Showing posts with label 2018 at 10:15PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 10:15PM. Show all posts

Sunday, December 23, 2018

Ikadi Kecam Penindasan Sistematis terhadap Muslim Uighur

Ikadi menuntut Pemerintah Cina melindungi hak Muslim Uighur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (PP Ikadi) menyampaikan sikap terkait penderitaan muslim Uighur di Xinjiang, Cina. Ketua Umum IKADI, KH. Achmad Satori Ismail mengungkapkan, pihaknya mengecam keras penindasan sistematis yang menjurus kepada praktik genosida yang diduga dilakukan oleh Pemerintah Cina.

"Mengecam keras penindasan sistematis terhadap Muslim Uighur di Xinjiang Cina karena bertentangan dengan deklarasi universal Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (HAM PBB),\" ujar Satori dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (23/12).

Ikadi Mendesak Pemerintah Cina untuk menghentikan perbuatan keji yang tidak berperikemanusiaan tersebut. Penghentian penindasan terhadap Muslim Uighur diyakini dapat meredam kemarahan umat dan dunia Islam secara lebih besar dan luas.

"Kami menuntut Pemerintah Cina untuk menjamin dan melindungi hak Muslim Uighur untuk bebas dalam beribadah dan menjalankan ajaran agamanya serta membuka akses kepada dunia luar untuk dapat memantau dan membantu secara langsung penderitaan mereka," ucapnya.

Selain itu, Satori juga mendesak agar Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dan langkah konkret untuk menghentikan tragedi kemanusiaan itu melalui ASEAN, PBB dan lembaga-lembaga Internasional lainnya. Apalagi, kata dia, Pemerintah Cina mempunyai kepentingan besar secara ekonomi di negeri ini.

"Kami juga meminta negara-negara Islam anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk berperan aktif menyelesaikan penderitaan Muslim Uighur," kata Satori.

Menurut dia, Ikadi mendukung semua usulan yang mendesak PBB mengirim tim monitor untuk menginvestigasi dan menindaklanjuti laporan Lembaga Advokasi HAM tentang tindakan diskriminatif dan pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur.

"Kami mengajak kepada seluruh umat Islam untuk memanjatkan doa dan melaksanakan qunut nazilah, semoga Allah ta'ala menolong muslim Uighur dan mengangkat kesulitan mereka," kata Satori.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LuT5MN
December 23, 2018 at 10:15PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LuT5MN
via IFTTT
Share:

Sunday, December 16, 2018

Amy Adams Terpaksa Menolak Brad Pitt

Adams sedang berperan dalam film yang diproduseri Pitt.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak aktris Hollywood yang bermimpi untuk bisa bermain atau berperan dengan Brad Pitt. Amy Adams tapi tidak membayangkan kalau pertemuannya dengan Pitt tidak bisa berjalan sesuai impiannya.

Adams berbincang dengan pembawa acara Jimmy Kimmel tentang film Vice yang dibintanginya dan diproduseri oleh Pitt. Katanya, Pitt suatu hari datang ke lokasi syuting. Adams langsung stres ketika melihat Pitt, bukan hanya karena ia sedang dalam riasan sangat tebal dan pakaian besar karena memerankan Lynne Cheney versi tua, tapi karena Adams sedang sakit mata.

"Dia langsung memberi saya pelukan, dan saya, 'oh tidak, ini terjadi!' Lalu saya sadar kalau saya tidak bisa memeluk dia. Saya sedang sakit mata," kata Adams. "Saya langsung, 'tidaaak! Tidak!' Di momen itu, saya menjadi perempuan pertama dalam sejarah yang menolak pelukan dari Brad Pitt."

Adams mengaku padahal pertemuan dengan Pitt seharusnya menjadi momen istimewa baginya. Juga bagi para wanita lain di lokasi syuting.

"Saya sedang berpikir mengapa semua gadis-gadis mengenakan lip gloss dan girang di lokasi," katanya. Ia pun mengaku menuju lokasi sambil berpikir mengapa semua orang tampa bahagia. Ternyata, jawabannya adalah karena Pitt ada di lokasi syuting.

"Saya sudah pernah melihat dia sebelumnya. Tapi setiap kali saya melihat dia, rasanya seperti ada 'sungai yang mengalir'. Kamu kira kamu akan bergerak secara lambat dan membayangkan diri tampak cantik dengan gaun putih. Tapi bukan itu yang terjadi. Saya mengenakan kostum gemuk dan sakit mata."

Adams langsung bercanda jika film Vice menang Golden Globe atau Oscar untuk Film Terbaik, maka Pitt akan mengucapkan terima kasih pada Adams karena tidak menularkan sakit mata. Mungkin setelah itu Pitt akan memberikan pelukan, seperti dikutip dari The Wrap.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qz9MMH
December 16, 2018 at 10:15PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Qz9MMH
via IFTTT
Share:

Saturday, December 15, 2018

Pegolf Thailand dan Swedia Dominasi Indonesian Masters 2018

Saksansin mampu menjaga posisi puncak hingga putaran ketiga, Sabtu (15/12) rampung..

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pegolf Thailand, Poom Saksansin mampu memberikan perlawanan dahsyat kepada atlet-atlet dunia pada ajang BNI Indonesian Masters 2018. Sejak turnamen elite ini digelar pada hari Kamis (13/12) di Royale Jakarta Golf Club (RJGC), Pondok Gede, Jakarta Timur, Saksansin sangat stabil.

Permainan luar biasa diawali Saksansin dengan meraup 67 pukulan atau 5 pukulan di bawah par (6-under 67). Torehan itu kian spektakular ketika pada hari kedua ia memborong  9-under 63 sehingga total membukukan 14-under 130. Ia pun memimpin leaderboard sendirian.

Saksansin mampu menjaga posisi puncak tersebut hingga putaran ketiga yang digelar pada Sabtu (15/12) rampung digelar. Namun, pada putaran ketiga ini, anggota timnas golf Thailand untuk Asian Games 2018 ini hanya mencatatkan 2-under.

“Tak ada strategi khusus. Saya pelihara mood saya dengan selalu berbahagia. Tapi, memang di sini angin sangat berpengaruh,” kata Saksansin, seusai berlaga, Sabtu.

Dengan selalu menjaga mood positif itu Saksansin menyatakan tak gentar berhadapan dengan para pegolf dunia. Saat ini, Saksansin saling berburu tempat pertama dengan pegolf asal Swedia, Henrik Stenson.

Stenson selalu setia menempel posisi Saksansin di setiap putaran. Melihat persaingan yang ketat, Saksansin justru merasa bahagia. Itu karena Stenson adalah idola pegolf berusia 22 tahun tersebut. "Tapi saya juga tak mau meremehkan pegolf lainnya," kata dia.

Stenson pun memuji Saksansin. Menurut dia, kehadiran Saksansin membuat Indonesian Masters 2018 berjalan cukup berat.

“Saksansin fantastis, tapi saya akan berusaha bermain baik, terutama mengantisipasi angin, dan juga kondisi padang golf. Begitu menemukan gaya yang mumpuni, saya akan bermain agresif,” tutur Stenson.

Stenson mengungkapkan, kesulitan terbesar selama berjuang di Indonesian Masters 2018 adalah cuaca. Terutama, Stenson menilai angin yang sangat kencang membuatnya perlu mempertimbangkan matang-matang pukulannya. Hal ini ia lakukan agar dapat melontarkan bola pada posisi yang diinginkan demi bisa menghasilkan birdie.

Dari ayunan stik golfnya, kiprah Stenson juga tergolong manis. Selama melahap tiga putaran, ia mengoleksi empat pukulan di bawah par sehingga total mencatatkan 13-under 203 pukulan. Di putaran pertama ia sudah membuat 5-under, dilanjutkan dengan 5-under.

Tak heran jika kiprah Saksansin dan Stenson menjadi menarik di RJGC. Di sisi lain, secara pribadi mereka punya cerita tersendiri di BNI Indonesian Masters. Jika berhasil menjadi juara, berarti Stenson merupakan debutan yang sukses. Ini memang jadi kali pertama Stenson hadir di ajang berhadiah total US$ 750.000 itu.

Meski begitu, Stenson sudah sejak lama menancapkan kukunya di kancah golf dunia. Selain tur-tur open, pegolf berusia 42 tahun itu juga punya gelar dari tur major. Stenson merengkuh trofi tur major pertamanya pada 2016 saat menjuarai the Champion.

Sukses itu membawa Stenson berkibar lewat anugerah European Tour Golfer of the Year. Penghargaan serupa pernah diterimanya, yakni seusai juarai FedEx Open 2013. Kini, Stenson menempati peringkat 27 dunia.

Bukan hanya di single event, Stenson juga bersinar di kancah pesta multievent olahraga dunia. Pegolf berpostur 188 cm dan 86 kg itu meraih medali perunggu Olimpiade, 2016 di Rio de Janeiro, Brasil.

Berbede dengan Stenson, Saksansnin bukan pemain baru di BNI Indonesian Masters. Pada 2016, pegolf berusia 22 tahun itu sudah berjaya, bahkan dengan status spesial pula, yakni sebagai juara termuda tur yang bernaung di bawah bendera PGA Asian Tour itu.

Indonesia sebagai tuan rumah BNI Indonesian Masters juga punya jagoan. Sosok tersebut adalah Danny Masrin. Ia jadi satu-satunya pegolf lokal yang mampu menerobos fase cut off setelah membukukan event atau sesuai par, 144 pukulan.

“Saya akan istirahat jelang putaran final. Saya ingin benar-benar rileks tak memikirkan golf buat sementara. Tapi, saya sudah punya game-plan dan strategi akan disesuaikan dengan kondisi,” tutur Danny.

Putaran terakhir Indonesian Masters 2018 akan digelar pada Ahad (16/12) di tempat yang sama. Jalannya putaran pamungkas ini akan menjadi momen perebutan juara antara Saksansin dan Stenson.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EotZgL
December 15, 2018 at 10:15PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EotZgL
via IFTTT
Share:

Sunday, December 2, 2018

200 Ribu Benih Ikan Disebar ke Sungai dan Selokan Sukabumi

Langkah ini dilakukan untuk menjaga ekosistem dan lingkungan sungai serta selokan.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Sebanyak 200 ribu ekor benih ikan disebar ke sejumlah aliran sungai dan selokan di Kota Sukabumi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ekosistem dan lingkungan sungai serta selokan di Kota Sukabumi.

"Penebaran benih ikan ini dilakukan secara rutin setiap tahun," ujar Kepala Bidang Perikanan Balai Benih Ikan DKP3 Kota Sukabumi, Budi Buntaran, Ahad (2/12). 

Jenis benih ikan yang ditebar antara lain terdiri dari Tawes, Lalawak, Nilem, dan Nila. Ratusan ribu benih yang ditebar ini ungkap Buudi merupakan hasil produksi BBI DKP3 Kota Sukabumi. Lokasi produksi benih di wilayah Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. 

Benih ikan yang ditebar ke sejumlah sungai dan selokan ini, terang Budi, merupakan benih ikan unggulan yang diproduksi oleh BBI DKP3 Kota Sukabumi. Penebaran benih ikan ini diharapkan dapat membawa manfaat bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

"Khususnya dalam upaya menjaga ekosistem serta lingkungan sungai dan selokan di Kota Sukabumi," imbuh Budi. Sehingga benih ikan ini dapat berkembang biak dengan baik di alam baik sungai dan selokan.

Di sisi lain Budi menerangkan, pada 2018 ini total benih ikan yang diproduksi oleh BBI DKP3 Kota Sukabumi mencapai 1.5 juta ekor berbagai jenis ikan. Jumlah ini telah sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah.

Budi menerangkan, benih ikan yang diproduksi oleh BBI DKP3 Kota Sukabumi ini dipasarkan ke bebagai daerah, di antaranya Kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan Bogor. Ikan ini juga disebra ke daerah lainnya, tergantung permintaan dari masyarakat.

Ke depan, lanjut Budi, DKP3 berupaya optimal meningkatkan produksi benih berbagai jenis ikan. Ini untuk memenuhi kebutuhan para petani ikan, baik di dalam maupun di luar Kota Sukabumi. Caranya dengan melakukan perbaikan dan pembangunan kolam ikan baru, serta meningkatkan berbagai fasilitas, prasarana dan sarana. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PdVBHp
December 02, 2018 at 10:15PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PdVBHp
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

MUI Sebar Dai di Papua

tugas utama dai tersebut adalah menyebarkan Islam moderat (wasathiyah) di Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) meluncurkan program Indonesia Berkhidmat dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV MUI pada Kamis (22/11) malam di Raja Ampat, Papua Barat. Program itu ditandai dengan pelepasan dai.

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI KH Cholil Nafis mengatakan dai tersebut akan disebar ke sejumlah wilayah di Papua. "Program Indonesia berkhidmat angkatan pertama akan meluncurkan sembilan dai," kata dia.

Dia mengatakan tugas utama dai tersebut adalah menyebarkan Islam moderat (wasathiyah) dan melayani masyarakat di seluruh bumi Papua. Menurut dia, sedikitnya ada tiga tugas yang harus dilakukan dai tersebut. Pertama himayah atau perlindungan umat, kedua riayah atau bimbingan umat dan taqwiyah atau penguatan umat.

Kiai Cholil mengatakan himayah umat ditujukan untuk menjaga masyarakat dari aliran sesat dan paham radikalisme terorisme. Riayah umat adalah bimbingan umat dalam memahami ajaran agama, mulai mengaji Al Quran sampai masalah kematian.

Sedangkan taqwiyah umat, kata dia, adalah untuk pemberdayaan umat dalam merefleksikan keumatan dan kebangsaan untuk menjaga dan merawat keutuhan NKRI.

Terkait teknis Indonesia Berkhidmat, Kiai Cholil mengatakan kesembilan dai tersebut akan berada di Papua selama setahun dan akan diperpanjang jika masih diperlukan atau akan ditambah dengan dai yang lain.

"Kami akan koordinasi dan komunikasi dengan MUI Provinsi Papua Barat," demikian Cholil Nafis

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FMVqTM
November 23, 2018 at 10:15PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FMVqTM
via IFTTT
Share: