Showing posts with label 2018 at 02:20AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 02:20AM. Show all posts

Saturday, December 15, 2018

Atletico Madrid Menang Dramatis 3-2 Atas Vallaolid

Hasil ini membuat Atletico menempel ketat Barcelona di peringkat pertama.

REPUBLIKA.CO.ID, VALLADOLID -- Atletico Madrid menang dramatis atas tuan rumah Real Valladolid. Sempat unggul 2-0, Valladolid mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2, sebelum Antoine Griezmann mencetak gol kemenangan di menit 80.

Jalannya pertandingan

Atletico sudah unggul lebih dulu saat laga memasuki menit ke-26. Aksi dari Kalinic yang berlari memasuki kotak penalti, diakhiri dengan finishing yang baik untuk membawa tim tamu unggul 1-0.

Jelang jeda, Antoine Griezmann menambah keunggulan Los Rojiblancos menjadi 2-0. Tendangan terarah ke sudut kanan gawang tuan rumah membuat tim tamu makin perkasa.

Namun tuan rumah tak ingin malu. Pada 12 menit babak kedua berjalan, Valladolid memperkecil ketertinggalan lewat tendangan F Calero untuk menaklukan kiper Jan Oblak.

Atletico benar-benar tertekan atas gol Calero. Sebab enam menit kemudian tuan rumah mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Gol kedua Valladolid diberikan lewat gol bunuh diri Saul. Berawal dari sundulan Unal yang mencoba memberikan bola ke tengah, tetapi justru membentur Saul. Namun, Atletico enggan pulang hanya dengan satu poin.

Griezmann mencetak gol keduanya untuk kembali membuat timnya unggul di menit ke-80. Tendangan pemain internasional Prancis tersebut menyusur rendah di pojok gawang dan mengubah kedudukan menjadi 3-2.

Hasil ini membuat Atletico menempel ketat Barcelona di peringkat ke-1 dengan sama-sama mengoleksi 31 poin. Namun Barcelona unggul satu pertandingan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QuNKuq
December 16, 2018 at 02:20AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QuNKuq
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

Wapres: Sistem Demokrasi Harus Dikoreksi Sesuai Zaman

Wapres mengatakan AS dan Inggris menutup diri terhadap kerja sama dari negara lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan sistem demokrasi harus dikoreksi lagi apakah masih sesuai diterapkan sebagai sistem pemerintahan di suatu negara. Koreksi dilakukan seiring dengan perkembangan zaman.

"Demokrasi juga harus dikoreksi sesuai zamannya. Demokrasi mempunyai bentuk yang berbeda-beda. Sekarang tentu pertanyaannya ialah demokrasi bagaimana yang kita harapkan untuk memajukan bangsa ini," kata Wapres JK saat membuka Rapat Kerja Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam di Jambi, Sabtu (25/11).

Wapres mengatakan negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris menerapkan sistem demokrasi dalam pemerintahannya. Namun, kini perlahan justru menutup diri terhadap kerja sama dari negara lain.

Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump, lanjut JK, menerima banyak kritikan dari negara-negara asing. Sebab, AS menerapkan beberapa kebijakan yang proteksionis, antara lain terkait perdagangan dan Islamofobia. 

"Mulai bertanya-tanya apakah Amerika yang merupakan suatu negara demokrasi yang sangat tinggi, tapi yang terpilih Trump, yang berkampanye dengan cara diskriminatif. Artinya tidak demokratis, Islam tidak boleh masuk, mendekati Korea (Utara) dan sebagainya," jelas Wapres JK.

Inggris pun menerapkan kebijakan ekslusif setelah meloloskan diri dari Uni Eropa lewat referendum Brexit (British Exit). Contoh kebijakan dari dua negara maju tersebut menimbulkan pertanyaan baru apakah sistem demokrasi masih sesuai diterapkan saat ini, kata Wapres.

"Di Inggris, (referendum) Brexit menang. Itu juga karena ingin proteksionis. Maka terjadilah suatu paham-paham yang putar balik pada masa lalu," katanya.

Di bidang ekonomi, Amerika juga mulai menerapkan kebijakan ekslusif dengan menerapkan pajak tinggi bagi barang eskpor dari negara lain. Sementara negara penganut paham komunis-sosialis seperti China justru ingin membuka diri lewat kerja sama dengan negara lain.

"Kalau masa lalu, negara demokratis cenderung ekonominya terbuka dan negara yang tidak demokratis - sosialis atau komunis, ekonominya tertutup, proteksionis. Sekarang terbalik, Amerika ingin proteksionis sementara China yang sosialis-komunis itu ingin ekonomi terbuka," jelasnya.

Karena itu, Wapres berharap KAHMI sebagai organisasi intelektual dapat membaca perubahan-perubahan tersebut. Sehingga, bersama-sama dapat menemukan sistem pemerintah yang sesuai, tetapi tidak menjadikan Indonesia sebagai bangsa otoriter. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S9NUUn
November 25, 2018 at 02:20AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S9NUUn
via IFTTT
Share: