Showing posts with label 2018 at 12:04AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 12:04AM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

Yakusa Olahraga

Apa yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh, hasilnya tak akan mengecewakan.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Anggoro Pramudya (Instagram @jarakkata)*

Mungkin tahun ini menjadi kisah yang tak terlupakan bagi masyarakat Indonesia, khususnya para atlet nasional. Setelah berhasil melewati tantangan sebagai tuan rumah ajang multievent terbesar se-Asia, Asian Games 2018, Indonesia kini bersiap menutup tahun dengan penuh suka cita.

Suksesnya pelaksanaan pesta Asian Games 2018 yang dihelat di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September kemarin menyisakan segudang cerita yang patut di syukuri.

Dari mulai setumpuk kendala sampai beberapa bulan jelang digelarnya Asian Games. Beberapa venue masih terus dikejar pengerjaannya, ada juga masalah promosi yang dirasa kurang, hingga persoalan lingkungan di Wisma Atlet.

Apa yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh, hasilnya tak akan mengecewakan. Hal itu juga terjadi setelah beberapa pihak bahu-membahu memikul tanggung jawabny. Gelaran opening ceremony Asian Games 2018 menjadi daya magnet awal bagi Indonesia.

Penonton berduyung-duyung datang dan tiket di venue cabang favorit selalu ludes terjual setiap harinya. Hasilnya, antusiasme besar itu bersambut dengan prestasi di atas lapangan dari para atlet yang bertarung.

Total terdapat 98 medali dengan catatan 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggung didapat oleh kontingen Merah Putih. Capaian itu menorehkan rekor bagi bangsa ini setelah sebelumnya tak pernah mengakhiri posisi di tempat keempat.

Adapun Asian Games kali ini menjadi salah satu sarana pembaruan memori kolektif bangsa. Dari Asian Games kemarin terlihat adanya kemampuan negeri ini menjadi tuan rumah yang baik plus dengan prestasi. Harapannya, capaian itu kelak memberi catatan sejarah yang dapat diceritakan kepada generasi berikutnya.

Presiden Olympic Committe of Asia (OCA), Sheikh Fahad Al-Sabah, bahkan tak henti-hentinya untuk mengucapkan kata terima kasih pada Indonesia ketika menyampikan pidato di upacara penutupan Asian Games 2018.

Ketua Inasgoc Erick Thohir dalam wawancaranya dengan awak media mengungkapkan, kesuksesan Asian Games tak lepas dari peran panitia di setiap cabang dan para relawan. Para pihak itu telah bekerja maksimal demi kesuksesan acara tersebut.

Namun, kesuksesan yang telah diraih Asian Games 2018 ini bukan sekedar kalimat pemanis bibir saja. Setidaknya, kita patut berbangga karena dunia pun telah mengakuinya. Perlu diketahui, Asian Games diawasi berbagai perwakilan negara maupun lembaga dunia yang independen.

Salah satunya Jepang. Negeri Matahari Terbit itu mengirim puluhan pemantau untuk menilai sekaligus mengambil pelajaran dari perhelatan di Jakarta dan Palembang sebagai masukan menjadi tuan rumah pada Olimpiade 2020 di Tokyo.

Kepercayaan pun membesar. Erick yakin kesuksesan jadi tuan rumah Asian Games 2018 ini merupakan awal dari perjalan besar Indonesia menyelenggarakan event yang lebih besar di masa mendatang. Target pun disasar untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

"Alhamdulilah jika memang kita disebut sukses besar di Asian Games 2018. Tapi arti kesuksesan bukanlah seperti itu. Arti sukses yang sesungguhnya apabila kita di hari esok mampu lebih baik dari hari ini," begitu Erick pernah berpendapat.

Dengan segala ambisi dan mimpi untuk menjadi lebih baik lagi, Erick sengaja tak mengucapkan kata perpisahan. Ia menilai ucapan selamat tinggal bukanlah hal yang diinginkan karena Indonesia akan kembali menggelar ajang multievent lainnya di kemudian hari.

Tentu, masyarakat Indonesia sudah selayaknya bersyukur karena Asian Games 2018 diibaratkan sebagai oase dalam segudang carut-marut polemik negeri ini. Seperti apa yang dikatakan Erick Thohir, semoga saja Asian Games bukanlah yang terakhir.

Sebagai bangsa, kita ingin Indonesia bisa kembali menjadi tuan rumah bagi gelaran termegah olahraga dunia lainnya. Tak lupa juga, kita masih terus menggantungkan harapan semoga talenta-talenta terbaik olahraga negeri ini akan terus mempersembahkan prestasi membanggakan buat kejayaan Merah Putih. Teruslah berjuang. Sebagaimana motto terkenal di kalangan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yakusa...yakinlah usaha itu sampai!

* penulis adalah wartawan Republika

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TootiP
December 31, 2018 at 12:04AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TootiP
via IFTTT
Share:

Sunday, December 23, 2018

Forum Caleg PBB Dukung Prabowo-Sandiaga

Dukungan ini diberikan lantaran kader PBB mereka ingin mengikuti hasil Ijtima Ulama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon anggota legislatif (caleg) Partai Bulan Bintang di Jakarta yang tergabung dalam Forum Caleg Bulan Bintang (PAS Lantang) mendeklarasikan dukungan kepada capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno di Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Jakarta, Ahad (23/12). Mereka menerima amanah Ijtima Ulama untuk mendukung Prabowo-Sandi sebagai capres-cawapres 2019.

"Kami mendeklarasikan diri. Kami segenap caleg PBB yang bergabung dalam Pass Lantang PBB atau organisasi relawan Prabowo-Sandi PBB wilayah DKI Jakarta tetap istiqomah," kata Ketua Pas Lantang Yahya di hadapan ratusan kadernya dan  di Seknas Prabowo-Sandi.

Dukungan ini diberikan lantaran kader PBB mereka ingin mengikuti hasil Ijtima Ulama untuk menangkan Prabowo-Sandiaga dan mendirikan posko di rumah masing-masing. Di tempat yang sama, Penasihat Pass Lantang Ahmad Yani menegaskan, deklarasi diikuti kader dan caleg PBB di beberapa daerah. 

Bahkan, dia mengungkapkan, sejumlah deklarasi yang dilakukan seperti di Bekasi menuai respons positif dari masyarakat. Bahkan, di hari yang sama, Ketua Dewan Syuro PBB MS Kaban juga deklarasi Prabowo-Sandi di Sumatra Barat.

"Pass Lantang hampir seluruhnya caleg DPRD seluruh Indonesia. Kami, sudah mendeklarasikan hampir beberapa wilayah. Hari ini juga Majelis Syuro PBB di Bukit Tinggi, Sumatera Barat juga," kata Yani. 

PBB mendukung Prabowo bukan hal baru, dari 2014 sudah beri dukungan. "Pada 2019 memberikan dukungan kembali," katanya.

Sementara, Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi positif dukungan tersebut. Menurut dia, hal ini merupakan amanah. Ia berjanji akan memberikan perubahan di Indonesia mulai dari perekonomian hingga ketersediaan lapangan pekerjaan.

"Kami menerima injeksi semangat baru deklarasi Pass Lantang DPRD di Jakarta. Ini amanah untuk kita berjuang untuk kondisi yang adil, makmur, ekonomi lebih baik, lapangan kerja yang tercipta," kata Sandiaga.

Mantan wagub DKI tersebut menjelaskan, 115 hari lagi tepatnya 17 April 2019 pemilihan dilangsungkan. Sekarang, merupakan kerja kolosal untuk menangkan Prabowo-Sandi. 

"Insya Allah 17 April 2019 sambut presiden baru mari berjuang bersama untuk bangsa ini," kata Sandiaga.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RhGS32
December 24, 2018 at 12:04AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RhGS32
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

Saham PTFI Resmi Diakuisisi, Ini Kata CEO PT Freeport

Langkah ini merupakan kesempatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Freeport dengan melunasi pembayarannya melalui PT Inalum. CEO Freeport McMoRan, Richard Adkerson, menilai langkah ini merupakan kesempatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

"Kami sangat antusias mengenai kelanjutan bisnis kami terkait kerja sama dengan PT Inalum, ini sangat positif bagi Indonesia dan Freeport. Ini menjadi kesepakatan yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak," ujar Adkerson di Istana Negara, Jakarta, Jumat (21/12).

Usai pelunasan akuisisi saham PT Freeport ini, kata Adkerson, Freeport telah mendapatkan kepastian hukum untuk melanjutkan operasionalnya hingga 2041 nanti. Selanjutnya, PT Freeport akan melanjutkan rencana bisnisnya dengan mengembangkan tambang bawah tanah terbesar di dunia.

"PTFI di Grasberg sedang bertransisi dari open pit yang beroperasi sejak 1990 ke tambang bawah tanah terbesar di dunia," kata dia.

Menurut dia, pengembangan tambang bawah tanah membutuhkan investasi yang sangat besar, yakni hingga 20 miliar dollar AS untuk beroperasi hingga 2041 nanti.

Selanjutnya, Adkerson juga berjanji, PT Freeport akan membantu menyelesaikan pembangunan smelter yang ditargetkan selesai dalam lima tahun ke depan.

Selain mengembangkan operasi pertambangan, Adkerson juga berjanji akan menciptakan lapangan kerja, memberikan keuntungan bagi masyarakat Papua dan masyarakat Indonesia, serta mengelola masalah lingkungan dengan baik.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EzU10G
December 22, 2018 at 12:04AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EzU10G
via IFTTT
Share: