Showing posts with label 2019 at 10:49PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:49PM. Show all posts

Friday, April 12, 2019

Makna Tawakal kepada Allah SWT

Tawakal berbeda daripada kebodohan atau kenekatan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Hasan

Tawakal berarti menyerahkan diri kepada Allah SWT, tidak bergantung kepada makhluk atau benda lain. Dengan kata lain, manusia hanya dapat berusaha, sedangkan yang menentukan berhasil atau tidaknya sesuatu adalah Allah. Karena itu, manusia harus berserah diri dan memohon pertolongan kepada-Nya.

Namun, tawakal kepada Allah tidak berarti penyerahan diri secara pasif. Tawakal harus disertai dengan usaha. Hal ini sangat tampak pada sikap Nabi SAW ketika memarahi seseorang karena hanya mengandalkan tawakal pada Allah tanpa mau berusaha.

Menurut cerita seorang sahabat Nabi SAW, Anas bin Malik, pada suatu hari ada seorang laki-laki berhenti di depan masjid untuk mendatangi Rasulullah. Unta tunggangannya dilepas begitu saja tanpa ditambat. Rasulullah bertanya, ''Mengapa unta itu tidak diikat?'' Lelaki itu menjawab, ''Saya lepaskan unta itu karena saya percaya pada perlindungan Allah SWT.''

Maka Rasulullah menegur secara bijaksana, ''Ikatlah unta itu, sesudah itu barulah kamu bertawakal.'' Lelaki itu pun lalu menambatkan unta itu di sebuah pohon kurma. Suatu penjelasan yang gamblang mengenai tawakal telah diberikan Rasulullah lewat peristiwa itu. Bahwa sesudah manusia berusaha, lalu menyerahkan hasilnya pada ketentuan Allah, itulah tawakal menurut ajaran Islam.

Kalau, misalnya -- seperti dalam kasus di atas -- unta itu sudah diikat, dan ternyata tetap hilang juga, itulah yang dinamakan takdir. Terhadap keputusan takdir, tidak satu pun dapat kita lakukan, kecuali menerimanya dengan tulus ikhlas, sembari berharap, semoga di balik takdir itu ada manfaat yang lebih besar buat kita.

Allah SWT berfirman: ''Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan untuknya jalan keluar (dari kesulitan), dan akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, Maka Allah akan mencukupkan (keperluannya).'' (Q.S. 65: 2-3).

Dalam kehidupan sehari-hari, hal-hal kecil juga menjadi perhatian Rasulullah SAW. Sebagai misal, dalam mendirikan rumah, agar dilengkapi dengan jendela dan pintu, tidak membiarkan ruangan rumah bebas terbuka. Semua itu, meski mungkin tampak remeh, memberi isyarat tentang makna tawakal.

Membiarkan rumah sampai larut malam tanpa dikunci, sementara seisi rumah tertidur lelap, adalah tanda kebodohan dan kenekatan, bukan tawakal. Kepada keluarganya yang lalai menjaga rumah, Nabi bersabda, ''Kuncilah pintu rumahmu.''

Dalam memimpin berbagai pertempuran, Nabi tidak pernah telanjang dada atau membiarkan tubuhnya tanpa terlindung. Nabi memegang perisai dan memakai baju besi. Bila suasana keamanan sedang gawat, Nabi bertanya, ''Siapa yang akan mengawalku malam ini?'' Sehubungan dengan hadis di atas, Imam Sahal (seorang sufi) berkata, ''Barang siapa yang menentang ikhtiar (usaha), berarti menentang Sunnah. Dan barang siapa menentang tawakal, berarti mencela iman.''

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2URaAhd
April 12, 2019 at 10:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2URaAhd
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 20, 2019

Rehab Pecandu Narkoba, Sukabumi Miliki Klinik Rehabilitasi

Kehadiran sarana ini bagian dari memperkuat P4GN

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi meresmikan layanan klinik pratama layanan rehabilitasi rawat jalan bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba Rabu (20/2). Kehadiran sarana ini sebagai bagian dari memperkuat upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

"Klinik rehabilitasi ini untuk mendukung penguatan P4GN," ujar Kepala BNNK Sukabumi AKBP Deni Yus Danial kepada wartawan Rabu (20/2). Terutama dalam upaya pencegahan demand reduction, edukasi dan pemberdyaanmasyarakat serta rehabilitasi.

Menurut Yus Danial, layanan rehabilitasi rawat jalan di Sukabumi ini ditujukan untuk rehab bagi tersangka penyalahgunaan dan pecandu narkotika yang dalam proses hukum. Khusus yang tersangkut hukum mereka mendapatkan hak rehabilitasi melalui rekomendasi tim asesmen terpadu (TAT).

Saat ini ungkap Yus Danial, ada delapan orang yang menjalani rehabilitasi di klinik pratama layanan rehabilitasi rawat jalan.  Rinciannya empat orang melalui jalur kinik dan empat orang melalui jaur rekomendasi TAT 4.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami menambahkan, pemkab juga menyambut positif hadirnya klinik rehabilitasi pecandu narkoba oleh BNNK Sukabumi. "Kami berharap dengan adanya klinik bisa dilakuka pemulihan untuk kembali normal," imbuh dia.

Sebelumnya anak yang kecanduan narkoba dihukum dan masuk ke lembaga pemasyarakatan (Lapas). Ke depan anak-anak tersebut direhab dulu dan mereka bisa mempunyai perilaku yang positif lewat rehabilitasi dan harapan hidup terfasilitasi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BIZ4dg
February 20, 2019 at 10:49PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BIZ4dg
via IFTTT
Share:

Sunday, January 27, 2019

Bungkam Prawira Bandung, Stapac Belum Terbendung

Hasil ini membuat Stapac kokoh di posisi pertama Divisi Putih.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Laju Stapac Jakarta di pentas IBL Pertamax 2018-2019 belum terbendung. Terbaru, tim asuhan Giedrius Zibenas memetik kemenangan 83-70 atas Prawira Bandung pada seri kelima di C'Tra Arena Bandung, Ahad (27/1).

Hasil ini membuat Stapac kokoh di posisi pertama Divisi Putih. Sejak kalah 52-61 dari Bogor Siliwangi pada laga pembuka musim, Stapac kemudian mencatatkan 10 kemenangan tanpa kalah.

Akan tetapi, kemenangan kali belum membuat puas Giedrius. Ia menilai pasukannya bermain terlalu lembek. Ia tak menerima Prawira dapat membuat 16 offensive rebound.

"Guard kami tak tahu bagaimana harus mengendalikan permainan. Para pemain juga sering tak mengerti bagaimana bereaksi jika lawan mengubah pola," katanya.

Pertandingan ini, kata dia, memberi pelajaran bagi Stapac. Bukan hanya kepada pemain, melainkan juga staf pelatih dan seluruh anggota tim.

Kekurangan ini diakui oleh pemain Stapac, Kaleb Ramot Gemilang. Ia menilai Aspac terlalu lunak, sementara bigman asing Prawira, Dalarian Williams luar biasa agresif.

"Konsistensi kami kurang. Kalau dengan skala 1-10 nilai kami hari ini 6," katanya.

Kaleb mencetak 16 angka. Pencetak angka terbanyak Stapac adalah Savon Goodman dengan 28 poin dan 18 rebound. Agassi Yeshe Goantara mengemas 12 angka dan Kendal Yancy membukukan 11 poin.

"Savon dominan di paint area dan membunuh kami. Kami memang kalah postur," kata pelatih Prawira, Andre Yuwadi. Meski kalah, Andre memuji para pemainnya.

"Mereka bermain dengan sepenuh hati, semangat dan jiwa besar. Semua game plan dijalankan dengan baik," katanya.

Dia juga berterima kasih kepada publik bola basket Bandung yang terus memberikan dukungan. "Terima kasih penonton yang tetap mendukung. Dari tiga musim terakhir IBL, malam ini jumlah penonton terbesar yang memberikan dukungan," katanya.

Williams mencetak 27 angka dan 15 rebound. Brachon Griffin membuat 22 poin dan Raymond Shariputra menyumbang 12 angka.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MASWaV
January 27, 2019 at 10:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MASWaV
via IFTTT
Share: