Showing posts with label March 18. Show all posts
Showing posts with label March 18. Show all posts

Monday, March 18, 2019

Kementan Siap Atur Regulasi Ternak Ayam

Peternak mandiri mengadukan perusahaan ternak besar terintegrasi ke Ombudsman RI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah akan mengatur regulasi untuk menjamin harga di tingkat peternak ayam mandiri. Menurutnya, regulasi tersebut harus diukur sesuai dengan keinginan peternak sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo tentang kesejahteraan peternak.

“Intinya kami ingin regulasi nanti itu sesuai dan dapat menguntungkan peternak (mandiri),” kata Amran kepada Republika, Senin (18/3).

Dia menegaskan, pemerintah akan terus mengupayakan regulasi terbaik untuk peternak agar menimbulkan iklim saling menguntungkan antara pihak satu dengan yang lainnya. Dia juga mengaku kerap mengundang kalangan peternak mandiri untuk mendiskusikan regulasi yang mereka butuhkan.

Terkait detail regulasi seperti apa yang akan dibentuk, Amran enggan berkomentar lebih jauh. Pihaknya hanya menegaskan, sejauh ini pemerintah telah berupaya hadir untuk melindungi dan menjaga kedaulatan pangan yang selaras dengan kesejahteraan di tingkat petani maupun peternak.

“Bahkan aku pernah menandatangani regulasi untuk peternak kecil karena perintah presiden untuk melindungi peternak kecil,” kata Amran.

Sebelumnya diketahui, peternak mandiri mengadukan perusahaan ternak besar terintegrasi (integrator) kepada Ombudsman RI. Peternak mengadukan adanya praktik integrator yang tidak sesuai dengan regulasi dagang dengan memonopoli kegiatan bisnis peternakan dari hulu ke hilir. Atas aduan tersebut, Ombudsman menduga ada maladministrasi sehingga dilakukan pemeriksaan dari sisi kemitraan antara integrator dan peternak kecil.

Peternak mandiri juga kerap mengadukan adanya kontrol harga oleh integrator, mulai dari bibit ayam, pakan ternak, hingga harga ayam hidup di pasaran. Meski harga jagung telah turun berkat panen raya yang ada di kisaran harga Rp 3 ribu per kilo, peternak masih mengaku harga pangan belum mengalami penurunan.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko mengatakan, harga pakan ternak dipastikan turun seiring dengan adanya panen raya jagung yang ada di sejumlah daerah baru-baru ini. Dia bahkan mengklaim, menurunnya harga jagung dapat membuat biaya produksi ternak semakin efisien.

“Itu sudah pasti (turun harga pakan ternaknya), kita juga memastikan harga produk tani seperti ayam dan telur juga dapat disesuaikan,” katanya.

Berdasarkan catatan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), harga rata-rata ayam hidup per Oktober 2018 berkisar Rp 19 ribu per kilogram. Sedangkan pada Februari 2019, harga tersebut mengalami penurunan menjadi Rp 17.373 per kilogram. Jika dikalkulasikan per bulan, rata-rata penurunan harga ayam hidup berkisar 8,6 persen setiap bulannya

Pinsar juga mengklaim, anjloknya harga ayam di tingkat peternak mandiri telah terjadi dalam kurun enam bulan terakhir. Yang mana jika dikalkulasikan dengan biaya pokok produksi, rata-rata peternak mengalami kerugian sebesar Rp 3 ribu per kilogram untuk satu ekor ayam hidup. Jika dikalikan selama enam bulan dengan jumlah produksi yang ada, besaran kerugian di tingkat peternak mandiri mencapai Rp 2 triliun.

Alihkan ke Ekspor

Moeldoko menilai, penurunan harga jagung di tingkat petani dipastikan telah menyisakan margin keuntungan bagi petani. Menurutnya, harga jagung per kilo saat ini meski belum terlalu ideal, namun sudah dapat mendatangkan keuntungan.

Adapun harga ideal sesuai dengan harga pokok penjualan (HPP) jagung di kisaran Rp 3.800-Rp 4.000 per kilo.

Untuk itu pihaknya mendorong petani untuk dapat mendistribusikan produksi jagungnya di tingkat ekspor. Menurutnya, peningkatan ekspor jagung dapat direalisasikan petani karena kebutuhan jagung dunia masih memungkinkan.

“Hanya saja, kebanyakan petani masih terkendala minimnya dryer,” kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TSMz97
March 18, 2019 at 07:47PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TSMz97
via IFTTT
Share:

Dukung Teroris di Medsos, Pria Ini Dilarang Pakai Internet

Polisi Australia menggrebek rumah pria yang mendukung teroris di medsos.

REPUBLIKA.CO.ID, ADELAIDE -- Seorang pria Adelaide telah dilarang untuk menggunakan internet setelah diduga membuat komentar yang mendukung serangan teroris Christchurch di media sosial.

Dugaan komentar daring yang diunggah oleh Chad Vinzelberg mendorong polisi untuk menggerebek properti pria berusia 37 tahun yang tinggal di pinggiran Adelaide itu pada Jumat (15/3). Mereka diduga menemukan sebuah pistol replika, yang terisi dengan sebutir peluru, dua pisau lipat, sebuah tongkat yang bisa diperpanjang di bawah tempat tidur Vinzelberg, dan sebuah tongkat kebesaran dari abad pertengahan dan panah di gudangnya.

Dalam sebuah wawancara dengan polisi, Vinzelberg mengatakan ia merasa dirinya telah memperoleh senjata itu secara legal. Vinzelberg didakwa dengan empat tuduhan memiliki senjata terlarang dan satu tuduhan memiliki peralatan dengan izin terbatas.

Seorang jaksa penuntut mengatakan kepada Pengadilan Magistrasi Elizabeth bahwa Vinzelberg benar-benar menimbulkan ancaman terhadap keselamatan masyarakat . Ia juga mengatakan bahwa pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut sehubungan dengan perangkat lain yang terletak di kediamannya.

Namun, pengacaranya mengatakan barang-barang itu hanya hiasan dan dipajang di "tempat penyimpanan" pribadinya. Vinzelberg tidak didakwa sehubungan dengan dugaan komentar daring tersebut.

Hakim Gary Gumpl mengatakan bahwa mengingat peristiwa baru-baru ini, ia akan dilarang menggunakan internet atau media sosial. Vinzelberg dibebaskan dengan jaminan dan diperkirakan akan kembali ke pengadilan pada Desember.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JktdFR
March 18, 2019 at 07:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JktdFR
via IFTTT
Share:

PTPN V akan Perluas Lahan Sawit

Keseluruhan, lahan sawit PTPN mencapai 79 ribu ha.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V berencana memperluas lahan produktif kelapa sawit hingga 63.412 hektare di Provinsi Riau pada 2019. Perluasan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas tandan buah segar.

Humas PTPN V, Riski Atriansyah menjelaskan secara keseluruhan total lahan perkebunan sawit perusahaan milik negara tersebut mencapai lebih dari 79 ribu hektare. "Dari total luas tersebut, luas tanaman menghasilkan pada 2018 lalu sebesar 59.711 hektare. Untuk tahun ini diproyeksikan mencapai 63.412,78 hektare," ujarnya.

Target itu, kata dia, telah tertuang dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) yang disetujui para pemegang saham. Ia menuturkan, target lahan produktif tanaman menghasilkan tersebut sejalan dengan target menurunkan luas lahan tanaman belum menghasilkan atau TBM.

Pada 2018 lalu, luas lahan TBM mencapai 15.000 hektare lebih dan pada tahun ini diproyeksikan 2.000 hektare diantaranya mampu memproduki buah sawit. "Sehingga sesuai RKAP 2019 ini, jumlah lahan TBM diproyeksikan sebesar 12.937 hektare, dari tahun lalu 15.000 hektare," jelasnya.

Perluasan lahan tanaman menghasilkan tersebut sejalan dengan target produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pada 2019 ini hingga 1,56 juta ton. Perusahaan pelat merah tersebut pada 2018 berhasil memproduksi lebih dari 1,3 juta ton TBS kelapa sawit dari target produksi 1,26 juta ton sawit.

Secara umum, Riski menjelaskan bahwa produksi TBS kelapa sawit sepanjang 5 tahun terakhir terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 11,88 persen. Peningkatan angka produksi sawit tersebut tidak lepas upaya revitalisasi perkebunan sawit melalui program peremajaan yang terjadwal dan peningkatan efisiensi kinerja.

Sejatinya, peningkatan produksi TBS sawit dan target pada tahun ini juga sejalan dengan melonjaknya TBS sawit, yang pada 2018 lalu mencatat rekor tertinggi mencapai 21,94 ton per hektare, dan menjadi rekor tertinggi sepanjang perusahaan perkebunan pelat merah itu berdiri selama 22 tahun terakhir.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HE8ydq
March 18, 2019 at 07:40PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HE8ydq
via IFTTT
Share:

Pengunjung Masjid di Melbourne: Saya Merasakan Kedamaian

Sebanyak 20 masjid di Australia berpartisipasi dalam kegiatan Mosque Open Day.

REPUBLIKA.CO.ID MELBOURNE -- Menjadi sebuah pemandangan yang tidak biasa, ketika sebuah masjid yang dimiliki komunitas Muslim Indonesia di Melbourne kebanjiran ratusan warga lokal Australia yang berasal dari berbagai latar belakang dan kepercayaan.

Saat adzan Dzuhur berkumandang, komunitas Muslim Indonesia di Masjid Westall langsung bersiap diri untuk berwudhu dan menjalankan shalat berjamaah.

"Saya merasakan kedamaian yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata," ujar salah satu pengunjung saat berkunjung ke Masjid Westall dan melihatnya, begitu pula ketika beberapa ayat dari Alquran dibacakan.

Pengunjung tersebut mungkin termasuk satu dari jutaan warga Australia yang belum pernah masuk ke dalam masjid sebelumnya.

Lewat kegiatan 'Mosque Open Day', mereka yang berasal dari agama dan kepercayaan lain diberikan kesempatan untuk datang dan melihat sendiri aktivitas Muslim di negara bagian Victoria.

Ada 20 masjid yang berpartisipasi tahun ini, termasuk Masjid Westall yang dimiliki dan dikelola oleh komunitas Muslim Indonesia di Melbourne yang tergabung dalam Indonesian Muslim Community of Victoria atau IMCV.

Untuk tahun ini, Mosque Open Day digelar bertepatan dua hari setelah serangan teroris di dua masjid di kota kecil Christchurch, Selandia baru, yang menewaskan 50 orang, termasuk satu warga Indonesia.

Kementerian Luar Negeri Indonesia telah mengonfirmasi Lilik Abdul Hamid menjadi korban tewas dalam penembakan, sementara satu WNI lainnya adalah Zulfirman Syah yang mengalami luka tembak.

Diperkirakan lebih dari 300 orang telah datang sejak pagi hari ke Masjid Westall yang berada di sebelah tenggara pusat kota Melbourne, Ahad (17/3), untuk menyampaikan belasungkawa dan bentuk dukungan bagi komunitas Muslim Indonesia.

Karangan bunga dan kartu-kartu yang berisi kata-kata duka dan pembangkit semangat juga terlihat memenuhi salah satu bagian masjid.

"Dukungan luar biasa … dan terus terang adalah pertama kalinya selama saya bekerja di komunitas melihat pemandangan yang luar biasa," ujar Teguh Iskanto, Presiden IMVC.

"Dua orang yang berbeda kultur, berbeda bahasa dan warna kulit sama-sama berpelukan dan meneteskan air mata."

Para pengunjung, beberapa di antaranya penduduk yang tinggal di dekat masjid, bisa mengajukan pertanyaan seputar Islam, mencoba menggunakan kerudung bagi perempuan, serta mencicipi masakan khas Indonesia. Dilaporkan ada pula yang meminta Alquran.

Salah satu anggota parlemen Victoria dari Partai Buruh, Meng Tak, dengan daerah pemilihan di kawasan setempat juga terlihat datang ke Masjid Westall.

Masjid bukan hanya tempat shalat

Masjid Westall yang menjadi kebanggaan warga Muslim Indonesia di negara Victoria dibangun 1998. Jaraknya sekitar 30 menit menyetir dari pusat kota Melbourne.

Di masjid ini pula anak-anak keturunan Indonesia yang lahir dan dibesarkan di Australia bisa belajar membaca Al Quran dan mengkaji ajaran Islam lainnya.

IMCV sendiri telah aktif dalam berbagai kegiatan sosial di kota Melbourne, seperti menghidangkan makanan bagi tunawisma di jalanan kota Melbourne, memberikan bekal makan siang bagi anak-anak sekolah tidak mampu, dan ikut menjadi donor darah.

Teguh mengatakan lewat kegiatan 'Mosque Open Day', IMCV bisa membuktikan kepada warga lokal di Australia bahwa masjid bukan sekadar tempat ibadah.

"[Masjid adalah] tempat pembentukan karakter, tempat ide-ide untuk menyebarkan kebaikan, serta tempat anak-anak diajarkan untuk selalu berbuat kebaikan," ujarnya.

Bahkan ada salah satu ibu Australia yang memiliki anak perempuan dan bersekolah di dekat masjid dan meminta izin untuk dapat mengontak masjid jika terjadi sesuatu.

"Tentu dengan senang hati, kita katakan masjid ini terbuka untuk siapa saja, apa pun warna kulit, bahasa, dan agamanya," kata Teguh.

"Kita orang Indonesia sangat menghargai tamu … kita akan buka pintu untuk siapa pun."

Ikuti berita-berita lainnya dari ABC Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Hrg1NM
March 18, 2019 at 07:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Hrg1NM
via IFTTT
Share:

Aktif di Medsos, Generasi Z dan Milenial Rasakan Kesepian

Generasi Z dan milenial mengaku merasa kesepian meski punya banyak teman di medsos.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Teknologi digital kian mendominasi tatanan hidup manusia. Di satu sisi, teknologi informasi membuat hidup semakin mudah, namun di sisi lain ternyata kemajuan teknologi bisa membuat seseorang merasa terisolasi dan kesepian.

Jika dilihat dari kaca mata kesehatan mental, perasaan sepi dan terisolasi telah dikategorikan sebagai epidemi dan ancaman kesehatan masyarakat, terutama di kalangan orang tua. Sekarang, anak-anak muda yang aktif di media sosial juga merasakan hal serupa.

Para pakar kesehatan dan pakar media sosial di Austin, Amerika Serikat, menyebut banyak generasi muda di Austin dilaporkan kesepian. Anak-anak muda itu sehari-hari terbiasa berisik dengan aneka ragam percakapan. Begitu sepi, mereka kesulitan menerima kondisi itu.

Menurut Dawn Fallik, seorang profesor di Universitas Delaware di Newark yang sedang mengerjakan sebuah buku tentang kesepian, generasi muda merasa ada yang salah dengan sepi. "Orang-orang muda benar-benar kaget dan kewalahan ketika kesepian," kata Fallik, seperti dikutip NBC News, Sabtu (16/3).

Menurut survei perusahaan kesehatan Cigna pada tahun lalu, 46 persen dari 20 ribu orang dewasa dilaporkan kadang-kadang atau selalu merasa sendirian. Sebanyak 47 persen di antaranya selalu merasa ditinggalkan. Generasi Z yang berusia 18 hingga 22 tahun dan milenial usia 23 hingga 37 tahun juga merasa sangat kesepian meski dikelilingi teman-teman di dunia nyata maupun maya.

Holt-Lunstad, seorang profesor psikologi, ilmu syaraf dan direktur Laboratorium Hubungan Sosial dan Penelitian Kesehatan Brigham Young menduga bahwa tingkat kesepian generasi muda saat ini lebih tinggi dari pada generasi sebelumnya.

Daniel Russell, seorang profesor pengembangan manusia dan studi keluarga di Iowa State University mengatakan, penelitian tentang efek media sosial tidak ada hubungan antara kesepian dan media sosial. Menurutnya, riset telah membuktikan kesepian lebih merupakan dampak dari kualitas pertemanan.

"Yang kita lihat sekarang adalah adanya laporan dari orang-orang yang sebetulnya punya banyak teman dekat dan tidak terisolasi secara sosiap, namun mereka mengaku kesepian," ujar Russel.

Untuk itu, Holt-Lunstad merekomendasikan agar generasi muda memanfaatkan media sosial dengan lebih cermat. Ia mengingatkan bahwa membandingkan kehidupan dengan orang lain atau menghabiskan waktu mencermati postingan orang lain bisa membawa dampak negatif.

"Sebaiknya, gunakan media sosial untuk berinteraksi dan memfasilitasi terjalinnya hubungan," ungkapnya.

Terlepas dari penggunaan media sosial, anak muda juga bisa jadi kesepian lantaran fase baru kehidupannya. Terlebih bagi mereka yang baru pindah kota karena mengejar karier, seperti anak muda pendatang baru di kota Austin.

"Kalau itu sih persoalan semua orang, bukan hanya kaum muda yang mengalami kesepian di tempat baru," ungkap David Stillman, penulis dan pakar perbandingan antargenerasi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HFoADZ
March 18, 2019 at 07:36PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HFoADZ
via IFTTT
Share:

Mengharap Pelindung Umat

membunuh tanpa hak adalah perbuatan zalim dalam Islam

Zalim itulah yang bisa penulis katakan terkait penembakan brutal kepada jamaah Muslim yang tengah melakukan ibadah shalat Jum'at. Penembakan terjadi di dua tempat yaitu di Masjid Al Nur dan Masjid Linwood di Cristchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019 lalu. 

Kasus pembantaian terhadap kaum Muslim di Selandia Baru ini semakin menambah daftar panjang penderitaan kaum Muslim di dunia. Belum lama duka umat Muslim di Rohingya, Suriah, Palestina, Xingjiang, kini umat Islam kembali disasar oleh teroris.

Sedih, marah, kesal melihat umat Muslim disakiti. Dimana rasa kemanusiaan mereka sehingga tega menghabisi nyawa orang-orang yang tidak bersalah, yang tengah melakukan ibadah kepada tuhannya. 

Nyawa manusia mereka anggap layaknya sampah yang harus dimusnahkan. Sebegitu bencinyakah mereka terhadap umat Islam? Kejadian ini meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia. 

Demi Allah perbuatan ini sungguh sangat terkutuk.

Padahal jelas dalam Islam, membunuh tanpa hak adalah perbuatan zalim. Islam sangat melarang membunuh tanpa ada alasan yang dibenarkan dalam syariat. Pelakunya bisa dihukum mati dimana membunuh satu orang sama saja membunuh semua manusia.

Maka pelaku teroris bengis ini haruslah diberi hukuman yang sesuai dengan apa yang dilakukannya. Negara harus tegas dalam hal ini, agar tidak ada lagi kasus serupa yang nantinya akan menimbulkan kerusakan. 

Karena negara mempunyai kewajiban dalam melindungi semua warga negaranya. Terlebih negara yang mampu menjadi perisai bagi Muslim agar terjaga darah, jiwa, dan kehormatannya.

Pengirim: Novia Listiani, Metro, Lampung 

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TfWDoe
March 18, 2019 at 07:28PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TfWDoe
via IFTTT
Share:

Gapki: Pelarangan Biofuel Sawit Berpotensi Timbulkan Konflik

Komisi Eropa memasukkan minyak kelapa sawit dalam kategori produk berisiko tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua III Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Togar Sanggani menyebutkan, rencana Komisi Eropa untuk mengadopsi draft Delegated Regulation yang mengklasifikasikan minyak kelapa sawit sebagai komoditas tidak berkelanjutan risiko tinggi menimbulkan potensi kerugian hingga 4 miliar dolar AS. Nominal tersebut merupakan nilai ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) Indonesia ke Uni Eropa.

Di sisi lain, Togar menambahkan, isu ketenagakerjaan akan menjadi dampak non-ekonomi yang timbul. "Konflik sosial berpotensi muncul," tuturnya ketika ditemui usai konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (18/3).

Togar mengatakan, pengusaha kini hanya bisa wait and see menunggu pasal-pasal yang akan dituliskan Komisi Eropa dalam regulasi tersebut. Keputusannya bisa didapatkan dalam kurun waktu dua bulan, tapi tidak menutup kemungkinan untuk lebih cepat.

Togar tidak ingin berandai-andai terhadap keputusan Parlemen Uni Eropa terhadap draft Delegated Regulation. Tapi, ia berharap, draft tersebut tidak akan diadopsi mengingat konteks yang terbilang diskriminatif terhadap komoditas sawit Indonesia dan negara lain seperti Malaysia.

Dalam Delegated Regulation tersebut, Togar menyebutkan, Komisi Eropa membicarakan dan membandingkan perkembangan luas dari kelapa sawit dengan soya bean atau kacang kedelai milik Amerika Serikat. Dari 2008, luas kebun kelapa sawit sekitar 700.000 hektar, sementara soya bean hingga 3,1 juta hektare.

Tapi, dalam perhitungan akhir, soya bean dikategorikan sebagai komoditas dengan risiko rendah sedangkan kelapa sawit masuk dalam risiko tinggi dari segi deforestasi. "Secara sains, ini tidak jelas. Makanya, kami anggap klasifikasi tersebut berdasarkan ilmu ‘main-main’," kata Togar.

Togar menambahkan, sentimen Komisi Eropa terhadap kelapa sawit sudah berlangsung sejak semester dua tahun lalu. Atas hal ini, ekspor komoditas ke Uni Eropa turut mengalami penurunan hingga lima persen secara year-on-year atau jika dibanding dengan semester kedua tahun 2017.

Penurunan tersebut menjadi kekhawatiran besar bagi Togar dan pengusaha kelapa sawit. Apabila dibiarkan terus menerus, industri dan petani akan mengalami kerugian. Terlebih, sampai saat ini, UE masih menjadi pasar ekspor kedua terbesar komoditas kelapa sawit Indonesia, setelah India.

Dari beberapa negara di Uni Eropa, Togar menyebutkan, Spanyol dan Italia memiliki kontribusi terbesar sebagai tujuan ekspor kelapa sawit. Baru-baru ini, Prancis juga gencar menerima kelapa sawit sering dengan ekspansi perusahaan Total terhadap pembangunan biodiesel.

Pemerintah menilai sikap UE tersebut sebagai langkah diskriminatif terhadap komoditas sawit nasional. Pemerintah akan mengirimkan delegasi ke Eropa untuk bertemu dengan Parlemen pada bulan depan dan siap memberikan pembelaan komoditas sawit nasional.

Selain itu, pemerintah siap membawa tudingan diskriminatif ini ke World Trade Organization (WTO) apabila regulasi ini benar diberlakukan UE.

Sementara itu, Direktur Perdagangan, Komoditas, dan Kekayaan Intelektual, Kementerian Luar Negeri Tri Purnajaya mengatakan, sikap Indonesia sudah mendapat dukungan dari ASEAN. "Baik dari tiap negara yang tergabung di ASEAN ataupun ASEAN secara kelembagaan," ujarnya.

Menurut Tri, solidaritas ASEAN bahkan sudah ditunjukkan melalui sikap tegas ASEAN untuk mengundur kemitraan dengan UE. Sikap ini diambil melihat langkah EU yang tidak adil dalam memperlakukan kelapa sawit dalam pasar komoditas UE.

Langkah UE dinilai sebagai kompromi politik di internal UE yang bertujuan mengisolasi dan mengecualikan minyak kelapa sawit dari sektor biofuel UE. Hal ini akan menguntungkan minyak nabati lainnya, termasuk rapeseed yang diproduksi oleh UE. "Ini bertentangan dengan prinsip perdagangan internasional, sehingga kami akan pantau terus," tutur Tri.

Saat ini, Komisi Eropa telah mengadopsi Delegated Regulation no. C (2019) 2055 Final tentang High and Low ILUC Risk Criteria on biofuels pada 13 Maret 2019. Dokumen ini akan diserahkan ke European Parliament dan Council untuk melalui tahap scrutinize document dalam kurun waktu dua bulan ke depan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TVjOsm
March 18, 2019 at 07:25PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TVjOsm
via IFTTT
Share:

Pelaku Penembakan Selandia Baru di Luar Radar Intelijen

Tarrant tidak masuk daftar orang yang harus diawasi di Selandia Baru dan Australia.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Juru bicara Australian Federal Police (AFP) mengkonfirmasi Brenton Tarrant yang membunuh 50 jamaah dua masjid di Christchurch, Selandia Baru belum pernah terdeteksi sebagai ekstremis sayap kanan. Tarrant merupakan warga negara Australia yang besar di Grafton, sebuah kota kecil yang terletak 500 kilometer sebelah utara Sydney. 

"Polisi di Australia tidak tahu perilaku ekstremis dan kejahatan serius laki-laki ini," kata juru bicara AFP tersebut kepada Aljazirah, Senin (18/3).

Ada tiga orang yang ditangkap atas penembakan yang juga melukai puluhan orang tersebut. Tapi kini polisi mengatakan Tarrant melakukan kejahatan yang disiarkan secara langsung di Facebook itu seorang diri. Tarrant sudah didakwa satu pembunuhan tapi kepolisian Selandia Baru yakin dakwaan lain akan menyusul.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison menggambarkan Tarrant sebagai seorang 'ekstremis, sayap kanan, dan teroris kekerasan'. Tarrant mengungkapkan kekagumannya terhadap kekerasan nasionalis kulit putih dan ia berniat menciptakan atmosfir ketakutan di komunitas Muslim.

Mantan wali kota Christchurch Bob Parker mengatakan belum diketahui pasti apakah badan keamanan Selandia Baru mengetahui ancaman Tarrant atau tidak. Menurut Parker hal itu yang menjadi pertanyaan terbesar peristiwa ini.

"Tampaknya ada informasi dalam jumlah besar yang diunggah ke internet beberapa saat sebelum penyerangan terjadi, dan tidak ada alarm yang berbunyi di tempat yang tepat," kata Parker.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern juga mengakui Tarrant tidak berada di dalam daftar teroris atau orang yang harus diawasi. Tarrant tidak masuk dalam daftar tersebut baik di Selandia Baru maupun Australia.

"Apa yang saya cari tahu dari badan keamanan selanjutnya ada apakah ia memang harusnya dimasukkan atau tidak," kata Ardern.

Sebelum Jumat (15/3) lalu warga Grafton, kota tepi sungai Australia mengenal Tarrant sebagai orang yang terobsesi dengan kebugaran dan berasal dari keluarga terpandang. Laki-laki berusia 28 tahun itu sekolah di SMA Negeri Grafton lalu menjadi pelatih di gym setempat.

Tracey Gray yang mempekerjakan Tarrant pada 2009 mengatakan ia cukup berdedikasi. Lalu ayahnya yang dikenal sebagai orang terpandang meninggal dunia. Tarrant yang mendapatkan warisan langsung berkeliling dunia sebelum akhirnya menetap di Selandia Baru.

"Saya pikir ada sesuatu yang mengubahnya selama perjalanannya selama beberapa tahun di luar negeri," kata Gray.  

Tarrant mengunggah sebuah manifesto ke internet sebelum melakukan penyerangan. Manifesto tersebut penuh berisi slogan-slogan supremasi kulit putih.

"Asal bahasa saya Eropa, budaya saya Eropa, keyakinan politik saya Eropa, filosofi saya Eropa, identitas saya Eropa dan yang paling terpenting darah saya Eropa," tulis Tarrant dalam manifesto yang setebal 74 halaman.

Manifesto tersebut juga dengan dipenuhi ucapan anti-imigran dan ideologi neo-fasis. Ia menggambarkan dirinya sebagai laki-laki kulit putih biasanya. Ia berspekulasi akan dipenjara selama 27 tahun seperti Nelson Mandela dan dianugrahi Nobel Perdamaian.

Menjawab pertanyaannya sendiri Tarrant mengatakan orang yang paling mempengaruhinya adalah pengamat dan komentator konservatif Amerika Serikat Candece Owens. Owens seorang perempuan kulit hitam yang dikenal sebagai pendiri Turning Point USA, kelompok advokasi konservatif.

Owens dikenal sebagai pendukung Presiden AS Donald Trump. Ia kerap mengkritik Partai Demokrat dan gerakan hak sipil Black Lives Matter.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Jk4Isd
March 18, 2019 at 07:21PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Jk4Isd
via IFTTT
Share:

Polres Indramayu Tangkap 32 Penjudi

Para penjudi ditangkap di 14 lokasi berbeda.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU  -- Jajaran Polres Indramayu berhasil menangkap 32 orang pelaku perjudian. Para pelaku ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan selama sebulan.

''Para pelaku ditangkap di 14 lokasi yang berbeda,'' ujar Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki, saat menggelar jumpa pers di Mapolres Indramayu, Senin (18/3).

Adapun ke-14 pelaku itu masing-masing berinisial  Trm, Yti, Am, Smd, Apn, As, Wkd, At, Syt, Kno, Rtp, Trd, Li dan Tsm. Selain itu, Rkm, Ci, Im, Trm, Ap, Wo, On, Im, Co, Rmh, Wa, To, So, Si, Dn, Yp, Ds dan Jb.

Yoris menyebutkan, 32 tersangka itu terdiri dari pelaku togel 22 orang, judi kuclak tujuh orang dan sabung ayam tiga orang. Dari seluruh pelaku, ada satu orang perempuan. Sedangkan sisanya laki-laki.

‘’Tersangka perempuan (berperan) sebagai pengecer togel,’’ terang Yoris.

Yoris menjelaskan, dalam menjalankan aksinya, para pelaku bermain judi dengan menggunakan alat-alat judi dengan melibatkan orang lain sebagai pemasang atau lawan mainnya. Pelaku pun bermain judi secara konvensional maupun online.

Yoris menyebutkan, para pelaku melanggar Pasal 303 KUHP. Mereka terancam pidana penjara paling lama sepuluh tahun. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TStYdq
March 18, 2019 at 07:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TStYdq
via IFTTT
Share:

PBSI Bidik Semifinal Badminton Asia Mixed Team Championship

Pada babak penyisihan, Indonesia berada di Grup C bersama Thailand dan Sri Lanka.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Indonesia membidik semifinal pada ajang Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang akan berlangsung mulai Selasa (19/3) di Queen Elizabeth Stadium, Hong Kong. Ini diungkapkan manajer tim Indonesia Susy Susanti.

Pada babak penyisihan, Indonesia berada di Grup C bersama Thailand dan Sri Lanka. “Untuk fase grup kami yakin bisa lolos. Target sendiri ingin ke semifinal dulu, mudah-mudahan bisa lebih,” kata Susy dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Senin  (18/3).

Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 berlangsung pada  19-24 Maret 2019. Laga pertama Indonesia akan bertemu Sri Lanka pada Selasa (19/3), sedangkan dengan Thailand pada Kamis (21/3).

“Kami mau kejar itu dulu. Memang tim yang dibawa bukan tim inti, karena tujuan kami di turnamen ini adalah mencari poin buat para atlet," ujar dia.

Susy mengatakan, negara lain juga tidak membawa tim inti. Di tengah padatnya jadwal pertandingan, kata dia, PBSI harus bisa memilah dan memilih turnamen yang sesuai kebutuhan.

“Soal peluang dilihat dari kekuatan lawan bisa dibilang merata. Mungkin baru kan lebih ramai setelah masuk ke perempat final,” ujar Susy. 

Turnamen ini menggunakan sistem Piala Sudirman yang memainkan lima sektor. Babak penyisihan grup akan meloloskan dua negara yang kemudian akan diundi pada babak perempat final.

Berikut pembagian grup Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 selengkapnya:

Grup A: Jepang, Hong Kong

Grup B: Taiwan, India, Singapura

Grup C: Indonesia, Thailand, Sri Lanka

Grup D: Cina, Malaysia, Makau 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TU6Drv
March 18, 2019 at 07:10PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TU6Drv
via IFTTT
Share:

Kelola Potensi Daerah, Koperasi UMKM Bisa Manfaatkan PLUT

Dalam rentang 2013-2018 sudah berdiri 61 PLUT Koperasi UMKM di 26 provinsi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mengharapkan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT KUMKM) bisa menjadi rumah besar bagi para pelaku KUMKM. Kehadiran PLUT diharapkan bisa mengelola potensi dan sumber daya yang dimiliki daerah.

"Untuk mewujudkannya, kita tak bisa hanya duduk berpangku tangan, tapi kita harus bekerja keras dan bekerja cerdas," kata Sesmenkop UKM Meliadi Sembiring, Senin (18/3).

Kerja keras tersebut diperlukan mengingat tantangan yang dihadapi  PLUT KUMKM beserta para konsultan pendamping juga akan sangat besar. Terutama pada struktur pelaku usaha di Indonesia yang dicirikan oleh dua persoalan besar.

Kedua persoalan itu adalah, ia melanjutkan, pertama, masih terjadi kesenjangan yang lebar antara pelaku usaha berskala besar, menengah, kecil dan mikro. Usaha besar dengan omset rata rata Rp 705,6 miliar per tahun, jumlahnya hanya mencapai 0,01 persen.

Usaha menengah dengan omset rata-rata Rp 23,7 miliar per tahun setara 0,09 persen pelaku usaha. Begitu juga dengan usaha kecil dengan omset rata rata Rp 1,34 miliar per tahun yang jumlah pelaku usahanya 1,1 persen.

"Dan terakhir usaha mikro dengan omset hanya Rp 68 juta per tahun yang mendominasi komposisi pelaku usaha nasional sebanyak 98,8 persen," ujar dia.

Kedua, kata dia, adalah persoalan lemahnya keterkaitan usaha di antara pelaku usaha. Kemitraan usaha yang sehat sebagaimana pesan UU No 20 tahun 2008 tentang UMKM belum berkembang.

"Persoalan kesenjangan struktur ekonomi inilah yang menjadi salah satu dasar dalam menyusun pemberdayaan UMKM dengan mendorong dan menfasilitasi bagaimana agar usaha mikro khususnya dapat cepat berkembang dan naik kelas," kata Meliadi.

Ia menilai, dalam perjalanannya PLUT KUMKM masih memghadapi berbagai kendala, khususnya untuk mampu bekerja secara profesional dan berkesinambungan dalam upaya mempercepat terwujudnya UKM naik kelas.

Oleh sebab itu, kebijakan dan program pengembangan PLUT KUMKM  masih perlu ditinjau untuk direvitalisasi, baik dalam rangka memperkuat kebijakan aspek legalnya, pengembangan program layanannya maupun peningkatan profesionalisme kompetensinya.

Sementara itu Asdep Pendampingan Usaha Deputi Restrukturisasi Usaha Eviyanti Nasution mengatakan, dalam rentang 2013-2018 sudah berdiri 61 PLUT KUMKM di 26 provinsi dan 35 kabupaten/kota yang didukung 330 tenaga konsultan.

"Pada 2019, jumlah konsultan akan ditambah 20 sehingga total menjadi 350 orang konsultan," ujarnya pada acara Forum Koordinasi dan Evaluasi Program PLUT-KUMKM di Jakarta.

Ia menambahkan, forum koordinasi dan evaluasi PLUT KUMKM ini bertujuan untuk merumuskan program kerja 2019 sekaligus menggalang komitmen menciptakan PLUT mandiri dan profesional.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JkpXu7
March 18, 2019 at 07:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JkpXu7
via IFTTT
Share:

Dosen UMM Pecahkan Rekor Pemilik HKI Terbanyak Se-Indonesia

Ishomuddin memiliki 120 HKI.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Profesor Ishomuddin, belum lama ini memperoleh penghargaan bergengsi dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Ia didapuk sebagai pemilik Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terbanyak se-Indonesia, yakni 100 HKI.

Sebenarnya, pria yang pernah juga dinobatkan sebagai dosen berprestasi pada tahun 2017 lalu ini memiliki 120 daftar HKI. Namun ia memilih untuk membulatkannya menjadi 100 saat mendaftarkan perolehannya.

“Buah pemikiran-pemikiran itu mesti disebarkan agar kebermanfaatannya meluas. Rekor ini saya persembahkan sepenuhnya untuk Universitas Muhammadiyah Malang,” ungkapnya melalui pesan resmi yang diterima Republika.co.id, Ahad (17/3).

Menurut Ishomuddin, buku dan jurnal bukan satunya-satunya hal yang harus selalu dibanggakan. Seorang pendidik mesti lebih bisa berbuat dari yang biasa-biasa saja.

Saat ditanya tentang prosesnya menghasilkan banyak HKI, Ishomuddin menceritakan kegiatan rutinnya. “Sejak selesai asar hingga pukul dua belas malam, saya di depan laptop sembari membaca dan mendalami berbagai hal,” ceritanya.

Kesungguhan tersebut, kata dia, yang mengantarnya ke pintu kesuksesan. Bagi Ishomuddin, hal-hal yang ia lakukan hanya kebiasaan semata. Selain itu, sabar dalam berproses yang tidak singkat menjadi kunci.

Baginya, pendidik bukan hanya mengajar, namun lebih dari itu. “Membekali diri dengan membaca dan meneliti adalah keharusan bagi saya, supaya ketika menyampaikan ilmu itu benar-benar objektif,” kata dia.

Menurut Ishomuddin, ketika memilih profesi di bidang pendidikan untuk digeluti, ini perlu dibarengi sikap serius dan fokus. Hal ini yang akan membawa keberkahan karena menjalankan dengan ikhlas setiap tugas. Dengan demikian, materi akan mengikuti di belakang dengan kesungguhan.

“Sukses itu bukan karena pintar saja, rutinitas yang baiklah yang menentukan. Tinggal mau menjalankan atau tidak,” ucapnya.

Ishomuddin berprinsip, bahwa rezeki dan ilmu itu kesatuan yang begitu erat. Ilmu akan memuliakan siapapun yang mendapatkannya. "Yakni kemuliaan hidup, kemuliaan sosial dan kemuliaan dalam kebermanfaatan bagi sesama. Rezeki, berupa kelimpahan materi akan mengikuti setelah ilmu didapatkan," kata dosen yang mendalami sosiologi masyarakat Islam ini. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TXi3ef
March 18, 2019 at 07:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TXi3ef
via IFTTT
Share:

Los Rojiblancos Dilanda Krisis

Permainan Atletico Madrid musim ini dinilai inkonsisten.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Klub kuda hitam asal Spanyol Atletico Madrid mengalami nasib yang tidak biasanya musim ini. Hampir dalam satu dekade terakhir, Atleti merupakan klub yang menjadi pengganggu hegemoni Real Madrid dan Barcelona di panggung La Liga Spanyol.

Di pentas Eropa pun demikian. Meski Los Rojiblancos belum pernah mencicipi gelar Liga Champions, klub yang bermarkas di Stadion Wanda Metropolitano ini cukup ditakuti oleh klub-klub besar Eropa. Barcelona, Bayern Muenchen, dan Real Madrid pernah merasakan tersingkir dari tangan Atletico di babak knock out.

Di pentas Liga Europa, Atletico boleh dibilang sebagai lakonnya. Atletico sudah tiga kali merasakan kampiun di kasta kedua Benua Biru itu. Sampai sekarang, klub asuhan Diego Simeone masih berstatus sebagai juara bertahan Liga Europa. Trofi tersebut yang membawa Atleti menjadi juara Piala Super Eropa tahun lalu.

Sekarang, Atletico seperti berada di dalam krisis. Walau internal klub saudara sekota Real Madrid itu terlihat kalem, tapi tidak selaras dengan hasil yang dituai. Terutama dalam satu pekan terakhir.

Tengah pekan kemarin, Atletico gagal mempertahankan keunggulan agregat dari Juventus di babak 16 besar Liga Champions. Leg pertama di Kota Madrid, Atleti menang 2-0 atas Juventus.

Giliran bertandang ke Turin markas Juventus di Stadion Allianz, Atletico tidak kuasa menahan ambisi Juventus. Atletico pulang dengan kekalahan 0-3 sehingga otomatis tersingkir dari kompetisi Eropa musim ini.

Empat hari berselang, tepatnya pada Senin (18/3) dini hari WIB, Atletico kalah lagi di ajang La Liga. Bertandang ke Stadion San Memes markas Athletic Bilbao, Atletico menyerah 0-2. Kiper Atleti Jan Oblak harus memungut bola dari gawangnya dua kali oleh gol Inaki Williams dan Kenan Kodro.

Kekalahan itu membuat peluang Atleti mengamankan gelar La Liga musim ini semakin tipis. Sampai pekan ke-28 Atletico tertinggal 10 poin dari pimpinan klasemen sementara Barcelona. Di saat Atleti gagal membawa pulang satu pun angka dari San Memes, Barcelona memperlebar jarak dengan menghajar Real Betis 4-1 di Stadion Benito Villamarin.

"Memenangkan liga (La Liga) semakin sulit, saya tidak akan menyangkalnya,” kata kapten Atletico, Diego Godin, dikutip dari Marca, Senin (18/3).

Bek asal Uruguay tersebut memang merasa permainan Atletico tidak seperti musim-musim sebelumnya. Permainan Los Cholconeros inkonsisten. Padahal materi pemain yang dimiliki pelatih Diego Simeone tidak berkurang. Justru tim itu kini memiliki tiga striker beringas Antoine Griezmann, Diego Costa, dan Alvaro Morata.

Tapi yang terjadi, dua laga terakhir Atletico seperti macan ompong karena selalu gagal mencatatkan gol. Gol terakhir yang diukir oleh Atleti itu pun lahir dari kaki pemain gelandang Saul Niguez kala Atleti menang tipis dari Leganes 9 Maret lalu.

Godin yang santer diisukan akan ke Inter Milan mengatakan, Atletico harus membenahi diri terutama dalam mental bertanding. Berisikan pemain bintang tapi tampil loyo, menurut Godin, kemugkinan besar disebabkan karena para pemain gugup.

Godin meminta maaf kepada semua penggemar karena tidak bisa menjanjikan gelar begitu meyakinkan musim ini. Tidak seperti musim lalu saat Atletico merayakan gelar Liga Europa dan Piala Super Eropa bersama semua penggemar di Kota Madrid dan di seluruh daratan Spanyol.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2udtWOD
March 18, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2udtWOD
via IFTTT
Share:

Islam Begitu Dekat dengan Masyarakat Rusia

Kedekatan Islam dan masyarakat Rusia tergambar pada bentuk-bentuk masjidnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jika berkunjung ke Rusia, umat Islam dari berbagai dunia akan menyaksikan bentuk-bentuk masjid yang unik di setiap wilayah. Arsitekturnya menggambarkan bahwa Islam pada masa lalu begitu sangat lekat dengan kehidupan masyarakat Rusia.

"Ini yang tidak banyak orang ketahui terutama setelah hampir 70 tahun mereka di bawah kekuasaan Uni Soviet yang komunis, sehingga bayangan orang tentang Rusia ya komunis. Padahal, sekarang ini cukup berkembang Islam di sana," kata Kepala LPMQ Kemenag Muchlis Hanafi.

Islam di Rusia saat ini telah tersebar di seluruh distrik federal Rusia. Di distrik federal pusat sendiri, terdapat Masjid Katedral Moskow, yang menjadi tempat ibadah utama bagi umat Islam.

Masjid terbesar di ibu kota Rusia itu menjadi pusat gerakan organisasi-organisasi muslim Rusia, seperti Dewan Mufti Rusia dan Dewan Agama Muslim Federasi Rusia, yang keduanya diketuai oleh Mufti Besar Rusia, Syekh Ravil Gaynutdin, selama 30 tahun terakhir.

Setelah direkonstruksi besar-besaran, Masjid Katedral Moskow diresmikan pada 23 September 2015 lalu. Peresmian itu dihadiri Mufti Besar Rusia, Syekh Ravil Gaynutdin, Presiden Federal Rusia Vladimir Putin, Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Masjid Katedral Moskow menjadi pusat atraksi bagi ribuan umat Islam. Selama lebih dari satu abad, masjid megah ini telah menjadi pusat daya tarik bagi ribuan Muslim dari seluruh dunia. Lebih dari 100 ribu umat Islam selalu hadir di masjid ini ketika melaksanakan shalat Idul Adha dan Idul Fitri.

Masjid yang dibangun sejak 1904 ini telah direkonstruksi sebanyak 20 kali. Seka rang total luasnya mencapai 18,9 ribu me ter persegi. Bagian atas kubah dihiasi dengan ayat-ayat Alquran. Masjid yang dibangun enam lantai ini dapat menampung lebih dari 10 ribu Muslim.

Kubah Masjid Katedral Moskow dilapisi emas yang terkenal dan memiliki dua menara utama yang tingginya mencapai 78 meter. Bentuk bangunan masjid ini melambangkan persahabatan orang-orang Rusia selama berabad-abad.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2W6v5Dx
March 18, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2W6v5Dx
via IFTTT
Share:

Cara Warna Tingkatkan Energi Getaran Hidup Seseorang

Warna merah di kamar tidur tingkatkan energi, stimulasi, dan indera.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Warna dalam mode, desain, atau kehidupan merupakan alat ampuh yang dapat digunakan untuk menginspirasi emosi, menciptakan ruang, atau hanya mengatur suasana hari. Terapi warna juga telah ada sejak zaman kuno dan melibatkan keseimbangan tujuh chakra tubuh.

Warna dapat meningkatkan energi getaran hidup seseorang. Artist Illosh Judge Ahluwalia mengungkapkan ia banyak memiliki warna dalam lukisan di rumahnya.

“Saya menjaga dinding dan furnitur tetap netral (putih pudar untuk dinding dan kayu alami serta kulit untuk furnitur,” ujar Ahluwalia, seperti dilansir dari Times of India, Senin (18/3).

Pakar Feng Shui SBS Surendran mengatakan warna merah di kamar tidur meningkatkan energi, stimulasi, dan indera. Kombinasi dingin dan netral akan membuat seseorang tetap tenang, sementara itu warna hangat membuat seseorang lebih banyak bicara dan ramah, serta warna-warna cerah memberi harapan.

Ahluwalia merekomendasikan penggunaan bohlam berwarna di sudut-sudut atau di area khusus untuk menciptakan suasana hati. Sedangkan Surendran menyarankan warna kuning cerah untuk dapur.

Sebab, warna kuning dapat membantu pencernaan, kepercayaan diri, dan membuat pikiran menjadi jernih. Berikut ini warna-warna lain yang memiliki manfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Warna merah muda untuk ketenangan di ruang meditasi. Warna oranye paling cocok untuk ruangan orang sakit karrena dikaitkan dengan peningkatan fungsi paru-paru dan lebih banyak energi.

Warna merah terang memberi ruangan perasaan yang lebih energik, sementara warna merah yang lebih dalam meningkatkan perasaan nyaman.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ueduO4
March 18, 2019 at 06:59PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ueduO4
via IFTTT
Share:

Debat Cawapres, Sandi: Biarkan Masyarakat yang Menilai

Calon wakil presiden, Sandiaga Uno

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
EMBED
Sandiaga Uno berterima kasih kepada Ma’ruf Amin telah menjadi lawan debat yang baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden, Sandiaga Uno berterima kasih kepada Ma’ruf Amin telah menjadi lawan debat yang baik. Menurutnya, masyarakatlah yang menilai hasil debat cawapres.

Selain itu, Sandi mengaku senang dengan format terbaru yang dihadirkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Debat kali ini, kata dia, bisa menghadirkan sesi yang informatif.

Sandi berharap, format pada debat cawapres bisa dihadirkan pada debat-debat selanjutnya.

Berikut video lengkapnya.

Videografer | Havid Al Vizki     Video Editor | Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TX8ewQ
March 18, 2019 at 06:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TX8ewQ
via IFTTT
Share:

IPSI Jabar Optimistis Pencak Silat Masuk Daftar UNESCO

Pesilat Jabar siap melakukan performance di hadapan juri dari UNESCO pada Oktober.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Ikatan pencak silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat (Jabar), ingin bela diri pencak silat masuk dalam warisan budaya tak benda UNESCO. Sebab, ilmu bela diri ini sudah ada sejak lama. Bahkan, masuk dalam khasanah budaya Indonesia.

Karena itu, 20 pesilat dari Jabar siap melakukan performance di hadapan juri dari UNESCO pada Oktober mendatang. Wakil Ketua IPSI Jabar Bidang Humas dan Hubungan Internasional, Roedy Wiranatakusumah, mengatakan sebelumnya negara tetangga mengklaimkan diri bahwa pencak silat merupakan dari negaranya. Padahal itu, tidak benar.

Pencak silat, merupakan ilmu bela diri asli Indonesia. Karenanya, saat ini IPSI terus mendorong supaya pencak silat diakui dunia dan tercatat dalam UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.

"Ketuk palunya, nanti Oktober 2019. Makanya, kami terus mendorong supaya pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk terus melakukan lobi, supaya pencak silat masuk dalam UNESCO," ujar Roedy, disela-sela acara penataran bela diri militer cakra Kostrad dengan pesilat se-Jabar, di Markas Denharrahlat Sanggabuana, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Senin (18/3).

Untuk pencak silat ini, daerah yang akan mengirimkannya yaitu dari Sumatera Barat dan Jawa Barat. Sebab, pencak silat dari dua daerah ini banyak kesamaan. Yang membedakannya, dari kesenian yang mengiringinya. Serta alirannya.

Di Jawa Barat, banyak sekali aliran untuk pencak silat ini. Seperti, aliran Cimande dan Cikalong. Adapun, kesenian yang mengiringinya, ada pakemnya. Yaitu, tepak dua, tepak tiga atau padungdungan. Tapi, bisa saja dikolaborasikan dengan kesenian lainnya, seperti jaipongan.

Karena itu, Oktober nanti, lanjut Roedy, IPSI Jabar akan mengirimkan sedikitnya 20 pesilat sekaligus panayagan 

untuk tampil dihadapan juri UNESCO. Dengan begitu, pihaknya berharap pencak silat ini benar-benar diakui oleh dunia, sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia.

Sementara itu, Pelatih Utama Paguron Panglipur Kota Bandung, Asep Gurwawan, mengatakan, saat ini para pesilat menggantungkan harapan pada diplomasi pemerintah. Sebab, upaya dari pesilat untuk membawa pencak silat dilihat mata dunia, sudah dilakukan. Salah satunya, saat penampilan silat di Prancis.

"Saat ini, pesilat dari seluruh daerah di Indonesia, terus mengawal perjuangan supaya pencak silat ini masuk daftar UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia," ujarnya.

Selain pesilat dari Jabar, pesilat dari tanah minang, Sumatera Barat juga akan ikut memeriahkan penampilan pada Oktober mendatang. Sebab, duta besar dari Indonesia yang ada di UNESCO, merupakan dari Sumbar. Selain itu, gerakan silat dari kedua wilayah ini hampir mirip. 

"Karenanya, kami optimistis pencak silat merupakan warisan budaya Indonesia. Serta, bisa tercatat dalam UNESCO," ujarnya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JlIBBJ
March 18, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JlIBBJ
via IFTTT
Share:

Wiranto Ingatkan Pemilu Bukan Hanya untuk Pilih Presiden

Wiranto menyebutkan ada pemilu presiden-wakil presiden dan juga pileg.

REPUBLIKA.CO.ID, MOROTAI -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Wiranto, mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilih pada 17 April mendatang. Wiranto juga mengingatkan Pemilu 2019 bukan hanya untuk memilih presiden-wakil presiden. 

Menurut Wiranto, kegiatan pemungutan suara Pemilu 2019 hanya tinggal menghitung hari. Karena itu, kata dia, masyarakat harus memahami bahwa pemilu kali ini tidak hanya untuk memilih kepala negara dan wakil kepala negara saja. 

"Sebentar lagi ada pemilu presiden-wakil presiden, juga pileg untuk memilih calon anggota DPR, DPRD provinsi, kabupaten/kota dan calon anggota DPD. Seluruhnya dilaksanakan secara serentak, " ujar Wiranto ketika memberikan sambutan di Kantor Bupati Pulau Morotai, Maluku Utara, Senin (18/3). 

Sebelumnya, lanjut dia, pemilu secara serentak seperti ini belum pernah terjadi. "Banyak orang yang menginginkan Pemilu ini berhasil baik, sebab pemilu merupakan tahapan untuk membangun sistem demokrasi yang benar, membuktikan kedewasaan dalam demokrasi," tuturnya. 

Selain itu, yang paling penting dalam pemilu adalah memilih pemimpin dan wakil rakyat yang berkualitas. Dengan demikian, kata Wiranto, sistem pemerintahan Indonesia yang sudah baik bisa terus berlanjut. 

"Maka, kami tunggu pada 17 April, supaya nanti kita sebagai warga negara mau menggunakan hak pilih. Kita pilih pemimpin yang berkualitas, baik presiden-wakil presiden , anggota DPR, anggota DPRD , anggota DPD. Jangan jadikan pemilu pesta demokrasi yang penuh konflik dan hoaks, serta fitnah," kata Wiranto.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TSrpYQ
March 18, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TSrpYQ
via IFTTT
Share:

Peternak Berdaya Rumah Zakat Terima Ayam Petelur

Peluang pemasaran ayan petelur terbuka lebar ke pasar dan warga sekitar.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Desa Cipondok, Sukaresik, Tasikmalaya merupakan salah satu wilayah Desa Berdaya binaan Rumah Zakat sejak pertengahan 2018 lalu. Di desa ini Rumah Zakat menerapkan beberapa program salah satunya Peternak Berdaya.

Para penerima manfaat Peternak Berdaya, memperoleh bantuan modal dan juga pembinaan. Salah satu penerima program ini adalah Jono, ia menerima bantuan ternak ayam petelur.

Fasilitator Rumah Zakat di Desa Cipondok Nia Kurnia, menjelaskan diawal berjalannya program ini bukan tanpa halangan. Virus mematikan bagi ayam (orang lokal menyebutnya tetelo) merebak hampir di seluruh peternak ayam saat itu.

Virus membuat beberapa ekor ayam petelur yang dimilikiJono terpaksa harus dipisahkan dan disembelih. Namun berbekal ketekunan dan hasil tukar pikiran dikalangan peternak, ditemukanlah formula pengobatan dengan memanfaatkan daun pepaya sebagai bahan utama pengobatan virus.

"Apalagi daun pepaya masih sangat mudah ditemui disekitar desa," ujar Nia Kurnia seperti dalam siaran pers Rumah Zakat.

Kini Jono bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari telur-telur ayam yang dipeliharanya. Peluang pemasarannya sudah terbuka lebar, selain dijual ke pasar, warga sekitar juga bisa membeli telur langsung kepada Jono.

"Program ayam petelur ini termasuk yang belum banyak dikelola di Desa Cipondok, karena umumnya warga desa memelihara ayam pedaging Karena belum banyak yang memelihara ayam petelur, jadi telur hasil ternak sangat bermanfaat sekali dan banyak diminati masyarakat dan membeli langsung kesini daripada harus ke pasar," kata Jono.

Meskipun saat ini masih bersifat sampingan, usaha ayam petelur ini sangat prospektif untuk dikembangkan. Lahan perluasan kapasitas produksi sudah tersedia, kemampuan pembuatan pakan hingga pengolahan kotoran ayam sudah dimiliki. Oleh karena itu, Jono berencana melakukan pembibitan secara mandiri.

Jono menyiapkan regenerasi ayam-ayam petelurnya. Tidak tanggung-tanggung kandang dengan kapasitas 1.000 ekor sudah disiapkannya.

"Terima kasih kepada para donatur Rumah Zakat yang sudah memberikan ini, Kang Nia juga sering mendampingi usaha ternak ini," ujarnya.

Ke depan Jono berharap usaha ini berkembang semakin besar lagi. Sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi warga Desa Cipondok.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TLb9cA
March 18, 2019 at 06:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TLb9cA
via IFTTT
Share:

In Picture: Kebakaran Pabrik di Kamal Muara

Penyebab kebakaran diduga akibat percikan api dari travo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suasana puing-puing sisa kebakaran di kawasan Kamal Muara, Jakarta, Senin (18/3).

Kebakaran gudang pengemasan styrofoam tersebut diduga diakibatkan percikan api dari travo dan tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FfJ0Aj
March 18, 2019 at 06:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FfJ0Aj
via IFTTT
Share: