Showing posts with label 2018 at 09:36PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 09:36PM. Show all posts

Friday, December 28, 2018

Kala Salah Menjawab Kritik One Season Wonder

Salah dianggap kehilangan ketajamannya pada awal musim ini.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Hattrick ke gawang Bournemouth di kancah Liga Primer Inggris, awal bulan ini, seolah menjadi jawaban yang diberikan Mohamed Salah terkait kritik yang dialamatkan kepada dirinya. Maklum, sebelumnya sebutan ''One Season Wonder'' sempat disematkan kepada penyerang asal Mesir tersebut.

Sebutan itu muncul lantaran Salah dianggap kehilangan ketajamannya pada awal musim ini. Hanya mencetak lima gol di 11 laga awal Liverpool di semua ajang membuat Salah diragukan untuk bisa mengulangi penampilan impresif pada musim lalu, saat mengakhiri Liga Primer Inggris sebagai top skorer dengan torehan 32 gol.

Namun, secara perlahan, Salah mulai membuktikan kualitasnya. Pemain yang berposisi asli sebagai winger itu kembali menemukan sentuhan di depan gawang. Eks winger Chelsea itu pun menyumbang satu gol kala Liverpool membenamkan Newcastle United 4-0, pada pekan ke-18 Liga Primer Inggris, tengah pekan ini.

Torehan itu menjadi gol ke-12 Salah dari 18 laga Liga Primer Inggris. Penyerang berusia 26 tahun itu hanya kalah satu gol dari catatan gol milik penyerang Arsenal, Pierre Emerick Aubameyang.

Namun, Salah lebih baik dibanding Aubameyang dalam urusan konsistensi mencetak gol. Mantan penyerang AS Roma itu menjadi satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol di 10 laga Liga Primer Inggris musim ini.

Kemampuan Salah bukan hanya menyelesaikan serangan, tapi juga menyediakan kesempatan pada rekan setimnya untuk mencetak gol. Salah telah mencatat enam asisst di arena Liga Primer Inggris.

Catatan ini merupakan torehan asisst tertinggi di antara semua pemain Liverpool. Bahkan, dua rekan setimnya di lini serang, Roberto Firmino dan Sadio Mane, baru mencatatkan tiga asisst. Kemampuan membuka ruang, menganggu konsentrasi lawan, finishing, dan kecepatan menjadi kekuatan utama Salah.

Semua kualitas inilah yang diharapkan bakal kembali ditunjukkan Salah kala Liverpool menghadapi Arsenal, Ahad (30/12) dini hari WIB. Pelatih Juergen Klopp tidak pernah meragukan kemampuan pemain yang telah mencetak lebih dari 40 gol dari 52 penampilan di Liga Primer Inggris tersebut.

''Pada awal musim, dia menempati posisi yang sedikit berbeda dan kondisi fisiknya juga belum 100 persen. Namun, kami tidak pernah meragukan kualitas yang dia miliki. Dia tetap tampil dengan impresif dan dia merupakan salah satu bagian penting dalam skema finishing kami,'' kata Klopp seperti dilansir Liverpool Echo.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QSBHY5
December 28, 2018 at 09:36PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QSBHY5
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 26, 2018

Relawan Rumah Zakat Bantu Korban Banjir di Kalbar

Pemukiman warga terendam banjir sejak dua pekan terakhir ini.

REPUBLIKA.CO.ID, SANGGAU -- Hujan deras mengguyur Daerah Singgau Kalimantan Barat. Akibatnya, pemukiman warga terendam banjir sejak dua pekan terakhir ini.

Ketinggian air banjir mencapai 50 cm hingga sepinggang orang dewasa. Banjir sudah menutupi badan jalan sehingga dalam berkendara pengemudi harus lebih berhati-hati. Hingga Senin (24/12), warga masih bertahan di rumahnya karena banjir belum sampai menutupi rumah warga.

Relawan Rumah Zakat, Pironi mengunjungi daerah terendam banjir. Dalam rangka melihat serta mengamati keadaan warga untuk dapat mengetahui perkembangan banjir.

Relawan Rumah Zakat juga menyalurkan Superqurban kepada warga Desa Sungai Sengkuang. Penyaluran Superqurban sebanyak 220 kaleng, untuk dibagikan kepada 50 Kepala Keluarga, masing-masing kepala keluarga mendapat bagian 5 kaleng Superqurban.

Banjir disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi di bulan Desember sehingga kiriman air sungai dari daerah lain meluap. Walau banjir tidak begitu tinggi, namun warga sudah mendapat imbauan untuk berhati-hati karena bisa saja banjir semakin bertambah ketinggiannya dan menjaga kesehatan dari penyakit air seperti gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya.

"Terimakasih Rumah Zakat, Superqurban ini sangat membantu kami yang ingin merasakan daging sapi," kata salah satu warga terdampak banjir.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ESFTAX
December 26, 2018 at 09:36PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ESFTAX
via IFTTT
Share:

KPU Segera Hapus Pemilih Meninggal Akibat Tsunami dari DPT

KPU mengatakan pemilih yang meninggal tak hanya dari Lampung dan Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan, mengatakan pemilih yang menjadi korban bencana sunami Selat Sunda bukan hanya dari Banten dan Lampung. KPU memastikan semua pemilih yang meninggal dunia akan dihapus dari DPT Pemilu 2019.

"Dari konfirmasi terakhir yang telah kami terima, korban bencana itu tidak hanya dari satu daerah saja. Ada yang dari Banten, kemudian Lampung, kemudian Jakarta, Jawa Tengah. Artinya tidak hanya dari dua daerah yang secara langsung terdampak bencana," ungkap Viryan ketika dijumpai di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/12).

Meski demikian, Viryan mengakui jika korban meninggal dunia mayoritas berasal dari Banten dan Lampung. Untuk mencatat para pemilih yang meninggal dunia ini, KPU sudah berkoordinasi dengan instansi terkait.

Data yang nanti terkumpul akan dicek ke masing-masing provinsi. "Misalnya dari Banten berapa yang meninggal, kemudian Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan sebagainya berapa yang meninggal. Nanti, baru kami serahkan datanya (kepada KPU daerah masing-masing)," papar Viryan.

Menurut Viryan, data pemilih yang diketahui meninggal dunia sampai saat ini masih terus berkembang. Semua pemilih yang meninggal nantinya akan dicoret dari DPT.

"Pencoretan data pemilih akan dilakukan terhadap korban yang meninggal dunia," tegasnya.

Dia menambahkan, KPU RI sudah menginstruksikan kepada KPU Lampung dan Banten untuk melakukan tiga hal. Pertama, mengidentifikasi jajaran penyelenggara pemilu yang terdampak tsunami Selat Sunda.

Kedua, melakukan identifikasi mandiri korban bencana tersebut. Ketiga, berkoordinasi dengan pihak terkait yang melakukan kegiatan itu.

Sebelumnya, Ketua KPU Provinsi Banten, Wahyul Furqon, memastikan akan ada perubahan jumlah data pemilih pasca musibah tsunami Selat Sunda yang menimpa daerahnya. Perubahan jumlah ini juga tergantung dari jumlah pemilih yang meninggal dunia.

"Yang pasti, data pemilih pasti akan berubah. Paling tidak (perubahan) terjadi di daerah Pandeglang yang secara langsung terdampak tsunami," ujar Wahyul ketika dihubungi Republika, Selasa (25/12).

Dia mengungkapkan setidaknya ada delapan hingga sembilan kecamatan di Kabupaten Pandeglang yang kemungkinan besar akan mengalami perubahan data pemilih. Untuk pendataan pemilih pascabencana sendiri, kata Wahyul, sudah dilakukan sejak Senin (24/12) kemarin.

Selain mendata pemilih yang menjadi korban bencana, KPU juga melakukan pendataan pemilih yang meninggal dunia. Penyelenggara pemilu yang menjadi korban bencana pun ikut didata oleh KPU Banten.

"Tetapi memang kondisinya kan tidak mungkin kami lakukan pendataan dengan terburu-buru.  Sebab kondisi masyarakat masih berkabung dan masih fokus kepada support bantuan untuk para korban," lanjut Wahyul.

Menurut dia, untuk memastikan perubahan data pemilih masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab, selain masih menanti pemulihan pascabencana, masyarakat juga masih terpencar di lokasi pengungsian.

Untuk menuju lokasi kejadian dan lokasi pengungsian juga diakuinya tidak mudah. Wahyul memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mendata masyarakat dan mencatat perubahan data pemilih bisa mencapai tiga hingga empat pekan.

Wahyul berharap, seluruh proses itu bisa selesai sebelum akhir Januari 2019. "Yang bisa kami pastikan yakni soal penghapusan data pemilih yang meninggal dan memindahkan lokasi TPS yang terganggu akibat bencana alam ini. Sementara itu, untuk berapa jumlah perubahan data pemilih, itu  tergantung jumlah korban meninggal.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ELI4VP
December 26, 2018 at 09:36PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ELI4VP
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 18, 2018

Dedi: Siapapun Presidennya, Indonesia tidak akan Punah

Dedi mengatakan, Indonesia tidak tergantung kepada orang per orang.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Ketua Tim Kampanye Daerah Jawa Barat (TKD Jabar) Dedi Mulyadi menanggapi pernyataan Prabowo Subianto terkait Indonesia punah. Dedi yakin, siapapun presidennya, negara Indonesia akan tetap ada.

"Sebab, Indonesia ini negeri yang tidak tergantung kepada negara lain, apalagi orang per orang," ujar Dedi kepada Republika.co.id, Selasa (18/12).

Salah satu buktinya, dulu saat dijajah Belanda, lalu penjajah itu pergi rakyat Indonesia tetap mandiri. Begitu pula dengan penjajahan Jepang.  Ketika Jepang pergi, Indonesia tetap mandiri.

Sama halnya ketika, pemimpin bangsa ini terus berganti. Mulai dari Presiden Soekarno, digantikan Presiden Soeharto, lalu ke BJ Habibie, kemudian ke Gusdur  Megawati, SBY sampai Jokowi, rakyat Indonesia tetap mandiri. Bahkan, semakin kokoh. Jadi, ancaman punah itu sangat tidak mendasar.

Bukti bahwa rakyat Indonesia mandiri, salah satunya tercermin dari suku pedalamam yang terdekat. Yaitu, Suku Baduy di Kanekes, Banten. Suku ini, Dedi tersebut berhasil membangun sistem peradaban tanpa melibatkan unsur formal negara.

Bahkan, mereka tidak tergantung kepada pemerintah. Mereka tetap hidup dan serta mampu  membangun. Sistem pertanian mereka itu terbaik di dunia. Cadangan pangan mereka luar biasa. Mereka melakukan itu tanpa camat, tanpa bupati, tanpa gubernur sekalipun. Bahkan, tanpa Presiden.

"Apakah mereka punah tanpa adanya kehadiram pejabat? Tidak. Justru, mereka tetap hidup dan ada sampai saat ini," ujarnya.

Atas hal tersebut, Dedi bersepakat dengan visi Jokowi-Ma’ruf yang mengedepankan asas gotong-royong. Menurut dia, asas tersebut menjadi soko guru dalam pembangunan nasional. Berdasarkan, asas kemandirian rakyat. Sehingga, ke depan rakyat Indonesia dapat berdiri di kaki sendiri sesuai visi Bung Karno.

Meski begitu, Dedi mengaku tetap menghormati pernyataan Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden RI. Akan tetapi, penghormatan tersebut bukan tanpa catatan. Dedi berpandangan bahwa Prabowo terlalu percaya diri untuk memenangi Pilpres 2019.

"Indonesia akan tetap ada dan tidak akan punah tapi kita hormati pernyataan Capres nomor urut 01. Tentu, Capres tersebut memiliki argumentasi sendiri atau timnya nanti memberikan argumentasi," ujar Dedi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SadhWO
December 18, 2018 at 09:36PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SadhWO
via IFTTT
Share:

Jusuf Kalla: Penyelenggaraan Asian Games 2018 Excellent

Ia memberikan apresiasi sangat besar kepada Inasgoc yang telah bekerja keras.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menghadiri acara malam apresiasi Inasgoc di Jakarta International Equestrian Park, Pulo Mas, Jakarta Timur, Selasa (18/12) malam. Dalam pidatonya, Jusuf Kalla menyebutkan penyelenggaraan Asian Games 2018 sukses besar dan tidak mendapatkan kritikan dari masyarakar di dalam negeri maupun luar negeri.

"Semuanya penyelenggaraan (Asian Games 2018) excellent," ujar Jusuf Kalla.

Ia memberikan apresiasi sangat besar kepada Inasgoc yang telah bekerja keras untuk menyukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018. Tak hanya itu, pembangunan venue Asian Games juga dapat selesai dengan tepat waktu. Jusuf Kalla membandingkan pelaksanaan Olimpiade Rio yang pembangunan venue-nya belum selesai menjelang pembukaaan. 

"Ini semua tercapai karena usaha kerja keras panitia dan kita semua, Anda semua yang ada di ruangan ini. Begitu juga sponsor. Tanpa Anda para sponsor yang telah menghibahkan kemampuannya, tentu penyelenggaraan tidak akan sebaik ini. Saya berterima kasih," kata Jusuf Kalla.

Ia mengatakan, sulit mencari kekurangan Asian Games 2018. Pujian datang dari dalam dan luar negeri. Menurut dia, hanya ada satu pihak yang menyatakan kekurangan Asian Games 2018, yakni waktunya yang terlalu singkat.

"Dari dunia internasional ada juga pujian atas suksesnya Asian Games 2018," kata dia.

Jusuf Kalla berharap kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018 dapat dijadikan pelajaran untuk penyelenggaraan event olahraga lainnya ke depan seperi PON maupun SEA Games. Melihat kesuksesan besar ini, Jusuf Kalla optimistis Indonesia mampu membidik tuan rumah Olimpiade 2032. 

"Maka yang ingin kita tawarkan adalah Olimpiade sekalian, karena Asian Games dan Olimpiade beda-beda tipis penyelenggaraannya. Hanya kualitasnya harus lebih tinggi lagi, dan saya yakin kita semua dapat melaksanakan itu," ujar Jusuf Kalla. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SUGBAA
December 18, 2018 at 09:36PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SUGBAA
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

Nelayan: Hasil Tangkapan Turun Akibat Sampah Plastik

Nelayan mengatakan sampah-sampah plastik merusak biota laut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nelayan Muara Angke, Iwan Carmini mengeluhkan keberadaan sampah plastik yang semakin meningkat. Nelayan mengaku hasil tangkapan menurun, karena sampah-sampah plastik mengakibatkan tingkat kesehatan biota laut menurun.

"Setiap di ujung muara sungai jelas banyak sekali sampah. Terutama sampah plastik. Itu sampah-sampah dari darat, ketika sampai muara dia lari ke pesisir," kata Iwan kepada Republika.co.id, Jumat (23/11).

Ditemukannya seekor paus baru-baru ini yang meninggal dengan isi perut terdapat banyak sampah plastik, Iwan mengaku terkejut. Menurut dia, hal itu mencerminkan bahwa sampah plastik dalam kondisi mengkhawatirkan. Sebab, habitat paus ada di tengah laut tapi tetap bisa memakan sampah.

Sementara di pesisir, Iwan mengatakan, kondisi kesehatan ikan-ikan yang ditangkap olehnya tidak seperti dulu. Sedangkan biota laut lainnya seperti kerang-kerang yang hidup di dalam lumpur pun tak sesegar sebelum sampah menyebar dimana-mana.

"Itu tidak menurunkan harga, tapi dampaknya ke mata pencaharian. Biasa kita bisa dapat 50 kilogram sehari, ini Cuma 25 kilogram karena banyak yang tidak sehat," ujarnya.

Iwan mengaku, ia sudah menjadi nelayan di Muara Angke selama 20 tahun. Menurut dia, dari tahun ke tahun, sampah semakin banyak. Berbeda saat dia baru menjadi nelayan, air terlihat jernih dan sampah hampir tidak ada. Namun, kini air menjadi keruh akibat sampah plastik. "Dulu air bagus, sekarang jadi keruh karena banyak sampah ditambah adanya reklamasi membuat sirkulasi air kurang bagus," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2r9WqaN
November 23, 2018 at 09:36PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2r9WqaN
via IFTTT
Share:

Pengusaha Tembakau Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak

Pengusaha tembakau, Agung Purnomo tewas di rumahnya di Temanggung.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Pengusaha tembakau Agung Purnomo (74) ditemukan tewas dengan luka tembak di rumahnya, Jalan K.S. Tubun Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Korban pertama kali ditemukan oleh penjaga rumah tersebut, Saiful Islam (66), Jumat, sekitar pukul 05.00 WIB.

Saiful saat itu berniat untuk mematikan lampu di sebuah ruangan rumah korban. Namun, dia terperanjat ketika melihat majikannya telah bersimbah darah. Mengetahui hal tersebut, dia segera memberi tahu anggota keluarga, mulai anak korban yang bernama Viktor (33) dan pembantu rumah tangga Retno Wulaningsih (21).

"Keluarga selanjutnya melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian, yang ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara," katanya.

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Dwi Hariyadi memastikan bahwa korban tewas lantaran tertembus peluru dari senjata api yang dimiliki korban. Senapan laras panjang merek Remington kaliber 308 itu tergeletak tidak jauh dari tubuh korban.

Berdasar pelacakan kepolisian, senjata itu memiliki izin resmi dan biasa digunakan untuk berburu mengingat Agung Poernomo sampai detik ini tercatat sebagai anggota Perbakin Temanggung. Hal itu diperkuat dengan rekaman CCTV yang terpasang tidak jauh dari ruang tempat korban ditemukan meninggal.

Dalam rekaman tersebut, terlihat korban tengah mengotak-atik senjata api sekitar pukul 02.00 WIB. Tiba-tiba pelatuk tertarik disertai dengan letusan peluru yang menembus tubuh korban.

Ia tersungkur usai sebelumnya juga membentur kursi yang berada di lokasi yang sama. Berdasarkan rekaman tersebut, Dwi meyakini tidak ada satu pun orang lain di lokasi yang sama dengan korban. Jadi, ini murni bukan pembunuhan atau motif kriminal.

"Yang jelas kami sedang mendalami apakah yang bersangkutan meninggal akibat tidak sengaja tertembak senapan tersebut atau memang sengaja menembakkan diri. Namun, perlu saya tegaskan bahwa senjata tersebut resmi dan legal karena dia memang anggota Perbakin," katanya.

Pembantu rumah tangga korban Retno mengatakan bahwa sekitar pukul 01.30 WIB dia memang mendengar suara seperti kaca pecah namun tidak mengecek asal suara tersebut dan melanjutkan tidur.  Anak korban, Viktor, menceritakan sebelumnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelum korban ditemukan tewas dengan luka tembak tersebut.

Ia menceritakan, bahwa ayahnya memang sudah terbiasa merawat senjata laras panjang koleksi keluarga yang memiliki hobi sama, yakni menembak. Oleh sebab itu, pihak keluarga dan kolega mengaku sangat terkejut dengan insiden tersebut.

"Tidak tahu apa yang menyebabkan insiden ini terjadi. Yang jelas sebelum kejadian, malam harinya kami sempat ngobrol bersama. Namun, memang ayah saya kelihatan mondar-mandir di ruangan tersebut," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FCQMHY
November 23, 2018 at 09:36PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FCQMHY
via IFTTT
Share: