Showing posts with label 2018 at 05:38PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:38PM. Show all posts

Monday, December 31, 2018

Lily Wahid: Kiai Ma'ruf Punya Kesamaan dengan Gus Dur

Gus Dur dan Kiai Ma'ruf sama-sama punya optimisme positif mengenai Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Adik Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Lily Wahid mengatakan cawapres RI Ma'ruf Amin memiliki kesamaan dengan Gus Dur. Salah satunya, Gus Dur dan Kiai Ma'ruf sama-sama punya optimisme positif mengenai Indonesia ke depan.

"Beliau berdua punya pemikiran sama tentang ekonomi kerakyatan. Itu menjadi persamaan yang sangat nyata buat saya," kata Lily Wahid saat berkunjung ke kediaman Ma'ruf, di Rumah Situbondo, Jakarta, Senin (31/12).

Lily juga mengatakan bahwa Ma'ruf dan Gus Dur sama-sama memiliki optimisme positif yang kuat mengenai Indonesia ke depan.  Lily mengatakan kedatangannya ke kediaman Ma'ruf selain untuk melepas kangen, karena keduanya serta Gus Dur merupakan sahabat lama di NU, juga untuk membicarakan koperasi.

"Saya melihat ekonomi keumatan pak Ma'ruf bisa nyambung dengan koperasi," ujar Lily.

Menurut Lily, Arus Baru Ekonomi Indonesia yang digagas Ma'ruf berkaitan dengan koperasi pesantren yang menjadi pemikiran Gus Dur. "Arus Baru kiai ini kita ingin nyambung kembali menjadi kekuatan akar rumput. Berbicara ekonomi pesantren itu, tidak bisa jika tidak bicara akar rumput," jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ThPXGH
December 31, 2018 at 05:38PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ThPXGH
via IFTTT
Share:

Sunday, December 16, 2018

Rehabilitasi NTB Lamban, Ini Alasan Gubernur Zul

Rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa di NTB cukup berat dan tidak sederhana.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM – Rehabilitasi Nusa Tenggara Barat pascagempa dinilai lamban. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah angkat bicara terkait lambannya proses recovery tersebut. 

Dia mengatakan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa di NTB cukup berat dan tidak sederhana. 

Salah satu alasan mendasar, kata dia, lantaran pemerintah pusat 'kekeuh' bahwa rumah bantuan yang dibangun harus rumah dengan model tahan gempa. 

"Rumah tahan gempa itu kemarin saya lihat persentasinya tidak sederhana. Saya termasuk yang hampir ngotot, rumah-rumah apa saja pokoknya bangun deh, enggak boleh orang tinggal di tenda," ujar Zul di Mataram, NTB, Ahad (16/12).

Namun, ia memahami kebijakan pemerintah pusat agar rumah yang dibangun tetap bisa kokoh jika kembali terjadi gempa. Zul mengajak seluruh elemen bahu-membahu merealisasikan bantuan rumah untuk warga terdampak gempa. 

"Sekarang target kita ketimbang mengutuk kegelapan mending buat sesuatu, jadi aplikator atau yang bangun rumah yang selama ini terbatas kita perbanyak," kata Zul.

Pemprov NTB, lanjut Zul, telah memberikan pelatihan untuk membangun rumah tahan gempa di Science Techno Industrial Park (STIP) Banyumulek, Lombok Barat. 

Selain itu, terdapat juga sejumlah model rumah tahan gempa yang bisa dilihat dan dievaluasi Kementerian PUPR untuk diperbaiki kalau masih ada kekurangan. Zul berharap banyaknya pilihan model rumah tahan gempa, mulai dari rumah instan sederhana sehat (Risha), rumah instan kayu (Rika), dan rumah instan konvensional (Riko), serta beberapa model rumah tahan gempa lain, membuat proses pembangunan rumah untuk warga terdampak gempa menjadi lebih cepat. 

"Mudah-mudahan kalau semakin banyak pilihan, semakin banyak yang kerjakan, makin banyak yang dikerjakan, produktivitas untuk rumah juga semakin banyak. Saya yakin dalam waktu tidak terlampau lama produktivitas akan meningkat jauh lebih baik," ucap Zul.

Zul juga memuji sikap warga NTB yang begitu tabah dan mulai menunjukan semangat bangkit kembali. 

"Ini menunjukan ketahanan dan ketabahan luar biasa, walaupun kita diterpa bencana yang tidak ringan tapi kita mampu menunjukan untuk bangkit kembali," kata Zul menambahkan. 

Muhammad Nursyamsyi

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EyaF1Q
December 16, 2018 at 05:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EyaF1Q
via IFTTT
Share:

Stapac Lanjutkan Kemenangan IBL Pertamax Seri Tiga

tim asuhan Giedrius Zibenas menundukkan Satya Wacana Salatiga 86-59.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Stapac Jakarta terus melanjutkan tren kemenangannya pada kompetisi IBL Pertamax 2018-2019. Setelah terakhir  kali tumbang pada seri satu di Semarang, Stapac belum terkalahkan lagi. Pada laga terakhirnya di seri tiga, tim asuhan Giedrius Zibenas menundukkan Satya Wacana Salatiga 86-59 di GOR Merpati, Denpasar, Bali, Ahad (16/12). 

"Anak anak menunjukkan karakter permainannya dengan memulai dari defense. Mereka menunjukkan permainan tim," kata pelatih Zibenas. 

Kuarter pertama Satya Wacana unggul 22-14. Namunk uarter kedua dan berikutnya defense Stapac bagus dan membatasi angka lawan. Stapac juga berhasil membatasi mesin  angka Satya Wacana, Madarious Gibbs.

Savon Goodman mencetak 25 angka untuk Stapac. Para pemain lokal tak ketinggalan dengan Abraham Damar Grahita mencatatkan 17 angka, Kaleb Ramot Gemilang 15 poin dan Widyantaputra Teja 10 angka.

"Kami hanya jalankan game plan dari pelatih dari awal hingga akhir," kata Mei Joni yang mencetak sembilan angka bagi Stapac.

Di kubu Satya Wacana, Gibbs masih jadi penyumbang angka terbanyak dengan 21 poin. Raymond Miller Jr menorehkan 18 angka.

"Awalnya kami yakin menang, tapi setelah Miller terkena tiga foul di kuarter kedua dan terpaksa diistirahatkan, situasi jadi berubah. Stapac menguasai paint area," kata pelatih Satya Wacana Efri Meldy. 

Stapac mencetak 48 angka dari paint area. Satya Wacana kerap kalah dalam duel rebound. Tembakan tiga angka yang jadi senjata Satya Wacana juga tak mulus. Mereka hanya melesakkan enam tembakan dari 27 kesempatan. 

"Kalau saja beberapa tembakan masuk pasti berbeda," kata Casiopeia Manuputty, guard Satya Wacana pencetak sembilan angka.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Es5WOn
December 16, 2018 at 05:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Es5WOn
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Film Perjuangan Ketua MPR Taufiq Kiemas Tayang Maret 2019

Taufiq memilih jalan politik sebagai seorang Nasionalis Soekarnois.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Film perjuangan Taufiq Kiemas akan diangkat ke layar lebar. Film Taufiq: Lelaki yang Menentang Badai diputar serentak  di seluruh bioskop Indonesia pada Maret 2019. Film ini merupakan potret perjalanan hidup dan perjuangan politik Ketua MPR RI periode 2009-2013.

"Film ini bukan hanya sebatas karya seni saja tapi punya cita rasa sejarah yang tinggi. Film berdurasi sekitar dua jam ini akan memotret perjalanan hidup Taufiq Kiemas ketika masa remaja di Palembang dan menjadi aktivis GMNI yang gigih dan setia membela Presiden Soekarno yang dijatuhkan oleh rezim Orde Baru, tahun 1967 lalu" kata Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Kamis (13/12).

Basarah memandang figur Taufiq Kiemas merupakan pribadi menarik. Betapa tidak, latar belakang keluarganya adalah aktivis Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia). Namun Taufiq memilih jalan politik sebagai seorang Nasionalis Soekarnois dengan memilih masuk ke organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sebuah organisasi yang berhaluan Soekarnois pada tahun 1962.

"Taufiq Kiemas berhasil membuktikan bahwa sesungguhnya sama sekali tidak ada dikotomi apalagi pertentangan antara Islam dan Nasionalisme. Bahkan, Taufiq meyakini bahwa nasionalisme ajaran-ajaran Bung Karno sarat dengan gagasan dan pemikiran Islam, sebab Bung Karno sangat lama belajar, bergelut dan bergumul dengan pemikiran Islam. Bahkan Bung Karno sendiri merupakan pribadi muslim yang taat," kata Basarah mengenang percakapannya dengan Taufiq Kiemas.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rAaz1a
December 13, 2018 at 05:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rAaz1a
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

DIY Gelorakan Penangkaran Burung

Deklarasi dihadiri 134 penangkar di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Asosiasi Penangkar Burung Nusantara (APBN) melaksanakan deklarasi pelestarian alam. Itu dilakukan sebagai cara membendung permintaan pasar atas burung yang didatangkan dari tangkapan hutan.

APBN merupakan organisasi para penangkar burung seluruh Indonesia. Diprakarsai Haji Ebod dari Bandung, organisasi tersebut resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM pada 2018.

Deklarasi dihadiri 134 penangkar di Indonesia. Titis Fitriyoso dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, mengapresiasi deklarasi tersebut. Ia merasa, APBN jadi wadah membangun kesadaran menjaga alam.

Terlebih, kesadaran itu muncul dari para pecinta burung, hewan yang selama ini banyak menjadi obyek pasar. Ke depan, ia berharap, terorganisasinya penangkar burung mampu menebarkan pemahaman kepada masyarakat.

"Edukasi bagi masyarakat akan arti pentingnya memutuskan rantai pasokan burung dari penjarahan di alam," kata Titis, di Eastparc Hotel Yogyakarta.

Pada kesempatan itu, Ketua APBN DIY, Ipan Pranashakti sempat mengungkapkan program-program pascapesona yang diusung APBN. Terlebih, DIY dengan faktor alamnya masih memungkinkan digalakkan penangkarang burung.

Program pascapesona sendiri dimulai dari pemetaan potensi dan masalah, pembibitan sekaligus pendampingan, perizinan, media edukasi digital, dan media-media daring jual beli hasil penangkaran.

Ia melihat, masih kurangnya memahami peluang dalam penangkaran, harus diakui menjadikan program-program itu tidak banyak diminati. Di sisi lain, kebutuhan akan produk hasil penangkaran masih tinggi.

Ipan melihat, masyarakat sudah harus memahami kalau penangkaran burung ini sebenarnya bisa dilakukan dengan modal minimalis. Bahkan, dalam tiga bulan sekalipun, modal awal bisa kembali jika burung berproduksi.

"Ini sungguh menarik jika dikaitkan niatan menyehajterakan masyarakat karena proses bisnisnya bisa dipelajari berbagai komunitas," ujar Ipan.

Agenda ini sendiri diakhiri pembacaan ikrar deklarasi, sebagai penegasan untuk turut serta penangkaran endemik Indonesia. Deklarasi turut memerangi penangkaran burung di hutan-hutan Indonesia.

Deklarasi ini sekaligus menjadi jawaban atas aksi unjuk rasa yang dilakukan para penangkar di BKSDA pada pertengahan tahun lalu. APBN terbentuk usai satu tuntuan pencabutan Permen LHK Nomor 20 Tahun 2018 dicabut.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2L0CakF
December 06, 2018 at 05:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2L0CakF
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

Transaksi Daring Semakin Populer di Masyarakat

Transaksi daring e-commerce di Indonesia ditargetkan 130 miliar dolar AS pada 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo, Septriana Tangkary mengatakan transaksi online atau berjaringan melalui portal e-commerce semakin populer digunakan masyarakat. "Langkah transaksi tersebut sebagai perkembangan positif karena semakin mudah menghubungkan penjual dan pembeli saat ini," kata Septriana pada acara "Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online" di Denpasar, Bali, Rabu (5/12).

Ia mengatakan, hal tersebut penting disampaikan kepada UMKM agar semakin mengerti potensi pasar yang begitu besar. Karena langkah awal telah dijajaki, namun edukasi akan penggunaan portal e-commerce penting terus dilakukan.

Septriana menjelaskan melalui acara tersebut, ia ingin melakukan sosialisasi gerakan "Ayo UMKM Jualan Online". "Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41 persen, dengan jumlah UMKM hampir mencapai 60 juta unit.

Namun, baru sekitar delapan persen atau sebanyak 3,79 juta pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan platform online untuk memasarkan produknya. Padahal, tren pergerakan konsumen semakin memberat di transaksi daring.

Acara forum tersebut dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah pemaparan para narasumber dalam format diskusi panel mengenai transaksi jual-beli dalam e-commerce secara umum.

Sedangkan sesi kedua, adalah lokakarya (workshop) berjualan online untuk para pelaku UMKM, pedagang pasar atau siapa saja yang berminat memasarkan produknya secara online.

Pembicara yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain pengamat ekonomi I Gusti Agung Ngurah Gede Eka Teja Kusuma, pelaku usaha online Sri Wahyuni, dan juga perwakilan dari Bukalapak, Ryan. Untuk mengatasi rasa enggan para UMKM berpartisipasi dalam pengembangan e-commerce, Kemenkominfo mengajak beberapa narasumber terkait membantu menunjukkan proses onboard untuk pelaku UMKM, pengenalan pendaftaran jualan online, dan bagaimana cara melakukan jualan online.

"Saat ini terdapat potensi besar yang wajib digali di Indonesia karena jumlah masyarakat yang memiliki akses terhadap internet memungkinkan Indonesia untuk menjadi pasar transaksi online terbesar di Asia," ujarnya.

Bahkan pada 2020, kata dia, transaksi e-commerce di Indonesia ditargetkan mencapai 130 miliar dolar AS. Hal ini dapat tercapai, jika UMKM juga turut terlibat dalam membangun pasar dari sisi penyedia barang.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EfDQX9
December 05, 2018 at 05:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EfDQX9
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Trade war slows down world economy: JK

JK says solution is needed to prevent other countries become victims of trade war.

REPUBLIKA.CO.ID, BUENOS AIRES — Vice President Jusuf Kalla (JK) said Indonesia carried a mission in G20 meeting held currently in Buenos Aires, Argentina. The meeting will focused on finding a solution to the world economic problem due to trade wars.

As for the result of the trade war between the United States (US) and China, the wheels of the world economy have been increasingly slowing down. This high-level meeting is expected to be able to put forward solutions to the decline in the performance of the world economy through a better world trade climate.

"What needs to be understood together is the key to the current economic problems is how to find a way out of a trade war between two economic giants, namely the US and China, that caused world economy to slow down, including in Indonesia," JK said in a press release on Friday (Nov 30).

JK said trade war made world commodity prices decline. He explained it because demand for manufactured products also declined, especially in China, which is one of Indonesia's biggest export destinations.

Therefore, JK asserted solution is needed to prevent other countries become victims of trade war. He said other countries that have cooperation with US and China are also affected by the weakening of the world economy.

On the other hand, JK saw there was a positive thing of change towards a better world economy. First, the failure to reach an agreement at the APEC 2018 meeting in Papua New Guinea provides a message of vigilance in all countries, especially G20 members.

At the meeting, an agreement must be reached together for a better economy. Secondly, the United States began to show its attitude and willingness to cooperate with other countries.

US Government has also rebuild communications with Canada and Mexico, related to the potential to re-establish trade agreements between countries in North America or NAFTA. JK expected step by step US and China relation will be better.

"This is step by step (changes to the better direction). Because US initially dissolved NAFTA, but now US, Mexico and Canada begin to build communication again. We also hope that relations with China will gradually improve,” JK explained.

The G20 summit will take place for two days, started from Nov 30 to Dec. The meeting will begin with the arrival of the countries leaders, joint photos, plenary meetings and cultural performances and dinner with all G20 state leaders.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Smwfcl
November 30, 2018 at 05:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Smwfcl
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

Kemenkeu: Pemerintah tidak akan Terapkan Pajak Baru

Penerapan insentif pajak telah menghapuskan potensi penerimaan pajak Rp 154,4 triliun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan mengatakan pemerintah tidak akan mengenakan jenis pajak baru. Kepala BKF Kemenkeu Suahasil Nazara mengatakan meskipun tidak ada jenis pajak baru, pemerintah tetap berupaya mengerek naik penerimaan pajak dari realisasi upaya pemenuhan kewajiban (compliance) wajib pajak.

"Tidak ada jenis pajak baru, hanya Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai. Berarti kami ingin compliance lebih tinggi," ujar Suahasil dalam sebuah diskusi bertema "Pertaruhan Bisnis Pada Tahun Politik" di Jakarta, Senin (26/11).

Menurut Suahasil, momentum ketika tingkat compliance wajib pajak semakin baik seperti saat ini, maka akan dimanfaatkan untuk mendorong rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini juga terkait dengan perbaikan pasca-penerapan amnesti pajak.

Kemenkeu sebagai bendahara negara, lanjut Suahasil ingin menciptakan postur APBN yang mampu meredam tekanan ketidakpastian akibat kondisi ekonomi global dan dinamika tahun politik pada 2019. Pemerintah juga akan mendorong bergulirnya insentif pajak.

BKF melaporkan hingga akhir 2017, penerapan insentif pajak telah menghapuskan potensi penerimaan pajak sebesar Rp 154,4 triliun. Nilai pajak yang terhapus atau tidak jadi dipungut bernama Belanja Perpajakan.

"Itu adalah nilai uang yang tidak jadi dikumpukan negara karena insentif pajak," ujarnya.

Nilai pajak yang tidak terkumpulkan itu setara dengan satu persen terhadap PDB. Adapun, nilai pajak yang tidak terserap dari belanja insentif pajak pada tahun lalu tersebut meningkat dari sebelumnya Rp 143,4 triliun pada 2016.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RjesCV
November 26, 2018 at 05:38PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2RjesCV
via IFTTT
Share: