Showing posts with label 2019 at 08:53PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:53PM. Show all posts

Saturday, May 25, 2019

Qatar: Syarat Perdamaian Palestina-Israel Politik yang Adil

Perdamaian Palestina-Israel mustahil terjadi tanpa solusi politik yang adil.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA—Pemerintah Qatar menyatakan perkembangan ekonomi yang dibutuhkan untuk perdamaian Palestina-Israel tidak dapat dicapai tanpa solusi politik yang adil dan dapat diterima rakyat Palestina. Pernyataan ini menyusul rencana perdamaian kedua belah negara yang akan diumumkan AS bulan depan.

Gedung Putih akan memaparkan bagian pertama rencana perdamaian Palestina-Israel yang telah lama dinanti Presiden Donald Trump saat pihaknya menggelar konferensi internasional di Bahrain pada akhir Juni.

Rencana, yang digadang-gadang oleh Trump sebagai kesepakatan abad ini, diharapkan mampu mendatangkan investasi di Tepi Barat dan Jalur Gaza dari sejumlah negara donor Arab sebelum bergulat dengan isu politik di jantung konflik tersebut.

Pejabat Palestina akan menegur upaya AS, yang mereka yakini akan menjadi sangat bias mendukung Israel.

Kementerian Luar Negeri Qatar, dalam satu pernyataan, mengomentari konferensi mendatang mengatakan, "Menyelesaikan tantangan ini dibutuhkan ketulusan niat, upaya bersama dari para aktor regional maupun internasional serta kondisi politik yang tepat untuk kemakmuran ekonomi."

"Kondisi ini tidak akan dicapai tanpa solusi politik yang adil terhadap isu masyarakat di wilayah tersebut, terutama isu Palestina, sesuai dengan kerangka kerja yang dapat diterima oleh saudara-saudara rakyat Palestina," bunyi pernyataan tersebut.

Qatar, sekutu dekat AS sekaligus rumah bagi pangkalan udara terbesarnya di Timur Tengah, mengucurkan jutaan dolar ke Jalur Gaza yang miskin selama setahun terakhir guna meningkatkan perekonomian. Pihaknya bulan ini juga menjanjikan dana tambahan 480 juta dolar AS untuk mendukung baik Gaza maupun Tepi Barat.

Sumber: Reuters

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JGzx9R
May 25, 2019 at 08:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JGzx9R
via IFTTT
Share:

KPK Ingatkan Sofyan Basir

KPK melayangkan surat panggilan untuk penjadwalan pemeriksaan Sofyan Basir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan surat panggilan untuk penjadwalan ulang pemeriksaan Dirut PT PLN nonaktif Sofyan Basir (SFB) sebagai tersangka kasus korupsi kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Pada Jumat (24/5) Sofyan tidak memenuhi panggilan KPK sebagai tersangka.

"Surat panggilan penjadwalan ulang pemeriksaan SFB sebagai tersangka telah dikirim ke alamat SFB kemarin, jadwal ulang minggu depan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu (25/5).

KPK pun mengingatkan agar Sofyan dapat memenuhi panggilan tersebut sebagai sebuah kewajiban hukum. "Kami ingatkan agar yang bersangkutan memenuhi panggilan ini sebagai sebuah kewajiban hukum," ucap Febri.

Sebelumnya, KPK memanggil Sofyan pada Jumat (24/5). Namun, Sofyan tidak tidak dapat hadir dengan mengirimkan surat ke KPK dan meminta penjadwalan ulang.

Soesilo Aribowo, pengacara Sofyan mengatakan bahwa kliennya tidak dapat memenuhi panggilan KPK karena juga mendapat panggilan dari Kejaksaan Agung sebagai saksi terkait kasus kapal pembangkit.

"Ternyata hari ini ada dua panggilan yang waktunya bersamaan. Pak SFB ada panggilan juga di Kejagung sebagai saksi dalam kasus terkait kapal pembangkit, sudah dua kali tidak hadir. Sepertinya akan menghadiri panggilan Kejagung hari ini," kata Soesilo Aribowo, pengacara Sofyan saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (24/5).

Pemanggilan sebagai tersangka pada Jumat (24/5) merupakan yang kedua bagi Sofyan setelah sebelumnya diperiksa sebagai tersangka pada Senin (6/5) lalu. Saat itu, KPK belum menahan Sofyan usai diperiksa. Dalam perkembangan kasus itu, tersangka Sofyan pun telah mencabut permohonan praperadilan yang diajukannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Soesilo Aribowo, pengacara Sofyan juga mengatakan, bahwa kliennya tidak dapat memenuhi panggilan KPK pada Jumat kemarin. Ia menyebutkan alasan bahwa, Sofyan juga mendapat panggilan dari Kejaksaan Agung sebagai saksi terkait kasus kapal pembangkit.

"Ternyata hari ini ada dua panggilan yang waktunya bersamaan. Pak SFB ada panggilan juga di Kejagung sebagai saksi dalam kasus terkait kapal pembangkit, sudah dua kali tidak hadir. Sepertinya akan menghadiri panggilan Kejagung hari ini," kata Soesilo Aribowo, pengacara Sofyan saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2K0tblj
May 25, 2019 at 08:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2K0tblj
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 1, 2019

Kisah si "Raja Pick Up" yang Monumental

Suzuki Indomobil Sales terus mengembangkan Suzuki Carry berbagai versi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap kendaraan legendaris tentunya telah meninggalkan kesan yang mendalam bagi pemiliknya. Apalagi bila kendaraan itu telah sejak lama dimilikinya. Banyak kenangan indah yang sulit dilupakan yang membuat sang pemiliki terasa berat melepaskannya ke tangan orang lain. 

Demikian halnya dengan kesan Dang Sani Imansyah, pemiliki Suzuki Carry Pick Up ST 20 produksi tahun 1981. Kendaraan yang resmi dimilikinya sejak 2016 ini, sebelumnya sejak lama menjadi impiannya. "Waktu SMA 1986 di Garut kendaraan ini sempat saya pakai, ke daerah perkampungan dan kehabisan bensin," katanya mengenang. 

Sani yang saat itu masih duduk di bangku SMA dan belum bekerja merasa takut karena kendaraan yang dipinjamnya secara diam diam mogok di tengah jalan. Waktupun berjalan, hingga beberapa puluh tahun kemudian Sani menjumpai kembali kendaraan Suzuki Carry Pick Up ST 20 tersebut berada di kediaman kakaknya. Kendaraan tersebut digunakan untuk menjual gas tabung di Garut, Jawa Barat. "Saya waktu itu sudah minta supaya kalau mau dilepas jangan ke orang lain," katanya. 

Sang kakak menyetujui permintaan Sani hingga pada 2016 kendaraan itu resmi menjadi miliknya setelah menebus seharga Rp 14 juta. "Harga segitu mahal, orang lain ada yang nawar 10 jutaan," kata Sani tertawa. Namun, pria PNS di Garut ini tidak mempermasalahkan harga tersebut karena baginya, kenangan indah sulit ditukar dengan uang. 

Kini, Sani boleh berbangga diri menjadi salah satu pemilik Suzuki Carry ST 20 yang langka di Garut dan sekitarnya. Setiap kali kendaraan tersebut dikemudikannya, selalu menarik perhatian orang. Tidak jarang warga yang memintanya untuk melepas mobil kesayangannya tersebut. "Ada yang nawar sampai Rp 75 juta ke saya," katanya. 

Namun, beragam tawaran harga yang mendatanginya belum mampu menggoyahkan hatinya. Bahkan Sani secara teratur melakukan perawatan berkala Suzuki kesayangannya itu ke bengkel resmi. Biaya perawatannyapun juga cukup terjangkau. Untuk turun mesin sudah termasuk ongkos hanya Rp 900 ribu dengan menggunakan suku cadang asli Suzuki yang banyak tersedia di Garut.  

Sani hanya satu dari ribuan atau lebih pemilik Suzuki Carry pick up yang telah dipasarkan di tanah air sejak tahun 1976. Saat itu pemerintah Indonesia bermimpi memiliki kendaraan serbaguna berukuran kecil yang mampu mengangkut berbagai produk masyarakat dan dapat dikembangkan di dalam negeri. 

Saat itu di Manado,  Sulawesi Utara sedang panen cengkeh yang luar biasa. Pihak Suzuki segera memperkenalkan Suzuki Carry ST 20 berkapasitas 500 cc, kendaraan angkut ringan yang cukup modern saat itu. Bahkan sempat dilakukan demonstrasi  mampu mengangkut beban hingga 1 ton lebih. Kendaraan ini juga digunakan untuk mengangkut manusia setelah disesuaikan di beberapa bagian. "ini monumental buat kami," kenang Seobronto Laras, Presiden Komisaris PT Suzuki Indomobil Motors, disela acara Telkomsel Indonesia International Motor Show, Kamis (26/4).

Pihak Suzuki Indomobil Sales terus mengembangkan Suzuki Carry berbagai versi. Menurut catatan laman Gaikindo, Suzuki Carry pick up terus diperbarui dengan Super Carry ST20 pada 1977 dan Carry ST100 pada 1983. Diulanjutkan Carry 1000 yang banyak digunakan sebagai angkutan kota,  Carry Futura tahun 1989, Mega Carry tahun 2011 dan sebagainya.  Hingga kini sudah lebih dari 1 juta unit Carry pick up diproduksi dan telah dipasarkan ke 59 negara. 

Suzuki sukses membukukan wholesales sebanyak 520.528 unit mobil pikap Suzuki selama periode 2009-2018 dengan capaian akhir market share pada 2018 sebesar 50 persen, menjadikan kendaraan niaga andalan Suzuki ini dengan predikan "Rajanya pick up" di industri otomotif Indonesia. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vvjkeL
May 01, 2019 at 08:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vvjkeL
via IFTTT
Share:

Friday, April 26, 2019

TRB Dukung Jokowi Mewujudkan Ekonomi Kerakyatan

Pemerintahan Jokowi - KMA berkomitmen meningkatkan kesejahteraan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tim Relawan Bersatu (TRB) berkomitmen untuk mendukung Presiden Joko Widodo mewujudkan ekonomi kerakyatan. Jaringan mereka yang tersebar di seluruh provinsi siap digerakkan untuk mengajak masyarakat merealisasikan kebijakan tersebut.

Ketua umum Tim Relawan Bersatu (TRB) H Ayep Zaki mengatakan, Pemerintahan Jokowi - KMA berkomitmen meningkatkan kesejahteraan. Seluruh relawan yang dipimpinnya siap mengimplementasikan apa yang disampaikan pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin saat kampanye pada Pilpres lalu.

Menurut Zaki, TRB akan melaksanakan perintah Jokowi terutama dalam bidang sektor ekonomi melalui program ekonomi kerakyatan yang memang telah dijalankannya sejak tahun 2005.

"TRB siap jalankan amanah Jokowi saat kampanye lalu terutama mengentaskan kemiskinan melalui sektor pangan," ujar Zaki dalam acara "Tasyakur Atas Pemilu Damai Dari Ulama Untuk Indonesia Maju" dengan tema "Indonesia Bersama K.H. Maruf Amin"  di Jakarta pada Jumat (26/4).

Dasar negara ini, yaitu Pancasila dan UUD 45 sudah final.  Siapapun tidak boleh mengubahnya. Dengan berpedoman kepada dasar negara, Indonesia akan adil dan sejahtera. Ekonomi dan pendidikan berkeadilan yang merata diseluruh wilayah Indonesia akan terwujud. “Kita yakin negara ini akan lebih maju,” katanya.

Acara tersebut dihadiri Ketua umum Tim Pemenangan Presiden (TPP) DOA Dr H Ikhsan Abdullah dan Ketua umum Arus Bawah Indonesia (ARBI) Dr Lukmanul Hakim.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZEnIWO
April 26, 2019 at 08:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZEnIWO
via IFTTT
Share:

Saturday, March 9, 2019

Jusuf Kalla Gelar Pertemuan dengan Pengurus DMI

Jusuf Kallah menyampaikan agar jamaah masjid tidak terpecah belah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) sekaligus Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla menerima sejumlah Pengurus Pusat DMI di Rumah Dinas Wapres, Kemeng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3). Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kallah menyampaikan agar jamaah masjid tidak terpecah belah.

Berdasarkan pantuan Republika.co.id di lokasi, sebelum menerima pengurus DMI, Kalla melakukan shalat maghrib dulu di Masjid Sunda Kelapa yang letaknya tidak jauh dari Rumah Dinas Wapres. Sekitar pukul18.50 WIB, Kalla keluar dari masjid tersebut dengan mengenakan baju serba putih bersama para pengawalnya. Di belakangnya, pengurus DMI turut mengikutinya untuk segera melakukan pertemuan.

Pertemuan itu pun digelar secara tertutup. Awak media hanya diperkenankan untuk memgambil gambar sebentar. Saat Republika.co.id memgambil foto, Kalla terdengar menyampaikan pesan-pesan kepada pengurus DMI, yang di antaranya berpesan untuk menjaga jamaah agar tidak terpecah belah.  "Jamaahnya jangan sampai pecah," ujar Kalla saat melakukan pertemuan tersebut.

Menurut Kalla, siapapun yang menang dalam Pilpres 2019 tidak menjadi masalah. Yang penting menurutnya DMI harus bisa menjaga persatuan.  "Siapapun yang menang, siapapun yang kalah kita tak jadi masalah," ucap Kalla.

Hingga berita ini ditulis, pertemuan itu masih berlangsung. Karena itu, belum diketahui secara keseluruhan apa yang dibahas Kalla bersama sejumlah pengurus DMI tersebut. Di antara pengurus DMI yang mengikuti pertemuan tersebut, tampak Plt Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI), Arief Rosyid. Sementara, Sekjen DMI, Syafuddin belum tampak hadir dalam pertemuan tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SPFFgk
March 09, 2019 at 08:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SPFFgk
via IFTTT
Share:

Dapat Perlawanan Ketat Pacific, Stapac Akhirnya Lolos Final

Meski menang pelatih Stapac Giedrius Zibenas tidak puas dengan penampilan pemainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski sempat mendapatkan perlawanan ketat dari Pacific Caesar Surabaya di kuarter terakhir, Stapac Jakarta tetap berhasil mengalahkan lawannya dengan skor 81-75. Dengan kemenangan ini, Stapac memastikan langkahnya ke partai puncak IBL Pertamax 2018/2019.

Bermain di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB) Kuningan, Jakarta, Sabtu (9/3), Stapac yang mendapat dukungan dari penonton, sepertinya akan mudah mengalahkan Pacific.

Seperti dalam laga semifinal pertama kemarin, Pacific hanya bisa memberikan perlawanan di kuarter satu. Ditambah cedera Jjuan Hadnot yang harus keluar di kuarter tiga. Stapac semakin leluasa.

Stapac memimpin 20-17 di kuarter satu. Jeda istirahat, Stapac masih unggul 41-38. Pacific memangkas jarak 58-61 di akhir kuarter tiga.

Namun di luar dugaan di kuarter empat walau dengan satu pemain asing, Pacific memberikan perlawanan ketat. Diawali saat waktu 08.02 menit, dua angka Calhoun membuat tim asuhan Kencana Wukir ini berbalik memimpin 63-62.

Bahkan Calhoun dkk mampu unggul 71-67. Namun Stapac yang unggul rotasi pemain, akhirnya bisa membalikkan keadaan. Saat waktu menyisakan 03.48 menit lagi, Abraham Damar Grahita yang lolos dari penjagaan mampu melakukan ofensif rebound. Stapac menjauh 78-75.

Keunggulan ini berhasil dipertahankan hingga akhir laga. Stapac pun menang 81-75 dan memastikan langkahnya ke babak final IBL Pertamax 2018/2019.

Kendal Yancy menjadi pencetak angka terbanyak bagi Stapac dengan 27 angka dan 10 rebound. Widyantaputra Teja juga tampil dengan sumbangan 14 angka. Savon Goodman yang mencetak dunk di akhir laga kali ini mencetak double-double 11 angka dan 10 rebound.

Di kubu Pacific Caesar Surabaya, Calhoun menjadi motor utama dengan 34 angka dan 18 rebound. Pemain lokal Pacific, Muhammad Hardian Wicaksono membukukan 13 angka, serta Anindya Putra 12 angka.

Meski menang pelatih Stapac Giedrius Zibenas tidak puas dengan penampilan pemainnya. Ia pun memberikan respek kepada Pacific. "Respek kepada Pacific yang memberikan perlawanan sengit. Kecewa dengan permainan kami kali ini," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2J1svx6
March 09, 2019 at 08:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2J1svx6
via IFTTT
Share:

Monday, February 11, 2019

Dampak Negatif Kenaikan Tarif Ojek Daring

Ketua Tim Peneliti Research Institute Of Socio-Economics Development (RISED), Rumayya Batubara

Foto: Republika TV/Pina Darayani
EMBED
RISED menilai tarif ojek daring saat ini sudah sesuai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Terkait rencana pemerintah menaikan tarif ojek daring, Ketua Tim Peneliti Research Institute Of Socio-Economics Development (RISED), Rumayya Batubara, angkat bicara. Menurutnya, tarif yang ada saat ini sudah sesuai.

Dari hasil survei responden pengguna ojek daring, 45,83% menyatakan tarif saat ini sudah sesuai. Terdapat 28% responden mengatakan tarif ojek daring yang mahal. Masyarakat juga masih banyak yang enggan mengeluarkan uang tambahan dalam menggunakan ojek daring.

Ia menambahkan, jika terjadi kenaikan tarif pada ojek daring, pengguna kendaraan pribadi semakin meningkat dan berdampak pada kemacetan.

Berikut video lengkapnya.

  • Videografer:
  • Pina Darayani
  • Video Editor:
  • Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MXLZkq
February 11, 2019 at 08:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MXLZkq
via IFTTT
Share:

Friday, February 1, 2019

Lika-Liku Nadia, Hafizah Alquran di Usianya yang Belia

Menurut Nadia, Allah SWT memudahkan Alquran untuk dibaca dan dihafal untuk siapapun.

REPUBLIKA.CO.ID, BOJONGSOANG— Menjadi seorang penghafal Alquran (hafizah), adalah cita-cita Nadia Hanabila Makarima sejak kecil. Cita-cita itu muncul setelah kedua orangtuanya sering memberikan pelajaran tentang keutamaan Alquran. Lalu, ia pun sering dan banyak membaca buku-buku tentang keutamaan Alquran.  

Keinginan menjadi hafiz Alquran terus muncul ketika dirinya duduk di bangku sekolah dasar (SD) di SD IT Ibnu Sina dan lulus pada 2014 lalu. Sejak saat itu, kedua orang tuanya mengajak remaja 16 tahun tersebut untuk lebih tahu pesantren-pesantren yang khusus fokus dibidang tahfiz Alquran.  

Hingga akhirnya, ia memutuskan belajar di Baitul Quran yang berada di Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Saat memasuki dunia tahfiz, anak kedua dari empat bersaudara ini mengaku baru memulai belajar di bidang tahfiz. 

"Saya memulai tahfiz Alquran dari nol disana (Baitul Quran)," ujarnya kepada Republika.co.id saat ditemui di MA Inspiratif Al-Ilham di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jumat (1/2). Sejak belajar di Baitul Quran, ia mengaku fokus belajar agar bisa hafiz Alquran.  

Ia menuturkan, tiga kali dalam sehari ia terus belajar tahfiz Alquran. Pagi, sore dan malam, dirinya mengaku diwajibkan menyerahkan setoran hafalan Alquran kepada ustaz. Hal itu yang membuat dirinya terus menempa diri agar bisa hafiz Alquran.  

"Pagi saya setor hafalan, sore murajaah, mengulang setoran hafalan kembali dan malam mempersiapkan hafalan untuk disetorkan pagi hari," katanya. Ia mengaku,  selama proses menghafal kadangkala mengalami kesulitan. 

Tidak hanya itu, Nadia menuturkan jika dirinya seringkali merasakan kebosanan dan malas menghafal Alquran. Namun, kendala-kendala tersebut sirna ketika dirinya termotivasi melihat siswa lainnya yang masih duduk kelas 1 SD namun sudah hafiz 30 juz.

Selama berproses di Baitul Quran periode 2014-2016, ia mengungkapkan berhasil hafiz Alquran 11 juz. "Alhamdulillah lulus disana hafal 11 juz," katanya. Di sela-sela libur sekolah menuju masuk ke tingkat SMA, ia mengikuti karantina tahfiz selama dua pekan di Bandung.

"Di karantina tahfiz Alquran di Bandung dapat dua juz," ujar remaja yang tinggal di Cicaheum, Kota Bandung itu. 

Setelah menyelesaikan karantina tahfiz Alquran di Bandung dan masa libur sudah selesai, Nadia memutuskan melanjutkan sekolah ke MA Inspiratif Al-Ilham di Kabupaten Bandung.  

Ia mengungkapkan ketika mulai belajar pertama kali di kelas 10, ia sudah hafal 13 juz. Kemudian, selama belajar di lembaga pendidikan Islam tersebut, dirinya mengaku menyelesaikan hafal 30 juz saat berada di bangku kelas 11. 

Menurutnya, hafalan yang harus disetorkan kepada ustaz dilakukan secara bertahapan. Ia mengungkapkan jika selama di MA Inspiratif Al-Ilham mampu menghafal delapan juz Alquran. Sementara sembilan juz hafalan lainnya diperolehnya saat mengikuti karantina tahfiz Alquran di Kuningan. 

"Alhamdulillah, Juli 2018 kemarin saya khatam hafal Alquran 30 juz. Setoran hafalan di MA disetorkan ke ustazah," ujarnya yang tinggal di asrama sekolah. Ia mengaku bersyukur bisa menjadi hafizah 30 juz.

Ia mengungkapkan, selama menghafal Alquran selalu mendapatkan kemudahan dan kelancaran. 

Nadia meyakini bahwa janji Allah SWT yang tertuang di surah al-Qamar menyebutkan Allah telah mempermudah (yang belajar) Alquran benar adanya.

"Asal niatnya ikhlas, jadi gampang gitu. Dulu menghafal satu halaman Alquran, hafalannya bisa empat jam. Sekarang satu halaman bisa 7 menit," ungkapnya. 

Oleh karena itu ia berbagi, bagi yang hendak menghafal Alquran maka harus memperbarui niat terlebih dahulu. 

Ia mengungkapkan, usia dan fisik seseorang pun tidak membatasi jika ingin hafiz Alquran. Sebab saat dirinya mengikuti karantina tahfiz Alquran banyak yang sudah berumur dan difabel bisa hafiz Alquran.

"Waktu karantina, ada kakek usia 70 tahun bisa 10 juz dalam dua pekan. Usia nggak jadi penghambat menghafal Alquran. Banyak orang difabel baca Alquran," ungkapnya.

Ia berbagi pengalaman bagi yang hendak menghafal Alquran agar merelakan waktu belajar Alquran. “Sebab Alquran tidak akan meluangkan waktunya untuk kita. Namun kita yang harus meluangkan waktu,” kata dia. 

Hadiah umrah 

Keberhasilan Nadia Hanabila Makarima menghafal 30 juz Alquran diapresiasi Wakil Bupati Bandung, Gun Gun Gunawan. Orang nomor dua di Kabupaten Bandung itu memberikan penghargaan berupa umrah gratis dan surat rekomendasi kuliah untuknya.

"Alhamdulillah saya dapat umrah dan surat rekomendasi kuliah, pengen masuk ITB jurusan teknik industri," katanya. Dirinya mengaku fokus belajar untuk menjadi hafiz Alquran. 

Kepala Sekolah MA Inspiratif Al-Ilham, Deviani, mengungkapkan sesudah ujian nasional, pihak pesantren akan melakukan ujian sertifikasi bagi santri yang sudah mempunyai hafalan Alquran. 

"Sesudah UN, seluruh siswa akan ujian sertifikasi hafalan yang dimilikinya untuk kemudian dikeluarkan sertifikat hafalan," ungkapnya.

Dirinya menuturkan, jika Nadia merupakan sosok santri yang salihah, cerdas, dan pintar. Namun, remaja berusia 16 tahun tersebut dikenal teman-temannya dan ustaz-ustazah sebagai sosok yang pemalu.

   

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GcDwZv
February 01, 2019 at 08:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GcDwZv
via IFTTT
Share:

Monday, January 28, 2019

Umrah Bersama Al Zahra Bisa Mengunjungi Ulama Makkah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Al-Zahra Tour and Travel memberikan program khusus bagi calon jamahaah umrah yang mendaftar untuk keberangkatan 10 Maret 2019. Program ini dinamakan Umrah Spesial Milad Al-Zahra yang kedua.

Direktur Utama Al-Zahra Habib Abu Bakar Soleh Al Zufri mengatan, untuk program Umrah Spesial Milad ini Al-Zahra mengajak jamaah berkunjung ke beberapa ulama di Makkah dan Madinah. "Khusus paket milad kita ada kunjungan ke beberapa ulama di kota Makkah," kata Habib Abu Bakar saat berbincang dengan Republika.co.id, Sabtu (26/1).

Habib Abu Bakar Soleh Al Zufri mengatakan, tujuan Al-Zahra mengagendakan jamaah mengunjungi ulama di Makkah ialah untuk memperluas khazanah ilmu agama para jamaah. Sehingga selain melakukan ritual umrah, jamaah mendapat tambah ilmu agama langsung dari sumbernya. Karena jamaah akan diberikan kesempatan untuk tanya jawab. “Tujuan kunjungan ke para ulama untuk mengikuti majelis ilmu yang diadakan,” katanya.

Selain mengajak jamaah bertemu dengan beberapa ulama di Makah, Program Umrah Spesial Milad Al-Zahra yang kedua juga mengagendakan jamaah umrah bersama Al Habib Mahdi bin Muhammad al Hiyed, alumni Pondok Pesantren Daarul Mustofa, Tarim Hadramaut. “Program milad kita dimbimbing oleh Al Habib Mahdi bin Muhammad al Hiyed yang merupakan alumni Pondok Pesantren Daarul Mustofa,” katanya.

Abu Bakar mengatakan, nanti selama di Tanah Suci, Al Habib Mahdi bin Muhammad-al Hiyed sebagai murid Habib Umar bin Hafiz ini akan memberikan ilmu pengetahuan tentang agama kepada jamaah yang mendaftar di Program Umrah Spesial Milad Al-Zahra. “Beliau akan memberikan kajian Siroh Nabawi di Madinah dan acara kajian tentang keutamaan umrah dan Makkah,” katanya.

Berita Terkait

Abu Bakar menginformasikan, Program Umrah Spesial Milad Al-Zahra ini seatnya terbatas. Dia menjelaskan saat ini masih ada 50 seat yang belum terisi. Untuk itu, jamaah diminta segera mendaftarkan umrah di travel Al-Zahra untuk keberangkatan di 10 Maret 2019. "Paket 10 hari pulang pergi hanya Rp 23,5 juta sudah all-in akomodasi Madinah Al Harama dan Makkah Ajayad Makarim," katanya.

Selain menyediakan program regular, Al-Zahra di bawah PT Azzahra Ismail ini juga menyediakan Program Umrah Plus Hadramaut di harga Rp 37 juta. Harga itu sudah all in starting Jakarta/Surabaya 20 hari pulang pergi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DDWMNA
January 28, 2019 at 08:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DDWMNA
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 16, 2019

Nova Arianto Siap Gantikan Indra Sjafri untuk Sementara

Indra Sjafri akan menjalani lanjutan materi lisensi pelatih Pro AFC modul kelima.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Asisten pelatih tim Nasional Indonesia U-22 Nova Arianto siap menggantikan posisi pelatih kepala Indra Sjafri untuk sementara dalam pemusatan latihan skuat timnas yang disiapkan menuju Piala AFF U-22 2019 tersebut. Indra Sjafri akan menjalani lanjutan materi lisensi pelatih Pro AFC modul kelima di Spanyol pada 19-25 Januari 2019. 

Tugas Indra di Tanah Air dijalankan oleh para asistennya, yakni Yunan Helmi, Hendro Kartiko, Nova Arianto, dan Nursaelan Santoso. "Program latihan sudah kami buat terlebih dahulu sebelum Indra berangkat. Semuanya sejalan dengan apa yang disusun oleh Indra," ujar Nova di Jakarta, Rabu (16/1).

Pria yang semasa aktif berperan sebagai bek tengah tim nasional itu merasa yakin para pemain timnas U-22 dapat menjalani semua menu latihan, meski beberapa hari tanpa Indra Sjafri. Semua pesepak bola muda timnas U-22 dianggap memiliki tekad dan kemampuan untuk menghadirkan prestasi tertinggi.

"Kami ingin menjadi yang terbaik di Piala U-22 AFF tahun 2019," tutur Nova.

Indra Sjafri yakin tim pelatih dan pemain timnas U-22 Indonesia dapat menjalankan semua program yang sudah direncanakan meski tanpa dirinya. Saat pelatih yang membawa Indonesia juara Piala U-19 AFF tahun 2013 itu ke Spanyol, timnas U-22 menjalani pemusatan latihan (TC) pekan ketiga yang dimulai pada Senin (21/1).

"Program latihan sudah kami bicarakan dan diskusikan," tutur Indra.

TC timnas U-22 sebagai persiapan menuju Piala AFF U-22 2019 memasuki pekan kedua mulai Senin (14/1). Sebelumnya, pekan pertama berlangsung pada 7-12 Januari 2019. 

Piala AFF U-22 2019 berlangsung di Kamboja pada 17 Februari-2 Maret 2019. Pada turnamen itu, Indonesia bergabung di Grup B bersama Malaysia, Myanmar, Singapura dan tuan rumah Kamboja. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2McfzCz
January 16, 2019 at 08:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2McfzCz
via IFTTT
Share:

Friday, January 11, 2019

Polisi Periksa Tiga Tersangka Pembunuh Pendeta

Polisi dalami pelaku terlibat aksi penjambretan lainnya di Jayawijaya.

REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA -- Tiga tersangka pembunuhan pendeta pada Desember lalu, kini menjalani pemeriksaan oleh aparat kepolisian Jayawijaya.

Tiga orang berinisial MS, SK, dan WA itu sebelumnya sempat dirawat di RSUD Wamena karena ditembak saat berusaha melarikan diri dari kejaran anggota kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Jayawijaya Iptu Jerry Koagouw, di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Jumat, mengatakan tiga orang itu kini berada di Rumah Tahanan Mapolres Jayawijaya.

"Ketiga tersangka sementara sedang kami periksa, untuk kami dalami terkait motif pembunuhan, dengan salah satu tersangka sudah mengakui bahwa yang melakukan penjambretan dan menikam berinisial SK," katanya lagi.

Baca juga, Polisi Tangkap Pembunuh Pendeta di Jayapura.

Ia mengatakan ketiga orang ini memiliki peran masing-masing sebelum melakukan penjambretan yang berujung pada kematian pendeta tersebut. Selain itu,

ketiganya juga sudah berencana sebelum melakukan penjambretan di wilayah Kota Wamena, meski tidak mengarah kepada korban tertentu.

"Namun mungkin saat melihat ada peluang terhadap korban ibu pendeta, inilah dilakukan penjambretan," katanya lagi.

Pemeriksaan masih terus dilakukan sebab polisi menduga tiga pelaku penjabretan dan pembunuhan itu merupakan anggota kelompok pencuri yang beroperasi di Jayawijaya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AGeJcJ
January 11, 2019 at 08:53PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AGeJcJ
via IFTTT
Share: