Showing posts with label 2018 at 04:05PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:05PM. Show all posts

Sunday, December 16, 2018

Ribut-Ribut Poligami, Begini Penjelasan MUI

Sebagian besar negara Islam membolehkan poligami dengan sejumlah ketentuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Polemik poligami kembali muncul belakangan ini menyusul kontroversi rencana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengajukan larangan poligami di Indonesia.  

Kendati demikian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan tegas bahwa poligami adalah satu dari sekian tuntunan dalam syariat Islam. 

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Zainut Tauhid Sa'adi berpandangan banyak ditemukan dalil atau hujah di dalam Alquran maupun hadis yang membolehkan seorang Muslim melakukan poligami. 

Zainut mengatakan, meskipun demikian dalam praktiknya tidak mudah dilakukan oleh setiap orang karena ada beberapa persyaratan yang cukup berat. 

Persyaratan tersebut pertama, seorang pelaku poligami harus memiliki sikap adil di antara para istrinya. Kedua, harus semakin meningkatkan ketakwaannya kepada Allah. 

"Ketiga, harus dapat menjaga para istrinya, baik menjaga agama maupun kehormatannya. Keempat, wajib mencukupi kebutuhan nafkah lahir dan batin para istri dan keluarganya," kata Zainut kepada Republika.co.id, Ahad (16/12).

Ia menerangkan, para ulama berbeda pendapat menyikapi praktik poligami. Ada dua kutub utama yaitu pertama, kalangan Syafiiyah dan Hanbaliyah yang tampak menutup pintu poligami karena rawan dengan ketidakadilan. Sehingga keduanya tidak menganjurkan praktik poligami. 

Sementara kalangan Hanafiyah menyatakan kemubahan praktik poligami dengan catatan calon pelakunya memastikan keadilan di antara sekian istrinya. 

Zainut menjelaskan, saat ini negara Islam ada yang mengharamkan poligami seperti Maroko. Tapi sebagian besar negara Islam lainnya membolehkan poligami, termasuk di Mesir namun diatur dalam Undang-undang (UU) dengan persyaratan sang pria harus menyertakan slip gajinya.

Dia menambahkan,  di Indonesia sesuai dengan ketentuan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 4 Ayat (1), poligami dapat dilakukan dengan beberapa persyaratan antara lain mendapat izin dari Pengadilan Agama yang dikuatkan persetujuan dari istri atau istri-istrinya, memiliki jaminan kemampuan memberikan nafkah kepada keluarganya, dan kewajiban berlaku adil kepada istri-istri dan anak-anaknya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CeV44C
December 16, 2018 at 04:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CeV44C
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Warga Rusun Klender Harap Jargas Dinikmati Masyarakat Luas

Layanan jaringan gas selain aman juga murah sehingga patut dirasakan menengah bawah

REPUBLIKA.CO.ID, Rahma Sulistya/Wartawan Republika

Penghuni Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) Klender, Jakarta Timur, sudah puluhan tahun menjadi pelanggan tetap jaringan gas (jargas) PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Rusun percontohan pertama di Indonesia yang diresmikan presiden ke-2 RI Soeharto pada 1984 tersebut sejak awal dilayani jargas di setiap unitnya.

Salah satu penghuni Rusun Klender, Norman (66 tahun) mengatakan, dari 1.280 unit Rusun Klender, semuanya mendapatkan layanan gas alam. Dia yang sudah tinggal selama 34 tahun di rusun tersebut mengaku, selama itu pula menikmati fasilitas jargas. Norman mengatakan, tidak pernah ada laporan kebocoran gas yang sampai menimbulkan kebakaran atau bahkan ledakan, seperti yang terjadi di rumah yang memakai gas elpiji. 

“Saya sudah di sini sejak 1984, tidak pernah khawatir memasak dengan kompor gas dari gas alam. Justru malah aman, tidak pernah ada kebakaran,” jelas Norman saat ditemui Republika, belum lama ini.

Penghuni baru Rusun Klender bernama Jessica (33) mengaku, baru menikmati layanan jargas selama empat tahun sejak tinggal di situ. Dia merasa sangat terbantu dengan tagihan gas alam yang sangat terjangkau. Belum lagi, ia tak pernah merasa khawatir dengan fasilitas jargas.

“Ini kan ada meterannya ya, jadi di sini bisa dilihat pemakaiannya berapa dan bayarnya berapa. Pokoknya pakai gas alam ini lebih aman, kalau bocor juga petugas dari PGN cepat sekali memperbaikinya,” ujar Jessica penghuni Blok 3 Rusun Klender tersebut.

Ketika warga melaporkan ada kebocoran di rumahnya, kata Jessica, langsung bisa melapor ke pengelola, dan diteruskan ke PT PGN. Tidak berapa lama, petugas PGN datang untuk memperbaiki. “Ini aman banget, tidak pernah ada kejadian kompor gas meledak, gas alam pokoknya aman banget,” jelas Jessica.

Rusun Klender berdiri di atas Kelurahan Malaka Jaya dan Kelurahan Malaka Sari. Dari 78 blok yang ada di rusun tersebut, blok 1-48 berada di Kelurahan Malaka Jaya dan blok 49-78 berada di Kelurahan Malaka Sari, yang masuk Kecamatan Duren Sawit.

Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun Klender (PPPSRSK), Rivay R Syam mengatakan, pemerintah pusat harus mulai memikirkan bagaimana penggunaan gas alam ini bisa dialiri ke seluruh rumah warga di Indonesia. Selain untuk keamanan warga itu sendiri, harganya pun cukup jauh berbeda dengan gas elpiji.

“Ini (jaringan gas alam) aman, lebih bagus. Kalau bisa diterapkan di seluruh rumah di Indonesia,” kata Rivay.

Keberadaan jaringan gas alam di rusun, menurut dia, harus didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia agar dapat diaplikasikan di seluruh rumah masyarakat. Berdasarkan pengalaman warga yang sudah memakai jargas sejak awal tinggal di Rusun Klender, kata Rivay, mereka menginginkan agar warga lainnya di luar rusun juga bisa merasakan layanan itu. "Memasak menjadi lebih aman," kata Rivay.

Group head Unit Layanan Jaringan Gas Perusahaan Gas Negara (PGN), M Napitupulu menjelaskan, selain harganya lebih murah dan penggunaannya lebih mudah, keamanan penggunaan jargas menjadi faktor utama penggunaan gas bumi dipercaya masyarakat. Dia mengatakan, permintaan untuk perluasan jargas sudah banyak dilakukan berbagai pihak. Namun, tidak semua dapat dilayani karena terkendala hal teknis.

“Terkait keamanannya yang paling mendasar adalah perbedaan berat jenis LPG dan gas alam, untuk gas alam lebih ringan dari pada udara. Sehingga ketika terjadi kebocoran akan terbawa dengan udara ke atas,” jelas Napitupulu.

Pengamat energi Iwa Garniwa mendukung pemanfaatan jaringan gas diperluas hingga sampai ke dapur-dapur rumah warga. Menurut dia, layanan jargas jangan hanya berhenti di rusun, melainkan juga permukiman warga. Hal itu agar layanan gas alam yang terbukti lebih murah harga jualnya bisa dinikmati masyarakat, khususnya kelas bawah.

Menurut Iwa, layanan jargas ke rumah warga sudah diterapkan sejumlah negara-negara maju. Untuk itu, ia mendorong PT PGN agar dapat menerapkan fasilitas itu di semua wilayah di Indonesia.

“Jaringan gas memang aman dan sudah banyak negara melakukan hal ini. Namun untuk membangun pipa utamanya ke dalam kilometer ini investasinya besar," ujar Iwa menjelaskan kendala perluasan layanan jargas.

Menurut Iwa, pipa dan meteran gas yang diterapkan di Indonesia, mirip dengan yang ada di Jepang dan Korea Selatan. Iwa mengatakan, kalau layanan gas alam dapat dinikmati sebagain besar masyarakat maka kebaikan, maslahat, dan manfaatnya bisa ikut menyumbang pertumbuhan ekonomi di masyarakat.

Pasalnya, kalau saja gas alam digunakan para pedagang skala kecil yang berjualan maka pengeluaran mereka dapat ditekan. Sehingga mereka bisa menabung dalam jumlah lebih. "Agar pelanggan banyak perlu diiringi dengan sosialisasi pada masyarakat bahwa jaringan gas ini aman dan harga terjangkau,” kata Iwa.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PtvSut
December 10, 2018 at 04:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2PtvSut
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

Membaca Penerus Kiprah Politik Jokowi dari Keluarga

Bobby Nasution, menantu Jokowi, punya potensi untuk terjun ke dunia politik.

REPUBLIKA.CO.ID Oleh: Dessy Suciati Saputri

Presiden Joko Widodo bersama keluarga melakukan jalan santai di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (8/12) pagi. Agenda ini pun disertai berbincang bersama awak media yang bertugas di istana. Presiden sempat menjawab pertanyaan mengenai potensi dan minat keluarganya untuk ikut terjun di bidang politik.

Ketika jalan pagi, Presiden tampak didampingi Iriana Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda serta cucunya, Jan Ethes Sri Narendra. Selain itu, tampak Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution serta Sedah Mirah Nasution. Namun, berkumpulnya keluarga Presiden pagi itu tak dilengkapi kehadiran Kaesang Pangarep.

Menurut Jokowi, Kaesang sempat ikut berkumpul bersama keluarga. Namun, ia terpaksa berangkat ke Makassar pagi ini untuk mengurusi bisnis kulinernya.

Di antara anggota keluarganya, Jokowi mengungkapkan, menantunya, Bobby Nasution, punya potensi untuk terjun ke dunia politik. “Yang saya lihat feeling politik sudah mulai masuk itu Bobby. Dikit-dikit sudah,” kata Presiden saat berbincang bersama awak media di Grand Garden Cafe, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/12).

Namun, Bobby mengaku belum ingin terjun menjadi penerus mertuanya sebagai politikus. Dia lebih memilih tetap menjadi pengusaha. “Lebih fokus di dunia usaha dulu,” kata dia. Untuk saat ini, Bobby fokus merintis bisnis kedai kopi dengan brand Veteran Cafe sejak 2013. Dia pun membuka bisnis kedai kopi lain bernama Kopi Jolo.

Jokowi mengamati anak-anaknya yang lain jika dibandingkan dengan Bobby Nasution. Anak-anaknya sama sekali belum memiliki potensi itu. Mantan gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan, Bobby memiliki keinginan yang lebih ketika berbicara masalah politik. “Lebih ada keinginan. Bicara politik juga sudah ada. Yang lain belum,” kata dia.

Menurut dia, putra sulungnya, Gibran, juga tak tampak memiliki keinginan untuk berpolitik. Apalagi, putra bungsunya, Kaesang Pangarep, lebih tertarik mengikuti jejak sang kakak merintis usaha. “Gibran ini belum. Feeling politiknya kok belum. Masih senang 100 persen di dunia usaha. Kaesang apalagi,” kata Presiden.

Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka tidak menutup kemungkinan untuk mengikuti jejak ayahnya terjun ke dunia politik. Untuk saat ini, Gibran pun mengikuti kiprah sang ayah yang sempat menjadi pengusaha. Jika Jokowi pernah menekuni usaha mebel, Gibran memilih bidang kuliner.

"Sekarang Bapak sudah jadi politikus, saya lihat itu sebagai hal yang sangat dinamis, ya," ujar Gibran.

Gibran telah menekuni dunia usaha sejak 2010 silam. Dia pun dituntut untuk menekuni program tanggung jawab perusahaan (CSR) guna menyentuh masyarakat bawah. Meski begitu, ia menilai, sebesar apa pun dana CSR yang digelontorkan tak akan bisa menyentuh banyak orang. Untuk menyentuh banyak orang, dia mengungkapkan, perlu terjun ke dunia politik sehingga dapat membuat kebijakan-kebijakan yang prorakyat.

"Jadi, kalau pengen menyentuh banyak orang, ya, harus terjun ke dunia politik. Itu saja. Kebijakan yang prorakyat sehingga bisa menyentuh banyak orang. Karena pengusaha yang sukses itu harus ada yang namanya pengembalian ke masyarakat," kata dia.

Menurut suami Selvi Ananda itu, seorang pengusaha bisa menjadi politikus. Namun, politikus belum tentu bisa menjadi seorang pengusaha. Oleh karena itu, ia mengingatkan anak-anak muda saat ini agar tak bersikap apatis terhadap politik.

"Harus punya pandangan politik, tapi tidak boleh berpolitik. Berpolitiklah ketika Anda sudah mapan secara mental dan ekonomi," ujar Gibran.

Berbeda dengan kakaknya, Kahiyang Ayu mengaku tak tertarik mengikuti jejak ayahnya terjun ke dunia politik. Dia mengaku tertarik untuk mengurus hal lain selain politik.

Presiden Jokowi mengaku tak pernah melarang anak-anaknya untuk menentukan pilihan. Ia pun membebaskan putranya itu untuk menentukan pilihannya masing-masing.

Baca Juga: Tren Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf

"Sejak kecil, mereka sudah diberi kebebasan untuk menentukan pilihan ke mana. Tapi tadi, prinsip-prinsip mereka sudah tahu semua, apa yang boleh dan tidak boleh," ujar dia.

(ed: a syalaby ichsan)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2L3RKw1
December 09, 2018 at 04:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2L3RKw1
via IFTTT
Share:

MPR Ajak Warganet Sebarkan Status Pancasilais

Warganet deklarasikan untuk tidak menyebar hoaks.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sesjen MPR Ma'ruf Cahyono mengajak warganet untuk membagikan status yang Pancasilais. Di hadapan empatpuluh empat blogger, netizen, dan penggiat media sosial (warganet) Ma'ruf Cahyono menyebut kelompok ini merupakan komunitas masyarakat yang strategis menyebarkan semangat Pancasila.

"Untuk itu kita ajak mereka mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya, Sabtu (8/12).

Dalam kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 6-8 Desember 2018, mereka mendiskusikan dan membahas mengenai implementasi Empat Pilar yang selanjutnya menjadi bahan warganet dalam tulisan atau status yang mereka unggah dalam keseharian di online.

Tulisan atau status yang mereka unggah, diharap Ma'ruf Cahyono mampu menjadi penyejuk suasana di masyarakat. "Masyarakat sekarang sangat dinamis," kata dia.

Diakui teknologi informasi yang ada saat ini tidak hanya disukai oleh anak muda, orang tua pun diakui juga mulai menggandrungi media ini. Ma'ruf Cahyono mempertegas mengajak warganet bersama dengan MPR untuk ikut memperkuat, merawat, dan menjaga Indonesia.

"Bila warganet ikut menyosialisasikan Empat Pilar maka kedudukannya sama dengan anggota MPR," ucap dia.

Disampaikan kepada mereka bahwa MPR adalah rumah kebangsaan. Sebagai rumah bersama maka siapapun berhak menyampaikan aspirasi untuk membuat bangsa ini menjadi lebih baik.

MPR dikatakan tak hanya sebagai rumah kebangsaan namun juga sebagai pengawal Pancasila. "Tak ada bangsa yang tak punya ideologi," ujarnya.

Diakuinya, selama mengawal ideologi Pancasila, bangsa ini tak lepas dari pengaruh dan tekanan yang sangat luar biasa yang datang dari dalam atau luar negeri. "Saya khawatir kalau Pancasila tak dijaga. Sehingga warganet perlu menyampaikan pesan yang kuat untuk menjaga ideologi dan persatuan bangsa," ucap Ma'ruf.

Kabiro Humas Setjen MPR Siti Fauziah yang juga hadir dalam kegiatan itu menuturkan kegiatan MPR yang melibatkan warganet telah dilakukan di berbagai kota. Selain Jakarta juga di Solo, Jogja, Bogor, Bandung, Lampung, Makassar, Manado, Medan, Surabaya, Malang, dan kota lainnya.

"Di akhir tahun ini kita kumpulkan leader warganet dari berbagai daerah," ujarnya.

Diharapkan, setelah mereka dibekali dengan pengetahuan Empat Pilar, mereka menularkan apa yang didapat tidak hanya kepada warganet di daerah namun juga kepada masyarakat lewat tulisan atau status. "Mereka kita ajak untuk ikut mensosialisasikan Empat Pilar. Kita sudah bersama mereka selama 3 tahun", tambahnya.

Dihadapan Ma'ruf Cahyono, Siti Fauziah, dan warganet lainnya, Dila dan Surya, mendeklarasikan empat hal keputusan warganet. Empat point deklarasi itu adalah, pertama, tidak menyebarkan konten hoaks dan SARA. Kedua, bijak bermedia sosial sesuai dengan Pancasila. Ketiga, menerapkan Empat Pilar MPR dalam literasi digital. Keempat, bersatu membuat keren Indonesia dengan konten yang positif.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2L5pr0h
December 09, 2018 at 04:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2L5pr0h
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

Mustafi Anggap Arsenal tidak Beruntung Gagal Kalahkan MU

The Gunners hanya mampu mengamankan satu angka setelah bermain imbang 2-2.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemain belakang Arsenal Skhodran Mustafi mengatakan kalau timnya bisa saja membawa pulang tiga poin dari Old Trafford pada Kamis (6/12) WIB. Sayangnya, the Gunners hanya mampu mengamankan satu angka setelah bermain imbang 2-2 melawan Manchester United pada laga pekan ke-15 Liga Primer Inggris. Mustafi menilai timnya lebih unggul dari tuan rumah.

“Jika kami sedikit beruntung, kami bisa mendapatkan tiga poin. Tetapi kami menerima mendapatkan satu poin,” kata Mustafi, dikutip Daily Star.

Arsenal dua kali unggul pada laga ini. Pertama pada menit ke-26 melalui gol tandukan Mustafi. Tapi Anthony Martial berhasil menyamakan skor empat menit berselang. Pada babak kedua, Arsenal kembali memimpin, tepatnya pada menit ke-68 melalui gol bunuh diri Marcos Rojo. Tapi selang satu menit, MU berhasil membalas melalui kaki Jesse Lingard.

“Kami sempat unggul, lalu dibalas, unggul lagi kemudian dibalas lagi. Kemudian di situlah kami harus lebih pandai dan lebih sensitif terhadap bahaya dan berusaha tidak kemasukan lagi,” ujarnya.

Pada pertandingan tersebut Arsenal harus kehilangan bek mereka Rob Holding dan gelandang Aaron Ramsey karena mengalami cedera pada babak pertama. Pemain berusia 26 tahun itu mengungkapkan tidak mudah untuk mengambil poin di Old Trafford. Tetapi ia mmerasa timnya bisa saja mengalahkan MU jika memang keberuntungan sedang berada di pihak mereka.

“Kami cukup baik datang ke Old Trafford. Ini bukan tempat yang mudah untuk mengambil poin. Pada babak kedua permainan sedikit terbuka dan kedua tim mencoba untuk menang,” kata Mustafi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zJnPoq
December 06, 2018 at 04:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2zJnPoq
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

Mily, Police joint team to evacuate rebel attack victims

Armed Criminal Group attacks, kills Istaka Karya workers in Nduga, Papua, on Sunday.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- The military and police joint team is readied to evacuate victims of the armed Papuan rebel attack from the site in Yigi and the top of Mt Tabo in Nduga District, Papua Province, Cendrawasih Military Commander Maj Gen Joshua Sembiring said. The evacuation will be started on Wednesday by deploying troops through land and air routes.

"For the first stage, the team would evacuate victims around Yigi and Mt Tabo," Sembiring said when contacting from Jayapura on Wednesday.

However, Sembiring  could not confirm the number of victims that would be evacuated. He is currently in Wamena with Papua Police Chief Insp Gen Martuani Sormin.

Earlier on Tuesday, the joint team has evacuated 12 civilians from Mbua, four of them are workers of PT Istaka, who managed to flee and sought refuge in the Mbua military post. The military post was then attacked by the rebels and one soldier was killed in the attack.

The attack on Sunday (Dec 2) by the armed group killed 28 workers of PT Istaka Karya, who were engaged in construction and building the Trans Papua project.

Spokesman of the Papua Provincial Police Senior Commissioner A.M. Kamal remarked that an Indonesian soldier was also killed in an attack on a military post on Sunday. The confirmation on the death of the Indonesian soldier was received from four workers of PT Istaka Karya who survived the attack.

On Tuesday morning, 153 military and police personnel were transported to Mbua, which is the closest sub-district to Yigi Subdistrict, he remarked, adding that two of the four workers who survived the killing sustained shot wounds when they were found by the on-duty security personnel.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KXuEHe
December 05, 2018 at 04:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2KXuEHe
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

Manuskrip Alquran Nusantara Bukti Peradaban Muslim Indonesia

Masyarakat Muslim di Nusantara yang menulis mushaf Alquran memiliki khas tersendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ), Balitbang-Diklat Kementerian Agama (Kemenag) membuat Database Manuskrip Alquran Nusantara. Sehingga publik akan bisa mengakses database tersebut secara online.

Banyak ditemukannya manuskrip mushaf Alquran dari abad ke 17, 18 dan 19 dianggap sebagai bukti kemajuan peradaban masyarakat Muslim di Nusantara pada masa lampau. Cara mereka membuat mushaf Alquran dinilai sangat teliti.

Peneliti dari LPMQ, Ali Akbar mengatakan, LPMQ telah melakukan pencarian manuskrip Alquran Nusantara di sekitar 20 provinsi selama empat tahun. LPMQ juga telah melakukan pencarian sampai ke Brunei Darussalam, Singapura dan Malaysia. "Selama itu LPMQ memotret manuskrip-manuskrip Alquran tersebut untuk dimasukkan ke Database Manuskrip Alquran Nusantara," kata Ali kepada Republika.co.id, Selasa (4/12).

Ia menerangkan, melalui database Manuskrip Alquran Nusantara, akan diketahui tradisi menulis dan menghias Alquran yang dilakukan oleh masyarakat Muslim di masa lalu. Penggunaan kertas untuk mushaf dan gaya tulisannya juga bisa menjadi bahan penelitian.

Masyarakat Muslim di Nusantara yang menulis mushaf Alquran memiliki khas tersendiri. Hal tersebut dapat dilihat dari gaya tulisan dan penghormatan terhadap mushaf. Sehingga diketahui gambaran kebudayaan dan peradaban masyarakat Muslim di masa lalu.

"Mushaf Alquran juga bisa menjadi salah satu sumber sejarah. Karena dalam penelitian kita, naskah Alquran berpindah dari satu kerajaan ke kerajaan lain, naskah Alquran jadi hadiah dari satu kerajaan untuk kerajaan lain," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Q9pU7o
December 04, 2018 at 04:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Q9pU7o
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Luhut Minta Pabrik di Sekitar Citarum Bangun Pengolah Limbah

Pemerintah siapkan sanksi bagi perusahaan yang tak patuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan meminta semua industri di sekitaran Sungai Citarum untuk membangun pabrik pengolahan limbah. Jika sampai Januari 2019 mendatang komitmen tersebut tidak dijalankan maka pemerintah tidak segan untuk memberikan denda bahkan hingga mencabut izin operasi.

Luhut mengatakan Citarum merupakan sumber mata air dan aliran sungai yang krusial di sepanjang Jawa Barat. Jika limbah tidak tertangani tidak hanya mencemari air bersih saja, tetapi juga bisa menjadi sumber utama banjir. Ia mengatakan industri perlu ikut bertanggung jawab untuk menjaga lingkungan.

"Untuk pabriknya ini kita minta untuk mengolah limbahnya. Jika tidak akan kita tutup. Kita bahkan bisa pidanakan kalau mereka tidak melaksanakan. Kita tidak ingin ada keuntungan tapi mengorbankan orang banyak," ujar Luhut di Kantornya, Jumat (30/11).

Luhut juga menjelaskan pihaknya dalam pekan ini akan bertemu dengan Satgas Citarum untuk membahas pengolahan limbah ini. Luhut menjelaskan persoalan di DAS Citarum harus segera direalisasikan paling tidak tahun depan harus mulai jalan.

"Aturannya sudah kami buat dan efektif dilaksanakan per Januari. Kami akan terus pantau dan awasi," ujar Luhut.

Luhut mengatakan Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun untuk revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Rencananya, proyek percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan sungai di Jawa Barat itu bakal dimulai tahun depan.

Menurutnya, pendanaan bakal digunakan untuk pembelian mesin pembakar sampah (incinerator)yang akan ditempatkan pada bantalan sungai. Sebanyak 2 incinerator buatan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah diuji coba dengan capaian pemusnahan 7,5 ton sampah per hari.

Dia juga menjelaskan, dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pengadaan alat untuk memperdalam dasar sungai sekitar 30 unit, penanaman pohon, pemasangan instalasi pengolahan limbah industri, dan pemberesan keramba jaring apung.

"Semua berangkat dari studi supaya jangan ada polemik," ujarnya.

Isu pencemaran limbah di sungai Citarum dinilai perlu penanganan khusus. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya telah memerintahkan jajaran kabinetnya untuk segera melakukan penataan Sungai Citarum di Jawa Barat. Pencemaran sungai ini disebutnya telah masuk dalam kondisi lampu kuning yang berbahaya dan berdampak buruk jika tidak segera dibenahi.

Dia mengatakan Citarum merupakan salah satu sungai yang penting, mengingat nilai ekonomi, sejarah, hingga nilai sosialnya. Sungai ini merupakan sumber air bagi 27,5 juta penduduk Jawa Barat dan DKI Jakarta. Bahkan 80 persen pasokan air DKI Jakarta berasal dari sungai ini

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Azbove
November 30, 2018 at 04:05PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Azbove
via IFTTT
Share: