Showing posts with label 2018 at 06:07PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:07PM. Show all posts

Wednesday, December 19, 2018

Umat Islam di Finlandia Butuh Area Pemakaman Khusus

Kaum Muslim di sana menginginkan adanya pemakaman Islam

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Meski pemerintah memberi kebebasan untuk menjalankan ibadah bagi umat Islam, Muslim Finlandia masih kesulitan dalam mencari tempat pemakaman, tentunya area yang laik untuk menguburkan jenazah sesuai syariah Islam. Terutama, untuk Muslim Finlandia di wilayah Uusimaa. Pencarian lokasi pemakaman yang dimulai sejak 2008 belum membuahkan hasil.

“Anda pasti akan berpikir pemakaman mudah ditemukan di Uusimaa,” kata Wakil Ketua Dewan Islam Finlandia Pia Jardi seperti dilansir dari OnIslam.net, Rabu (13/8).

Padahal, ungkap Jardia, usaha umat Islam mengajukan proposal di 16 kota yang berbeda dan kota-kota di wilayah Uusimaa, Finlandia Selatan, untuk sebuah pemakaman Islam tak membuahkan hasil. Bahkan, mereka menyewa seorang konsultan untuk mendapatkan sebidang tanah. Namun, tak satu pun dari tawaran ini yang terbukti berhasil.

Jardi menjelaskan, selama ini telah memberi banyak penjelasan kepada Dewan Kota tentang Islam dan pemakamannya sendiri. Namun, anggota Dewan Kota mengklaim tanah di kota mereka tidak ada yang cocok dijadikan makam Islam. Ia menduga, alasan sebenarnya karena sikap dingin warga mayoritas terhadap umat Muslim.

“Mungkin itu ada hubungannya dengan kurangnya kemauan politik (non-Muslim),” ujar Jardi. Ia menilai, masalah sebenarnya terletak pada kota- kota besar yang tidak memberikan fasilitas semacam itu.

Selama bertahun-tahun, Muslim Finlandia harus rela menguburkan sanak saudaranya yang meninggal di ‘bagian Muslim’ yang menyatu di area pemakaman Gereja Lutheran. Beberapa kasus menunjukkan orang meninggal terpaksa dikubur di luar negeri meski keluarganya tidak mampu. Itu karena tidak ada kuburan yang cocok di kota mereka sendiri.

“Kaum Muslim di sini ingin memiliki pemakaman Islam,” tutur Jardi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SaYGKC
December 19, 2018 at 06:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SaYGKC
via IFTTT
Share:

Monday, December 17, 2018

Daerah Terdampak Gempa Diminta Waspadai Longsor

Sekitar 77,4 persen dari seluruh wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan daerah-daerah yang terdampak gempa seperti Lombok perlu mewaspadai potensi longsor dan banjir bandang saat musim hujan. Gempa menyebabkan lereng gunung menjadi lebih rapuh.

"Daerah yang sudah mengalami gempa bumi seperti Lombok dan Palu yang mengakibatkan lereng-lereng gunung menjadi rapuh, maka perlu mewaspadai terjadinya longsor dan banjir bandang," kata Dwikorita di Jakarta, Senin (17/12).

Dia mengatakan, 77,4 persen dari seluruh wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Masuknya musim hujan tersebut disertai dengan dampak banjir, longsor dan puting beliung dan selama masih musim hujan potensi tersebut masih dapat terjadi.

BMKG memprakirakan musim hujan masih akan berlangsung hingga awal Maret 2019 dengan puncak musim hujan pada Januari dan Februari. "Puncak musim hujan terjadi pada Januari dan di beberapa wilayah di daerah Timur puncak hujan pada Februari. Waspadai kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem serta dampaknya," ujarnya.

Diperkirakan pada periode libur Natal sejumlah wilayah berpotensi hujan lebat. Sementara menjelang tahun baru khususnya periode 26 Desember 2018 sampai 3 Januari 2019, suplai uap air di wilayah Indonesia relatif kurang sehingga tutupan awan menjadi minimal di wilayah Indonesia bagian Barat.

Umumnya cuaca akan diliputi dengan kondisi berlawanan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah. Bagi warga yang ingin berlibur Natal dan tahun baru diimbau agar melihat informasi cuaca yang dikeluarkan dari BMKG dan mempersiapkan segala kebutuhan liburan sesuai dengan kondisi cuaca. 

Baca juga, Pembersihan Longsor Toba Samosir Gunakan Lima Ekskavator

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Chv8Fr
December 17, 2018 at 06:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Chv8Fr
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Wartawan Republika Juarai Lomba Jurnalistik Kemenperin

Kemenperin berharap lomba ini bisa menggangungkan kembali sentra IKM Tanggulangin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wartawan Republika, Erik Purnama Putra, menjadi juara kedua dalam Lomba Penulisan Jurnalistik Rebranding Tanggulangin dengan kategori jurnalis. Ia mengangkat kisah para perajin dalam sebuah artikel berjudulkan Kebangkitan Perajin IKM Tanggulangin Menangkap Peluang yang dirilis di Republika Online pada Rabu (7/11). 

Dalam artikelnya, Erik mengisahkan salah seorang perajin di sentra Tanggulangin bernama Ainur Rofiq. Ia sempat mengalami masa keterpurukan saat menjalani bisnis penjualan produk kerajinan hasil olahan kulit pasca bencana Lumpur Lapindo pada 2006. Saat itu, akses jalan satu-satunya yang menghubungkan Surabaya-Porong-Malang macet, menyebabkan jumlah pengunjung di sentra mengalami penurunan drastis. 

Kondisi ini membaik ketika jalan akses pengganti Tol Sidoarjo-Pandanaan yang terputus sudah dibuka untuk umum. Berbagai pelatihan yang diadakan pemerintah daerah turut membantu para perajin di sentra Tanggulangin semakin kreatif dalam memanfaatkan tiap peluang.

Erik mengatakan, dirinya mengikuti lomba Rebranding Tanggulangin karena tempat tersebut memiliki ikatan khusus dengannya. Tempat tersebut dekat dengan rumah sang nenek di Porong, Sidoarjo. "Jadi, sejarah dan latar belakangnya sudah tahu," ujarnya setelah menerima penghargaan dalam acara Semarak Festival IKM 2018 di Jakarta, Kamis (13/12).

Dulu, Erik mengisahkan, Sentra IKM Tanggulangin yang tepatnya terletak di Jalan Kludan Raya, Sidoarjo ini juga sangat terkenal sebagai kawasan penghasil kerajinan. Termasuk dompet dan tas yang memiliki kualitas baik dan populer di pasaran. Popularitasnya membuat sentra ini kerap diingat Erik. 

Dua faktor tersebut mendorong Erik untuk ikut serta dalam lomba yang diadakan Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin). "Alhamdulillah menang," ucapnya. 

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih, lomba tidak hanya diperuntukkan karya jurnalistik, juga lomba desain logo dan tagline. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat membantu menggaungkan kembali sentra IKM Tanggulangin di masyarakat. 

Penggunaan logo dan tagline hasil lomba ditujukan sebagai identitas sentra Tanggulangin yang dapat diterapkan sebagai master grafis untuk menyegarkan infrastruktur sentra. "Selain itu, karya ini juga bisa sebagai percontohan bagi para pelaku IKM dan koperasi di Tanggulangin," tuturnya. 

Sedangkan, pada pelaksanaan lomba jurnalistik, Gati berharap artikel yang dipublikasikan dapat membantu penyebaran informasi mengenai sentra Tanggulangin ke seluruh lapisan masyarakat melalui tulisan. Pada akhirnya, kegiatan ekonomi di sentra dapat berjalan lebih maksimal sehingga kesejahteraan para perajin ikut terangkat. 

Gati mengatakan, sentra IKM menjadi prioritas Kemenperin untuk drevitalisasi. Tujuannya, meningkatkan kinerja ekosistem bisnis di sentra tersebut yang sempat mengalami penurunan sejak bencana lumpur Lapindo. Di antaranya dengan menjadikan sentra Tanggulangin sebagai kawasan wisata terpadu berkonsep 3 in 1, yakni wisata belanja, budaya dan kuliner serta edukasi industri. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rAcUJu
December 13, 2018 at 06:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rAcUJu
via IFTTT
Share:

Pelaku Pembakaran Masjid di Bogor Alami Gangguan Mental

Masjid Nurul Huda di Tanah Sereal Kota Bogor terbakar pada Rabu malam.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Pelaku pembakaran mushala dan Masjid Nurul Huda di Jalan Sumur Wangi Lamping, Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (12/12) malam, belum dipastikan. Kepala Satuan Reskrim Bogor, Agah Sanjaya, menyatakan pihak kepolisian baru melakukan penangkapan kepada terduga pelaku.

“Hingga saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait pembakaran yang ada,” kata Agah, Kamis (13/12).

Kapolres Bogor Komisaris Besar Polisi Ulung Sampurna Jaya, menyebut, polisi saat ini sudah menangkap terduga pelaku pembakaran. Ia menuturkan, dugaan sementara pelaku pembakaran masjid merupakan seorang pemuda berinisial K (25 tahun) yang memiliki gangguan keterbelakangan mental.

"Baru akan dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pelaku pembakaran hari ini (13/12),” kata Ulung.

Pihak kepolisian baru akan memeriksa kejiwaan terduga pelaku ke rumah sakit jiwa dan menyingkronkan laporan dari warga sekitar. Sementara itu, pemeriksaan kondisi di tempat kejadian perkara (TKP) agak sulit dilakukan karena warga telah melakukan pembersihan sisa-sisa kebakaran.

“Jadi, TKP juga sudah rusak,” kata Ulung.

Diketahui sebelumnya oleh warga, K merupakan seorang pemuda yang sejak lama memiliki gangguan keterbelakangan mental seperti mencuci Al-Quran dengan air lalu menjemurnya. Selain itu, K juga kerap kali disebut warga pernah mendalami ilmu gaib kebatinan.

Informasi yang dihimpun Republika dari keterangan warga sekitar, K beserta keluarga telah pindah rumah dari Tanah Sareal ke wilayah Ciseeng, Kabupaten Bogor, sejak 2016. Beberapa warga juga menyebut saat kejadian berlangsung, warga tidak melihat keberadaan K di lokasi kejadian. Spekulasi yang sempat terjadi sebelumnya terkait kasus pembakaran dua rumah ibadah berujung pada penangkapan K.

Salah satu pengurus musola sekaligus saksi, Alamsyah, menjelaskan kronologi pembakaran yang terjadi pada pukul 23.00 WIB. Menurutnya, sebelum peristiwa pembakaran terjadi, dirinya tengah mengajar mengaji di teras rumahnya yang berada di samping musola hingga pukul 22.00 WIB. Ketika itu diketahui, dirinya tidak melihat adanya gerak-gerik mencurigakan apapun dari orang yang tidak dikenal di sekitaran lokasi.

Pada pukul 23.00 WIB, Alamsyah menuturkan, istrinya membuka pintu rumah karena lupa memindahkan jemuran. Dan seketika itu juga terlihat kobaran api di sisi kanan musola, dan langsung segera dilakukan tindakan pemadaman ala kadarnya oleh Alamsyah dan istri.

“Saya mencoba minta tolong ke warga, tapi anehnya warga nggak ada, sepi. Jadi saya dan istri saja berdua guyur pakai air, saya pindahkan sajadah-sajadah agar tidak merembet dan korsleting listrik,” kata Alamsyah.

Setelah pemadaman berhasil dilakukan, belakangan diketahui sepinya warga di sekitaran lokasi dikarenakan warga pergi berbondong-bondong melakukan pemadaman ke Masjid Nurul Huda tanpa tahu bahwa musola dekat rumah mereka juga ikut terbakar. Sementara itu ia menyebut seorang pemuda yang sempat ditangkap oleh polisi pada malam kejadian diduga bukan pelaku pembakaran dua rumah ibadah, melainkan seorang yang diduga hendak melakulan pencurian rumah warga.

Ketua Dewan Keamanan Masjid (DKM) Tanah Sareal, Isep Karsono, menyatakan, kejadian diketahui sekitar pukul 23.00-23.30 WIB. Begitu kejadian berlangsung, ia menyebut warga sekitar secara swadaya melakukan pembersihan sisa-sisa kebakaran.

“Sementara barang-barang bukti seperti karpet yang terbakar dan lainnya sudah dibawa polisi untuk diperiksa,” kata Isep.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GckG68
December 13, 2018 at 06:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GckG68
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

Masjid Pertama Swaziland Dibangun pada 1978

Ruang dalam masjid ini dapat menampung 300 orang,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --   Masjid pertama Swaziland dibangun pada 1978 di Ezulwini, sekitar 15 kilometer dari Mbabane. Ruang dalam masjid ini dapat menampung 300 orang, sementara 70 orang di luar masjid.

Namun, karena fasilitas transportasi umum yang tak memadai, banyak warga Muslim kesulitan menjangkau masjid satu-satunya tersebut. Maka, pada 1982 dibangun sebuah mushala di Malunge Township, Mbabane.

Karena ukurannya kecil, mushala yang juga berfungsi sebagai madrasah tersebut hanya dapat menampung 60 orang. Untuk shalat Jumat, Muslimin masih harus bersusah payah menuju masjid di Ezulwini. 

Dengan jumlah Muslimin yang terus berkembang, satu masjid dan satu mushala tak lagi memadai. Untuk mengatasi hal itu, saat ini Islamic Centre Mbabane sedang membangun masjid baru bernama Masjid-e-Yusuf di pusat kota.

“Mudah-mudahan ini bisa menjawab kebutuhan akan masjid untuk shalat harian, madrasah, dan program lain untuk mempertahankan agama Islam di tengah mayoritas non-Islam. Ini kebutuhan mendesak dan penting untuk segera ditangani,” tulis halaman web resmi Islamic Center.

Rencananya, Masjid-e-Yusuf memiliki dua lantai yang dapat menampung hingga 700 jamaah. Lantai pertama akan menjadi ruang utama yang berdaya tampung 350 jamaah. Disediakan pula ruang khusus wanita dan anak-anak.

Pihak Islamic Center rajin meng-update kabar perkembangan pembangunan masjid tersebut. Dalam foto terakhir, bangunan masjid telah tampak berdiri. Terdapat banyak jendela, namun kubah masjid masih digarap. Ruang lantai satu masjid telah tampak rapi dan dapat digunakan.

Namun, dinding belum bercat dan bangunan seluruhnya masih dalam konstruksi. Muslimin Swaziland, terutama yang tinggal di ibu kota, sangat menanti rampungnya proyek masjid ini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Ef2y96
December 11, 2018 at 06:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Ef2y96
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Polisi: Enam Korban Tewas Diduga Anggota Separatis

Belum ada laporan tentang warga sipil yang tewas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan, enam warga sipil yang dilaporkan tewas saat tim gabungan TNI/Polri melakukan evakuasi di Yigi, Distrik Yall, Kabupaten Nduga, diduga anggota kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

Alasannya, sejak tim gabungan di kirim ke wilayah Kabupten Nduga tidak ada laporan yang diterima langsung anggota dilapangan tentang adanya warga sipil tewas tertembak.

"Belum ada laporan tentang adanya warga sipil yang menjadi korban penembakan anggota," kata Kombes Kamal di Jayapura, Senin (10/12).

Dia mengatakan, enam warga yang dilaporkan tewas diduga anggota KKSB karena kemungkinan tewas saat terjadi kontak tembak sebelum korban berhasil dievakuasi dan menguasai kawasan Mbua dan Yigi.

Baca juga, Menhan: Pembantai Pekerja di Papua adalah Pemberontak.

Menurutnya, tidak mungkin aparat keamanan dengan semena-mena menembak warga sipil karena mereka ada untuk melindungi masyarakat. Walaupun demikian, untuk memastikan, aparat tetap akan menyelidiki laporan ini.

Aksi penyerangan separatis terhadap karyawan PT. Istaka Karya, menewaskan 18 orang termasuk staf BBPJN Wilayah XVIII Papua dan anggota TNI AD dari Yonif 755 Yalet Sertu (anumerta) Handoko.

Ketika ditanya tentang nasib empat karyawan PT. Istaka Karya yang belum ditemukan, Kombes Kamal mengatakan, anggota masih melakukan pencaharian dengan menyisiri kawasan Yigi, dan gunung Tabo.

"Pencaharian masih terus dilakukan hingga ditemukannya seluruh karyawan yakni Rikki Kardo Simanjuntak, Petrus Ramli, M.Ali Akbar dan Hardi Ali," tutur Kombes Kamal

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QLIB0m
December 10, 2018 at 06:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QLIB0m
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

AS Tetap Dukung Koalisi Arab Saudi di Perang Yaman

AS telah memberikan bantuan militer kepada koalisi sejak 2015.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan mereka ingin tetap melanjutkan dukungan kepada Arab Saudi di perang Yaman. AS juga ingin melanjutkan upaya mereka melawan pengaruh Iran dan pemberontakan di negara-negara Arab.

"Dalam sistem kami ada tekanan, entah itu menarik diri dari konflik atau menghentikan dukungan dari koalisi yang mana sangat ditentang oleh pemerintah, kami yakin dukungan untuk koalisi dibutuhkan, mengirim pesan yang salah jika kami menghentikan dukungan," kata Wakil Asisten Sekretaris Departemen Luar Negeri AS untuk Negara-negara Arab di Teluk, Timothy Lenderking, Ahad (9/12).

Sejak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi 2 Oktober lalu di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, para senator AS menekan pemerintah menghentikan dukungan mereka terhadap Arab Saudi di perang Yaman. Pada bulan lalu, Senator-senator AS telah melakukan pemungutan suara untuk membuat resolusi agar AS menghentikan dukungan militer mereka kepada koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman.

Mereka juga meminta pemerintahan AS berhenti menjual senjata dan memberikan informasi intelijen kepada Arab Saudi. AS telah memberikan bantuan militer kepada koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman untuk memerangi pemberontak Houthi sejak 2015.

Bulan lalu. Amerika Serikat menghentikan pengisian bahan bakar kepada pesawat-pesawat yang mereka pinjamankan ke koalisi yang dipimpin Arab Saudi. Pesawat-pesawat tersebut bertanggung jawab atas kematian ribuan warga sipil di Yaman.

Kepastian untuk melanjutkan dukungan kepada koalisi Arab Saudi tersebut dinyatakan setelah ada perundingan perdamaian yang dipimpin PBB di Swedia. Pekan ini para pemimpin negara-negara Arab juga mengadakan rapat untuk membicarakan perang Yaman di Riyadh, Arab Saudi.

Lenderking mengatakan perundingan damai di Swedia menjadi langkah yang sangat penting untuk menghentikan perang yang telah menewaskan ribuan orang dan mengancam jutaan orang lainnya kelaparan. Ia mengatakan perundingan damai ini tidak akan berjalan dengan mudah.

Tapi, lanjutnya, ada sinyal perundingan tersebut berjalan dengan konstruktif. Pemerintah AS juga ingin pertemuan yang fokus pada langkah-langkah membangun kepercayaan dan transisi badan pemerintah menghasilkan sesuatu yang konkrit.  

"Kami mencari arah dimana persatuan Yaman tumbuh dan stabil dibandingkan menguras stabilitas regional dan global, tidak ada masa depan di Yaman untuk ancaman yang didukung Iran terhadap Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan pusat-pusat vital perekonomian internasional," kata Lenderking.

Lenderking mengatakan koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman tidak hanya juga melawan pemberontak Houthi tapi juga Al-Qaida dan ISIS. Yaman berada di sebelah selatan muara Laut Merah, salah satu rute perdagangan minyak terpenting di dunia. 

Konflik ini dikenal sebagai proxy war di Timur Tengah antara Arab Saudi dengan Iran. Pemberontak Houthi yang didukung Iran melawan pasukan yang loyal terhadap pemerintahan presiden Yaman Abd-Rabbu Monsour Hadi yang didukung koalisi yang dipimpin Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Pemberontak Houthi menguasai ibu kota Yaman, Sana'a setelah merebutnya dari pemerintahan Hadi pada 2014. Sementara pemerintahan Hadi menguasai sebelah selatan Yaman dan pusatnya di kota terbesar kedua di Yaman, yaitu Eden.

Lenderking mengatakan para ahli memperkirakan untuk bisa meraih kesepakatan damai maka 1 juta mantan pemberontak harus menyerahkan senjata merkea. Dibutuhkan juga reformasi sektor keamanan dan pemulihan infrastruktur dan perekonomian yang hancur karena perang.

"Upaya awal pemulihan sedang berjalan tapi untuk rekonstruksi penuh hanya bisa dilakukan dalam lingkungan yang damai, karena alasan itu kami ingin menutup ruang terhadap pengaruh Iran yang jahat," kata Lenderking.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zSy35Z
December 09, 2018 at 06:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zSy35Z
via IFTTT
Share: