Showing posts with label 2018 at 08:27PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 08:27PM. Show all posts

Monday, December 31, 2018

Jamaah At Tin: Suara Ustaz Muzammil Subhanallah Merdu Sekali

Suara Muzammil unik dan sangat merdu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jamaah Shalat Maghrib di Masjid At-Tin terkagum-kagum saat mendengar lantunan ayat Alquran ketika Muzammil Hasballah menjadi imam Shalat Maghrib, Ahad (31/12). Kusuma, salah satu jamaah shalat asal Bekasi, mengatakan, Muzammil memiliki suara yang merdu. "Sebenarnya saya enggak tau imamnya dia, karena enggak lihat orangnya. Tapi memang unik dan merdu suaranya," kata Kusuma kepada Republika.co.id.

Hal senada disampaikan oleh Dyah, jamaah masjid asal Cipayung. Ia mengaku, baru pertama kali mendengar suara langsung Muzammil setelah sebelumnya hanya menyaksikannya lewat video di laman YouTube. "Walaupun saya lagi halangan, tapi tetap terdengar suaranya sampai ke selasar masjid. Masya Allah merdu sekali," ujar dia.

Meski Dyah tak ikut shalat, ia datang ke masjid At-Tin untuk menghadiri Festival Republik 2018. Ia mengatakan, penasaran dengan konten acara Dzikir Nasional di malam pergantian tahun. "Bagus sekali acara seperti ini, karena sudah terlalu banyak tema acara yang hura-hura dan menghamburkan uang. Saya dukung penuh acara seperti ini," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ak5Jtu
December 31, 2018 at 08:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ak5Jtu
via IFTTT
Share:

Thursday, December 27, 2018

Polisi Buru Pembuat Video Kiai Ma'ruf Pakai Baju Sinterklas

Polisi sudah menangkap penyebar video ujaran kebenciaan terhadap Ma'ruf Amin.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Kapolda Aceh Inspektur Jenderal Polisi Rio S Djambak mengatakan, pihaknya masih mengejar pembuat video ujaran kebencian terhadap calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin. Namun, polisi sudah menangkap pelaku penyebaran video itu.

"Penyebarnya sudah ditangkap. Sedangkan pelakunya masih dikejar. Perbuatan mereka merupakan tindak pidana," kata Rio S Djambak di Banda Aceh, Kamis (27/12).

Kapolda mengingatkan, masyarakat jangan menyebarkan ujaran kebencian. Apalagi ujaran kebencian ditujukan kepada capres maupun cawapres.

Kepolisian, kata dia, memiliki teknologi yang bisa mengungkap semua penyebaran ujaran kebencian di dunia maya. Jadi, siapa pun pelakunya akan diungkap.

"Jika pelaku ujaran kebencian terhadap cawapres Ma'ruf Amin ini memiliki sindikasi, maka akan kami tangkap semua. Perbuatan mereka sudah mendiskreditkan orang lain," tegas Rio S Djambak.

Sebelumnya, tim gabungan Polres Lhokseumawe mengamankan seorang berinisial S (31) diduga penyebar ujaran kebencian berupa video terhadap cawapres Ma'ruf Amin. Kepala Bidang Humas Polda Aceh AKBP Ery Apriyono mengatakan, pelaku warga Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara.

"Pelaku menggunakan Youtube menyebarkan video cawapres Ma'ruf Amin mengucapkan selamat natal dan tahun baru, namun pakaiannya diedit mengenakan baju sinterklas," sebut dia.

Ery Apriyono menyebutkan, pelaku menyebarkan video tersebut pada Senin 24 Desember 2018. Pelaku ditangkap berdasarkan laporan informasi pada 25 Desember 2018.

"Pelaku berinisial S akan diproses secara hukum dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik atau ITE," kata AKBP Ery Apriyono.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AhUsty
December 27, 2018 at 08:27PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AhUsty
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

Jabar Target MQK Tumbuhkan Minat Milenial Baca Kitab Kuning

Generasi muda saat ini diniai kurang tahu tentang pesantren dan Kitab Kuning.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemda Provinsi Jawa Barat menggelar Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2018. Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, event ini diharapkan bisa menumbuhkan minat generasi milenial untuk mempelajari Kitab Kuning.

Uu, didampingi Asisten Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat (Setda Provinsi Jabar) Dady Iskandar, Plt Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Setda Provinsi Jabar Sonny Samsu Adisudarma, dan Kepala Bidang Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jabar Abubakar Shidiq, membuka secara resmi MQK Jabar 2018 di Balai Asri Pusdai, Kota Bandung, Senin malam (10/12). Menurut Uu, tak hanya menjadi ajang silaturahim di antara pesantren, MQK juga diharapkan bisa menumbuhkan minat generasi muda untuk mempelajari Kitab Kuning.

Uu menilai generasi muda saat ini kurang tahu tentang pesantren dan Kitab Kuning. “Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat anak muda untuk belajar Kitab Kuning di pesantren Salafiyah,” kata Uu seraya mengatakan akhir-akhir ini pesantren Salafiyah seperti sudah menurun jumlah muridnya.

Para peserta MQK merupakan para santri yang berasal dari pesantren di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Ada tiga kategori yang dipertandingkan, yaitu Musabaqah Tilawatil Kutub, Hafidzul Kutub, dan Pidato Berbahasa Indonesia.

Kitab Kuning merupakan bagian dari literatur keilmuan Islam yang menyimpan warisan khazanah intelektual yang sangat kaya. Kitab ini membahas mulai dari persoalan yang mendasar hingga persoalan prinsipil seperti, dogma, hukum Islam hingga ketatanegaraan.

Selain itu, di dalam Kitab Kuning terdapat tradisi akademik yang seringkali menghadirkan berbagai pandangan berbeda bahkan bertolak belakang. Dimana masing-masing pandangan itu memiliki dasar argumennya masing-masing, kemudian muncul sebuah kesimpulan. Tradisi akademik seperti ini diyakini akan mampu menumbuhkan pandangan keagamaan yang moderat.

MQK gelaran pertama ini dilaksanakan mulai 10 hingga 13 Desember 2018. Tak tanggung-tanggung, untuk para pemenang tidak hanya akan mendapat uang pembinaan, tapi ada juga hadiah lain yaitu mobil, sepeda motor, hingga Umrah. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SHgaOK
December 11, 2018 at 08:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SHgaOK
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Pulau Pari Tercemar Sampah Kiriman

Sampah yang mengotori Pulau Pari dipastikan bukan limbah minyak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Yusen Hardiman menyebut tercemarnya Pulau Pari, Kepulauan Seribu oleh minyak dan sampah dipastikan berasal dari sampah kiriman. Kondisi Pulau Pari yang tercemar tersebut sempat meluas di media sosial.

"Bukan pencemaran, itu sampah kiriman. Sampah itu kalau hujan besar di darat kan bisa hilirnya kan ke laut," ujar Yusen di Jakarta, Selasa (27/11).

Yusen mengatakan, anggotanya memastikan bahwa tidak ada laut yang tercemar karena minyak. Warna kecokelatan yang terlihat dalam video di media sosial dipastikan adalah eceng gondok dan sampah kemasan.

"Nggak (bukan minyak), eceng gondok itu kayak begitu. Anak buah saya sudah bersihkan," kata dia.

Ia memparkan, sampah yang terdapat di sekitar kawasan Pulau Pari dalam satu hari kurang lebih mencapai 40 ton dan 20 persen merupakan sampah kiriman dari berbagai arah angin.

Selain itu, sampah tersebut sudah ditangani dan menghasilkan sampah yang dapat diangkut oleh sepuluh gerobak motor atau setara dengan 100 meter kubik.

"Ampas-ampasnya datang kan dikumpulin dulu di tempat pembuangan sementara (TPS), di bawa nanti ke darat. Tapi kalau ada yang bisa dipilah, seperti sampah kemasan misalnya, botol minuman itu masuk ke bank sampah," ujarnya.

Sementara, mengenai kabar matinya sejumlah penyu akibat pencemaran minyak dan sampah di Pulau Pari, Yusen mengaku tidak terlibat dalam penanganannya.

"Kalau itu kontak ke BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam), bukan ranah saya," ungkapnya.

"Artinya kami dari Sudin LH Kepulauan Seribu tidak berpangku tangan, siap tempur dengan alat dan tenaga untuk membersihkan pulau," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SdYBFK
November 27, 2018 at 08:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SdYBFK
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

PLN: Rasio Desa Berlistrik di Babel 100 Persen

PLN kerja sama dengan pemda agar pasokan listrik terserap optimal.

REPUBLIKA.CO.ID,  PANGKALPINANG -- Manajer Komunikasi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung (Babel), Agus Yuswanta mengatakan rasio desa berlistrik dan rasio elektrifikasi di daerah itu sudah mencapai 100 persen.

"Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan investasi hingga pasokan listrik dapat terserap dengan optimal," katanya di Pangkalpinang, Kamis (22/11).

Ia mengatakan, PLN UIW Bangka Belitung saat ini sudah menjalin kerja sama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) untuk memberikan kemudahan layanan investasi bagi para investor. Jadi sebelum investor mengurus perizinan, mereka di dinas itu sudah mengetahui bahwa di Babel memiliki pasokan listrik yang berlebih.

"Bahkan pada masa konstruksi, investor tidak perlu khawatir akan kebutuhan listriknya. Tidak perlu menyiapkan genset karena PLN memiliki produk yang sesuai dengan kebutuhan di masa konstruksi, yaitu layanan konstruksi," ujarnya.

Menurutnya selama ini dalam mengaliri listrik untuk memenuhi kebutuhan di pelosok-pelosok desa di Bangka Belitung hampir tidak mengalami hambatan dan rintangan sama sekali. Di mana yang menjadi perhatian saat ini adalah menyediakan listrik dengan biaya yang lebih efisien untuk daerah-daerah terluar.

"Hampir tidak ada hambatan, mulai dari perizinan dan kerelaan masyarakat ketika pohonnya dipangkas saat PLN memasang jaringan baru untuk desa-desa di pelosok juga. Alhamdullilah, dengan pendekatan yang baik dan dukungan dari Muspida mempercepat kami memasang jaringan listrik baru," katanya.

Dikatakannya, saat ini suplai listrik di sistem Bangka tercatat sebesar 173 Megawatt (MW) dengan permintaan 138 MW. Sedangkan suplai pada sistem Belitung sebesar 75 MW dengan permintaan 41 MW.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PMr4pe
November 22, 2018 at 08:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PMr4pe
via IFTTT
Share:

Mobil Tabrak Kerumunan Anak SD di Cina, Lima Orang Tewas

Serangan mematikan di sekolah terjadi beberapa kali di Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Lima anak dan 18 lainnya terluka setelah ditabrak mobil di sebelah timur laut Cina, Kamis (22/11). Juru bicara pemerintahan setempat mengatakan mobil tersebut menabrak sekerumunan anak-anak di luar sebuah sekolah dasar.

Sopir mobil tersebut sudah ditahan setelah menabrak anak-anak tersebut pada tengah hari di kota pelabuhan di Huludao, Provinsi Liaoning. Juru bicara pemerintahan kabupaten Jianchang menggambarkan ini menjadi kecelakan lalu lintas fatal.

Ia menambahkan saat ini penyebab kecelakaan tersebut masih diselidiki. Dalam rekamanan video keamanan terlihat anak-anak sedang berjalan di pinggir jalan di depan sekolah mereka ketika sebuah mobil mendekat. Tiba-tiba mobil tersebut mengubah arah dan menabrak anak-anak tersebut.

Belum diketahui apakah kecelakaan ini serangan yang direncanakan atau tidak. Sampai kini juga belum diketahui apakah sopir tersebut berusaha menghindari sesuatu di depannya. Pada bulan lalu seorang dengan senjata tajam melaju ke arah pejalan kaki di sebelah timur kota Ningbo.

Ia menewaskan dua orang dan melukai 16 lainnya. Bulan September, ada 11 orang terbunuh dan 44 lainnya dilarikan ke rumah sakit setelah seorang laki-laki menabrakkan mobilnya ke arah kerumunan pejalan kaki di pusat kota Hunan.

Setelah menabrak banyak orang, laki-laki itu melompat keluar dari mobilnya. Lalu menyerang para korban dengan belati dan sekop.

Serangan mematikan di sekolah telah terjadi beberapa kali di Cina. Hal itu termasuk beberapa serangan yang terjadi pada 2010 yang mana hampir 20 anak tewas terbunuh. Serangan-serangan ini membuat pemerintah pusat Cina meminta sekolah meningkatkan keamanan mereka.

Namun, tetap saja ada serangan mematikan yang terjadi. Pada Juni lalu seorang laki-laki menyerang tiga orang anak laki-laki dan seorang ibu menggunakan pisau dapur di Shanghai. Peristiwa ini menewaskan dua orang anak.

Tahun lalu, polisi mengatakan ada sebuah bom yang diletakkan di gerbang sebuah taman kanak-kanak di sebelah Timur Cina. Bom tersebut meledak ketika keluarga dan orang tua menjemput putra-putri mereka. Kejadian tragis ini menewaskan delapan orang.

Motivasi para pelaku sangat bervariasi. Mereka diidentifikasi memiliki penyakit jiwa atau terasing dari masyarakat.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2R6cYeS
November 22, 2018 at 08:27PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2R6cYeS
via IFTTT
Share: