Showing posts with label May 04. Show all posts
Showing posts with label May 04. Show all posts

Saturday, May 4, 2019

Begini Saran JK soal Format Pendidikan Tanah Air di Era 4.0

Pendidikan di era 4.0 harus mengacu pada inovasi dan skill

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut dua hal penting yang harus diadopsi pendidikan Tanah Air dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Dua hal tersebut yakni pendidikan berbasis inovatif kreatif dan mengacu penguasaan skill.

"Sekali lagi inovatif dan skill, maka kalau kita urut pendidikan maka pendidikan harus bermotivasi pada dua hal ini," ujar JK saat  membuka seminar nasional Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sekaligus meresmikan Gedung Program Pascasarjana UNY, Sleman, Sabtu (4/5).

Menurutnya, tanpa menguasai dua hal tersebut, maka pendidikan Tanah Air akan tertinggal dengan negara lain. Karenanya, ia meminta kedua hal tersebut menjadi format pendidikan di Tanah Air.

JK juga mengajak peserta seminar yang kebanyakan dari kalangan akademisi, mulai dosen, tenaga pengajar dan mahasiswa untuk bersiap menghadapi tantangan teknologi di bidang pendidikan. "Dua-duanya penting untuk kita semua, tidak ada negara yang bisa maju tanpa inovatif dan tidak ada negara yang maju tanpa skill. dua-duanya tujuan pendidikan itu yang harus kita capai," ujar JK.

JK menyebut banyak negara yang dinilainya telah mengadopsi inovatif dan kemampuan skil bangsanya. Menurutnya, jika Amerika yang terkenal dengan pendidikan liberal dan pendidikan skilnya dengan pendekatan logika dan kebebasan. Berbeda halnya dengan negara-negara di Eropa yang lebih mengutamakan kemampuan dasar skil dan menerapkan pendidikan berdasarkan teori link and match sesuai lapangan pekerjaan.

"Karena itu apabila kita bicara vokasi, jangan belajar di Amerika, belajarnya di Eropa. Karena itulah maka pendidikan vokasi di Jerman, di Swiss, menjadi bagian utama daripada sistem pendidikan mereka. Kemudian dijalankan juga oleh Korea, Jepang, China, dewasa ini," kata JK.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZVxR1h
May 04, 2019 at 11:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZVxR1h
via IFTTT
Share:

Jokowi Unggul di Hanoi, Yangoon dan Washington

Data PPLN Yangon, pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 151 suara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin masih mengungguli pesaingnya Paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam lanjutan rekapitulasi perolehan suara Pilpres 2019 di luar negeri. Paslon 01 unggul di sejumlah negara.

Di Washington, Amerika Serikat Jokowi-Ma'ruf unggul atas Prabowo-Sandiaga dengan selisih yang cukup signifikan, yakni sebanyak 762 suara. "Total diperoleh untuk pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 adalah 1114 suara, dan total diperoleh untuk pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 adalah 352 suara," kata Ketua Pokja PPLN Washington Endang Purnama di ruang rapat pleno KPU, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5).

Data PPLN Washington, perolehan Jokowi-Ma'ruf untuk pemungutan suara metode pos mencapai 430. Sedangkan perolehan pasangan nomor urut 01 dengan metode TPS, mencapai 684 suara. Sementara itu, Prabowo-Sandiaga memperoleh suara 116 untuk metode pos. Pada metode TPS, pasangan nomor urut 02 memperoleh 236 suara.

Total 70 suara tidak sah di daerah pemilihan Washington. Rinciannya 32 suara tak sah pada metode pemungutan suara pos, 38 suara pada metode TPS.

Selain unggul di Washington, Jokowi-Ma'ruf juga unggul di daerah pemilihan Yangon, Myanmar dan Hanoi, Vietnam.

Data PPLN Yangon, pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 151 suara. Sementara itu, pasangan Prabowo-Sandiaga hanya 51 suara. Total selisih suara antara dua pasangan calon sebesar 100. Catatan PPLN Yangon, pengguna hak pilih berjumlah 205 dengan rincian 121 pemilih laki-laki dan 84 pemilih perempuan. Terdapat tiga suara tidak sah di daerah pemilihan Yangon.

Sedangkan di Hanoi, pasangan Jokowi-Ma'ruf juga unggul atas Prabowo-Sandiaga dengan selisih suara mencapai 98 suara. Data PPLN Hanoi, Jokowi-Ma'ruf meraup 161 suara. Sementara itu, Prabowo-Sandiaga hanya mendapatkan 63 suara di ibu kota Vietnam tersebut.

Total surat sah yang masuk di daerah pemilihan Hanoi mencapai 228. Terdapat suara tidak sah mencapai empat lembar di Hanoi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V41CJr
May 04, 2019 at 11:37PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2V41CJr
via IFTTT
Share:

Dibangun Fasilitas KA, Bandara Solo Siap Dukung Pariwisata

KA dibangun dengan rute Bandara Adi Soemarmo hingga Stasiun Kereta Api Balapan Solo.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Saat ini proses pembangunan kereta api (KA) Bandara Adi Soemarmo, Solo masih terus berjalan. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakn nantinya dengan fasilitas transportasi baru tersebut maka Bandara Adi Soemarmo siap mendukung pariwisata di Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar). 

"Oleh karenanya Kemenhub sebagai kementerian mendukung terhadap dunia pariwisata memastikan bandara ini memiliki kualifikasi teknis untuk penerbangan internasional," kata Budi saat meninjau proyek KA Bandara Adi Soemarmo, Sabtu (4/5). 

Dia menambahkan dengan adanya kereta bandara, pemerintah dan pengelola menyiapkan terminal Bandara Adi Soemarmo dengan kapasitas yang lebih besar. Dengan begitu bisa mendukung pelayanan untuk masyarakat lebih maksimal. 

Terlebih jika nantinya Joglosemar dapat dapat menjadi wisata dan menjadi salah satu dari Bali Baru yang terintegrasi juga dengan Borobudur. "Untuk integrasi ini sendiri kita membutuhkan kereta api sebagai sarana penghubung yang relatif digemari dan dengan kecepatan terukur dengan baik," jelas Budi. 

Dia menambahkan KA bandara yang dibangun dengan rute Bandara Adi Soemarmo hingga Stasiun Kereta Api Balapan Solo diharapkan dapat diminati masyarakat dan turis. Terutama, kata Budi, KA bandara sepanjang 13 kilometer itu akan bermanfaat bagi turis yang ingin ke Solo dan sekitarnya. 

"Kami memang akan mengembangkan bandara ini (Adi Sowmarmo) untuk masyarakat Solo dan interline. Interline nya itu adalah Solo, Klaten ada Ceper ada Karanganyar ada Sragen dan sebagainya," ungkap Budi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WqgDXA
May 04, 2019 at 11:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WqgDXA
via IFTTT
Share:

JK Ungkap Alasan Ujian Nasional Harus Tetap Ada

Pemerintah tetap mempertahankan pelaksanaan Ujian Nasional

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali menyinggung alasan Pemerintah tetap mempertahankan pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Menurut JK, pelaksaaan UN diperlukan untuk mencegah terjadinya celah perbedaan tingkat pendidikan Tanah Air.

"Lima belas tahun lalu kita kembalikan UN banyak yang protes, saya bilang tanpa UN, maka kita membuat perbedaan gap (celah) lebih banyak, dan kita membohongi diri sendiri," kata JK saat membuka seminar nasional Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sekaligus meresmikan Gedung Program Pascasarjana UNY, Sleman, Sabtu (4/5).

JK menyebut sebelum UN diberlakukan, terjadi perbedaan mutu pendidikan antara siswa di satu daerah dengan daerah lainnya. Hal ini juga membuat tingkat kemampuan murid berbeda-beda.

"Karena waktu sebelum itu, kita membiarkan murid di daerah daerah lain walaupun tingkat pendidkan rendah tapi diberikan angka sama enam di Yogya, tetap enam di Sultra di Maluku tapi dengan tingkat kemampuan berbeda, maka kita membiarkan terjadinya gap yang besar suatu bangsa," kata JK.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu pun menilai kondisi tersebut akan berdampak pada perbedaan tingkat kemampuan dan munculnya ketidakadilan suatu bangsa. Karenanya, kata dia, pelaksanaan UN memang diperlukan untuk menjadi standar pendidikan Indonesia.

"Karena jika tingkat kemampuan berbeda, maka akan timbul ketidakadilan yang baru bangsa ini. Karena itu maka banyak yang kritik, wah ini susah, memang pendidikan itu susah, kalau mau gampang, ya jangan sekolah," kata JK.

Ia juga menjawab pihak yang menuding pelaksanaan UN dinilai terlalu keras bagi para siswa. "Ya pendidikan memang harus keras, kalau nggak keras tentu sulit, maka timbullah menjadi ijazah yang penting bukan otak yang penting," kata JK.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DPECIB
May 04, 2019 at 11:19PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DPECIB
via IFTTT
Share:

Prabowo-Sandi Kantongi Suara Terbanyak di Pakistan

Di Korea Utara, Prabowo-Sandi hanya memperoleh tiga suara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, berjaya atas pesaingnya pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, dalam Pemilu 2019, di Karachi, Pakistan. Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berhasil meraup sebanyak 174 suara, sementara pesaingnya hanya mampu mendapat 27 suara.

Hasil itu diketahui dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 luar negeri di Kantor KPU, Jakarta, Sabtu (4/5). Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Karachi, Pakistan, mencatat ada sebanyak 203 pemilih yang menggunakan hak suaranya pada pemilu 17 April lalu. Sementara untuk jumlah surat suara sah sebanyak 201 dan hanya dua surat suara yang tidak sah.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berhasil mendominasi pemungutan suara pileg di Karachi dengan perolahan 95 suara. PKS unggul jauh dari PAN di posisi kedua dengan 33 suara dan Gerindra di posisi ketiga dengan 25 suara.

Di Korea Utara, paslon nomor urut 01 meraih suara terbanyak. Dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 luar negeri, di Kantor KPU pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapatkan total 21 suara. Sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya memperoleh tiga suara.

Sementara itu, total daftar pemilih tetap luar negeri (DPTLN) di Pyongyang berjumlah 24 orang, dengan rincian pemilih berjenis kelamin laki-laki 11 orang dan perempuan 13 orang.

Namun dalam catatan Petugas Pemungutan Luar Negeri (PPLN), delapan orang pemilih tidak hadir. Untuk kategori Daftar Pemilih Khusus berjumlah dua orang dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah satu orang dan perempuan satu orang. Untuk kategori Daftar Pemilih Tambahan, laki-laki berjumlah dua orang, dan perempuan empat orang, total ada enam orang. Sehingga total pemilih seluruhnya berjumlah 32 orang, dengan rincian jumlah pemilih laki-laki 14 orang, perempuan 18 orang. Sedangkan pengguna hak pilih sebanyak 11 orang untuk laki-laki, dan 13 orang untuk perempuan, tanpa ada pemilih disabilitas.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DO7tNc
May 04, 2019 at 11:15PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DO7tNc
via IFTTT
Share:

Ruko Tempat Penggerebakan Terduga Teroris Dijual Rp 11 Juta

Pemilik baru ruko belum melunasi sisa pembayaran sebesar Rp 5 juta kepada Ki Opung.

REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG -- Ruko yang menjadi lokasi penggerebekan terduga teroris oleh Densus 88 Antiteror, Sabtu (4/5) dini hari, dikabarkan dijual oleh pemilik lama kepada pemilik baru. Ruko yang terletak di Kampung Pangkalan, RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dilepas murah, sebesar Rp 11 juta.

"Dulu pemiliknya Ki Opung namun sejak tujuh bulan lalu dijual kepada Bapak Menin alias Mandor Patek," kata warga setempat, Maryanto (35).

Maryanto mengakui hal itu setelah dia bersama warga menelusuri kepemilikan ruko tersebut. Pada Sabtu siang, bahkan Maryanto selaku Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kedung Pengawas ini sempat menemui Ki Opung.

"Tadi siang saya ketemu dengan Ki Opung dan beliau menjelaskan bahwa rukonya sudah dijual seharga Rp 11 juta. Itu pun pembayarannya belum lunas," ujar Maryanto.

Kepada Maryanto, Ki Opung bercerita bahwa Manin alias Mandor Patek baru menyetor uang sebesar Rp 6 juta untuk membeli ruko tersebut. Namun sampai sekarang, pemilik baru ruko belum melunasi sisa pembayaran sebesar Rp 5 juta kepada Ki Opung.

"Setelah dijual kepada Bapak Manin, lalu sama dia (Manin) dikontrakkan ke orang lain. Mungkin terduga teroris ini yang mengontraknya," ungkapnya.

Dia menjelaskan, harga ruko tersebut begitu murah karena berdiri di lahan milik pihak perusahan BUMN yang bergerak dalam pemanfaatan air, Jasa Tirta II. Sebelumnya, ruko tersebut digunakan oleh Ki Opung sebagai tempat usaha las.

"Jadi ini lahan garapan Ki Opung yang kemudian dijual ke orang lain," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WmQjhf
May 04, 2019 at 11:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WmQjhf
via IFTTT
Share:

Haedar Nasir: Jangan Jadikan Masjid Tempat Kemudaratan

Haedar berharap masjid jadi ajang pembinaan ketakwaan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak umat Islam jangan menggunakan masjid sebagai tempat kemudaratan. Dalam arti, menyebarkan kebencian, permusuhan, hilangnya rasa damai, dan menimbulkan masalah dalam kehidupan.

Haedar di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (4/5), berharap seluruh masjid di Indonesia menjadi ajang pembinaan ketakwaan. Masjid juga diharapkan sebagai tempat menumbuhkan nilai bagaimana umat manusia bisa menjalin hubungan baik dengan Allah SWT (habluminallah) dan juga hubungan baik dengan manusia (habluminannas).

"Kemudian dari masjid itu dibina nilai-nilai keilmuan, tetapi ilmu amaliyah yang nanti memancarkan kemajuan," katanya usai meresmikan Masjid Manarul Ilmi di Kampus Universitas Muhammadiyah Magelang.

Haedar menuturkan, nilai-nilai perdamaian, nilai-nilai keutuhan kebangsaan, keumatan itu harus tumbuh. Ia berharap dari masjid ada ikhtiar untuk semakin membuat umat dan bangsa ini bersatu termasuk dalam politik kebangsaan agar bisa membangun.

"Kita harus jujur masih tertinggal dalam penguasaan iptek, rakyat kita masih banyak yang tertinggal secara ekonomi, umat Islam juga begitu maka lewat masjid yang ada di kampus ini dan orientasi kampus untuk membangun peradaban maka insya Allah akan lahir ikhtiar-ikhtiar kita yang lebih maksimal untuk meajukan umat dan bangsa," katanya.

Ia menilai, Universitas Muhammadiyah Magelang mengalami lompatan kemajuan yang cukup signifikan dengan lokasi yang strategis di pinggir jalan raya Magelang-Yogyakarta, ditambah bangunan masjid yang megah. "Insya Allah Universitas Muhammadiyah Magelang akan menjadi center of excellence (pusat unggulan) sekaligus juga membangun generasi ulul albab bagi masa depan umat dan bangsa," katanya.

"Saya mengajak masyarakat luas di Magelang dan Jawa Tengah untuk memanfaatkan Universitas Muhammadiyah Magelang ini menjadi pusat pendidikan generasi bangsa, insya Allah akan membawa pada kemajuan. Apalagi nama masjid ini Manarul Ilmi atau pusat pencerahan ilmu," demikian Haedar Nashir.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2H0Z76Z
May 04, 2019 at 11:01PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2H0Z76Z
via IFTTT
Share:

Rumah Zakat Bantu Usaha Embing Mbak Diyem

Rumah Zakat memberikan suntikan modal usaha.

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL -- Rumah Zakat lewat Fasilitator Desa Berdaya kembali memberikan bantuan modal kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Bantuan modal diberikan kepada pelaku usaha emping melinjo di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Wardiyem atau biasa dipanggil Diyem merupakan anggota Kelompok Kuliner Koperasi Usaha Bersama (KUBE) Al Barokah Binaan Rumah Zakat yang kedua kalinya mendapat suntikan modal usaha. Raut bahagia Diyem tidak dapat ditutupi saat Fasilitator Desa Berdaya, Ratno Sungkowo, berkunjung ke rumahnya. Terlebih, ketika Diyem mendapatkan kabar kalau Rumah Zakat kembali memberikan bantuan modal usahanya.

"Ini meringankan saya sekali Mas Ratno, saya sangat terbantu, jadi sekarang saya tidak cuman mengerjakan  pesanan orang saja, tapi saya bisa beli melinjo sendiri," ujar Wardiyem.

Pada bulan Maret sebelumnya Rumah Zakat telah memberikan tiga jenis bantuan berupa pemberian modal usaha, pengadaan sarana usaha, dan perbaikan tempat produksi.

"Alhamdulillah ya, sekarang tempat produksi Mbak Diyem terlihat lebih representatif, nyaman, dan in syaa allah kalau hujan tidak rembes dari atap dan tampo dari samping," ujar Ratno.

Diyem mengawali usaha empingnya sejak 2004 dengan hanya melayani pesanan tetangga. Untuk ongkos atau jasa pembuatan empingnya Diyem membandrol Rp 6.000 setiap satu kilogram melinjo. Usahanya itu dikerjakan seorang diri dengan peralatan dan sarana seadanya.

Kini, atas program pendampingan dari Rumah Zakat, Diyem mampu menyelesaikan pesanan pelanggannya dengan kapasitas 5 kilogram melinjo setiap hari dengan penghasilan rata-rata Rp 40 ribu atau tarif Rp 8.000/Kg melinjo.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/300CRBZ
May 04, 2019 at 11:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/300CRBZ
via IFTTT
Share:

Tarhib Ramadhan, Suka Cita Warga Pelita Menyambut Ramadhan

Ratusan warga Pelita melakukan pawai obor menyambut Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK — Warga Komplek Pelita RW 15, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Pancoran Mas, Depok menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan suka cita. Mereka mengikuti kegiatan tarhib Ramadhan yang diselenggarakan pengurus masjid setempat.

Dalam tarhib Ramadhan tersebut, ratusan warga, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, melakukan pawai obor. Pawai obor dimulai dari Masjid Nururrahman, lalu melintasi gang Golf, melintasi jalan raya, hingga ke depan masjid Al-Ikhlas, lalu kembali lagi ke Masjid Nururrahman.

Ketua BKM Nururrahman, Syahruddin El-Fikri mengatakan kegiatan ini dalam rangka memeriahkan dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. “Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat dan membawa dampak positif sebagai wujud kegembiraan akan datangnya bulan suci Ramadhan," kata Syahruddin, Sabtu (4/5) malam.

Ketua panita Ramadhan Masjid Nururrahman, Khoerudin mengatakan, pihaknya menyiapkan sekitar 20 agenda acara dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadhan. Mulai dari tarawih, tadarus, hingga Pesantren Muslimah Al-Quran.

Khoerudin berharap seluruh kegiatan yang diselenggarakan Masjid Nururrahman bisa memberikan manfaat bagi warga. “Semoga kegiatan lancar dan bermanfaat bagi warga Pelita,” ungkap dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VNSf52
May 04, 2019 at 10:51PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VNSf52
via IFTTT
Share:

Masjid di Makassar Gelar Tarawih ala Haramain Saat Ramadhan

Tarawih dan tadarus selama Ramadhan di Masjid Al Markaz dipimpin qori nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Masjid-masjid di seluruh Indonesia bersiap menggelar kegiatan selama Ramadhan. Masjid Al Markaz Al Islami Jendral M Yusuf sebagai salah satu ikon Kota Makassar, Sulawesi Selatan akan melaksanakan tarwih ala Haramain Kota Mekkah, Arab Saudi pada Ramadhan tahun 1440 Hijriah.

"Tarwih ala Haramain maksudnya khatam satu juz per hari. Jadi selama 30 hari akan khatam Alqur'an," Ketua Panitia Ramadhan 1440 H Masjid Al Markaz Al Islami, Maskur Yusuf di Makassar, Sabtu (4/5).

Sebagai salah satu masjid terbesar di Kota Makassar, Masjid Al Markaz kini mulai menggelar berbagai kegiatan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Ia menyebutkan, tarawih ala haramain sampai tadarus bersama di waktu subuh menjadi agenda selama Ramadhan. Ini dimaksudkan untuk mempermantap ibadah selama Ramadhan.

Menariknya, tadarus setelah shalat hingga ceramah subuh akan dipimpin langsung oleh qori nasional hingga internasional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Mereka merupakan alumni kampus Islam di berbagai belahan dunia.

"Imam, qori', serta muadzin berasal dari nasional dan internasional. Rata-rata mereka adalah orang Sulawesi Selatan yang pernah belajar di negara-negara Islam," ungkapnya.

Sampai saat ini, menyambut bulan penuh berkah, kata Maskur, panitia Ramadhan 2019 telah menyiapkan jadwal dan agenda untuk setiap kegiatan yang akan mewarnai bulan Ramadhan. Jadwal yang telah disusun seperti imam tarawih, imam Isya, imam Subuh, penceramah tarawih, penceramah subuh dan penceramah Dhuhur.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Masjid Al Markaz tetap menyediakan 1.000 nasi dos per hari untuk hidangan buka puasa para jamaah masjid yang berlokasi di Jalan Urip Sumihardjo Makassar tersebut. Khusus di 10 malam terakhir Ramadhan, panitia akan menyiapkan makanan sahur bagi jamaah yang ikut shalat malam.

"Jika persiapan kami tidak cukup, maka kami panitia akan memberikan jamaah kupon sahur ke warung sekitar masjid sehingga jika ada yang tidak kebagian makanan tetap bisa bersantap sahur," terangnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ln6VnK
May 04, 2019 at 10:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ln6VnK
via IFTTT
Share:

Warga Lombok Keluar Rumah Antisipasi Dampak Gempa Malam Ini

Lombok pernah diguncang gempa dengan kekuatan cukup besar pada tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Gempa mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (4/5) sekira pukul 22.20 WITA. Meski hanya berkekuatan magnitudo 4,3, guncangan gempa cukup dirasakan masyarakat.

Pantauan Republika.co.id,  sejumlah warga di Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, langsung keluar rumah begitu gempa terjadi lantaran merasakan adanya getaran. Namun, tidak ada kepanikan berarti.

Warga sengaja keluar rumah sebagai antisipasi mengingat Lombok pernah diguncang gempa dengan kekuatan cukup besar pada tahun lalu. Kondisi ini tidak berlangsung lama. Masyarakat sudah kembali ke rumah masing-masing. 

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto mengatakan episenter gempa terletak di laut pada jarak 13 km Barat Daya Lombok Utara dengan kedalaman 17 km. Kata Agus, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif, hasil interaksi sesar naik busur belakang Flores. 

Dampak gempa berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Lombok Utara dan Mataram IIII-IV MMI, Lombok Barat dan Lombok Tengah III MMI. "Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami," ujar Agus. 

Agus mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WnPncr
May 04, 2019 at 10:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WnPncr
via IFTTT
Share:

Masjid Al Markaz Makassar Gelar Tarawih ala Haramain

Tarawih dan tadarus di Masjid Al Markaz dipimpin langsung qori nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Masjid-masjid di seluruh Indonesia bersiap menggelar kegiatan selama Ramadhan. Masjid Al Markaz Al Islami Jendral M Yusuf sebagai salah satu ikon Kota Makassar, Sulawesi Selatan akan melaksanakan tarwih ala Haramain Kota Mekkah, Arab Saudi pada Ramadhan tahun 1440 Hijriah.

"Tarwih ala Haramain maksudnya khatam satu juz per hari. Jadi selama 30 hari akan khatam Alqur'an," Ketua Panitia Ramadhan 1440 H Masjid Al Markaz Al Islami, Maskur Yusuf di Makassar, Sabtu (4/5).

Sebagai salah satu masjid terbesar di Kota Makassar, Masjid Al Markaz kini mulai menggelar berbagai kegiatan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Ia menyebutkan, tarawih ala haramain sampai tadarus bersama di waktu subuh menjadi agenda selama Ramadhan. Ini dimaksudkan untuk mempermantap ibadah selama Ramadhan.

Menariknya, tadarus setelah shalat hingga ceramah subuh akan dipimpin langsung oleh qori nasional hingga internasional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Mereka merupakan alumni kampus Islam di berbagai belahan dunia.

"Imam, qori', serta muadzin berasal dari nasional dan internasional. Rata-rata mereka adalah orang Sulawesi Selatan yang pernah belajar di negara-negara Islam," ungkapnya.

Sampai saat ini, menyambut bulan penuh berkah, kata Maskur, panitia Ramadhan 2019 telah menyiapkan jadwal dan agenda untuk setiap kegiatan yang akan mewarnai bulan Ramadhan. Jadwal yang telah disusun seperti imam tarawih, imam Isya, imam Subuh, penceramah tarawih, penceramah subuh dan penceramah Dhuhur.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Masjid Al Markaz tetap menyediakan 1.000 nasi dos per hari untuk hidangan buka puasa para jamaah masjid yang berlokasi di Jalan Urip Sumihardjo Makassar tersebut. Khusus di 10 malam terakhir Ramadhan, panitia akan menyiapkan makanan sahur bagi jamaah yang ikut shalat malam.

"Jika persiapan kami tidak cukup, maka kami panitia akan memberikan jamaah kupon sahur ke warung sekitar masjid sehingga jika ada yang tidak kebagian makanan tetap bisa bersantap sahur," terangnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DPH5mc
May 04, 2019 at 10:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DPH5mc
via IFTTT
Share:

Quartararo Raih Pole Position Termuda di Jerez

Quartararo mencatatkan waktu 1 menit 36,880 detik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) menjadi pembalap termuda MotoGP yang meraih pole position. Dalam usia 20 tahun dan 14 hari, ia mencetak waktu tercepat kualifikasi GP Spanyol di Sirkuit Jerez, Sabtu (4/5).

Quartararo mencatatkan waktu 1 menit 36,880 detik, diikuti oleh rekan satu timnya Franco Morbidelli di posisi start kedua dengan selisih 0,082 detik, demikian laman resmi MotoGP pada Sabtu.

Catatan waktu Quartarro menjadi waktu putaran terbaik akhir pekan ini sekaligus rekor baru Sirkuit Jerez-Angel Nieto.

Marc Marquez (Repsol Honda) kalah 0,090 detik dari waktu Quartararo untuk berada di P3. Marquez di awal sesi mencetak 1 menit 36,970 detik sebagai benchmark sebelum dikalahkan oleh dua pebalap Petronas Yamaha SRT itu.

Rekan satu tim Marquez, Jorge Lorenzo mengakiri sesi kualifikasi lebih awal setelah terjatuh di Tikungan 2 namun dikabarkan tidak cedera. Lorenzo hanya mampu finis di P11 diikuti oleh Joan Mir (Suzuki Ecstar) sebagai pebalap terakhir di Q2 untuk posisi start P12.

Pebalap Mission Winnow Ducati Andrea Dovizioso akan start dari P4 setelah waktunya selisih 0,138 detik dari Quartararo diikuti oleh Marverick Vinales (Monsters Energy Yamaha MotoGP) di P5, dan Cal Crutchlow (LCR Honda Castrol) di P6.

Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati), yang tampil cepat di sesi latihan Jumat, harus puas di tempat start ke-7 diikuti oleh Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu) dan Alex Rins (Suzuki Ecstar) di P9.

Francesco Bagnaia (Pramac Racing) melengkapi posisi start 10 besar.

Sementara itu, Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) masih belum menemukan kecepatan dengan YZR-M1 nya dan akan start dari P13 pada balapan besok.

Hasil Kualifikasi Q2

1. Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1)* 1 menit 36.880 detik [Lap 6/8] 282km/h (Top Speed)

2. Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha SRT (YZR-M1) 1 menit 36.962 detik +0.082 detik [Lap 7/8] 285k

3. Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 1 menit 36.970 detik +0.090 detik [Lap 2/8] 287k

4. Andrea Dovizioso ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 1 menit 37.018 detik +0.138 detik [Lap 6/7] 287k

5. Maverick Viñales ESP Monster Yamaha (YZR-M1) 1 menit 37.114 detik +0.234 detik [Lap 7/8] 281k

6. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1 menit 37.175 detik +0.295 detik [Lap 8/9] 286k

7. Danilo Petrucci ITA Mission Winnow Ducati (GP19) 1 menit 37.209 detik +0.329 detik [Lap 3/7] 286k

8. Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 1 menit 37.332 detik +0.452 detik [Lap 6/8] 281k

9. Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1 menit 37.351 detik +0.471 detik [Lap 3/7] 284k

10. Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP18)* 1 menit 37.384 detik +0.504 detik [Lap 7/8] 286k

11. Jorge Lorenzo ESP Repsol Honda (RC213V) 1 menit 37.496 detik +0.616 detik [Lap 3/5] 286k

12. Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 1 menit 37.514 detik +0.634 detik [Lap 7/7] 280k

Hasil Q1:

13. Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1) 1 menit 37.371 detik 285k

14. Stefan Bradl GER HRC (RC213V) 1 menit 37.406 detik 286k

15. Jack Miller AU DETIK Pramac Ducati (GP19) 1 menit 37.605 detik 287k

16. Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 37.625 detik 285k

17. Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 37.798 detik 286k

18. Johann Zarco FRA Red Bull KTM Factory (RC16) 1 menit 37.820 detik 285k

19. Bradley Smith GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1 menit 38.357 detik 283k

20. Tito Rabat ESP Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 38.403 detik 284k

21. Karel Abraham CZE Reale Avintia Ducati (GP18) 1 menit 38.447 detik 282k

22. Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)* 1 menit 38.894 detik 281k

23. Hafizh Syahrin MAL Red Bull KTM Tech3 (RC16) 1 menit 40.042 detik 281k

24. Andrea Iannone ITA Factory Aprilia Gresini (RS-GP) Tak ada catatan waktu

* Rookie.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YcaQWl
May 04, 2019 at 10:30PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YcaQWl
via IFTTT
Share:

Muslim Muda Modern Indonesia Butuh Aplikasi Dalami Islam

Aplikasi Muslimnesia memudahkan Muslim muda mendapatkan informasi soal Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Figur publik Zee Zee Shahab merasa masih membutuhkan banyak hal untuk mendalami Islam dan menjadi Muslimah. Sebagai seorang Muslimah muda modern, dia masih kerap merasa kebingungan untuk beribadah lantaran mobilitas yang tinggi. 

“Saat ini aku sedang mendalami Islam dengan baik untuk menjadi manusia yang lebih semakin Islami setiap harinya. Tapi susahnya karena saat ini kondisi mobilitas yang tinggi ke mana-mana lebih sering di jalanan dari pada di rumah,” kata Zee zee di wilayah Jakarta Selatan, Jumat (3/5).

Istri dari seorang pembaca berita Prabu Revolusi itu merasa hidupnya masih sering berada di luar rumah. Oleh sebab itu, dia merasa membutuhkan sesuatu untuk membantunya beribadah lebih dalam lagi.

Dia sendiri masih kebingungan untuk mencari tempat shalat ketika dia masih berada di jalan. Belum lagi, ketika sudah mendapatkan tempat untuk shalat, dia masih kebingungan dalam mencari arah kiblat.

Selain itu, dia juga kerap kesulitan untuk mencari rumah makan yang berlabel halal. Belum lagi, dia juga kebingungan mencari tempat penginapan yang juga halal. 

Oleh sebab itu, dia sangat bersyukur dengan adanya peluncuran aplikasi Muslimnesia. “Muslimnesia ini luar biasa, benar-benar menjawab kegalauan para muslimah saat ini yang membuat kita bisa lebih terpenuhi keinginannya untuk mendalami Islam,” kata Zee zee. 

Hal yang sama juga diungkapkan figur publik lainnya, Adrian Maulana. Dia yang juga merupakan Co-Founder Muslimnesia itu mengatakan juga membutuhkan bantuan untuk menjadi pribadi yang baik dengan mendalami keislaman. 

“Kita mengarahkan diri ke arah yang lebih baik. Belajar itu ya jangan sendiri, tapi datang ke kajian. Justru buat saya, kemacetan itu bukan masalah karena itu kenikmatan karena bisa digunakan untuk mencari kajian,” ungkap Adrian. 

Dia yang saat ini mengaku bekerja kantoran itu menuturkan, masih sering kebingungan mencari kajian terdekat saat berada di kemacetan. Selain itu, dia juga masih kesulitan mencari kajian yang sesuai dengan topik.

Melalui aplikasi Muslimnesia, dia diajak oleh teman-temannya yang merupakan founder aplikasi itu untuk mengembangkan aplikasi untuk menjawab kesulitannya. 

“Aplikasi ini yang murni yang berangkat dari anak-anak muda muslim modern indonesia. Mereka ini nggak omdo, mereka melakukan reaksi dan aksi yang nyata. Saya diajak memberikan sumbang saran. Saya lihat punya kesamaan visi. Punya pengalaman spiritual yang lebih baik. Kami ingin bisa berperan soleh sendiri, tapi berkolaborasi untuk memajukan peradaban islam kembali,” jelas dia. 

Aplikasi Muslimnesia didirikan oleh Ariani Rudjito, Billtraviano Harda, dan Muhammad Assad. Mereka memberikan aplikasi sebagai rujukan dalam mengimplementasikan Islam. 

“Karya asli anak bangsa ini hadir sebagai solusi yang memahami betul kebutuhan muslim muda modern di Indonesia, yang tersampaikan melalui ragam fitur segar dan desain aplikasi simpel,” jelas perempuan yang akrab disapa Ani itu. 

Beberapa fitur yang disajikan dalam aplikasi Muslimnesia itu antara lain Cari Masjid yang menyajikan informasi masjid terdekat berbasis lokasi, Jadwal Kajian yang menyediakan informasi jadwal kajian belajar mengenai Islam atau majelis ta’lim, dan Halal Radar yang memberikan informasi tempat dan sarana publik yang telah memberikan pelayanan halal. 

Selanjutnya, fitur Sedekah yang membantu kalangan Muslim muda untuk bersedekah secara simplistis dengan pilihan kegiatan filantropi yang beragam. Muslimnesia sendiri berkolaborasi dengan lembaga pengelola dana sosial terkemuka seperti Rumah Zakat dan juga ACT.

Selain itu, fitur yang lainnya adalah Quran dan Doa, Waktu Shalat, Kiblat, dan Jadal Puasa. Fitur-fitur itu dapat memudahkan pengguna menjalankan rangkaian ibadah wajib maupun sunnah. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Y06lxU
May 04, 2019 at 10:20PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Y06lxU
via IFTTT
Share:

KRPL Minimalisasi Pengeluaran Belanja Pangan

Program KRPL sangat bermanfaat dan diminati masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, BELITUNG —Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian telah mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang hingga kini  tersebar di 20.000 desa di 34 provinsi. Tujuannya untuk memantapkan ketahanan pangan keluarga.

Sejak berjalan padan 2010, pengembangan KRPL bermanfaat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan, mengembangkan pangan lokal, memperbaiki gizi keluarga dan meningkatkan pendapatan. Salah satu KRPL dengan konsep perkotaan yang dikembangkan di Kabupaten Belitung, adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Pinang Harapan di desa Paal Satu, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung. 

Aneka tanaman yang diusahakan adalah cabai, tomat, terong,  seledri, jahe,juga memelihara ayam. Kepala BKP Agung Hendriadi yang mengunjungi lokasi tersebut, Sabtu (4/5), mengatakan, program KRPL sangat bermanfaat dan diminati masyarakat.

“KRPL ini selain memenuhi kebutuhan gizi keluarga, juga menghasilkan pendapatan tambahan untuk keluarga, dengan penjualan kelebihan produksi sayur atau hasil ternak serta penghematan pengeluaran karena anggota KWT tidak perlu belanja harian lagi," jelas Agung. 

Agung juga berpesan agar KRPL dikelola serius dan jangan dijadikan pekerjaan sambilan, terutama budidaya dan bisnisnya. “Untuk mendukung sisi bisnis,  KRPL ini akan dihubungkan dengan Toko Tani Indonesian (TTI) sebagai outlet penjualan sayur, buah dan hasil ternak dari KWT, serta hotel dan restoran.” Urai Agung

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Destika Eflian, mengatakan akan terus meningkatkan kemampuan budidaya dari para anggota, serta menambahkan pelatihan pasca panen untuk mendukung sisi bisnis kelompok. Melihat potensi yang ada, pihaknya siap dan akan terus mengembangkan KRPL di lokasi-lokasi lainnya. 

Ketua KWT ibu Ida Nopianti yang mendampingi Agung mengatakan Dengan KRPL yang ada, anggota mampu menghemat belanja pangan untuk rumah tangga sekitar Rp 750 ribu setiap bulannya per anggota. Jika dihitung 30 anggota, maka bisa menghemat belanja sebesar Rp 22,5 juta.

Melihat perkembangan yabg cukup pesat, KRPL ini juga akan memasok sayuran ke hotel dan restoran. "Saya mengapresiasi apa yang dikembangkan KWT ini. Saya harap anggota KWT terus bertambah dan tanaman diperbanyak lagi, sehingga KRPL ini dapat berkembang pesat," pesan Agung.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VJxCaf
May 04, 2019 at 10:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VJxCaf
via IFTTT
Share:

Andre Taulany Datangi MUI untuk Minta Maaf

Sebelumnya, Andre dianggap menghina Rasulullah lewat candaan dalam satu acara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor sekaligus komedian Andre Taulany mendatangi kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5). Andre bermaksud meminta maaf kepada seluruh umat Islam lewat MUI. Sebelumnya, Andre dianggap menghina Rasulullah lewat candaan dalam satu acara.

Andre mengaku khilaf, candaan yang ia lontarkan di luar kesadarannya. Ia mengaku tidak bermaksud menghina siapa pun, apalagi Rasulullah.

"Naudzubillah kalau saya sampai menghina Rasul saya sendiri. Untuk itu saya datang ke sini untuk minta maaf kepada seluruh umat Islam," kata Andre Taulany.

Andre menegaskan bahwa ia adalah seorang Muslim yang taat pada ajaran Islam. Selain itu, Andre juga mengaku sangat menghormati Rasulullah. 

"Setiap saya shalat saya menyebut namanya (Rasulullah), setiap saya zikir, saya beribadah, saya bershalawat saya menyebut namanya," kata Andre.

Andre menganggap, MUI adalah pihak yang dapat mewakili umat Islam. Untuk itu, ia merasa perlu berkunjung. Kedatangan Andre disambut oleh Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis. 

Cholil Nafis menerima Andre Taulany dengan baik. Ia sempat terkejut ada seorang muslim yang menghina rasulnya. Cholil Nafis menerima permintaan maaf Andre Taulany.

"Para habaib, para ulama, kaum Muslimin tolong memaafkan Mas Andre. Mas Andre sudah berjanji untuk memperbaiki canda-candaannya. Mas Andre juga sudah berjanji untuk tidak mengulanginya," kata Cholil Nafis.

Cholil Nafis menambahkan, ia serta MUI siap memberikan bantuan berupa nasihat dan arahan soal keagamaan kepada Andre Taulany.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LjnpgF
May 04, 2019 at 10:10PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LjnpgF
via IFTTT
Share:

Fasilitas Pendukung Rest Area Tol Solo-Ngawi Dikebut

Sebagian fasilitas pendukung area istirahat telah selesai dibangun.

REPUBLIKA.CO.ID, NGAWI -- Dioperasionalkannya Jalan Tol Trans Jawa secara penuh telah memberikan dampak yang luar biasa bagi konektivitas darat, baik antarkota maupun antarprovinsi yang ada di pulau Jawa. Efektivitas pemanfaatan ruas tol Trans Jawa tidak akan berarti apa- apa, tanpa didukung dengan berbagai sarana dan prasarana penunjang, yang menjadi kebutuhan para pengguna jalan tol.

Hal itulah yang membuat pengelola jalan tol terus melengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung yang ada di ruas jalan tol. Ini dilakukan guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pengguna jalan tol Trans Jawa.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, di Jalan Tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini, berbagai pekerjaan pembangunan maupun penambahan sarana dan prasarana penunjang yang ada di kawasan rest area (tempat istirahat) terus dikebut penyelesiannya. Salah satu aktivitas yang cukup tampak menonjol adalah pekerjaan berbagai kelengkapan fasilitas kawasan tempat istirahat yang ada di dalam ruas jalan tol sepanjang 90 kilometer tersebut. Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) itu di antaranya SPBU, sarana ibadah (masjid), foodcourt, ATM Center, kamar mandi dan toilet hingga UKM center. 

Di TIP KM 519 A (arah Surabaya) dan TIP KM 519 B (arah Jakarta) yang berada di wilayah Sragen masih tampak beberapa pekerjaan pembenahan sarana pendukung seperti area parkir dan sejumlah pekerjaan ringan lainnya. Selain itu juga di Tempat Istirahat KM 575 A dan KM 575 B, yang masuk wilayah Ngawi (Jawa Timur), juga masih tampak sejumlah aktivitas para pekerja yang terus mengebut beberapa pekerjaan fisik. Walau demikian, sejumlah fasilitas layanan di kedua tempat istirahat tersebut sudah ada.

Direktur Utama PT JSN, Ari Wibowo  yang dikonfirmasi mengatakan, untuk wilayah kerja PT JSN (ruas Solo- Ngawi) hingga saat ini ada enam tempat istirahat dari rencana delapan tempat istirahat. Dari enam tersebut yang sudah operasional sebanyak empat tempat istirahat dan sisanya (dua tempat istirahat) sifatnya masih fungsional.

“Artinya, sudah bisa difungsionalkan untuk momentum tertentu,” jelasnya, Sabtu (4/5).

Dari empat tempat istirahat yang sudah operasional tersebut, lanjut Ari, dua di antaranya merupakan TIP atau Rest Area tipe A, masing-masing berada di KM 519 A serta KM 519 B (Sragen). Masing-masing sudah ada SPBU, masjid yang sangat representatif, mini market, restoran, kafe, galeri UMKM, foodcourt, ATM center dan area parkirnya mampu menampung tak kurang dari 150 kendaraan besar dan kecil.

Sedangkan untuk tempat istirahat yang sudah operasional di KM 538 A maupun KM 538 B sebenarnya merupakan rest area tipe B. Walaupun sebagian sudah ada layanan lengkap termasuk mushala, tetapi belum ada SPBU dan masing-masing hanya memiliki kapasitas 80 kendaraan.

Kemudian, lanjutnya, yang di KM 575 A dan KM 575 B masih fungsional. Di area itu masih dalam tahap pembangunan sejumlah fasilitas dan kelengkapannya, seperti tempat ibadah termasuk pembangunan SPBU.

“Khusus untuk pembangunan SPBU dilokasi tempat istirahat ini, kita masih berupaya agar sebelum Lebaran nanti sudah rampung dan sudah bisa operasional, guna membantu para pengguna jalan tol ruas Solo-Ngawi semakin tenang, nyaman dan mudah untuk mengakses BBM,” jelasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Lkvh1D
May 04, 2019 at 10:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Lkvh1D
via IFTTT
Share:

Kementan Imbau Pemda Pantau Ketersediaan dan Harga Pangan

Ketersediaan pangan strategis mencukupi permintaan pasar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian mengimbau pemerintah daerah untuk mengawasi harga dan ketersediaan pangan. Aparat pemda harus terjun ke lapangan untuk memastikan keduanya. 

"Harga pangan menjadi perhatian pemerintah dan kami akan lakukan terus pemantauannya, agar terkendali dan daya beli masyarakat terjangkau," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), ketika meninjau pasar Tradisional Tanjung Pandan, di Kota Tanjung Pandan, Belitung, Sabtu (4/5). 

Khusus untuk Bangka Belitung, Agung berpesan kepada pemerintah daerah agar terus memantau ketersediaan dan harga pangan, mengingat beberapa komoditas pangan di Bangka Belitung sebagian besar dari provinsi lain," tambah Agung.

Agung juga menjelaskan, secara nasional ketersediaan komoditas pangan pokok/strategis nasional seperti beras, jagung, minyak goreng, bawang merah, cabai, daging dan telur ayam ras mencukupi. Hanya bawang putih yang ketersediaan produksinya masih kurang sehingga dipenuhi dari impor.

Tim Satgas Pangan Bangka Belitung, Armain, menyatakan akan terus melakukan pengawasan distribusi pangan agar pasokan dan harga pangan terjaga.

"Kami akan terus lakukan pengawasan, agar stok dan harga pangan selalu terkendali," ujar Armain.

Berdasarkan pantauan di Pasar Tanjung Pandan, harga komoditas pangan cenderung stabil, antara lain beras 12.500 per kg, gula 12.000 per kg, dan minyak goreng 10.000 per kg. Bawang putih dan cabai merah yang mengalami sedikit kenaikan. Diharapkan dalam waktu dekat segera turun karena pasokan dipastikan masuk ke pasar pada Ahad (5/5).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Wq78b4
May 04, 2019 at 09:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Wq78b4
via IFTTT
Share:

Persipura Pulangkan Dua Pemain Asing Asal Brasil

Manajemen klub telah menunggu terlalu lama untuk dokumen kedua pemain tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Manajemen Persipura Jayapura akhirnya memulangkan dua pemain asing asal Brasil karena kendala dokumen dari klub lama. Juru bicara Persipura Jayapura Eveerth Zakariaz Joumilena ketika dihubungi di Kota Jayapura, Sabtu (4/5) malam mengatakan, manajemen klub telah menunggu terlalu lama untuk dokumen kedua pemain tersebut yang terlihat mulai padu dengan tim.

"Kedua pemain tersebut adalah Luis Carlos Rocha da Silva atau yang akrab disapa Pilar tersebut. Sedangkan Pemain lainnya asal Negara Brasil lainnya adalah Wallacer de Andrade Medeiros," katanya.

Pilar, kata dia, merupakan pemain klub kasta kedua sepak bola Brasil, America Mineiro. Sedangkan Wallacer de Andrade Medeiros merupakan pemain Klub Sepakbola asal Brasil, Remo.

"Berkaitan dengan akan dipulangkannya kedua pemain tersebut, manajemen Persipura sedang mencari penggantinya," katanya.

Sementara pemain asing lainnya, yakni Andre Riberio tetap bersama Persipura. 

"Untuk pengganti kedua pemain itu akan dijelaskan nanti. Kedua pemain yang akan bergabung dengan Persipura nanti sudah merasakan kompetisi dalam negeri sebelumnya. Mungkin itu sedikit tambahan saja," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WpCP43
May 04, 2019 at 09:50PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WpCP43
via IFTTT
Share:

Antisipasi Gempa, Suami-Istri di Lembang Bangun Rumah Kayu

Saat terjadi gempa, rumah kayu yang dibangun bergoyang lentur mengikuti arah gempa.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tengah menjadi pusat perhatian di tingkat nasional. Sebab di wilayah tersebut terdapat sesar (patahan) Lembang dengan panjang 29 kilometer dan tiap tahun berdasarkan data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bergeser 0,3 milimeter. 

Tidak hanya itu, Sesar Lembang saat ini memasuki fase ulang untuk terjadi gempa bumi. Meski belum diketahui kapan bisa terjadi, rentang waktunya bisa terjadi dalam waktu 100 tahun ke depan. Sehingga, diperlukan kesiagaan atau mitigasi menghadapi potensi bencana gempa bumi.

Membaca kondisi tersebut, pasangan suami istri, Raden Bagja Mulyana (40 tahun) dan Dewiyantini yang tinggal di Desa Kayuambon, Lembang, tergerak untuk membuat rumah berbahan kayu jati (rumah panggung). Awal mulanya pada 2016 silam, mereka memilih membangun rumah kayu karena di wilayah Lembang masih terbilang asri dengan udara yang segar dan enak.

Seiring perjalanan, keberadaan rumah kayu tersebut menjadi bagian dalam melakukan upaya mitigasi bencana gempa di wilayahnya. "Awalnya sederhana (bangun rumah kayu), karena kita tinggal di kampung, juga udara enak. Rumah modern (dengan tembok) mah udah biasa," ujarnya, Sabtu (3/5).

Sebelum tahun 1990-an, rumah kayu (panggung) masih ada di wilayah Lembang. Namun, setelah itu, rumah-rumah warga lebih banyak dibangun dengan tembok. Ia pun terlebih dahulu berkomunikasi dengan istrinya terkait rencana membangun rumah kayu dan akhirnya disetujui bersama.

"Sama istri ngobrol soal rencana bangun rumah kayu. Apalagi di Lembang kan daerah bencana, ditambah ada Sesar Lembang. Dari situ baca-baca referensi cari model dan bahan ternyata pilih sederhana dan minimalis," ungkapnya.

Di area tanah seluas 70 meter persegi, Raden mengaku membangun rumah dengan konsep minimalis dengan dua kamar, satu ruang tengah dan teras. Seluruh bagian di depan dan tengah rumah penuh dengan kayu jati ditambah adanya anyaman bambu.

Untuk bahan bakunya sendiri, dirinya sempat kesulitan memperolehnya sebab tidak banyak yang menjual kayu jati di Lembang. "Untuk bahan baku kayu nggak gampang. Saya terpaksa mencari ke Cirebon dan Sumedang. Nanya-nanya, akhirnya dapat kayu jati di Cirebon," katanya. 

Ia bercerita seharusnya proses pembangunan bisa berlangsung hanya dua sampai tiga bulan. Namun akhirnya selesai dalam enam bulan. Kendala yang dihadapinya saat itu, ia menuturkan, adalah mencari tukang yang paham pemasangan kayu. Sebab, tukang yang membangun rumah kayu harus betul-betul paham cara membuat rumah kayu.

"Kebanyakan kayu-kayu yang dipasang pakai perekat serta saling mengunci. Tiang satu sama tiang lainnya mengunci. Ada sebagian pakai paku tapi tidak dominan," katanya.

Kesulitan lainnya, ia mengatakan, adalah persiapan kayu, mulai dari ketebalan, panjang yang disesuaikan kebutuhan misal untuk tiang, dinding dan rangka. Di bagian belakang rumah yang dibangun tempat dapur dan kamar mandi, sebagian memakai batubata. Itu dilakukan karena menyangkut keamanan dari api.

Banyak perubahan yang ia rasakan setelah membangun rumah kayu, terutama ketika terjadi gempa. Saat gempa terjadi, rumah miliknya yang dibangun dengan bahan kayu cenderung menjadi elastis dan lentur. Bangunan rumah terlihat mengikuti gerakan gempa. 

Selain itu, goncangan relatif tidak kencang dan tidak menimbulkan kerusakan pada bangunan. Katanya, tiang utama rumah kayu miliknya dipasang dengan sistem purus dan cathokan.

"Pernah kejadian gempa, saya lihat ke atas lampu goyang. Terus keluar rumah dan lihat rumah lentur mengikuti gelombang gempa," katanya. 

Ia mengaku tidak mengetahui persis apakah rumah kayu miliknya bisa dibilang rumah antigempa. Namun begitu, dengan dirinya membangun rumah kayu, Raden mengungkapkan hal itu sebagai wujud antisipasi dan meminimalisasi dampak gempa. "Intinya kita berupaya meminimalisasi, antisipasi dan mitigasi," katanya. 

Karena bukan hal yang umum, ia mengungkapkan belum banyak yang membangun tempat tinggal dengan konsep bahan baku kayu. Kebanyakan, dirinya mengatakan warga berpikir membangun rumah megah itu dengan menggunakan batu bata atau beton.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Wn8Vxr
May 04, 2019 at 09:40PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Wn8Vxr
via IFTTT
Share: