Showing posts with label 2019 at 06:51PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 06:51PM. Show all posts

Wednesday, May 29, 2019

Salah Ingin Lakukan Penebusan di Final Liga Champions

Bagi Salah, membawa Liverpool menjadi pemenang bukan hanya sebatas mimpi.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Mohamed Salah ingin memberikan kontribusi yang menentukan di final Liga Champions, Sabtu (1/6), melawan Tottenham Hotspur. Ia bertekad membantu menekan trauma kekalahan Liverpool dari Real Madrid satu tahun lalu.

Bahu Salah sempat cedera saat menghantam bek Real Madrid Sergio Ramos pada final tahun lalu di Kiev. Ia terpaksa meninggalkan lapangan setelah bermain selama 30 menit.

Kekalahan Liverpool 1-3 di tahun lalu pun mendorong penyerang asal Mesir ini untuk mencetak gol kemenangan kali ini, serta membantu timnya meraih juara Eropa keenam kali.

"Saya harap bisa memainkan permainan penuh saat ini. Saya sangat bersemangat dan berharap kami bisa memperbaiki apa yang terjadi di musim lalu dengan mendapatkan hasil yang baik dan memenangkan kompetisi," ujar Salah mengutip Reuters, Rabu (29/5).

Bagi Salah, membawa Liverpool menjadi pemenang bukan hanya sebatas mimpi. Ia berharap dapat mencetak gol di babak final pekan ini.

Salah mengatakan, Liverpool telah belajar dari kekecewaan tahun lalu. The Reds kini menjadi lebih baik dengan belajar dari pengalaman tersebut.

"Ini final kedua berturut-turut. Kami kehilangan yang pertama tetapi semuanya terasa lebih baik saat ini dan kami memiliki lebih banyak pengalaman dari yang terakhir," kata Salah. "Saya harap kami bisa memenangkannya. Tentu akan sulit karena di final kami berhadapan dengan lawan yang tidak mudah."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KbRHzZ
May 29, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KbRHzZ
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 22, 2019

TNI Redam Bentrokan Massa-Aparat di Slipi

Dua anggota polisi dikabarkan mengalami luka akibat bentrokan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Personel TNI berhasil meredam bentrokan massa dengan petugas kepolisian di Jalan Slipi 1, Jakarta Barat, pada Rabu (22/5) sore. Bentrokan massa mulai mereda sekitar pukul 17.30 WIB, ketika pasukan Marinir turun tangan dengan berbekal tameng antihuru-hara.

Massa yang didominasi oleh remaja dan pemuda tanggung tersebut berbalik mundur ke arah perempatan Jalan KS Tubun dan Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ketika melihat pasukan tentara baret ungu berjalan mendekati massa. Bentrok yang terjadi di Jalan Slipi I tersebut terlihat dipenuhi sampah, bebatuan, patahan ranting-ranting pohon dan sisa ban yang sebelumnya dibakar oleh massa.

Saat ini api dari pembakaran ban bekas masih berusaha dipadamkan dengan mengunakan helikopter yang membawa kantong air untuk disiramkan dari udara. Dikutip dari Antara, Dua anggota polisi yang sedang bertugas mengamankan massa di kawasan Palmerah, Slipi, Jakarta Barat, Rabu mengalami cedera.

Korban pertama bernama Yoga asal dari Polda Bali yang mengalami cedera bagian hidung kena lemparan batu. Sedangkan korban kedua adalah Satya dari Polda Jambi yang mengalami cedera pada lengan kanannya karena kena serpihan kaca. Saat pertolongan pertama, Satya hanya ditangani oleh seorang Provost dan seorang wartawan dari media online.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QlDxxi
May 22, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QlDxxi
via IFTTT
Share:

Friday, May 17, 2019

Dari Mana Biaya Kuota Haji Tambahan? Begini Penjelasan BPKH

IHRAM.CO.ID, YOGYAKARTA – Sumber biaya kuota tambahan 10 ribu jamaah haji 2019 tidak memakai APBN. Hal itu diputuskan Raker Komisi VIII DPR, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Kementerian Agama.

Baca Juga:

Penghitungan awal penambahan kuota sebanyak 10 ribu jamaah haji memerlukan dana tambahan sebesar Rp 353,7 miliar. Namun, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengaku telah melakukan revisi anggaran. 

Kebutuhan anggaran untuk penambahan kuota 10 ribu haji menjadi Rp 319,9 miliar. Kepala BPKH, Anggito Abimanyu, menekankan anggaran kekurangan sebesar Rp 149,9 miliar tidak menggunakan APBN.

Pembiayaannya menjadi beban nilai manfaat keuangan haji dari BPKH sebesar Rp 100 miliar. Sisanya, berasal dari realokasi anggaran layanan akomodasi di Makkah.

Lalu, peningkatan layanan transportasi antarkota Rp 49,9 miliar. Ada pula realokasi dana kemasaahatan sebesar Rp 120 miliar yang semula akan digunakan untuk manasik di KUA. 

"Dialihkan penggunaannya untuk biayai sebagian biaya akomodasi jamaah lansia di Makkah, manasik haji diambil dari indirect cost BPIH 1440 Hijriah/2019 Masehi," kata Anggito di Yogyakarta, Jumat (17/5). 

Selain memproyeksikan nilai manfaat sebesar Rp 7,3 triliun untuk operasional haji 2019, BPKH mendukung biaya penambahan kuota 10 ribu jamaah. Totalnya, Rp 220 miliar dari kebutuhan Rp 319,9 miliar. "Sisanya, bersumber dari Kementerian Agama Rp 99 miliar," ujar Anggito.  

Saldo keuangan haji yang dikelola BPKH hingga April 2019 sendiri telah terkumpul Rp 115 triliun. Anggota menegaskan, saldo itu aman dan tidak berkurang. 

Berita Terkait

Justru, dia menegaskan, jumlahnya meningkat Rp 10 triliun dibanding tahun lalu. Prioritas penempatan dan investasi keuangan haji BPKH di instrumen keuangan perbankan syariah. "Dan obyek-obyek investasi surat berharga syariah yang aman, beresiko rendah, likuid dan optimal," kata Anggota. (Wahyu Suryana)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30sjSAk
May 17, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30sjSAk
via IFTTT
Share:

Friday, May 10, 2019

Jumlah Pekerja Anak di Kupang Terus Meningkat

Meningkatnya pekerja anak akibat dampak arus urbanisasi.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ev Bailaen mengatakan jumlah pekerja anak cenderung meningkat. Ini menyusul tingginya arus urbanisasi ke ibu kota provinsi berbasis kepulauan ini.

"Jumlah pekerja anak di Kota Kupang terus meningkat setiap tahun sebagai dampak dari arus urbanisasi warga dari beberapa daerah di NTT yang datang bekerja di Kota Kupang. Warga yang datang bekerja ke Kupang datang bersama anak-anak mereka," kata Ev Bailaen kepada wartawan di Kupang, Jumat (10/5).

Ia mengatakan, berdasarkan data pada Pemerintah Kota Kupang jumlah pekerja anak yang bekerja di berbagai sektor kerja sebanyak 600 orang anak. Dikatakannya, jumlah pekerja anak di Kota Kupang meningkat sangat signifikan sejak tahun 2008.

Menurut dia, para pekerja anak ini pada umumnya datang ke Kota Kupang mengikuti orang tua yang datang mencari nafkah di ibu kota provinsi NTT. Beberapa jenis pekerjaan yang dilakukan para pekerja anak seperti menjual koran, pendorong grobak di kawasan pasar modern di Kota Kupang serta pembantu rumah tangga.

Menurut Ev Bailaen berdasarkan data Dinas Nakertrans Kota Kupang semula hanya terdapat 30 orang pekerja anak tahun 2008 namun jumlahnya mengalami peningkatan yang pesat tahun 2018 mencapai 600 orang anak.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LJr1su
May 10, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LJr1su
via IFTTT
Share:

Thursday, May 9, 2019

Fabio Quartararo, Calon Juara Dunia MotoGP Masa Depan

Marquez pun menegaskan siap berhadapan dengan Quartararo.

REPUBLIKA.CO.ID, JEREZ -- Fabio Quartararo diprediksi menjadi juara dunia MotoGP masa depan berkaca dari kisah sama yang ditorehkan Marc Marquez. Marquez pun menegaskan siap berhadapan dengan Quartararo, sang penantang baru dari tim Petronas Yamaha SRT pada kejuaraan balap motor tersebut.

"Dia mengalahkan rekor saya sebagai pembalap pole termuda. Ke depan saya akan mencoba menghentikan supaya dia tak memecahkah rekor saya lainnya, yaitu sebagai juara dunia termuda," kata Marquez, dilansir dari Crash, Kamis (9/5).

Marquez mungkin tersenyum saat mengatakan hal demikian dalam gelaran konferensi pers di Jerez beberapa waktu lalu. Namun, makna di balik kata-katanya tersebut sangat dalam dan masih terngiang hingga hari ini.

Marquez harus menghadapi kenyataan ia bukan lagi pembalap muda di kejuaraan mengingat usianya sudah menginjak 26 tahun. Quartararo telah lama dianggap sebagai bintang baru yang siap memberi kejutan di kelas balap primer.

Kariernya memukau dan menjadi tajuk utama di berbagai media saat memenangkan Kejuaraan Moto3 CEV sebagai pembalap termuda berusia 14 tahun dan 217 hari. Saat itu dia gagal masuk ke kelas MotoGP karena terhalang batasan usia minimum.

Peraturan kemudian diubah. Quartararo berhasil menembus kelas Moto3 sebelum berusia 16 tahun di bawah asuhan Tim Emilio Alzamora di bawah bendera Estrella Galicia.

Marquez adalah produk serupa hasil kelenturan aturan di kelas MotoGP. Dia juga membela Alzamora untuk Leopard Racing di Moto3, sebelum pindah ke Moto2 setahun kemudian di bawah bendera Pons Racing.

Kehadiran Quartararo bisa saja membuat Marquez sebagai wonderkid terlupakan. Sekarang, anak berusia 20 tahun itu menggunakan motor Petronas Yamaha dan berjuang di lintasan yang sama dengan Marquez, bahkan legenda Valentino Rossi.

Sejauh ini kesuksesan pembalap muda Prancis itu masih terhalang peruntungan. Motornya dua kali gagal di lintasan, meski startnya bagus. Di Qatar, mesin motornya tiba-tiba mati, sehingga ia harus start dari pitlane dan finis ke-16, kurang dari satu detik di belakang Johann Zarco. Di Jerez, pembalap kelahiran 20 April 1999 itu merebut posisi pole, namun terhenti karena gear shifter-nya bermasalah di lap ke-14.

Tak ada yang menyangkal Quartararo terus berjuang untuk podium di kelas utama. Masih banyak balapan tersisa musim ini. Rasa sakit atas kegagalannya di lapangan sangat mungkin terbalaskan di balapan-balapan berikutnya. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DXVb5k
May 09, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DXVb5k
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 8, 2019

Sejumlah Pengendara Memarkir Sembarangan di Jalan Pemuda

Sejumlah pengendara memarkir kendaraan sembarangan di Jalan Pemuda Rawamangun

Sejumlah pengendara mobil kedapatan memarkir kendaraannya secara sembarangan di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, atau tepatnya di seberang Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu (8/5). 

Setiap hari dapat kita temui sejumlah kendaraan yang parkir liar di sepanjang jalan tersebut. Padahal di sepanjang jalan tersebut sudah banyak dipasang rambu-rambu dilarang berhenti dan parkir,  namun hal ini dihiraukan begitu saja. 

Bukan hanya mobil saja yang parkir di wilayah ini,  tetapi juga ada beberapa motor juga. motor-motor tersebut  tidak hanya parkir di jalan tetapi juga di trotoar. Hal ini sangat mengganggu bagi para pejalan kaki yang melintas. Bahkan disini juga sudah ada juru parkirnya. 

Keberadaan parkir liar ini disebabkan oleh keterbatasan lahan yang sangat minim di wilayah tersebut. Sehingga parkir liar nampaknya tak bisa dihindari.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/304qrZJ
May 08, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/304qrZJ
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 7, 2019

Ketika Orang Eropa Semangat Berkuliah di Indonesia

Setiap tahun mahasiswa mancanegara melamar beasiswa Darmasiswa ke Kemendikbud.

Iris yang berasal dari Dresden sudah bermain musik sejak kecil. Ketika dia bisa mengenal lebih dalam dunia musik Indonesia saat berkuliah di Yogyakarta, dia sangat terkesan.

"Setiap pulau di Indonesia mempunyai musik dan tradisi yang berbeda. Saya pikir, saya tidak akan selesai belajar, satu hidup saya tidak cukup untuk mempelajari semuanya. Tetapi ini memberikan inspirasi bagi saya. Budaya dan spiritualitas di sana masih kuat sekali,” ceritanya dalam bahasa Indonesia.

Tahun 2011 Iris berhasil mendapatkan beasiswa Darmasiswa untuk berkuliah selama satu tahun di Indonesia. Dimulai dengan fotografi, dia melanjutkan ke jurusan Etnomusikologi di Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Berbagai alat musik baru dia pelajari selama berkuliah: gamelan, suling, kecapi, dan gitar sape dari Dayak, yang menjadi instrumen Indonesia favoritnya karena dia merasa harmonis dan damai jika memainkannya.

Beasiswa Darmasiswa jurusan Bahasa Indonesia dan Seni Budaya

Setiap tahun mahasiswa-mahasiswa dari berbagai negara mitra berkesempatan melamar beasiswa Darmasiswa dari Kemendikbud Indonesia. Dengan beasiswa ini mereka bisa berkuliah Bahasa Indonesia atau jurusan Seni Budaya di salah satu dari puluhan perguruan tinggi di seluruh penjuru Indonesia.

Sejak program ini dimulai tahun 1974, lebih 5.000 mahasiswa asing dari sekitar 80 negara sempat berkuliah di Indonesia. Kota tujuan favorit sampai sekarang adalah Yogyakarta dan Jakarta.

Dalam rangka Temu Alumni Darmasiswa pertama yang diadakan di Berlin, Jerman, Sabtu (04/05), Iris bersama dua rekannya beraksi di atas panggung. Mereka memainkan serangkaian musik yang terinspirasi dari berbagai musik nusantara: dari Sumatra, Jawa Barat, Bali, Sulawesi sampai Papua.

Acara diikuti oleh alumni-alumni Darmasiswa dari berbagai kota di Jerman dan bahkan dari negara-negara lain seperti Spanyol, Hongaria dan Polandia. Seusai pertunjukan pembuka, pembawa acara bertanya apa kabar kepada para peserta. Awalnya agak malu, tetapi jawaban terdengar semakin semangat: "Mantul! Mantap Betul!”

"Saya senang dengan pertemuan alumni ini karena saya bisa berkenalan dengan alumni-alumni lain dari Jerman,” tutur Alida, penerima darmasiswa tahun 2012.

Terkesan dengan budaya Jawa

Ketika dulu berkuliah sosiologi di Hongaria, Alida hanya terekspos dengan budaya Eropa dan rasa keingintahuannya atas budaya lain menjadi berkembang. Ketika berkenalan dengan jurusan Asia Tenggara di Berlin, dia mengambil fokus Indonesia, Malaysia dan Singapura, lalu mulai belajar bahasa Indonesia.

Dengan Darmasiswa, Alida kuliah seni fotografi di Jogjakarta dan seusai masa kuliah, dia berkunjung setiap tahunnya ke Indonesia untuk tinggal selama beberapa bulan. Salah satu pengaruh besar kuliah di Indonesia bagi profesi Alida adalah sejumlah buku dan koleksi foto yang dia buat tentang candi-candi Hindu-Budha di Yogyakarta dan sekitar.

Tetapi pengalaman berharga tidak terbatas di lingkup studi saja. Ketika mendengar tentang Darmasiswa, dia langsung mendaftar. "Yang paling penting untuk saya selama darmasiswa di Yogyakarta adalah budaya Jawa. Menarik sekali bagi saya untuk melihat budaya yang masih hidup sekali” ujar Alida.

Di luar universitas, Alida juga mengaku sangat senang dengan kehidupan yang berbeda dengan di Eropa: "Orang-orang di Jogja sangat ramah dan selalu optimis. Mahasiswa, tetangga dan dosen juga selalu punya waktu untuk mengobrol berjam-jam, saya suka sekali karena bisa membicarakan suatu topik secara mendalam. Kalau di Jerman itu kadang sudah, walaupun dengan teman, karena mereka sibuk dan tidak ada waktu,” jelasnya dalam bahasa Indonesia.

Belajar dari kehidupan di luar perkuliahan

Kadir yang berusia 32 tahun juga setuju, bahwa penerima Darmasiswa tidak hanya mendapat manfaat dari dunia perkuliahan saja. Pria asal Berlin yang dulunya berkuliah menjadi guru ini sempat kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Politeknik Negeri Jakarta.

Dia memang agak menyayangkan, bahwa pelajaran Bahasa Indonesia di sana waktu itu dirasakan kurang optimal, terutama karena dia termasuk angkatan pertama mahasiswa Bahasa Indonesia bagi penutur asing. "Memang pelajaran Bahasa Indonesianya seharusnya bisa lebih banyak lagi, tetapi program beasiswa ini juga dimaksudkan untuk berkenalan dengan Indonesia untuk membangun suatu hubungan yang tahan lama,” ujar Kadir.

"Yang paling saya ambil dari pengalaman ini adalah pengertian tetang kehidupan dan agama,” lanjut Kadir. "Bagi saya, merupakan pengalaman yang indah melihat bagaimana spiritualitas mengalir dalam hidup semua orang dan bahwa manusia tidak hanya hidup di dunia materi saja.”

Bagi Kadir yang orang tuanya berasal dari Turki, tinggal di Indonesia waktu itu adalah kali pertamanya tinggal di sebuah negara dengan begitu banyak penduduk Muslim. "Islam di Indonesia berbeda dengan di Turki atau Jerman. Ini sangat mempengaruhi cara pandang saya terhadap agama dan kehidupan saya. Sebuah pengaruh besar.” Sampai sekarang Kadir tetap merasa terhubung dengan Indonesia dan secara rutin berkunjung ke Indonesia bersama istrinya.

Berbagi pengalaman dengan sesama alumni

Dalam Temu Alumni Darmasiswa ini, para alumni juga berkesempatan berbagi tentang pengalaman dan hasil risetnya semasa di Indonesia dan setelahnya. Beberapa foto Alida yang dulu berkuliah di Yogyakarta menghiasi ruangan Rumah Budaya Indonesia Berlin, yang dipilih menjadi lokasi acara. Dia juga mempresentasikan riset yand dirangkai foto-foto mata air suci di Yogyakarta.

Setelah itu rekan alumni Monika dan Dorota mendapat giliran mempertunjukkan film "Dreams of Java” tentang praktik Jathilan yang rekaman gambarnya mereka kumpulkan di masa darmasiswa mereka. Setelah kembali dari Indonesia, kedua kakak beradik dari Polandia ini menyelesaikan filmnya dan semakin tertarik dengan bidang film lalu berlanjut berprofesi menjadi pembuat film.

Acara tidak akan lengkap tanpa musik dan tarian yang menjadi salah satu daya pesona Indonesia di kalangan peminat darmasiswa. Dipandu oleh Kathleen yang sempat berkuliah Bahasa Indonesia di Denpasar, peserta Temu Alumni menyanyi beberapa lagu daerah sambil menari bersama.

Sebagai acara penutup, Iris serta rekan-rekan bandnya dengan semangat mengajarkan hadirin menari Tari Kecak sambil mengalunkan bunyi khasnya. Melalui para alumni Darmasiswa, budaya Indonesia juga menjadi hidup di Eropa.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WvAJzU
May 07, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WvAJzU
via IFTTT
Share:

Monday, May 6, 2019

Lima Langkah Mencontoh Nabi Muhammad saat Ramadhan

Hendaknya kita mencontoh Nabi Muhammad saat bulan suci Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr Hasan Basri Tanjung     

Bisakah kita mencontoh cara dan adab puasa Rasulullah SAW? Tentu saja bisa, karena beliau SAW adalah teladan bagi umatnya (QS [33]:21). Hanya saja, sejauh mana kita bisa menirunya? Di situlah letak perbedaan kualitas setiap orang.

Ibadah puasa diwajibkan Allah SWT kepada orang beriman dengan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan (QS [2]:183). Nah, saatnya dicek ulang, apakah puasa kita sesuai sunah Nabi SAW? Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menyebutkan adab puasa Nabi SAW.

Sahur

Pertama, bersahur sekadarnya. Nabi SAW selalu bersahur walaupun seteguk air. Bersahurlah kalian, karena makan sahur itu berkah. (HR Muttafaq alaih). Beliau berniat sejak malam hari dan bersahur, lalu banyak beristighfar (QS [3]:17). Jadi, kelirulah jika banyak makan sahur agar esok hari tidak lapar dan haus. Beliau SAW juga mengakhirkan sahur hingga menjelang Shubuh. Waktu saya kecil, sahur itu setelah tengah malam dan tidur lagi. Selain tidur seusai sahur tidak baik, juga shalat subuh bisa-bisa kesiangan.

Mawas Diri

Kedua, berbenah sepanjang hari. Puasa bukan hanya menahan diri dari yang membatalkan, seperti makan, minum, dan seks, tetapi juga dari yang menodai puasa, seperti berkata burul, dusta, marah, menipu, dan zalim (HR Ibnu Hibban). Nabi SAW menjaga diri dari kata dan laku yang  meremehkan orang. Jika ada yang mengusik, beliau ajarkan kita berkata, "inni shaaim" (aku sedang puasa). Sejujurnya, kita bisa menjaga dari yang membatalkan, tetapi sering kali gagal mengendalikan diri dari yang menodainya.

Aktif

Ketiga, beraktivitas seperti biasa. Boleh jadi kita salah kaprah. Ketika puasa mengurangi produktivitas kerja. Puasa dianggap beban yang melemahkan. Tidur sebagai ibadah dijadikan dalil dan dalih sekaligus. Nabi SAW mengajarkan puasa itu menguatkan jiwa seorang Mukmin. Bukankah sebagian besar perang yang dipimpinnya seperti Perang Badar terjadi pada bulan Ramadhan? Beliau dan sahabatnya tetap berpuasa hingga ada yang gugur syahid dalam pertempuran.

Cermat Berbuka

Keempat, berbuka tetap terkendali. Kita mampu menahan dari makan dan minum pada siang hari, tetapi sering tidak terkendali saat berbuka. Segala macam menu dihabiskan sampai kekenyangan. Kita berbuka seperti balas dendam atas rasa lapar dan haus seharian. Badan pun terasa berat dan mata mengantuk saat menjalankan shalat. Mampukah kita mencontoh Nabi SAW yang hanya berbuka dengan beberapa buah kurma atau segelas air, lalu berdiri shalat maghrib?

Bangun Malam

Kelima, terjaga pada malam hari.  Nabi SAW menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah. Shalat malam yang lama, baik di masjid maupun di rumah bersama keluarga. Terutama pada pengujung malam, lailatul qadar akan turun. Beliau lebih giat iktikaf, tilawah Alquran, zikir, dan istighfar. Sementara kita semakin sedikit beribadah, tetapi banyak berdesakan di mal atau pasar. Sibuk menyambut Lebaran dengan pakaian baru dan lupa, Ramadhan akan segera berlalu. Allahu a'lam bish-shawab.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DUhs3L
May 06, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DUhs3L
via IFTTT
Share:

Saturday, April 13, 2019

Larangan Bagi Wanita Saat Haid

Dalam Islam, seorang wanita yang sedang mengalami haid dianggap tidak suci.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Salah satu ciri seorang Muslimah memasuki usia baligh adalah dengan mengalami siklus bulanan yang disebut haid atau menstruasi. Haid sendiri merupakan proses biologis yang dialami setiap wanita akibat perubahan fisiologis dalam tubuh, yaitu keluarnya darah dari rahim akibat dari terlepasnya lapisan endometrium rahim.

Dalam Islam, seorang wanita yang sedang mengalami haid dianggap tidak suci. Hal ini disebutkan dalam QS al- Baqarah ayat 222, "Mereka bertanya kepadamu (Muhammad SAW) tentang haid. Katakanlah, 'Haid itu adalah suatu kotoran'. Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita (istri) di waktu haid dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya, Allah menyukai orangorang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."

Selama haid berlangsung, ada beberapa hal yang dilarang dilakukan oleh seorang Muslimah. Larangan pertama adalah menjalankan shalat. Melaksanakan ibadah ini saat sedang haid hukumnya sangat dilarang. Wa nita yang haid disebut dalam keadaan tidak suci atau kotor. Shalat yang dilarang ini tidak hanya shalat wajib, tapi juga shalat sunah.

Dalam HR Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW pernah berkata kepada istrinya Aisyah, "Apabila haid datang, tinggalkanlah shalat." Semen tara itu, dari HR Abu Daud dan An- Nasai yang disahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim disebutkan, dari Aisyah ra berkata, "Fatimah binti Abi Hubaisy mendapat darah istihadha, maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya, 'Darah haid itu berwarna hitam dan dikenali. Bila yang yang keluar seperti itu, janganlah shalat. Bila sudah selesai, maka berwudhulah dan lakukan shalat.'"

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D9PCjO
April 13, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D9PCjO
via IFTTT
Share:

Friday, April 12, 2019

BI Sumbar Sebut Sektor Pariwisata Solusi Pertumbuhan Ekonomi

Sumbar memiliki modal yang kuat untuk membangun sektor pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Wahyu Purnama, mengatakan Sumbar memiliki modal yang kuat untuk membangun sektor pariwisata. Sumbar menurut Wahyu telah berhasil menjuarai World’s Best Halal Culinary Destination dan World’s Best Halal Destination pada gelaran World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi.

Wahyu menilai Pemerintah Sumbar harus mencari sumber ekonomi baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di masa mendatang. Salah satu yang paling potensial ialah sektor pariwisata.

"Sektor ini diproyeksikan dapat mengubah tren perlambatan pertumbuhan ekonomi yang tengah terjadi apabila dikerjakan dengan serius. Sumatera Barat memiliki modal yang kuat untuk membangun sektor pariwisata,” kata Wahyu melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id, Jumat (12/4).

Selain itu menurut Wahyu Ragam kuliner Sumbar juga tidak  kalah menarik. Rendang, kata Wahyu, sudah didaulat sebagai masakan terlezat di dunia versi CNN Travels tahun 2017. Empat tahun sebelumnya, gulungan ombak di Mentawai sudah masuk dalam jajaran ombak terbaik di dunia versi Surfer Magazine. Bahkan Desa Pariangan yang berlokasi di Kabupaten Tanah Datar terpilih menjadi desa terindah di dunia berdasarkan analisa majalah Travel Budget.

"Infrastruktur penunjangnyapun sudah sangat baik, terbukti rasio jalan mantap yang dimiliki Sumbar mencapai 82,5 persen, termasuk yang tertinggi di antara provinsi lain di Indonesia," kata Wahyu menambahkan.

Wahyu mengapresiasi pemerintah yang tengah berupaya untuk menggenjot pembangunan infrastruktur lainnya seperti revitalisasi Pasar Atas Bukittinggi, perbaikan pedestrian di Pusat Kota Padang, pembangunan Gedung Budaya, perluasan runway, apron dan kapasitas Bandara Internasional Minangkabau, serta reaktivasi kereta api untuk tujuan pariwisata dari Padang ke Bukittinggi. Infrastruktur tersebut menurut Wahyu akan menjadi fasilitas penunjang dan penguat sektor pariwisata di Sumbar..

Namun sejauh ini menurut Wahyu besarnya potensi yang dimiliki belum selaras dengan dampak ekonomi yang dihasilkan. Dari target kunjungan wisman yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata pada tahun 2018 sebesar 75 ribu orang, hanya tercapai 72,5 persen. Selain itu, rata-rata pertumbuhan LU transportasi dan LU penyediaan akomodasi mamin yang erat kaitannya dengan sektor ini turut melambat di tahun 2018 sebesar 7,35 persen (yoy) dari tahun sebelumnya 7,96 persrn (yoy).

Wahyu menyebut dari sisi investasi yang ditanamkan pada sektor ini juga belum optimal. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang tercatat oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar hanya menyumbang 4,39 persen dari total investasi tahun 2018 atau sebesar Rp 101,34 miliar. Sedangkan untuk Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang sebesar 15,27 persen atau sebesar 20,97 juta dolar AS.

“Harus ada strategi maupun upaya untuk mengoptimalkan sektor pariwisata Sumbar ini,” kata Wahyu menambahkan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GjOThP
April 12, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GjOThP
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 9, 2019

In Picture: Kampanye Terbuka Jokowi di Soreang Kabupaten Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), melakukan kampanye terbuka dan Apel Akbar Kesetiaan Tegak Lurus Untuk Jokowi, di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (9/4).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2P0hKKP
April 09, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2P0hKKP
via IFTTT
Share:

Monday, March 25, 2019

LPS: Tren Kenaikan Suku Bunga Simpanan Mulai Melandai

LPS tetap mempertahankan suku bunga simpanan bank umum dalam rupiah tetap 7,00 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Penjamin  Simpanan (LPS) menyebutkan, tren kenaikan suku bunga simpanan terlihat mulai melandai dan diduga sudah  mencapai puncak kenaikan. Untuk Itu, LPS tetap mempertahankan suku bunga simpanan bank umum dalam rupiah tetap 7,00 persen.

Adapun suku bunga simpanan valas juga tetap di 2,25 persen. Sebelumnya suku bunga simpanan dinaikkan menjadi 7,00 persen dari 6,75 persen pada Januari 2019 lalu. Sedangkan untuk suku bunga simpanan valas tetap 2,25 persen, dan untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tetap 9,50 persen.

"Tingkat Bunga Penjaminan periode 13 Januari  2019 sampai dengan 14 Mei 2019 untuk simpanan dalam Rupiah dan valas di Bank Umum serta Rupiah di Bank  Perkreditan Rakyat tidak mengalami  perubahan," ujar Sekretaris LPS, Samsu Adi Nugroho dalam pernyataan resmi LPS, Senin (25/3).

Samsu mengungkapkan, berdasarkan evaluasi LPS, tingkat Bunga Penjaminan yang berlaku saat ini dipandang masih sejalan dengan perkembangan suku bunga bank benchmark perbankan. Tren kenaikan suku bunga simpanan terlihat mulai melandai dan diduga sudah mencapai puncak kenaikan.

Namun demikian terdapat beberapa faktor eksternal maupun internal yang  masih menyebabkan ketidakpastian bagi  tren bunga kedepan. Mencermati perkembangan tersebut serta mempertimbangkan kondisi stabilitas sistem keuangan khususnya likuiditas  perbankan, LPS akan terus melakukan monitoring lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan  Tingkat Bunga Penjaminan.

Bedadasarkan data LPS, untuk simpanan deposito, rata-rata bunga deposito rupiah (dihitung dengan rata-rata bergerak 22 hari) bank benchmark LPS pada akhir Februari 2019 mencapai 6,18 persen, naik hanya 1 bps dari posisi akhir bulan sebelumnya. Hal yang sama terjadi pada rata-rata suku bunga maksimum yang naik 3 bps ke posisi 7,34 persen.

Tetapi suku bunga minimum mengalami penurunan sebesar 1 bps ke 5,03 persen. Sementara itu, rata-rata bunga deposito valas industri mengalami kenaikan sebesar 3 bps pada bulan lalu menjadi 1,2 persen. 

Menurut Direktur Group Surveilans & Stabilitas Sistem Keuangan LPS, Doddy Ariefianto, tren kenaikan lanjutan pada suku bunga simpanan perbankan diperkirakan sudah mendekati optimal (peeking out) dan berpotensi melandai di tengah laju kenaikan suku bunga kebijakan yang sudah berhenti dalam beberapa bulan terakhir.

"Signal penurunan cukup terbuka, mempertimbangkan bahwa bank perlu menjaga level margin yang sudah cenderung turun," kata Doddy.

Sesuai ketentuan LPS, apabila suku  bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah  dimaksud menjadi tidak dijamin.

Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang  mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

Sejalan dengan tujuan untuk melindungi  nasabah dan memperluas cakupan penjaminan, LPS menghimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan.

Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan  pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UPLfky
March 25, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2UPLfky
via IFTTT
Share:

Friday, March 22, 2019

Komoditas Pertanian Palangkaraya Sumbang Devisa

Barantan telah memberi kemudahan pelayanan sertifikasi ekspor kepada pelaku usaha

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPIT -- Kalimantan Tengah mengekspor banyak komoditas unggulan Palm Kernel Expeller (PKE), Palm Kernel Olein (PKO) dan karet lempengan. Jumlah ekspor dari 2016 hingga 2018 untuk tiga komoditas tersebut meningkat tajam.

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan Turhadi Noerachman mengatakan, ekspor pada 2016 PKE sebanyak 49 ribu ton dengan nilai Rp 213 milliar dan pada 2018 yaitu 132.164 ton senilai Rp 575 milliar, meningkat 170 persen. Ekspor PKO pada 2017 sebanyak 24 ribu ton bernilai Rp 170 milliar, naik hampir lima kali lipat di 2018 yaitu 175 ribu ton dengan nilai Rp 984 milliar. Sedangkan ekspor karet lempengan pada 2017 naik hampir empat kali lipat dari tahun sebelumnya yaitu 4.753 ton dengan nilai Rp 84 miliar menjadi 129.837 ton atau Rp 2,3 triliun. 

"Untuk mendukung pertumbuhan ekspor di Kalimantan Tengah, Barantan telah memberi kemudahan pelayanan sertifikasi ekspor kepada pelaku usaha berupa PPK Online dan Inline Inspection guna pemenuhan persyaratan SPS (Sanitary and Phytosanitary) sehingga dapat diekspor ke negara tujuan," katanya.

Sepanjang 2019, Karantina Palangkaraya tercatat telah mensertifikasi berbagai ekspor komoditas pertanian sebanyak 173.225 ton. Jika dinilai, ekspor tersebut setara dengan Rp 505 miliar yang terdiri dari Palm Kernel Expeller, Crude Palm Oil, Inti Kelapa Sawit, Refined Bleached Deodorized (RBD) Palm Olein, Karet lempengan dan Kayu Jelutong.

"Jumlah ini sudah mencapai 44 persen jumlah ekspor pada tahun sebelumnya," ujar dia. 

Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi mengatakan, potensi ekspor dari Kabupaten Kotawaringin Timur sangat besar. Pihaknya pun terus bersinergi dalam meningkatkan akselerasi ekspor hasil pertanian dan perkebunan.

"Sektor pertanian dan perkebunan telah mampu mendatangkan devisa negara, membuka lapangan kerja dan menjadi sumber pendapatan penduduk," tegasnya. 

Dalam kesempatan itu ia melepas ekspor komoditas pertanian berupa karet lempengan sebanyak 522 ton dengan nilai ekonomi Rp 9 miliar, 8,3 ribu ton Palm Kernel Expeller dengan nilai Rp 36 miliar dan 19 ribu ton Palm Kernel Olein dengan nilai ekonomi Rp 134 miliar di pelabuhan Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Nilai total ekspor mencapai Rp 178 miliar.

Komoditas pertanian berasal dari beberapa perusahaan perkebunan di Kabupaten Kotawaringin Timur dan akan diberangkatkan menuju Cina, Vietnam, Malaysia, Jerman, Finlandia, Jepang dan Amerika Serikat. 

Kepala Karantina Palangkaraya Parlin Robert Sitanggang menambahkan, potensi ekspor di Kalimantan Tengah cukup besar dengan aneka ragam komoditas. Tidak hanya kelapa sawit dan turunannya, namun juga karet, aquatic plant serta sarang burung walet (SBW).

"Kita harus terus meningkatkan kualitas dan memenuhi standar agar investor tertarik untuk berinvestasi di sini," ujarnya.

Dengan begitu, ekspor dapat dilakukan dari Kalimantan Tengah langsung tanpa harus dikirim ke Jawa dahulu. Hal ini tentunya akan mempersingkat waktu pengiriman dan biaya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Fk2owd
March 22, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Fk2owd
via IFTTT
Share:

Thursday, March 21, 2019

7.000 Tentara Prancis akan Adang Protes Rompi Kuning Prancis

Tentara Prancis dilengkapi senjata otomatis.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan, akan mengerahkan ribuan tentara di seluruh wilayah Prancis guna menjaga keamanan. Hal itu menyusul protes Rompi Kuning yang hingga kini belum berakhir, bahkan akan dilanjutkan akhir pekan ini.

Macron mengatakan, pasukan militer akan mengamankan gedung-gedung pemerintahan, serta bangunan lain demi menjaga ketertiban umum. "Akan ada sekitar 7.000 tentara yang dikerahkan di seluruh negeri untuk menjaga ketertiban umum," ujar Macron melalui juru bicara pemerintahannya, Benjamin Griveaux seperti dilansir France24, Kamis (21/3).

Seluruh tentara sebagian besar lengkap dengan senjata otomatis. Para tentara disebut sebagai Operasi Sentinel yang dikerahkan untuk melindungi situs-situs sensitif usai serangan mematikan pada 2015.

Pemerintah Perancis pada Senin sebelumnya mengumumkan langkah-langkah keamanan baru, dan larangan protes rompi kuning di sepanjang Champs-Elysées Avenue di Paris dan di dua kota lainnya. Hal itu menyusul kerusuhan pada Sabtu pekan lalu yang membuat toko-toko mewah digeledah dan hangus karena pembakaran.

Kerumunan besar demonstran pekan lalu telah berkumpul di jalan Champs-Elysees selama 18 pekan berturut-turut. Mereka melakukan protes anti-pemerintah, yang sempat mengguncang pemerintahan Presiden Pramncis, Emmanuel Macron.

Demonstran memaksa Macron untuk mengadopsi lebih banyak langkah-langkah anti-kemiskinan. Namun, tampaknya pemerintah gagal dalam beberapa pekan terakhir.

Dimulai pada November lalu, puluhan warga Prancis turun ke jalan untuk memprotes kenaikan pajak bahan bakar. Hingga kini, permintaan para pemrotes semakin meluas, termasuk menginginkan pemerintah untuk memberikan upah yang lebih baik, pajak lebih rendah, dan lainnya. Rompi kuning disematkan sesuai dengan rompi yang mereka kenakan saat beraksi.

Menurut pihak berwenang, dua pekan lalu, hanya sekitar 28 ribu orang berdemonstrasi di seluruh negeri. Jumlah tersebut mencapai sepersepuluh dari jumlah demonstran pada 17 November.

Pada Desember, Macron berusaha untuk menghentikan pergerakan demonstrasi dengan menjanjikan dana 10 miliar euro. Dana tersebut dikucurkan dalam pemotongan pajak, dan tunjangan untuk pekerja yang dibayar rendah. Ia juga meluncurkan debat nasional besar di internet. Selain itu, mengadakan pertemuan balai kota untuk mengumpulkan pendapat tentang bagaimana negara itu bisa direformasi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FtxUt7
March 21, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FtxUt7
via IFTTT
Share:

Monday, March 18, 2019

IPSI Jabar Optimistis Pencak Silat Masuk Daftar UNESCO

Pesilat Jabar siap melakukan performance di hadapan juri dari UNESCO pada Oktober.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Ikatan pencak silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat (Jabar), ingin bela diri pencak silat masuk dalam warisan budaya tak benda UNESCO. Sebab, ilmu bela diri ini sudah ada sejak lama. Bahkan, masuk dalam khasanah budaya Indonesia.

Karena itu, 20 pesilat dari Jabar siap melakukan performance di hadapan juri dari UNESCO pada Oktober mendatang. Wakil Ketua IPSI Jabar Bidang Humas dan Hubungan Internasional, Roedy Wiranatakusumah, mengatakan sebelumnya negara tetangga mengklaimkan diri bahwa pencak silat merupakan dari negaranya. Padahal itu, tidak benar.

Pencak silat, merupakan ilmu bela diri asli Indonesia. Karenanya, saat ini IPSI terus mendorong supaya pencak silat diakui dunia dan tercatat dalam UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.

"Ketuk palunya, nanti Oktober 2019. Makanya, kami terus mendorong supaya pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk terus melakukan lobi, supaya pencak silat masuk dalam UNESCO," ujar Roedy, disela-sela acara penataran bela diri militer cakra Kostrad dengan pesilat se-Jabar, di Markas Denharrahlat Sanggabuana, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Senin (18/3).

Untuk pencak silat ini, daerah yang akan mengirimkannya yaitu dari Sumatera Barat dan Jawa Barat. Sebab, pencak silat dari dua daerah ini banyak kesamaan. Yang membedakannya, dari kesenian yang mengiringinya. Serta alirannya.

Di Jawa Barat, banyak sekali aliran untuk pencak silat ini. Seperti, aliran Cimande dan Cikalong. Adapun, kesenian yang mengiringinya, ada pakemnya. Yaitu, tepak dua, tepak tiga atau padungdungan. Tapi, bisa saja dikolaborasikan dengan kesenian lainnya, seperti jaipongan.

Karena itu, Oktober nanti, lanjut Roedy, IPSI Jabar akan mengirimkan sedikitnya 20 pesilat sekaligus panayagan 

untuk tampil dihadapan juri UNESCO. Dengan begitu, pihaknya berharap pencak silat ini benar-benar diakui oleh dunia, sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia.

Sementara itu, Pelatih Utama Paguron Panglipur Kota Bandung, Asep Gurwawan, mengatakan, saat ini para pesilat menggantungkan harapan pada diplomasi pemerintah. Sebab, upaya dari pesilat untuk membawa pencak silat dilihat mata dunia, sudah dilakukan. Salah satunya, saat penampilan silat di Prancis.

"Saat ini, pesilat dari seluruh daerah di Indonesia, terus mengawal perjuangan supaya pencak silat ini masuk daftar UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia," ujarnya.

Selain pesilat dari Jabar, pesilat dari tanah minang, Sumatera Barat juga akan ikut memeriahkan penampilan pada Oktober mendatang. Sebab, duta besar dari Indonesia yang ada di UNESCO, merupakan dari Sumbar. Selain itu, gerakan silat dari kedua wilayah ini hampir mirip. 

"Karenanya, kami optimistis pencak silat merupakan warisan budaya Indonesia. Serta, bisa tercatat dalam UNESCO," ujarnya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JlIBBJ
March 18, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JlIBBJ
via IFTTT
Share:

Wiranto Ingatkan Pemilu Bukan Hanya untuk Pilih Presiden

Wiranto menyebutkan ada pemilu presiden-wakil presiden dan juga pileg.

REPUBLIKA.CO.ID, MOROTAI -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Wiranto, mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilih pada 17 April mendatang. Wiranto juga mengingatkan Pemilu 2019 bukan hanya untuk memilih presiden-wakil presiden. 

Menurut Wiranto, kegiatan pemungutan suara Pemilu 2019 hanya tinggal menghitung hari. Karena itu, kata dia, masyarakat harus memahami bahwa pemilu kali ini tidak hanya untuk memilih kepala negara dan wakil kepala negara saja. 

"Sebentar lagi ada pemilu presiden-wakil presiden, juga pileg untuk memilih calon anggota DPR, DPRD provinsi, kabupaten/kota dan calon anggota DPD. Seluruhnya dilaksanakan secara serentak, " ujar Wiranto ketika memberikan sambutan di Kantor Bupati Pulau Morotai, Maluku Utara, Senin (18/3). 

Sebelumnya, lanjut dia, pemilu secara serentak seperti ini belum pernah terjadi. "Banyak orang yang menginginkan Pemilu ini berhasil baik, sebab pemilu merupakan tahapan untuk membangun sistem demokrasi yang benar, membuktikan kedewasaan dalam demokrasi," tuturnya. 

Selain itu, yang paling penting dalam pemilu adalah memilih pemimpin dan wakil rakyat yang berkualitas. Dengan demikian, kata Wiranto, sistem pemerintahan Indonesia yang sudah baik bisa terus berlanjut. 

"Maka, kami tunggu pada 17 April, supaya nanti kita sebagai warga negara mau menggunakan hak pilih. Kita pilih pemimpin yang berkualitas, baik presiden-wakil presiden , anggota DPR, anggota DPRD , anggota DPD. Jangan jadikan pemilu pesta demokrasi yang penuh konflik dan hoaks, serta fitnah," kata Wiranto.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TSrpYQ
March 18, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TSrpYQ
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 30, 2019

Bawaslu to check alleged involvement of Ipang Wahid in IB

Copies of Indonesia Barokah tabloid were sent to mosques, Islamic boarding schools.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Member of the Election Supervisory Board (Bawaslu), Fritz Edward Siregar said, although the case of Indonesia Barokah (IB) tabloid has been handed over to the police, the Board continued to investigate it. Bawaslu would seek clarification to Deputy Director of Political Communication of the National Campaign Team of Indonesian Work Coalition (TKN KIK), Ipang Wahid as his name was mentioned by the opposition camp as the mastermind behind unverified tabloid.

"We have to check the truth," Fritz said at RRI Building, in Medan Merdeka Barat, Central Jakarta, on Tuesday (Jan 29).

Bawaslu would investigate the case according to their tasks. Bawaslu might find out who was behind the spread of the Indonesia Barokah tabloid.

Fritz reiterated, based on the search of Bawaslu, the information in the Indonesia Barokah tabloid had not violated Article 280 of the Election Law Number 7 Year 2017 regarding derogations and utterances of hatred. Of the two elements, Bawaslu stipulated that there was no element of electoral criminal violations in the case.

Earlier, the National Winning Body (BPN) of Prabowo Subianto-Sandiaga Uno suspected that the mastermind behind Indonesia Barokah tabloid was Ipang Wahid. BPN spokesman Andre Rosiade said on Sunday that they are waiting for clarification from Ipang.

Andre said, Ipang's name appeared when his team conducted a digital tracking. The BPN's IT team found a website indonesiabarokah.com that belongs to Ipang which has similar logo with the provocative tabloid. However, Ipang Wahid denied the allegation.

"Regarding Indonesia Barokah, in the name of Allah, I affirm that I'm not the producer of Indonesia Barokah tabloid. I am not involved in any form of the tabloid," he said in his Instagram account.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FYvcNG
January 30, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FYvcNG
via IFTTT
Share:

Sunday, January 27, 2019

Nezar: Belum Terlihat Ada Fitnah dalam Indonesia Barokah

Dewan Pers mengatakan masalah yang ditemukan di tabloid itu adalah ketidakberimbangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pers masih meneliti dan mendalami konten tabloid Indonesia Barokah yang dianggap menyudutkan paslon Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Sejauh ini, masalah yang ditemukan pada tabloid tersebut adalah ketidakberimbangan.

"Hasil bacaan sementara sebelum pendalaman, belum terlihat ada fitnah yang menjurus pada hoaks atau penyebaran kebencian, tapi lebih pada keberimbangan," kata Anggota Dewan Pers Nezar Patria di Bulungan, Jakarta Selatan, Ahad (27/1).

Nezar menyampaikan, Dewan Pers masih akan memberikan penilaian dan pendalaman terhadap tabloid Indonesia barokah ini. Tindakan ini diambil setelah adanya aduan ke Dewan Pers dari Bawaslu, dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, karena isi tabloid dianggap menyudutkan Prabowo.

"Ini yang lagi kita bahas, ini kita cek misalnya perusahaan, alamat yang tercantum dalam bloks Tabloid itu. Pengecekan sedang berjalan, kemudian kita uji setiap artikel di situ," ujar dia.

Meski dilaporkan timses paslon Capres, Nezar menegaskan, guna menjamin proses itu objektif, Dewan Pers akan melepaskan diri dari politik yang ada di balik Indonesia Barokah ini. Setelah pengkajian dilakukan, maka Dewan Pers akan menentukan apakah produk itu produk jurnalistik, dan bila ada unsur pidana, Dewan Pers akan menyerahkan pada kepolisian.  Hingga Ahad (27/1), Polisi belum menerima rekomendasi dari Dewan Pers.

"Belum, masih digodok, mungkin dalam beberapa hari ini," kata Nezar.

Sementara, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menuturkan, kepolisian tetap menunggu hasil penelitian Dewan Pers. Pasalnya, saat ini, kewenangan untuk menguji konten di tabloid tersebut adalah Dewan Pers.

"Ini bukan ranah kepolisian kita belum bisa melakukan upaya penegakan hukum sesuai dengan undang-undang pers, ini ranahnya dewan pers, kalau rekomendasi dari dewan pers ke kami jelas, kita mainkan," ujar Dedi.

Setelah asesmen dilakukan Dewan Pers, kata Dedi, maka akan diketahui apakah ini masuk ke dalam tindak pidana pemilu, atau merupakan tindak pidana lainnya. Kemudian, polisi akan melakukan penyelidikan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2sR2UvX
January 27, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2sR2UvX
via IFTTT
Share:

Friday, January 25, 2019

Ekonom: Dana Haji Sebaiknya Diinvestasikan ke Asrama Haji

[unable to retrieve full-text content]

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan menginvestasikan langsung potensi dana haji yang tersedia pada 2018 sebesar Rp 114 triliun. Investasi langsung tersebut dilakukan pada...
http://bit.ly/2WkYA5t
January 25, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WkYA5t
via IFTTT
Share:

Monday, January 21, 2019

Sumur Air untuk Muslim di Pelosok Kamboja

Rumah Zakat menyalurkan bantuan untuk pembuatan 20 sumur air.

REPUBLIKA.CO.ID, KAMBOJA -- Setelah pembangunan Madrasah yang sebentar lagi akan rampung, Rumah Zakat, menyalurkan bantuan sumur air untuk masyarakat Muslim di pelosok Kamboja. Selain kebutuhan infrastruktur, Muslim di pelosok Kamboja juga sangat membutuhkan sarana air bersih seperti sumur air.

Rumah Zakat menyalurkan bantuan untuk pembuatan 20 sumur air di provinsi terluar Kamboja. Kondisi tanah gersang dan berdebu membuat warga membutuhkan sumur air untuk kebutuhan sehari-hari.

Pembangunan sudah dimulai dan dilakukan secara bertahap. Pembangunan 10 sumur pertama dilakuka di Kampong Cham, Tbong Kmom, dan Kratie.

Warga pun sangat berbahagia dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Masyarakat Indonesia atas kepeduliannya terhadap Muslim di Kamboja. "Dan kami pun mengajak kepada donatur untuk terus membantu dan memberikan kepedulian kepada suadara kita di Kamboja dengan berdonasi melalui http://bit.ly/2FNlnkB" ujar Yasin Ilyas, Tim Rumah Zakat, seperti dalam siaran persnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FEaIJI
January 21, 2019 at 06:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FEaIJI
via IFTTT
Share: