Showing posts with label 2019 at 09:02PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:02PM. Show all posts

Wednesday, May 29, 2019

Kebersamaan Sahur Ibu Shinta Nuriah dengan Kaum Dhuafa

Ibu Shinta Nuriah melaksanakan sahur bersama dengan kaum dhuafa marginal.

REPUBLIKA.CO.ID, BONDOWOSO— Setiap Ramadhan tiba, hampir setiap hari Ibu Shinta Nuriah Abdurrahman Wahid, berkeliling ke sejumlah tempat untuk mengajak para dhuafa dan kaum terpinggirkan melakukan buka puasa bersama.

Namun, mantan ibu negara itu telah meninggalkan kegiatan tersebut. Bukan berarti dia meninggalkan kebiasaannya untuk bersantap bersama kaum tidak punya itu, melainkan hanya mengubah waktunya, dari berbuka bersama menjadi sahur bersama. 

Istri almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini memiliki alasan mengenai sahur bersma ini. "Kalau buka bersama itu kan bersama-sama membatalkan puasa, kalau sahur artinya bersama-sama mengajak orang berpuasa. Jadi daripada mengajak orang membatalkan puasa, saya sekarang memilih mengajak orang puasa. Kalau sahur bersama artinya kan saya mengajak orang besok berpuasa. Perkara besok setelah sahur bersama mereka puasa atau tidak, bukan urusan saya, yang penting saya sudah mengajak," kata perempuan berkerudung yang lahir di Jombang, Jawa Timur, 8 Maret 1948, ini dalam kegiatan sahur bersama dengan masyarakat di pendopo Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (29/5) dini hari .

Ibu Shinta yang dalam kegiatan itu didampingi Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Dandim Bondowoso Letkol Inf Tarmuji, Kapolres Bondowoso AKBP Febriansya dan sejumlah anggota Forkopimda itu juga mengemukakan alasan lainnya memilih kegiatan sahur keliling.

"Alasan lainnya karena kalau buka puasa bersama itu kan sudah banyak dan ada dimana-mana. Ada di masjid, hotel-hotel, rumah gedongan dan lainnya. Bahkan kadang yang mengundang untuk buka puasa bersama itu tidak puasa, termasuk kadang-kadang yang buka puasa bersama juga tidak puasa," katanya sambil tersenyum.

Ibu dari empat anak yang menyandang gelar magister humaniora atau MHum bidang kajian perempuan di Universitas Indonesia ini mengemukakan bahwa dalam kegiatan Ramadhan itu biasanya dia makan bersama dengan kuli bangunan, abang becak, pengamen, dan lainnya. Dia kemudian makan sahur bersama dengan mereka di kolong jembatan, di pasar-pasar atau di pinggir jalan bersama dengan para pengamen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JMWk47
May 29, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JMWk47
via IFTTT
Share:

Friday, April 12, 2019

Bawaslu: Cermati Visi-Misi Capres-Cawapres di Debat Terakhir

Dalam debat ada edukasi politik kepada masyarakat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abhan, mengimbau masyarakat untuk mencermati paparan visi dan misi dua kandidat capres-cawapres pada debat terakhir, Sabtu (13/4). Masyarakat bisa menyaksikan jalannya debat dari rumah.

"Debat capres-cawapres kan salah satu metode kampanye. Dalam debat ada edukasi politik kepada masyarakat," ujar Abhan ketika dijumpai di Kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/4).

Pada debat terakhir nanti, kedua kandidat paslon capres-cawapres akan menyampaikan visi, misi dalam bidang ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan-investasi dan perdagangan-industri.

"Jadi masyarakat di rumah cermati paparan visi dan misi dua kandidat capres-cawapres. Supaya bisa memastikan dan mendapatkan informasi dari masing-masing kandidat," tambah Abhan.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan debat terakhir Pemilu 2019 penting untuk disaksikan masyarakat Indonesia. Dalam debat pada Sabtu (13/4) nanti para kandidat capres-cawapres akan kembali tampil secara berpasangan.

"Mudah-mudahan dengan mencermati visi, misi dan tawaran masing-masing kandidat capres-cawapres itu bisa memantik masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya pada 17 April," ujar Pramono ketika dijumpai di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabub(10/4) malam.

Dia melanjutkan, tampilnya dua kandidat capres-cawapres secara berpasangan akan menambah nilai plus debat nanti. Kedua paslon akan saling mengkombinasikan ide mereka secara berpasangan.

"Sehingga masyarakat Indonesia bisa melihat kombinasi antarkandidat capres Cawapres dalam satu kesatuan lengkap tentanf bagaimana masing-masing pasangan menawarkan solusi untuk masyarakat," tegas Pramono.

Debat terakhir nanti digelar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat. Debat akan disiarkan oleh Net TV, ANTV, TV One dan Berita Satu TV mulai pukul 20.00 WIB dan dipandu oleh dua moderator, Balques Manisang dan Tomy Ristanto.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2v23gRC
April 12, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2v23gRC
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

Staf Ahli Menag tak Mau Komentari Praktik Jual-Beli Jabatan

Staf ahli Menteri Agama, Janedjri M Gaffar hari ini dipanggil KPK untuk kasus Romi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Staf ahli Menteri Agama, Janedjri M Gaffar, mengaku tak tahu menahu adanya praktik suap jual beli di jabatan di Kementrian Agama (Kemenag). Ia beralasan, baru setahun berada di Kemenag setelah sebelumnya menjabat Sekjen Mahkamah Konstitusi (MK).

"Oh itu tidak bisa saya komentari. Saya baru satu tahun di Kementerian Agama. Sebelumnya kan saya di Mahkamah Konstitusi," kata Jenedri usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Kamis (11/4).

Jenedjri menuturkan, kedatangannya ke KPK dalam rangka memenuhi kewajiban konstitusional, yaitu memenuhi panggilan KPK. "Saya menyampaikan terkait dengan dugaan tindak pidana Korupsi yang dilakukan RMY dan kawan kawan. Begitu intinya," ujar Jenedri.

Ditanyakan ihwal materi pemeriksaannya, mantan Sekjen MK itu menegaskan sudah menyampaikan semua yang ia ketahui kepada penyidik KPK. "Saya yakin penyidik KPK profesional, adil, dalam koridor hukum dan karena itu jika apa keterangan saya sampaikan, sebaiknya hubungi penyidik KPK. Karena penyidik KPK-lah yang mengetahui apa yang boleh disampaikan dan apa yang tidak boleh disampaikan," ucapnya.

Namun, ia tak memungkiri bila ada komunikasi antara mantan Ketum PPP Romahurmuziy dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin. Menurutnya, komunikasi itu adalah hal yang wajar.

"Kalau berkomunikasi saya rasa hal yang wajar kan. Karena antara ketua umum dan ketua dewan partai. Tapi, saya tidak pernah bertemu dengan RMY di Kementerian Agama. Saya tidak pernah bertemu dengan beliau selama ini. Saya kan baru ya di Kementerian Agama. Baru satu tahun," tuturnya.

Pemeriksaan Janedjri dilakukan tim penyidik lantaran kapasitasnya saat ini sebagai staf ahli Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Selain Janedjri, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa seorang staf ahli Menag lainnya bernama Oman Faturrahman.

"Jadi hari ini diagendakan pemeriksaan dua orang saksi untuk RMY. Mereka adalah staf ahli Menteri Agama," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

KPK menetapkan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag. Romi disinyalir mengatur jabatan di Kemenag pusat dan daerah.

Romi diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin. Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Iy7xEn
April 11, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Iy7xEn
via IFTTT
Share:

Sunday, March 31, 2019

Balitbang Agama Jakarta Susun Sistem Respons Konflik Agama

Ide sistem ini digagas Balitbang Agama Jakarta sejak pertengahan 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Agama melalui Balai Litbang Agama Jakarta  menyusun konsep dan sistem peringatan dan respons dini konflik keagamaan.    

Kepala Balai Litbang Agama Jakarta, Nurudin, mengatakan konsep awal pembuatan sistem ini tercetus sekitar pertengahan 2018. 

Penelitian tentang pola konflik keagamaan yang telah dilakukan Balai Litbang Agama Jakarta, menjadi dasar pembangunan sistem peringatan dan respons dini konflik keagamaan.

Kemudian ada inisiatif untuk membangun sistem yang dapat memfasilitasi diperolehnya informasi tentang kejadian atau peristiwa konflik dari sumber primer di lapangan, sebagai alternatif informasi yang disediakan media massa. 

“Pembahasan yang sekarang ini  kita lakukan masih tahap awal. Masih perlu beberapa tahapan lagi agar sistem ini bisa bisa berjalan, tutur dia

Dalam Evaluasi Kebijakan dan Pembahasan Draf Executive Summary Penelitian Sistem Peringatan dan Respons Dini Konflik Keagamaan di Indonesia Bagian Barat Fase II di Tengerang Selatan, akhir pekan lalu  dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Ahad (31/3).   

Nurudin menjelaskan, nantinya lewat sistem dan aplikasi ini diharapkan dapat mendeteksi secara dini gejala atau potensi terjadinya konflik, sehingga bisa menjadi basis melakukan tindakan mencegah konflik agar tidak mengalami eskalasi atau berubah menjadi kekerasan. 

Sejalan dengan Nuruddin, Karo HDI, Mastuki, mengatakan sistem ini mempertegas bila negara hadir dalam menyelesaikan isu-isu keagamaan. Tidak hanya hadir dalam bentuk struktur dan regulasi saja.

"Sistem ini memang cara baru bagaimana kita bisa mengantisipasi isu-isu keagamaan. Secara teknologi, aplikasi ini sangat mungkin dilakukan,” kata Mastuki.

Sementara itu, Karo Hukum dan KLN, Achmad Gunaryo, mangatakan perlu diskusi antarinstansi dan pemerintah agar sistem ini berjalan maksimal. Untuk itu, diperlukan proses merumuskan regulasi dan tentunya anggaran.

"Ini merupakan sebuah iktiar bagus untuk ditindaklanjuti, tetapi ini harus dipikirkan secara hati-hati, dilihat dari tanggung jawabnya. Apakah nantinya sistem ini ada di bawah Kementerian Agama atau juga melibatkan institusi pemerintah lainnya?  Nah, ini perlu kita diskusikan lagi,” ujarnya.

Rancangan dari Sistem dan Aplikasi Peringatan dan Respons Dini Konflik Keagamaan ini sudah dipresentasikan dalam rapat dengan Menteri Agama pada 14 Desember 2018. 

Dalam rapat tersebut, Menteri Agama memberi apresiasi positif terhadap upaya pembangunan sistem peringatan dan respons dini konflik keagamaan.  

Kegiatan yang dihelat Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta Kementerian Agama (BLAJ) dilakukan selama dua hari, 28-29 Maret 2019. Dihadiri 70 peserta terdiri dari pejabat Kementerian Agama dan perwakilan lembaga keagamaan di Jabotabek. 

Narasumber kegiatan ini Kepala Biro Humas, Data dan Informasi (HDI) Kemenag Mastuki, Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kemenag Achmad Gunaryo, dan peneliti INSEP Ahmad Syafi’i Mufid.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FORTT5
March 31, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FORTT5
via IFTTT
Share:

Saturday, February 23, 2019

Vs Indonesia, Vietnam Yakin Semifinal Selesai dalam 90 Menit

Indra tetap memilih untuk menyempatkan para pemainnya berlatih adu penalti.

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH -- Pelatih timnas Vietnam U-22 Nguyen Quoc Tuan meyakini laga semifinal Piala AFF U-22 melawan Indonesia akan bisa ditemukan pemenangnya dalam 90 menit. Kedua tim akan berlaga di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Ahad (24/2) sore.

"Saya kira pemenang akan ditentukan dalam 90 menit," kata Quoc Tuan selepas memimpin sesi latihan timnya di Stadion Nasional, Sabtu (23/2) sore.

Ketika dikonfrontasi dengan pernyataan Quoc Tuan, pelatih timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri menjawab dengan berkelakar meski tak menyembunyikan optimismenya. "Ya bagus dong, kita juga ingin 85 menit selesai," ujarnya sembari disambut gelak tawa awak media.

Kendati demikian, Indra tetap memilih untuk menyempatkan para pemainnya melakoni latihan eksekusi tendangan penalti pada sesi latihan sore selepas giliran Vietnam.

"Ya karena besok pertandingan setelah dua kali 45 menit akan dilanjutkan dengan dua kali 15 menit dan kalau tetap draw adu penalti," kata Indra. "Makanya semua kemungkinan yang akan terjadi besok kami antisipasi dari sekarang," ujar mantan pelatih timnas U-19 itu.

Indra pernah sukses mengalahkan Vietnam lewat adu penalti saat mengantarkan timnas U-19 menjuarai Piala AFF U-19 2013 silam. Oleh karena itu, ia tak kehilangan keyakinan bahwa timnya bisa meraih hasil terbaik saat menghadapi Vietnam esok.

Lebih lanjut, Indra mengatakan dengan waktu istirahat yang lebih pendek, ia ingin memastikan kondisi para pemainnya cukup siap menghadapi laga menentukan besok.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2No6C9N
February 23, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2No6C9N
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 13, 2019

Mantap Bertobat, Napi Nusa Kambangan Hapus Tato

Program hapus tato di lapas Nusa Kambangan

Foto: Republika TV/Fuji EP
EMBED
Sebanyak 73 narapidana sudah terdaftar mengikuti program hapus tato.


REPUBLIKA.CO.ID, NUSA KAMBANGAN -- Yayasan Baitul Maal (YBM) Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersama Islamic Medical Service (IMS) menggelar program hapus tato di Lapas Kembangkuning, Nusa Kambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Beberapa narapidana yang mengikuti program hapus tato mengaku sedang hijrah untuk bertobat.

Seorang narapidana yang akrab disapa Maman (38 tahun) sedang menjalani hukuman 20 tahun penjara. Dia mulai mengenal syariat agama Islam dengan lebih baik mulai tahun 2016. Sejak saat itu keinginannya beribadah semakin kuat.

Direktur IMS, Imron Faizin mengatakan, tahun ini IMS bersama YBM PLN menggelar kembali program hapus tato di lapas. Sebanyak 73 narapidana sudah terdaftar mengikuti program hapus tato.


Berikut video lengkapnya.

  • Videografer:
  • Fuji Eka Permana
  • Video Editor:
  • Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DFtFs2
February 13, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DFtFs2
via IFTTT
Share:

Bagaimana Islam Memandang Sihir? (6)

Mereka jauh dari Tauhid dan cenderung percaya dewa-dewi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada tulisan terdahulu, dijabarkan tentang sihir dengan mengutip keterangan dari para pakar tafsir Alquran. Kini, sedikit uraian tentang sihir dalam perspektif kesejarahan sosial.

Sejak lima ribu tahun sebelum Masehi (SM), masyarakat yang mendiami dataran rendah sekitar sungai Eufrat dan Tigris sudah memiliki tata kebudayaan yang cukup maju. Di samping pemimpin, mereka juga diatur kaum pendeta. Dari para perapal doa-doa itulah legitimasi kekuasaan diteguhkan.

Banyak kuil dan menara peribadatan berdiri untuk menyembah dewa-dewi. Demikianlah, masyarakat paganisme yang masih jauh dari Tauhid. Pada malam-malam sakral, beberapa anggota masyarakat kuno itu mengadakan ritual.

Mereka menyembah antara lain Hea selaku dewa bumi dan Ana dewa langit. Saat itulah mereka menjalankan gerakan-gerakan sihir (conjuration), termasuk membakar dupa, merapal mantra-mantra, atau bernyanyi hingga berteriak bersama.

Karena dianggap menyediakan ritual penyucian, para penyihir dipandang masyarakat itu sebagai pelindung. Mereka dipercaya mampu menunjukkan cara-cara yang dengannya masyarakat terhindar dari amarah para dewa. Mereka meyakini takhayul bahwa roh jahat yang yang bersemayam dalam diri manusia maupun yang berkeliaran di alam dapat menjauh bila menerima pertolongan penyihir.

Kala Penyihir dan Penguasa Lalim Bersatu

Akan tetapi, pemaknaan yang sebatas ritual-ritual itu dapat terjerumus ke dalam ekses. Sebagaimana diulas Eusebe de Salverte dalam esainya tentang sains supranatural (occult sciences), para penyihir kemudian berkongsi dengan para penguasa yang lalim.

Mereka merasa berjasa sebagai pemberi legitimasi bagi kokohnya kekuasaan atas rakyat. Bahkan, mereka mengklaim berada di atas hukum karena kedekatannya dengan penguasa.

Apa pun kata-kata yang keluar dari lisan mereka, dianggap orang-orang sebagai titah para dewa. Praktik-praktik sihir kemudian meluas. Tidak hanya di lingkup ritual.

Sihir juga menyasar orang-orang yang kebetulan tidak disukai rezim penguasa. Ketika sudah begitu, sihir pada zaman kuno itu tidak jauh berbeda daripada praktik-praktik perdukunan jahat yang kabarnya masih beredar di zaman modern. Sebut saja, teluh, santet, atau pesugihan.

Seligmann menulis, “Beberapa tukang sihir percaya bahwa mereka punya pandangan mata iblis. Dengan itu, mereka bisa membunuh hanya dengan menatap tajam ke korbannya. Mereka juga membuat gambaran (boneka) yang kemudian mereka bakar atau tusuk-tusuk, tergantung bagaimana mereka mau menyakiti korbannya.”

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sxry40
February 13, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Sxry40
via IFTTT
Share:

Saturday, February 2, 2019

Jokowi: Punah Sendiri Saja, Jangan Ajak Rakyat Indonesia

Jokowi mengingatkan Indonesia sebagai negara besar harus dibangun dengan optimisme.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyerukan siapapun yang mengatakan Indonesia akan bubar atau punah agar tidak mengajak rakyat. Ia menegaskan, Indonesia sebagai negara yang besar harus dibangun dengan optimisme yang terus-menerus.

"Bubar sendiri saja, punah sendiri saja, tapi jangan ajak-ajak kita, rakyat Indonesia," kata Jokowi saat berpidato dalam acara Temu Silaturahmi Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah dengan Calon Presiden RI Periode 2019-2024 di MG Setos, Semarang, Sabtu.

Jokowi mengatakan, optimisme merupakan semangat wirausaha dan pelaku usaha di Indonesia sebagai penggerak perekonomian di Tanah Air. Menurut dia, sesulit apapun keadaan Indonesia harus optimistis dalam segala hal.

"Bagaimana kita ini sebagai negara besar kalau mengiringi masyarakat dengan pesimisme seperti itu," katanya.

Jokowi menyebutkan, Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk 260 juta jiwa, yang 190 juta jiwa di antaranya ada di Pulau Jawa dan sisanya tersebar di 17.000 ribu di Indonesia. Ia mengungkapkan, mengelola Indonesia tidak gampang atau tidak seperti mengelola sebuah negara yang hanya satu daratan saja.

"Ini 17.000 pulau yang semua harus diurus infrastrukturnya, di-manage logistiknya, sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik," katanya.

Menurut Jokowi, sebagai sebuah negara besar maka tantangan juga besar. Namun, membandingkan Indonesia dengan negara-negara miskin di dunia juga tidak sebanding.

Menurut Jokowi, perekonomian Indonesia justru menunjukkan kemajuan. Hal ini dilihat dari angka Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di atas 1 triliun dolar AS dan masuknya nagara ini dalam komposisi G20.

"Jangan sampai ada yang mengatakan negara kita negara miskin, kita sudah masuk ke G20, masuk ke negara dengan PDB 1 triliun USD," katanya.

Jokowi mengajak para pengusaha untuk optimistis menatap masa depan untuk menjadikan Indonesia sebagai empat besar negara ekonomi terkuat dunia. Pada kesempatan itu hadir sekitar 1.500 pengusaha dari wilayah Jateng termasuk pengusaha milenial, start up, hingga pengusaha senior.

"Jangan sampai kita pesimistis, (kalau) ada yang ngomong Indonesia bubar, Indonesia bubar, yang benar saja," katanya.

Hadir mendampingi Jokowi, politisi PDIP Pramono Anung, pendiri dan Ketua Dewan Pembina Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Jokowi-Ma'ruf, Bahlil Lahadalia, Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding, Ketua DPC PDIP Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan CEO Suara Merdeka Kukrit Suryo Wicaksono.

Pernyataan Jokowi tersebut merupakan tanggapannya yang kesekian kali terhadap argumentasi capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Saat menyampaikan pidato di acara Konfernas Partai Gerindra yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12/2018), Prabowo mengatakan Indonesia bisa punah jika pihaknya kalah di Pilpres 2019.

Prabowo mengungkapkan sudah terlalu lama elite berkuasa dengan langkah dan cara yang keliru yang menyebabkan tingginya ketimpangan sosial di Indonesia.

"Kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah negara ini bisa punah," kata Prabowo.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G5Lmoy
February 02, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G5Lmoy
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 29, 2019

Persaingan Fintech Makin Ketat Dinilai Positif

Mengedukasi keuangan dinilai tidak mudah sehingga perlu dilakukan banyak pihak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyaknya pelaku financial technology (fintech) bermunculan terutama di bidang pembayaran (payment) membuat persaingan semakin ketat. Meski begitu, CEO Faspay Eddy Tju menilai, ketatnya persaingan tersebut justru positif. Apalagi pasar di Indonesia masih sangat besar.

"Maka pengembangan produk baru jadi sesuatu yang bagus. Menurut saya adanya kompetisi jangan direspons negatif," ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Selasa, (29/1).

Menurutnya, semakin banyak pemain fintech payment semakin bagus. Pasalnya, mengedukasi kesadaran keuangan atau inklusi keuangan tidak mudah sehingga perlu dilakukan banyak pihak.

"Penetrasinya pun butuh waktu. Jadi semakin meriah semakin banyak," kata dia.

Senada dengan Eddy, CEO dan Co-Founder Bizhare Heinrich Vincent pun setuju adanya kolaborasi. Apalagi, perusahaan fintech equity crowdfunding ini merasa, model bisnisnya terbilang baru dibandingkan fintech bidang lainnya sehingga perlu menggandeng lembaga lain.

"Kami juga kolaborasi dengan bank. Di sini bank sebagai partner karena kita nggak bisa jalan sendiri, bedanya di segmen mana yang mau kita garap," katanya pada kesempatan serupa.

Ia menambahkan, fintech equity crowdfunding bukanlah kompetitor bagi bank maupun fintech lainnya, melainkan solusi alternatif bagi pendanaan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). "Jadi equity crowdfunding merupakan urun dana berbasis saham. Kalau dulu orang patungan untuk model sosial bantu orang, ini tujuannya untuk investasi basisnya kepemilikan saham," kata Heinrich.

Hingga kini total pendanaan Bizhare ke UKM telah mencapai sekitar Rp 6,2 miliar. Dengan total pengajuan pendanaan sebanyak 638 dan jumlah investor yang terdaftar menembus 11.924.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FW0hBG
January 29, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FW0hBG
via IFTTT
Share:

Vinicius Berharap Neymar Berkostum Real Madrid

Vinicius mengaku sudah lama menjadi penggemar kapten Selecao itu.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Vinicius Junior ingin Neymar da silva jr merapat ke Real Madrid. Isu bakal berlabuhnya eks Barcelona ke El Real sempat merebak beberapa bulan lalu.

Namun, berkali-kali Neymar membantah hal tersebut. Ia mengaku nyaman berkostum Paris Saint-Germain (PSG).

Kini, Vinicius mengungkit rumor yang mulai dilupakan. Ia berharap seniornya bisa berbagai kamar ganti dengannya di Los Blancos.

"Saya selalu ingin bermain bersama Neymar, baik di Real Madrid atau di tim nasional Brasil," kata pesepak bola 18 tahun, dikutip dari Marca, Selasa (29/1).

Vinicius mengaku sudah lama menjadi penggemar kapten Selecao itu. Bahkan saat Neymar masih berkiprah di Santos. "Tentu tidak ada masalah jika saya berada di tim yang sama dengannya," ujar wonderkid Los Merengues itu.

Perlahan tapi pasti, Vinicius menjadi andalan baru Madrid. Sejauh musim ini berjalan, ia tampil dalam 18 laga di berbagai ajang dan mencetak tiga gol.

Kendati demikian, El Real terus dikabarkan butuh bintang baru sebagai pengganti Cristiano Ronaldo. Selain Eden Hazard, nama Neymar disebut-sebut bakal berlabuh ke Santiago Bernabeu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G87EoE
January 29, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G87EoE
via IFTTT
Share:

Thursday, January 17, 2019

Kemendagri Sarankan VFS Tasheel Kerjasama dengan Pemerintah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan seharusnya Visa Vacilitation Service (FVS) Tasheel bisa bekerjasama dengan Kemendagri melalui kerjasama bilateral dan tak perlu melakukan aktivitas pengambilan rekam sidik jari dan airis mata jamaah.   

“Karena biometriknya sudah ada. Maka biometrik yang sudah ada di Kemendagri ini bisa digunakan dengan kerjasama bilateral  RI dan Arab Saudi,” kata Direktur Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Zudan Arif Fakrullah, kepada Republika.co.id di Jakarta, Kamis (17/1).   

Dengan demikian, kata Zudan, layanan publik menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan gratis. Rekam biometrik penduduk Indonesia sudah ada di data base kependudukan Kemendagri. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi diambil sidiknya jari dan airis matanya berkali-kali untuk keperluan yang berbeda-beda. 

“Karena apapun keperluannya kan sidik jarinya sama, pakai saja yang sudah ada di Kemendagri,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, tujuan Kemendagri mengirim surat ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKP) bukan untuk melarang menjalankan bisnisnya di Tanah Air, melaikan untuk meminta VFS Tasheel berkoordinasi jika ingin melakukan rekam biometrik terhadap penduduk Indonesia yang hendak berangkat umrah.  

“Kita tidak melarang Tasheel berusaha. Silakan jalankan bisnisnya,” kata Zudan.  

Berita Terkait

Menurut Zudan, tujuan Kemendagri mengirimkan surat ke BKMP adalah untuk memberikan kemudahan kepada kedua belah pihak antara calon jamaah dan VFS Tasheel untuk menjalankan bisnisnya di Indonesia. “Kemendagri berniat memberikan kemudahan untuk calon jamaah haji dan umrah,” katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CskP09
January 17, 2019 at 09:02PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CskP09
via IFTTT
Share: