Showing posts with label 2019 at 11:04PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:04PM. Show all posts

Sunday, February 17, 2019

Kherbet Ghazale, Kota Tua Suriah Saksi Bergulirnya Peradaban

Kherbet Ghazale memiliki peradaban yang maju sejak era Romawi hingga saat ini

REPUBLIKA.CO.ID, DARAA – Kota tua Kherbet Ghazale yang menyimpan banyak peninggalan benda-benda bersejarah menjadi saksi pentingnya tempat yang berada di kawasan Horan, Daraa Suriah.  

Menurut Kepala penggalian arkeologi, Wael Kiwan, kota tua Kherbet Ghazale memiliki peradaban yang maju sejak era Romawi hingga saat ini. 

Rumah-rumah kuno yang terbuat dari batu bata hitam dan lengkungan kubah telah bergaya Romawi menjadi salah satu contoh Pemukiman itu berdiri era Romawi.  

Beberapa bangunan kuno di wilayah itu seperti kastil Bizantium, Rumah Al Bdeiwis, dan Rumah kuno Al Omor. Menurut Kiwan kota tua Kherbet  Ghazale mengalami perkembangan pesat di era Islam. 

“Kota itu berkembang pesat di era Islam contohnya untuk bangunan bersejarah sejak zaman itu yakni Masjid Al Omari. Kota tua itu sangat penting karena lokasinya di jalur kereta api al Hijaz,” kata Kiwan seperti dilansir Sana pada Sabtu (16/2). 

Kherbet Ghazale terletak di bagian timur laut provinsi Daraa di wilayah selatan, 20 km dari provinsi di samping jalan raya internasional.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TOdEqJ
February 17, 2019 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TOdEqJ
via IFTTT
Share:

Sunday, February 10, 2019

Indonesia Diminta Tetap Waspadai Wabah Campak Filipina

Pemerintah didesak segera mencari bahan halal sebagai sumber vaksin MR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi IX, Irma Suryani Chaniago, mengingatkan Indonesia harus sigap dan waspada akan wabah campak. Kesiagaan tetap perlu dilakukan meski menurutnya wabah campak di Filipina sulit untuk masuk ke wilayah Indonesia.

"Filipina bukan destinasi wisata, insya Allah tidak sampai ke Indonesia. Tetapi, kita tetap harus sigap dan waspada," ujar Irma, Ahad (10/2).

Menurut Irma, vaksinasi measles and rubela (MR) untuk menegah terjadinya campak di Indonesia sudah cukup, tapi belum maksimal. Hal tersebut terjadi karena masih ada pihak-pihak yang menolak untuk melakukan vaksinasi MR.

"Kemenkes terus berupaya mensosialisasikan manfaat vaksin ini, mengingat risikonya yang cukup besar bagi yang tidak tervaksinasi," jelas dia. Irma menambahkan, selain sosialisasi, hal yang kini harus terus dilakukan adalah membuat vaksin MR dengan bahan baku pengganti. Ia pun berharap, vaksin MR dengan bahan baku pengganti itu dapat segera ditemukan dan diproduksi agar penyakit campak tak menjadi wabah.

"Saat ini sedang diusahakan vaksin yang bisa dibuat dengan bahan pengganti. Mudah-mudahan segera ditemukan dan diproduksi tentunya," katanya.

Sementara itu, Departemen Kesehatan Filipina mengumumkan, wabah campak telah menyebar ke wilayah Luzon dan Visayas. Perluasan sebaran wabah campak ini menyusul adanya laporan lebih dari 1.500 kasus dan 26 kematian.

Sekretaris Departemen Kesehatan Francisco Duque mengatakan, wabah campak juga melanda Calabarzon, Wilayah 6 (Visayas Barat), dan Wilayah 7 (Visayas Tengah). Adapun, Calabarzon melaporkan 104 kasus campak dan sembilan kematian.

Sementara Wilayah 6 mencatat ada 104 kasus dan tiga kematian, serta Wilayah 7 terdapat 71 kasus campak dan satu kematian. Duque juga mencatat terdapat peningkatan kasus campak yang mengkhawatirkan di wilayah Ilocos, Lembah Cagayan, Mimaropa, dan wilayah Bicol.

"Kami memperluas wabah dari Metro Manila ke daerah lain, karena kasus telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dan untuk memperkuat pengawasan jika ada kasus baru serta mengingatkan orang tua agar lebih waspada," ujar Duque, dilansir dari CNN, Sabtu (9/2).

Duque mendesak para orang tua agar memberikan vaksin kepada anak-anak, dan segera membawa mereka ke pusat kesehatan ketika gejala campak muncul. Pemerintah Filipina juga melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk melaksanakan program imunisasi tambahan bagi anak-anak. Duque menjamin bahwa vaksinasi untuk campak tidak sama dengan vaksin Dengvaxia yang pernah menjadi kontroversi pada 2014.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2E2xJnM
February 10, 2019 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2E2xJnM
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 5, 2019

Penurunan Hasil Tangkapan Nelayan Karawang Capai 50 Persen

Nelayan harus cermat dalam membaca tanda alam.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Cuaca buruk yang melanda perairan utara Kabupaten Karawang, berdampak pada menurunnya hasil tangkapan nelayan. Penurunan hasil tangkapan itu, mencapai 50 persen dari hari normal. Selain itu, nelayan harus cermat dalam membaca tanda alam. Sebab, cuaca buruk ini bisa mengancam keselamatan.

Wakil Ketua DPD HNSI Kabupaten Karawang, Sahari, mengatakan, cuaca buruk ini terjadi sejak sebulan terakhir. Nelayan Karawang yang mayoritas mencari udang serta rajungan, harus berpacu dengan kondisi alam. Jangan sampai, saat melaut nelayan terjebak dalam situasi yang buruk.

"Kalau sedang melaut, tiba-tiba langit berubah dari terang ke gelap, buru-buru para nelayan pulang ke daratan," ujarnya, kepada Republika, Selasa (5/2).

Sebab, jika tak diantisipasi, cuaca buruk bisa mengancam keselamatan nelayan. Karena kondisi ini, lanjut Sahari, aktivitas nelayan jadi terdampak. Begitu pula dengan hasil tangkapannya.

Biasanya, dalam sehari nelayan bisa menangkap udang empat kilogram, saat ini hanya dua kilogram. Hal itu, dikarenakan waktu untuk menangkap ikan dan udangnya semakin sempit. Karena, kondisi cuaca.

Meskipun ada penurunan hasil tangkapan, sambungnya, belum berimbas pada harga ikan dan udang. Untuk harga, masih relatif stabil. Yakni, udang harganya mencapai Rp 75 ribu per kilogram. Sedangkan harga rajungan Rp 50 ribu per kilogram dalam kondisi mentah.

"Tetapi, nelayan kami masih bisa melaut. Meskipun harus kucing-kucingan dengan perubahan cuaca," ujarnya.

Sementara itu, Wardita (56 tahun) nelayan asal Kampung Pasir Putuh, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, membenarkan bila saat ini aktivitas nelayan terkendala cuaca. Jadi, jika pagi-pagi sudah mendung, nelayan pergi ke lautnya siang sampai sore hari. Sebaliknya, bila siang hari di laut angin sudah kencang dan gelombang tinggi, nelayan akan segera pulang.

"Tapi, alhamdulillah, kami masih di beri rezeki, meskipun hasilnya berkurang dari hari normal," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HVJuAl
February 05, 2019 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HVJuAl
via IFTTT
Share:

Saturday, January 19, 2019

Kongres PSSI tak Bahas Khusus Kasus Pengaturan Skor

Secara umum PSSI akan melakukan evaluasi kegiatan organisasi satu tahun terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Kongres Tahunan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak akan membahas khusus masalah pengaturan skor. Kongres Tahunan PSSI ini akan berlangsung di salah satu hotel di kawasan Nusa Dua, Bali, pada Ahad (20/1)

"Soal itu akan dibahas dalam satu kesatuan program tahun 2019. Karena, jangankan tahun 2019, pada kongres tahun lalu juga sudah ada program kerja tentang area integritas," ujar Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria, Sabtu.

Ratu melanjutkan, pembahasan pada kongres tahun 2018-lah yang menjadi alasan mengapa PSSI terus bekerja sama dengan pihak Genius Sports. Ini perusahaan yang memfokuskan perhatian pada kemungkinan-kemungkinan terjadinya pengaturan skor dalam laga sepak bola di berbagai belahan dunia.

Yang berbeda, kata Ratu, untuk tahun 2019, PSSI akan memanfaatkan data-data dari Genius Sports yang dipadukan dengan tugas Komite Khusus (Ad Hoc) Integritas PSSI yang rangkanya disusun sejak Desember 2018. "Komite itu didirikan melalui rapat Komite Eksekutif PSSI. Pengaturan skor juga dibicarakan dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan kepolisian pada pekan lalu. Itu menjadi bagian besar dari seluruh program tahun 2019."

Ratu memastikan, terkait isu pengaturan skor, PSSI melakukan apa yang memang seharusnya dilakukannya sebagai sebuah organisasi olahraga. Dalam kongres tahunan ini, secara umum PSSI akan melakukan evaluasi kegiatan organisasi selama satu tahun ke belakang dan rencana kerja tahun berikutnya atau tahun 2019.

Beberapa hal khusus juga akan dibahas dalam kongres seperti terkait tim nasional, keorganisasian, dan lain-lain. PSSI juga mengklaim semua materi kongres tahunan yang diikuti 85 pemilik suara (voter) ini akan dijalankan mirip dengan kongres FIFA.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2sJN2LP
January 19, 2019 at 11:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2sJN2LP
via IFTTT
Share: