Showing posts with label 2018 at 06:09PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:09PM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

Israel Protes ke Yordania Setelah Benderanya Diinjak

Hubungan Yordania dengan Israel tidak disukai banyak rakyat Yordania.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM - Israel secara resmi melayangkan protes ke Yordania setelah juru bicara Pemerintah Yordania, Jumana Ghunaimat, menginjak bendera Israel pada Kamis (27/12). Saat itu Ghunaimat sedang melakukan kunjungan ke serikat buruh di Amman.

Ghunaimat terlihat menginjak gambar bendera Israel yang ada di lantai saat ia memasuki gedung serikat pekerja Yordania untuk menghadiri pertemuan di sana. Serikat pekerja Yordania dikenal sangat menentang normalisasi hubungan antara Yordania dengan Israel meskipun ada perjanjian damai yang ditandatangani pada 1994.

Bendera Israel dibentangkan di lantai, tepat di depan pintu masuk gedung, bersama dengan tanda injakan sepatu, sehingga memaksa siapapun yang masuk ke gedung itu untuk menginjaknya. Hal itu dilakukan oleh serikat pekerja sebagai bentuk protes terhadap Israel.

Kementerian Luar Negeri Israel telah mengajukan protes keras baik kepada pejabat pemerintah di Amman maupun kepada Kedutaan Hashemite di Tel Aviv. Media Israel mengatakan pihak berwenang Israel telah memanggil Duta Besar Yordania Ghassan al-Megali pada Ahad (30/12) untuk memprotes perbuatan Ghunaimat itu.

Meski demikian, Ghunaimat yang juga menjabat sebagai Menteri Urusan Media dan Komunikasi Yordania, justru mendapat pujian di media sosial karena termasuk di antara mereka yang memilih untuk menginjak bendera itu.

Dilansir di Anadolu, Perdana Menteri Yordania Omar Razzaz dilaporkan ikut menghadiri pertemuan tersebut, tetapi ia memilih memasuki gedung melalui pintu samping. Razzaz yang menghindari untuk menginjak bendera Israel, mendapat banyak kritik di media sosial.

Sejumlah aktivis politik juga mengejeknya dan menyebutnya munafik dengan mendukung entitas Zionis. Laporan media tidak merinci apakah ada menteri atau pejabat senior lain yang telah menginjak bendera itu atau justru memilih untuk memasuki gedung melalui pintu samping.

Meskipun kedua negara telah memiliki perjanjian damai, hubungan Yordania dengan Israel tidak disukai banyak rakyat Yordania. Times of Israel melaporkan, bulan lalu, Raja Yordania Abdullah II mengumumkan dia tidak akan memperbarui bagian dari perjanjian damai 1994 yang memberi izin Israel untuk menggunakan dua area pertanian kecil di sepanjang perbatasan.

Abdullah mengatakan dia juga akan menarik dua lampiran tambahan pada perjanjian damai itu, yang memungkinkan Israel untuk menyewakan daerah-daerah itu selama 25 tahun.

Abdullah tidak memberikan alasan terkait keputusannya itu, tetapi ia telah berada di bawah tekanan domestik untuk mengakhiri sewa yang mencakup daerah-daerah di Naharayim di utara dan Tzofar di Gurun Arava selatan, yang keduanya sekarang akan kembali ke tangan Yordania.

Amman menghadapi tekanan kuat untuk membatalkan perjanjian sewa dengan Israel, termasuk dari 80 anggota parlemen yang menandatangani surat kepada pemerintah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GNlIpL
December 30, 2018 at 06:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GNlIpL
via IFTTT
Share:

Friday, December 28, 2018

Polisi Belum Berencana Panggil Ketua Umum PSSI

Satgas telah menetapkan empat tersangka kasus mafia pengaturan skor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Sepak Bola telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus mafia pengaturan skor. Polisi mengatakan, belum ada jadwal untuk memanggil Ketua Umum (Ketum) PSSI Edy Rahmayadi.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prsetyo mengatakan, pemanggilan terhadap ketum PSSI masih belum dipastikan. Karena, lanjut dia, polisi harus menunggu keterangan para tersangka dan saksi.

"Belum, nanti akan sangat tergantung dari hasil pemeriksaan hari ini. Pemeriksaan empat tersangka yang sudah ditangkap," ujar Dedi dalam pesan tertulis kepada Republika.co.id, Jumat (28/12).

Empat orang tersangka ini, kata Dedi, yakni anggota komite eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, mantan komisi wasit Priyanto alias Mbah Pri dan anaknya Anik Yuni alias Tika, serta yang baru diamankan Dwi Riyanto alias Mbah Putih selaku anggota non-aktif Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Empat tersangka ini, jelas Dedi, merupakan pintu masuk untuk satgas dalam mengungkap kasus mafia pengaturan skor. Baik pengaturan skor pada pertandingan Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3, termasuk pertandingan-pertandingan lainnya. "Apabila nanti ditemukan unsur pidana di situ, akan didalami oleh Satgas Antimafia," terangnya.

Hari ini, penyidik menjadwalkan pemeriksaan kepada tiga orang saksi, yakni Ketua Komdis PSSI Asep, Sekjen PSSI Ratu Thisa, dan mantan anggota Exco PSSI Hidayat. Dua orang saksi telah memenuhi panggilan penyidik dan saat ini masih dalam pemeriksaan. Namun masih ada satu saksi yang belum mengkonfirmasi kehadirannya. "Satu yang belum konfirmasi, atas nama Hidayat," kata Dedi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BOuKgy
December 28, 2018 at 06:09PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BOuKgy
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 18, 2018

Usaha Peternak Lele Binaan RZ Meningkat 100 Kali Lipat

Usaha ternak lele menambah penghasilan para pelaku UMKM.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Usaha ternak lele yang ditekuni Jaja Sumpena meningakat 100 kali lipat setelah mendapatkan pembinaan dari Rumah Zakat. Jaja adalah salah satu anggota Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Rumah Zakat (RZ) yang tinggal di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Jaja mengaku, ia sudah berkali-kali gagal mencoba usaha ternak lele. Namun setelah mengetahui ilmunya melalui fasilitator Rumah Zakat, kini ia bersama teman-temannya semakin semangat untuk mengembangkan ternak lele tersebut.

“Dulu sebelum tahu ilmunya saya hanya bisa menghasilkan 30 ekor bibit lele setiap bulannya. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa menghasilkan 3.000 bibit lele per bulan,” ungkap Jaja, Selasa (18/12), seperti dalam siaran persnya.

Sebelum mendapatkan bantuan dari Rumah Zakat, Jaja bersama teman-temannya hanya memiliki dua kolam. Namun, kini terdapat 14 kolam yang dikelola bersama sembilan anggota binaan lainnya.

“Alhamdulillah, usaha ternak lele ini bisa menambah penghasilan saya. Harapan ke depannya, semoga usaha ternak lele ini tidak hanya untuk pembibitan saja, tapi juga bisa untuk dikonsumsi,” kata Jaja.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ExLBru
December 18, 2018 at 06:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ExLBru
via IFTTT
Share:

Banjar Siap Jadi Kindai Limpuar Kalsel

Kunci keberhasilan lahan rawa adalah pengelolaan air.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJAR -- Potensi lahan rawa untuk pertanian sangat besar. Saat ini, dari sekitar 34,1 juta hektare lahan rawa terdapat 19,1 juta hektare yang sesuai untuk pertanian. Namun, sampai sekarang lahan rawa yang sudah dimanfaatkan untuk pertanian sekitar 3,68 juta ha atau hanya 15 persen saja.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, lahan rawa adalah solusi untuk kebutuhan produksi pangan nasional.” Oleh karena itu, kita harus garap lahan rawa, tanami padi, sayuran, itik, dan ikan untuk sejahterakan petani,” ujar Mentan saat acara temu lapang dengan petani dan masyarakat Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa (1/12).

Amran melanjutkan, mulai tahun ini Kementerian Pertanian menggalakkan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di enam provinsi, yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Jambi, Lampung,  dan Sulawesi Selatan.

“Mimpi besar saya adalah Kalsel menjadi pusat pertanian modern, semuanya full mekanis. Mulai dari olah tanah, tanam, pemeliharaan, panen, hingga olah gabah menjadi beras, semuanya gunakan alat mekanisasi pertanian,” kata Amran.

Dia pun mengimbau agar petani Kalsel tidak terkena penyakit malas. Seorang petani tidak boleh tidak terkena sinar matahari dan berdiam diri di rumah. Petani harus turun ke sawah. “Apalagi anak muda. Harus giat ke sawah. Pemuda harus bangun pertanian Indonesia, pemuda dapat mengguncang dunia,” ujar Amran.

Bupati Banjar H Khalilurrahman menyambut baik program Serasi untuk membangun pertanian agar masyarakat Banjar sejahtera dan barokah. Bupati mengatakan, masyarakat bertekad menjadikan Banjar menjadi lumbung pangan Kalsel atau menjadi Kindai Limpuar (lumbung pangan berlimpah ruah).

Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Prof. Dedi Nursyamsi menerangkan, kunci keberhasilan lahan rawa adalah pengelolaan air. Dengan tata air yang tepat dan introduksi varietas berumur genjah, indeks pertanaman dapat ditingkatkan dari 100 menjadi 200.

Selain itu, dengan introduksi teknologi lainnya, seperti padi Inpara, ameliorasi dengan dolomit, pemupukan berimbang, serta pengendalian OPT, produktivitas padi juga dapat ditingkatkan dari 2 ton/ha menjadi 6 ton/ha.

“Dengan begitu, produksi padi dapat meningkat enam kali dalam satu tahun,” kata Dedi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EqK0mG
December 18, 2018 at 06:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EqK0mG
via IFTTT
Share:

Monday, December 17, 2018

UPZ Bank DKI Dukung Program Sekolah Ibu Hebat BMH

Mereka memberikan bantuan peralatan masak untuk 50 peserta pelatihan.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Satu di antara pilar pembangunan berkelanjutan adalah kemandirian kaum wanita. Oleh karena itu, Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) senantiasa berupaya memberikan perhatian serius terhadap pemberdayaan kaum wanita dengan payung besar program ekonomi, yang di antaranya ada Program Sekolah Ibu Hebat.

 Program Sekolah Ibu Hebat menjadi Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan yang didukung penuh oleh Unit Pengelola Zakat (UPZ) Bank DKI.

 UPZ Bank DKI dan BMH  menyerahkan bantuan peralatan masak bagi 50 peserta pelatihan Sekolah Ibu Hebat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (13/12).

 Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Program dan Pemberdayaan Laznas BMH Pusat Zainal Abidin. Ia   didampingi oleh Sekretaris Kecamatan Cipayung, Hasan Nurdin;  Sekretaris Lurah Kecamatan Cipayung, Imam Bukhori;  ketua KTNA; dan Ketua PPL Kecamatan Cipayung Iqbal.

Zainal Abidin mengatakan, penerima manfaat program ini berasal dari lima  kelurahan di Kecamatan Cipayung,  Kota Depok.  Di  tiap-tiap  kelurahan dibentuk  satu  kelompok usaha yang terdiri dari 10 anggota. 

Lima kelurahan tersebut yakni Kelurahan Cipayung, Kelurahan Cipayung Jaya, Kelurahan  Pondok terong Kelurahan Pondok  Jaya dan Kelurahan Ratu Jaya. “Mereka  diharapkan dapat menjadi percontohan program pemberdayaan ekonomi perempuan di Kota Depok,”  kata Zainal Abidin dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (16/12).

Ia menambahkan, Sekolah Ibu Hebat merupakan program pemberdayaan ekonomi perempuan khususnya bagi mereka yang dhuafa dan janda yang menjadi tulang punggung keluarga agar mereka mampu berkarya dan mandiri.

Penyerahan bantuan alat masak dimaksud meliputi, food processor Panasonic MK-5087, Klakat kukus susun 3, Panci stainless steel  24 cm merek Corner, Kompor gas 1 tungku merek Quantum dan selang regulatornya, timbangan digital merek Nakami, hand sealer merk Homelux, pisau set merek Oxone, dan baskom stainless set.

“Peralatan inilah nantinya yang akan digunakan oleh  masing-masing kelompok untuk membuat aneka makanan olahan ikan sepeti dimsum ikan, bakso ikan, otak-otak ikan, pempek  ikan dan makanan  olahan  lainnya yang berasal dari bahan baku ikan,” jelas Zainal.

 “Tentu ini selaras dengan program pemerintah melalui program bangun gizi masyarakat dalam hal ini kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang gencar melakukan edukasi kepada masyarakat gemar mengkonsumsi ikan melalui GEMARIKAN (Gerakan Makan Ikan),” imbuhnya.

 Sekretaris UPZ Bank DKI Bapak Luthfianto mengaku bahagia mengingat dana zakat yang dihimpun dari karyawan Bank DKI dapat secara nyata mendorong terjadinya pemberdayaan secara ekonomi. “Program semacam ini, sekalipun butuh waktu tetapi secara langsung memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana menjadi lebih baik dan berdaya,” ujar Luthfianto.

 Salah satu penerima manfaat program ini, Muallifah (40 tahun) mengaku bahagia dengan adanya penyaluran bantuan peralatan tersebut.

“Bahagia sekali, karena setelah dilatih, dibina dalam hal bagaimana menyajikan produk makanan yang baik, bersih, dan sehat, kami akhirnya diberikan peralatannya. Benar-benar membantu apa yang menjadi upaya kami dapat membantu dan meningkatkan ekonomi keluarga, terima kasih, terima kasih,” tuturnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SRU784
December 17, 2018 at 06:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SRU784
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

Polisi Segera Periksa Via Vallen dan Nella Kharisma

Via Vallen dan Nella Kharisma diperiksa sebagai saksi kasus kosmetik ilegal.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua artis dangdut ternama, yakni Via Vallen dan Nella Kharisma, untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus kosmetik ilegal. Keduanya diperiksa lantaran menjadi bagian dari enam artis yang menjadi endors kosmetik kecantikan ilegal tersebut.

"Polda Jawa Timur menjadwalkan hari Rabu dan Kamis minggu depan akan memanggil beberapa artis yang menjadi endors produk ini. Di antaranya Via Vallen dan Nella Kharisma," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (7/12).

Sebelumnya, Sub Direktorat Sumber Daya Lingkungan (Subdit Sumdaling) Dit Reskrimsus Polda Jatim mengamankan seorang tersangka berinisial KIL (26), yang merupakan pengrajin kosmetik kecantikan ilegal dengan merk Derma Skin Care Beauty. 

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Ahmad Yusef Gunawan mengungkapkan, pengrajin yang sudah dua tahun menjalankan usahanya ini, biasa beroperasi di Kabupaten Kediri.

Yusef mengungkapkan, untuk mengiklankan atau mempromosikan kosmetikilegalnya, tersangka mengendorse artis-artis terkenal seperti VV, NK, NR, DJ, KB, dan lainnya, yang kemudian diposting di media sosial instagram sang artis. Tujuannya untuk meyakinkan konsumen, produk yang dijualnya benar-benar ampuh dalam upaya merawat kecantikan.

"Ya tujuannya agar masyarakat atau konsumen lebih percaya terhadap produk kosmetik kecantikan ilegal yang diracik tersangka," kata Yusef.

Yusef menjelaskan, kosmetik ilegal yang diproduksi tersangka saat ini sudah tersebar di beberapa kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, dan lain sebagainya. Saat ini, tersangka juga sudah memiliki sekitar 63 ribu pelanggan, dengan omset mencapai Rp 300 juta per bulan.

Yusef menjelaskan, kosmetik yang diproduksi tersangka, bahan bakunya berasal dari berbagai merk kosmetik terkenal seperti Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sqbun Papaya, Viva Lotion, dan sebagainya. Kemudian bahan baku tersebut dikemas ulang dan dibuat berbagai produk baik dengan merk yang dibuat sendiri oleh tersangka ataupun menggunakan merk yang sudah beredar.

"Padahal isinya daripada produk tersebut adalah campuran dari berbagai bahan baku yang tersangka beli dari berbagai merk," ujar Yusef.

Dalam peracikannya juga tersangka menambahkan zat-zat atau bahan-bahan yang belum mendapat izin dari Dinas Kesehatan ataupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Dari hasil penyidikan, tersangka juga mengakui usahanya tidak memiliki izin, baik izin industri, izin dari BPOM, maupun izin dari dinas kesehatan, dan izin edar.

Yusef mengaku, dari tangan tersangka, petugas mengamankan ribuan jenis kosmetik ilegal. Tersangka terancam hukuman dalam Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU RI nomor 36 Tahun 2009, tentang kesehatan. Adapun ancaman hukumannya yaitu 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2robOQL
December 07, 2018 at 06:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2robOQL
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

BTN Terus Salurkan KPR ke Masyrakat Berpenghasilan Rendah

Tahun ini BTN memiliki target pembiayaan perumahan mencapai 750 ribu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk siap menjadi integrator dalam menggerakkan sektor riil melalui pembiayaan perumahan di Indonesia. Perseroan pun mengambil peran dalam penyediaan rumah terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, sejak 1976 perseroan telah menyalurkan pembiayaan ke sektor perumahan. Kini telah terbangun sekitar 4,2 juta rumah yang telah mendapat pembiayaan. 

"Kami telah menjadi market leader untuk bisnis pembiayaan perumahan (KPR). Bahkan untuk KPR Bersubsidi kita mencapai 94 persen," kata Maryono melalui siaran pers, Kamis, (6/12).

Ia menyebutkan, tahun ini BTN memiliki target pembiayaan perumahan mencapai 750 ribu. Dirinya optimis tercapai, sehingga pada tahun depan akan ditingkatkan menjadi 850 ribu.

"Kebutuhan akan perumahan terus meningkat. Hal itu seiring pertumbuhan kelas menengah. Maka peran para pengembang pun terus dibutuhkan," ujarnya.

Pemerintah, kata dia, saat ini memiliki Program Satu Juta Rumah. Tujuannya memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat yang terus bertumbuh.

BTN merupakan salah satu pendukung dari keseluruhan ekosistem industri perumahan membantu dari sisi pembiayaan, para pengembang membantu dari sisi penyediaan pasokan. Lalu pemerintah pusat membantu dari sisi kebijakan dan pengalokasian subsidi bagi MBR.

"Penyediaan perumahan tidak hanya urusan bank sebagai penyedia pembiayaan atau pengembang sebagai supplier. Hanya saja itu juga butuh peran pemerintah  pusat dan daerah untuk menyediakan iklim usaha yang kondusif dengan perijinan yang ramah," jelas Maryono.

Selain dalam upaya terus meningkatkan penyaluran KPR, BTN terus mengembangkan potensi pasar yang ada dengan bergerak ke area digital. Bahkan untuk melayani segmen milenial, perseroan juga telah meluncurkan KPR milenial.

"Keterjangkauan BTN melalui outlet Laku Pandai, digital banking serta kerja sama dengan stakeholder  tentunya akan memperkuat sumber pembiayaan," ujarnya. Berdasarkan data penyaluran KPR yang dilakukan BTN untuk MBR dalam program satu juta rumah mulai 2015 semakin meningkat.

Jika ditotal, sejak 2015 hingga akhir September 2018, BTN telah menyalurkan KPR sebanyak 2.311.421 unit senilai Rp 242,918 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari KPR subsidi sebanyak 1.571.740 unit senilai Rp106,523 triliun dan KPR nonsubsidi mencapai 739.681 unit senilai Rp 136,395 triliun.

Maryono menyatakan, pencapaian Program Sejuta Rumah BTN dari tahun ke tahun terus meningkat. Jika pada 2015 KPR yang disalurkan perseroan baru mencapai 474.099 unit senilai Rp 52,452 triliun, maka pada 2016 penyaluran KPR mengalami kenaikan signifikan menjadi 595.566 unit senilai Rp 63,995 triliun. Kemudian angkanya kembali naik pada 2017 sebanyak 667.312 unit senilai Rp 71,538 triliun.

Senior Housing Specialis World Bank Dao Harison menambahkan, dalam era digital inovasi teknologi yang membantu menciptakan pasar baru (disruptive innovation). Hal itu membantu pemerintah Indonesia untuk pengembangan rumah terjangkau.

"Saya melihat dari sisi pengembangan pembiayaan. Tujuan ini agar masyarakat mendapatkan rumah layak terjangkau artinya sesuai standar dan Indonesia berada di cincin api, maka diperlukan keamanan," ujarnya.

Ditambahkan, dengan pengembangan tekonologi juga bisa membuat rumah Hijau. Bank dunia juga sudah memiliki teknologi dalam pembangunan gedung agar bisa tahu seberapa besar hijaunya.

"Terknologi bisa membantu, bagaimana untuk bekerja. Ini bukan sekedar profesi tapi juga perubahan," kata Dao.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QFayXQ
December 06, 2018 at 06:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QFayXQ
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

Polda Jatim Kirim 100 Brimob ke Papua

100 Brimob itu dipilih berdasarkan kemampuan terhadap situasi di Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepolisian Daerah Jawa Timur berencana mengirim sebanyak 100 personel Brimob ke Papua guna membantu Polda setempat memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB). Sebanyak satu kompi Brimob yang berjumlah 100 orang akan dikirim ke Papua pada Rabu (5/12) besok.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, di Mapolda Jatim di Surabaya, Selasa (4/12), mengemukakan, 100 Brimob itu dipilih dari masing-masing datasemen berdasarkan kemampuannya terhadap situasi di Papua. "Dari datasemen mana saja, itu tidak boleh dipublikasikan. Yang jelas mereka dipilih sesuai keahliannya masing-masing," ujar Barung.

Tak hanya ditugaskan mengejar KKB di Timika, ratusan personel itu juga dikirim ke beberapa daerah yang membutuhkan, seperti Tembagapura dan Kabupaten Nduga. "Teknisnya seperti apa, pasukan Brimob itu kita serahkan ke Polda Papua, yang paham dengan situasi di sana. Kami hanya membantu mem-'backup' sebagai bentuk penguatan Operasi Malio di Papua," kata Barung.

Sebelumnya, sebanyak 31 orang tewas dibunuh oleh KKB di proyek jalan Trans Papua yang diduga terjadi pada Sabtu dan Minggu (1-2/12). Mereka dibunuh saat membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak di jalur Trans Papua, Kabupaten Nduga.

Akibat kejadian itu, proyek Trans Papua dihentikan untuk sementara waktu. Proyek itu dikerjakan sejak akhir 2016 dan ditargetkan selesai 2019.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ANfmjP
December 04, 2018 at 06:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ANfmjP
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Pemerintah Upayakan Pembangunan Pelabuhan Ekspor di Ambon

Jika pelabuhan sudah ada, pala asal Banda bisa langsung diekspor ke Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Upaya untuk mengembalikan kejayaan pala asal Kepulauan Banda, Maluku, terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan cara membangun pelabuhan ekspor khusus pala dari Kota Ambon.

Menurut Direktur Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan, Dudi Gunadi, upaya membangun pelabuhan ini harus diusahakan oleh para pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga para petaninya.

“Ini harus dilakukan bersama-sama,” kata Dudi usai acara Launching Kawasan Pala Berbasis Korporasi Petani di Banda Neira, Selasa (27/11).

Sejauh ini, PT Pelindo II selaku pengelola pelabuhan di wilayah Indonesia Timur, sudah menyambut baik wacana itu. Pelindo akan menjemput produk-produk pala yang memenuhi skala kontainer. Selain itu, pihak Bank juga sudah menyambut baik wacana tersebut.

Menurut Dudi, selama ini, produk pala dari Kepualauan Banda dan Maluku dibawa ke Surabaya dulu. Selanjutnya, baru diekspor ke negara-negara Eropa.

Dampaknya adalah, ada biaya yang ditanggung oleh petani. Selain itu, adanya risiko kualitas pala.

“Pala ini kan komoditas yang perlu mendapatkan perlakuan khusus agar kualitasnya tetap terjaga. Kalau transit-transit dulu dari pelabuhan di Ambon, kemudian ke Makassar, lalu ke Surabaya, siapa yang bisa menjamin kualitasnya bisa tetap baik,” kata Dudi.

Karena itu, lanjut Dudi, sangat disayangkan jika para petani pala di Kepulauan Banda sudah memproduksi pala berkualitas baik, namun kualitasnya menurun akibat perjalanan ke Surabaya dulu sebelum diekspor ke Eropa. Karena, pala asal Kepulauan Banda akan bercampur dengan pala daerah-daerah lainnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Maluku, Diana Padang mengatakan, salah satu kendala belum diwujudkannya pelabuhan ekpor khusus Pala di Kota Ambon karena Pemprov Maluku belum memiliki laboraturium uji pala. Laboraturium uji pala baru ada di Surabaya.

“Sementara, syarat permintaan dari Eropa adalah kualitas pala harus melalui laboraturium uji dulu,” kata Diana.

Karena itulah, lanjut Diana, pihaknya terus mengupayakan berbagai macam persyaratan pendukung agar pelabuhan ekspor di Ambon bisa terwujud. Jika sudah terwujud, maka pala dari Kepulauan Banda bisa langsung diekspor ke Eropa.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FSrHJw
November 27, 2018 at 06:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FSrHJw
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

RUU Pesantren Belum Jadi, DPRD Jatim Siapkan Perda Pesantren

Raperda ini penting untuk memberi perhatian khusus terhadap pesantren dan santri.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur berencana mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pesantren. Raperda tersebut dirasanya dibutuhkan, karena Jawa Timur merupakan daerah santri yang memiliki banyak Pondok Pesantren.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur Suhermin Abdul Halim mengatakan, usulan Raperda Pesantren akan dilakukan setelah Rancangan Undang-Undang tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang saat ini masih dibahas oleh DPR RI disahkan menjadi Undang-Undang. 

"Berangkat dari Undang-Undang tahapan berikutnya adalah Perda karena Jatim pesantrennya banyak sekali di antara kabupaten lain," kata dia di Surabaya, Senin (26/11).

Menurut Suhermin, Raperda ini penting untuk memberi perhatian khusus terhadap pondok pesantren dan kaum santri. Apalagi, jika banyak santri-santri yang dilahirkan oleh pondok pesantren, tentunya masyarakat Indonesia, terutama Jatim akan berakhlak dan berkarakter.

"Kita tahu pendidikan di pesantren banyak bermuatan agama. Tentunya akan membentuk Santri yang berakhlak mulia karena dibekali oleh iman," ujar Suhermin.

Ia menegaskan, santri saat ini tidak seperti dulu karena sudah banyak kemajuan mengikuti zaman. Santri sudah banyak memiliki ketrampilan yang siap bersaing di era global seperti saat ini.

Suhermin menegaskan, dengan menciptakan banyak Santri yang cerdas, berakhlak dan berkarakter berarti juga menjaga kekuatan nasionalisme kebangsaan. 

Selain itu, dengan adanya perhatian ke pondok pesantren sama halnya berpatisipasi dalam menegakkan warisan kiai dan ulama. Mengingat, sejarah sudah membuktikan bahwa Santri ikut terlibat dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

"Biar NKRI tak terpisahkan, dan NKRI tidak bisa direbut oleh siapapun. Jadi yang menjadi penjamin adalah santri Indonesia," katanya.

Suhermin merasa, kehadiran UU Pesantren akan memajukan masa depan pesantren seluruh Indonesia, khususnya masalah keadilan di bidang pendidikan, bidang anggaran, dan dalam pengelolaan. Sehingga dengan begitu, pesantren bisa seimbang dan seiring dengan lembaga-lembaga lain.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Kw2J1b
November 26, 2018 at 06:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Kw2J1b
via IFTTT
Share:

Sunday, November 25, 2018

Borneo FC dan Barito Putera Siap Perebutkan Peringkat Ketiga

Keduata tim akan berlaga di perebutan Liga 1 U-19 tahun 2018

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Borneo FC U-19 akan menghadapi PS Barito Putera dalam perebutan tempat ketiga Liga 1 U-19 tahun 2018. Laga akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (26/11).

Pelatih Borneo FC U-19 Charis Yulianto mengatakan para pemainnya siap untuk menghadapi laga.

"Kami mengingatkan semua pemain sepak bola untuk mewaspadai permainan tim Barito Putera pada pertandingan dalam perebutan juara tiga," kata Charis, Ahad (25/11).

Ia mengatakan sebelum tanding ke Bali, pihaknya sudah melakukan latihan secara berkelanjutan.

"Pemain kami sudah siap berlaga. Apa pun dalam pertandingan besok petang harus siap melakukan perlawanan dalam upaya merebut juara," ucapnya.

Dikatakan, langkah taktik dan strategi dalam melakukan tembakan bola jauh sudah dipersiapkan secara matang. Sekarang tergantung sejauh mana para pesepak bola mampu menerapkan di lapangan.

"Kami sudah mengarahkan strategi dan teknik mengiring bola kepada para pemain. Sehingga dalam laga besok mampu memberikan pertandingan yang berkesan kepada para pesepak bola," ujarnya.

Sementara itu, pelatih kepala PS Barito Putera U-19, Andri mengaku para pemainnya sudah siap merumput menghadapi Borneo FC pada perebutan juara tersebut.

"Kami telah mengarahkan teknik-teknik kepada anak asuh. Namun yang akan bisa menerapkan semuanya tergantung pada pesepak bola," ucapnya.

Andri berharap pada pertandingan yang sangat menentukan ini, semua pihak harus mendukung suksesnya perhelatan kejuaraan sepak bola tersebut.

"Kompetisi sepak bola ini salah satu ajang untuk mencari bibit-bibit pesepak bola. Selain itu juga merebut juara," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zoUuQ9
November 25, 2018 at 06:09PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zoUuQ9
via IFTTT
Share: