Showing posts with label 2018 at 01:52AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 01:52AM. Show all posts

Tuesday, December 25, 2018

Doa Lintas Agama di KBRI Canberra untuk Korban Tsunami

Doa bersama merupakan refleksi kepedulian masyarakat di Canberra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komunitas masyarakat Indonesia di Canberra bekerja sama dengan KBRI Canberra menggelar doa bersama lintas agama dalam penyelenggaraan Open House Perayaan Natal 2018 di Wisma Indonesia, Selasa (25/12). Hal itu dilakukan untuk korban bencana tsunami Selat Sunda. 

Duta Besar (Dubes) Indonedia untuk Australia Kristiarto S Legowo mengatakan di tengah perayaan Natal 2018, masyarakat Indonesia di Canberra tetap menunjukan solidaritas dan kebersamaan atas musibah tersebut. Meski suhu panas mencapai 35 derajat, Kristiarto menuturkan hal itu tidak menyurutkan antusiasme masyarakat Indonesia untuk hadir berkumpul bersama di Wisma Indonesia. 

Dia menambahkan lebih dari 400 orang masyarakat Indonesia yang bermukim di Ibu Kota Australia. "Ini mulai dari tokoh masyarakat, diplomat, kalangan profesional, dokter, dosen, mahasiswa, dan pelajar hingga ibu rumah tangga memadati kediaman resmi Duta Besar RI di Canberra," kata Kristiarto dalam pernyataan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (25/12). 

Duta Besar dari negara sahabat seperti Myanmar dan Konsul Jenderal RI Sydney beserta keluarga juga turut hadir. Menurut Kristiarto, beberapa orang diantaranya bahkan rela mengendarai mobil dari Kota Sydney yang berjarak sekitar 300 kilomerer dari Canberra menghadiri kegiatan tersebut. 

Dalam doa bersama lintas agama tersebut, kata dia, pembacaan doa secara Islam dipimpin oleh Ustaz M Riza dari Australia Indonesia Moslem Foundation Australian Capital Territory (AIMFACT), agama Katolik oleh Pastor David Lumewu, agama Kristen oleh Yama Radimin dari Persatuan Masyarakat Kristen Indonesia Canberra (PMKIC), agama Budha oleh Arild Randlim, dan agama Hindu oleh I Gede Eka Riadi.

Kristiarto mengatakan penyelenggaraan doa bersama lintas agama tersebut merupakan refleksi dari kepedulian masyarakat Indonesia di Canberra terhadap saudara-saudara di tanah air yang tengah dilanda bencana. Dia mengapresiasi kepada AIMFACT sebagai perwakilan masyarakat Islam di Canberra yang menggagas doa bersama lintas agama di tengah Open House Perayaan Natal 2018. 

"Penyelenggaraan doa bersama lintas agama merupakan bentuk sinergi nyata masyarakat Indonesia yang majemuk di Canberra," tutur Kristiarto. 

Setelah doa bersama, masyarakat Indonesia kembali bersilaturahim dan beramah tamah. Acara Open House di kediaman Duta Besar RI adalah salah satu acara yang senantiasa ditunggu-tunggu sebagai momen silaturahmi masyarakat Indonesia yang berada di Canberra dan sekitarnya, seperti halnya pada saat Open House Idul Iftri. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SrKlta
December 26, 2018 at 01:52AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SrKlta
via IFTTT
Share:

Saturday, December 1, 2018

Prabowo-Sandi Kembali Peroleh Dukungan dari Kaum Nahdliyin

KH Solachul Aam Wahib Wahab mengungkapkan bahwa dirinya menjanjikan 60 persen suara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga kembali memperoleh dukungan dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Kini giliran kelompok Nahdliyin muda Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin yang juga turut mendeklarasikan dukungan ke Prabowo-Sandi.

Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin, relawan yang dipimpin langsung KH Solachul Aam Wahib Wahab mengungkapkan bahwa dirinya menjanjikan 60 persen suara bagi pasangan Prabowo-Sandi di wilayah Jawa Timur pada Pilpres 2019 mendatang.

"Kami sudah melakukan konsolidasi selama kurang lebih tiga bulan di seluruh kabupaten di Jawa Timur. Semua berjalan baik dan lancar," ujar KH Solachul Aam Wahib Wahab melalui keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (1/12).

Cucu salah satu pendiri NU almarhum K.H. Wahab Hasbullah tersebut juga mengajak seluruh kalangan Nahdliyin untuk bahu-membahu memenangkan Prabowo-Sandi di wilayahnya masing-masing. Tidak lupa juga ia mengingatkan bahwa pilpres ini juga untuk memperlancar tali silaturahmi, ukhuwah basyariah, ukhuwah islamiyah, serta kekuatan wathaniyah antar umat beragama sehingga kekuatan Islam dan bangsa semakin kokoh.

"Dengan ini kami mengajak para kyai dan santri simpatisan serta umat untuk bersama-sama memilih dan mencoblos capres cawapres nomer urut 02 dalam pilpres tahun 2019," tegas pria yang akrab disapa Gus Aam tersebut.

Menurutnya sosok Prabowo-Sandi merupakan pemimpin yang mampu memberi solusi bagi kondisi bangsa yang semakin kehilangan jati diri. Dan sudah saatnya, pergantian kekuasaan dilakukan di tahun 2019 dan Prabowo-Sandi sebagai pemimpinnya.

"Wis wayahe (sudah saatnya) 2019 ganti presiden dengan Prabowo-Sandi," katanya.

Sebelumnya sejumlah kyai dan ulama yang merupakan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) menyambangi kediaman calon presiden (capres) Prabowo Rabu (28/11) malam. Kedatangan para cucu pendiri NU tersebut untuk mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

"Alhamdulilah hari ini saya dan Pak Prabowo menerima kunjungan kehormatan dari para kiai yang datang jauh-jauh dari perwakilan keluarga besar dzurriyah pendiri NU," kata  Sandiaga seusai pertemuan dilakukan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E4TKn2
December 02, 2018 at 01:52AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E4TKn2
via IFTTT
Share: