Showing posts with label 2019 at 06:52AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 06:52AM. Show all posts

Thursday, November 28, 2019

Batas Usia Picu Lonjakan Dispensasi Nikah di Semarang

Batas usia minimum menikah untuk laki-laki perempuan 19 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Permohonan dispensasi nikah oleh calon pasangan yang belum cukup usia di Kabupaten semarang melonjak selama November ini. Pengadilan Agama (PA) Ambarawa Kabupaten Semarang mencatat sejak 1 November 2019 hingga 26 November 2019, telah menerima 26 pengajuan dispensasi nikah.

"Artinya, setiap hari ada satu permohonan dispensasi nikah yang diterima PA Ambarawa," kata Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Ambarawa, Widat, Jumat (29/11).

Ia mengungkapkan, melonjaknya pengajuan dispensasi nikah ini salah satunya dampak dari ketentuan baru usia perkawinan sesuai UU Nomor 16 Tahun 2019 perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Sesuai UU Nomor 1 Tahun 1974 batas usia menikah bagi calon pengantin perempuan adalah 16 tahun. Menurut UU Nomor 16 Tahun 2019 menjadi 19 tahun, baik untuk calon pengantin perempuan maupun pria.

Sehingga calon pengantin walaupun sudah berusia 17 tahun dan 18 tahun pun harus mengajukan dispensasi untuk menikah kepada PA. "Akibat ketentuan yang telah berlaku sejak September lalu, membuat angka dispensasi nikah melonjak di PA Ambarawa karena RUU Perkawinan telah menyepakati usia minimum nikah bagi laki-laki dan perempuan 19 tahun," ujarnya.

Widat menambahkan, dari pengajuan dispensasi sepanjang November ini, para pemohon dispensasi bukan berasal dari usia anak sekolah atau mereka yang masih berstatus pelajar. Mereka umumnya merupakan calon pengantin yang rata-rata sudah lulus sekolah dan berada pada rentang usia 17 hingga 18 tahun.

"Sementara pemohon dispensasi pria dan wanita sama, sebesar 50 banding 50 persen," katanya.

Selain lonjakan dispensasi nikah, angka cerai gugat di PA Ambarawa sepanjang November 2019 juga termasuk tinggi, mencapai 80 perkara dan cerai talak sebesar 22 perkara. Tingginya angka cerai gugat dibanding cerai talak dikarenakan kesenjangan ekonomi antara suami dan istri.

"Selain itu, krisis akhlak di masyarakat juga menjadi penyebab tingginya angka perceraian pada keluarga," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/37NZsW0
November 29, 2019 at 06:52AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/37NZsW0
via IFTTT
Share:

Saturday, June 1, 2019

Kata-kata Manis SBY Satu Jam Sebelum Ibu Ani Tiada

Ani Yudhoyono tiada setelah krisis kesehatan sejak tiga hari lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Jenazah almarhumah Ani Yudhoyono telah di rumah duka di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/6) sekitar pukul 23.00 WIB. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disambut kedatangannya oleh sejumlah tokoh dan politikus di kediamannya.

Dalam kesempatan itu, SBY menceritakan ketangguhan istrinya, Ani Yudhoyono melawan kanker darah yang sangat ganas, sebelum akhirnya dipanggil Allah SWT. SBY juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pelayat.

"Ani Yudhoyono. Almarhumah dengan tenang tadi dipanggil oleh Allah jam 11.50 waktu Singapura," ujar SBY dengan raut wajah sedih.

SBY menjelaskan tiga pekan sebelumnya keadaan istrinya sempat membaik. Bahkan, SBY mengaku, memiliki harapan Ani Yudhoyono bisa sembuh. Dokter pun mengatakan sel-sel kanker dalam tubuh menurun secara tajam. Kabar itu membuat dia bersama keluarga bersyukur dan berharap agar penyakit kanker darah Ani Yudhoyono bisa disembuhkan.

"Tiga hari yang lalu ada sebutlah krisis, tiba-tiba ada ledakan dari sel-sel kanker yang tadinya sudah dilumpuhkan itu meningkat dengan sangat tajam. Sehingga tim dokter kewalahan sehingga masuk ICU dengan perlakuan khusus," tambahnya.

SBY juga mengaku selama dua hari dua malam ada di samping Ani Yudhoyono yang tengah berjuang melawan kanker ganas tersebut. Kemudian SBY juga sempat bertemu beberapa perawat yang mengatakan, "Madam Ani is a strong woman".

SBY mengatakan kondisi kesehatan yang memburuk itu namun belum mematahkan Ani. Almarhum ketika itu sudah diserang di berbagai organ tubuh tetapi masih tetap bertahan.

"Memang bapak ibu saya laporkan masih bisa bertahan satu hari. Saya tahu yang 46 tahun bersama istri tercinta ini dia sedang berjuang untuk membuktikan bisa menang melawan kanker darahnya itu," imbuhnya.

Selanjutnya, satu jam sebelum Ani Yudhoyono dipanggail oleh Allah SWT, SBY menyampaikan kepada Ani dengan kata-kata yang indah. Saat itu, kondisi Ani Yudhoyono sedang dibius total sehingga tidak mudah berkomunikasi.

"Tetapi saya melihat di pelupuk matanya ada titik-titik air mata. So she was listening to us. Karena mungkin orang-orang yang disayangi itu masuk dalam hati dan pikiran. 'Memo kami semua ada di sini'. Air mata yang jatuh itu adalah air mata cinta air. Mata kasih dan air mata sayang," terang SBY.

Kendati demikian, SBY mengatakan melihat wajah Ani Yudhoyono bahagia, rileks dalam keadaan seperti itu. Beberapa saat kemudian, kata SBY, dengan sangat tenang kembali ke hadapan sang pencipta.

"Saya ucapkan, ibu, selamat jalan semoga Memo hidup tenang di sisi Allah SWT. Semua di situ melihat jam 11.50. Dia orang yang tough dan tidak mau menyerah. Dia bilang sama saya 'saya pasrah tetapi tidak menyerah' sampai pada batas yang dia bisa mencapainya," tutur Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EOOSS1
June 02, 2019 at 06:52AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EOOSS1
via IFTTT
Share: