kata Bupati Bogor Ade Yasin, di Cibinong, Senin (25/2).

Penandatanganan kerja sama dan pembangunan Kebun Raya Cibinong antara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan LIPI telah dilakukan. Dia mejelaskan lebih lanjut, Kebun Raya yang dinamakan "Cibinong Science Center Botanical Garden" (CSC-BG), akan melengkapi daftar destinasi wisata Kabupaten Bogor sebagai "The city of sport and tourism".

Pembangunannya juga segera dilaksanan, dan kini masih dalam tahap persiapan pembangunan insfrastruktur dengan bantuan dari PUPR Pusat. "Kebun Raya Cibinong sangat potensial untuk dijadikan tempat wisata baru, dan pendapatan PAD dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor," ujar Ade.

Bukan hanya bisa meningkatkan PAD Kabupaten Bogor, kawasan ini juga diharapkan bisa membantu terciptanya peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan. Apalagi kawasan Kebun Raya Cibinong ini nanti dibangun berdekatan dengan pusat kota Kabupaten Bogor, dan Stadion Olahraga Pakansari.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BQDELe
February 25, 2019 at 10:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BQDELe
via IFTTT
Share:

Mitigasi Indonesia Belum Tertinggal Jauh dari Kepang

Diperlukan konsep pendidikan di wilayah bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mitigasi Indonesia belum tertinggal jauh dari jepang.  Hal itu diungkap Koordinator Advokasi dan Akuntabilitas serta Pengembangan Kapasitas, Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), Iskandar Leman pada acara Ngobrol Pendidikan Indonesia (NGOPI) bertema “Kajian Pendidikan di Wilayah Bencana”.

NGOPI diselenggarakan oleh Center for Education Study and Advocacy Dompet Dhuafa Pendidikan (CESA DD Pendidikan) pada Jumat malam (22/2).  Selain Iskandar, hadir pula sebagai pembicara Peneliti Geofisika Laut Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Nugroho Dwi Hananto dan Arif Haryono selaku General Manager Pendidikan Dompet Dhuafa.

Dalam kapasitasnya sebagai praktisi penanggulangan bencana, ada alasan mengapa Iskandar menilai Indonesia belum jauh dari Jepang terkait mitigasi. “Memangnya kita sangat ketinggalan dengan Jepang? Tidak juga sebenarnya, karena negara kita itu jadi tempat di mana orang mencontoh,” demikian ungkapan lengkap Iskandar. Sifat mencontoh itulah yang membuat Indonesia cepat bergerak mengikuti, sehingga tidak tertinggal jauh.

Selanjutnya, Iskandar juga menjelaskan tentang perbedaan antara mitigasi dengan pencegahan bencana. “Mitigasi adalah bagaimana kita mengurangi dampaknya, sedangkan pencegahan, bagaimana kita mengelola bencananya sedemikian rupa sehingga tingkat kekuatannya berkurang,” papar pria yang banyak berpengalaman merancang beragam pelatihan kebencanaan ini.

Untuk melakukan mitigasi bencana, perlu kerja sama berbagai pihak. Karenanya menurut Iskandar ada tujuan bersama yang harus diwujudkan. “Tujuan bersamanya adalah mengurangi jumlah korban dan jumlah aset yang menjadi rusak karena itu,” terang Iskandar.

Pada konteks pendidikan, menurut Iskandar, mitigasi yang harus dilakukan mencakup tiga hal utama. “Pertama, fasilitas. Kedua, bagaimana manajemen rencananya. Dan ketiga adalah pendidikan pengurangan risiko bencana,” sebut Iskandar.

Paparan Iskandar di atas melengkapi keterangan dari dua pembicara lainnya sebagai pengantar untuk mencapai tujuan dari diselenggarakannya acara ini, yaitu merancang model pendidikan di wilayah bencana, mulai dari respon tanggap darurat, recovery dan mitigasi bencana sejak dini. Diskusi ini juga bertujuan untuk mengadvokasi konsep pendidikan di wilayah bencana agar dapat masuk dalam kurikulum pendidikan nasional.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2U8kvvh
February 25, 2019 at 10:23PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2U8kvvh
via IFTTT
Share:

Kisah Yuna, Beasiswa, dan Kuliah di UI

Rektorat UI diharapkan menyediakan beragam beasiswa bagi berbagai kalangan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Erik Purnama Putra*

Qurrata Ayuna Adrianus namanya. Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia (UI) angkatan 2015 ini berstatus sebagai penyandang disabilitas yang harus selalu memakai kursi roda untuk menuju ke kampus. Yuna, panggilan akrabnya, merupakan salah seorang korban selamat dari reruntuhan lembaga bimbel Gama di Kota Padang, yang terkena gempa dahsyat pada 30 September 2009.

Pengalaman traumatik tidak membuat Yuna patah semangat menjalani hidup. Dia pun bisa lekas bangkit untuk menggapai cita-citanya. Salah satu yang berhasil diwujudkannya adalah dengan berkuliah di UI lewat beasiswa. Dalam testimoni yang diunggah di akun Instagram resmi UI, @univ_indonesia, Yuna menceritakan perjuangannya untuk bisa berkuliah di kampus yang terletak di Kota Depok ini.

Pada awalnya, Yuna mengisahkan kekhawatirannya menjalani pendidikan di UI, lantaran terbentur biaya. Namun, kendala itu teratasi setelah ia lolos mengikuti seleksi penerimaan beasiswa Bidikmisi. 

Sesudah itu, Yuna masih memikirkan masalah fasilitas kampus apakah ramah dengan mahasiswa yang memakai kursi roda. Yuna takut kalau terjadi sesuatu yang menimpanya, sehingga butuh pertolongan. Apalagi, ia tinggal tidak bersama dengan orang tua. 

Ternyata, setelah Yuna menjalani kehidupan di kampus, semua bayangan ketakutan itu sirna. Dia malah mendapatkan banyak kemudahan berupa bantuan dari rekan-rekannya, sehingga segala kesulitannya dapat teratasi.

"Perjuangan sebelum masuk UI sempat merasa insecure, tapi lama-lama aku bisa bangun hubungan dan sosialiasi dengan semua orang. Sekarang punya network dan wawasan lebih luas," ujar Yuna yang kini juga sibuk menjadi asisten dosen.

Menurut Yuna, raihan beasiswa yang diterimanya bisa membuatnya lebih fokus belajar. Masalah finansial yang sempat menggelayut di pikirannya kini hilang. Dia pun malah termotivasi untuk lebih giat menuntut ilmu lantaran wajib mempertanggungjawabkan beasiswa yang didapatnya dari pemerintah.

Yuna berharap, rektorat UI bisa semakin menyediakan beragam beasiswa agar calon mahasiswa UI bisa berasal dari semua kalangan. Pun bagi mereka yang memiliki prestasi akademik mumpuni, namun terkendala biaya, tidak terhalang untuk bisa kuliah, lantaran masalah itu tertangani dengan adanya beasiswa.

"Harapan aku, Bidikmisi dan beasiswa lainnya dibutuhkan banget oleh anak UI, bukan hanya untuk meningkatkan finansial, tapi juga meningkatkan motivasi agar lebih semangat berprestasi di UI," kata Yuna.

Dia juga mengapresiasi sarana dan prasarana kampus yang aksesbilitasnya bisa mewadahi kalangan disabilitas. Karena itu, Yuna tidak kesulitan ketika harus memakai kursi roda untuk mencapai tempat perkuliahan. Ditambah adanya bus kuning yang mengelilingi kampus, mobilitas Yuna sangat terbantu. 

Dia mengaku, suka naik bus kuning lantaran ingin sekaligus bisa bersosialisasi dengan mahasiswa lain. Yuna pun sampai pada sebuah kesimpulan, keterbatasan fisik yang dialaminya tak bisa menghalanginya untuk merengkuh cita-cita.

"Aku tak mau menyerah, kalau ditanya apakah kondisi ini menjadi hambatan? Iya benar! Karena aku pakai kursi roda. Buatku meski kakiku tidak ada, aku pasti bisa melangkah," kata Yuna yang bercita-cita ingin menjadi software engineering ini.

Belajar dari perjuangan yang dialami Yuna, bisa ditarik kesimpulan kalau semua orang tanpa memandang identitasnya bisa kuliah di UI tanpa perkecualian. Asalkan ada semangat dan pantang menyerah untuk mengatasi keadaan, pasti selalu ada jalan keluar untuk dapat menikmati pendidikan berkualitas.

Selama ini, di sebagian kalangan, ada anggapan kalau mereka yang bisa kuliah di kampus yang identik warna kuning tersebut hanyalah untuk kelompok berduit saja. Namun, semua isu miring itu terbantahkan dengan testimoni yang disampaikan Yuna, dan mungkin mahasiswa-mahasiswa lain yang berhasil mengatasi hambatan hingga dapat tercatat sebagai mahasiswa UI.

Rektor UI Muhammad Anis pernah menyinggung tentang calon mahasiswa penyandang disabilitas yang mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2018 di kampusnya yang mencapai 11 peserta. Menurut Anis, tidak ada perlakuan istimewa yang didapat mereka agar bisa lolos diterima di UI. 

Hal itu dilakukan agar calon mahasiswa yang lolos benar-benar didasarkan kemampuan akademiknya, bukan lantaran merasa kasihan atau mendapat bantuan. "Kalau diterima ya kita treatment (perlakukan) sama dengan yang lainnya," kata Anis.

Meski begitu, Anis berjanji, untuk memberikan fasilitas terbaik agar mahasiswa penyandang disabilitas tersebut bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. Hal itu lantaran mereka memiliki fisik yang berbeda dengan mahasiswa normal. Sehingga dalam hal tertentu membutuhkan bantuan orang lain maupun pihak kampus agar bisa menjalani pendidikan dengan baik.

Mengacu hal itu, tujuan rektorat UI tidak memberikan perlakuan khusus kepada mereka yang berbeda karena memiliki tujuan mulia. Pasalnya, penyandang disabilitas harus benar-benar menunjukkan bakat dan kemampuannya untuk diterima di UI itu dengan melewati ujian yang sudah ditetapkan. 

Sehingga, ketika mereka diterima maka penilainnya murni berdasarkan kapabilitas diri, bukan faktor nonteknis. Dengan begitu, berarti UI sudah menerapkan prinsip keadilan bagi semua semuanya tanpa melihat latar belakang calon mahasiswa. Penulis pun percaya, para calon mahasiswa juga tidak membutuhkan keistimewaan tertentu, karena pasti merasa bangga kalau diterima di UI berdasarkan nilai tes.

Afirmasi

Selain beasiswa Bidikmisi, calon mahasiswa yang ingin kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN), termasuk di UI juga bisa mengincar beasiswa Afirmasi. Mereka yang memenuhi beberapa kriteria tertentu, seperti berasal dari daerah tertinggal, termasuk keluarga prasejahtera, penyandang disabilitas, berprestasi (bidang olahraga, seni, keagamaan, maupun Olimpiade), serta lulusan pondok pesantren, yang memiliki kualifikasi mumpuni bisa mendapatkan beasiswa Afirmasi. 

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengatakan, pihaknya telah meningkatkan akses bagi mahasiswa yang ekonominya kurang beruntung agar tetap mengenyam pendidikan di PTN. Caranya dengan memperluas penerima beasiswa Afirmasi, khususnya dari Papua dan daerah 3T agar mereka mendapat pendidikan bagus, termasuk di UI. “Jadi sekarang tidak ada lagi istilah anak miskin tidak bisa masuk perguruan tinggi negeri. Itu sudah nggak ada lagi,” kata Nasir.

Mengacu hal itu, di sinilah peran UI untuk memperjuangkan dan menjembatani agar penerima beasiswa Afirmasi jumlahnya semakin banyak. Sebagai kampus di Indonesia dengan peringkat tertinggi versi QS World University Rankings, UI sebaiknya terus berinovasi menjaring mahasiswa dari berbagai pelosok negeri. Di samping cara reguler membuka jalur undangan, perlu juga UI melakukan terobosan baru supaya semakin banyak anak muda dari pelosok negeri bisa diterima di kampus Depok.

Kalau selama ini road show hanya dilakukan di kota-kota besar, sebaiknya UI mulai mengunjungi daerah 3T, yaitu tertinggal, terdepan, dan terluar. Mau tidak mau, UI juga perlu sedikit repot untuk proaktif berkeliling mendatangi daerah demi merekrut mahasiswa terbaik.

Karena bagaimana pun, nama besar UI merupakan jaminan bagi semua calon mahasiswa yang mengidam-idamkan bisa kuliah di situ. Selain karena prestise, tidak diragukan lagi citra UI sebagai kampus terbaik di Tanah Air sangat melekat di kalangan mahasiswa. 

Dengan menjaring bibit di daerah 3T maupun Indonesia bagian timur, UI akan dianggap turut berkontribusi dalam melahirkan bibit-bibit unggul yang selama ini tidak terpantau. Dengan cara itu pula, UI bisa dianggap sebagai kampus yang memberikan kesempatan dan akses terbuka bagi semuanya untuk menjajal peruntungan mendapatkan pendidikan bermutu di kampus terbaik di negeri ini. 

Penulis adalah wartawan Republika.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BQDLGo
February 25, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BQDLGo
via IFTTT
Share: