Showing posts with label 2019 at 06:07AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 06:07AM. Show all posts

Saturday, March 23, 2019

BNI Syariah Optimalkan Sistem Digital

BNI Syariah terus melakukan adaptasi dan kolaborasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah telah menyiapkan strategi untuk menghadapi era disrupsi. Era disrupsi ini terjadi ditunjukkan dengan perubahan yang cukup cepat dan mengganggu eksisting bisnis.

Disrupsi bukan hanya mengubah cara berbisnis melainkan fundamental bisnis. Untuk perbankan salah satu disrupsi ditunjukkan dengan mulai bermunculan perusahaan keuangan digital atau fintech yang mulai menggerus fungsi bank.

Untuk menghadapi era disrupsi ini, BNI Syariah mengoptimalkan pengembangan digital.

Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah, Wahyu Avianto mengatakan dari sisi pengembangan digital, BNI Syariah terus bertransformasi untuk memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat.

“Dengan dukungan teknologi dan jaringan BNI Incorporated, BNI Syariah siap memberikan layanan yang terbaik,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (23/3).

Selain itu, secara umum untuk menghadapi era disrupsi, BNI Syariah terus melakukan adaptasi dan kolaborasi. Bank juga melakukan transformasi baik dari sisi SDM maupun infrastruktur baik perangkat lunak dan perangkat keras.

Pada tahun ini, BNI Syariah menekankan pengembangan digital untuk ekosistem halal. Digitalisasi halal ekosistem dilakukan dengan beberapa langkah strategis.

Selain itu, BNI Syariah tergabung sebagai anggota AFSI (Asosiasi Fintech Syariah Indonesia) sekaligus mensupport kebutuhan penggunaan fitur-fitur payment atau transfer bank yang digunakan oleh para startup atau fintech untuk mendukung pengembangan ekosistem halal syariah.

Dengan strategi tersebut diharapkan bank bisa mengantisipasi risiko disrupsi yang berpotensi menyebabkan kemunduran bisnis.

“Kami terus meningkatkan kualitas layanan seperti himbauan shalat tepat waktu di seluruh kantor cabang BNI Syariah dan menghapuskan sistem denda,” ucapnya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2upT4Sn
March 24, 2019 at 06:07AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2upT4Sn
via IFTTT
Share:

Tutup Jumpa Fan, Park Bo Gum Harap Semua Fan Selalu Sehat

Park Bo Gum mengaku belum bisa memastikan kapan akan kembali ke Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekitar tiga jam, Park Bo Gum menghibur para penggemarnya di Jakarta, Sabtu (23/3) malam. Melalui acara Fan Meeting bertajuk 'Park Bo Gum Asian Tour Good Day in Jakarta' yang digelar di Kasablanka Hall, ia menyapa langsung para fan di Indonesia.

"Saya benar-benar senang sekali. Terima kasih untuk fan Indonesia yang sudah bersama saya hari ini," ujar Park Bo Gum.

Park Bo Gum mengaku belum bisa memastikan kapan akan kembali ke Indonesia. Hanya saja, aktor asal Korea Selatan tersebut berharap semua fan-nya di Indonesia sehat selalu.

Dirinya bahkan berjanji ke depan akan berusaha menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dengan begitu penggemarnya tidak akan kecewa. "Semoga menyenangkan kalian semua. Tolong doakan saya," ujar Park Bo Gum.

Pada 2017 lalu, Park Bo Gum juga mengadakan jumpa fan serupa. Meski begitu, antusias fans tampaknya tidak berkurang malah semakin bertambah.

"Sudah dua tahun saya tidak merasakan energi fan Indonesia, tapi rasanya kok lebih hot lagi ya. Saya jadi sangat bersemangat hari," katanya sambil tersenyum yang disambut histeria penggemar.

Sebelum menutup fan meeting-nya, pria bertinggi badan sekitar 181 cm ini menyanyikan lagu terakhir berjudul 'Blessing' sembari berjalan memutari area acara demi berpamitan kepada fan secara lebih dekat. "Ini benar-benar lagu terakhir, saya akan pamit undur diri," ujar Park Bo Gum.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FnRtBD
March 24, 2019 at 06:07AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FnRtBD
via IFTTT
Share:

Jokowi: Saya akan Lawan

Jokowi menegaskan selama dia diam saja difitnah sana sini.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kali ini tidak akan diam mendapati dirinya menjadi target serangan fitnah, dusta, dan makian. Kepala Negara berjanji akan bersikap tegas.

Calon presiden nomor urut satu itu memberikan contoh fitnah yang ditujukan kepadanya. Di antaranya adalah Jokowi PKI, antek asing, akan melarang azan jika menang dalam pemilihan presiden 2019, dan menghapus pelajaran agama. Dia meminta pendukungnya untuk berani melawan kebohongan tersebut.

"Saya sebetulnya sudah diam 4,5 tahun. Difitnah-fitnah, saya diam. Dihujat, saya diam. Tetapi hari ini di Yogya saya sampaikan, saya akan lawan! Ingat sekali lagi, akan saya lawan! Bukan untuk diri saya, tapi ini untuk negara," kata Jokowi dalam acara deklarasi "Alumni Jogja Satukan Indonesia" di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Sabtu (23/3).

Ia berharap pendukungnya melawan kebohongan yang makin banyak tersebar sebelum 17 April. Waktu pemilihan tinggal 23 hari. Semua pihak diimbaunya untuk berhati-hati menyikapi berbagai isu yang menyebar. Tak hanya di jagat maya, dusta saat ini menyebar dari pintu ke pintu. Hal itu berpotensi memecah belah bangsa.

Masyarakat harus pandai memverifikasi berita sehingga dapat memilah informasi yang benar dan sebaliknya. Dengan informasi yang benar, masyarakat dapat memahami situasi yang sebenarnya dan bersikap secara bijak.

"Hati-hati dengan kabar bohong. Ini cara-cara berpolitik yang tidak beretika dan bertata krama. Oleh sebab itu, saya ajak kita bersatu, rukun, membangun negara ini. Sanggup? Sanggup? Acungkan jempol, acungkan jempol," kata Jokowi menambahkan.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk memilih pemimpin yang sudah terbukti berhasil memajukan perekonomian. Di bawah kepemimpinan sosok tersebut, pembangunan akan berlanjut sehingga masyarakat kelak akan menikmati kesejahteraan.

Kemenangan 70 persen

Jokowi menargetkan kemenangan 70 persen di wilayah Yogyakarta dalam pilpres 2019. Dia menyampaikan hal itu di Panggung Jempol yang berhadapan dengan sekitar 30 ribu orang yang memenuhi Stadion Kridosono untuk menyatakan dukungan kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sejumlah tokoh juga hadir di lokasi tersebut seperti Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Mulyono. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta sejumlah budayawan dan cendekiawan, seperti Slamet Rahardjo, Hanung Bramantyo, Djadjuk Ferianto, maupun Yenni Wahid, juga hadir di sana.

"Saya kalau memberi angka realistis, lewat kalkulasi-kalkulasi, lewat perhitungan-perhitungan. Tapi, ini perlu kerja keras. Waktu kita 24 hari lagi," ungkap Jokowi.

Jokowi pun meminta pendukungnya mengajak orang sebanyak-banyaknya ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 17 April 2019. Keluarga, handai tolan, hingga tetangga harus diajak ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.

Tidak ketinggalan Jokowi juga mengampanyekan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi anak-anak usia sekolah agar dapat berkuliah di universitas. Anak-anak tersebut kelak akan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas sehingga dapat memajukan ekonomi bangsa.

Dengan ekonomi yang maju, kondisi negara akan makin baik. Peringkat Indonesia akan meningkat menjadi negara maju. Ada tiga masalah di Tanah Air, yaitu infrastruktur, sumber daya manusia, dan reformasi struktural di lembaga.

“Kalau sudah dapat diatasi, kita akan melompat jadi negara berpendapatan maju. Saudara-saudara sanggup melakukan itu?\" tanya Jokowi yang disambut dengan kesanggupan dari pendukungnya.

Selain menyampaikan deklarasi, acara tersebut juga disemarakkan musisi Juki Kill the DJ, orkestra gamelan Djaduk Ferianto, musisi Sri Krishna, kelompok musik legendaris God Bless yang dimotori oleh Ahmad Albar, Ian Antono, dan musikus lainnya.

(antara ed: erdy nasrul)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2urEAkW
March 24, 2019 at 06:07AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2urEAkW
via IFTTT
Share: