Showing posts with label 2019 at 05:11PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 05:11PM. Show all posts

Thursday, May 30, 2019

Kolev Sesalkan Jadwal Padat Persija

Kolev mengatakan Persija tidak memiliki persiapan khusus menghadapi Bali United.

REPUBLIKA.CO.ID, GIANYAR -- Pelatih Persija Jakarta, Ivan Kolev mengatakan, tak ada persiapan khusus untuk menghadapi tuan rumah Bali United dalam lanjutan Liga 1 2019, di Stadion Kapren I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (31/5). Hal tersebut karena waktu recovery pemain yang tidak cukup.

''Jadi, bagaimana bisa mendapatkan semua tim di kondisi yang sama,'' ujar Kolev dalam jumpa pers jelang laga, di Jakarta, Kamis (30/5).

Persija harus melakoni pertandingan ke-2 melawan PSIS Semarang pada 26 Mei lalu. Oleh karena itu, kata Kolev, jadwal padat tersebut cukup merugikan timnya.

Kolev mengungkapkan yang dilakukan dirinya kepada pemain adalah bagaimana memulihkan mereka dari kekalahan setelah menjalani dua pertandingan yang berdekatan. Kolev berharap bisa meraih hasil baik di kandang Bali United.

Terkait kekuatan Bali United, Kolev tak ingin banyak berkomentar. Namun dia menilai, Bali United merupakan tim kuat yang mesti diwaspadai.

Pemain Persjia, Sandi Darma Sute mengatakan, kondisi pemain saat ini cukup bagus. Meskipun menjalani jadwal padat, para pemain siap tempur melawan tuan rumah.

Para pemain, lanjut Sute, menargetkan memenangkan pertandingan. Pasalnya, tiga poin sangat penting bagi tim Macan Kemayoran yang belum pernah memenangkan pertandingan musim ini. ''Meskipun itu tidak gampang meraih poin di kandang Bali United,'' kata Sute.

Sute meminta dukungan penuh dari para suporter Persija. Menurutnya, dukungan mereka sangat penting bagi pemain di lapangan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YVuGW4
May 30, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YVuGW4
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 29, 2019

Sebelum Mudik, Konsultasikan Masalah Kesehatan Terlebih Dulu

Agar kesehatan tetap terjaga, persiapkan diri sebelum berangkat mudik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat mudik atau berlibur, ada saja penyakit yang mungkin mengusik. Mulai dari mabuk perjalanan, diare, sembelit, trauma, sampai cedera.

Setiap orang sebaiknya mengetahui bagaimana penanganan pertama yang tepat pada setiap kasus trauma ataupun keluhan medis lainnya yang mungkin terjadi pada saat liburan. Menurut dokter umum dan Kepala Unit Emergency RS Pondok Indah dr Felix Samuel MKes, mencegah lebih baik daripada mengobati.

"Oleh karena itu, sebelum menjalani liburan, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan dengan dokter terkait dan lakukan vaksinasi jika diperlukan," ujarnya di sela Media Trip yang diselenggarakan RSPI, belum lama ini.

Sebelum merencanakan liburan, ada beberapa persiapan medis yang perlu dilakukan. Yang pertama ialah membawa peralatan keselamatan, seperti P3K untuk digunakan saat terjadi kondisi kegawatdaruratan medis.

Kedua, bagi orang yang memiliki faktor risiko penyakit tertentu, Felix menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Nantinya, dokter akan membantu mengevaluasi aman-tidaknya pasien melakukan perjalanan, boleh-tidaknya melakukan perjalanan ke daerah yang dituju, serta obat-obatan apa saja yang tepat dibawa saat berlibur.

"Periksa ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi kesehatan kita sebelum berpergian," sarannya.

Selain itu, jangan lupa untuk membawa obat-obatan pribadi atau obat rutin terutama pada pasien dengan penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes melitus,kolesterol, atau penyakit jantung. Ia juga menyarankan agar tak kalap berwisata kuliner saat liburan.

"Jaga asupan makanan, cukup minum, jaga kebersihan diri, cuci tangan, dan berdoa sebelum dan selama perjalanan," kata Felix.

Orang dengan faktor risiko tertentu memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap perubahan kondisi lingkungan. Pasien dengan risiko penyakit atau serangan jantung, misalnya, tidak disarankan melakukan perjalanan ke daerah yang memiliki kondisi lingkungan ekstrem dengan suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas dan menuntut aktivitas fisik yang terlalu berat.

Kelelahan dan perubahan suhu yang ekstrem dapat menyebabkan kekambuhan pada orang yang memiliki riwayat atau faktor risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, pemilihan lokasi berlibur perlu mendapat persetujuan dari dokter yang menangani.

Tak hanya itu, bagi yang mau umrah atau berlibur ke daerah yang ada penyakit endemis, seperti demam tifoid, hepatitis A, influenza, atau meningitis, Felix menyarankan untuk mendapatkan imunisasi sebelum berpergian.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WhMtKp
May 29, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WhMtKp
via IFTTT
Share:

Anak Muda, Masjid, dan Ibadah

Ramadhan momen terbaik untuk memperbaiki iman dan memenuhi rumah Allah SWT.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Anak Muda bila ditempa dengan ilmu agama yang baik maka akan menghasilkan generasi yang baik pula. Maka dari itu, bila sedari dini generasi muda didekatkan dengan ilmu agama maka akan sangat baik.

Di bulan Ramadhan saat ini bisa menjadi momen yang baik bagi generasi muda dengan meningkatkan iman mereka dan selalu memenuhi rumah Allah SWT.

Berikiut video lengkapnya.

Videografer | Republika

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2I7sgN4
May 29, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2I7sgN4
via IFTTT
Share:

Sunday, May 19, 2019

Cerita Dai Indonesia tentang Seorang Kristen di Korsel

Masjid at-Taqwa di Korea Selatan (Korsel) memiliki penasihat seorang Kristen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dai Ambassador Dompet Dhuafa di Korea Selatan (Korsel), Ustaz Ridloni Jauhar Marzuq, mengisahkan sosok Nuna Moon. Dalam bahasa setempat, istilah nuna berarti sapaan untuk perempuan, semacam mbak di Indonesia.

Moon merupakan seorang pemeluk Kristen, tetapi turut serta menaruh perhatian besar terhadap Masjid at-Taqwa di Kota Choenan, Korsel.

Ustaz Jauhar menuturkan, Nuna Moon memang bukanlah Muslimah, akan tetapi sama-sama berdarah Indonesia. Dia berasal dari sukubangsa Batak dan memiliki suami seorang Korea Selatan. Moon telah menetap di Negeri Gingseng sejak 15 tahun silam.

Meski seorang Nasrani, Nuna Moon diterima dengan baik oleh komunitas Muslimin setempat. Demikian pula sebaliknya. Malahan, posisinya adalah sebagai salah satu penasihat Masjid At-Taqwa. Ustaz Jauhar mengistilahkannya sebagai "pengikut gereja, penasihat Masjid At-Taqwa."

"Nuna Moon, meskipun Kristen, sangat perhatian sekali dengan Masjid At-Taqwa. Kantornya yang dekat masjid memudahkannya sering berkunjung ke Masjid," kata Ustaz Jauhar saat dihubungi Republika.co.id dari Jakarta, Ahad (19/5).

Ia bercerita sedikit tentang kepribadian Nuna Moon yang hangat. Menurut Ustaz Jauhar, dia akan sangat bawel bila sudah terkait aspek kenyamanan jamaah di Masjid at-Taqwa.

Misalnya, jika ada jendela yang terbuka, padahal mesin penyejuk ruangan (AC) menyala. Demikian pula ketika lampu-lampu belum dimatikan, padahal di masjid sudah tak ada orang sama sekali. Bagi Ustaz Jauhar, Nuna Moon "cerewet" semata-mata demi kebaikan Masjid at-Taqwa.

Ya, menurut Ustaz Jauhar, masjid tempatnya berdakwah menjadi sangat terbantu dengan adanya Nuna Moon. Apalagi, dialah yang menjembatani antara jamaah atau dai yang baru tiba di Korsel. Sebab, dia sudah lancar berbahasa Korea.

Di samping itu, lanjut Ustaz Jauhar, suami Nuna Moon juga tak jarang ikut membantu beberapa urusan masjid, misalnya, ketika mesti menghubungi otoritas setempat atau tokoh setempat.

Adanya kolaborasi ini menandakan kemakmuran suatu masjid dapat diisi oleh siapapun, tanpa melihat perbedaan agama, selama berkaitan dengan muamalah atau hubungan antarsesama manusia.

Dalam hal ini, Ustaz Jauhar memandang Masjid at-Taqwa berhasil mengajarkan sebuah potret toleransi sesungguhnya.

"Masjid tidak merasa risih menjadikan orang Kristen sebagai penasihat, dan Nuna Moon yang beragama Kristen tidak pernah merasa berat mengulurkan tangan untuk Masjid at-Taqwa," tambahnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LVu5lz
May 19, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LVu5lz
via IFTTT
Share:

Susy: Sesuai Prediksi, Ganda Campuran Paling Ramai

Tim Indonesia siap menjalani laga berikutnya kontra Denmark.

REPUBLIKA.CO.ID, NANNING -- Indonesia memenangkan laga pertama di babak penyisihan Grup B Piala Sudirman 2019 melawan Inggris dengan skor 4-1, Ahad (19/5). Manajer tim Indonesia, Susy Susanti, memberikan analisisnya seputar penampilan tim pada hari ini, termasuk satu poin yang lepas dari ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Praveen/Melati dikalahkan pasangan suami istri Chris Adcock/Gabrielle Adcock dengan skor 17-21, 18-21.

"Sesuai prediksi kami, kekuatan Inggris memang ada di ganda campuran. Bukannya takabur, kalau empat nomor lainnya, bisa dibilang peluang kami 51-49. Kami menurunkan tim terbaik lihat dari head to head dan peluang. Kami perkirakan memang akan ramai di ganda campuran, kami berharap bisa sapu bersih, tapi hasil di lapangan berbicara lain." ujar Susy.

Susy menambahkan, tim Indonesia sedikit kecewa dengan sikap lawan yang kurang sportif dan merugikan pemain. Misalnya, minta break pada saat akan servis atau mengulur waktu. Ia berharap BWF bisa lebih fair dan tegas dalam hal ini.

"Kami harus positif terus, mungkin tadi tidak berhasil kan tentu akan ada evaluasi apa yang harus dibenahi. Praveen/Melati kan tampil pertama, memang sesuai prediksi yang berat itu di ganda campuran. Rekor pertemuan juga menang kalah, pasutri itu lebih berpengalaman, waktu ketinggalan bisa mengejar lagi dan bisa membaca permainan Praveen," jelas Susy.

Mengenai empat nomor lainnya, menurut Susy, sudah baik. Di ganda putri laga berjalan seru. Untuk ganda putra, juga sama. "Lawan kan nggak jelek juga, lumayan penampilannya. Untuk tunggal putra dan tunggal putri mainnya percaya diri dan lepas."

Adapun persiapan melawan Denmark, Susy menyatakan, timnya akan selalu menyiapkan diri. "Ini kan bukan pertama kalinya kami bertemu dengan Denmark. Sudah beberapa kali, kami akan lihat siapa yang akan turun dari kondisi pemainnya, head to head, dan peluangnya seperti apa," pungkasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W7RtAj
May 19, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W7RtAj
via IFTTT
Share:

Monday, May 6, 2019

Italia Sumbang Badan Pengungsi Palestina Rp 30,4 Miliar

Dana bantuan Italia akan menyediakan 450 ribu konsultasi medis pengungsi Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA – Pemerintah Italia menyumbangkan dana sebesar 1,9 juta euro atau sekitar Rp 30,4 miliar (dengan kurs Rp 16.009 per euro) kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Dana tersebut untuk mendukung penyediaan perawatan kesehatan primer di enam pusat kesehatan yang dikelola UNRW di Jalur Gaza.

Menurut siaran pers yang dirilis UNRWA, dana bantuan dari Italia akan membantu menyediakan sekitar 450 ribu konsultasi medis. Sekitar 340 ribu pengungsi Palestina di wilayah yang diblokade tersebut akan merasakan manfaatnya.

Kepala Kantor Badan Kerja Sama Pembangunan Italia (AICS) Cristina Natoli mengatakan bahwa bantuan tersebut menegaskan komitmen negaranya untuk membantu pengungsi Palestina, khususnya dalam bidang kesehatan. “AICS menegaskan kembali komitmennya sebagai lembaga donor utama di sektor kesehatan di Palestina dan dedikasinya untuk mendukung pengungsi Palestina di Gaza,” ujar Natoli, dikutip laman Ma’an News Agency, Senin (6/5).

Konsul Jenderal Italia untuk Yerusalem Fabio Sokolowicz menekankan tentang pentingnya memastikan perawatan kesehatan primer di Jalur Gaza yang terblokade. Dia mengungkapkan, sejak 2012, Italia telah menyumbang lebih dari 60 juta euro kepada UNRWA. Hal itu guna membantu UNRWA mempertahankan layanan vitalnya untuk para pengungsi Palestina.

Kepala Hubungan Donor, Departemen Hubungan Eksternal dan Komunikasi UNRWA Marc Lassouaoui mengucapkan terima kasih kepada Italia atas dukungan yang diberikan untuk organisasinya. “Dukungan berkelanjutan dan murah hati terhadap program kesehatan kami di Gaza pada saat ini sangat dibutuhkan,” katanya.

Dalam sebuah wawancara dengan Associated Press bulan lalu, Komisaris Jenderal UNRWA Pierre Krahenbuhl berharap negara-negara donor dapat mempertahankan bantuannya untuk organisasinya. Sebab tahun ini, UNRWA telah sepenuhnya kehilangan kontribusi dari pendonor terbesarnya, yakni Amerika Serikat (AS). 

Dia mengatakan, UNRWA mengalami krisis keuangan hebat tahun lalu karena AS memutuskan menghentikan bantuannya. "Tahun lalu kami mengalami krisis yang luar biasa dan respons yang luar biasa," ujar Krahenbuhl.

Respons luar biasa yang dimaksud Krahenbuhl adalah bantuan dari berbagai negara setelah AS memutuskan menghentikan pendanaannya terhadap UNRWA. Dia sangat berterima kasih karena berkat bantuan mereka UNRWA dapat mempertahankan layanan dan bantuannya untuk jutaan pengungsi Palestina. "Negara-negara yang mendukung kami tahun lalu, saya katakan sangat bangga berkontribusi dalam solusi ini," kata Krahenbuhl. 

Terdapat setidaknya 40 negara dan institusi yang menyokong krisis keuangan UNRWA pasca ditinggal AS, antara lain Jepang, Inggris, Swedia, Jerman, Kanada, Australia. Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait, masing-masing menyumbang 50 juta dolar AS. Uni Eropa pun memberi bantuan yang signifikan. 

Krahenbuhl berharap negara-negara yang telah membantu UNRWA pada 2018, akan mempertahankan kontrobusinya tahun ini. "Permintaan kami yang rendah hati kepada semua donor adalah, tolong jaga tingkat pendanaan Anda pada tingkat yang sama dengan 2018," ucapnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2J4qAXQ
May 06, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2J4qAXQ
via IFTTT
Share:

Wiranto: Tokoh yang Mencerca, Memaki Presiden akan Ditindak

Pemerintah membentuk Tim Hukum Nasional untuk merespons pemikiran tokoh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah akan membentuk Tim Hukum Nasional untuk merespons tindakan, ucapan, maupun pemikiran tokoh yang mengarah ke perbuatan melawan hukum. Antara lain tokoh yang kerap memaki dan mencerca Presiden.

"Kita membentuk Tim Hukum Nasional yang akan mengkaji ucapan, tindakan, pemikiran dari tokoh-tokoh tertentu, siapa pun dia yang nyata-nyata melanggar dan melawan hukum," ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (6/5).

Mantan Panglima ABRI itu menjelaskan, tim tersebut terdiri dari pakar hukum tata negara dan para profesor serta doktor dari berbagai universitas. Ia mengaku telah mengundang dan mengajak mereka bicara terkait pembentukan tim tersebut.

"Tidak bisa dibiarkan rongrongan terhadap negara yang sedang sah, bahkan cercaan, makian, terhadap presiden yang masih sah sampai nanti bulan Oktober tahun ini masih menjadi Presiden. Itu sudah ada hukumnya, ada sanksinya," tutur dia.

Ia memastikan, pemerintah akan melaksanakan aturan-aturan dan sanksi tersebut. Aturan dan sanksi itu, kata dia, berlaku bagi siapa pun, bahkan terhadap mantan tokoh dan mantan jenderal.

"Tidak ada masalah. Tatkala dia melanggar hukum, maka harus kita tindak dengan tegas," kata Wiranto.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JhUTJP
May 06, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JhUTJP
via IFTTT
Share:

Thursday, May 2, 2019

Darmin: Keterlambatan Pasokan Pangan Sebabkan Inflasi April

Inflasi pada April ini terbesar dibandingkan April 2017 dan 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Inflasi pada April 2019 tercatat lebih tinggi dibandingkan pada periode yang sama dua tahun beruntun (2018 dan 2017). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut faktor keterlambatan pasokan sejumlah komoditas menjadi sebab kenaikan inflasi pada April ini.

Inflasi April terjadi karena kenaikan harga beberapa komoditas pangan seperti bawang putih, bawang merah, cabai, ayam, dan telur. Darmin mengatakan kenaikan harga komoditas tersebut disebabkan oleh keterlambatan pasokan dan panen.

“Yang bawang putih, impornya akan segera masuk. Kalau bawang merah dan cabai sebentar lagi akan panen,” kata Darmin kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (2/4).

Pada umumnya, menurut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu,  bila musim hujan tiba para petani mengalami kendala keterlambatan panen.  Untuk pasokan bawang putih, kata Darmin, Indonesia belum dapat memproduksi secara mendiri sehingga harus menunggu pasokan impor masuk.

Pada Maret lalu pemerintah sudah menginstruksikan kementerian perdagangan untuk mengeluarkan persetujuan impor (PI) bawang putih kepada Bulog. Faktanya, PI baru dikeluarkan pada akhir April lalu dengan pelaksana delapan importir swasta.

Darmin berkeyakinan begitu bawang putih impor dan panen bawang merah serta cabai terlaksana, semua permasalahan inflasi akan dapat diselesaikan. Pemerintah mengklaim akan menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan jelang Ramadhan ini.

BPS mencatat inflasi pada April 2019 sebesar 0,44 persen yang dipicu oleh kenaikan harga bumbu-bumbuan dan tarif angkutan udara. Harga bumbu-bumbuan yang mengalami kenaikan adalah bawang merah, bawang putih, cabai merah, telur ayam ras, tomat sayur, melon, tomat buah dan cabai rawit.

Meski demikian, sejumlah komoditas pangan masih mengalami pergerakan harga yang stabil dan menyumbang deflasi seperti beras, daging ayam ras dan ikan segar.

Tingkat inflasi pada April 2019 sebesar 0,44 persen ini termasuk tinggi dibandingkan periode sama dalam dua tahun terakhir. Namun, inflasi tahun ke tahun (yoy) masih tercatat rendah sebesar 2,83 persen, atau lebih baik dibandingkan posisi April 2018 sebesar 3,41 persen dan pada April 2017 sebesar 4,17 persen.

Laju inflasi pada Mei dan Juni 2018 ketika terjadi Ramadhan dan Lebaran adalah masing-masing sebesar 0,21 persen dan 0,59 persen. Laju inflasi itu lebih rendah dari periode Mei dan Juni 2017 yang tercatat masing-masing sebesar 0,39 persen dan 0,69 persen.

BPS  menyebut penyebab utama inflasi sepanjang April 2019 berasal dari kelompok bahan makanan. Tercatat, inflasi bahan makanan mencapai 1,45 persen sedangkan komoditas utama yang mendorong kenaikan inflasi adalah komoditas bawang merah dan bawang putih.

Mengacu catatan tersebut, dalam sebulan terakhir harga bawang merah mengalami kenaikan rata-rata 22,93 persen dan menyumbang inflasi sebesar 0,13 persen. Untuk bawang putih, rata-rata kenaikan harganya mencapai 35 persen dan berkontribusi pada inflasi sebesar 0,09 persen.

Inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga-hara kebutuhan pokok yang sudah ditentukan jenis-jenisnya dalam satu periode tertentu. Kenaikan harga-harga ini bisa disebut inflasi jika terjadi secera bersamaan dan pada satu waktu tertentu yang mencakup lebih dari satu komoditas utama.

Inflasi berdampak pada harga barang, penjualan, tingkat penghasilan, pengeluaran, hinga suku bunga perbankan. Inflasi yang tinggi akan berdampak kurang baik bagi perekonomian karena bisa mendorong mahalnya harga barang, kenaikan suku bunga pinjaman baik kredit usaha, konsumer, rumah, maupun kendaraan, dan mempengarui nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing terutama dolar AS.

BPS pun mengingatkan untuk menjaga rantai pasokan selama Ramadhan ini. Menurut BPS, jika pasokan masih terhambat, inflasi pada Mei dan Juni terancam tinggi juga.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GNLruS
May 02, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GNLruS
via IFTTT
Share:

Thursday, April 25, 2019

Dompet Dhuafa Siapkan Strategi Himpun Zakat dari Luar Negeri

Sejauh ini, Dompet Dhuafa telah aktif menghimpun dana ZIS di lima negara luar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak hanya menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di dalam negeri. Dompet Dhuafa juga memerhatikan potensi ZIS dari luar negeri. Total dana yang telah dihimpun dari muzakki di sejumlah negara saat ini mencapai Rp 10 miliar. Hal itu diungkapkan Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi.

Menurut dia, cabang Dompet Dhuafa di luar negeri giat melakukan sosialisasi ZIS dan wakaf, khususnya kepada pekerja asal Indonesia. Khususnya menjelang dan selama Ramadhan tahun ini, lembaga tersebut memiliki beberapa strategi. Tujuannya supaya penghimpunan dana ZIS dan wakaf semakin masif.

"Khusus Ramadhan Dompet Dhuafa 1440 Hijriyah tahun ini, kita juga akan mengirimkan dai binaan Corp Da'wah Dompet Dhuafa (Cordofa). Tujuannya mengenalkan, program-program DD di Luar Negeri (LN)," jelas Yuli kepada Republika.co.id, Rabu, (24/4).

Ia melanjutkan, Dompet Dhuafa pun bakal melakukan sosialisasi atau kampanye gerakan #JanganTakutBerzakat kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.

"Dengan begitu mereka mempercayakan pembayaran dana zakatnya via Dompet Dhuafa bekerjasama kedutaan besar Indonesia serta Perhimpunan Pelajar Indonesia di luar negeri," tuturnya.

Sejauh ini, Dompet Dhuafa telah melakukan penggalangan dana ZIS di lima negara, yakni Amerika Serikat, Jepang, Australia, Korea Selatan, dan Hongkong. Selain itu, Yuli menjelaskan, pihaknya juga melakukan kemitraan dengan pelbagai lembaga swadaya masyarakat di luar negeri, utamanya yang bergerak dalam bidang crowdfunding.

"Tujuannya untuk  menjalankan program-program di Indonesia. Diharapkan ke depannya, semakin banyak dana ZIS dari luar negeri yang bisa dihimpun," ujar dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DJhjAj
April 25, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DJhjAj
via IFTTT
Share:

Liverpool Siapkan Dana untuk Boyong Lorenzo Insigne

Liverpool menjadi tim yang paling serius untuk mendatangkan Lorenzo Insigne.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Liverpool ingin mendatangkan Lorenzo Insigne pada jendela transfer musim panas ini. Calon kuat peraih gelar Liga Inggris itu menjadi yang terdepan dalam mengejar tanda tangan Insigne.

Menurut laporan Mirror, Kamis (25/4), Liverpool dikabarkan telah menyiapkan 40 juta poundsterling demi memboyong Insigne ke Stadion Anfield. Pelatih Liverpool Jurgen Klopp berniat menambah kekuatan pada lini serang agar pemainnya saling bersaing dan dapat mencetak lebih banyak gol.

Kepindahan Insigne dinilai semakin kuat setelah dirinya bersitegang dengan sang pelatih, Carlo Ancelotti. Insigne tampak kecewa setelah dirinya digantikan saat Napoli ditaklukkan 0-2 oleh Arsenal di babak perempat final Liga Europa.

Namun, Napoli tak ingin melepas Insigne dengan harga murah. Napoli dikabarkan mematok harga 60 juta poundsterling bagi klub yang menginginkan jasa Insigne. Untuk diketahui, Insigne merupakan salah satu pemain tersubur I Partenopei, julukan Napoli. Sayap timnas Italia telah mencetak 76 gol dari 302 penampilannya di semua kompetensi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W5nQMJ
April 25, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W5nQMJ
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 24, 2019

Kemendes PDTT Lakukan Pemberdayaan Perempuan

Pemberdayaan perempuan terus digenjot di lini masyarakat desa.

REPUBLIKA.CO.ID, KUBU RAYA -- Pemberdayaan perempuan terus digenjot di lini masyarakat desa, hal tersebut dinilai penting karena perempuan berperan dalam peningkatan sumber daya dan pemberdayaan ekonomi di desa. Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yakni bekerja sama dengan pemerintah daerah di Kabupaten Kubu Raya bersama dengan Yayasan PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga) melalui Akademi Paradigta.

Kepala Subdirektorat Kesejahteraan Masyarakat dari Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Ditjen PPMD Kemendes PDTT Ibrahim mengatakan bahwa Kemendes PDTT turut mendukung kegiatan Yayasan Pekka dan Pemerintah Daerah Kubu Raya dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat desa, karena sejalan dengan Permendes PDTT no.16 tahun 2018 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2019 yakni untuk membiayai program dan kegiatan bidang pemberdayaan masyarakat desa di antaranya peningkatan partisipasi masyarakat, pengembangan kapasitas di desa, dan pengembangan ketahanan masyarakat desa.

"Diharapkan melalui Wisuda Akademi Paradigta ke-3 dapat memperkuat tata kelola desa sehingga pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dapat terwujud dengan cepat dan transparan. Mari kita gunakan dana desa untuk kesejahteraan masyarakat desa dan terbangunnya strategi advokasi kebijakan dan anggaran desa dan daerah untuk memastikan terpenuhinya pelayanan dasar yang berkualitas di desa," ujarnya di hadapan 336 Wisudawan dalam acara Wisuda Akademia Paradigta Kabupaten Kubu Raya ke-3 di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (24/4). 

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengapresiasi pola pemberdayaan perempuan melalui Akademi Paradigta, ia mengajak para alumni Paradigta, Mentor, dan Akademisi untuk fokus pada masalah nyata yang ada di tengah masyarakat. Bupati mencontohkan tingginya angka stunting belakangan ini yang harus dihadapi. Ia menyebutkan pada 2017 di Kubu Raya terdapat 26,7 persen dari 7.206 kelahiran yang harus dikawal bersama.

"Ini masalah yang luar biasa mengancam generasi. Bukan hanya badan tapi otak tak bisa berkembang, dikhawatirkan melahirkan generasi yang tidak cerdas," ujarnya.

Selain itu, perlunya pengembangan usaha salah satunya dengan memperkuat UMKM, penguatan pangan untuk peningkatan gizi. "Kalau ibu-ibu sudah jadi alumni, dampak ibu-ibu bisa diukur jika bisa mengkaderkan kepada yang lainnya. Harapannya, ibu-ibu yang tidak paham dan sulit informasi bisa menambah wawasan dan mudah akses informasi sehingga bisa mengembangkan dirinya.

Selain itu, ia berharap, ibu-ibu alumni bersama dengan PEKKA diharapkan bisa menjadi ahli dibidangnya seperti fokus pada posyandu, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain," katanya.

Salah satu masyarakat penerima manfaat dari program Akademi Paradigta yaitu Karmani mengisahkan, bahwa perjalanan hidupnya sempat tak berdaya setelah suaminya meninggal dan harus berjuang sendiri menghidupi kedua anaknya sebagai buruh tani. Dirinya yang memiliki kekurangan secara fisik sempat membuatnya takut. Namun semua itu ia tepis, hingga satu waktu dirinya memutuskan untuk ikut Akademi Paradigta yang memiliki banyak jalan menjadi orang yang bermanfaat di masyarakat.

"Perempuan yang berkarya adalah yang bermanfaat bagi masyarakat yang memerlukan bantuan," ujarnya tegas saat ditemui di Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat.

Akademi Paradigta ini bertujuan untuk membentuk kepemimpinan perempuan di tingkat desa, dan bagaimana peran perempuan bisa ditingkatkan. Dalam Akademi Paradigta para peserta diberikan pelatihan selama satu tahun dari mulai materi advokasi atau paralegal, belajar APBDes, Musdes, kemudian ada tugas akhir dan wisuda.

Dampak atau perubahan di antaranya adanya partisipasi, kontrol masyarakat terhadap anggaran desa, dana PAUD meningkat atas usulan ibu-ibu yang jadi berani bicara, menolong identitas hukum masyarakat, bahkan beberapa ada yang mencalonkan diri jadi BPD, caleg, Kades, dan Kader Desa.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W50hDA
April 24, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W50hDA
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 23, 2019

Harga Ayam di Tingkat Peternak Masih di Bawah Acuan

Harga pembelian pemerintah ayam di tingkat peternak Rp 18 ribu-Rp 20 ribu per kg

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kerugian yang dialami peternak rakyat akibat jatuhnya harga ayam masih terjadi. Kendati Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan melakukan intervensi bersama Asosiasi Rumah Potong Hewang Unggas Indonesia (Arphuin), harga masih di bawah acuan dan biaya produksi peternak.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, Pardjuni, harga terendah saat ini masih dialami oleh para peternak rakyat di wilayah Jawa Tengah. Saat ini, rata-rata harga ayam per kilogram (kg) antara Rp 16.500 – Rp 17.000. Harga itu tercatat mengalami kenaikan dari posisi pada akhir Maret lalu yang hanya Rp 11.000 per kg.

Namun, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 96 Tahun 2018, harga pembelian pemerintah (HPP) ayam di tingkat peternak antara Rp 18.000–Rp 20.000 per kg. Adapun rata-rata biaya produksi yang harus dikeluarkan peternak saat ini sebesar Rp 19.500 per kg.

“Harga sudah mulai ada kenaikan, tapi tetap kita masih rugi. Jadi masih mepet sekali. Harga yang bagus baru dirasakan peternak rakyat di luar Jawa,” kata Pardjuni saat dihubungi Republika.co.id dari Jakarta, Selasa (23/4).

Ia menjelaskan, kondisi di Jawa Tengah juga di alami oleh para peternak di wilayah Jawa Timur. Sementara Jawa Barat dan Banter berkisar antara Rp sudah berkisat antara Rp 19.000 – Rp 20.000 per kg.

Menurut Parjduni, harga yang mulai merangkak naik itu bukan didorong oleh penyerapan ayam oleh Arphuin. Melainkan, imbas dari adanya peningkatan konsumsi dari konsumen, terutama di pasar tradisional.

Perjanjian penyerapan ayam peternak antara Kemendag dan Arphuin, menurut Pardjuni, tidak berjalan. Ia menegaskan, khusus di Jawa Tengah, Arphuin belum melakukan penyerapan sama sekali. “Belum ada reaksi dari Arphuin. Kami tertolong oleh mekanisme pasar,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 27 Maret 2019, Kemendag dan Arphuin sepakat untuk melakukan penyerapan ayam peternak untuk kemudian di salurkan kepada toko ritel modern. Penyerapan rencananya mulai dilakukan pada tanggal 1 April 2019 sampai dengan 21 April 2019. Namun, saat perjanjian tersebut disetujui, belum ada kesepakatan terkait seberapa besar volume ayam yang diserap. Adapun harga penyerapan oleh Arphuin sebesar Rp 18 ribu per kg sesuai acuan pemerintah.

Pardjuni menerangkan, untuk sementara, peternak lebih berharap kepada adanya peningkatan konsumsi masyarakat menjelang masuknya bulan Ramadhan. Ia memprediksi harga tertinggi daging ayam di Jawa, terutama Jawa Tengah akan mencapai Rp 20.000 per kg sesuai batas atas acuan pemerintah.

Menurut dia, terdapat kelebihan produksi ayam di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal itu yang menyebabkan harga ayam anjlok begitu dalam dan memerlukan waktu lama untuk merangkak naik.

“Kebutuhan Jateng dan DIY itu sekitar 1,5 juta ekor per hari, sementara populasi ayam hidup kita dari peternak dan perusahaan integrator kelebihan 30-40 persen dari maksimal kebutuhan,” kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W1YwHo
April 23, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W1YwHo
via IFTTT
Share:

Seminar Suprarasional Inspirasi Pelatihan Manajer PTPN VIII

Sesi suprarasional digelar agar peserta bisa menghidupkan hatinya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 70 orang pimpinan puncak di lingkungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII mengikuti agenda Program Pelatihan Manajerial 2019 bagi BOD 1 di Kantor Direksi PT Perkebunan Nusantara VIII, Jl. Sindang Sirna No. 4 Bandung (22/04/2019). Terinspirasi oleh kajian pada buku best seller "Cara Berpikir Suprarasional" sekaligus kiprah penulisnya, pihak direksi mengundang Ridwan Hasan Saputra (RHS) sebagai narasumber dalam sesi workshop motivasi bagi para peserta program pelatihan manajerial tersebut.

Direktur Operasional PT Perkebunan Nusantara VIII, Jhoni Halintar, menuturkan bahwa pihaknya sangat intens mengikuti kiprah RHS dalam upayanya menyebarkan gagasan dan inspirasi cara berpikir suprarasional ke berbagai institusi di dalam negeri maupun di luar negeri. Sesi motivasi suprarasional ini diselenggarakan agar para peserta bisa menghidupkan hatinya sehingga dapat menjadi pribadi yang taat beribadah dan gemar berbuat kebaikan.

Lebih dari itu, ilmu suprarasional ini bisa diterapkan dalam sistem kelembagaan dan dapat memberikan dampak positif pada kualitas dan produktivitas kerja di PT Perkebunan Nusantara VIII. Kehadiran dan inspirasi dari RHS tentang cara berpikir suprarasional merupakan bagian penting dalam sejarah PT Perkebunan Nusantara VIII, khususnya dalam melakukan peningkatan kualitas tata kelola sumber daya manusia di PTPN VIII.

"Semoga Pak Ridwan sehat terus dan tetap bersemangat membangun negeri ini,” ungkap Jhoni Halintar.

RHS mengatakan bicara soal besar kecilnya rezeki, bicara soal ikhtiar untuk menyiapkan wadah rezeki. Jika wadah rezeki kecil, rezeki yang didapatkan pun akan kecil.

Sebaliknya, jika wadah rezeki besar, bisa berkelimpahan rezeki. "Persoalannya, apa yang harus dilakukan agar wadah rezeki bisa menampung rezeki yang banyak?" ujar RHS.

Ia menjelaskan bahwa semua orang yang berkiprah di suatu lembaga mesti memiliki kesadaran kolektif untuk menambah tabungan gaib (kebaikan). Upaya penambahan tabungan kebaikan bisa dilakukan dengan cara meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kepada Allah SWT dan berbuat kebajikan pada sesama.

“Jika semua SDM di suatu lembaga bersemangat untuk berbuat kebaikan, dari mulai puncak pimpinan tertinggi sampai staf, maka lembaga tersebut sedang menyiapkan wadah rezeki yang besar. Saat wadah rezekinya besar, lembaga bisa mendapatkan rezeki yang besar, baik dari jalan yang terduga maupun jalan yang tak diduga-duga,” ujar Tokoh Perubahan Republika 2013 ini. 

Darmawan Dwi Putranto mengakui bahwa materi yang disajikan narasumber sangat membuka mata batinnya. Beliau menjelaskan bahwa hasil kerja kerap tak sesuai harapan karena kita terlalu berfokus pada usaha keras tanpa ikhtiar perbaikan jiwa.

Ketua Serikat Pekerja Perkebunan PT Perkebunan Nusantara VIII ini membutuhkan keseimbangan antara kebutuhan raga dan kebutuhan jiwa. Tantangannya adalah bagaimana bisa konsisten melakukan amal kebaikan yang bisa memperbanyak tabungan gaib (kebaikan).

“Karena jika tabungan kebaikan kita banyak, kita akan mendapatkan rezeki yang banyak pula dan masalah hidup kita banyak yang bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Darmawan.

Senada dengan hal tersebut, Triana mengamini bahwa ilmu suprarasional yang disampaikan narasumber itu nyata dan sering dialami dalam kehidupannya. “Semua materi yang diungkapkan narasumber menarik semua,” tutur Manajer Kebun Pengajar di area Bandung Barat ini.

“Saat di hati tebersit suatu keinginan, tiba-tiba hal itu bisa terwujud. Allah itu Maha Baik. Dalam beberapa hal, saya sering mengalami kejadian bahwa apa yang dipikirkan dan diusahakan dalam menjalankan kinerja ternyata sejalan dengan apa yang diinginkan pihak direksi,” ujar Triana dengan penuh antusias.    

Di luar suksesnya penyelenggaraan acara, kegiatan pelatihan ini memiliki sisi unik dan menarik dalam mekanisme mengundang RHS sebagai narasumber. RHS berkenan hadir dan diundang mengisi sesi seminar cara berpikir suprarasional ke berbagai institusi dengan beberapa persyaratan, di antaranya narasumber tidak dibayar; narasumber tidak dijemput; tidak ada penggantian biaya transportasi untuk narasumber; tidak ada fee untuk Klinik Pendidikan MIPA (Lembaga yang didirikan RHS); dan terakhir jika RHS sebagai narasumber bersedia hadir.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DtsdtI
April 23, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DtsdtI
via IFTTT
Share:

Pagar Pembatas Jalur Busway Kampung Melayu Rusak

Pagar pembatas Transjakarta di Kampung Melayu rusak

Pagar pembatas Transjakarta di Jalan Otista, Kampung Melayu, Jakarta Timur kondisinya rusak. Pagar pembatas ini sepertinya memang sengaja dirusak.

Berdasarkan pantauan di lokasi, banyak warga yang menyeberang melalui pagar. Padahal tepat disamping pagar tersebut telah disediakan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Karena tidak mau capek, sepertinya warga lebih memilih menyebrang melalui pagar tersebut. 

Di samping pagar tersebut sebenarnya sudah dipasang papan pemeberitahuan dilarang menyebrang, namun tetap saja hal ini dilanggar oleh sebagian warga. Kerusakan pagar ini juga sebenarnya tidak hanya di lokasi tersebut, tapi di beberapa titik di jalan tersebut. 

Hingga saat inu belum ada perbaikan dari pihak manapun, padahal kerusakan ini sudah berlangsung cukup lama.

Pengirim: Muhammad Tiarso Baharizqi, Jakarta

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W0foy5
April 23, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W0foy5
via IFTTT
Share:

Sunday, April 21, 2019

Telegraf dan Pesan-Pesan yang Berguguran

Rindu pun membias, terantuk bebatuan

Seorang telegrafer mengirim kawat

semacam senja saat itu

pesan-pesan berguguran

jatuh ke lembah

di kaki waktu

telaga bening mengalir seperti kata

diarungi sebuah sampan kecil

air beriak menjadi kalimat

rindu pun membias

terantuk bebatuan

-- Indramayu, 2018

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DtwHAt
April 21, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DtwHAt
via IFTTT
Share:

Sunday, April 14, 2019

KPU: Surat Suara Tercoblos di Malaysia Dianggap Sampah Saja

KPU belum bisa memastikan keaslian surat suara tercoblos di Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner KPU RI Ilham Saputra menyatakan surat suara yang diduga tercoblos di Selangor, Malaysia, sudah dianggap sebagai sampah. Alasannya, belum bisa dipastikan keasliannya mengingat KPU tidak diberikan akses oleh polisi setempat untuk memeriksa temuan surat suara itu.

"Kami tidak menghitung yang (surat suara) ditemukan itu, dianggap sampah saja," kata Ilham Saputra ditemui di kantor KPU RI di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu.

Tidak dihitungnya surat suara yang diduga tercoblos itu, lanjut dia, tidak akan mempengaruhi ketersediaan surat suara khususnya untuk metode pemungutan lewat pos. "Jadi jangan digeneralisasi terjadi di Malaysia, ini hanya terjadi di Kuala Lumpur, itu harus dipahami. Jadi yang pos sudah ada," katanya.

Meski demikian, kondisi itu tidak mempengaruhi proses pemungutan suara khususnya di Kuala Lumpur, Malaysia karena proses demokrasi itu tetap berjalan. Proses pemungutan suara di Malaysia berlangsung sesuai jadwal yakni Ahad (14/4).

Komisioner KPU Hasyim Asy'ari juga terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk memantau pelaksanaan pemungutan suara. Sebelumnya, KPU mengutus dua komisionernya yakni Ilham Saputra dan Hasyim Asy'ari untuk melakukan klarifikasi kepada PPLN setempat dan menyelidiki keaslian surat suara diduga tercoblos itu.

Namun, kedua komisioner itu tidak diberikan akses oleh kepolisian setempat dan KPU memaklumi hal tersebut karena merupakan wilayah yuridiksi Malaysia. "Kami tidak dapat akses, sampai sekarang juga tidak dapat akses surat suara itu oleh polisi Diraja Malaysia. Kami anggap (surat suara) itu tidak dihitung," ucapnya.

KPU, kata dia, juga sedang mengupayakan kepada Kementerian Luar Negeri RI agar mendapatkan akses memeriksa surat suara diduga tercoblos itu, karena proses tersebut berada pada level antarpemerintah. Kelompok Kerja PPLN menyebutkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Malaysia cukup banyak yakni mencapai sekitar 550 ribu pemilih.

Pemungutan suara di Malaysia dilaksanakan pada Ahad (14/4). TPS tersebar yang tersebar di lima titik PPLN yakni Johor Baru, Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Kuching dan Penang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Xd13yO
April 14, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Xd13yO
via IFTTT
Share:

Saturday, April 13, 2019

Demi MU, Valverde Bakal Simpan Messi pada Laga Vs Huesca

Pada pertengahan pekan depan, Barca akan meladeni Manchester United.

REPUBLIKA.CO.ID, HUESCA -- Pelatih Barcelona Ernesto Valverde memutar jelang laga kontra Huesca. Duel journada ke-32 La Liga Spanyol itu berlangsung di El Alcoraz Stadium, Sabtu (13/4) malam WIB.

Valverde berencana tidak memainkan Lionel Messi. Sebab timnya memasuki jadwal padat.

"Lionel Messi baik-baik saja, tapi kemungkinan dia akan diistirahatkan," kata Velverde, dikutip dari Marca.

Pada pertengahan pekan depan, Barca akan meladeni Manchester United pada ajang Liga Champions. Partai secondleg perempat final kompetisi terelite Benua Biru itu berlangsung di Stadion Camp Nou, Rabu (17/4) dini hari WIB.

Karena itulah, Valverde berniat merotasi skuat. Salah satunya dengan menyimpan Messi demi bigmath kontra Iblis Merah.

Kendati demikian, Valverde sama sekali enggan meremehkan Huesca. Barca tetap tampil dengan konsentrasi tinggi demi gelar La Liga.

Secara matematis, tim tersebut butuh 10 poin lagi untuk menjadi jawara Spanyol. Itu dengan catatan Atletico Madrid selalu menang di beberapa partai terakhir.

Apapun itu, para penggawa klub raksasa Katalan ingin mengunci trofi sesegera mungkin. Poin sempurna lawan Huesca jadi target lumrah. "Ini pertandingan yang berbahaya, kami harus waspada," ujar Valverde menegaskan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Xarcy1
April 13, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Xarcy1
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

Istri Menteri Sosialisasikan Pentingnya Cuci Tangan

Ada 6 langkah untuk mencuci tangan.

REPUBLIKA.CO.ID, BONE - Sri Mega Darmi Sandjojo, Pengurus Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja Bidang II mensosialisasikan upaya pencegahan stunting di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kamis (11/4). Istri  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang juga akrab disapa Riri Sandjojo ini juga menyosialisasikan cara mencuci tangan yang baik dan benar.

"Di OASE Kabinet Kerja era pemerintahan Presiden Jokowi ini ada lima bidang, salah satunya adalah bidang kami yakni bidang II. Bidang II ini fokus tentang kesehatan keluarga, salah satunya tentang pencegahan stunting," ujarnya di hadapan sejumlah guru PAUD, Kader Posyandu, dan Penggerak PKK Kabupaten Bone.

Riri mengatakan, pencegahan stunting bekerjasama dengan berbagai kementerian/lembaga yang bergerak menangani stunting. Untuk pencegahan stunting di desa misalnya, OASE Kabinet Kerja juga bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

"Saat kami (OASE Kabinet Kerja Bidang II) turun ke daerah, kami lakukan pelatihan terkait stunting. Selain itu juga program cuci tangan yang benar untuk anak-anak PAUD dan IVA test," ujarnya.

Ia berharap, pengetahuan yang didapat dari pelatihan pencegahan stunting tersebut dapat diterapkan dan disosialisasikan kembali kepada masyarakat. Ia juga mengajak peserta pelatihan untuk turut menggerakkan program cuci tangan yang benar, yang dikenal dengan cuci tangan enam langkah.

"Salah satu program yang bisa ibu-ibu terapkan di Posyandu masing-masing misalnya program cuci tangan enam langkah pakai sabun," ujarnya.

Menurut Riri, gerakan cuci tangan yang benar tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, tangan merupakan organ tubuh yang sangat berpotensi besar terkena kuman. Menurutnya, melakukan cuci tangan dengan benar sesering mungkin sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, terutama anak-anak.  

"Mungkin kelihatannya sepele. Tapi tangan kita ini banyak sekali kuman yang menempel. Memegang apa, dimana, apalagi kalau kita di angkutan umum, tempat umum, di tempat yang pasti banyak dipegang orang," terangnya.

Adapun enam langkah cuci tangan yang benar tersebut yakni pertama, membasahi tangan dengan air mengalir kemudian isi dengan sabun. Kedua, menggosok kedua telapak tangan berikut menggosok punggung tangan kanan dan kiri. 

Ketiga, menggosok sela jari. Keempat, mengunci kedua tangan. Kelima, menggosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian dan yang keenam, memutar kedua jari tangan kanan secara memutar baik jari tangan kanan dan kirim, lalu bilas kembali dengan air mengalir dan keringkan.

Sebelum melakukan sosialisasi pencegahan stunting, Riri Sandjojo bersama Pengurus OASE Kabinet Kerja Bidang II lainnya yakni Koesni Harningsih Moeldoko dan Bintang Puspayoga didampingi Bunda PAUD Kabupaten Bone, Kurniaty Fahsar yang juga merupakan istri dari Bupati Bone, melakukan kunjungan di PAUD Aqilah Watampone. 

Di PAUD tersebut, mereka mengajarkan anak-anak cara mencuci tangan yang benar. Selain itu, mereka juga meninjau pelaksanaan IVA Test di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Pancaitana Kabupaten Bone.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GkahUl
April 11, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GkahUl
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 3, 2019

Muhammadiyah tidak Terlibat Dalam Politik Praktis

Pernyataan tersebut merespons banyak anggota Muhammadiyah pilih Prabowo-Sandi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menegaskan Muhammadiyah tidak tidak terlibat secara praktis dalam politik. Pernyataan tersebut merespons Survei LSI yang menyebutkan, 51,3-57,7 persen anggota Muhammadiyah mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"PP Muhammadiyah menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing anggota, terkait masalah siapa yang akan dipilih dalam pilpres," kata Anwar Abbas kepada Republika.co.id, Rabu (3/4).

Ia menegaskan, Muhammadiyah secara organisasi bersikap netral. Selain itu, Muhammdiyah tidak pernah menanyakan kepada anggota tentang siapa yang akan mereka pilih nanti.

Anwar juga menjelaskan, survei tidak sepenuhnya dapat dijadikan sebagai pedoman. Ada berbagai macam survei serupa dan hasil survei selama ini berbeda-beda.

"Ada survei yang menyimpulkan banyak warga Muhammadiyah memilih paslon 01, Jokowi-Ma'ruf. Tapi ada pula yang menyimpulkan bahwa warga Muhammadiyah banyak yang memilih paslon 02, Prabowo - Sandi," kata Anwar.

Survei LSI terbaru menyebutkan mayoritas warga Muhammadiyah mendukung paslon 02. Sebanyak 51,3-57,7 persen warga Muhammadiyah mendukung paslon tersebut, sedangkan, 42,3-48,7 persen mendukung paslon 01.

Survei LSI juga menyebutkan, sebanyak 47,1 persen umat Islam memilih Jokowi-Ma'ruf dan 28,2 persen umat Islam memilih Prabowo-Sandi. Sedangkan, sisanya 24,7 persen tidak memberikan jawaban.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UbXH1M
April 03, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UbXH1M
via IFTTT
Share:

Monday, April 1, 2019

PBB Tolak Klaim Israel atas Golan

PBB Tolak Klaim Israel atas Golan

Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Dewan Keamanan PBB menolak keputusan Amerika Serikat mengakui klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan. Tindakan AS dinilai dapat membahayakan stabilitas regional

Penolak Klaim Israel atas Golan
* 14 negara anggota Dewan Keamanan PBB
*Suriah
*Rusia
*Indonesia
*Turki
*Arab Saudi
*Palestina
*Malaysia
*Iran
*Liga Arab
*Uni Eropa

----

Pendudukan Israel di Golan

- Pendudukan Israel di Golan setelah Perang Arab-Israel pada Juni 1967
- Israel resmi merebut Golan dari Suriah pada 1981
- Israel menduduki dua pertiga Dataran Tinggi Golan

---

Resolusi 497 Dewan Keamanan PBB

"Keputusan Israel untuk memberlakukan hukum, yurisdiksi, dan pemerintahan di Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki batal demi hukum dan tanpa efek hukum internasional"

Pengolah data: Kamran Dikarma/Nur Aini
Sumber: Anadolu Agency/Reuters/TASS

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TJLHzD
April 01, 2019 at 05:11PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TJLHzD
via IFTTT
Share: