Showing posts with label April 12. Show all posts
Showing posts with label April 12. Show all posts

Friday, April 12, 2019

Parkir Liar Kuasai Sebagian Jalan di Pasar Gembrong

Pinggir jalan Pasar Gembrong Jakarta Timur jadi lokasi parkir liar

Sejumlah warga terlihat banyak yang memarkir kendaraannya di pinggir jalan yang berada di Pasar Gembrong,  Jakarta Timur. Padahal di beberapa titik di jalan ini sudah terpasang rambu dilarang berhenti.

Jalan ini pun akhirnya menjadi salah satu lokasi parkir liar bagi warga yang berkunjung dan berbelanja di Pasar Gembrong. Kondisi ini nampaknya memang sudah biasa di kawasan ini.

Namun keberadaan kendaraan yang terparkir di jalan ini menyebabkan ruas jalan menjadi agak sempit walaupun memang masih bisa dilalui. 

Bukan hanya kendaraan saja bahkan ada beberapa warga yang memanfaatkan jalan tersebut untuk menggelar lapak di hingga ke jalan tersebut. Sehingga pejalan kaki pun mau tak mau tak bisa melintasi trotoar fan harus berjalan di jalan raya.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2If5JAx
April 12, 2019 at 11:13PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2If5JAx
via IFTTT
Share:

Golkar: Pemilu untuk Mencari Persamaan

Masyarakat harus saling berkolaborasi menghadapi pesta demokrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Partai Golkar mengimbau masyarakat untuk memahami hakikat pemilu untuk menemukan persamaan. Hal itu berkaitan dengan visi, misi, dan program kerja para calon presiden dan wakilnya, serta calon anggota legislatif.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta pada Jumat (12/4). Imbauan ini disampaikannya kepada seluruh masyarakat Indonesia, karena semakin dekat dengan Pemilu 2019.

“Kita akan menyambutnya dengan penuh semangat. Pemilu adalah sebuah perayaan kedaulatan rakyat, sebuah kompetisi untuk memberikan pilihan yang terbaik bagi rakyat kita. Partai Golkar ingin mengulang kembali pesan Pak Jokowi bahwa pemilu bukanlah sebuah peperangan,” ujarnya

Karena itu, pihaknya mengingatkan semua pihak untuk mencari persamaan, bukan mempertajam perbedaan yang ada. Masyarakat harus saling berkolaborasi, bukan menyudutkan atau mencari kesalahan satu dan lainnya. 

“Justru dalam momen pemilu yang penting nanti, kita harus saling membesarkan dan tetap menjaga semangat persaudaraan. Bendera kita boleh berwarna-warni, tetapi semua itu harus tetap di bawah naungan Merah Putih yang gagah dan abadi,” ujarnya.

Sejak masa reformasi yang diawali dua dekade yang lalu, Indonesia telah membuktikan pada dunia sebagai bangsa besar yang demokratis. Indonesia terbukti menjadi negeri tempat perbedaan diterima dengan penuh rasa syukur di bawah binneka tunggal ika.

“Karena itu, dengan datangnya tahun pemilu 2019, Partai Golkar mengajak kepada seluruh kekuatan bangsa Indonesia untuk membuktikan sekali lagi bahwa demokrasi yang damai memang sudah menjadi tradisi politik kita,” ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XdDohJ
April 12, 2019 at 11:12PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2XdDohJ
via IFTTT
Share:

Krematorium Milik Pemkot Surabaya Segera Dioperasikan

Tempat pengabuan jenazah itu akan diresmikan pada awal Mei 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera mengoperasikan tempat pengabuan jenazah (krematorium) yang terletak di Keputih, Sukolilo. Rencananya, tempat pengabuan jenazah itu akan diresmikan pada awal Mei 2019.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Mohamad Iman Rahmadi mengatakan, untuk mendukung pengoperasionalan krematorium, pihaknya sedang menyelesaikan akses keluar masuk jalan ke area pengabuan. Saat ini, pihaknya masih melakukan pembenahan akses pemavingan jalan.

"Insya Allah akhir April kalau ndak awal Mei kita segera resmikan. Kemarin pembenahan akses untuk jalan (paving)," kata Iman di Surabaya, Jumat (12/4).

Sebelum dioperasikan, kata dia, Pemkot Surabaya melalui DKRTH akan melakukan sosialisasi terlebih dulu ke masyarakat, melalui kelurahan dan kecamatan, serta menggandeng para pengusaha jasa pemakaman. Sementara untuk besaran tarif, Iman menjelaskan, nantinya tarif masih akan menggunakan Perda 7 tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat.

Kepala UPTD Pemakaman DKRTH Surabaya Aswin Agung menyampaikan, di Krematorium Keputih saat ini terdapat tiga tungku untuk pembakaran. Selain itu, juga ada tempat pembakaran tradisional yang lokasinya berada di luar.

“Saat ini juga tersedia dua fasilitas toilet, kantor untuk pegawai dan ada pula aula untuk menunggu para tamu,” kata Aswin.

Ia menjelaskan, untuk bahan bakar yang digunakan nantinya adalah solar. Namun, tidak menutup kemungkinan ke depan bisa menggunakan bahan bakar gas. Sementara untuk biaya administrasi, Aswin menyebut, paling murah sekitar Rp 800 ribu.

"Besaran tarif tersebut tergantung dari tebal peti jenazah. Kalau kita study banding di Juanda Jalan Raya itu biaya paling murah sekitar Rp 3 juta,” kata dia.

Krematorium yang memiliki luas sekitar 1 hektar itu, rencananya juga bakal ditambah dengan fasilitas tempat persemayaman atau penyimpanan untuk jenazah. Namun, saat ini Pemkot Surabaya masih fokus menyelesaikan tahap pemavingan untuk kebutuhan fasilitas jalan menuju krematorium.

Sebelum memanfaatkan layanan fasilitas krematorium, ia mengimbau masyarakat agar menyiapkan beberapa syarat keperluan. Diantaranya, KK dan KTP orang yang meninggal, KK serta KTP ahli waris selaku pemohon, serta surat kematian dari Rumah Sakit, dokter atau Puskesmas.

“Terus surat pengantar dari RT dan RW. Sementara untuk warga yang menggunakan SKTM, menurut Perwali akan digratiskan,” ujar Aswin.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IhGYDL
April 12, 2019 at 11:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IhGYDL
via IFTTT
Share:

Cinta Jangan Berhenti pada Perkara Duniawi

Cinta merupakan fitrah yang dianugerahkan oleh Allah

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Syaefuddin Simon

"Pernahkah Anda melihat orang yang berbuat jahat terhadap orang yang amat dicintainya?'' seseorang bertanya pada Abu Dzar al-Ghiffari, sahabat Rasulullah SAW. ''Pernah, bahkan sering,'' jawab Abu Dzar. ''Dirimu sendiri itu adalah orang yang paling kamu cintai. Dan kamu berbuat jahat terhadap dirimu bila durhaka kepada Allah,'' jelasnya.

Dengan mengacu pada pendapat Abu Dzar tadi, sebenarnya banyak di antara kita yang tega berbuat jahat terhadap 'orang' yang amat dicintainya. Tapi anehnya, kita -- yang gemar berbuat dosa -- lupa bahwa apa yang kita lakukan sesungguhnya merupakan perwujudan kebencian terhadap diri sendiri. Cinta adalah fitrah yang diberikan Allah untuk semua makhluk guna mempertahankan eksistensinya. Manusia berkembang biak karena cinta.

Kelestarian lingkungan menjadi kepedulian manusia karena cinta. Dan yang lebih penting, cinta -- ini yang perlu kita sadari -- merupakan refleksi keberadaan alam malakuti yang abadi. Itulah sebabnya, bila dua sejoli sedang dimabuk cinta, maka apa yang terbayangkan dan diangankannya, cinta mereka akan abadi. Tapi sayang, keabadian cinta yang diangankannya hanya terbatas pada hal-hal yang bersifat duniawi, yang justru menghambat cinta malakuti.

Salah satu unsur penting yang menghambat perjalanan cinta malakuti adalah cinta dunia (hubb al-dunya). Cinta dunia, dilukiskan oleh Sayyidina Ali, sebagai biang dari segala bencana. Bila hati manusia sudah terperosok dalam cinta dunia, maka logika-logika aneh pun muncul dari pikirannya.

Salah satu logika anehnya, kata Abu Dzar, ia amat berharap rahmat dan ampunan dari Allah, padahal dalam hidup sehari-harinya, ia amat jauh denganNya. ''Rahmat dan ampunan Allah,'' tegas Abu Dzar, ''tak dihambur-hamburkan begitu saja hingga setiap orang akan mendapatkannya.'' Kata Abu Dzar, setan punya senjata pamungkas, berupa godaan pada manusia untuk mengharap rahmat Allah, sementara ia terus berusaha menjauhkannya dari ibadah dan amal saleh. Korban senjata pamungkas ini paling suka memaafkan dirinya sendiri. ''Rahmat Allah Mahaluas. Dosaku pasti dimaafkanNya,'' kata korban. Padahal ia tetap saja tak mau bertobat.

Orang yang berbuat dosa, tulis Imam Ghazali dalam Ihya Ulum al-Din, bukan hanya mencelakakan dirinya, tapi juga menghina Allah, karena ia menyelewengkan amanah yang telah diberikan kepadanya. Lidah dan tangan yang Allah berikan kepada manusia untuk dipakai berzikir serta beramal saleh, misalnya, ia diselewengkan untuk mengumpat dan mengambil hak orang lain.

Meski demikian, bila kita segera bertobat dengan sungguh-sungguh, Allah masih membuka pintu maafNya. Tapi perlu diingat pula, menunda-nunda tobat termasuk sikap yang menghina Allah juga. Naudzubillah mindzalik.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D9mDfS
April 12, 2019 at 11:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D9mDfS
via IFTTT
Share:

Jangan Sampai Anak Meremehkan Berbohong

Rasulullah SAW membenci dusta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam kehidupan sehari-hari banyak orang tua atau orang dewasa berbohong kepada anak kecil. Ada yang berbohong dengan menakut-nakuti, berjanji ingin memberi sesuatu, mengatakan hendak pergi ke sebuah tempat, atau sengaja berbohong untuk sekedar bermain dan bercanda.

Pada zaman Rasulullah SAW, perbuatan seperti itu ditandai dengan munculnya perilaku seorang ibu yang mau memberi sesuatu kepada 'Abdillah bin Amir, anaknya, disaksikan Rasulullah SAW. Melihat peristiwa tersebut, beliau menegur ibu itu. Jika si ibu tak menepati janji, maka ia dicatat berdusta satu kali (riwayat Ahmad bin Hanbal dan Abu Dawud).

Pada mulanya orang tua bersikap begitu hanya untuk membujuk agar anak berhenti menangis, menurut kepada orang tua dan menghiburnya. Padahal ini dapat mengakibatkan anak meremehkan dusta yang menimbulkan rasa kurang hormat terhadap kejujuran.

Padahal, dusta merupakan perbuatan yang paling dibenci Rasulullah. Sedemikian bencinya sehingga bila terlihat seseorang berdusta dari segi apa saja, walau hanya sekali, beliau akan mengingatnya sebagai pendusta, kecuali jika diketahui ia telah bertaubat (riwayat Ahmad).

Manusia diharapkan selalu bersikap jujur dalam menangani segala persoalan. Sikap ini bisa terpatri dalam jiwa, jika sejak masa kanak-kanak telah ditanamkan, dibiasakan, dilatih tentang kejujuran, dinasehati, diberi contoh, dijelaskan bahwa dusta sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya, dalam perkataan maupun perbuatan.

Anak, dengan fungsi persepsi dan konatifnya, akan menerima, mengenal dan meniru perbuataan orang lain untuk diperlihatkan sebagai bagian kepribadiannya. Kemampuan yang melekat padanya hingga dewasa merupakan hasilnya mempelajari sesuatu. Orang tua bisa menjadi objek atau model baginya untuk ditiru seluruh kepribadiannya.

Seorang anak yang mengetahui bahwa orang tuanya pernah berbohong kepadanya, menghilangkan rasa percaya diri anak kepadanya. Sosok ayah dan ibu mereka yang selama ini menjadi kebanggaan karena kelembutan dan kejujuran yang pernah diajarkan, lenyap begitu saja bersamaan dengan hilangnya wibawa orang tua di hadapan anaknya.

Namun, adakalanya orang tua dihadapkan pada satu masalah yang membuat mereka tidak bisa berbuat lain kecuali berbohong kepada anak. Sebab itu, orang tua diharapkan berhati-hati dalam memilih situasi di mana anak tidak dapat membuktikan kebohongan orang tuanya. Tapi, akan lebih baik bagi kepentingan perkembangan kepribadian mereka, apabila ia bisa menghindari kebohongan sama sekali.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Z7N4M9
April 12, 2019 at 10:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Z7N4M9
via IFTTT
Share:

Makna Tawakal kepada Allah SWT

Tawakal berbeda daripada kebodohan atau kenekatan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Hasan

Tawakal berarti menyerahkan diri kepada Allah SWT, tidak bergantung kepada makhluk atau benda lain. Dengan kata lain, manusia hanya dapat berusaha, sedangkan yang menentukan berhasil atau tidaknya sesuatu adalah Allah. Karena itu, manusia harus berserah diri dan memohon pertolongan kepada-Nya.

Namun, tawakal kepada Allah tidak berarti penyerahan diri secara pasif. Tawakal harus disertai dengan usaha. Hal ini sangat tampak pada sikap Nabi SAW ketika memarahi seseorang karena hanya mengandalkan tawakal pada Allah tanpa mau berusaha.

Menurut cerita seorang sahabat Nabi SAW, Anas bin Malik, pada suatu hari ada seorang laki-laki berhenti di depan masjid untuk mendatangi Rasulullah. Unta tunggangannya dilepas begitu saja tanpa ditambat. Rasulullah bertanya, ''Mengapa unta itu tidak diikat?'' Lelaki itu menjawab, ''Saya lepaskan unta itu karena saya percaya pada perlindungan Allah SWT.''

Maka Rasulullah menegur secara bijaksana, ''Ikatlah unta itu, sesudah itu barulah kamu bertawakal.'' Lelaki itu pun lalu menambatkan unta itu di sebuah pohon kurma. Suatu penjelasan yang gamblang mengenai tawakal telah diberikan Rasulullah lewat peristiwa itu. Bahwa sesudah manusia berusaha, lalu menyerahkan hasilnya pada ketentuan Allah, itulah tawakal menurut ajaran Islam.

Kalau, misalnya -- seperti dalam kasus di atas -- unta itu sudah diikat, dan ternyata tetap hilang juga, itulah yang dinamakan takdir. Terhadap keputusan takdir, tidak satu pun dapat kita lakukan, kecuali menerimanya dengan tulus ikhlas, sembari berharap, semoga di balik takdir itu ada manfaat yang lebih besar buat kita.

Allah SWT berfirman: ''Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan untuknya jalan keluar (dari kesulitan), dan akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, Maka Allah akan mencukupkan (keperluannya).'' (Q.S. 65: 2-3).

Dalam kehidupan sehari-hari, hal-hal kecil juga menjadi perhatian Rasulullah SAW. Sebagai misal, dalam mendirikan rumah, agar dilengkapi dengan jendela dan pintu, tidak membiarkan ruangan rumah bebas terbuka. Semua itu, meski mungkin tampak remeh, memberi isyarat tentang makna tawakal.

Membiarkan rumah sampai larut malam tanpa dikunci, sementara seisi rumah tertidur lelap, adalah tanda kebodohan dan kenekatan, bukan tawakal. Kepada keluarganya yang lalai menjaga rumah, Nabi bersabda, ''Kuncilah pintu rumahmu.''

Dalam memimpin berbagai pertempuran, Nabi tidak pernah telanjang dada atau membiarkan tubuhnya tanpa terlindung. Nabi memegang perisai dan memakai baju besi. Bila suasana keamanan sedang gawat, Nabi bertanya, ''Siapa yang akan mengawalku malam ini?'' Sehubungan dengan hadis di atas, Imam Sahal (seorang sufi) berkata, ''Barang siapa yang menentang ikhtiar (usaha), berarti menentang Sunnah. Dan barang siapa menentang tawakal, berarti mencela iman.''

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2URaAhd
April 12, 2019 at 10:49PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2URaAhd
via IFTTT
Share:

Tekuk Persebaya 2-0, Arema Juara Piala Presiden 2019

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Arema FC berhasil menjuarai Piala Presiden 2019 untuk kedua kali usai mengalahkan Persebaya Surabaya 2-0 di leg kedua final Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Jumat (12/4). Dengan kemenangan tersebut, Arema unggul agregat 4-2 setelah leg pertama sebelumnya berakhir imbang 2-2 di Surabaya.

Kemenangan Arema malam ini diperoleh melalui dua gol yang tercipta selama 90 menit pertandingan. Gol pertama terjadi di menit ke-42 melalui umpan Makan Konate yang sukses dieksekusi Nur Hardianto. Sementara, gol selanjutnya disumbangkan oleh Riky Kayame di menit tambahan babak kedua.

Pada umumnya, Persebaya maupun Arema FC telah menunjukkan permainan sengit di dua babak pertandingan. Keduanya sama-sama memberikan penyerangan sehingga sempat memporak-porandakan gawang lawan. Namun sayangnya, 'Dewi Fortuna' belum memihak kepada Persebaya.

Arema kembali menggondol trofi Piala Presiden untuk kedua kalinya. Klub berjuluk Singo Edan itu sebelumnya meraih juara Piala Presiden saat melumat Pusamania Borneo 5-1 di partai final 2017.

Di tahun ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko-PMK) Puan Maharani menjadi perwakilan pemerintah yang memberikan langsung piala dan medali kepada para pemenang. Selain itu, juga terdapat Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah pimpinan lembaga terkait di acara akbar tersebut.

Menko-PMK, Puan Maharan,i mengaku bersyukur laga final Piala Presiden 2019 bisa berakhir dengan seru dan penuh sportivitas. Dia juga sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan para Aremania yang hadir di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (12/4) malam.

Menurut Puan, kemenangan yang diperoleh Arema FC tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Apalagi pertandingan kali ini berakhir dengan aman, damai dan tertib.

Ia berharap seluruh suporter bisa selamat hingga tiba di rumah masing-masing. ''Saya ucapkan selamat kepada Arema FC sebagai pemenang Piala Presiden 2019,'' tambah dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KwSa1y
April 12, 2019 at 10:47PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KwSa1y
via IFTTT
Share:

Jangan Berpikir Menumpuk-numpuk Harta

Yang penting, memanfaatkan harta untuk bekal menuju akhirat

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Syarqawi Dhofir 

Pada suatu hari, Rasulullah SAW keluar rumah sambil memegang tangan Abu Dzar. ''Wahai Abu Dzar, tahukah kamu bahwa di depan kita ada sebuah tanjakan yang sulit yang hanya bisa dilalui oleh orang-orang yang ringan beban?''

Seorang sahabat bertanya, ''Wahai Rasulullah, apakah saya ini termasuk orang-orang yang ringan atau sarat beban?'' Rasulullah menjawab dengan pertanyaan, ''Apakah kamu punya makanan untuk hari ini?'' Orang itu menjawab, ''Ya.'' Rasulullah bertanya lagi, ''Untuk besok pagi?'' ''Ya,'' jawabnya lagi. Rasulullah kembali bertanya, ''Untuk besok lusa?'' Orang tadi menjawab, ''Tidak.''

Lalu Rasulullah menegaskan, ''Kalau kamu mempunyai makanan yang cukup untuk tiga hari, maka kamu termasuk orang-orang yang sarat beban''. Yang dimaksud dengan ''tanjakan yang sulit'' oleh hadis tersebut adalah jalan menuju kebahagiaan akhirat. Sedangkan yang dimaksud dengan ''beban'' adalah harta.

Hal itu, karena proses materialisasi membuat angan-angan menjadi panjang. Setiap hari sibuk menumpuk harta. Tidak sebatas untuk diri sendiri. Bahkan dipikirkan pula agar bisa mewariskannya dalam jumlah besar, khawatir kalau anak kelak melarat.

Karena itu, segala sesuatunya disiapkan sekarang. Harta yang menumpuk lalu terasa belum memenuhi seluruh keinginan. Sehingga semakin kaya semakin kikir. Yang dipikirkan, bagaimana harta bertambah, bukan bagaimana memanfaatkannya untuk bekal menuju akhirat yang sulit itu.

Nabi sendiri tak meninggalkan harta. Seluruh tanah dan hartanya telah diwakafkan. Kata Beliau, ''Kami para nabi tidak mewariskan warisan harta kecuali semuanya telah menjadi sedekah.'' (H.R. Bukhari). Dalam hidup ini kadang-kadang kita ini bertindak sebagai Tuhan. Ingin menetapkan pembagian rezeki, kalau perlu sampai tujuh keturunan, karena rasa waswas yang berlebihan tentang masa depan keturunan. Padahal yang berhak menetapkan pembagian rezeki itu adalah Allah.

Kita lupa bahwa tugas terhadap anak bukan semata mewariskan harta yang memang diperlukan, tetapi yang lebih penting mewariskan pendidikan yang baik buat Allah dan manusia. Ali bin Abi Thalib R.A berkata: ''Kebaikan itu bukan ada pada banyaknya harta dan anak, tetapi pada banyaknya pendidikan, besarnya kepekaan sosial, dan perasaan terhormat dengan ibadah.'' Dan karena itu, menurut beliau, harta itu hanya baik buat pendosa yang bertobat dan orang yang senang bergegas dalam kebaikan.

Pengalaman mengajarkan, betapa banyak anak seorang petani miskin lalu menjadi kaya dan baik hanya lantaran orang tua tadi mewariskan pendidikan yang baik kepada anaknya. Tetapi sebaliknya, betapa banyak anak yang menerima harta warisan banyak tetapi tak berbekal pendidikan yang baik, atau berbekal tetapi pendidikan yang melulu berurusan dengan keduniaan, lalu menjadi bangkrut, miskin, dan sesat jalan. Na'udzubillah!

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UBEI0L
April 12, 2019 at 10:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UBEI0L
via IFTTT
Share:

Ciri-ciri Orang Beriman, Menepati Janji

Islam melarang umat untuk mengumbar janji kosong.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Fauzul Iman

Dikisahkan, suatu ketika Rasulullah SAW menjanjikan seorang pembantu kepada Abdul Haitam bin Tayyiban. Lalu beliau mendatangkan tiga orang tawanan perang. Dua tawanan diberikan kepada orang yang pernah dijanjikannya, sedang yang seorang lagi diberikan kepada Abdul Haitam.

Tiba-tiba Fatimah, putrinya, yang tangannya terlihat bekas menggiling bumbu meminta seorang pembantu dari Rasulullah SAW. Rasulullah menolak permintaan putrinya, seraya berkata, ''Bagaimana dengan janjiku kepada Abdul Haitam?'' Kisah di atas menggambarkan ketegasan Rasulullah SAW dalam menepati janji kepada umatnya. Beliau lebih mendahulukan kepentingan Abdul Haitam daripada putrinya. Nabi tidak menginginkan umatnya menjadi korban hanya gara-gara tidak disiplin dengan janji.

Menepati janji merupakan bagian dari ciri-ciri kaum beriman. Dengan menepati janji, semangat persatuan, kualitas hidup, dan etos kerja umat dapat tercipta dengan baik. Tak sedikit tali persaudaraan dan persahabatan yang telah dipupuk demikian baik menjadi retak hanya gara-gara pengkhianatan terhadap janji.

Karena itu, Islam melarang umatnya mengumbar pernyataan-pernyataan (deklarasi) serta janji-janji kosong tanpa bukti dan kenyataan. Firman Allah, ''Dosa besar bagi umat yang suka berkata tanpa membuktikan apa yang dikatakannya'' (Q. S. 61: 3).

Rasulullah menggolongkan orang yang suka ingkar janji sebagai ciri perbuatan munafik. ''Tiga ciri perbuatan munafik,'' sabda Nabi SAW, ''Bila bicara ia dusta, bila berjanji menyalahi, dan bila diamanati mengkhianati.'' (H.R. Bukhari dan Muslim).

Minimal ada tiga dampak positif bagi umat manusia yang senantiasa menepati janji. Pertama, tidak ada unsur yang dikecewakan dan dirugikan dalam pergaulan. Kedua, tidak ada waktu yang tersita dalam meningkatkan kualitas kerja (etos kerja). Dan ketiga, membiasakan hidup berdisiplin.

Demikian pentingnya menepati janji, sehingga para ulama di masa lalu sangat berhati-hati dan tidak gampang mengumbar janji. Itu sebabnya, Ibnu Mas'ud apabila berjanji, ia mengatakan: Insya Allah. Alquran juga mendorong kita untuk selalu menepati janji (Q. S. 5: 1).

Mengomentari ayat ini, pakar tafsir Al-Maraghi menjelaskan tiga hal janji yang perlu ditepati. Pertama, janji kepada Allah SWT. Kedua, janji kepada diri sendiri. Ketiga, janji kepada sesama manusia. Ketiga bentuk janji ini memang merupakan kaitan organik yang tak dapat dipisahkan. Bila manusia konsisten dengan tiga bentuk janji ini, ia akan dapat membentuk dirinya menjadi tegar beraktifitas, memiliki kreasi dan garapan kerja yang seimbang lahir maupun batin, bukan kehidupan yang beretika dan berbudaya lembek, malas, dan cenderung menyimpang (korup).

Di zaman pembangunan ini, kita dituntut untuk selalu membuktikan kesatuan antara pernyataan dan perbuatan. Dalam meningkatkan kualitas dan taraf hidup, umat tidak cukup hanya memberikan janji-janji abstrak yang tidak dipahami tanpa dapat ditepati dengan prestasi dan amal perbuatan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GfewiK
April 12, 2019 at 10:42PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GfewiK
via IFTTT
Share:

Peluncuran TawafTV, DMI Ajak Masyarakat Maksimalkan Syiar

Memaksimalkan syiar Islam merupakan upaya membangun masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Syafruddin, mengajak umat Muslim di Indonesia untuk melakukan syiar Islam dalam bentuk apapun. 

Syafruddin menukilkan riwayat bahwa Rasulullah SAW menyatakan barang siapa yang membantu atau mensyiarkan agama yang saya bawa ke bumi ini walaupun hanya secawan air maka niscaya kelak yang bersangkutan akan berada di sisi baik di surga.

Dengan demikian, kata dia, siapapun yang membantu mensyiarkan Islam, niscaya akan berada di surga, termasuk orang-orang yang ada di TawafTV yang melakukan syiar Islam melalui pemberitaan.

Sebagai tv berita Islam pertama di Indonesia, Syafruddin berharap TawafTV dapat membagikan informasi yang jernih tentang berbagai peristiwa seputar dunia Islam.

"Saya sudah bermimpi lama kapan Indonesia bisa memiliki televisi berita Islam seperti al-Jazeera dan hari ini terjawab dengan hadirnya TawafTV," ungkap Syafruddin saat peluncuran perdana TawafTV di Jakarta, Jumat (12/4).  

Dia juga berharap kehadiran TawafTV dapat menjadi inspirasi umat dan mendapatkan respons positif dari masyarakat luas. Apalagi tv ini dikelola secara profesional dengan melibatkan banyak sekali kaum millenial.

"Saya bangga banyak sekali anak muda atau kaum milenial yang terlibat dalam produksi TawafTV untuk syiar dan kemajuan. Ini saatnya bagi kamu muda Islam untuk berkreasi dan memberi inspirasi," ujar Syafruddin yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini.

Pada kesempatan itu Syafruddin mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi secara bersama mengembangkan TawafTV. Tv ini merupakan hasil dari usaha bersama para hamba Allah yang telah menyisihkan hartanya. 

“Nantinya televisi ini tidak akan mengejar profit tapi mengejar ibadah, untuk itu kita semua harus berpartisipasi secara bersama agar TV ini dapat terus berkembang dan menjadi televisi berita Islam yang disegani," ucapnya.

Direktur Utama sekaligus Pemimpin Redaksi TawafTV, Buyung Wijaya Kusuma, menjelaskan sebagai televisi berita Islam pertama di Indonesia program acara yang tayang di TawafTV akan menjadi referensi dan pencerah umat di tengah maraknya hoaks.

"Program andalan kami adalah buletin berita Risalah yang akan menayangkan berita-berita baik nasional maupun internasional," ujar Buyung.

Komposisi program acara TawafTV terdiri dari 60 persen buletin berita, 20 persen talk show inspiratif, dan 20 persen berupa feature humanis. Target audience dari TawafTV adalah komunitas-komunitas masjid yang banyak tersebar di Indonesia.

Selain itu, Tawaf TV juga bekerja sama dengan 20 organisasi pemuda Islam di bawah DMI untuk membuat program tv bersama.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PaROwc
April 12, 2019 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PaROwc
via IFTTT
Share:

Keutamaan Berilmu dalam Islam

Menuntut ilmu itu berlangsung seumur hidup.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Yarqawi Dhofir     

Doa sebenarnya bukan sekadar perbuatan meminta. Ia juga merupakan sentuhan rohani yang amat halus dari Allah SWT untuk mengajarkan kita tentang bagaimana seharusnya kita hidup. Bila kita amati, ternyata tak satu doa pun dari doa-doa yang diajarkan oleh Alquran dan Rasulullah SAW yang berisi ''permintaan tambahan'' kecuali dalam hal ilmu. Dalam hal rezeki, yang diminta bukan tambahan tetapi barakah. Dalam hal dunia adalah keselamatan, bukan lain-lainnya, dan demikian selanjutnya.

Ini menunjukkan bahwa apabila menginginkan kehidupan yang lebih baik kita harus menambah ilmu setiap saat. Pekerjaan menuntut ilmu berlangsung seumur hidup. Saking pentingnya tambahan ilmu bagi kehidupan manusia, Rasulullah sampai bersumpah: ''Demi Allah, seandainya aku tidak dapat menambah ilmu sehari saja, maka lebih baik aku tidak melihat matahari saat itu.''

Begitu pula di dalam Alquran. Ayat pertama yang turun adalah perintah untuk membaca. Bahkan jauh sebelum PBB memprakarsai long life education (pendidikan seumur hidup), Rasulullah SAW pada abad ke tujuh telah menegaskan masa kewajiban menuntut ilmu dari buaian hingga ke liang lahat. Namun sayangnya, ajaran pendidikan seumur hidup dari Rasulullah yang sangat populer itu tidak sempat mengusik perhatian kita untuk memprakarsainya menjadi program dunia.

Banyak janji Allah yang diperuntukkan orang berilmu dan penuntut ilmu, di antaranya mengistimewakan mereka dari yang tidak berilmu (Az-Zumar 9), memberi derajat yang lebih tinggi (Al-Mujadalah 11), mempermudah jalan menuju sorga (H.R. Muslim), menyamakan kedudukan mereka dengan orang yang berjuang di jalan Allah (H.R. Tirmidzi), memberi keistimewaan yang lebih dari orang yang hanya beribadah, ilmu dijadikan sebagai warisan yang terus menerus memproduksi amal kebajikan yang tak putus karena kematian (H.R. Muslim).

Namun, sudahkah semua itu merangsang umat Islam untuk rajin menuntut ilmu? Pada faktanya, kebodohan masih merupakan salah satu problem terbesar umat Islam. Sekurang-kurangnya, hingga kini kita memerlukan tiga action programme: program wajib belajar, program penyadaran intelektual, dan program pembinaan kesehatan berpikir. Mudah-mudahan bisa kita melaksanakan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2uZfSZz
April 12, 2019 at 10:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2uZfSZz
via IFTTT
Share:

Antara Dakwah dan Penguatan Sosial

Tiap anggota masyarakat hendaknya bertanggung jawab terhadap kemaslahatan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Tutty Alawiyah (1942-2016)

Baru-baru ini berbagai pernyataan muncul, yang intinya menyebutkan, tingkat kerawanan kota Jakarta benar-benar telah meresahkan masyarakat luas. Terlepas dari sejauh mana tingkat keakuratan pernyataan itu, ada baiknya kita mengambil hikmah dengan merenungkan kembali hubungan dakwah dan sosial. Dalam pandangan keagamaan dan sosial, kita ketahui bahwa posisi setiap muslim tanpa kecuali adalah pemegang amanah untuk meneruskan risalah dengan dakwah -- baik selaku umat kepada umat yang lain ataupun selaku perorangan di tempat mana saja berada menurut kemampuan masing-masing.

Allah SWT berfirman: ''Kamu adalah sebaik-baik umat, dilahirkan untuk kemaslahatan manusia. Kamu amar makruf nahi munkar dalam keadaan kamu beriman kepada Allah.'' (Ali Imran 110). Dalam sebuah hadis populer, Nabi SAW juga memerintahkan kepada kita: Ballighu 'anni walau ayatan (Sampaikan yang kamu terima dariku walaupun satu ayat). Dengan demikian tak seorang pun muslim dan muslimah boleh menghindarkan diri dari dakwah itu.

Maksud mendalam dari itu adalah agar semua anggota masyarakat ikut bertanggung jawab terhadap kemaslahatan bersama. Masyarakat tidak akan maju dan selamat bila anggotanya bersikap masa bodoh terhadap kepentingan bersama. Apalagi bila sama-sama bungkem ketika melihat kepincangan sosial (kemungkaran) sedang tumbuh di lingkungannya. Jadi kewajiban dakwah yang dibebankan kepada setiap orang sesungguhnya adalah cara Islam menanamkan kekuatan masyarakat secara swadaya untuk bisa mengatasi kepincangan sosial sebelum membesar. Setiap kepincangan sosial itu mempunyai daya geraknya sendiri. Ibarat bara api, sewaktu masih kecil tidak sukar mematikannya. Tetapi apabila dibiarkan membesar, dia akan membakar apa yang ada di sekelilingnya.

Rasulullah SAW memperingatkan: ''Apabila manusia melihat kemungkaran sedang mereka tidak mencegahnya, maka akan datang saatnya Allah 'Azza wa Jalla menjatuhkan akibat-Nya (hukuman-Nya) secara umum.'' Dalam hadis lain, Beliau menegaskan: ''Kemungkaran harus kamu cegah. Kalau tidak, maka Allah pasti akan menjadikan orang-orang jahat menguasai kamu. Dan andaikata ada orang saleh di antara kamu berdoa untuk keselamatan bersama, maka doa mereka tidak akan berjawab.'' (Muttafaq 'alaih).

Mengingat pentingnya hubungan dakwah dan sosial itu, kiranya sudah waktunya Pemerintah mendayagunakan asset umat dalam dakwah, ikut mendorong dakwah amar ma'ruf nahi mungkar, sehingga dapat berkembang dan memperoleh saluran sebagaimana mestinya. Tentunya disertai keterbukaan untuk jadi ''sasaran'' bagi amar makruf nahi mungkar itu sendiri, guna menyuburkan kekuatan-kekuatan pengendalian diri (self control) dan pengoreksian diri dari dalam masyarakat sendiri.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2X8otFs
April 12, 2019 at 10:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2X8otFs
via IFTTT
Share:

Pique Sebut Griezmann Pemain Terbaik, Tapi...

Griezmann santer dikait-kaitkan dengan Barcelona dalam beberapa tahun terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Bek tengah Barcelona, Gerard Pique, mengatakan penyerang Atletico Madrid, Antoine Griezmann, merupakan pemain sepak bola yang hebat. Meski begitu, Pique tak tahu apakah sang pemain akan bergabung denganya di Camp Nou.

Griezmann memang santer dikait-kaitkan untuk bergabung dengan Barcelona dalam beberapa musim terakhir. Namun, kenyataan tersebut tak kunjung nyata. Teranyar, awal tahun lalu penyerang asal Prancis itu mengatakan janji setianya untuk bertahan di Stadion Wanda Metropolitano.

Ditanya tentang peluang Griezmann bergabung dengan Lionel Messi dan kolega, Pique merasa hal itu bukanlah keputusannya. ''Griezmann adalah pemain yang hebat, tetapi masalah transfer bukanlah keputusan yang berhubungan dengan saya,'' kata Pique kepada media Marca, Jumat (12/4).

Lebih lanjut, Pique memberikan saran kepada rekan setim Griezmann, Diego Costa, yang mendapat skorsing larangan bermain dalam empat partai ke depan. Eks penggawa Manchester United (MU) itu mengatakan apabila Costa harus menerima apa yang telah ia perbuat kepada wasit ketika mendapat kartu merah pada pertandingan melawan Barcelona 7 April lalu.

''Larangan Diego Costa? Yah, saya juga dilarang untuk empat pertandingan karena mengatakan hal yang sama, jadi itu adalah aturan liga (Spanyol),'' jelas bek berusia 32 tahun.

Adapun Costa diberi kartu merah bukan karena pelanggaran keras yang ia lakukan, melainkan kata-kata yang bernada melecehkan wasit Jesus Gil. Pada insiden tersebut, Pique justru menjadi pemain yang menenangkan pemain kelahiran Brasil berpaspor Spanyol tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Idq8Gd
April 12, 2019 at 10:32PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Idq8Gd
via IFTTT
Share:

Yang Terpenting dari Sebuah Niat

Sesungguhnya, tiap perbuatan tergantung niat.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Suadi Putro

Sesungguhnya hakikat ibadah bukanlah formalitas yang berkaitan dengan penampakan lahir, melainkan sangat terkait dengan hati (qalb) dan keyakinan yang ada dalam jiwa. Karena itu, ibadah yang tidak dilandasi hati yang tulus ikhlas kepada Tuhan dan semata-mata sebagai gambaran-gambaran tak berjiwa, tidak ubahnya seperti seorang dungu yang berkata-kata tanpa makna. Ibn 'Atha' berkata, ''Amal itu bagaikan gambar, dan jiwanya adalah rasa ikhlas yang ada di dalamnya.''

Niat yang tulus dan rasa ikhlas -- tanpa harus diucapkan -- terletak di dalam relung hati, dan terpancar dalam berbagai tindakan nyata yang berguna. Salat, misalnya, sebagaimana tertera dalam Surat Al-Ankabut 45, hanyalah merupakan kerangka tak bergerak jika tidak mampu membangkitkan hati nurani dan menanamkan ketundukan kepada-Nya, yang kemudian akan menjauhkan orang yang menjalankannya dari kekejian dan kemungkaran.

Sebagai tempat bersemayamnya niat yang tulus ikhlas, wajarlah jika hati, dalam ajaran Islam, merupakan dasar ke mana Tuhan melihat. Hati merupakan salah satu pengukur paling penting untuk menimbang amal, dan dengannya pula terkait ketakwaan seseorang. Nabi SAW bersabda, ''Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh dan bentukmu, tetapi Dia melihat kepada hatimu.'' (H.R. Muslim).

Dari uraian di atas dapat disimpulkan, yang penting bukanlah pelaksanaan ritual-ritual keagamaan, tetapi niat yang tulus dan hati yang ikhlas. Al-Hafidh al-Mundziri dalam bukunya At-Targhib wa at-Tarhib mencatat 11 hadis tentang keutamaan niat yang tulus, 13 hadis tentang keutamaan ikhlas, dan lebih dari 30 hadis tentang riya.

Kita sangat mengenal hadis yang berbunyi: ''Sesungguhnya amal itu (berdasarkan atas) niat, dan (balasan) setiap orang itu sesuai dengan apa yang diniatkannya.'' (H.R. Bukhari-Muslim). Sabda Nabi SAW juga: ''Barang siapa berperang dengan harapan (memperoleh) seekor unta, maka baginya hanyalah apa yang diniatkannya.'' (H.R. Nasai). Rasulullah SAW, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, juga pernah menjelaskan tentang seseorang yang ingin bederma, tetapi ia salah memberikan dermanya.

Tanpa keinginan gembar-gembor dan supaya tidak diketahui oleh orang lain, di malam gelap ia memberikannya kepada orang yang tidak berhak: seorang pencuri, seorang pelacur, dan seorang kaya raya. Namun karena niatnya yang suci dan keikhlasannya, kata Nabi SAW, dermanya itu tidak sia-sia.

Dalam tidur, orang itu mendengar suara berkata: Derma untuk pencuri, mudah-mudahan ia terhenti dari pekerjaannya mencuri; untuk pelacur, mudah-mudahan ia berhenti dari perbuatannya berzina; dan untuk si kaya, semoga ia mengambil pelajaran sehingga menafkahkan pemberiaan Allah SWT kepadanya. Demikianlah, keikhlasan dan niat yang suci merupakan satu pengukur diterimanya setiap amal yang saleh serta menjadi sumber segala kebajikan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Xavaqz
April 12, 2019 at 10:29PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Xavaqz
via IFTTT
Share:

Bagaimana Islam Memandang Perkara Hadiah?

Tentang hadiah, mesti melihat konteks dan tujuan.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Arif Wibowo

Hadiah pada dasarnya baik dan halal. Yang tidak baik -- dan mungkin juga tidak halal -- adalah apabila hal itu diberikan kepada pejabat atau pegawai yang memiliki wewenang tertentu. Ini akan membawa dampak psikologis bagi pejabat tersebut dalam pengambilan keputusan. Apalagi bila pemberian hadiah tersebut sejak mula sudah dimaksudkan untuk kelancaran bisnis atau memenangkan tender si pemberi hadiah. Bila ini yang berlangsung, bukan tidak mungkin kepentingan bisnis sang pengusaha akan lebih mendapatkan perlindungan hukum dari sang pejabat, meski, misalnya, harus mengorbankan kepentingan rakyat banyak (yang seharusnya dilayani pejabat tersebut).

Tak ayal praktek-praktek semacam itu sangat merugikan negara dan masyarakat. Di sisi material adalah membengkaknya beaya-beaya proyek karena harus ditambah dengan biaya siluman (yang musti dikeluarkan untuk hadiah). Sedangkan dari sisi immaterial adalah hilangnya nilai-nilai kemanusiaan pada diri pejabat, selain keruntuhan kredibilitasnya di mata rakyat. Karena itu, sejak awal Nabi Muhammad SAW sudah memperingatkan agar para pegawai negara tidak mengambil hadiah yang diberikan pada saat bertugas (menjabat).

Ini beliau maksudkan agar tidak terbuka pintu bagi kolusi, yang pada tahapan selanjutnya mengakibatkan penyalahgunaan wewenang untuk mencari keuntungan pribadi dan mengorbankan kepentingan rakyat banyak. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Abu Hamid As-Sa'idi, suatu kali Ibnu At-Tabiyyah menghadap Rasulullah SAW setelah menunaikan tugas sebagai petugas pengumpul zakat dari orang-orang Bani Sulaim. ''Ini kuserahkan kepada Engkau, sedangkan ini adalah hadiah yang diberikan orang kepadaku,'' lapor Ibnu At-Tabiyyah kepada Rasulullah.

Mendengar itu, beliau langsung menukas, ''Jika yang kamu katakan itu benar, apakah tidak lebih baik jika kamu duduk-duduk saja bersama ayah atau ibumu sampai hadiah itu datang padamu.'' Lalu seketika itu juga, beliau berdiri dan mengarahkan pembicaraannya kepada orang banyak, ''Amma ba'du, aku telah mempekerjakan beberapa orang di antara kalian untuk melaksanakan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku. Kemudian seorang dari mereka itu datang kepadaku, lalu berkata, 'Ini kuserahkan kepada Anda, sedangkan ini adalah hadiah yang diberikan kepadaku.'

Jika apa yang dikatakannya benar, apakah tidak lebih baik kalau ia duduk saja di rumah ayah atau ibunya sampai hadiah itu datang kepadanya? Demi Allah, siapapun di antara kalian yang mengambil sesuatu dari zakat itu tanpa hak, pada hari kiamat kelak ia akan menghadap Allah sambil membawa apa yang diambilnya itu.'' Begitulah cara Rasulullah mewujudkan aparat yang BMW (Bersih, Manusiawi dan Wibawa) dalam artian yang sebenarnya. Dengan mekanisme seperti itu, maka clean government tak kan hanya terwujud dalam teori, tapi juga menjadi kenyataan dalam kehidupan sehari-hari.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2v145K6
April 12, 2019 at 10:23PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2v145K6
via IFTTT
Share:

KPU Jelaskan Syarat Keaslian Surat Suara yang Sah Tercoblos

Surat suara tercoblos di Malaysia harus dipastikan dulu kondisinya seperti apa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan surat suara yang sah tercoblos memiliki ketentuan tersendiri. Pramono juga mengungkapkan ciri-ciri surat suara yang asli dari KPU.

"Jadi, kalau surat suara tercoblos itu berarti harus ada tanda tangan dari Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Maka jika surat suara itu asli, ketika keluar sudah ada tanda tangan dari KPPS," jelas Pramono saat dijumpai di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/4).

Sehingga, dalam konteks kasus temuan surat suara di Malaysia, harus dipastikan dulu kondisinya seperti apa. "Jadi tidak bisa langsung menuduh siapa yang melakukan dan sebagainya. Kan saat ini masih banyak spekulasi," ungkapnya.

Pramono enggan memberikan tanggapan saat dikonfirmasi tentang informasi yang menyebutkan temuan surat suara tercoblos di Malaysia sudah ditandatangani oleh PPLN. KPU tetap menunggu hasil investigasi tim yang terjun ke Malaysia.

"Kalau soal itu (surat suara sudah ditandatangani PPLN) kan masih katanya, kami tetap menunggu hasil dari Malaysia," tuturnya.

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan ciri surat suara asli. KPU bisa memastikan surat suara asli atau tidak dari sejumlah spesifikasi, misalnya ketebalan, berat, kecerahan. Kemudian, ada spesifikasi khusus berupa mikroteks sebagai pengaman surat suara.

"Menggunakan mikroteks (untuk pengamanan). Mikroteks itu banyak jenisnya. Misalnya yang dipakai dalam pencetakan uang itu hanya salah satu saja," tutur Pramono.

Dijumpai secara terpisah, anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar, mengatakan bahwa pihaknya juga menunggu hasil investigasi dari Malaysia. Fritz pun masih enggan menanggapi informasi bahwa temuan surat suara yang tercoblos di Malaysia sudah ditandatangani oleh PPLN.

"Maksud saya yang melihat (surat suara ditandatangani PPLN) kan Yaza (Ketua Panwaslu Malaysia). Saya sendiri tidak bisa berkomentar karena saya tidak melihat langsung. Silakan mengkonfirmasi ke Yaza sebab dia yang melihat," tegas Fritz.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G7zK1L
April 12, 2019 at 10:14PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G7zK1L
via IFTTT
Share:

Jahe, Tanaman Herbal Kaya Manfaat yang Disukai Rasulullah

Rasulullah SAW pernah mendapat hadiah satu bejana jahe.

REPUBLIKA.CO.ID, Jahe merupakan salah satu jenis tanaman tua yang sangat digemari dalam sejarah peradaban manusia. Jahe konon diklaim berasal dari India. Tetapi, sebagian lain menyatakan, tanaman ini berasal dari Cina.

Dalam peradaban Islam, jahe termasuk satu dari sekian tanaman yang diabadikan dalam Alquran. Allah SWT berfirman,”Dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.” (al- Insan:17).  

Aroma dan rasanya yang khas bahkan juga kerap dijadikan sebagai pelengkap masakan. Tak heran, seperti diungkap oleh Abu Nu'aim dalam ath-Thibb an-Nabawi, Rasulullah SAW sangat suka mendapatkan hadiah satu bejana jahe dari Raja Romawi. Jahe berfungsi untuk mengembalikan metabolisme tubuh, memberikan efek kehangatan, penangkal masuk angin, dan lainnya.

Menurut Ibnu Masawih, seorang tabib atau farmakolog dan penerjemah di bidang kedokteran pada awal Islam (wafat tahun 243 H), jahe berguna bagi gangguan hati akibat cuaca panas ataupun dingin, mampu meningkatkan vitalitas pria dan mengobati gastritis pada lambung dan usus.

Namun jahe tidak bisa digunakan dalam bentuk bubuk karena dapat menimbulkan terjadinya radang pada kerongkongan ataupun lambung. Namun bagi penderita kanker, jahe berguna untuk meredakan mual yang muncul saat mengkonsumsi obat kanker. 

Menurut Ibnu Sina, jahe dapat meningkatkan daya tahan tubuh, memberikan rasa lembab pada kepala dan tenggorokan, mengobati gangguan akibat polusi udara. 

Akar batang jahe mengandung zat semacam lem, lemak resin, pati, dan minyak volatile yang beraroma wangi serta mengandung camphene dan linalool.  

Lemak resin nonvolatile yang dikandungnya adalah zingerone yang memberi rasa pedas dan berguna untuk mensterilkan dan memperkuat organ mulut serta antidemam. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D9JgAE
April 12, 2019 at 10:11PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2D9JgAE
via IFTTT
Share:

Perluasan Wilayah Islam pada Masa Utsman bin Affan

Khalifah Utsman bin Affan mendukung perluasan wilayah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di antara para khulafaur rasyidin, nama Utsman bin Affan dikenang sebagai pribadi yang lembut, bijaksana, dan berpendirian teguh. Meneruskan kepemimpinan Umar bin Khaththab, Khalifah Utsman juga berupaya memperluas wilayah hingga ke luar Jazirah Arab.

Pada tahun ke-24 Hijriah, Utsman mengirimkan pasukan yang dipimpin Alwalid bin Aqobah. Mereka bergerak menuju negeri di utara, khususnya Azerbaijan dan Armenia. Para pemimpin dari dua negeri itu telah mengkhianati perjanjian dengan kaum Muslimin pada era Umar bin Khaththab.

Betapa takutnya penduduk Azerbaijan dan Armenia begitu mendengar kabar kedatangan balatentara Muslimin. Hal itu semata-mata lantaran besarnya kekuatan umat Islam. Toh mereka sendiri tahu, dalam hal perjanjian tersebut, para pemuka merekalah yang bersalah. Maka, pasukan yang dikirim Khalifah Utsman itu tidak melakukan suatu pertempuran. Sebab, penduduk setempat sudah mengaku takluk.

Mirip dengan dua negeri di utara Arab, orang-orang Iskandariah di Mesir juga menolak perjanjian dengan kaum Muslimin. Sebab, mereka merasa mendapat sokongan dari Romawi. Pada tahun 25 Hijriah, pasukan Muslimin datang berjihad ke sana, sehingga Iskandariah takluk ke dalam wilayah umat Islam.

Pada tahun ke-26 Hijriah, sebanyak 3.300 orang pasukan Muslimin dapat menaklukan Sabur. Mereka dipimpin Utsman bin Abil Aash. Setahun kemudian, Khalifah Utsman mengamanatkan kepada Abdullah bin Sa'ad bin Abbi Abi Sarah untuk menaklukan Afrika Utara. Ibnu Sa'ad merupakan gubernur Mesir yang menggantikan Amr bin Ash.

Saat itu, pasukan Muslimin terdiri dari 20 ribu orang. Adapun jumlah pasukan lawan, yakni dari kaum Berber, terdiri atas 120 ribu orang alias enam kali lipat balatentara Muslimin.

Salah seorang sahabat, Abdullah ibnu Azzubair, kemudian tampil berhadap-hadapan dengan Raja Berber, Jarjir. Dalam pertempuran itu, Jarjir berhasil ditumpas. Sesudah penaklukan Afrika Utara, kaum Muslimin menargetkan pembebasan Andalusia (Spanyol).

Pada tahun ke-28 Hijriah, pasukan Muslimin yang dipimpin Muawiyah bin Abi Sufyan dapat menaklukan Pulau Siprus. Setahun berikutnya, Abdullah bin Amir memimpin pasukan hingga menguasai wilayah kerajaan Persia.

Pada tahun ke-30 Hijriah, Tibristan dapat dikuasai. Pada tahun ke-31 Hijriah, pecah peperangan Dzatish-Shawari. Lalu, setahun berikutnya, Muawiyah bin Abi Sufyan

mencoba menyerang daerah-daerah jajahan Romawi. Pasukannya sampai pula ke Konstantinopel.

Pada tahun yang sama tentara yang dipimpin Ibnu Aamir menguasai Marwarrauz, Thaliqon, Fariab, Jauzjan dan Thakharstan. Banyak sejarawan menilai, era Khalifah Utsman sebagai zaman kemenangan kaum Muslimin. Umat Islam begitu disegani para negeri adidaya kala itu, semisal Romawi, Parsi dan Turki.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UvpN8g
April 12, 2019 at 09:57PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UvpN8g
via IFTTT
Share:

Golkar Acungkan Jempol ke Jokowi

Masyarakat bangga pertukaran pikiran antara Jokowi dan Prabowo berjalan lancar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mengacungkan jempol kepada Jokowi. Sebab penampilannya saat debat kedua menuju Pemilihan Presiden 2019 sangat memuaskan.

“Uraian beliau berisi, penuh dengan rincian kebijakan, serta disampaikan dengan sangat jelas dan meyakinkan,” ujar Airlangga di Jakarta pada Jumat (12/4).

Debat Kedua untuk Pilpres baru saja berlangsung dan disaksikan langsung oleh puluhan juta pemirsa, baik lewat televisi maupun lewat media online. Sebagai bangsa Indonesia, kata Airlangga, masyarakat harus bangga bahwa pertukaran pikiran antara Jokowi dan Prabowo berjalan lancar, damai, bersahabat, serta mengandung makna yang mendalam.

Partai Golkar sangat setuju dengan sikap optimisme di balik uraian Jokowi. Bangsa Indonesia harus yakin mampu merebut kemajuan di segala bidang. Dalam soal teknologi, Indonesia harus yakin sanggup berdiri di garis terdepan. “Kita jangan takut pada kemajuan ilmu pengetahuan. Kita justru harus merebutnya, serta memanfaatkannya demi rakyat kita,” ujarnya.

Saat ini pun, bangsa ini harus bangga kepada begitu banyak anak muda Indonesia yang unggul dalam berbagai industri 4.0. Mereka telah menciptakan unicorns, perusahaan digital yang sukses dan sejauh ini telah membantu jutaan pedagang kecil dan menengah. Mereka telah membuka kemungkinan baru untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Terhadap anak-anak muda pandai dan kreatif seperti itu, Partai Golkar memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Dengan semua itu, bangsa ini tidak boleh lupa satu hal: pembangunan infrastruktur adalah fondasi kemajuan dan peradaban manusia. Revolusi kemajuan pertama diawali oleh mesin uap dan jalan kereta api. 

“Revolusi kemajuan berikutnya dipicu oleh mobil, pesawat terbang, elektrifikasi, dan komputerisasi. Kini kita berada di tahap revolusi ke-4, di mana pendorongnya sudah lebih canggih lagi, yaitu robotisasi, aritficial intelligence, dan semacamnya,” kata Airlangga.

Karena semua itulah, Partai Golkar mendorong agar Indonesia lebih agresif lagi dalam mengejar peluang-peluang baru. Kita harus melihat ke depan. Indonesia tidak boleh menjadi bangsa tertutup atau takut pada perubahan zaman. Kita bukan katak dalam tempurung. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gf5DWq
April 12, 2019 at 09:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gf5DWq
via IFTTT
Share:

Data Mustahik Digital Bantu Kembangkan Riset Baznas

Jika data digital berkembang riset strategis Baznas juga ikut berkembang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di era yang serba digital dan serba terintegrasi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mulai meluaskan lagi data mustahik nasional mereka secara digital. Jika data digital mustahik nasional ini telah berkembang dan matang, maka riset strategis terkait zakat yang dilakukan Baznas juga akan ikut berkembang.

Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi Baznas, Efri Syamsul Bahri, menyebutkan saat ini sudah ada 11 lembaga dari Baznas pusat yang terbagi dalam tiga spesifikasi bidang utama. Yaitu pendistribusian, pendayagunaan, dan riset.

“Pendistibusian itu seperti ada Mualaf Center. Pendayagunaan seperti pengembangan ekonomi mustahik, peternakan, dan sebagainya. Lalu ada riset ini merupakan kajian strategis untuk bidang zakat, dan jenis risetnya ini lebih kepada policy,” ucap Efri dalam diskusi bertema "Sistem Database Mustahik Nasional" yang digelar di Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (12/4).

Sementar itu, Kepala Pusat Kajian Strategis Baznas, Muhammad Hasbi, menjelaskan secara spesifik terkait riset Baznas soal zakat yang sebenarnya sudah berjalan lama. Hanya saja dengan adanya data digital, maka masyarakat dapat mengakses puskasbaznas.com untuk mendapatkan informasi terkait segala hal.

“Dalam website itu, semua kita publish, mulai dari riset sampai yang sifatnya audit. Dan dalam bidang riset ini, kita memiliki dua divisi yakni divisi riset dan kajian, lalu publikasi dan jaringan,” ungkap Hasbi.

Pada divisi riset dan kajian, ia menjelaskan, divisi ini serupa seperti LIPI. Divisi ini membuat indeks zakat nasional, desa sadar, dan sebagainya. Kemudian divisi publikasi dan jaringan, mereka bertugas meriset data yang berkualitas, lalu akan mereka bandingkan antara data yang satu dengan lainnya.

Jika kedua divisi ini berjalan selaras, maka akan terdeteksi format mustahik yang paling membutuhkan bantuan. “Nah nanti itu semua akan ada dalam Indeks Zakat Nasional (IZN) di situ akan lebih luas lagi. Ada juga dimensi makro dan mikro di sana,” ungkap Hasbi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Xcl6NP
April 12, 2019 at 09:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Xcl6NP
via IFTTT
Share: