Showing posts with label 2019 at 12:07AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 12:07AM. Show all posts

Saturday, April 13, 2019

Vettel Bantah Jadi Penyebab 'Gagalnya' Verstappen

Verstappen dianggap salah strategi dalam memanfaatkan waktu.

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- Pembalap F1 tim Scuderria Ferrari, Sebastian Vettel, membantah dirinya menjadi penyebab rivalnya, Max Verstappen, gagal meraih tempat teratas pada kualifikasi GP Cina di Sirkuit Shanghai, Sabtu (13/4). Menurut Vettel, ia tak menghalangi laju mobil Verstappen.

Ketika mobilnya berjalan lambat, Vettel menyebut dirinya hal tersebut dilakukan menunggu start kualifikasi ketiga. "Tim mengatakan saya masih ada 10 detik untuk menunggu start berikutnya. Lalu saya berpikir untuk melakukan itu (melambatkan mobil)," kata Vettel seperti dikutip dari Crash.

Vettel menilai, catatan kualifikasi yang diraih Verstappen adalah hasil dari kesalahannya sendiri. Ia menyebut Verstappen salah strategi dalam memanfaatkan waktu. "Dia (Verstappen) tidak memperhatikan waktu. Saya pikir semua pembalap seharusnya memiliki cara sendiri untuk memanfaatkan waktu," ucapnya.

Sebelumnya, Verstappen merasa kesal karena hanya finis di tempat kelima dalam kualifikasi. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh insiden ketika dirinya terhalang oleh antrean mobil di depannya yang melambat. "Saya mengikuti Ferrari di belakangnya. Bisa saja saya membalap mereka, tapi itu tidak elok dilakukan dalam kualifikasi," ujarnya.

Atas raihannya itu, Verstappen memilih untuk terus menjalani balapan yang akan digelar meskipun dengan hati geram. "Saya enggan berharap, tentu karena hasil (kualifikasi) pun sudah terlihat," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2v0p0NF
April 14, 2019 at 12:07AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2v0p0NF
via IFTTT
Share:

Kampanye GBK, Erick Nilai Massa 01 Lima Kali Lipat Massa 02

Erick Thohir menilai jumlah massa Konser Putih Bersatu dahsyat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Thohir, mengatakan, jumlah massa yang hadir pada kampanye akbar Joko Widodo-Maruf di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dahsyat. Erick tak mau hitung-hitungan berapa jumlah pasti massa yang datang, tapi ia yakin jumlahnya lima kali lipat daripada massa yang hadir pada kegiatan kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di tempat yang sama.

"Kita juga dibilang tidak bisa memenuhkan GBK, hari ini terbukti bukan hanya GBK, kita penuhi sampai HI. Bahkan lebih dari HI. Kalau dilihat jumlahnya dahsyat. Tidak usah hitung berapa, yang jelas lebih dari lima kali lipat," tutur Erick di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4).

Ia juga menerangkan, terkait kritik terhadap Jokowi soal janji pertumbuhan ekonomi, yang Jokowi lakukan selama menjabat presiden adalah mementingkan banyak pihak. Jokowi, kata dia, membangun daerah terpencil dan tidak hanya membangun di Pulau Jawa saja.

"Itu risiko pasti pertumbuhan tidak tujuh persen tetapi lima persen. Tetapi pertumbuhan lima persen ini jauh lebih sehat dari tujuh persen. Kalau tujuh persen hanya dapat bagian-bagian tertentu," jelasnya.

Erick mengatakan, program-program yang Jokowi lakukan merupakan program yang sangat merakyat. Program yang langsung menyentuh rakyat. Gemar blusukan menjadi salah satu alasan mengapa Jokowi bisa membuat program yang merakyat. Karena itu, ia heran melihat pihak lain justru mengatakan apa yang dilakukan Jokowi hanya untuk kaum elite saja.

"Saya percaya program yang Pak Jokowi lakukan ini luar biasa, bagaimana langsung menyentuh rakyat. Beliau bukan tipe ABS. Beliau kenapa blusukan, karena ingin mengecek apa yang terjadi di program-program itu. Bukan kebolak balik nih," terangnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2P7iZYA
April 14, 2019 at 12:07AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2P7iZYA
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 3, 2019

Menhan Sebut Pertahanan Indonesia Terkuat di Asia Tenggara

Di hadapan prajurit TNI, Menhan sebut pertahanan NKRI nomor satu di Asia Tenggara.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengungkapkan bahwa pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) termasuk kuat. Ia mengatakan pertahanan Indonesia bahkan merupakan nomor satu di Asia Tenggara.

Menhan mengatakan hal itu saat mengunjungi Makorem 043/Gatam dalam rangka memberikan pengarahan kepada prajurit TNI dan PNS jajaran Makorem, di Bandarlampung, Rabu. Ia mengungkapkan, ia  pernah diwawancarai di Amerika dan mengatakan bahwa pertahanan Indonesia adalah yang terkuat di Asia Tenggara.

"Artinya itu omongan netral dan yang bertanya juga tidak tahu siapa-siapa," katanya.

Saat mengunjungi Makorem, Menhan memberikan pembekalan terkait masalah pertahanan kepada prajurit. Pengetahuan itu diperlukan agar prajurit dalam melaksanakan tugasnya dapat memahami tentang pertahanan negara.

Menhan datang ke Makorem 043/Gatam bersama rombongan diantaranya Letjen TNI (Purn) M Thamrin Marzuki, Brigjen TNI Tandiyo Budi Revita, Dir Bela Negara Brigjen TNI Toto Sugiharto, Kapuskompublik Brigjen TNI Iroth Sonny Edhi, Karo TU, Protokol Kolonel Inf Jubei Levianto, Kabag Pam Kolonel Inf Wahyuddin, dan Kabag Protokol serta rombongan lainnya. Kedatangan Menhan RI tersebut disambut langsung oleh Danrem 043/Gatam Kolenel Taufiq Hanafi berserta jajaran Makorem 043/Gatam.

Dalam acara Debat Capres pada Sabtu (30/3), calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengatakan salah satu penyebab lemahnya pertahanan ialah tidak adanya uang yang dimiliki Indonesia. Bahkan, harta kekayaan negara justru banyak yang tidak berada di Indonesia. 

Prabowo merasa miris dengan diplomasi yang selama ini dilakukan Indonesia, lantaran pertahanan Indonesia yang lemah. Ia lalu menyapa diplomat asing yang hadir di lokasi debat. 

"Apa kita sadar bahwa sebenarnya kita diejek. Dia senyum depan kita tapi we have nothing, we have no power," ucap Prabowo.

"Jadi bagi saya kita harus tingkatkan pertama anggaran pertahanan, harus buat sistem hentikan kebocoran, kurangi korupsi, ubah sistem biar kekayaan indonesia tak mengalir ke luar negeri. Ini masalah inti," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2YJjL2q
April 04, 2019 at 12:07AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2YJjL2q
via IFTTT
Share:

Saturday, March 23, 2019

Courtois Sebut Media Spanyol tak Menyukainya

Terlebih setelah Courtois membuat blunder memalukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kiper Real Madrid Thibaut Courtois merasa mendapat perlakuan tidak adil di Spanyol pada musim pertama yang sulit di klub. Terlebih setelah Courtois membuat blunder memalukan saat pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020 membela Belgia melawan Rusia pada Jumat (22/3) dini hari WIB.

"Saya masih menganggap diri saya salah satu yang terbaik di dunia, meskipun pers Spanyol ingin membunuh saya," kata Courtois kepada media Belgia, dikutip Reuters.

Sebuah dribel yang tidak diperhitungkan dengan baik oleh Courtois membuat ia kehilangan kontrol penuh atas bola. Saat menendang, si kulit bundar mengarah ke pemain Rusia Denis Cheryshev yang dengan mudah menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Beruntung, Belgia kemudian menang 3-1.

Kesalahan itu menutup satu pekan yang sulit bagi sang kiper. Posisinya diambil kembali oleh Keylor Navas di bawah mistar Madrid setelah Zinedine Zidane menduduki posisi pelatih.

Courtois menjalani debutnya yang sulit di Madrid sejak dihadirkan dari Chelsea. Dia merasa telah diperlakukan dengan tak pantas di Spanyol karena perannya dalam tim diabaikan. Namun dia mengaku tegar. 

"Saya merasa kuat, saya tenang, bermain dengan baik dan berlatih dengan baik," kata Courtois.

Courtois juga mengabaikan kesalahannya terhadap Rusia. Ia mengaku tidak memiliki kekuatan saat menendang bola. "Saya membuat sedikit kesalahan, tapi itulah kehidupan seorang penjaga gawang. Setelah itu, saya tenang dan memainkan peran saya," ujar dia.

Pemain depan Belgia Eden Hazard, yang mencetak dua gol saat melawan Rusia setelah kesalahan Courtois, mencoba meredakan ketegangan setelah pertandingan dengan bercanda tentang blunder rekan setimnya itu. 

"Dia menonton banyak video aksi saya dan kemudian mencoba untuk meniru. Masalahnya dia jauh lebih tinggi dari saya, jadi itu tidak mudah," kata Hazard.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Jy6cPH
March 24, 2019 at 12:07AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Jy6cPH
via IFTTT
Share:

Sunday, February 24, 2019

Upaya Dinas Pariwisata Jatim Genjot Wisata Halal

Kunjungan wisatawan Jatim meningkat hampir tujuh persen pada tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berupaya mendorong pertumbuhan wisata halal di tiap daerah. Saat ini, baru tiga daerah yang berani menyatakan diri sebagai destinasi wisata halal atau ramah Muslim, yakni Nusa Tenggara Barat, Aceh dan Sumatera Barat. Deklarasi diri tersebut dibutuhkan untuk menunjukkan kepada dunia mengenai jati diri dan keunggulan masing-masing daerah. 

Upaya tersebut juga tengah dikejar oleh Dinas Pariwisata Jawa Timur (Jatim). Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim, Sinarto mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi wisata halal dalam setiap pertemuan dengan pemerintah kabupaten/kota. 

“Sampai saat ini sosialisasi wisata halal masih dalam tataran pengenalan kepada instasi yang mengurusi pariwisata di kabupaten/kota,” ujarnya kepada Republika.co.id, Ahad (24/2). 

Dia menjelaskan, Jatim memiliki beberapa destinasi yang berbasis religi, seperti makan para wali yang dikategorikan sebagai wisata ramah Muslim. Setidaknya ada beberapa destinasi lainnya seperti Sunan Bonang, Asmoro Qondi, Sunan Giri, Selecta, Masjid Agung Sunan Ampel, Maulana Malik Ibrahim, Air Mata Ibu Sarangan dan lain sebagainya. 

“Nuansa lingkungan sekitar destinasi tersebut dipenuhi masyarakat Muslim, usaha kerajinan yang ditawarkan juga untuk keperluan masyarakat Muslim, tentu ada dukungan fasilitas Muslim,” ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Pariwsata Jatim, kunjungan wisatawan di Jatim meningkat 6,99 persen menjadi sekitar 70 juta dari tahun sebelumnya 65 juta pada 2017. Adapun wisatawan tersebut didominasi mengunjungi wisata religi. 

“Kami melakukan pembinaan secara umum tetapi belum secara spesifik untuk wst halal, lalu kami melakukan pembinaan SDM, peningkatan wawasan terkait hyginitas dan sanitasi, pengolahan produk makan minuman halal di resto dan, pembinaan untuk pedagang kaki lima sekitar,” ungkapnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2H5auv0
February 25, 2019 at 12:07AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2H5auv0
via IFTTT
Share:

Saturday, February 23, 2019

Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Kapal di Muara Baru

Terdapat dua orang menderita sesak napas karena menghirup asap yang terbawa angin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Besar Polisi Reynold EP Hutagalung memastikan tidak ada korban jiwa pada kebakaran yang menghanguskan belasan kapal di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (23/2).  "Korban jiwa tidak ada, karena kami bersama stake holder terkait menjaga agar tetap aman baik untuk pekerja maupun pabrik. Kami juga mengimbau warga di sekitar lokasi untuk bergeser agar dapat dilakukan pemadaman segera. Insya Allah api dapat segera dipadamkan," ujar Reynold di lokasi kebakaran.

Namun, Reynold menyampaikan terdapat dua orang menderita sesak napas karena menghirup asap yang terbawa angin dari lokasi kebakaran. "Itu kami imbau. Tadi ada yang mendekat, karena asap yang begitu pekat ada yang menderita sesak napas. Tapi bukan dari kebakaran atau berada di atas kapal," Reynold menegaskan.

Reynold menyebutkan dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting yang dipicu oleh aktivitas pengelasan di Kapal Motor (KM) Arta Minajaya. Saat ini, polisi juga telah memeriksa enam orang saksi terkait peristiwa kebakaran tersebut.

Mengenai taksiran kerugian materil akibat kebakaran tersebut, Reynold mengatakan belum bisa memberikan angka pasti karena belum bertemu dengan pemilik kapal. "Belum ditaksir. Karena pemiliknya belum ada," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman masih berlangsung dan jumlah kapal yang terbakar dilaporkan mencapai 18 unit. Sebanyak 23 unit kendaraan pemadam kebakaran telah dikerahkan di lokasi kebakaran.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SmMfut
February 24, 2019 at 12:07AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SmMfut
via IFTTT
Share:

Saturday, February 16, 2019

Tren eSport Masih Terkendala Jaringan di Indonesia

Layanan gim streaming Emago (ilustrasi)

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
EMBED
Jaringan yang ada di Indonesia belum memadai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Layanan gim streaming Emago mengapresiasi langkah pemerintah yang telah membuat Piala Presiden e-Sport.

Namun, CEO Emago, Izzudin Al Azzam mengatakan belum bisa total mendukung karena jaringan yang ada di Indonesia belum memadai.

Ia menambahkan, untuk memenuhi tren eSport saat ini tentu Emago akan mendukung secara penuh jika jaringan 5G sudah ada di Indonesia.

Berikut video lengkapnya.

Videografer: Havid Al Vizki | Video Editor: Wisnu Aji Prasetiyo

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V4zwhU
February 17, 2019 at 12:07AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V4zwhU
via IFTTT
Share:

Saturday, February 9, 2019

Perubahan Teknologi Pengaruhi Kegiatan Ekonomi

Teknologi digital yang makin berkembang memaksa manusia juga untuk berubah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali mengatakan perubahan teknologi memengaruhi kehidupan manusia, termasuk dalam kegiatan ekonomi.

"Dari dulu, kehidupan dipengaruhi teknologi. Penemuan api mengakibatkan manusia makanannya berubah. Dulu orang lihat kelapa langsung dimakan, begitu ada api orang India makannya kari, orang di Sumatera Barat makannya rendang, dan lainnya. Karena temuan api, manusia akhirnya hidupnya menetap, makanannya berubah kemudian manusia mulai bertani, bikin panci, dan sebagainya," ujar Rhenald dalam diskusi bertajuk "Jalan tengah arus baru ekonomi di era disrupsi dalam konteks keumatan" di Jakarta, Sabtu (9/2).

Ia menuturkan sebelumnya manusia berada di era revolusi industri, sedangkan saat ini berada di era teknologi digital. Dari sisi ekonomi, teknologi digital yang makin berkembang mau tidak mau memaksa manusia juga untuk berubah, termasuk dalam bisnis layanan keuangan.

"Bank saja berubah, sekarang pekerjaan teller bank digantikan teknologi. Anda tidak perlu lagi ke bank, bank sudah ada di genggaman tangan. Uang berubah jadi uang digital," ujar Rhenald.

Dengan semakin masifnya perkembangan teknologi digital , lanjut Rhenald, dampaknya ke berbagai lini kehidupan masyarakat juga semakin terasa. Menurut Rhenald, masyarakat kini dituntut untuk mengenal perkembangan teknologi digital agar semakin adaptif terhadap perubahan.

"Kita harus kenal teknologi-teknologi ini, termasuk bikin hoaks dan sebagainya yang mengakibatkan kita tidak bisa melihat dan kita pikir daya beli turun. Coba lihat pasar Tanah Abang itu, sekarang orang tidak perlu ke sana lagi, sekarang online," ujar Rhenald.

Fenomena perubahan teknologi di era digital saat ini memang berdampak ke sejumlah industri. Selain bank, industri seperti transportasi, ritel, hotel, travel, asuransi, dan lainnya juga tidak terelakkan dari digitalisasi.

"Jadi inilah yang disebut disrupsi, yaitu inovasi yang akibatkan yang lama jadi berubah, muncul cara-cara baru," kata Rhenald.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gxqypb
February 10, 2019 at 12:07AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Gxqypb
via IFTTT
Share:

Saturday, February 2, 2019

KPK Dalami CCTV Wawan Check-in Bersama Teman Wanitanya

KPK memberikan isyarat menetapkan tersangka baru kasus Kapalas Sukamiskin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak menutup kemungkinan untuk menjerat Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan sebagai tersangka baru di kasus dugaan suap pemberian fasilitas, perizinan dan lainnya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin. Namun, penetapan tersangka akan dilakukan setelah penyidik menemukan bukti yang cukup.

"Pengembangan penanganan perkara itu dimungkinkan sepanjang ada bukti yang cukup," kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah dalam pesan singkatnya, Sabtu (2/2).

Diketahui, penyidik telah mengantongi rekaman CCTV terpidana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan sedang check in bersama teman wanitanya di sebuah hotel. Terungkapnya Wawan pernah mampir ke hotel juga diperkuat oleh dakwaan Kalapas Sukamiskin Bandung Wahid Husein.

"Kalau ada satu bukti akan dilihat kesesuaian dengan bukti yang lain ketika bukti permulaan yang cukup ada sesuai dengan cara di Undang-undang KPK maka tentu kami cermati lebih lanjut," ujarnya.

 "Intinya begini sepanjang ada buktinya kami pasti akan kejar siapa pelaku yang lain," tambahnya.

Dalam dakwaan Wahid, Wawan disebut diberikan izin keluar penjara pada 5 Juli 2018, dalam bentuk Ijin Luar Biasa (ILB) dengan alasan mengunjungi ibunya yang sedang sakit di Serang, Banten. Namun izin tersebut disalahgunakan Wawan untuk pergi menginap di Hotel Hilton Bandung selama dua hari.

Tak hanya itu, pada 16 Juli 2018, Wawan juga kembali mendapat izin berobat ke rumah sakit Rosela, Karawang. Wawan ternyata pergi ke rumah sakit Hermina Arcamanik, Bandung.

Di rumah sakit itu, Wawan berpindah dari ambulans ke mobil pribadi yang dibawa Ari Arifin. Wawan lantas menuju rumah milik Ratu Atut di jalan Suralaya IV, Bandung.

Setelah itu perjalanan dilanjutkan kembali menuju hotel Grand Mercure Bandung. Di sana kemudian Wawan menginap di hotel tersebut bersama teman wanitanya, yang dipastikan bukan istrinya, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UB7iuO
February 03, 2019 at 12:07AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UB7iuO
via IFTTT
Share:

Friday, February 1, 2019

Alasan Dian Sastro Bisnis Makanan Sehat

Dian mengaku sebenarnya menyukai makanan yang tidak sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dian Sastrowardoyo menyatakan alasan di balik rajinnya berolahraga dan membangun bisnis kuliner sehat. Alasannya Dian kerap mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Dian mengatakan kerap tergoda dengan makanan yang kurang sehat. Tetapi setelah mengonsumsi makanan tersebut ia langsung berolahraga.

"Kayak tiba-tiba ingin mi instan. Kita biasanya makan yang kayak kue ice cream atau apa gitu pas weekend," kata Dian ditemui usai peluncuran Green Wook di Jakarta, Jumat (1/2).

Ibu dua anak ini juga menerapkan konsep cheating day atau hari bebas makan apapun. Namun seringnya, ia suka kebablasan.

"Kalau lepas kontrol bisa empat hari dan balas dendam dengan lari yang lebih jauh. Kalau nggak gitu nggak berubah ukurannya. Kadang-kadang lepas kontrol, kadang-kadang normal lagi, kadang disiplin kadang nggak disiplin," jelasnya.

Sebagai rasa bersalahnya karena senang mengonsumsi makanan tidak sehat, akhirnya Dian dan teman-temannya memulai bisnis kuliner sehat untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup yang lebih baik. "Kita punya bisnis makanan sehat karena kita doyan makanan yang nggak sehat, supaya habis makan makanan nggak sehat kita makan yang sehat jadi seimbang hidupnya," ujar Dian.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CY1PXM
February 02, 2019 at 12:07AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CY1PXM
via IFTTT
Share:

Perkembangan Bisnis Kopi Indonesia Perlu Didorong

Indeks produktivitas kopi Indonesia terendah di dunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Luas perkebunan kopi di Indonesia adalah yang terbesar kedua di dunia setelah Brasil. Hanya saja produktivitas kopi di Indonesia adalah salah satu yang mempunyai indeks produktivitas terendah di dunia. Untuk itu, perkembangan industri kopi perlu didorong lebih jauh untuk mengejar ketertinggalan.

Indeks produktivitas kopi di Indonesia hanya bisa menghasilkan 520 kg/HA, lebih sedikit dibandingkan dengan Vietnam yang bisa memproduksi 2.445 kg/HA. Karena luas perkebunan yang besar dan produktivitas yang rendah, Indonesia masih menjadi pengekspor kopi nomor empat di antara negara-negara The Bean Belt.

Meski dengan kondisi yang masih memprihatinkan, perkembangan pesat dari jumlah masyarakat kelas menengah di tanah air mengalami  peningkatan. Tahun lalu, konsumsi kopi di Indonesia mencapai 314.400 ton dengan pertumbuhan rata-rata 8,22 persen per tahun. Khusus untuk Fresh Coffee bisa mencapai 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp21 triliun di tahun 2017.

Salah satu pelaku industri yang mencoba ikut mendorong perkembangan bisnis kopi di Indonesia adalah Fore Coffee. Fore Coffee lahir dengan misi untuk mengembalikan kejayaan kopi Indonesia, terutama biji kopi Arabika untuk specialty coffee.

"Berbeda dengan pemain lain, kami tidak melihat kopi sebagai tren minuman yang hanya bersifat sementara, namun sebagai sebuah komoditas penting yang bisa mendorong ekonomi domestik dan bisa dinikmati sebagai gaya hidup masyarakat Indonesia untuk jangka panjang,” ujar co-founder Fore Coffee Elisa Suteja melalui siaran resmi yang diterima Republika.co.id, Kamis (31/1).

Fokus dalam menghadirkan specialty coffee, Fore Coffee berniat mendorong permintaan terhadap kopi Arabica. Mereka menggunakan biji kopi Arabica, sehingga bisa meningkatkan pendapatan petani lokal yang mempunyai sertifikat perkebunan organik serta fair trade.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G2ZvTh
February 02, 2019 at 12:07AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G2ZvTh
via IFTTT
Share:

Sunday, January 20, 2019

Video Gol Kemenangan Manchester City

Manchester City kembali menempel ketat Liverpool

REPUBLIKA.CO.ID, Manchester City kembali menempel ketat Liverpool yang berada di puncak klasemen sementara Liga Inggris. Kemenangan 0-3 mereka saat tandang ke markas Huddersfield Town F.C membuat peluang juara terus terjaga.

Berikut video gol yang diciptakan Aguero, Sterling dan Sane dalam pertandingan tersebut:

Sumber video: Youtube

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W8dBrw
January 21, 2019 at 12:07AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W8dBrw
via IFTTT
Share:

Produser Film Rambo Tutup Usia

Vajna memproduksi total 59 film, termasuk Evita tahun 1996. yang dibintangi Madonna.

REPUBLIKA.CO.ID, BUDAPEST -- Andrew G Vajna, produser film asal Hungaria di balik Rambo, Evita, dan film-film box office di dunia, meninggal di rumahnya di Budapest, Hungaria, pada Ahad (20/1). Vajnas sebelumnya menderita sakit cukup lama.

Dana Film Nasional Hungaria menyatakan, Vajna memproduksi secara keseluruhan 59 film, termasuk Evita tahun 1996. yang dibintangi Madonna dan tiga film pertama Rambo dengan bintang utama Sylvester Stallone.

Vajna dilahirkan di Budapest pada 1944 dan pada usia 12 tahun ketika revolusi Hungaria pada 1956 melawan pemerintahan Soviet ditumpas, ia meninggalkan negaranya dan beremigrasi ke Kanada dengan bantuan Palang Merah. Ia berkumpul kembali dengan keluarganya di Los Angeles, Amerika Serikat.

Film komedinya pada 1997, berdasarkan sandiwara berjudul Out of Order karya penulis Inggris Ray Cooney, menarik banyak minat orang untuk menonton. Dengan demikian penjualan tiketnya tercatat tertinggi di antara film-film Hungaria yang diproduksi selama dua dekade terakhir.

Sejak 2011, ia bekerja sebagai komisioner pemerintah di bawah Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orban, memimpin usaha-usaha untuk membangkitkan sinema Hungaria.

"Kami menyampaikan selamat jalan kepada produser film Hungaria yang terbesar. Hasta la vista, Andy! Terima kasih atas segalanya, temanku!" kata Orban di akun Facebook-nya.

Film-film selama Vajna menjabat komisioner meraih ratusan penghargaan internasional, di antaranya Son of Saul, yang meraih Hadiah Oscar karena lukisan tentang kehidupan di kamp konsentrasi Nazi.

Sebagai bagian dari usaha Orban untuk memperluas pengaruhnya atas media domestik, Vajna juga memperoleh salah satu saluran utama televisi komersial di Hungaria dan memiliki saham di pasar radio komersial.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2R21msy
January 21, 2019 at 12:07AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2R21msy
via IFTTT
Share:

Katanya Mau Merebut Suara Milenial, Tapi Kok…

Jangan biarkan generasi muda apatis dengan rentetan debat pilpres yang terkesan receh

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Reiny Dwinanda*

Debat pilpres 2019 putaran pertama masih terus diperbincangkan meski telah berlalu beberapa hari. Nada kecewa juga terdengar dari kalangan milenial. Padahal, merekalah yang suaranya paling menentukan.

Saat bicara tentang penegakan hukum, korupsi, terorisme, dan hak asasi manusia, kedua pasang calon presiden dan calon wakil presiden luput memerhatikan tema itu dari sudut kepentingan milenial. Hal-hal yang menjadi materi debat penting bagi seluruh lapisan masyarakat, tetapi pernyataan-pernyataan yang muncul belum secara spesifik mengangkat persoalan yang bersentuhan langsung dengan milenial dan demi milenial.

Seorang pemuda Jakarta yang baru dua tahun resmi ber-KTP mengeluhkan tak disinggungnya program pemberantasan narkoba. Satu poin ini saja, menurutnya, berkaitan erat dengan perlindungan hak asasinya, sebagai bagian dari penegakan hukum sekaligus pemberantasan korupsi. Di matanya, bandar narkoba ialah teroris sejati. Dia telah menyaksikan sendiri betapa narkoba telah merenggut kebebasan, masa depan, dan bahkan nyawa sejumlah kawannya.

Dia gusar melihat temannya yang terbelit masalah hukum akibat narkoba. Begitu ditangkap sebagai tersangka bandar, disidang, hingga mendekam di bui, ia dengar keluarga kawannya terpontang-panting mencari uang yang harus disetorkan ke oknum penegak hukum. Ketika saya tanya untuk apa itu, dengan cepat dia bilang, "Itu rahasia umum!”

Pikiran saya lalu terbawa ke pilpres di Amerika Serikat tahun 1996. Kala itu, remaja dan mereka yang berumur 20-an menjadi penentu. Bob Dole dalam kunjungannya ke Chaminade College Preparatory High School disebut gagal menarik atensi generasi MTV.

Di hadapan pelajar Chaminade, penantang Bill Clinton itu berbicara tentang narkoba yang sedang menjadi isu terpanas di Amerika. Akan tetapi, Dole malah mengulasnya dari sisi pengasuhan, bukan pesan antinarkoba untuk anak muda.

Dole hanya berpesan, "Pokoknya jangan pakai narkoba". Siswa-siswa yang sudah bergaya hidup menjauhi miras dan narkoba pun mengernyit. Mereka gagal mendapatkan lebih dari sekadar retorika dangkal.

Sekadar catatan, Clinton menang dalam kontestasi merebut suara generasi MTV itu.

Kembali ke debat pilpres Indonesia, saya tergelitik ketika berbincang dengan salah seorang milenial yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat. Dia kecewa menyaksikan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ketika mereka menawarkan gagasannya dalam debat Kamis (17/1) malam itu. Bagi pemuda yang baru setahun lulus kuliah dan kini bekerja di salah satu Unicorn milik anak bangsa ini, solusi yang ditawarkan masih sebatas retorika.

Enggak konkret," ujarnya meminjam bahasa yang biasa dipakai angkatannya semasa mahasiswa.

Dia ingin isi kepala para kandidat terbaca jelas. Dia juga sebal dengan cara berdebat yang kaku.

Yang ingin dia dengar ialah langkah-langkah menuju apa yang dicita-citakan. Itu yang tidak dia dapatkan. Dia pun belum memutuskan kepada siapa suaranya akan diberikan pada 17 April nanti.

Ketika milenial bertanya, "Apa untungnya  buat kami, untuk masa depan kami?", seharusnya itu bisa terjawab oleh kedua kubu yang bersaing dalam pilpres 2019. Penggunaan busana dan istilah-istilah anak muda zaman now saja tidak cukup untuk membuat milenial terkesan. Demikian pula dengan gimmick lainnya. Mereka butuh substansi, butuh sesuatu yang nyata untuk dikritisi.

Semoga debat kedua hingga sesi pamungkas mampu menguliti gagasan calon pemimpin bangsa ini dan membantu milenial menetapkan pilihannya dengan semangat dan kesadaran penuh akan pilihannya. Mereka tentu tak mau memilih pemimpin yang meminggirkan aspirasi generasinya.

Milenial sesungguhnya bukanlah semata objek politik. Kalau mereka tak menjadi subjek, alangkah celakanya negeri ini.

Jangan biarkan generasi muda Indonesia apatis dan apolitis dengan rentetan debat pilpres yang terkesan receh karena pemberian kisi-kisi, aturan debat yang kaku, dan dialektika yang membosankan.

* penulis adalah wartawan republika.co.id

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FNM2h6
January 21, 2019 at 12:07AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FNM2h6
via IFTTT
Share: