Showing posts with label 2019 at 01:58PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 01:58PM. Show all posts

Friday, May 31, 2019

PM Hungaria Perintahkan Penyelidikan Kecelakaan Kapal Maut

Kecelakaan kapal ini menewaskan sedikitnya tujuh turis Korea Selatan (Korsel), pekan

REPUBLIKA.CO.ID, BUDAPEST -- Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban telah meminta penyelidikan menyeluruh atas kecelakaan kapal di Sungai Danube di Budapest tengah. Kecelakaan kapal ini menewaskan sedikitnya tujuh turis Korea Selatan (Korsel), pekan ini.

"Saya terguncang oleh ini, kecelakaan terjadi di mana penumpang hampir tidak memiliki kesempatan untuk bertahan hidup," kata Orban menyampaikan belasungkawa kepada kerabat para korban, Jumat (31/5). "Saya telah meminta pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan yang ketat dan menyeluruh."

Polisi Hungaria mengatakan pada Kamis (30/5) malam, mereka telah menahan kapten kapal pesiar yang terlibat dalam kecelakaan itu.

Kapal itu melaju ketika bertabrakan dengan kapal penumpang mewah yang lebih besar saat hujan badai pada Rabu (29/5) malam. Kapal itu terbalik dan tenggelam dengan 33 turis dan pemandu wisata Korsel serta dua kru Hungaria di atasnya.

Tujuh warga Korsel diselamatkan, tujuh orang tewas. Sebanyak 19 warga Korsel termasuk di antara 21 orang yang masih hilang. Pejabat penyelamat Hungaria mengatakan pada Kamis hanya ada sedikit kesempatan untuk menemukan korban.

Tim penyelamat dan pejabat Korsel termasuk Menteri Luar Negeri Korsel Kang Kyung-wha tiba di Budapest pada Jumat. Dia akan menggelar konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto hari ini.

Sebuah kapal derek merapat di dekat bangkai kapal untuk persiapan operasi pemulihan. Polisi mengatakan upaya penyelamatan terhambat oleh tingginya permukaan air, arus yang kuat, dan jarak pandang yang buruk. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W1VSR9
May 31, 2019 at 01:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W1VSR9
via IFTTT
Share:

Friday, May 17, 2019

Badak Lampung Bertekad Curi Poin dari PS Tira

Badak Lampung akan tampil dengan kekuatan penuh saat bertamu ke Stadion Pakansari.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Kesebelasan Perseru Badak Lampung FC bertekad mencuri poin saat menghadapi tuan rumah PS Tira-Persikabo pada kompetisi Shopee Liga 1 musim 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/5) besok.  Badak Lampung akan tampil dengan kekuatan penuh saat bertamu ke Stadion Pakansari.

Media Officer Perseru Badak Lampung FC Imam Rizaldi saat dikonfirmasi dari Bandar Lampung, Jumat mengatakan secara umum persiapan tim untuk mencuri poin di kandang lawan cukup bagus dan kondisi semua pemain siap diturunkan. "Pemain kita tidak ada yang cedera dan dalam kondisi yang fit untuk laga besok," katanya.

Untuk menghadapi tuan rumah PS Tira-Persikabo, kata dia, Badak Lampung membawa 24 pemain termasuk dua pemain yang baru di rekrut beberapa hari sebelum liga mulai. "Ya tadinya hanya 22 pemain yang dibawa ke Bogor tapi dengan tambahan Sabil dan Billy mantan pemain Persib. Kami yakin mampu mencuri poin di sana," ujarnya.

Menurut dia, dalam pertandingan nanti Badak Lampung akan memakai formasi yang dinamis sesuai dengan program dari pelatih. Pada intinya hasil terbaik sangat ditunggu tim yang sebelumnya bermarkas di Serui Papua itu.

"Tidak ada pemain dalam tim yang diistimewakan oleh pelatih, mereka semua harus bekerja sama dan saling mengisi satu sama lain dan pelatih juga meminta setiap pemain harus bisa berbuat banyak dalam setiap pertandingan," katanya menjelaskan.

Perseru Badak Lampung merupakan dengan nama baru pada kompetisi Shopee Liga 1 musim 2019. Tim ini akan bersaing dengan 17 tim lainnya termasuk tiga tim debutan yaitu Semen Padang, PSS Sleman dan Kalteng Putra.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EcHkIs
May 17, 2019 at 01:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EcHkIs
via IFTTT
Share:

Puasa, Tulus Berusaha Perbaiki Waktu Tidur

Tahun lalu kebiasaan tidur Tulus berefek ke kesehatannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan puasa tahun ini penyanyi Tulus berusaha untuk memperbaiki pola tidurnya. Tahun lalu, ia menyebut waktu untuk ia beristirahat berantakan dan tidak baik bagi kesehatannya.

"Tahun lalu tidur saya berantakan selama Ramadhan. Maksudnya karena tahun lalu kegiatannya lumayan. Jam 22.00 sampai rumah, beres-beres, selesai jam 23.00. Karena tanggung, menunggu sahur baru tidur. Nah yang kayak gitu kan ternyata tidak sehat," ujarnya di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (16/5).

Untuk memperbaiki kebiasaan tersebut, Tulus berusaha menormalkan jadwal istirahatnya dan mengubah waktu makan. Selain itu, ia berusaha mengurangi waktu tidur siang. Penyanyi yang mempopulerkan lagu "Gajah" ini mengaku saat bulan puasa ia sangat menyukai tidur siang.

Dalam menjalankan ibadah selama Ramadhan, ia menyebut selalu berusaha menyempatkan beribadah ke masjid meski tidak setiap hari. Selain shalat di masjid, jika keluarga sedang berkumpul, Tulus pun akan melakukan shalat berjamaah di rumah diimami sang ayah.

Di tahun ini, pelantun "Teman Hidup" ini juga mengaku mengurangi jadwal dan kegiatan di luar rumah. Jika pun mendapatkan jadwal untuk naik panggung, ia memilih sesudah berbuka puasa.

"Setelah puasa kan sudah energinya ada. kalau sebelum, seram. kering tenggorokan. Takut tidak maksimal dan keleyengan-keleyengan gitu," ujarnya sambil tertawa.

Perihal rencana dalam waktu dekat, ia menyebut belum ada yang baru. Tahun ini ia baru menyelesaikan konser bertajuk Monokrom, dan merilis single bersama Yovie Widianto dan Glenn Fredly berjudul Adu Rayu.

"Mungkin sesuai bulannya, istirahat dulu satu dua bulan. Nanti baru kegiatan lagi yang normal. Karya-karya baru mungkin tahun depan. Kemungkinan," lanjutnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EdJM12
May 17, 2019 at 01:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EdJM12
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 7, 2019

Ekspor Negatif, Bappenas: Kita Sulit Cari Sektor Unggulan

Kinerja ekspor masih mengalami kontraksi hingga 2,08 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan analisisnya di balik kontraksinya kinerja ekspor nasional pada kuartal I 2019 ini. Sesuai rilis Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor masih mengalami kontraksi hingga 2,08 persen.

Bambang menilai, selain kondisi ekonomi global yang belum pulih, dari sisi internal Indonesia masih belum mampu mengoptimalkan sektor unggulan untuk genjot ekspor. "Kita masih kesulitan untuk menemukan sektor unggulannya, sehingga masih bergantung kepada ekspor yang tradisional," kata Bambang, Senin (6/5) malam.

Namun selain dua kelemahan tersebut, Bambang juga memandang bahwa pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh memang menunjukkan tren perlambatan di setiap kuartal pertama. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi, termasuk di dalamnya penggerak ekspor dan investasi bisa tumbuh lebih tinggi di sisa kuartal 2019.

Bambang menambahkan, resep perbaikan pertumbuhan ekonomi 2019 ada pada peningkatan investasi. Investasi yang melemah di kuartal I 2019 memang dirasa wajar karena efek pemilihan umum.

Menurutnya, investor memilih menunggu untuk memastikan berjalannya pemilu April lalu. "Tapi mudah-mudahan, triwulan kedua ini kan masanya sudah lewat ya, jadi mudah-mudahan triwulan dua investasi membaik dan itu akan membantu pertumbuhan," kata Bambang,

Sedangkan perbaikan kinerja ekspor, ujar Bambang, mau tak mau akan terpengaruh kondisi global terutama berkaitan dengan harga jual komoditas seperti batu bara, karet, dan CPO.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan bahwa realisasi pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I 2019 sebesar 5,07 persen sesuai dengan prediksi terkini atau nowcasting oleh Kemenkeu. Kementerian Keuangan memprediksi angka pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 ini menyentuh 5,05 persen.

Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 turun 0,52 pesen dibanding kuartal sebelumnya. Namun, capaian saat ini masih lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, 5,06 persen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2J4oeYS
May 07, 2019 at 01:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2J4oeYS
via IFTTT
Share:

Thursday, April 25, 2019

Rumah Zakat Beri Tambahan Modal untuk Usaha Sate Madiun

Rumah Zakat juga memberikan pendampingan usaha untuk usaha Sate Ayam Madiun.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sate Ayam Madiun, adalah nama khas usaha Nusrotiddiniyah. Awalnya ia hanya memasarkan dagangannya dengan cara menitipkan di berbagai warung disekitar rumahnya di Yogyakarta, cara ini tentu kurang maksimal karena terkadang sisanya tidak bisa di olah kembali.

Kemudian tahun 2017 akhir ia mendapatkan berbagai materi usaha, mulai dari pencatatan keuangan, kualitas produk, pemasaran maupun managemen usaha dari Rumah Zakat. Di antara materi yang menarik beliau adalah pemasaran via online.

Ternyata pendapatan usahanya meningkat yang biasanya per bulan hanya sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu, kini rata-rata bisa Rp 1 juta per bulan. Dan untuk menguatkan usahanya Rumah Zakat menambahkan modal usaha Nusrotiddiniyah.

“Terima kasih Rumah Zakat yang sudah mau mendampingi dan membantu usaha saya semoga makin berkah bagi semua,” kata Nusrotiddiniyah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IGYK3w
April 25, 2019 at 01:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IGYK3w
via IFTTT
Share:

Monday, April 8, 2019

Kemensos Dukung Program Kowani Tangani Masalah Sosial

Perempuan dengan potensinya yang besar telah sanggup bekontribusi kepada masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi peran perempuan yang telah mendorong berbagai agenda dan program kesejahteraan sosial. Kendati demikian, peran perempuan masih termajinalkan.

Ia mengakui perempuan dengan potensinya yang besar telah sanggup memberikan kontribusi kepada masyarakat. “Peran wanita dalam bermasyarakat makin terasa penting, ini karena wanita memiliki kepekaan lebih dalam melihat, merasakan dan selanjutnya menyuarakan realitas dalam masyarakat, terutama dalam bidang kesejahteraan sosial.” kata Mensos dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Hartono Laras, dalam kegiatan Penutupan “Pameran Kowani” dengan tema 'Dengan semangat ibu bangsa, Kowani Mempersiapkan Generasi Masyarakat Industri 4,0', di Jakarta, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (8/4).

Menurut Mensos, terlepas dari pentingnya peran perempuan dalam masyarakat, saat ini posisi perempuan masih termarginalkan. Terlebih adanya struktur sosial, ekonomi, dan politik yang belum adil di masyarakat mengakibatkan banyak perempuan menjadi gagap teknologi dan belum melek aturan.

Cepatnya perkembangan informasi, inovasi teknologi dan teknologi mudah diakses di era digital, kata Mensos, membuat perempuan semakin mudah menjadi korban dari situasi yang ada. Sejalan dengan hal tersebut, Mensos menekankan bahwa kemampuan wanita perlu ditingkatkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan dan ketahanan mental dan spiritual.

“Harapannya agar dapat memanfaatkan kesempatan berperan aktif di segala bidang termasuk dalam proses pengambilan keputusan serta mampu menghadapi perubahan di masyarakat dan teknologi yang terjadi,” ujarnya.

Padahal, kata Mensos, pihaknya juga melihat perempuan masih bisa berkiprah di berbagai macam bidang dengan prestasinya masing-masing. Hal tersebut sesuai dengan pesan Presiden Jokowi bahwa kemampuan dan penguasaan teknologi bukan hanya berarti siap menghadapi era 4.0 namun juga menghindarkan kita dari buruknya akibat penggunaan teknologi yang salah seperti penyebaran hoaks dan berita yang negatif.

Dalam kesempatan yang sama, Hartono menambahkan, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa peran perempuan di era industri 4.0 sangat penting. Pameran ini juga merupakan perwujudan dari komitmen Kongres Wanita Indonesia (Kowani) untuk terus mendampingi perempuan di Indonesia dalam meningkatkan kesejahteraan sosial pada umumnya dan harkat perempuan pada khususnya melalui kegiatan perekonomian.

Untuk itu Kemensos memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kowani yang dengan konsistensinya telah menggelar Pameran Kowani selama 18 tahun terakhir. “Kemensos apresisasi peran Kowani dalam menyelesaikan masalah-masalah kesejahteraan sosial di samping memberikan dukungan dan dorongan untuk kegiatan-kegiatan yang telah mereka lakukan. Peran konkret Kowani dalam memberikan bantuan kepada masyarakat menjadi wujud partisipasi masyarakat untuk sesama," ujarnya.

Ia mengajak, semua pihak untuk terus memberikan kesempatan kepada para wanita berperan aktif dalam pembangunan kesejahteraan sosial. “Banyak yang dapat kita perbuat agar pemberdayaan bagi wanita dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial semakin besar,” kata Hartono. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IkR5af
April 08, 2019 at 01:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IkR5af
via IFTTT
Share:

Pemilu Beri Efek Relaksasi Pada Pasar Keuangan

Relaksasi terjadi dua minggu sebelum dan dua minggu setelah waktu pemilihan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ajang Pemilihan Umum (Pemilu) dinilai memberikan efek relaksasi pada pasar keuangan Tanah air. Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C Permana melihat, di pasar primer khususnya, investor cenderung menahan pembelian.

"Begitupun dengan issuer (pemerintah) dalam menerbitkan SBN (Surat Berharga Negara)," ujar Fikri saat dihubungi Republika.co.id, Senin (8/4).

Bagi investor, menurut Fikri, kecenderungan untuk mengambil keputusan investasi di tengah ketidakpastian dari sisi politik seperti pemilu tampaknya akan menjadi pilihan seiring dengan penantian hasil nantinya. Bercermin dari dua periode Pemilu sebelumnya, 2009 dan 2014, perilaku relaksasi, yang dilakukan hanya berdampak antara dua minggu sebelum dan dua minggu setelah waktu pemilihan. Hal tersebut khususnya sangat terlihat di pasar sekunder.

Merujuk pada data yang dirilis dari laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), terlihat bahwa pada Pemilu 2009, penurunan perdagangan hanya mengalami penurunan pada pekan pertama dan pekan kedua Juli saja. 

"Sedangkan Pemilu 2014, merujuk pada data DJPPR, terlihat perdangan hanya mengalami penurunan pada pekan kelima Mei serta pekan pertama dan kedua Juli," tambah Fikri. 

Fikri mengatakan dampak yang sama juga akan terjadi pada investor asing. Menurutnya, dalam menentukan pilihan investasi mereka di SBN Indonesia, investor asing sebenarnya lebih cenderung melihat faktor nilai tukar rupiah serta kondisi tingkat suku bunga baik return, kupon ataupun yield.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G7asSs
April 08, 2019 at 01:58PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G7asSs
via IFTTT
Share:

Monday, March 25, 2019

Pemprov Sumsel Minta Buta Huruf Alquran Terus Diberantas

Pemberantasan buta huruf Alquran sudah menjadi programnya.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG— Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru meminta upaya memberantas buta huruf Alquran tetap diteruskan dan jangan pernah kendur. Bila perlu pemerintah bekerja keras mengupayakan masyarakat menjadi masyarakat yang religius.

"Saya dengan Wakil Gubernur Mawardi Yahya sangat bangga melihat animo masyarakat yang sangat tinggi menjadi masyarakat yang agamis," ujar dia saat penutupan MTQ di Muaraenim sebagaimana dalam keterangan resminya di Palembang, Senin (25/3).

Apalagi kata dia, pemberantasan buta huruf Alquran sudah menjadi programnya saat menyampaikan visi misi di DPRD dan itu dimulai dengan Program Satu Desa Satu Rumah Tahfiz. 

Dia mengatakan, penanaman nilai agama saat penting terutama untuk membentengi kaum milenial agar tidak tergoda hal negatif termasuk terjebak dalam penyalahgunaan narkoba.

"Jadi atas dasar itu pula pada kesempatan menutup gelaran MTQ dirinya mengimbau agar para pengasuh ponpes terus dan jangan lelah membina dan memberikan ilmu kepada anak didik," kata dia.

Bahkan bukan tidak mungkin, kata dia, target Muaraenim menjadi Kabupaten destinasi wisata religi menjadi kenyataan. 

Kabupaten Muaraenim saat ini terus mengembangkan Gerakan Anak Cinta Alquran melalui Program 1.000 Guru Mengaji.  

Dia menilai Gerakan 1.000 Guru Mengaji di empat desa itu patut mendapatkan penghargaan karena dengan program tersebut anak- anak di Muaraenim segera terbebas dari buta huruf Alquran.

"Saya bangga dengan Muaraenim karena satu visi dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan yakni dalam meningkatkan iman dan takwa", katanya.

Dia berharap anak atau generasi penerus di provinsi tersebut semakin cinta Alquran sehingga iman dan takwa masyarakat semakin meningkat. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2JDnH15
March 25, 2019 at 01:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2JDnH15
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 20, 2019

Petani Minta Bulog Hadir Serap Gabah

Harga gabah di sejumlah daerah produksi padi mulai menunjukkan penurunan.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT – Sejumlah petani di beberapa daerah produsen padi meminta Bulog hadir di tengah-tengah mereka dan melakukan penyerapan gabah. Saat ini, para petani padi sedang melakukan panen raya sehingga ketersediaan pasokan untuk Bulog sangat berlimpah.

Lalu Saleh, petani dari Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengatakan, saat panen raya seperti saat ini seharusnyta petani bergembira menikmati hasil usahanya. Namun, harapan itu masih menemui ruang kosong lantaran ketiadaan Bulog.

“Harga gabah mulai jatuh. Bulog di mana? Ini belum kelihatan ada pergerakan melakukan pembelian,” kata Lalu Saleh, Rabu (20/3).

Menurut Lalu Saleh, sudah sepekan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani menyentuh angka Rp 4.000 per kilogram. Padahal, apabila mengacu pada harga pembelian pemerintah (HPP), GKP seharusnya Rp 4.070/kg.

“Sudah seminggu ini harga gabah Rp 4.000 dan cenderung turun terus sampai Rp 3.800,” ujar Lalu Saleh.

Hal yang sama dikeluhkan Sarjiah Bolo, petani Takalar, Sulawesi Selatan. Menurut Sarjiah, harga gabah saat ini menyentuh angka Rp 3.800. “Saya sangat cemas kalau harga begini terus,” katanya.

Sarjiah pun berharap Bulog segera turun ke sawah-sawah yang sedang melakukan panen guna membeli gabah petani. Dengan demikian, harga bisa normal lagi. “Paling tidak bisa di harga Rp 4.200 per kilogram GKP,” tambahnya.

Menurunnya harga gabah dialami pula oleh petani di Nganjuk, Jawa Timur. Zainal Abidin, salah satu petani di Nganjuk mengatakan, harga gabah terus turun dalam 10 hari terakhir. “Sepuluh hari lalu harga masih Rp 4.300. Sekarang sudah anjlok di harga Rp 3.700.”

Zainal juga meminta Bulog segera melakukan pembelian agar para pertani tidak semakin merugi. “Ini kan diperparah karena ada hujan dan kami tidak punya alat pengering,” ujarnya.

Sugeng, petani di Kecamatan Geneng, Ngawi, Jawa Timur, menambahkan, gabah hasil panen petani saat ini banyak dibeli oleh pembeli dari luar kota. Kendati demikian, harga jual gabah di Geneng tidak terlalu bagus.

“Harga berkisar Rp 3.900 sampai Rp 4.100 karena Bulog tidak pernah terlihat. Mestinya, di saat seperti ini Bulog hadir melakukan pembelian,” ujar Sugeng.

Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Indonesia Winarno Tohir mengatakan, Bulog masih minimal menyerap gabah petani lantaran merasa masih banyak stok di gudang-gudang mereka. Bulog juga dinilai Winarno kurang kreatif mencari peluang pasar baru untuk menjalankan fungsi komersialnya.

“Selama ini kan pasar Bulog disediakan pemerintah. Bulog serap gabah kalau ada kebutuhan untuk penyaluran rastra dan sebagainya. Seharusnya cari pasar baru agar fungsi stabilisator harga Bulog juga jalan,” kata Winarno.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Tf0thq
March 20, 2019 at 01:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Tf0thq
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 19, 2019

Sambut HUT Ke-21 BUMN, Pertamina Gelar Bazar Rakyat

Pertamina menyediakan bahan pokok dan BBM dengan harga terjangkau.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- PT Pertamina (Persero) menggelar pangan murah dan Solar nonsubsidi dengan harga khusus pada acara bertajuk BUMN Berbagi dalam rangka HUT Kementerian BUMN ke 21. Pada pasar rakyat tersebut, Pertamina menyediakan sejumlah bahan pokok berupa beras, minyak goreng, gula pasir, makanan instan, serta BBM jenis Pertamina Dex dan Dexlite yang dapat dibeli masyarakat sekitar dengan harga terjangkau.

Selain menjual bahan pokok dan solar nonsubsidi, Pertamina juga menampilkan produk unggulan dari sejumlah Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan mitra binaan perusahaan khususnya yang berada di wilayah Marketing Operation Region I. Pada acara tersebut, masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dan solar nonsubsidi dengan harga khusus serta produk UMKM mitra binaan Pertamina dengan terlebih dahulu melakukan aktivasi LinkAja yang merupakan layanan keuangan berbasis elektronik hasil sinergi berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Fasilitas transaksi LinkAja digunakan sebagai upaya untuk mensosialisasikan transaksi nontunai yang sedang digalakkan Pemerintah demi kenyamanan dan keamanan masyarakat. Acara yang dihadiri Menteri BUMN, Rini Soemarno, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, Direktur Pemasaran Pertamina Retail Mas'ud Khamid dan Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Heru Setiawan ini berlangsung meriah di Lapangan Depan TBBM Siak, Provinsi Riau, Selasa (19/3).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usmah menjelaskan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat terutama dalam memperoleh kebutuhan pokok sehari-hari. “Dengan semangat BUMN Hadir Untuk Negeri, Pertamina turut memeriahkan HUT Kementerian BUMN melalui serangkaian kegiatan Corporate Social Responsibility salah satunya dengan penjualan BBM dan kebutuhan pangan sehari-hari yang harganya terjangkau,” kata Fajriyah.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TfZ36g
March 19, 2019 at 01:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TfZ36g
via IFTTT
Share:

Saturday, March 16, 2019

Pencabulan Dominasi Kasus Kekerasaan Anak di Pekanbaru

Sepanjang 2018 terdapat 42 kasus pencabulan anak.

REPUBLIKA.CO.ID,  PEKANBARU— Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Pekanbaru, Provisni Riau mencatat sebanyak 108 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah itu sepanjang 2018.

"Jumlahnya mengalami peningkatan cukup besar dibandingkan jenis kasus yang sama  2017 lalu yang hanya 74 kasus dan 2016 sebanyak 63 kasus," kata Kepala Bidang Perlindungan Anak dan Perempuan, dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pekanbaru, Sarkawi Datuak Mongguang Kayo, Jumat (16/3).

Menurut Sarkawi yang diwakili Koordinator Unit Layanan Perlidungan Perempuan dan Anak, Kota Pekanbaru Asmanidar SH, tindak kekerasan kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah ini meningkat tiap tahun, lebih karena memang kasus yang terjadi di tengah masyarakat kian meningkat.

Selain itu, katanya, masyarakat mengetahui ada lembaga yang memfasilitasi kasus-kasus seperti ini di Unit Layanan Dinas PPA Kota Pekanbaru sehingga keluarga dan korban berani melaporkan kejahatan yang merusak fsikis perempuan dan anak itu.

Dia menjabarkan, sepanjang 2018 sesuai rekap data terbanyak adalah kasus pencabulan terhadap anak yang tercatat sebanyak 42 kasus. Jumlahnya mengalami peningkatan cukup besar dibanding 2016 sebanyak 14 kasus dan 2017 sebanyak 21 kasus. 

Pemicu terjadinya kejahatan seksual terhadap anak, katanya, secara umum akibat degradasi moral pada sejumlah oknum warga, pengaruh tayangan pornografi di hp, dan yang paling miris pelakunya seringkali orang terdekat korban yang tega memangsa anak-anak.

Bicara solusinya, dia menyebutkan, setiap orang harus peduli pada anak-anak, baik anak orang lain apalagi anak sendiri. Orang tua harus menjadi sahabat dan pelindung bagi anak-anak dan siapapun harus punya kepedulian pada anak.

Sedangkan untuk kasus KDRT penyebabnya bermacam-macam, seperti karena faktor ekonomi, ada juga karena faktor lain, misalnya kurangnya kasih sayang di dalam rumah tangga.

Dia menjelaskan untuk penanganan berbagai kasusnya kekerasan terhadap ana dan perempuan tersebut, di Unit Layanan PPPA sesuai dengan kepentingan klien dan yang pasti tetap ada pendampingan hukum oleh advokat, konseling oleh psikolog dan konselor hingga dilakukan proses reintegrasi atau pemulangan korban

"Dalam penangannya kita masih menghadapi sejumlah kendala di antaranya minimnya sarana dan prasarana, dan kadang dalam proses hukum adanya intervensi dari pihak tertentu," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2W33lQa
March 16, 2019 at 01:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2W33lQa
via IFTTT
Share:

Friday, March 15, 2019

Kaidah Fikih tentang 'Cashback' dari Penggunaan Uang Virtual

Fikih mengatur ketentuan tentang 'cashback' mana yang boleh diambil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat terutama di perkotaan akrab dengan transaksi dalam jaringan (daring/online). Uang yang dipakai tidak lagi berwujud kertas, tetapi sudah virtual. Istilah yang marak untuk itu adalah uang elektronik atau e-money.

Penyedia layanan e-money juga gencar memberikan potongan harga, dengan tujuan konsumen lebih tertarik menggunakan uang virtual yang dikelolanya. Berbagai promosi tampil dalam rupa-rupa cara, termasuk kembalinya uang (cashback) ke konsumen dalam jumlah tertentu.

Bagaimana Islam memandang cashback dari penggunaan uang virtual? Menurut pakar fikih dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) Ustaz Oni Sahroni, promosi berupa cashback itu diperbolehkan dengan syarat-syarat. Dalam hal ini, cashback bisa terjadi dalam transaksi jual beli, sewa, atau bagi hasil.

"Maka cashback diperkenankan dalam Islam dengan syarat bukan modus pinjaman berbunga, dan ada kejelasan harga barang diperjualbelikan," kata Ustaz Oni Sahroni kepada Republika.co.id, Jumat (15/3).

Namun, dalam transaksi utang-piutang, ada hal yang perlu diperhatikan. Jika cashback diterima oleh si kreditor setelah dia melaksanakan syarat-syarat tertentu yang diajukan si pemberi pinjaman, maka cashback itu menjadi riba. Adapun jika tidak ada syarat-syarat yang diajukan pemberi pinjaman, kata Ustaz Oni, maka itu statusnya hadiah.

Sebagai contoh, ketika A menjual ponsel baru kepada B seharga Rp5 juta. Setelah B membayar kepada A sebesar Rp5 juta dan menerima ponsel itu, lantas A memberikan uang Rp 200 ribu kepada B. Cashback sebesar Rp 200 ribu itu merupakan hadiah, sehingga boleh diterima.

Contoh berikutnya adalah beberapa produk bank syariah, seperti tabungan berhadiah dan deposito parsel berbasis akad mudharabah (untuk nominal deposito tertentu, seperti minimal Rp1 miliar) karena tiap bulan tetap mendapatkan bagi hasil sesuai nisbah.

Nasabah pemilik modal kemudian mendapatkan cashback dengan syarat dana nasabah ditahan (hold) dalam periode tertentu. Cashback itu berasal dari dana atau keuntungan yang telah menjadi hak si pemberi cashback.

"Dalam fikih, cashback yang dibolehkan tersebut dikategorikan sebagai merelakan sebagian haknya (at-tanazul ‘anil haq) karena alasan marketing dan sejenisnya," jelas dia.

"Pada prinsipnya, dalam muamalah itu mubah kecuali ada dalil yang melarangnya. Dan hadits Rasulullah SAW: 'Kaum muslimin harus memenuhi setiap syarat (perjanjian) di antara mereka', hadits Abu Daud 3596 dan dishahihkan al-Albani," sambung Ustaz Oni.

Dia juga mengingatkan adanya fatwa DSN MUI No.86/DSN-MUI/XII/2012 tentang Hadiah dalam Penghimpunan Dana Lembaga Keuangan Syariah. Di dalamnya, memberikan sejumlah syarat. Pertama, hadiah itu tidak boleh berbentuk uang, agar tidak menjadi rekayasa praktik pinjaman berbunga.

Kedua, cashback yang diberikan peminjam dalam transaksi utang piutang, jika dipersyaratkan, akan menjadi bunga. Itu sesuai kaidah yang berbunyi, "Setiap manfaat yang diterima oleh kreditur atas jasa pinjamannya kepada debitur itu termasuk riba." Perkara itu biasanya berlangsung di bank-bank konvensional. Misalnya,

nasabah membuka deposito dengan bunga enam persen. Namun, bank akan memberikan cashback tambahan 0,5 hingga satu persen dalam bentuk tunai.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2O30fJc
March 15, 2019 at 01:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2O30fJc
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 13, 2019

Umbar Romantisme, Sepasang Kekasih di Iran Dipenjara

Sepasang kekasih tersebut terbukti melanggar hukum Islam di Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHRAN – Sepasang kekasih di Iran ditangkap Polisi pasca membuat lamaran pernikahan di hadapan publik yang dianggap menyinggung Islam.

Video lamaran pernikahan itu pun viral setelah diunggah ke media sosial. Dalam video itu, seorang pemuda memasangkan cincin pada jari pasangannya di sebuah pusat perbelanjaan di Arak, Tehran, Iran. 

Otoritas Iran pun mengecam hal itu karena dianggap bertentangan dengan doktrin Islam yang berlaku di negara itu.  

“Pasangan itu pun kemudian ditangkap oleh polisi karena dianggap melanggar hukum negara tentang kesopanan publik,” seperti dilansir Daily Mail pada Selasa (12/3).

Dalam video itu, pria yang tak disebutkan namanya berdiri membawa cincin berbentuk hati, sementara sang perempuan menatapnya.

Perempuan itu kemudian mengatakan "ya" atas  lamaran pernikahan itu, kekasihnya pun sangat gembira dan memasangkan cincin itu pada jarinya. Pasangan itu lantas saling berpelukan sementara penonton bersorak dan bertepuk tangan atas hubungan romantis pasangan itu. 

Namun setelah video itu viral di media sosial, pasangan itu pun ditangkap polisi karena dianggap melanggar aturan Islam yang berlaku di Iran.

Wakil Kepala Kepolisian Arak, Mostafa Norouzi,  mengatakan pelanggaran pasangan muda itu sudah sangat jelas dan tidak perlu diterangkan lagi.

Dia menambahkan, perilaku sepasang kekasih itu tidak dapat diterima dan mengabaikan adat istiadat, budaya, dan agama.  

Menurut hukum Islam yang berlaku di Iran, pria dan wanita dilarang menunjukan kemesraan di hadapan umum, negara itu menganggapnya sebagai pengaruh Barat. Hukum di negara itu pun melarang ciuman dan menari di depan umum.  

Ini bukan pertama kalinya warga di Iran ditangkap karena melanggar undang-undang tentang kesopanan publik.

Pada 2018, seorang remaja bernama Maedeh Hojabri menyebabkan kemarahan setelah memposting video dirinya di Instagram yang sedang menari musik pop dan rap Barat dan Iran.

Setelah penangkapan gadis muda itu, para wanita turun ke jalan. Sebagai protes mereka membuat video diri sendiri  yang sedang menari di depan umum. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TwIFU2
March 13, 2019 at 01:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TwIFU2
via IFTTT
Share:

Monday, March 4, 2019

Kemarau Pertama Dialami Sumatra dan Kalimantan Wilayah Ini

Tak hanya kemarau, BMKG juga mendeteksi titik panas (hotspot) karhutla.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau periode kemarau pertama di Indonesia. Wilayah pertama yang mengalami kemarau diperkirakan di Pesisir Sumatra bagian Tengah dan Kalimantan bagian Barat.

Peta analisis hari tanpa hujan berurutan di Sumatra menunjukkan sejumlah wilayah terindikasi mengalami hari kering. Kepala Bagian Humas BMKG Akhmad Taufan Maulana mengatakan wilayah itu di antaranya pesisir timur Aceh dan Sumatra Utara terindikasi mengalami hari kering berurutan enam sampai 20 hari yang dikategorikan pendek dan menengah. 

"Bahkan di Riau, hari tanpa hujan kategori panjang yaitu 21-30 hari telah terjadi di Rangsang, Rangsang Pesisir, dan daerah Tebing Tinggi," ujarnya, Selasa (5/3).

Tak hanya kemarau, BMKG juga mendeteksi titik panas (hotspot) karhutla. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menambahkan, berdasarkan citra satelit, terpantau titik panas (hotspot) per provinsi 10 hari terakhir terdapat peningkatan titik panas di wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah. 

Sementara untuk wilayah Riau, Sumatera Utara, dan Gorontalo, jumlah titik panas tergolong stabil. Tentunya, Dwikorita melanjutkan, potensi ini memicu terjadinya karhutla di wilayah Sumatra dan Kalimantan Timur.

Sebagai langkah kesiapsiagaan BMKG, Dwikorita mengaku pihaknya melakukan koordinasi dengan UPT BMKG di wilayah Riau untuk meningkatkan mitigasi dampak risiko dari karhutla. Hal ini mengingat adanya SK Gubernur yang menyatakan kantor Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru masuk ke dalam Tim Respons Cepat sebagai koordinator analisis data.

Lebih lanjut, Dwikorita berharap BMKG Pekanbaru lebih rutin menginformasikan kondisi cuaca serta titik-titik hotspot melalui WAG PUSKODALOPS dan 17 WAG lainnya. "Perlu digencarkan penyebaran informasi melalui kanal media baik media massa khususnya elektronik maupun media sosial," ujar Dwikorita.

Ia menambahkan, BMKG berkomitmen harus meningkatkan kualitas baik dalam penyampaian informasi, serta sebagai pelaku penggerak agar Tim Respons Cepat (TRC) dapat melakukan tindakan sedini mungkin guna meminimalkan korban dan dampak resiko karhutla.

Kepala BMKG bersama kepala BNPB, kepala BPPT, Gubernur Riau, Bupati Bengkalis, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Restorasi Gambut, Dandim, Kapolres, Kalaksa, dan BBBD, melakukan koordinasi untuk memperkuat mitigasi dalam penanggulangan potensi karhutla di Provinsi Riau. Pada kegiatan ini dilakukan meluncurkan teknologi modifikasi cuaca, rapat koordinasi kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman karhutla di Kabupaten Bengkalis, dan meninjau posko siaga bencana karhutla di Kabupaten Bengkalis.

Selanjutnya, Dwikorita menuturkan, pada Agustus 2018 lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla telah meluncurkan Geohotspot 4.0. Geohotspot ini, imbuh Dwikorita, menggunakan satelit Himawari yang dilengkapi satelit Tera Aqua yang mendukung informasi hotspot

Dengan geohotspot, Dwikorita menyebut data peyajian informasi hotspot yang sebelumnya hanya bisa diperbarui setiap enam jam dan baru bisa disampaikan setelah 24 jam, saat ini bisa diperbarui menjadi setiap 10 menit.

"Sehingga informasi terkait hotspot dapat disampaikan secara real time," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ExgUAv
March 05, 2019 at 01:58PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ExgUAv
via IFTTT
Share: