Showing posts with label 2018 at 03:42PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 03:42PM. Show all posts

Saturday, December 8, 2018

SD Qur'an Ar Risalah Raih Peringkat "A"*

SD Qu Ar Risalah mendapatkan predikat 'unggul' dengan nilai 92.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Sekolah Dasar Qur'an (SD Qu) Ar Risalah Padang berhasil meraih nilai akreditasi terbaik dengan peringkat "A". Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh tim assesor Badan Akreditasi Nasional-Sekolah & Madrasah (BAN-SM) pada 7 dan 8 November 2018 lalu, SD Qu Ar Risalah mendapatkan predikat 'unggul' dengan nilai 92.

"Ini merupakan  sebuah pencapaian yang gemilang untuk akreditasi perdana bagi SD Qu Ar Risalah, sekolah dasar berbasis Al Qur'an," kata Kepala SD Qu Ar Risalah, Marjoni SPdI dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (8/12). 

Ia menambahkan, akreditasi ini merupakan anugerah Allah SWT bagi institusi pendidikan Islam khususnya Ar Risalah.  Tentunya, juga hasil kerja keras semua pihak dalam mewujudkan SD Qu Ar Risalah sebagai lembaga pendidikan terbaik yang qur'ani, berkarakter dan berprestasi.

"Alhamdulillah, tim assesor terlihat puas dan senang dengan program-program kami. Baik dalam pelaksanaan program dinas pendidikan, program Al Qur'an maupun perolehan prestasi kami. Begitu juga dengan fasilitas yang kami miliki. Kami  memang menampilkan apa adanya saja, tidak mengada-ada atau dipaksakan," ungkap Marjoni. 

Ia mengatakan, prestasi tersebut persembahkan untuk keluarga besar Yayasan Waqaf Ar Risalah, untuk siapapun yang akan bergabung dengan Ar Risalah, dan untuk dunia pendidikan pada umumnya. “Semoga ke depan SD Qu Ar Risalah bisa lebih baik lagi," imbuhnya.

SD Qur'an Ar Risalah Padang merupakan lembaga pendidikan berbasis Al Qur'an di bawah naungan Yayasan Waqaf Ar Risalah, Sumatera Barat. Saat ini peserta didik SD Qu Ar Risalah berjumlah 417 siswa dan sudah menamatkan 1 angkatan. Sekolah yang beralamat di Air Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang  tersebut sudah dilengkapi dengan fasilitas gedung belajar milik sendiri, klinik, ambulance, dan fasilitas antar-jemput bagi siswa khusus di area kota Padang.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E80lMP
December 08, 2018 at 03:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E80lMP
via IFTTT
Share:

Alumni Timur Tengah Bersinergi Jaga Kesatuan Bangsa

Semenjak demokrasi diterapkan kondisi Indonesia mulai tak stabil.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok menggelar seminar kebangsaan dengan tema "Peran Alumni Timur Tengah dalam Meneguhkan Oslam Berwawasan Kebangsaan", pada Sabtu (8/12) di Depok, Jawa Barat. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yang juga merupakan alumni universitas ternama di Timur Tengah.

Wakil Direktur Eksekutif International Conference of Islamic Schoars (ICIS) Hariri Makmun menganggap, semenjak demokrasi diterapkan sebagai sistem bernegara, kondisi Indonesia mulai tidak stabil. Ditambah dengan pandangan yang menurutnya semakin liberal paska reformasi.

“Sistem yang berlaku di Indonesia banyak yang bertentangan dengan Pancasila dan cenderung merusak nilai Pancasila,” kata Hariri saat menyampaikan materi tentang Kebangsaan di depan santri Pesantren Al-Hikam Depok, Sabtu (8/12).

Dia menjelaskan, berkembangnya paham komunis juga menjadi salah satu ancaman yang terus mengintai keutuhan Pancasila. Meski kini kelompok komunis di Indonesia dianggap telah punah, namun berbeda dengan pandangan dan cara pikir yang bisa saja semakin meluas.

Selain itu, pandangan ekstremis suatu pemeluk agama, kata Hariri juga dapat menjadi alasan pemecah persatuan. Anggapan bahwa hanya agamanya yang benar, sedangkan agama lainnya salah, tentu berpotensi menimbulkan perpecahan.

“Pandangan sekularisme juga dapat menjadi alasan pecahnya kesatuan bangsa,” tambah dia.

Dia mengingatkan, meski merupakan negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia, Indonesia bukanlah negara Islam. Walaupun dasar hukum dan ideologi Indonesia banyak yang merujuk pada falsafah Islam.

Jika melihat kondisi bangsa saat ini, upaya pengislaman negara telah menjadi impian hampir seluruh kelompok garis keras, dan pandangan wasatiyah dianggap berpihak pada pemerintah. Menurut Hariri, hal inilah yang perlu dikaji lebih dalam, dan mengingat bagaimana perjuangan para pendiri bangsa.

“Maka jika ideologi Indonesia berubah menjadi negara Islam, maka tentu tidak akan jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Mesir, di mana perpecahan dan konflik terjadi di mana-mana,” kata dia.

“Jadi yang terpenting saat Ini adalah bagaimana menjaga ideologi yang telah dirumuskan para pendiri bangsa dahulu,” lanjut Hariri.

Pembina Al-Ghana Institute, Habib Hamid bin Ja’far Al Qadri beranggapan konflik dan keributan yang kerap terjadi di Indonesia tidak akan lepas dari pengaruh perdebatan global. Dia juga mengganggap, setiap konflik yang terjadi merupakan proses alam untuk mencapai suatu kondisi yang indah.

“Maka dalam perspektif ini menganggap bahwa apa yang terjadi adalah sebuah sunatullah yang wajar saja terjadi,” kata Habib Hamid.

Wakil Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Ikhwanul Kiram Mashuri mengatakan, jika berbicara mengenai kebangsaan, tentu tidak akan lepas dari sosok KH Hasyim Muzadi. KH Hasyim Muzadi, bagi Ikhwanul merupakan panutan dari penerapan sistem kerukunan beragama.

Salah satu ilmu yang pernah disampaikan KH Hasyim adalah pandangan umat Muslim bahwa Islam adalah agama terbaik. Meski begitu, pemeluk agama lain juga berhak berpandangan bahwa agama mereka adalah agama terbaik.

“KH Hasyim Muzadi selalu berpesan, sebagai umat Muslim, pada saat berhadapan dengan pemeluk agama lain, maka kita harus menghormati pendapat mereka mengenai agama mereka,” ujar mantan pemimpin Redaksi Harian Republika itu.

Ikhwanul menjelaskan, selama menuntut ilmu di Timur Tengah, tidak pernah dia temui ada seorang mahasiswa atau pelajar Indonesia yang sengaja mengikuti kelompok garis keras. Hal ini tentu menyadarkan, bahwa Timur Tengah dapat terus menjadi destinasi pendidikan yang baik bagi pelajar Indonesia.

Dia juga mengganggap, selama ini para alumni Timur Tengah, yang kebanyakan berpemikiran wasatiyah, jarang ditemui keberadaannya. Mengingat kurangnya eksistensi para alumni dalam berdakwah, baik secara langsung maupun melalui media mainstream.

“Panggung dakwah itu tidak dikuasai oleh kita, dan justru dikuasai oleh ulama non wasatiyah. Kenapa? Karena kita ini tidak terorganisir. Berbeda dengan kelompok garis keras yang sangat terorganisir peredarannya,” kata Ikhwanul.

“Kesimpulan saya, kita (alumni Timur Tengah) harus berdakwah dengan konsep yang matang dan teroganisir, bukan dengan cara sendiri-sendiri,” lanjut dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EmyuJV
December 08, 2018 at 03:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EmyuJV
via IFTTT
Share:

Empat Orang Jadi Korban Longsor Pacita

Proses evakuasi melibatkan 200 personel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hujan lebat melanda Pacitan Provinsi Jawa Timur pada Jumat (7/12) malam. Hujan yang mengguyur sejak pukul 20.30 WIB mengakibatkan tanah longsor dan menimbun empat orang warga Kecamatan Kebonagung, Pacitan. 

“Banjir dan Longsor semalam di Kebonagung Pacitan menyebabkan empat orang hilang dan 236 warga mengungsi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (8/12).  

Sutopo menjelaskan, hujan deras pada Jumat malam membuat air sungai di Pacitan meluap. Akibatnya sungai tidak mampu menampung debit air dan mulai masuk ke pemukiman warga di Desa Purwoasri, Desa Kayen, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan. 

“Ketinggian air yang masuk di pemukiman warga antara 30 sentimeter (cm) sampai 50 cm, sehingga banyak warga yang memilih mengungsi malam itu,” kata Sutopo.

Sutopo merincikan, dari Dusun Jelok, Desa Kayen, Kecamatan Kebonagung, sebanyak 217 orang yang mengungsi, dari Dusun Wetih, Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung, mengungsi di rumah warga empat orang. Kemudian dari Dusun Krajan, Desa Sirnoboyo, Kec. Pacitan, pengungsi di Rumah Warga terdapat tiga orang dan dari Dusun Jambu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, pengungsi di Balai Desa Sidomulyo sebanyak 12 orang.

Sedangkan empat warga yang hilang diduga tertimbun longsor, lanjut Sutopo, saat ini masih dilakukan proses evakuasi. Evakuasi dilakukan oleh tim Basarnas dengan lokasi pencarian di Dusun jambu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung.

“Identitas empat warga yang hilang adalah Misgiman (62), Sogirah (46), Bogiyem (72), dan Katinem (58),” kata Sutopo.

BPBD Pacitan sambung Sutopo, menjadi komando untuk melakukan upaya darurat bersama aparat gabungan yakni TNI, Polri, Basarnas, Babinsa Babinkamtibmas, Tagana, Dinkes, Dinsos, Banser, potensi SAR dan relawan. Personel gabungan ini bahu membahu membantu melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir dan longsor.

“Lebih dari 200 personel terlibat penanganan,” kata dia.

Selain proses evakuasi, BPBD Provinsi Jatim sesuai arahan Gubernur juga mengirimkan bantuan makanan dan alat-alat lainnya. Yakni berupa makanan siap saji 300 kaleng, Glangsing 2.000 lembar, alat kebersihan, baju layak pakai, beras dan mie Instan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EatkQh
December 08, 2018 at 03:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EatkQh
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Pelatih Persib Komentari Final Copa Libertadores

Gomez mengakui hal tersebut menambah citra buruk sepak bola Argentina.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pelatih Persib Bandung Mario Gomez mengomentari laga final Cop Libertadores antara Rivel Plate dan Boca Juniors. Gomez adalah pelatih asal Argentina yang juga mengetahui kuatnya rivalitas kedua tim ini.

Gomez menyayangkan kejadian pelemparan pada bus Boca Juniors pekan lalu. Hal tersebut menyebabkan pertandingan final leg kedua diundur dan dipindahkan ke luar Argentina.

"Itu sangat memalukan, karena itu tidak baik untuk sepak bola Argentina. Tidak hanya untuk pertandingannya, tapi juga untuk para pemain," kata Gomez di SPOrT Jabar, Kota Bandung, Kamis (29/11).

Gomez mengakui kejadian tersebut sempat tidak pernah terjadi lagi. Namun dia menilai hal tersebut terjadi karena pertemuan keduanya dalam laga final. "Karena ketika pemain datang ke stadion mereka menggunakan bus. Sebelumnya tidak pernah terjadi apa-apa, tapi yang terakhir ini tidak bagus dan memalukan," jelasnya.

Selama beberapa tahun terakhir, Gomez menghabiskan waktunya berkeliling Asia. Selama itu pula ia tidak terlalu mengikuti perkembangan sepak bola Argentina. "Dahulu memang sempat beberapa kali terjadi. Tapi setahun ke belakang ini tidak ada, saya tidak tahu karena saya tidak ada di sana. Tapi semenjak saya di sini, saya belum pernah mendengar kejadian itu," katanya.

Gomez berharap kebiasaan tersebut harus dihilangkan. Karena, rivalitas pertandingan hanya ada di lapangan dan kedua pendukung menonton 'pertunjukan' sepak bola itu. "Saya juga sering berbicara, karena ini untuk masa depan yang lebih baik dan kedamaian saat perhelatan besar seperti ini," tegasnya.

Gomez mengakui hal tersebut menambah citra buruk sepak bola Argentina. Karena, selain beberapa kali terjadi hal serupa, pendukung sepak bola Argentina juga kerap kali membuat masalah pada saat Piala Dunia 2018 beberapa waktu lalu. "Tapi kalau seperti ini tentu tidak bagus untuk Argentina. Saya sangat malu dan sedih karena situasi ini."

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KMuUZW
November 30, 2018 at 03:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2KMuUZW
via IFTTT
Share:

Thursday, November 29, 2018

Jangan Terjadi Politisasi Agama di Reuni 212

Dalam bingkai NKRI, agama sebaiknya dijadikan sebagai inspirasi bukan aspirasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Robikin Emhas menanggapi rencana digelarnya Reuni Akbar Muhajid 212 pada 2 Desember mendatang. Dia mengatakan, jangan terjadi politisasi agama dalam Reuni 212. "Dalam bingkai NKRI, mari jadikan agama sebagai inspirasi bukan aspirasi," kata KH Robikin melalui keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (29/11).

Ia mengajak agar menjadikan agama untuk memuliakan harkat dan martabat kemanusiaan. Supaya meningkatkan etos kerja dan daya saing sebagai bangsa serta mempertinggi peradaban dunia. Jangan menempatkan agama sebagai alat meraih suara dalam politik electoral.

Ia menyampaikan, kalau kegiatan Reuni 212 dimaksudkan sebagai ajang silaturrahim, maka silakan saja. Itu bagian dari upaya mempererat persaudaraan di antara sesama umat Islam (ukhuwah islamiyah). Sebab silaturrahim atau mempererat tali persaudaraan adalah perintah agama. 

Tentu hal itu harus dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi adab dan tata cara bersilaturrahim. "Oleh karena itu tolong jaga ucapan dan tindakan, jaga ketertiban dan jangan mengungkapkan kalimat yang dapat dimaknai sebagai ujaran kebencian, serta jangan ada adu domba," ujarnya.

KH Robikin mengatakan, upaya memperkokoh ukhuwah Islamiyah tidak boleh diciderai dengan melakukan tindakan-tindakan yang berpotensi merusak harmoni sosial sebagai sesama warga negara (ukhuwah wathaniyah) maupun warga dunia sebagai sesama anak manusia (ukhuwah insaniyah). Dia menebgaskan, jangan sampai niat baik mempererat silaturahim, meningkatkan ukhuwah Islamiyah dalam forum Reuni 212 justru merusak ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah.

"Tiga matra persaudaraan (ukhuwah) tersebut harus berada dalam satu tarikan nafas, tidak boleh dipilah dan hanya diambil salah satunya," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KH4Tv0
November 29, 2018 at 03:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2KH4Tv0
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

Penyerapan CBP Bisa Lebih Tinggi dengan Skema Baru

Bulog dapat melaksanakan tugas penyerapan CBP meski harga gabah sedang tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menyiapkan skema baru penyerapan cadangan beras pemerintah (CBP). Upaya tersebut untuk mempermudah Perum Bulog dalam melaksanakan tugas penyerapan gabah dan menjaga kondisi keuangannya. 

"Untuk CBP ini soal pembiayaannya itu tadinya selalu dijumlah semuanya dulu baru diperhitungkan dan disetor uangnya," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta pada Rabu (28/11).  

Darmin mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi, pemerintah akan memperhitungkan selisih biaya dan pendapatan Bulog dalam setiap pembelian maupun penjualan serta operasi pasar beras. Selisih tersebut yang kemudian akan ditutup oleh APBN agar Bulog tidak merugi.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu mengatakan, skema baru itu akan berlaku pada 2019. Dengan skema tersebut, diharapkan penyerapan CBP bisa lebih tinggi meski menggunakan jumlah dana yang sama.

"Kalau uangnya Rp 2,5 triliun mungkin transaksi Rp 30 triliun pun bisa dibiayai dengan ini. Kalau tadinya tidak, ya Rp 2,5 triliun saja," kata Darmin.

Demi mendukung skema tersebut, pemerintah juga berencana melonggarkan aturan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah yang jadi acuan dalam penyerapan Bulog. Darmin menyebut, Bulog merekomendasikan untuk menghapus aturan HPP gabah. Sehingga, Bulog dapat melaksanakan tugas penyerapan CBP meski harga gabah sedang tinggi. Kendati demikian, Darmin mengingatkan Bulog lantaran hal itu rentan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kita sepakat meniadakan harga patokan pembelian karena Bulog bilang berani. Kalau (gabah) mahal dia beli mahal, kalau murah dia beli murah. Nanti diaudit (BPK)," kata Darmin.

Sebelumnya, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menyampaikan akan ada skema baru penyerapan CBP oleh Bulog. "Pengelolaan CBP jadi ditentukan akan diberlakukan dalam sistem selisih. Jadi yang dibayar pemerintah adalah misalnya kalau Bulog beli beras Rp 8.500 kemudian dia jual Rp 8.100. Itu selisihnya dibayar pemerintah. Kalau selama ini kan semua milik pemerintah," kata Agung di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada Selasa (27/11). 

Agung mengatakan, skema tersebut diharapkan bisa mulai berlaku pada 2019. Dia menyebut, Kementerian Pertanian sudah menyiapkan payung regulasi berupa Peraturan Menteri Pertanian (Permentan). 

"Permenko (Peraturan Menko Perekonomian) juga sudah selesai, tinggal tunggu Permenkeu (Peraturan Menteri Keuangan). Di kami sudah disepakati pekan depan selesai," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Sn0kZt
November 28, 2018 at 03:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Sn0kZt
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Ukraina Resmikan Darurat Militer

Rusia melepaskan tembakan ke tiga kapal angkatan laut Ukraina di Selat Kerch.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Parlemen Ukraina menyetujui pemberlakuan darurat militer selama 30 hari pada Senin (26/11). Hal itu dilakukan setelah tiga kapal angkatan laut Ukraina ditembak dan disita Rusia.

Seperti dilaporkan laman Kyiv Post, dari 330 anggota parlemen yang hadir, 276 di antaranya mendukung dekrit Presiden Ukraina Petro Poroshenko untuk memberlakukan darurat militer. Masa darurat militer selama 30 hari akan dimulai pada Rabu (28/11).

Penerapan darurat militer akan mencakup beberapa daerah antara lain Vinnytsia, Luhansk, Donetsk, Zaporizhzhia, Mykolayiv, Odesa, Sumy, Chernihiv, Kharkiv, dan Kherson. Militer Ukraina memiliki wewenang untuk mengambil alih kontrol wilayah tersebut dan membatasi hak-hak sipil serta politik warganya.

Parlemen Ukraina menyetujui resolusi yang mendesak Barat menghentikan agresi Rusia dan memberikan bantuan militer kepada Kiev. Parlemen Ukraina pun menginginkan agar Barat mengutus pengamat serta kapal perang ke Laut Hitam serta Laut Azov.

Pada Ahad (25/11), Rusia melepaskan tembakan ke tiga kapal angkatan laut Ukraina di Selat Kerch. Moskow mengklaim hal itu dilakukan karena ketiga kapal sengaja melakukan provokasi. Rusia akhirnya menawan ketiga kapal tersebut bersama 23 awaknya.

Baca juga, Rusia Tembaki Kapal Ukraina.

Ukraina menyangkal klaim Rusia. Menurut Kiev, pihaknya telah memberitahu Rusia tentang rute yang akan dilintasi ketiga kapal miliknya. Ukraina mengatakan, kapal-kapal tersebut yang hendak menuju Laut Azov, memang harus melewati Selat Kerch.

Pascakejadian itu, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) meminta Rusia dan Ukraina menahan diri guna menghindari eskalasi lebih lanjut. Sementara Polandia mengecam tindakan agresi Rusia. Warsawa menilai apa yang dilakukan Rusia telah melanggar hukum internasional.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2r90tUI
November 27, 2018 at 03:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2r90tUI
via IFTTT
Share:

Sunday, November 25, 2018

Imam Nahrawi Minta Dahnil Cari Motif Pelapor Kasus Kemah

Imam meminta Dahnil untuk mencari tahu siapa pelapor dan motifnya

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku sudah bertemu dengan Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Pada pertemuan tersebut juga dibahas mengenai bergulirnya kasus dugaan korupsi kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia tahun anggaran 2017.

"Saya gak tahu, tapi Bang Dahnil sudah menyampaikan kepada saya, bahwa ini mungkin atmosfer yang terjadi menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah," kata Imam ditemui di Surabaya, Ahad (25/11).

Imam pun mengaku sudah meminta Dahnil untuk mencari tahu siapa pelapornya, dan apa motif dibalik pelaporannya tersebut. Karena ini menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah, Imam tidak ingin muncul tuduhan atau muncul suatu isu yang tidak penting untuk dipublikasikan.

"Yang paling penting cari pelapornya dulu, motifnya apa di balik ini semua. Kalau motifnya internal, tapi kenapa kemudian kok dibesarkan seperti sekarang," ujar Imam.

(Baca: Menpora tak Tahu Pemuda Muhammadiyah Kembalikan Uang Rp 2 M)

Imam kembali menegaskan, berdasarkan obrolannya dengan Dahnil Anzar, kasus tersebut dibesar-besarkan diduga berkaitan dengan akan digelarnya Muktamar Pemuda Muhammadiyah. Tujuannya untuk menjegal salah satu calon dan mendorong calon yang didorong pihak lainnya.

"Yang pasti silahkan tanya Pak Dahnil. Pak Dahnil kemarin sudah membuka file kepada saya, memang menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah ini ada calon yang didorong oleh pihak lain," kata Imam.

Imam merasa kasus tersebut tidak semestinya bergulir lantaran tidak ada yang salah dalam pendanaan kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia. Bahkan saat diaudit oleh BPK, tidak ditemukan adanya penyelewengan dana dalam kegiatan tersebut.

"Semua sudah sesuai prosedur dan nyatanya dana pun sudah diberikan, baik kepada Pemuda Muhammadiyah, maupun kepada Gerakan Pemuda Anshor, dan semua sudah dipertanggungjawabkan. Dulu pemeriksaan waktu itu tidak ada apa pun dari BPK. Kemudian tiba-tiba sekarang menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah muncul isu seperti itu," kata Imam.

Kasus dugaan korupsi kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia tahun anggaran 2017 tiba-tiba ramai setelah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan. Di tingkat penyidikan, polisi telah memanggil Dahnil Anzar, dan ketua panitia acara kemah Ahmad Fanani.

Kasus ini bermula dari laporan sejumlah pihak yang mengaku mengetahui secara langsung penggunaan anggaran kegiatan yang menggunakan dana APBN Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) RI tahun anggaran 2017 tersebut. Laporan tersebut menjadi dasar polisi untuk melakukan penyelidikan hingga penyidikan kasus ini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S9J1L6
November 25, 2018 at 03:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S9J1L6
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

'BIN dan Ormas Islam Perlu Samakan Persepsi Soal Radikal'

Penyamaan persepsi tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antarumat Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemaparan Badan Intelejen Negara (BIN) terkait 41 masjid yang diduga terpapar paham radikal menjadi polemik di masyarakat. Salah satu yang menjadi persoalan adalah definisi paham radikal yang berbeda antara BIN dan beberapa ormas Islam.

Ketua Umum Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Muhammad Siddiq mengimbau kepada BIN untuk menyamakan persepsi dan definisi radikalisme bersama ormas Islam. Penyamaan persepsi tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan penafsiran di antara umat Islam sendiri.

"Jangan sampai yang disampaikan adalah dakwah Islam, tapi yang ditangkap oleh BIN malah menyebarkan radikalisme di masjid," kata Siddiq kepada wartawan, Sabtu (24/11).

Kesalahan pemahaman soal paham radikal ini, menurut Siddiq sangat mungkin terjadi. Karena tidak semua petugas atau aparat di BIN memahami Islam secara utuh. Terlebih apabila definisi radikalisme diambil dari penafsiran dari luar atau non-Muslim yang tidak paham agama Islam."Karena Islam itu pesannya universal, bukan hanya sekadar menyuruh shalat dan puasa saja. Banyak aspek kehidupan lain yang harus dipahami secara menyeluruh dari ajaran Islam, termasuk dalam aspek politik dan pemerintahan," tegasnya.

Karena itu, Siddiq yang juga Ketua Majelis Ormas Islam (MOI), menegaskan perlunya kesepakatan dengan ormas Islam soal definisi radikalisme tersebut. Apalagi, menurut dia, selama ini tidak ada kesepakatan bersama antara semua ormas Ispam, seperti apa sebenarnya radikalisme untuk di Indonesia. Akibatnya yang terjadi pengelompokan radikal atau tidak hanya sepihak saja.

Siddiq mengambil pelajaran atas apa yang sering dialami DDII saat melakukan aktivitas di beberapa daerah. Salah satunya ketika dicap radikal, padahal dai-dai dari DDII hanya berusaha membendung berbagai kegiatan pemurtadan di beberapa daerah. "Kita membela, membentengi dan menjaga dakwah ini, tapi itu bisa didefinisikan beberapa pihak sebagai radikal," kata dia.

Terkait data 41 masjid yang diklaim BIN sudah terpapar radikal, DDII berharap BIN bisa mengungkapkan masjid mana saja yang dianggap telah berpaham radikal tersebut. Tujuannya agar umat Islam bersama ormas-ormas Islam juga bisa melakukan pembinaan.

Ia khawatir kalau itu hanya dilempar ke publik umat Islam, tanpa disebutkan masjid mana saja. Justru cara seperti itu menimbulkan kekhawatiran umat Islam untuk beribadah di beberapa masjid. Ini dinilaian mengganggu ketenangan umat Islam beribadah. Bahkan hingga memunculkan perpecahan dan kegaduhan.

Ke depan DDII berharap kepada BIN jangan asal lempar pernyataan soal kelompok radikal, tanpa berkoordinasi dengan mayoritas ormas ormas Islam. Walaupun Siddiq yakin data BIN tersebut bisa terverifikasi, namun pernyataan seperti itu berpotensi memunculkan saling curiga dan kegaduhan di tengah umat Islam.

"Sudah cukup yang kemarin jangan diulangi lagi seperti itu. Kalaupun perlu disampaikan ajak bicara ormas Islam agar tidak menimbulkan kegaduhan dan perpecahan," kata Siddiq.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qg4WTr
November 24, 2018 at 03:42PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Qg4WTr
via IFTTT
Share: