Showing posts with label 2019 at 10:38PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:38PM. Show all posts

Friday, April 12, 2019

Peluncuran TawafTV, DMI Ajak Masyarakat Maksimalkan Syiar

Memaksimalkan syiar Islam merupakan upaya membangun masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Syafruddin, mengajak umat Muslim di Indonesia untuk melakukan syiar Islam dalam bentuk apapun. 

Syafruddin menukilkan riwayat bahwa Rasulullah SAW menyatakan barang siapa yang membantu atau mensyiarkan agama yang saya bawa ke bumi ini walaupun hanya secawan air maka niscaya kelak yang bersangkutan akan berada di sisi baik di surga.

Dengan demikian, kata dia, siapapun yang membantu mensyiarkan Islam, niscaya akan berada di surga, termasuk orang-orang yang ada di TawafTV yang melakukan syiar Islam melalui pemberitaan.

Sebagai tv berita Islam pertama di Indonesia, Syafruddin berharap TawafTV dapat membagikan informasi yang jernih tentang berbagai peristiwa seputar dunia Islam.

"Saya sudah bermimpi lama kapan Indonesia bisa memiliki televisi berita Islam seperti al-Jazeera dan hari ini terjawab dengan hadirnya TawafTV," ungkap Syafruddin saat peluncuran perdana TawafTV di Jakarta, Jumat (12/4).  

Dia juga berharap kehadiran TawafTV dapat menjadi inspirasi umat dan mendapatkan respons positif dari masyarakat luas. Apalagi tv ini dikelola secara profesional dengan melibatkan banyak sekali kaum millenial.

"Saya bangga banyak sekali anak muda atau kaum milenial yang terlibat dalam produksi TawafTV untuk syiar dan kemajuan. Ini saatnya bagi kamu muda Islam untuk berkreasi dan memberi inspirasi," ujar Syafruddin yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini.

Pada kesempatan itu Syafruddin mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi secara bersama mengembangkan TawafTV. Tv ini merupakan hasil dari usaha bersama para hamba Allah yang telah menyisihkan hartanya. 

“Nantinya televisi ini tidak akan mengejar profit tapi mengejar ibadah, untuk itu kita semua harus berpartisipasi secara bersama agar TV ini dapat terus berkembang dan menjadi televisi berita Islam yang disegani," ucapnya.

Direktur Utama sekaligus Pemimpin Redaksi TawafTV, Buyung Wijaya Kusuma, menjelaskan sebagai televisi berita Islam pertama di Indonesia program acara yang tayang di TawafTV akan menjadi referensi dan pencerah umat di tengah maraknya hoaks.

"Program andalan kami adalah buletin berita Risalah yang akan menayangkan berita-berita baik nasional maupun internasional," ujar Buyung.

Komposisi program acara TawafTV terdiri dari 60 persen buletin berita, 20 persen talk show inspiratif, dan 20 persen berupa feature humanis. Target audience dari TawafTV adalah komunitas-komunitas masjid yang banyak tersebar di Indonesia.

Selain itu, Tawaf TV juga bekerja sama dengan 20 organisasi pemuda Islam di bawah DMI untuk membuat program tv bersama.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PaROwc
April 12, 2019 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PaROwc
via IFTTT
Share:

Keutamaan Berilmu dalam Islam

Menuntut ilmu itu berlangsung seumur hidup.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Yarqawi Dhofir     

Doa sebenarnya bukan sekadar perbuatan meminta. Ia juga merupakan sentuhan rohani yang amat halus dari Allah SWT untuk mengajarkan kita tentang bagaimana seharusnya kita hidup. Bila kita amati, ternyata tak satu doa pun dari doa-doa yang diajarkan oleh Alquran dan Rasulullah SAW yang berisi ''permintaan tambahan'' kecuali dalam hal ilmu. Dalam hal rezeki, yang diminta bukan tambahan tetapi barakah. Dalam hal dunia adalah keselamatan, bukan lain-lainnya, dan demikian selanjutnya.

Ini menunjukkan bahwa apabila menginginkan kehidupan yang lebih baik kita harus menambah ilmu setiap saat. Pekerjaan menuntut ilmu berlangsung seumur hidup. Saking pentingnya tambahan ilmu bagi kehidupan manusia, Rasulullah sampai bersumpah: ''Demi Allah, seandainya aku tidak dapat menambah ilmu sehari saja, maka lebih baik aku tidak melihat matahari saat itu.''

Begitu pula di dalam Alquran. Ayat pertama yang turun adalah perintah untuk membaca. Bahkan jauh sebelum PBB memprakarsai long life education (pendidikan seumur hidup), Rasulullah SAW pada abad ke tujuh telah menegaskan masa kewajiban menuntut ilmu dari buaian hingga ke liang lahat. Namun sayangnya, ajaran pendidikan seumur hidup dari Rasulullah yang sangat populer itu tidak sempat mengusik perhatian kita untuk memprakarsainya menjadi program dunia.

Banyak janji Allah yang diperuntukkan orang berilmu dan penuntut ilmu, di antaranya mengistimewakan mereka dari yang tidak berilmu (Az-Zumar 9), memberi derajat yang lebih tinggi (Al-Mujadalah 11), mempermudah jalan menuju sorga (H.R. Muslim), menyamakan kedudukan mereka dengan orang yang berjuang di jalan Allah (H.R. Tirmidzi), memberi keistimewaan yang lebih dari orang yang hanya beribadah, ilmu dijadikan sebagai warisan yang terus menerus memproduksi amal kebajikan yang tak putus karena kematian (H.R. Muslim).

Namun, sudahkah semua itu merangsang umat Islam untuk rajin menuntut ilmu? Pada faktanya, kebodohan masih merupakan salah satu problem terbesar umat Islam. Sekurang-kurangnya, hingga kini kita memerlukan tiga action programme: program wajib belajar, program penyadaran intelektual, dan program pembinaan kesehatan berpikir. Mudah-mudahan bisa kita melaksanakan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2uZfSZz
April 12, 2019 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2uZfSZz
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

Pesantren Dituntut Persiapkan Diri Hadapi Era Industri 4.0

Pesantren dituntut mampu mencetak SDM unggul dan profesional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pesantren saat ini dituntut membuka diri dengan realitas kemajuan teknologi agar siap menghadapi era Industri 4.0. Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kementerian Agama (Kemanag) juga harus ikut mempersiapkan dan memfasilitasi. 

Direktur Jendral Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag, Kamaruddin Amin, menyebutkan jika pondok pesantren tidak melibatkan diri di kontestasi zaman ini, peluang yang ada akan diambil alih kalangan lain. Padahal di era milenial saat ini, di samping butuh SDM profesional juga fondasi moral yang kuat. 

Pesantren, selain melahirkan generasi bermoral juga harus berkompeten. 

"Dan santri pondok pesantrenlah yang pas memerankan lakon zaman tersebut," ujar Kamaruddin Amin, dalam keterangan tertulis yang didapat Republika.co.id, Kamis (11/4). 

Kamaruddin melanjutkan manusia saat ini hidup di dua dunia, yakni dunia virtual atau digital dan dunia riil atau realitas. Pola interaksinya juga sangat massif dan dinamis sehingga rentan dengan dampak negatif, meski banyak juga dampak positifnya.  

"Ruang publik alam virtual harus dikuasai generasi dengan basis pendidikan agama dan moralitas sehingga kontestasi dialektikanya bisa dimenangkan dan output-nya akan memberi pengaruh positif di tengah umat dan masyarakat," lanjutnya.

Menurut Dirjen Pendis, salah satu penyebab tumbangnya negara-negara di Jazirah Arab (Arab Spring) karena ulama dan cendekiawan mereka terlalu larut mengabiskan waktunya berkutat di kampus dan meja akademik saja 

Sementara area publik kosong dan diisi kelompok yang memiliki kepentingan negatif yang tidak segan-segan menggunakan bungkus agama sebagai alat propagandanya.

"Karenanya, kita di Indonesia yang dikenal memiliki watak beragama yang tawasuth, tasammuh, dan washatiyah (moderat) harus mewaspadai gejala global ini sehingga pertahanan terhadap ajaran umat kita di Indonesia kuat secara ideologis," tuturnya. 

Dia mengatakan cara menjaga generasi ini adalah dengan memperkuat sistem pendidikan keagamaan yang inklusif dan berbasis nilai-nilai pluralitas. Ini sebagaimana yang telah diterapkan sejak dahulu oleh organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Nahdlatul Wathan (NW), dan Persatuan Islam. 

Dia menambahkan, pesantren juga harus mengembangkan keahlian yang dibutuhkan dunia modern, seperti bahasa asing, literasi digital, serta ilmu eksakta dan humaniora. Kemenag disebut berkomitmen kembangkan pondok pesantren agar terus maju dan berkembang. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FZI6IA
April 11, 2019 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FZI6IA
via IFTTT
Share:

Diduga Salah Gunakan Narkoba, Seorang Caleg Ditangkap

AM ini tercatat sebagai Caleg DPRD Kota Bandung dari Gerindra

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Seorang calon legislatif Kota Bandung, Jawa Barat, yang ditangkap Polda Jawa Barat, berinisial AM, ternyata caleg dari Partai Gerindra, AM ditangkap polisi lantaran kedapatan menggunakan narkotika jenis sabu seberat 0,6 gram.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Gerindra Kota Bandung, Hasan Fauzi, Senin, ketika dikonfirmasi oleh wartawan membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Meski begitu, Hasan menegaskan pihaknya selalu melakukan pengawasan yang ketat, sebelum dan sudah diputuskan seorang kader masuk sebagai caleg.

"Kami selalu pastikan bahwa caleg ini harus bersih. Jangan kan untuk ikut ketika tes di KPU, sebelumnya pun pas level tes partai, kami lakukan tes ketat sampai tes kesehatan," kata Hasan.

Berdasarkan data dari KPU, AM ini tercatat sebagai Caleg DPRD Kota Bandung yang diusung Partai Gerindra untuk daerah pemilihan (dapil) lima Kota Bandung dengan nomor urut tujuh.

Hasan mengaku bahwa kasus yang menjerat AM itu luput dari pengawasan pengurus Partai. Dia menyebutkan bahwa pemakai narkoba itu pasti melakukan aksinya dengan tertutup.

"Tapi kami akan lakukan pendalaman, apakah dia baru atau sudah lama (menggunakan narkoba). Tapi kalau sudah lama dia ga mungkin lolos (seleksi). Saat tes (AM) bersih," katanya.

Dia menyampaikan bahwa proses pengkaderan yang dilakukan sudah sangat teliti. Selain itu menjaga integritas dari hal-hal yang melawan hukum kerap disampaikan dalam setiap rapat maupun pertemuan dengan kader.

Sementara itu pihak Gerindra Kota Bandung baru mengetahui kabar itu pagi tadi dari pengurus di bagian hukum. Dengan demikian para pengurus akan melakukan rapat bersama pengurus partai.

"Tahu kasus ini dari bagian hukum tadi pagi. Tadi koordinasi dengan ketua partai. Seluruh jajaran pengurus akan rapat," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Uv9jNx
April 11, 2019 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Uv9jNx
via IFTTT
Share:

Saturday, March 30, 2019

Jokowi akan Tingkatkan Anggaran Penguatan Pertahanan

Dalam debat, Jokowi mengatakan anggaran pertahanan memang belum jadi prioritas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah akan menambah anggaran untuk penguatan pertahanan dan keamanan di masa depan. Mengakui saat ini belum memberikan prioritas untuk bidang tersebut.

"Mengenai anggaran pertahanan, memang kita sekarang ini baru memberikan prioritas ke pembangunan infrasturktur," ujar Jokowi menjawab pertanyaan calon presiden Prabowo Subianto pada Debat Calon Presiden ke-IV di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3).

Tapi, Jokowi menambahkan, tak tertutup kemungkinan ke depan anggaran untuk pembangunan pertahanan dan keamanan akan ditingkatkan. Itu bisa dilakukan saat pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin baik dan kondisi ekonomi dunia berada pada posisi normal.

"Kita akan bisa memberikan anggaran yang lebih baik pada TNI kita dalam rangka bangun alutsista ke depan yang lebih baik," katanya.

Jokowi berpendapat, semua pihak pasti setuju jika anggaran untuk pertahanan dan keamanan itu harus ditingkatkan. Tapi, ia menuturkan, dalam melakukan suatu pembangunan harus ada skala prioritas yang ditentukan. Prioritas yang sudah dikerjakan dalam pemerintahannya, yakni prioritas infrastruktur.

"Lima tahun ke depan kita pengembangan sumber daya manusia. Mungkin di yang ketiga bakal jadi pertahanan. Kenapa tidak? Ini untuk kepentingan rakyat, masyarkat, bangsa, dan negara," terangnya.

Jokowi juga mengakui, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, anggaran untuk pertahanan dan keamanan Indonesia lebih kecil. Tapi, berdasarkan informasi yang ia dapat dari intelijen strategis, diperkirakan 20 tahun ke depan tidak akan ada invasi dari negara lain ke Indonesia.

"Tapi yang perlu dicermati justru keamanan dalam negeri yang berkaitan dengan konflik. Konflik jangan dianggap remeh karena bisa membesar karena perang teknlogi elektronik yang dilakukan dari luar untuk masuk ke dalam," jelasnya.

Karena itu, ia ingin melakukan penguatan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia di TNI. Penguatan tersebut terutama dalam penguasaan teknologi persenjataan dan siber. Menurutnya, hal tersebut sangat diperlukan dalam pertahanan negara Indonesia ke depan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HZyPTD
March 30, 2019 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HZyPTD
via IFTTT
Share:

Saturday, March 23, 2019

BPN: Kami Ingin Kampanye Terbuka Berjalan Damai

BPN yakin kampanye terbuka akan mendongkrak suara Prabowo-Sandi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani, mengungkapkan, BPN ingin jalannya kampanye terbuka berlangsung damai dan aman. Masyarakat ia harapkan gembira mendengarkan pandangan yang akan disampaikan calon pemimpinnya secara langsung.

"Kita berharap kampanye ini akan berjalan damai, aman. Ini menjadi sebuah tempat berkumpulnya rakyat untuk mendengarkan visi dan misinya calon pemimpin yang akan mereka pilih," ujar Muzani di depan kediaman pribadi Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3).

Selain mendengarkan visi dan misi calon presiden dan calon wakil presiden, masyarakat juga akan mendegarkan visi dan misi partai politik yang akan mereka pillih. Karena itu, Muzani berharap, masyarakat dapat dengan nyaman dan gembira mendengarkan pandangan-pandangan calon pemimpin dan wakilnya itu.

"Rakyat akan senang dan bergembira melihat muka calon-calon pemimpinnya. Sehingga buat kami ini sesuatu yang insyallah akan berjalan baik dan lancar," tutur dia.

Ia menambahkan, pihaknya melihat kampanye terbuka ini akan berdampak pada terdongkraknya elektabilitas Prabowo-Sandi. Selain dapat bertemu langsung dengan para calon pemimpin, masyarakat juga dapat mendengar program yang diajukan oleh Prabowo-Sandi sebagai solusi dari permasalahan yang ada selama ini.

"Sehingga rapat akbar ini diharapkan bisa menjadi solusi dari kerinduan untuk mencari solusi atas problem, baik pribadi, keluarga, kelompok, golongan, dan bangsa," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CzYE98
March 23, 2019 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CzYE98
via IFTTT
Share:

Thursday, March 7, 2019

Januari 2019, Sebanyak 366 Bencana Terjadi di Indonesia

Puting beliung menempati peringkat pertama bencana terbanyak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sedikitnya 366 bencana terjadi selama Januari 2019. Peristiwa itu menyebabkan 94 jiwa meninggal dunia.

"Awal tahun 2019 hingga 31 Januari tercatat 366 kejadian bencana. Kemudian bencana itu menyebabkan 94 jiwa meninggal dunia dan hilang," ujar Kasubdit Tanggap Darurat BNPB Budhi Erwanto saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (7/3).

Budhi menyebutkan, bencana puting beliung menempati peringkat pertama bencana terbanyak, kemudian diikuti banjir dan tanah longsor. Tak hanya korban jiwa, ia menyebut sebanyak 39 fasilitas peribadatan rusak, 101 fasilitas pendidikan rusak, 106 fasilitas kesehatan rusak, dan 4.013 unit rumah rusak.

"Kemudian sedikitnya 149 jiwa luka-luka," ujarnya.

Budhi menambahkan, bencana yang terjadi selama awal tahun ini menyebabkan 88.613 masyarakat terdampak dan mengungsi. Masalah tidak terhenti di situ, ia menyebut bencana menimbulkan masalah sosial dan ekonomi seperti tekanan jiwa, kekhawatiran atas gejala alam, rusaknya bangunan sosial masyarakat, guncangan budaya, rusaknya sumber ekonomi masyarakat, dan konflik sumber daya.

Pengungsi juga diakuinya menghadapi kondisi internal seperti kehilangan tempat tinggal, kehilangan mata pencaharian, tingginya risiko menerima penyakit, kebosanan karena tidak pasti harus mengungsi berapa lama hingga terlambatnya distribusi bantuan. Kemudian, dia melanjutkan, masalah eksternal yang harus dihadapi adalah kehadiran para pengungsi yang diakibatkan oleh suatu bencana menimbulkan suatu kompleksitas manajemen penanganan dimana berbagai aktor baik pemerintah, lembaga internasional, dan masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XDLOzT
March 07, 2019 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2XDLOzT
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 12, 2019

Tak Hanya Rumah, Israel Juga Rusak Jalan Raya di Tepi Barat

Aksi tersebut sebagai bagian upaya mengusir orang palestina dari daerah tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, Al-KHALIL— Pasukan Israel menghancurkan jalan yang diperbaiki belum lama ini dan menghubungkan Khirbet Shaab Al-Butum dengan Masafer Yatta di bagian selatan Tepi Barat Sungai Yordania. 

Koordinator Komite Anti-Tembok dan Anti-Permukiman di Rateb Al-Jabour, bagian selatan Al-Khalil (Hebron), mengatakan kepada Kantor Berita Palestina, WAFA, Selasa (12/2), pasukan Israel memberi perlindungan buat satu buldoser militer saat alat berat itu terus menghancurkan jalan tersebut. 

Jalan itu digunakan untuk memfasilitasi akses petani Palestina ke lahan pertanian mereka dan daerah-daerah permukiman.

Ia mengatakan perbuatan militer Israel tersebut bertujuan mengusir orang Palestina dari daerah itu untuk membangun permukiman.

Khirbet Shaab Al-Butum termasuk di antara puluhan permukiman kecil yang berada di Masafer Yatta, daerah yang sangat mengandalkan peternakan sebagai sumber utama nafkah mereka.

Masafer Yatta diklasifikasikan sebagai Daerah C, yang sepenuhnya berada di bawah kendali militer Israel. Daerah C merupakan sebanyak 60 persen daerah Tepi Barat, yang diduduki Israel dan belakangan Israel berencana mencaploknya setelah mengusir penduduk Palestina di daerah itu.

Daerah tersebut telah dirancang sebagai zona militer tertutup Israel untuk pelatihan sejak 1980-an dan kemudian dirujuk sebagai Zona Penembakan 918.

Pelanggaran Israel atas daerah itu meliputi pembongkaran kandang hewan, rumah warga Palestina, dan tempat tinggal.

Penguasa Israel tidak pernah mengeluarkan izin mendirikan bangunan buat warga lokal Palestina di daerah tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Svxjiq
February 12, 2019 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Svxjiq
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 22, 2019

Ryamizard Beberkan Ancaman Teroris di Asia Tenggara

Kekuatan ISIS di Filipina Selatan dijadikan basis serangan di Asia Tenggara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berbicara soal ancaman terorisme di hadapan puluhan atase pertahanan negara-negara sahabat saat menggelar "coffee morning", di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa. 

"Ancaman nyata pada saat ini yang memerlukan perhatian yang serius adalah ancaman terorisme dan radikalisme," kata Menhan dalam sambutannya. 

Ancaman tersebut, lanjut Ryamizard,  bersifat lintas negara berskala regional maupun global sehingga memerlukan penanganan kolektif dan tindakan bersama-sama dalam menghadapinya melalui kolaborasi kapabilitas dan interaksi antar negara. 

Menurut dia, kekuatan ISIS yang berbasis di Filipina Selatan telah dijadikan sebagai salah satu basis teroris dan ikut memicu aksi-aksi teror di Asia Tenggara. 

Kelompok itu berencana membangun jaringan dengan menggabungkan antara Islamic State Phillipines, Islamic State Malaysia, dan Islamic State Indonesia di bawah pimpinan Mahmud Ahmad yang merupakan bagian dari struktur ISIS Pusat dibawah Pimpinan Abu Bakr Al-Baghdadi yang berbasis di Irak. 

"ISIS bukanlah masalah agama, tetapi adalah buah dari konflik politik di Irak pasca-Saddam Husein. Hal ini harus jelas diketahui semua bangsa dan negara di dunia," ucap purnawirawan Jenderal Bintang empat ini. 

Ancaman lainnya, kata dia, ancaman terhadap "mindset" atau ancaman terhadap ideologi dengan melakukan cuci otak atau "brainwash". Seperti yang terjadi pada aksi teror bom bunuh diri yang dilakukan oleh satu keluarga di Surabaya tahun lalu.  

"Dalam proses 'brainwash', aktivitas yang terjadi antara lain mengontrol pikiran, mencuci otak, mengonstruksi ulang pemahaman seseorang, merayu seseorang dengan agak memaksa, menginstal pikiran seseorang dengan ideologi, fakta atau data, dan penjelasan yang sangat intens," katanya. 

Dalam kesempatan itu, Ryamizard mengatakan, dinamika perkembangan lingkungan strategis membawa perubahan terhadap kompleksitas ancaman yang berimplikasi pada pertahanan negara. 

"Guna mengatasi potensi ancaman bersama pada lingkup global dan lingkup kawasan, diperlukan mekanisme kerja sama kawasan agar kita memiliki kesamaan cara pandang didalam mengambil langkah-langkah bersama yang konkret dan konstruktif," ujarnya. 

 Oleh karena itu, mantan kepala staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini menekankan perlunya komunitas ASEAN untuk bersatu dengan memperbesar persamaan dan memperkecil perbedaan dalam menghadapi beberapa isu faktual di kawasan, seperti misalnya isu Korea Utara, perkembangan Laut China Selatan, isu trilateral pengamaanan Laut Sulu dari potensi ancaman ISIS Asia Timur serta perkembangan krisis Rohingya.

Saat ini di kawasan ASEAN setidaknya terdapat tiga area kerja sama maritim yang menjadi sorotan dunia, yakni patroli terkoordinasi Selat Malaka, kerja sama maritim negara-negara di kawasan Teluk Thailand dan kerja sama Trilateral di Laut Sulu.  

"Kerja sama trilateral ke depan juga dapat melibatkan Singapura, Thailand, Vietnam dan negara ASEAN lainnya. Perluasan kerja sama ini sangat diperlukan untuk menciptakan konektivitas kerja sama sub-regional," ucapnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MoKcEO
January 22, 2019 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MoKcEO
via IFTTT
Share:

Friday, January 18, 2019

Jateng Berdayakan Ekonomi Umat Melalui Baznas Mikro Finance

Upaya untuk memperkuat nilai kemanfaatan zakat ini sudah saatnya dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah mewujudkan lembaga keuangan mikro bagi masyarakat kurang mampu yang ada di daerahnya. Lembaga keuangan mikro ini akan menyiapkan permodalan yang bisa diakses oleh masyarakat kurang mampu yang membutuhkan.

Hal itu terungkap dalam audiensi Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji bersama dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang dilaksanakan di rumah dinas Gubernur Jawa Tengah, Puri Gedeh, Semarang, Jumat (18/1).

KH Ahmad Daroji mengungkapkan, Baznas Provinsi Jateng kini semakin melebarkan sayap untuk membantu kemaslahatan. Khususnya membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dalam mendorong pengentasan kemiskinan warga yang ada di daerahnya.

“Baznas tidak hanya berkonsentrasi dalam bantuan yang sifatnya konsumtif, namun juga akan mengembangkan permodalan bagi masyarakat yang membutuhkan melalui Baznas Mikro Finance,” ungkapnya.

Baznas Provinsi Jateng, kata Ahmad Daroji, berkeinginan membuat program pembiayaan dan akses permodalan bagi masyarakat yang membutuhkan. Sehingga keberadaan lembaga pengelolaan zakat ini kian berperan dalam mendorong tingkat kesejahteraan bagi warga yang kurang mampu.

Ia menjelaskan, saat ini banyak masyarakat di Jateng yang masih kesulitan mendapatkan akses permodalan, karena dianggap tidak bankable. Untuk itu, Baznas Provinsi Jateng berencana membuat satu lembaga pembiayaan serta akses bantuan permodalan, bernama Baznas Mikro Finance.

Nantinya, Baznas Mikro Finance tersebut akan menjadi lembaga khusus untuk memberikan bantuan kepada masyarakat tidak mampu se-Jateng. “Bantuan yang dapat diberikan memang tidak terlalu besar, hanya berkisar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta, namun diharapkan bisa mendorong pemberdayaan perekonomian warga dhuafa agar lebih sejahtera,” katanya.

Ia juga menambahkan, upaya untuk memperkuat nilai kemanfaatan zakat ini sudah saatnya dilakukan. Sebab potensi zakat di Jateng cukup besar dan memungkinkan jika dimanfaatkan untuk mendorong pemberdayaan umat.

Salah satunya zakat potensi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digalakkan oleh Gubernur Jateng. “Untuk itu, kami ingin lebih memberdayakan kemampuan untuk membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Dengan potensi yang ada, kami yakin pasti bisa," tegas Ahmad daroji.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, sangat mengapresiasi dan merespons positif inisiatif Baznas Provinsi Jateng tersebut. Menurutnya, pembiayaan dan bantuan akses permodalan memang sangat diperlukan oleh masyarakat Jawa Tengah dalam menggerakkan ekonomi mikro.

Dengan begitu, Baznas tidak hanya mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang sifatnya konsumtif saja. Namun masyarakat produktif tetapi kurang mampu pun juga akan semakin berdaya dengan kemudahan akses bantuan permodalan tersebut.

“Saya senang dan sangat mendukung program Baznas ini. Silahkan nanti bisa dikembangkan dan untuk pengelolaannya nanti bisa bekerjasama dengan lembaga keuangan atau perbankan syariah,” tegas Ganjar.

Gubernur juga mengamini perihal besarnya potensi zakat di Provinsi Jateng. Zakat dari  potensi (kalangan) ASN pemprov saja, bisa terkumpul yang totalnya tak kurang dari Rp 2,5 miliar per bulan.

Padahal, masih jelasnya, waktu awal diluncurkan potensi zakat di kalangan ASN ini hanya sekitar Rp 600 juta. Kini perkembangannya sangat pesat sekali. “Kami coba tularkan ini ke daerah, dan ternyata daerah justru ‘larinya’ lebih kencang,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia juga berharap upaya ini juga bisa menjadi gerakan nasional. Sehingga sejumlah persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan keuangan atau anggaran negara, bisa terselesaikan oleh pemberdayaan zakat tersebut.

Kehadiran Baznas dalam membantu pembangunan Jateng, tambah gubernur, sudah sangat terasa. Ia mencontohkan, di Kabupaten Pekalongan ada sepasang kakek nenek tinggal di gubuk reyot dan tanahnya milik desa.

Kini mereka menghuni tempat tinggal yang layak karena peran Baznas. Sebab jika menggunakan  APBD prosesnya berjenjang, harus menganggarkan dulu tahun depan, belum lagi berdebat dengan DPRD dalam mendapatkan persetujuan.

Sekarang dengan adanya Baznas ini, persoalan tersebut bisa langsung diselesaikan. Contoh lainnya misalnya ada yang tidak bisa bayar sekolah langsung bisa dibantu, sakit langsung bisa dibantu, pembangunan lembaga keagamaan, gaji guru Madin dan sebagainya dapat dialokasikan dari zakat ini.

Dalam waktu dekat, Baznas juga akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Surakarta. Pada kesempatan itu, rencananya gubernur Jateng juga diundang dan mendapatkan kesempatan untuk menjadi pembicara.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Mkh2Xp
January 18, 2019 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Mkh2Xp
via IFTTT
Share:

Saturday, January 12, 2019

Kiai Ma'ruf Gelar Pertemuan Tertutup dengan TKN

Pertemuan terkait dengan analis konten media sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH. Ma'ruf Amin menggelar pertemuan dengan sejumlah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH. Ma'ruf di sebuah rumah bernomor 12, Kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/1).

Pertemuan tersebut digelar secara tertutup dan Kiai Ma'ruf pun tidak diperlihatkan ke awak media yang menunggu di depan rumah berlantai dua itu.

Beberapa pimpinan TKN Jokowi-Ma'ruf yang terlihat di lokasi di antaranya, Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding, Wakil Direktur TKN Lukman Edy, Bendahara TKN Fakta Wahyu Sakti Trenggono, dan Juru Bicara TKN Arya Sinulingga.

Arya mengatakan, pertemuan tersebut tidak membahas tentang persiapan debat, tapi hanya membahas tentang perkembangan media sosial. "Tadi kita kan di sini menganalisis mengenai sosmed. Jadi hari ini kiai melihat semua analsis-analisis kita perkembangan mengenai sosmed," ujar Arya usai melakukan pertemuan dengan Kiai Ma'ruf di Kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12).

Menurut Arya, dalam pertemuan tersebut Kiai Ma'ruf sangat senang karena ternyata dalam perkembangannya, konten positif terhadap Kiai Ma'ruf di media sosial sudah meningkat 25 persen.  "Beliau sangat senang karena ternyata perkembangan konten beliau ada kenaikan sampai 25 persen dari yang sebelumnya satu persen," ucap Direktur Sosial Media TKN Jokowi-Ma'ruf ini.

Arya mengatakan, dalam dua pekan terakhir ini sentimen positif terhadap terhadap Kiai Ma'ruf memang mengalami kenaikan yang signifikan. Namun, menurut Arya, Kiai Ma'ruf harus mengetahui isu-isu apa saja yang menarik bagi publik saat ini, sehingga ke depannya bisa meningkat lagi.

"Ini yang tadi kita analisis dan kita informasikan kepada beliau apa yang telah dikerjakan beliau dan apa yang akan dikerjakan berikutnya," kata Arya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ci4dbD
January 12, 2019 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ci4dbD
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

BPBD: Gempa Pangandaran tidak Berpotensi Tsunami

Masyarakat pesisir pantai diimbau tetap tenang.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGANDARAN -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menyatakan, gempa berkekuatan 5,0 skala richter di Barat Daya Pangandaran, Selasa pukul 19.19 WIB, tidak berpotensi bencana tsunami, sehingga masyarakat pesisir pantai diimbau tetap tenang.

"Tidak berpotensi tsunami, BPBD Kabupaten Pangandaran langsung melakukan koordinasi dengan relawan penanggulangan bencana, penggiat wisata, TNI, Polri, dan masyarakat," kata Kepala BPBD Pangandaran, Nana Ruhena melalui telepon seluler, Selasa malam (1/1).

Ia menambahkan, BMKG mengumumkan adanya gempa bumi berkekuatan 5,0 skala richter dengan titik lokasi 327 Barat Daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 10 km.

BPBD Pangandaran, kata dia, telah berkoordinasi dengan seluruh jajaran instansi terkait dan memberikan imbauan kepada masyarakat maupun wisatawan agar tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

"Imbauan kepada warga dan wisatawan supaya tetap tenang dan beraktivitas sebagaimana biasa dan tidak usah khawatir," ujarnya.

Ia mengungkapkan, setelah terjadi gempa, situasi pantai wilayah Pangandaran seperti aktivitas sosial maupun perekonomian tampak seperti biasa. Ia berharap, wisatawan yang hendak berwisata ke Kabupaten Pangandaran untuk tidak menunda apalagi membatalkan jadwal wisatawanya.

"Jangan sampai menunda apalagi sampai membatalkan rencana wisata," kata Nana.

Baca: Gempa 5,0 SR Guncang Kabupaten Pangandaran

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AshEFF
January 01, 2019 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AshEFF
via IFTTT
Share: