Showing posts with label 2018 at 06:46PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:46PM. Show all posts

Tuesday, December 18, 2018

Ketua OJK Pamer Keberhasilan Bank Wakaf Mikro ke Jokowi

Hingga saat ini sudah 41 Bank Wakaf Mikro yang berdiri di seluruh Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Presiden Joko Widodo kembali meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM). Seperti diketahui, melalui program tersebut, otoritas berkomitmen memperluas penyediaan akses keuangan bagi para pelaku usaha mikro kecil yang belum terjangkau akses keuangan formal.

Kali ini ada tiga BWM yang diresmikan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada hari ini, Selasa (18/12). Pertama BWM di Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, kedua BWM di Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, serta ketiga di Pesantren Tebuireng Jombang.

"Kita patut bangga, sore ini dapat kehormatan Presiden datang untuk meluncurkan Bank Wakaf Mikro di Jombang," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam sambutannya di Peluncuran BWM di Jombang, Senin, (18/12). Diharapkan, keberadaan bank ini dapat memberikan manfaat ke Jombang dan sekitarnya.

Wimboh menyebutkan, hingga saat ini sudah 41 BWM didirikan di seluruh Indonesia. Ke depannya, OJK akan membentuk lebih banyak lagi BWM.

"Program ini merupakan bentuk kepedulian kita dengan pemerintah untuk sejahterakan masyarakat. Kami pun masih punya tugas berat untik dirikan BWM sebanyak-banyaknya," tutur Wimboh.

Dirinya menyebutkan, hingga November 2018, BWM telah menyalurkan pembiayaan kepada 8.373 nasabah. Dengan total pembiayaan sebesar Rp 9,72 miliar.

Wimboh menuturkan, OJK terus mengembangkan pola inovasi baru untuk pengembangan program Bank Wakaf Mikro, di antaranya melalui penyaluran pembiayaan pola klaster yang saat ini telah sukses diterapkan di kelompok atau klaster batik di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. “Besar harapan kami inovasi pola pembiayaan baru ini dapat juga berhasil diterapkan di klaster UMKM di Kabupaten Jombang yang terkenal sebagai penghasil keripik samiler,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, manfaat Bank Wakaf Mikro bagi pengembangan ekonomi mikro juga mendapat dukungan dari  dua lembaga amal di Kuwait, yakni International Islamic Charity Organization (IICO) dan Zakat House. OJK dan keduanya juga bakal melakukan penjajakan kerja sama dalam memfasilitasi pendirian Bank Wakaf Mikro di Indonesia.

Program Bank Wakaf Mikro yang diluncurkan sejak Oktober 2017 ini diharapkan dapat menjadi solusi cepat dalam penyediaan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal. Khususnya di lingkungan pondok pesantren yang saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 28 ribu pondok pesantren di berbagai penjuru Tanah Air.

Selain di lingkungan pesantren OJK juga sudah meresmikan pendirian Bank Wakaf Mikro di kalangan ibu-ibu yaitu Bank Wakaf Mikro Usaha Mandiri Sakinah yang berlokasi di Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta. Selain itu, juga terdapat Bank Wakaf Mikro berbasis komunitas ibu – ibu yang berlokasi di Tuban.

"Skema pembiayaan melalui Bank Wakaf Mikro adalah pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp 3 juta dan margin bagi hasil setara 3 persen per tahun," jelas Wimboh. Ia menambahkan, dalam skema pembiayaan Bank Wakaf Mikro juga disediakan pelatihan wirausaha dan pendampingan serta pola pembiayaan yang dibuat per kelompok atau tanggung renteng.

"Lembaga ini tidak diperkenankan mengambil simpanan dari masyarakat karena memiliki fokus pemberdayaan masyarakat melalui pembiayaan disertai pendampingan usaha. Lembaga ini juga berstatus sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang diberi izin dan diawasi oleh OJK," tegas Wimboh.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QFD7oQ
December 18, 2018 at 06:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QFD7oQ
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Suara Azan 'Menggerakkan' Bayi yang Dibuang

Bayi ditemukan warga yang sedang membuang sampah.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Seorang bayi ditemukan di depan rumah seorang warga yang beralamat Perum Duta Garden Blok A/7 RT.005/08 Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Senin (10/12). Bayi yang diduga baru dilahirkan itu ditemukan warga ketika hendak membuang sampah.

Kapolsek Benda Kompol Ubaidillah mengatakan, bayi ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB saat pemilik rumah hendak membuang sampah. Menurut saksi, lanjut dia, bayi itu terbungkus dalam kantong plastik berwarna hitam.

"Ketika Siti Juhro (pemilik rumah) hendak membuang sampah melihat ada bungkusan platik waran hitam yang mencurigakan. Kemudian ia memberitahukan suaminya dan melaporkan itu melaporkan kepada sekuriti perumahan," kata Ubai ketika dikonfirmasi Republika, Senin (10/12).

Ia melanjutkan, ketiga orang itu membuka bungkusan plastik tersebut dan melihat seorang bayi yang diduga baru dilahirkan masih dalam keadaan hidup. Ketiga saksi, kata dia, langsung melaporkan ke Polsek Benda.

Ubai mengaku langsung membawa bayi ke bidan terdekat untuk melakukan pertolongan pertama. Bayi itu diketahui memiliki jenis kelamin laki-laki dengan berat 2,5 kilogram. "Setelah diberikan perawatan, kondisi bayi membaik. Kemudian saya azanin, bayi yang sebelumnya hanya diam, akhirnya menangis," kata dia.

Menurut dia, saat itu semua orang merasa bersyukur mendengar bayi menangis. Pasalnya, tangisan itu merupakan pertanda kehidupan bayi itu.

Ia mengatakan, setelah bayi menangis, pihaknya merujuk bayi ke RSUD Tangerang. Namun, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengetahui identitas orang tua bayi itu. "Kami masih mencari dan memeriksa saksi, mengumpulkan bukti, kami dalami siapa orang tua bayi," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2L7uDAH
December 10, 2018 at 06:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2L7uDAH
via IFTTT
Share:

Saturday, December 8, 2018

Indonesia Memerlukan Khilafah? Ini Fatwa Ulama Lebanon

Islam di Indonesia contoh baik yang sejalan dengan demokrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Ulama Lebanon, Syeikh Zubair Utsman Al Ju'aid mengajak umat Islam di Indonesia tidak tergoda dengan sistem pemerintahan kekhalifahan karena di masa kini model pemerintahan itu justru bisa menyebabkan ketidakstabilan.

"Jangan terpecah, terkecoh dan terpengaruh dengan rayuan untuk mendirikan negara khilafah atau bentuk negara selain saat ini," kata Syeikh Zubair dalam kesempatan peringatan Maulid Nabi Muhmmad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (8/12). 

Ketua Organisasi Jamiat Al Amal Al Islamy Lebanon itu mengatakan, Indonesia dengan sistem demokrasi saat ini sudah baik dalam mengakomodir nilai-nilai ke-Islaman.

Zubair memuji sistem demokrasi di Indonesia yang bisa bersanding dengan Islam secara selaras. 

Islam yang dipraktikkan di Indonesia, kata dia, merupakan contoh baik yang sejalan dengan demokrasi. Indonesia juga merupakan negara yang aman sehingga tidak ada kepentingan apapun yang mendesak sistem kekhalifahan didirikan di Indonesia. 

Lebih dari itu, menurut dia, sistem demokrasi di Indonesia sudah menerapkan syariah yang baik. 

"Saat ini, kita berada di negara yang aman dan nyaman, berdemokrasi dalam bingkai yang sah. Kita berada di negara bersyariat, tetapi dalam bingkai demokrasi. Inilah gambaran pemerintahan Islami," katanya. 

Dalam kesempatan itu, Zubair mengingatkan umat Islam untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di manapun berada. "Untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan," kata dia.  

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EkaoPJ
December 08, 2018 at 06:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EkaoPJ
via IFTTT
Share:

Trump Calonkan Barr Jadi Jaksa Agung AS

Barr kerap mengkritik penyelidikan tentang keterlibatan Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID,  WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, William Barr akan dicalonkan sebagai jaksa agung negara itu berikutnya. Menurut Trump, Barr akan memberi perubahan besar.

“Saya pikir dia akan melayani dengan perbedaan besar, Barr adalah orang hebat dan menjadi pilihan pertama saya sejak awal,” ujar Trump pada Jumat (7/12).

Ia mengatakan, Barr segera dinominasikan. Senat AS juga mengkonfirmasi bahwa Barr akan menggantikan pelaksana tugas Jaksa Agung  Matius Whitaker, setelah jabatan tersebut ditinggalkan oleh Jeff Sessions.

Seperti diketahui, Sessions mengundurkan diri di awal masa jabatan atas permintaan Trump. Barr pernah menjadi seorang jaksa agung AS pada 1991 hingga 1193, di bawah kepemimpinan mantan presiden George HW Bush.

Selama ini, ia kerap mengkritik aspek-aspek penyelidikan mengenai keterlibatan Rusia dalam pemilu di Negeri Paman Sam, termasuk menyatakan  bahwa Mueller mempekerjakan terlalu banyak jaksa yang telah menyumbang ke kampanye Partai Demokrat.

Barr merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas George Washington. Ia pernah bekerja di CIA pada 1970, hingga kemudian di Gedung Putih.

Pada 1989, H.W. Bush menunjuknya untuk memimpin Kantor Penasihat Hukum Departemen Kehakiman. Hingga kemudian diangkat menjadi wakil jaksa agung dan jaksa agung.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E9HAZe
December 08, 2018 at 06:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E9HAZe
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

Hadimuljono regrets murders of workers in Nduga

Armed Criminal Group attacks, kills Istaka Karya workers in Nduga, Papua, on Sunday.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Public Works and Public Housing Minister Basuki Hadimuljono regrets the murders of workers in Nduga, Papua. The scene was the fifth segment of the Trans Papua construction site under the government's focus to improve connectivity in Indonesia's easternmost province.

"The Wamena-Heberna-Kenyam-Mumugu section is the fifth segment of Trans Papua, stretching 278 kilometers," Hadimuljono informed the press here, Tuesday, following a report on the murders of construction workers building a bridge in Papua.

The road construction work will be completed this year, but the development of 35 bridges is still ongoing. "PT Istaka Karya is building 14 bridges, and the construction work for 11 of them is underway," he revealed.

"Meanwhile, PT Brantas Abipraya Persero is working on the construction of 21 bridges, the work for five of which is underway," he stated.

"The incident being reported this morning occurred in the bridge section," he revealed.

"This will not dampen the spirit to continue to forge ahead. The construction will continue for the sake of ensuring social justice for every Indonesian," the minister remarked.

"We are sending troops regarding the incident and its victims. Hence, I confirm that yes, the incident took place in Wamena in Trans Papua's fifth segment," he stated.

Despite security obstacles, the local community does not object to the Trans Papua development. The ministry has established coordination with the commander of the regional military command (Kodam) in Papua.

"I am waiting for information from the Kodam commander. I will go down there. Right now, we could not as yet confirm the number of the victims -- whether 24 or 31 people -- since it has yet to be checked and confirmed," he revealed.

A group of armed men is believed to have murdered 31 workers at the Trans Papua construction site located in a remote village in Nduga District, Papua Province. The bodies of the victims are still being held by the murderers.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UawCbE
December 04, 2018 at 06:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UawCbE
via IFTTT
Share: