Showing posts with label 2019 at 07:19PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:19PM. Show all posts

Wednesday, May 29, 2019

Kesederhanaan Sang Dokter

Al-Jazzar terkenal dengan kesederhanaannya.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Al-Jazzar terkenal dengan kesederhanaannya. Saat wafat, ia meninggalkan warisan 24 ribu dinar dan dua puluh lima kuintal buku mengenai pengobatan dan mata pelajaran lainnya. Ia pernah menikah, tetapi tidak dikaruniai anak.

Al-Jazzar dikenal semasa hidupnya, mengabdikan diri mengobati penduduk asli di wilayah Kairouan. Beberapa dokter ingin berlomba sebagai dokter istana, sedangkan dia justru lebih memilih melayani masyarakat biasa. Ia juga tidak dekat dengan pemerintahan.

Ini seperti saat dia mengajarkan putra Cadhi al Nooman, al-Jazzar menolak menerima hadiah 300 mithkals (ukuran untuk uang emas). Saat praktik dia selalu memeriksa pasien dengan jam konsultasi tertentu.

Pelayannya Rashiq memberikan obat yang dibutuhkan bagi pasiennya secara gratis. Ia bekerja dengan profesional meskipun untuk rakyat biasa. Al-Jazzara buka praktik sesuai jam konsultasi dan ada jam khusus analisis masalah urine pasien. Setiap temuannya selalu dipelajari dan dipraktikkan.

Setiap musim panas melakukan perjalanan menjelajahi al Munastir di pesisir Pantai Mediterania. Dia dikenal sebagai dokter yang baik dan terhormat. Namun, sayangnya, jejak hidupnya tidak terekam dengan baik.

Al Jazzar sangat ingin pergi berhaji dan ke Andalusia. Namun, keinginannya terhalang karena saat itu pemerintah pada masanya sedang tegang dengan Kordoba.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JKy8iU
May 29, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JKy8iU
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 28, 2019

Karya-Karya al-Jahiz

Sepanjang hidupnya, al-Jahiz telah menulis 200 buku.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Al Jahiz memulai kariernya sebagai penulis saat masih tinggal di Basra. Dia menulis sebuah esai tentang lembaga kekhalifahan yang mendapat sambutan baik dari penguasa di Baghdad. Pada 816, ia memutuskan hijrah ke Baghdad. Tujuan utamanya adalah untuk menyambangi Bait al-Hikmah, sebuah pusat studi dan keilmuan terbesar di dunia saat itu. Di tempat itulah, ia berusaha mengembangkan kemampuannya.

Di ibu kota Kekhalifahan Abbasiyah ini, Al Jahiz mendapatkan kesempatan sangat luas untuk mengembangkan ilmu dan kariernya sebagai penulis berbagai bidang pengetahuan. Ia sangat gembira karena aktivitas dalam bidang keilmuan didukung sepenuhnya oleh pemerintah. Berbagai fasilitas pun diberikan padanya.

Pemimpin Dinasti Abbasiyah kala itu, yakni Khalifah Al Makmun, sangat tertarik dengan Al Jahiz karena intelektualitasnya. Berangkat dari ketertarikannya itu, Al Makmun suatu kali mengundang Al Jahiz ke istana untuk mengajar putranya.

Namun belakangan, Al Jahiz urung mengajar sang putra Khalifah. Rupanya, putra Al Makmun takut dengan tatapan mata bulat sang calon gurunya. Dari sinilah, sang ilmuwan mendapat julukan Al Jahiz yang berarti si mata melotot.

Sepanjang kariernya, ia telah menulis lebih dari 200 buku. Sayangnya, perjalanan sejarah telah membuat banyak dari karya-karya emas itu hilang tak tentu rimbanya. Dari sekitar 200 buku, hanya sekitar 30 buku yang berhasil diselamatkan.

Beberapa bukunya, antara lain, The Art of Keeping One's Mouth Shut, Against Civil Servants, Arab Food, In Praise of Merchants,  Levity and Seriousness, dan kitab al Hayawan atau Book of Animals yang merupakan karya terpenting Al Jahiz.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JL9UVp
May 28, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JL9UVp
via IFTTT
Share:

Sunday, May 26, 2019

PM Australia Umumkan Susunan Kabinet

Sebagian besar posisi masih diduduki para pejabat yang sama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan nama-nama anggota kabinetnya, Ahad, (26/5). Sebagian besar posisi masih diduduki para pejabat yang sama.

"Saya punya harapan tinggi dan tujuan-tujuan jelas untuk masing-masing peran," kata dia dalam satu pernyataan yang dikirim melalui fasilitas surat elektronik.

Bakal Menteri Pertahanan Linda Reynolds, yang berdinas di Army Reserves selama hampir tiga dekade dan pangkatnya naik jadi brigadir, menggantikan Christopher Pyne yang pensiun.

Menteri Luar Negeri Marise Payne tetap berada di posisinya dan begitu juga Menteri Dalam Negeri Peter Dutton, Menteri Keuangan Mathias Cormann, Menteri Bendahara Josh Frydenberg, Menteri Perdagangan Simon Birmingham, Menteri Energi Angus Taylor dan Jaksa Agung Christian Porter.

Prioritas koalisi Nasional Liberal yang dipilih kembali ialah untuk memberikan pemotongan pajak pada 1 Juli, fokus utama dari kampanye pemilihannya, sementara bank sentral telah menyerukan stimulus bantuan bagi ekonomi yang melambat.

Morrison memasuki pemilihan bulan ini sebagai kepala pemerintahan minoritas setelah serangkaian pembelotan, tidak dapat melaksanakan agenda legislatifnya tanpa dukungan para anggota parlemen independen dan partai-partai minoritas.

Namun kemenangan yang mengejutkan membuat koalisi itu meraih suara mayoritas sehingga menyingkirkan ketakmenentuan legislatif.

Penghitungan resmi belum selesai dengan tiga kursi masih belum jelas milik siapa, tetapi Komisi Pemilihan mengatakan koalisi Morrison memimpin dengan mayoritas 78 suara di parlemen yang memiliki 151 anggota terpilih.

Partai Buruh yang beroposisi diramalkan meraih 67 kursi dan partai-partai minoritas dan kelompok independen menyabet ada enam lagi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30NXO3t
May 26, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30NXO3t
via IFTTT
Share:

Friday, May 24, 2019

Sistem Millet Mulai Berlaku di Masa Usman I

Sultan Usman I yang mulai memimpin Ottoman sejak 1299 M.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sistem millet mulai berlaku sejak masa Sultan Usman I yang mulai memimpin Ottoman sejak 1299 M. Usman I kemudian memperluas wilayah kekuasaannya hingga batas wilayah Kekaisaran Bizantium atau Romawi Timur yang kala itu berpusat di Konstantinopel. Ia memindahkan ibu kota Kesultanan Ottoman ke Bursa yang kini berada di wilayah Turki modern. 

Usman I dikenal sebagai pemimpin yang kuat dan dinamis. Pada periode Usman I, pemerintahan formal Ottoman mulai terbentuk. Sistem millet pun diberlakukan terhadap kelompok agama dan suku minoritas dengan diberikannya hak privasi tanpa intervensi dari pemerintah pusat Ottoman.

Tiap millet, baik menurut agama maupun adat suku bangsa, bisa menetapkan hukum agama atau adat sendiri yang diatur lewat pengadilan otonom millet, mi salnya, dalam masalah perka winan, waris, bahkan pidana. Seorang warga Kristen bisa diadili oleh pengadilan gereja bila beristri lebih dari satu atau seorang Yahudi diadili oleh para rabi bila melanggar larangan hari Sabath. 

Tiap millet juga mengatur pajak sendiri dengan tidak melupakan kewajiban membayar pajak pada negara yang disebut dengan jizyah atau pajak kepala non-Muslim. Jizyah dikum pulkan secara kolektif oleh pim pinan millet untuk kemudian diserahkan kepada kantor bendahara negara Ottoman. Setiap penduduk yang menjadi warga negara Ottoman tanpa pandang agamanya juga harus membayar pajak yang disebut reaya. 

Menjelang abad ke-14 M, di wilayah kekuasaan Ottoman terdapat tiga millet utama yakni Kristen Ortodoks Yunani, Yahudi, dan Kristen Ortodoks Armenia- Suriah. Sementara, kelompok etnis Turki, Kurdi, Bosnia, dan Arab masuk ke dalam millet Muslim sebagai kelompok masyarakat yang terbesar. Sistem millet untuk masyarakat beragama Kristen secara formal diberlakukan oleh Sultan Mahmud II pascapenaklukan Konstatinopel pada 1453 M. 

Di dalam millet, tiap kelompok agama mendapat kebebasannya, namun mereka akan mendapat pembatasan bila berada dalam wilayah publik. Misalnya, larangan bagi warga non-Muslim mengendarai kuda. Warga Kristen dan Yahudi juga dilarang membangun tempat ibadah baru walau diizinkan untuk merenovasi rumah ibadah yang sudah ada. Namun, larangan tak prinsipil seperti ini biasanya kerap diabaikan. 

Untuk ukuran demokrasi modern, kebijakan diskriminatif ini tentu saja tak bisa diterima. Namun, untuk ukuran peradab an dunia saat itu, sistem millet Ottoman ini jauh lebih baik dari apa yang biasa diterima kelompok minoritas di wilayah lain. Millet juga memberi penekanan pada hal penting yang sering diabaikan di dunia modern, yaitu otonomi komunal.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30DQYgE
May 24, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30DQYgE
via IFTTT
Share:

Thursday, May 23, 2019

Kebijakan Moneter Independen Ala Ibnu Khaldun

Perlindungan daya beli uang harus dilaksanakan dengan keadilan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Jumlah uang yang beredar tak berdampak signifikan pada kemakmuran suatu negara, demikian pendapat Ibn Khaldun. Baginya, dalam urusan moneter yang paling penting adalah kebijakan moneter yang stabil demi melindungi nilai uang.

Dia menentang kebijakan pemerintah untuk bermain dengan nilai mata uang. Ia khawatir pemerintah akan tergoda untuk mendevaluasi mata uang dengan cara mencetak uang sebanyak-banyaknya demi kepentingan pendek, misalnya, membiayai peperangan. Jika hal itu terjadi, kata Ibn Khaldun, inflasi sudah di depan mata. 

Karena itu, perlindungan daya beli uang harus dilaksanakan dengan keadilan. Untuk melakukan itu, ia mengusulkan sebuah badan moneter yang independen di bawah kekuasaan hakim agung yang ‘takut kepada Tuhan ‘untuk mencegah para penguasa mendevaluasi mata uang.

Berdasarkan gagasan Ibn Khaldun inilah, maka Federal Reserve,Bank of England, dan Bundesbank di Jerman menjadi bank sentral yang independen dari pemerintah dengan tujuan untuk menjaga inflasi dan menjamin nilai mata uang yang stabil.

Menurut Ibn Khaldun, kebijakan moneter yang stabil yang bertujuan untuk perlindungan daya beli uang adalah suatu keharusan. Masyarakat harus dilindungi dari kebijakan moneter tak adil penguasa yang bisa mendevaluasi mata uang.

Bagi Ibn Khaldun, apa yang dibutuhkan masyarakat adalah berkurangnya belanja pemerintah untuk birokrasi seperti membangun istana, serta lebih sedikit ang garan militer, pengurangan pajak, dan kurs mata uang yang stabil. Kurs yang stabil akan memberi ke percayaan kepada masyarakat untuk mengguna kan mata uang itu dalam perdagangan dan produksi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2wdcDhI
May 23, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2wdcDhI
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 22, 2019

Membedah Instrumen Canggih Nilometer

Nilometer di Kairo adalah instrumen canggih zaman Firaun dan Romawi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Nilometer di Kairo adalah instrumen canggih zaman Firaun dan Romawi seperti juga Nilometer yang berada di Pulau Elephantine, Aswan. Nilometer Kairo terdiri atas sebuah lubang besar yang membentang di bawah permukaan air Sungai Nil.

Lubang tersebut terhubung dengan Sungai Nil oleh tiga terowongan pada ketinggian yang berbeda-beda. Terdapat 45 tangga dalam terowongan de ngan lebar masing-masing 24 cm. Fungsi tangga-tangga tersebut untuk mengukur ketinggian air Sungai Nil. 

Di tengah-tengah lubang terdapat kolom marmer segi delapan yang disebut Corinthian Capital. Bagian atas Corinthian Capital ditutup oleh balok kayu. Untuk mengukur tingkat air, Corinthian Capital dibagi menjadi 19 hasta.

Satu hasta sama dengan 50 centimeter atau setengah meter. Dengan demikian, Corinthian Capital dapat mengukur kadar air Sungai Nil hingga 9,5 meter. Banjir yang pernah di ukur oleh Nilometer mencapai 16 has ta atau sekitar delapan meter. 

Tinggi permukaan yang aman atau mencukupi adalah 14 hasta, yang berarti warga Mesir akan mengalami kebahagiaan hidup. Jika tinggi permukaan air Sungai Nil Kurang dari 14 hasta maka dapat diperkirakan Mesir akan mengalami kekeringan atau kelaparan. Sementara, ketinggian air lebih dari 16 hasta berarti bencana banjir besar. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WXfzLj
May 22, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WXfzLj
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 21, 2019

Menjaga Tradisi Shalawat di Amsterdam

Yang susah itu menjaga daripada meraihnya

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I )*

“Yang susah itu menjaganya daripada meraihnya”. Sebuah kalimat motivasi, kenangan saya mengingat nasihat Kiai Ahmad Chusnan dan Kiai Chozin ketika mesantren di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Raudlatul Huffadz, Banyurip Ageng – Pekalongan Selatan Jawa Tengah.

Nasihat ini selalu diungkapkan karena berkenaan dengan hafalan alquran yang saya setorkan setiap harinya sebanyak lima halaman hafalan baru. Terbilang cepat memang, dibandingkan teman-teman santri yang lain, hanya mampu menambah hafalan barunya satu halaman setiap hari.

Di tengah ngeriungnya para santri, pak kiai selalu mengingatkan untuk banyak-banyak mengulang hafalan yang sudah disetorkan. Jangan sampai mengejar cepatnya khatam, setelah itu lupa dengan hafalan yang di depan. Merawat hafalan yang lama itu lebih sulit daripada mendapatkan hafalan yang baru.

Begitu juga dengan kebaikan-kebaikan yang setiap hari kita lakukan. Menjaganya untuk tetap istikomah lebih sulit daripada memulainya. Seperti pernikahan, merawat keutuhan pernikahan itu lebih sulit daripada memulainya dengan ijab kabul. Seperti juga persaudaraan, menjaga ikatan persahabatan dan persaudaraan itu lebih sulit daripada pertama kali bertemu dan berkenalan.

Di Belanda, khususnya di masjid al-Ikhlash Amsterdam, yang juga merupakan gedung pusat kebudayaan Indonesia, berupaya melanggengkan keakraban dan tradisi merawat persaudaraan dengan berjabat tangan setiap bada sholat fardlu. Semoga istikomah.

Sambil berkeliling dengan senyuman dan melantunkan shalawat, rasa persaudaraan dan persatuan itu semakin terasa hangat. Allahumma Sholli ‘Alaa Muhammad, Yaa Robbi sholli ‘alaihi wa sallim.

PPME (Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa) al-Ikhlash yang dipimpin oleh Hansyah Iskandar Putera dan Hasanul Arifin Hasibuan berhasil mengambil hati para jamaahnya untuk selalu rukun dan bersama-sama memajukan program-program kreatif dan inovatif bernuansa Indonesia tiga tahun ke depan.

Di bulan Ramadhan 1440 H ini, kegiatan shalat fardlu berjamaah lima waktu terus berjalan. Setelah selesai shalat, dilanjutkan dengan berdzikir bersama-sama dan diakhiri dengan doa. Setelah itu imam berdiri mengucapkan Allahumma Sholli ‘Alaa Muhammad, yaa Robbi sholli ‘Alaihi wa sallim. Makmum juga ikut berdiri dan berjabat tangan membentuk lingkaran.

Subhanallah, nikmat sekali melihat suasana ramai seperti ini dengan lantunan shalawat dan jabat tangan yang akan menggugurkan dosa-dosa, Apalagi di malamnya ada sholat taraweh berjamaah, semakin banyak jamaah yang datang, semakin ramai dan semangat lantunan sholawat itu berkumandang.

Semoga tradisi bershalawat disambi dengan berjabatan tangan dengan seluruh jamaah ini terus dipertahankan, bukan hanya terlihat di mozaik Ramadhan saja. Karena dengan cara ini mampu mengakrabkan.

Dengan begini, makmum bisa mengenal imam lebih dekat. Imam juga bisa menanyakan tema apa yang mau dijelaskan untuk pertemuan kultum pada malam berikutnya.

Sederhana. Merawat dan menjaga ukhuwah islamiyah dengan berjabatan tangan dan bershalawat. Tidak perlu salam tempel. Bertambah pahala sedekah karena banyak menebar senyum sapa setiap berjabatan tangan. Hilang semua masalah dan resah, tidak merasa sendiri, karena di sini ada kekuatan berjamaah. Berkah shalawat dan berjabat tangan di bulan Ramadhan.

)* Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ichsan Bontang, Dai Tidim Jatman,  Dai Ambassador Cordofa,

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VSBJBY
May 21, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VSBJBY
via IFTTT
Share:

Monday, May 20, 2019

Ketika Muslim Bepergian

bepergian bagi seorang perempuan secara sendirian harus dipikirkan secara matang.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Seorang sahabat meminta pertimbangan kepada Rasulullah. Ia mengatakan istrinya berencana untuk menunaikan ibadah haji. Ia sendiri sebelumnya memutuskan untuk mengikuti sejumlah peperangan de ngan pasukan Islam. Jawaban segera meluncur dari mulut Rasulullah memupus kebimbangan sang sahabat. “Berangkatlah dan tunaikan haji bersama istrimu.” Sahabat itu mengikuti saran Rasul.

Menurut Syaikh Muhammad al-Ghazali lewat karya dengan judul Mulai dari Rumah, bepergian bagi seorang perempuan secara sendirian harus dipikirkan secara matang. Perlu juga meneliti bagaimana proses perjalanan serta jalan yang dilalui selama perjalanan tersebut. Dalam pandang annya, ini sangat penting demi menjaga keselamat an perempuan dan merupakan bentuk kehati-hatian.

Ia menyatakan, keputusan sahabat yang membatalkan keikutsertaannya di dalam beberapa peperangan yang digambarkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim di atas, merupakan peristiwa yang pantas dicatat. Kaidah ushul fikih mengata kan, menghindari bahaya mesti didahulukan dari pada mengambil kemaslahatan.

Perjalanan seorang perempuan sendirian di atas untanya saat itu tentu sangat riskan. Ada kemung kinan terjadinya gangguan terhadap perempuan itu. Meski ia mengakui di masa kini keamanan relatif terwujud. Walaupun demikian, ada perbedaan pendapat apakah perempuan boleh bepergian sendirian tanpa ditemani suaminya.

Sebagian cendekiawan Muslim, ujar al-Ghazali, ada yang membolehkan perempuan berangkat haji atau bepergian ditemani oleh orang-orang yang dipercaya, sebab rombongan yang tepercaya dapat menghilangkan kekhawatiran. Mereka mendukung pendapatnya tersebut dengan hadis yang diriwayat kan oleh Adiy bin Hatim.

Adiy menuturkan, waktu dia bersama Rasulullah tiba-tiba seorang laki-laki datang dan mengadukan ancaman yang dialaminya. Tak lama berselang, muncul laki-laki lain yang melaporkan dirinya dirampok. Peristiwa ini terjadi sebelum umat Islam memiliki kekuatan dan keamanan belum sepenuhnya terwujud di Jazirah Arab.

Setelah menyelesaikan urusan dengan kedua orang tadi, Rasul menanyakan kepada Adiy apakah dia pernah melihat negeri Hiarah. Adiy menjawab, ia pernah mendengar namun belum pernah melihatnya. Lalu Rasul mengatakan, “Jika umurmu panjang, niscaya kamu akan melihat seorang perempuan datang dari Hiarah dengan menunggang unta sendirian untuk thawaf di Ka’bah.”

Muhammad SAW mengatakan, perempuan itu datang ke Tanah Suci sendiri tanpa takut kepada siapa pun kecuali Allah SWT. Haya binti Barok al-Barik me ngatakan, setiap perempuan yang telah bersuami wajib meminta izin saat akan melakukan perjalanan ke mana saja, termasuk ketika hendak menempuh perja lanan untuk menunaikan ibadah haji. Ini salah satu bentuk ketaatan terhadap suami.

Sebaliknya, disunahkan bagi suami untuk memberikan izin. Rasulullah mengatakan, tidak ada alasan bagi istri untuk pergi tanpa seizin suaminya. Sejumlah ahli fikih menetapkan ketentuan bagi perempuan yang akan pergi haji mestinya beserta suami atau mahramnya. Syarat tersebut, jelas Haya, bukan berlaku untuk perjalanan haji saja, melainkan berlaku juga pada seluruh perjalanan yang dilakukan seorang perempuan dengan jarak tempuh dan waktu tertentu.

Haya mengatakan, ada sejumlah akhlak yang patut dijalankan seorang perem puan waktu be pergian. Salah satunya adalah meminta izin dari suami nya, kalau perempuan itu telah bersuami. Perempuan itu juga dituntut untuk berpakaian yang sesuai dengan syariat, tak menampakkan auratnya kepada selain mahramnya dan tentu menjaga pandangannya. “Pelihara pula sifat malu selama perjalanan tersebut,” jelas Haya dalam buku nya, Ensiklopedi Wanita Mus limah. Ia menganjur kan, selama bepergian perempuan tidak ber dandan berlebihan serta menggunakan parfum yang baunya sangat tajam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VyxFSh
May 20, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VyxFSh
via IFTTT
Share:

Friday, May 17, 2019

Betapa Pentingnya Waktu

Banyak keterangan dalam hadis dan Alquran yang bicara soal waktu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada suatu masa, seseorang menyampaikan pertanyaan kepada Muhammad SAW. "Amal apakah yang paling Allah SWT cintai?" Seketika, orang itu memperoleh jawaban dari Muhammad, "Shalat tepat pada waktunya." Menurut Amr Khaled, cendekiawan Muslim asal Mesir, pernyataan Rasul mengingatkan pada Muslim mengenai berharganya waktu yang mereka miliki. 

Banyak keterangan dalam hadis dan Alquran yang mengaitkan segala kegiatan dengan waktu. Bagi dia, ini menandakan betapa pentingnya waktu. Rasulullah mengingatkan perihal masa. Pada hari kiamat kelak, kaki manusia tak akan bergeser dari hadapan Tuhan sebelum ditanya mengenai empat hal penting, yaitu bagaimana umurnya selama hidup dipergunakan. Masa mudanya dihabiskan untuk apa saja. 

Harta kekayaan yang dinikmati di dunia diperoleh dan dibelanjakan ke mana saja serta apa yang diperbuat seseorang dengan ilmunya. Dalam pandangan Khaled, seorang Muslim akan diminta pertanggungjawaban atas menit demi menit yang dibelanjakannya selama di dunia. Tak ada secuil pun yang berlalu dalam kesia-siaan. 

"Sangat menggembirakan kalau setiap waktu terisi oleh ibadah dan kegiatan bermanfaat," kata Khaled dalam bukunya, Buku Pintar Akhlak. Ulama besar Ibnu Qayyim mengatakan, sangat penting bagi seseorang memaknai hidup dan menyadari berlalunya setiap menit dari kehidupannya. Setiap embusan napas yang berlalu tanpa ketaatan kepada Allah akan melahirkan kerugian bagi orang tersebut. 

Seharusnya, masa yang berlalu telah membawa Muslim melahirkan manfaat bagi dirinya, keluarganya, agama, masyarakat, dan bangsanya. Lebih jauh, ulama lainnya, Hasan al-Bashri, melontarkan nasihat berguna. Menurut dia, setiap kali mentari terbit, hari menyampaikan seruannya, "Hai manusia, aku hari baru. Aku menyaksikan amalmu. Manfaatkan aku dan berbekal dariku."

Jika hari telah pergi, tak mungkin ditarik kembali. Ia menyatakan, itu berarti sebagian kehidupan yang ada pada diri manusia juga telah pergi. Betapa pentingnya waktu membuat ulama ternama al-Muhasibi menyampaikan pernyataan, "Demi Allah, seandainya waktu dapat dibeli dengan uang tentu aku akan belanjakan semua hartaku."

Ia bertekad menggunakan waktunya demi kejayaan Islam. Ada sekelompok orang yang penasaran dengan sikapnya dan bertanya dari mana al-Muhasibi membeli waktu. "Dari orang-orang yang menganggur," kata al-Muhasibi tegas. Pada sebuah kesempatan, kata Amr Khaled, ia melihat orang tua di sebuah masjid. Di sana ada sekelompok pemuda. 

Si orang tua memandang mereka kemudian menangis. Dia bertanya kepada orang itu, menangis dan meluncurlah rahasia dari bibirnya. "Aku terbiasa mendatangi masjid dan shalat tatkala sudah tua. Aku melihat para pemuda itu dan menangis karena telah menyiakan usiaku dengan tidak mengenal shalat sebelumnya. Alangkah beruntungnya para pemuda itu."

Ia mengatakan, berbagai krisis yang terjadi pada umat Islam sekarang ini akibat alamiah dari umat yang menganggur dan membuang-buang waktu. Tak adanya kemauan tinggi dari umat untuk melakukan perubahan akan membuat keadaan lebih buruk. Pantas, ujar dia, orang asing yang giat dan datang ke negeri Muslim mampu mengambil kekayaan negeri-negeri yang didatanginya. 

Padahal sebelumnya, banyak Muslim mengukir prestasi dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Mereka sarat tekad dan kuat mengelola waktu. Seseorang meminta Ibnu Qayyim al-Jawzi untuk berhenti sejenak untuk bercakap-cakap. Ia dengan tegas menyatakan, "Hentikanlah matahari kalau bisa." Ia tak ingin membuang waktu percuma. 

Ibnu Aqil menulis sebuah kitab besar berjudul Al-Funun yang terdiri atas 800 jilid. Di usianya yang ke-80 tahun, ia mengatakan, dengan umurnya itu ia berkeinginan menggunakannya seperti waktu berusia 20 tahun. Ia memilih cara makan tak seperti orang kebanyakan guna menghemat waktu sehingga lebih banyak kesempatan menulis buku. 

Ia menuangkan air pada makanannya sehingga menjadi bubur dan ia makan dengan cepat-cepat sehingga dapat menghemat waktu. Sosok lainnya, Usamah bin Zaid. Ia telah memimpin pasukan sejak usianya 16 tahun.Ia tidaklah memimpin orang-orang sembarang, tetapi para sahabat utama Nabi Muhammad. Menurut Nabi, Usamah memang pantas memimpin pasukan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YzEjJH
May 17, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YzEjJH
via IFTTT
Share:

Sunday, May 12, 2019

Pertamina Tambah Pasokan Elpiji di Aceh

Sebanyak 1 juta tabung telah digelontorkan ke pangkalan sejak awal Mei.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minggu pertama Ramadhan 1440 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menambah penyaluran elpiji subsidi tiga kilogram (kg) di wilayah Aceh. Sebanyak lebih dari 1 juta tabung, meningkat 11 persen dari penyaluran normal, telah digelontorkan ke pangkalan-pangkalan sejak awal Mei 2019.

Branch Marketing Manager Aceh, Awan Raharjo, menyampaikan bahwa penambahan ini untuk merespon peningkatan konsumsi elpiji. "Konsumsi elpiji 3 kg di Aceh meningkat diantaranya karena pelaksanaan tradisi Makmeugang. Sehingga kami menambah penyaluran ke 2.480 pangkalan di wilayah Aceh," kata Awan, Ahad (12/5), seperti dalam siaran persnya.

Penambahan sebanyak lebih dari 12.700 tabung per hari juga dilakukan di Aceh Utara. Khusus di kota Lhokseumawe, mencapai 5.000 tabung per hari. Ini juga untuk merespon isu kelangkaan elpiji tiga kg yang beredar di masyarakat.

Sementara Aceh Tengah yang juga dilanda isu kelangkaan, telah ditambah penyaluran sebanyak 11 persen dari konsumsi normal. Hampir 3.300 tabung elpiji tiga kg disebar ke 92 pangkalan di Aceh Tengah.

"Kami menengarai isu ini sengaja disebar pengecer. Karena mereka mendapat keuntungan jika lebih banyak elpiji yang digelontorkan," ujar Awan.

Untuk itu, lanjut Awan, pihaknya meningkatkan koordinasi dengan Pemda. Melalui rapat bersama Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID), Pertamina menyampaikan perlunya peningkatan pengawasan penyaluran elpiji tiga kg.

"Alokasi elpiji tiga kg untuk Aceh rata-rata 2,41 juta tabung per bulan. Sementara jumlah masyarakat miskin di Aceh sesuai data BPS pada September 2018 sejumlah 831.500 jiwa. Jika tepat sasaran bagi masyarakat miskin, maka per keluarga miskin mendapat 11 tabung per bulan," kata Awan.

Namun alokasi rata-rata per bulan di Aceh sebanyak 2,41 juta tabung tersebut tidak akan mencukupi jika dikonsumsi oleh total penduduk Aceh sebanyak lebih dari lima juta jiwa. Sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat agar penyaluran elpiji tiga kg tepat sasaran kepada masyarakat miskin.

"Kami mengajak seluruh Pemkab dan Pemkot untuk bersama pro aktif melakukan pengawasan di lapangan. Pertamina siap bersama perangkat Pemda seperti Satpol PP, mengadakan sidak secara kontinyu ke agen dan pangkalan," tutur Awan.

Pertamina sendiri melarang agen dan pangkalan menjual pada pengecer. Maupun menjual dengan harga di atas HET. Sebanyak 23 pangkalan telah dikenakan sanksi karena terbukti melanggar ketentuan tersebut.

Pengawasan yang lebih ketat juga diperlukan untuk mengendalikan pengecer. Pertamina tidak dapat mengawasi maupun memberi sanksi pada pengecer. Karena mereka bukan distributor resmi elpiji tiga kg.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YsNQT5
May 12, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YsNQT5
via IFTTT
Share:

Saturday, May 11, 2019

Berburu Mukena Model Shireen Sungkar di Tanah Abang

Mukena model Shireen umumnya berbahan satin halus dan memiliki motif bordir sederhana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mukena model Shireen Sungkar menjadi mukena yang paling banyak dipilih oleh konsumen di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Ramadhan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri.   

"Iya mukena Shireen lebih banyak yang cari," kata penjual mukena di Blok A Pasar Tanah Abang Abdul, di Jakarta, Sabtu (11/5).   

Abdul mengatakan beberapa model mukena yang dijual antara lain yaitu model Shireen yang terinspirasi dari nama artis Shireen Sungkar, model KD yang diambil dari nama penyanyi Krisdayanti, dan model biasa dengan harga yang lebih terjangkau.   

Mukena model Shireen umumnya berbahan satin halus dan memiliki motif bordir yang lebih sederhana di sekitar area pundak dan ujung mukena.  Sementara, mukena model KD juga berbahan satin dan memiliki bordir lebih glamor dengan sebaran motif bunga berwarna di seluruh bagian kain.   

Mukena model Shireen, menurut Abdul, lebih banyak dipilih karena modelnya tampak lebih sederhana dan harganya juga terjangkau.  Salah seorang pembeli Indah (27) mengatakan lebih tertarik dengan mukena Shireen karena modelnya lebih cocok dipakai anak muda dibandingkan mukena model KD.   

"Menurut saya model Shireen lebih nyaman dan lebih pas dipakai anak muda dibandingkan model lainnya," katanya saat sedang memilih mukena bersama ibunya di Blok A Tanah Abang.   

Saat Indah tengah memilih model Shireen, ibunya, Marni (56), juga ikut memilih-milih dan tampak tertarik dengan mukena model KD. "Lebih mewah ya kesannya. Lebih suka yang model KD," kata Marni.   

Abdul mengaku dapat menjual hingga lebih dari 150 potong mukena model Shireen yang dibandrol dengan harga Rp300.000-Rp600.000 per potong. Harga itu masih lebih murah dibandingkan mukena model KD yang dijual di kisaran harga Rp350-Rp1 juta per potong.   

Pedagang lain di Tanah Abang Hanif (57) mengaku penjualan mukena di tokonya juga laris diserbu pembeli selama Ramadhan 2019.  Dia menjual banyak model mukena, mulai dari mukena model sederhana, Shireen, KD, dengan bahan katun Jepang, bordir, jersey, dan lain sebagainya.   

Mukena yang paling banyak dibeli di tokonya juga mukena model Shireen, dengan penjualan hingga lebih dari 100 potong, lebih banyak dibandingkan penjualan mukena model lain

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vSRTfa
May 11, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vSRTfa
via IFTTT
Share:

Friday, May 10, 2019

Kementan: Pisang Lokal Semakin Diminati Pasar Ekspor

Pisang tersebar di pelosok Nusantara.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG — Pisang lokal saat ini menjadi primadona buah unggulan di Indonesia. Tidak hanya bisa mencukupi permintaan dalam negeri, pisang lokal bahkan bisa bersaing dalam pasar global.

Hal ini disampaikan Direktur Jendral Hortikultura Suwandi pada kunjungan kerja ke Kabupaten Tanggamus, Lampung, Jumat (10/5). 

Dalam kunjungan kerja ini, Suwandi mengunjungi tempat produksi pisang lokal yang dikelola oleh Koperasi Tani Hijau Makmur. Koperasi ini memproduksi, menanam salah satunya pisang mas kirana. Hasil pisang ini bisa memenuhi permintaan pasar lokal. "Bahkan dengan kualitas yang bagus bisa masuk ke supermarket dan sudah kita ekspor ke luar," ujarnya.

Pisang tersebar di pelosok nusantara, diantaranya di Lampung, proses penanaman pisang sampai panen membutuhkan waktu sekitar 9 bulan. Agar kulit pisang mulus dan bebas dari penyakit, maka jantung pisang diberi perlakuan suntik dengan zat organik ramah lingkungan.

Setelah dipanen pisang-pisang ini memasuki proses pembersihan dimana pisang akan dicuci dan dilap. "Setelah bersih, pisang-pisang ini juga akan melalui proses penirisan sebanyak 2 kali sehingga terbebas dari kotoran dan serangga atau hama," jelasnya.

Semua pisang bersih, lanjut dia, kemudian akan di Grading dengan cara ditimbang satu-persatu. Misal pisang dengan berat 0,8 kilogram masuk ke grade A, sedangkan pisang dengan berat 0,67 kilogram masuk ke grade B. Proses selanjutnya pisang ini akan disusun dalam kardus dengan total berat 11 kilogram perkardusnya.

“Semua pisang ini dalam keadaan mentah, dan akan matang dalam waktu 4 hari jika disimpan dalam suhu 14 derajat," ujar Suwandi.

Lalu bagaimana pemanfaatan pisang yang reject? Suwandi menekankan nantinya akan diolah menjadi sale pisang, sehingga tetap memberikan nilai tambah atau pendapatan bagi petani. Untuk rasanya sale pisang mas mempunya rasa yang paling manis dibandingkan jenis lainnya. 

"Sale pisang ini juga mempunyai pasar yang cukup besar, salah satunya untuk Sumedang Jawa Barat," ucapnya.

Lebih lanjut Suwandi mengatakan bahwa pisang mas sangat diminati oleh konsumen di Singapura dan Cina. Tidak hanya pisang mas, di Lampung ini sudah mengekspor pisang cavendish. Imagenya Indonesia itu masih impor pisang, saya katakan itu tidak benar, kita tidak ada impor pisang, bahkan kita sudah ekspor pisang.

“jadi, mari bersama kembangkan potensi pisang ini, sehingga kedepan bisa memasok kebutuhan pasar lokal dan luar negeri. Cintai produksi dalam negeri, konsumsi pangan lokal dan viva republik Indonesia. Salam dari lampung," tandas Suwandi.

Pada kesempatan yang sama, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Lampung Achmad Chrisna Putra mengatakan bahwa ada 3 jenis pisang yang dibudidayakan, yakni pisang mas kirana, barangan dan cavendish. Untuk lahannya di Lampung ini totalnya bisa mencapai 1.000 hektar, khusus di Tanggamus 500 hektar.

“Untuk penanamannya kami mengembangkan dengan kultur jaringan, jadi tanamannya bisa tumbuh seragam dan kompak," katanya.

Staf PT Great Giant Pineapple yang menangani pisang di Tanggamus Sigit menambahkan, permintaan pasar dalam negeri sampai 3.000 kardus perminggu, sedangkan yang bisa dipasok dari daerah sini baru 500 kardus perminggu. Yang artinya masih ada peluang pasar sekitar 6 kali lipat dari pemasok sekarang, artinya potensi pasar luar biasa.

“Tidak hanya potensi pasar dalam negeri, potensi pasar luar negeri juga sangat besar," sebutnya.

Untuk Singapura, permintaan sebanyak 1 kontainer sekitar 5,6 ton per minggu dan Cina sebanyak 2 kontainer sekitar 10 ton lebih perminggu. Realisasinya permintaan sebanyak ini baru bisa kami penuhi hanya 108 kardus.

"Hal ini menjadi peluang besar hampir 15 kali lipat," pungkas Sigit.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vP1PGr
May 10, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vP1PGr
via IFTTT
Share:

Wakil Perdana Menteri Australia Bela Caleg Anti-Islam

Caleg Australia mengunggah video daring yang berisi pernyataan anti-Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Wakil Perdana Menteri (PM) Australia membela calon legislator (caleg) Jacinta Price yang mengunggah video daring yang menyebut Islam "barbar", dengan mengatakan sang caleg membela perempuan Muslim.

Wakil PM Michael McCormack ditanya tentang video yang diunggah di halaman Facebook pribadi Price lima tahun lalu, yang mengklaim berisi "kebenaran sebenarnya tentang Islam". Video itu menampilkan wawancara dengan psikolog dan komentator Dr Wafa Sultan, yang membandingkan masyarakat Barat dengan "keterbelakangan" umat Islam.

McCormack mengatakan kepada wartawan bahwa Price adalah orang yang membela orang-orang yang tertindas, terutama perempuan.

"Ia akan membela diri dan ia tidak takut untuk mengatakan apa yang ia pikirkan," katanya.

"Itu jenis orang yang Anda inginkan di parlemen - Anda tidak butuh orang pemalu."

"Anda ingin orang-orang yang menyuarakan pikiran mereka, yang mengatakan apa yang mereka maksud dan bersungguh-sungguh dengan apa yang mereka katakan."

McCormack mengatakan kualitas-kualitas seperti itu akan menjadikan Price sebagai pendukung yang baik bagi Wilayah Utara Australia (NT) di Canberra. Price, yang maju melawan kandidat Partai Buruh Warren Snowdon untuk kursi NT, mengatakan ABC seharusnya malu karena menulis laporan tentang postingannya.

"Saya berbagi pendapat tentang seorang perempuan yang merupakan perempuan Muslim yang memberikan pendapatnya tentang bagaimana ia merasa diperlakukan dalam agamanya sendiri," katanya.

"Saya seorang perempuan Aborigin yang menyuarakan bagaimana perasaan saya tentang masalah dalam budaya saya sendiri."

"Apakah hal itu membuat saya rasis juga ketika membicarakan masalah-masalah dalam budaya saya sendiri yang saya yakini menindas menindas Aborijin? Apakah kejahatan melakukan hal seperti itu?."

Ia bertanya apakah Dewan Imam Nasional, yang menyebut bahwa video itu menjelekkan semua Muslim dan menumbuhkan kebencian, "telah bertanya pada setiap perempuan apa yang mereka rasakan tentang hal itu".

Dewan Islam di NT menawarkan untuk duduk bersama Price untuk memperjelas pemahamannya tentang Islam.

Standar ganda

Pensiunan senator dari NT, Nigel Scullion, mengatakan pertanyaan terhadap Price adalah "standar ganda". Hal itu setelah kandidat Partai Hijau untuk wilayah Lingiari, George Hanna, tak dihujat karena menyebut Price sebagai "pengkhianat etnis" dalam sebuah postingan media sosial.

Senator Scullion mengatakan itu adalah "hal paling memalukan yang bisa ditujukan untuk warga Aborijin".

"Anda seharusnya bertanya pada [pemimpin Partai Hijau, Richard] Di Natale tentang mengapa mereka, anggota Partai Hijau, bisa berbuat demikian dan menyebut rekan saya Jacinta Price sebagai pengkhianat etnis," katanya.

"Mereka seharusnya malu atas diri mereka sendiri."

Hanna mengakui bahwa postingan itu menghina dan meminta maaf, tetapi postingan itu masih ada.

Ikuti berita-berita lainnya di situs ABC Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PVo5rv
May 10, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PVo5rv
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 8, 2019

Kafe di Lombok Jadi Tempat Mengaji Selama Ramadhan

Di luar Ramadhan, tempat mengaji di kafe Lombok, NTB, ini adalah panggung musik

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Sebuah kafe di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyediakan mimbar tilawah Alquran selama bulan suci Ramadhan. Adapun pada bulan-bulan selain itu, panggung kecil yang jadi tempat mimbar tersebut digunakan untuk pertunjukan musik, tak jauh beda dengan kafe-kafe umumnya.

Kedai Kopi Pancing, demikian namanya, berlokasi di Jalan Pemuda, Gomong, Selaparang, Kota Mataram. Jaraknya tidak jauh--hanya sekira 1,3 kilometer--dari Islamic Center NTB. Selain itu, posisinya cukup strategis karena berada di sekitar Universitas Mataram (Unram), Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, dan pelbagai kampus lain. Tak heran bila kafe ini selalu ramai pengunjung. Pada hari-hari biasa, inilah salah satu tempat favorit di Mataram untuk anak-anak muda menongkrong.

Manager Kedai Kopi Pancing Ahmad Yayan menuturkan, kafe ini berdiri sejak lima tahun lalu. Awalnya, ide pendirian tempat ini sekadar untuk kumpul-kumpul para pemilik kedai yang gemar memancing ikan. Lama-kelamaan, bentuknya kian bertransformasi jadi kafe dengan nuansa milenial.

Tidak hanya itu, Kedai Kopi Pancing juga tampil dengan konsep alami dan mengedepankan kearifan lokal Lombok. Kesan itu tampak dari furnitur yang tersedia di sana, semisal kursi berbahan kayu hingga berugak (balai khas) masyarakat Lombok.

Daya tampungnya hingga 150 orang pengunjung. Soal kuliner, kafe ini tak kalah dengan yang lain-lain. Ada beragam sajian kopi khas Nusantara hingga makanan tradisional Lombok, seperti Ayam Pelalah hingga Plecing Kangkung.

Syiar Ramadhan

Menyambut Ramadhan, Yayan melanjutkan, Kedai Kopi Pancing baru kembali buka sejak Selasa (7/5) kemarin. Sebelumnya, kafe ini sempat tutup selama dua hari, yakni Ahad (5/6) dan Senin (6/6).

Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada seluruh karyawan yang hendak berpuasa atau berbuka dan shalat tarawih bersama keluarga.

Ya, nuansa Ramadhan begitu terasa di kafe ini. Selama bulan puasa, Kedai Kopi Pancing buka pada pukul 17.00 WITA. Berbeda dengan hari biasa, atmosfer kafe mulai diisi dengan musik-musik religi islami. Tidak hanya itu. Yayan mengatakan, pihaknya juga menyediakan makanan berbuka puasa secara gratis kepada para pengunjung. Menu wajibnya antara lain berupa kurma dan es kelapa.

Begitu selesai shalat Tarawih, mimbar Tilawah secara bergantian diisi para qari dan qariah untuk melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Menariknya, sang qari dan qariah dapat berasal dari para pengunjung kafe ini. Jadi, ada unsur kolaborasi.

"Untuk program mengaji selama Ramadhan, sudah kita lakukan sejak Ramadhan tahun lalu. Mungkin kita (kafe) pertama menggelar program mengaji di Lombok," ujar Yayan kepada Republika.co.id di Kedai Kopi Pancing, Mataram, kemarin malam.

Untuk mereka yang telah mengaji di atas panggung, pihaknya memberikan apresiasi berupa makanan dan minuman gratis. Ada pelbagai menu ditawarkan, seumpama satu porsi Ayam Pelalah hingga minuman teh dan kopi bagi para pengunjung yang mengaji itu.

Pihak kafe sendiri tak membatasi atau memberi syarat khusus tentang panjang bacaan Alquran bagi mereka yang hendak mengaji di atas panggung. Yayan mengumpamakan, mimbar tilawah itu seolah-ola ajang MTQ. Dengan begitu, ada unsur syiar Islam yang diberikan kepada seisi kafe.

"Kalau hari lain (di luar Ramadhan) ada live music, tapi selama Ramadhan, panggung itu khusus untuk mengaji. Siapapun yang datang dan mau mengaji, silakan," ucap Yayan.

Menikmati Kopi, Menyimak Tilawah

Yayan mengungkapkan, konsep mengaji di dalam kafe bertujuan memberi nuansa khas Ramadhan kepada para pengunjung. Toh baginya, mengaji tak mesti di rumah ibadah atau sekolah. Kafe atau tempat-tempat nongkrong juga bisa menjadi tempat membaca Alquran, asalkan kebersihan dan kesuciannya terjaga. Dia pun meyakinkan, Kedai Kopi Pancing menjamin dua hal itu.

"Orang sambil nongkrong dan ngopi juga bisa sambil menikmati suasana Ramadhan dengan mendengarkan lantunan ayat suci Alquran," ucap Yayan.

Pria itu menambahkan, Kedai Kopi Pancing sudah melakukan sosialisasi program mengaji sejak sebelum Ramadhan, antara lain via media sosial.  Yayang pun mengaku senang melihat antusias pelanggan yang ingin mengaji di Kedai Kopi Pancing.

Di luar pengunjung, ada pula qari dan qariah yang diundang dari pelbagai pesantren di Lombok untuk mengaji di kafe ini."Bahkan, ada yang sudah pernah ikut MTQ untuk mengaji di sini," ujar Yayan dengan wajah berseri-seri.

Mendongkrak Wisata Halal

Karena sudah berpengalaman sejak tahun lalu, untuk Ramadhan kali ini ada perbaikan-perbaikan. Misalnya, mimbar Tilawah di kafe tersebut diperlebar agar bisa digunakan lebih banyak orang untuk mengaji secara berkelompok.

Yayan berharap gagasan program mengaji di Kedai Kopi Pancing dapat menjadi inspirasi bahkan diikuti kafe, restoran, dan tempat kuliner lain di Lombok. Menurut Yayan, program mengaji seperti ini selaras dengan branding wisata halal dan julukan Pulau Seribu Masjid yang diemban Lombok.

"Ramadhan temanya ya mengaji, enggak cocok kalau malah live music. Di Kedai Kopi Pancing, kami juga tidak menyediakan minuman beralkohol, baik saat Ramadhan atau bulan-bulan yang lainnya," ungkap Yayan.

Sejauh pengamatannya, banyak pengunjung yang merespons positif program mengaji di Kedai Kopi Pancing. Yayan pun berharap, mereka akan menilai kafe tak sekadar tempat menongkrong, tetapi juga dapat menawarkan suasana Ramadhan yang islami.

Ditanya terpisah, seorang pengunjung Kedai Kopi Pancing mengapresiasi program mengaji ini. Purna, warga Kota Mataram, menilai inisiatif Kedai Kopi Pancing untuk menyambut Ramadhan sangat bagus dan mendukung suasana islami di Lombok.

"Keren sekali, jarang-jarang ada kafe yang menggelar program mengaji seperti ini. Seolah-olah kita sedang mendengarkan MTQ," kata Purna.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2J7lwBT
May 08, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2J7lwBT
via IFTTT
Share:

KPU Persilakan Adanya Tim Investigasi Petugas KPPS Wafat

KPU meminta semua pihak bijak menyikapi peristiwa wafatnya ratusan petugas KPPS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra, mengatakan, pihaknya mempersilakan dibentuknya tim investigasi atas meninggalnya ratusan petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia saat menjalankan tugas. Namun, Ilham meminta semua pihak bijak menanggapi realitas yang ada.

"Silakan dibuat kalau memang dipandang perlu, siapa yang buat, silakan buat," ujar

Ilham di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/5).

Ilham mengimbau semua pihak menghormati kerja dan usaha dari KPPS dan panitia ad hoc lain yang telah rela mengorbankan nyawanya demi suksesnya penyelenggaraan pemilu. Menurut dia, tidak etis jika dilakuka investigasi, apalagi autopsi terhadap KPPS yang meninggal.

"Kalau ada upaya meminta autopsi ya, kalau ada kecuragaan seperti itu, ya, soal etik, kita tidak menghargai perasaan keluarga (KPPS). Kalau saya begitu lihatnya. Tolong hormati kerja teman-teman (KPPS) yang sudah maksimal," ungkap Ilham.

Ilham menegaskan, bahwa KPU tetap memandang KPPS yang meninggal dunia saat bertugas adalah pahlawan pemilu atau pahlawan demokrasi. Menurut dia, KPPS ini telah bekerja luar biasa untuk melayani pemilih menggunakan hak pilihnya.

"Orang-orang itu (KPPS) adalah yang bekerja benar-benar fight, penuh integritas ya, jadi mereka datang kemudian ada perasaan yang belum selesai mereka kembali lagi dan memastikan oke, tanpa istirahat, makan, dan sebagainya," tambahnya. 

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri hamzah mengusulkan agar dilakukan investigasi atas meninggalnya ratusan petugas KPPS. Menurut Fahri, investigasi ini untuk mencegah berbagai spekulasi terkait kematian ratusan KPPS

“Dibuka saja masalahnya apa, dan investigasi terhadap korban harus terus dilakukan. Beberapa hasil investigasi cukup mengagetkan adalah modus dari meninggalnya, sebagian ada kemungkinan adanya racun. Oleh karena itu, jangan dibiarkan ini jadi spekulasi,” kata Fahri di Kantor DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/5).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vKpLL1
May 08, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vKpLL1
via IFTTT
Share:

Thursday, May 2, 2019

BNI Sekuritas Luncurkan Aplikasi Reksa Dana Berbasis Ponsel

BNI Sekuritas memiliki 6 ribu investor aktif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- PT Bank Negara Indonesia Sekuritas meluncurkan inovasi teknologi berbasis smartphone yakni Innovative Online Trading System (BIONS). Adapun inovasi teknologi ini investor pasar modal dapat melakukan transaksi jual beli saham, obligasi dan reksadana (multi investment), cukup dengan satu aplikasi ini.

Presiden Direktur BNI Sekuritas Adiyasa Suhadibroto mengatakan adanya produk baru tersebut diperkirakan dapat menggenjot investor baru sebanyak 30 persen, sehingga para nasabah semakin mudah bertransaksi online.

"BIONS ini sebagai bentuk langkah BNI Sekuritas yang ingin memberikan layanan yang melebihi ekspektasi investor atau pelaku pasar modal. Perusahaa akan push 30 persen-50 persen bertahap," ujarnya saat acara 'Peluncuran BIONS BNI Sekuritas' di Restoran SIAM, Kamis (2/5).

Saat ini, menurutnya, investor pasar modal yang dikelola anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) ini mencapai 88 ribu. Tercatat, investor yang aktif sebanyak 6 ribu investor.

"Selama ini transaksi kami sudah online, melalui BIONS diharapkan user dapat meningkat. Tapi ini akan lebih mudah karena dulu harus pakai laptop, sekarang lewat smartphone aja," ucapnya.

BIONS dilengkapi dengan fitur-fitur seperti finger print log-in, automatic order, watch liat notes, dan aplikasi news, research, chart.

“Saat ini aplikasi itu baru tersedia di versi Android dan sudah dapat diunduh pada playstore. Untuk versi iOS saat ini kami melakukan development dan diperkirakan dalam 2-3 bulan lagi sudah tersedia,” kata dia.

Sementara Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo menambahkan peluncuran ini menjadi salah satu langkah strategis BNI Group dalam membentuk The Extended Banking Ecosystem, terutama untuk meningkatkan penetrasi transaksi perbankan di pasar modal.

“BIONS jadi sinergi juga dengan yang ada pada BNI. Ke depan BNI akan terus meluncurkan produk dan aplikasi baru yang bertujuan memudahkan masyarakat untuk ber-banking di BNI,” ujar dia.

Direktur IT & Operation BNI Dadang Setiabudi mengatakan dengan konsep Open Banking yang telah berjalan di BNI, maka dengan mudah pihaknya melakukan sinergi dengan anak perusahaan dan stakeholder lainnya.

“BNI akan terus membangun Digital Ecosystem di segala segmen tidak hanya di pasar modal namun juga Home & Property, Transportation, Education, Lifestyle, Health & Protection dan Travel & Leisure,” ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V7fyrf
May 02, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V7fyrf
via IFTTT
Share:

Monday, April 29, 2019

Diwan Lughat al Turk, Karya Fenomenal al-Kashgari

Di Diwan Lughat al Turk, al-Kashgari publikasikan peta Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam Diwan Lughat al Turk, bukunya yang fenomenal itu, al Kahsgari juga menunjukkan dirinya sebagai pakar pembuat peta (kartografer). Di bukunya inilah, untuk pertama kalinya ia memublikasikan peta Turki. Peta yang kini tersimpan di Perpustakaan Nasional di Istanbul, Turki, itu merupakan buah dari pemahamannya yang luas dan mendalam mengenai geografi.

Seperti dilansir muslimheritage.com, peta itu menampilkan wilayah-wilayah pertama yang dihuni oleh orang-orang Turki di masa lampau. Dalam peta berbentuk melingkar ini, al Kashgari menunjukkan secara rinci daerah-daerah tersebut yang membentang dari Eropa hingga Asia Timur. Sejumlah daerah, baik di timur, barat, utara, dan selatan, ia tampilkan secara perinci lengkap dengan sungai dan lautnya.

Di kawasan barat misalnya, daerah-daerah yang dihuni orang Turki adalah wilayah yang ditinggali kaum Kipcaks dan Frank. Suku Turki juga tinggal di barat daya Ethiopia, di selatan India, di timur Cina dan Jepang. Suku Turki juga tinggal di kota-kota, seperti Yarkent, Kashgar, Barsgan, Balasagun, Yifruc, Ikiokuz, Asbuali, Kumri, dan Talas.

Dalam petanya, al Kashagari juga menunjukkan lokasi sejumlah negara dan wilayah, seperti Bulgaria, Laut Kaspia, Alexsandria, Mesir, Tashken, Jepang, Cina, Kashgar, Samarkand, Irak, Azerbaijan, Yaman, Somalia Timur, Sahara Timur, Ethiopia, Somalia Utara, anak benua India, India, Sri Lanka, Kashmir, dan lautan yang mengelilingi dunia. 

Peta ini telah dibuat berwarna. Warna biru menunjukkan sungai, hijau untuk laut, kuning terang menunjukkan wilayah gurun, merah merupakan pegunungan, dan kuning untuk kota, negara, atau daratan.

Penelitian dari sejumlah ilmuwan menyebut, ada sejumlah data dalam peta al Kashgari yang salah. Meski demikian, ia menggambarkan seluruh wilayah Timur secara benar dan detail. Dia misalnya menggambarkan Tembok Besar Cina dan menyebut bahwa tembok tersebut serta pegunungan tinggi di Cina menjadi penghambat baginya dalam  mempelajari bahasa Cina. Dia juga menyatakan bahwa Jepang memiliki nasib yang sama sebagai sebuah pulau di bagian timur Asia.

Sejumlah catatan sebelumnya menyebutkan bahwa peta pertama Jepang digambar pada abad ke-14, dan dimasukkan pertama kalinya di atlas dunia pada abad ke-15. Namun, peta yang dibuat al Kashgari secara telak membantah anggapan tersebut. Sebab, pada peta yang dibuat pada abad ke-11 itu, al Kashgari telah membuat peta Jepang meski terdapat beberapa kesalahan dan gambarnya kurang detail.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Wbr1CF
April 29, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Wbr1CF
via IFTTT
Share:

PLN Sumbar Kirim TRC untuk Bencana Bengkulu

TRC PLN akan meninjau kondisi kelistikan di lokasi bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- PLN Unit Induk Wilayah Sumatra Barat (UIW Sumbar) mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) terjun ke lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Bengkulu. Bencana banjir Sabtu (27/4) menyebabkan belasan ribu rumah terendam air.

Laporan terakhir menyebutkan puluhan warga turut menjadi korban dalam bencana tersebut. Selain kerusakan rumah warga, bencana banjir itu pun juga menimbulkan kerusakan terhadap jaringan listrik milik PLN.

“Kejadian ini merupakan duka kita bersama. Langkah kami dari PLN adalah bertanggung jawab untuk memperbaiki jaringan listrik yang rusak. Serta memastikan baik gardu maupun jaringan masih aman sehingga tidak berbahaya bagi warga sekitar,” ucap Senior Manager PLN UIW Sumbar Arief Pramudya saat melepas TRC di Pekarangan Kantor Induk PLN UIW Sumbar pada Senin (29/04).  

TRC PLN ini kata Arief akan melakukan tinjauan ke lokasi guna mengecek kondisi kelistrikan khususnya Jaringan Tegangan Rendah (JTR) yang mengalami kerusakan. Selain itu TRC PLN Sumbar juga akan mengupayakan bantuan terhadap warga sekitar.

Arief Pramudya menyebut upaya pemulihan kondisi kelistrikan harus dilakukan secepat mungkin demi membantu proses pemulihan dilokasi kejadian. Tim TRC ini terdiri dari petugas pelayanan teknik (Yantek), pegawai PLN serta pengawas K3 di PLN Sumbar.

Secara spesifik tim ini akan bertugas untuk melakukan perbaikan gardu yang rusak, perbaikan sambungan rumah serta mengupayakan penormalan saluran listrik untuk posko bencana.

“Kami menargetkan gardu ataupun instalasi listrik lain yang terendam banjir dapat kembali beroperasi," ujar Arief.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DDq9iS
April 29, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DDq9iS
via IFTTT
Share:

Friday, April 26, 2019

37.662 Lulusan SMK di Bogor Butuh Banyak Lapangan Kerja

Ada sekitar 11 SMK Negeri dan 333 SMK Swasta.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sudah sekitar satu bulan lamanya para siswa siswi SMK di seluruh Indonesia melaksanakan UNBK pada 25 Maret lalu. Data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Kabupaten Bogor ada sekitar 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan 333 SMK Swasta.

Di tahun 2019 sendiri, Kabupaten Bogor menyumbang sekitar 37.662 siswa. Yang artinya, ada banyak lapangan pekerjaan yang dibutuhkan.

Masalah pekerjaan tersebut menjadi perhatian banyak pelajar SMK yang memang difokuskan untuk mendapat pekerjaan. Namun, kenyataanya, data dari Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa lulusan SMK menjadi penyumbang terbesar pengangguran.

Popi (18) salah satu siswi SMK jurusan Keperawatan yang baru melaksanakan UNBK 25 hingga 29 Maret lalu, juga mengeluhkan sulitnya mencari pekerjaan dan bahkan kuliah. Pelajar dari SMK Kesehatan Anisa 3, Citereup, Kabupaten Bogor tersebut, mengatakan, lulusan SMK saat ini dirasa sulit dalam mencari pekerjaan. Oleh karena itu ia dan banyak pelajar lainnya di sekolah yang sama memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi (PT) Negeri atau Swasta dengan harapan mendapat pekerjaan yang mudah dan sesuai.

“Rencana lanjut kuliah, tapi enggak semua juga mau kuliah. Mereka ada yang mau kerja juga, ada yang sudah (kerja), ada juga yang masih susah nyari nya. Ya kebanyakan pada ngeluh susah juga,” ujarnya kepada Republika.co.id, Jumat (26/4).

Menurutnya, latar belakang pendidikan dari SMK masih sulit mendapatkan lapangan pekerjaan. Apalagi jika ijazah belum diterima juga. Ia menambahkan, kebanyakan dari kawan-kawannya yang masih menganggur hingga kini pun memutuskan untuk mencari tempat kuliah sembari menunggu ijazah ataupun panggilan pekerjaan. “Kalau kuliah pada nyari yang lintas jurusan, sudah mumet juga sih,” kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZAXSTp
April 26, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZAXSTp
via IFTTT
Share:

Thursday, April 25, 2019

Umat Islam di Kamboja Kembangkan Pendidikan Islam

Kebanyakan sekolah baru di sana adalah madrasah dengan konsep pesantren.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Beberapa sejarawan beranggapan bahwa Islam sampai di Kamboja pada abad ke-11 Masehi. Ketika itu kaum Muslimin berperan penting dalam pemerintahan kerajaan Campa. Setelah kerajaan itu runtuh, kaum Muslim memisahkan diri. Sebagian sampai di Kamboja.

Muslim Cham yakin garis keturunan mereka terhubung hingga ayah mertua Rasulullah SAW, Jahsy bin Ri'ab yang merupakan ayah dari Zainab, salah satu istri Raulullah. Hal itu dikaitkan dengan arus kedatangan para sahabat di Indo-Cina pada 617-618 dari Abyssinia melalui jalur laut.

Menurut data Pew Research Center , jumlah Muslim di Cambodia pada 2009 mencapai 236 ribu atau 1,6 persen dari total populasi. Namun, menurut Ketua Senat Mahasiswa Muslim Kamboja, Sles Alfin, populasi Muslim di negaranya diperkirakan mencapai lima persen. Kebanyakan merupakan etnis Cham dan Melayu yang merupakan kelompok minoritas di Kamboja.

Pada 2008, Muslim di Kamboja mencapai 321 ribu jiwa. Mayoritas Muslim di Kamboja adalah Sunni bermazhab Syafi'i yang kebanyakan tinggal di Provinsi Kampong Cham. Provinsi dengan luas wilayah 9.799 km2 itu ditinggali 1.680.694 jiwa (2008).

Sebelum kemenangan Khmer Merah pada 1975, komunitas Muslim Kamboja sebenarnya terdiri dari kaum Cham dari bekas kerajaan Champa di Vietnam yang runtuh pada 1470 M. Kaum Cham pada mulanya diislamkan oleh para pedagang dan pengrajin dari Arab dan India. Kaum tersebut berimigrasi dalam jumlah besar ke Kamboja pada abad ke-15.

Selain kaum etnis Cham, Muslim Melayu dari Indonesia dan kawasan yang sekarang bernama Malaysia juga memasuki Kamboja pada abad yang sama. Kaum Arab, kaum imigran dari Anak Benua India, dan pribumi yang masuk Islam juga menjadi bagian dari komunitas Muslim di Kamboja saat ini.

Mereka tersebar di seluruh wilayah Kamboja, terutama di sepanjang Mekong, dekat Ibu Kota Phnom Penh, dan di Kompot, Tonle Sap, Kompong, serta Battambang. Muslim Kamboja rata-rata bekerja di bidang perdagang an, pertanian, dan perikanan.

Dalam Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern (2002) disebutkan, praktik dan kepercayaan Muslim di Kamboja mirip dengan Muslim Asia Tenggara ortodoks lainnya. Mereka cenderung mengikuti praktik-praktik religius secara lebih teratur dibanding Muslim Vietnam.

Pada 1975, sebelum pembantaian Khmer Merah, terdapat antara 113 dan 120 masjid dengan sekitar 300 guru agama dan 300 khatib. Banyak di antara guru-guru tersebut yang belajar di Malaysia dan universitas-universitas Islam di Kairo, India, atau Madinah.

Perkembangan Islam dan komunitas Muslim di Kamboja tidak terlepas dari peran negara-negara Islam lain. Keberadaan para Salafi dan Wahabi di sana misalnya, seperti ditulis Bjorn Blengsli, adalah hasil dari pendanaan yang dilakukan Islamic Development Bank yang berlokasi di Jeddah, Liga Muslim Dunia (Rabithah al-Alam al-Islamiy), serta sejumlah organisasi di Arab Saudi dan Kuwait yang mendanai pendirian sekolahsekolah Islam di Kamboja.

Alat penting dalam menanamkan pemahaman agama di Kamboja adalah pengembangan sekolah. Kebanyakan sekolah baru di sana adalah madrasah, beberapa di antaranya menggunakan konsep pesantren dengan pembelajaran yang lebih jauh dan mendalam tentang teks-teks Islam. Hingga 2005, jumlah pemukiman Muslim di Kamboja telah mencapai 417 desa, dengan rata-rata tiga hingga tujuh sekolah Islam di setiap desa.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W0FVLP
April 25, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W0FVLP
via IFTTT
Share: