Showing posts with label 2019 at 07:55PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:55PM. Show all posts

Monday, May 27, 2019

Dua Striker Borneo Siap Bobol Gawang Madura United

Borneo akan bertandang ke markas Madura United pada Selasa (28/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua striker Borneo FC Lerby Eliandry dan Matias Conti ditantang untuk tampil memukau saat menghadapi Madura United pada laga lanjutan pekan ketiga Liga 1 2019 di Stadion Gelora Ratu Pamellingan, Selasa (28/5). Kedua striker yang sama-sama baru mengoleksi satu gol ini, diharapkan kembali membobol gawang lawan sekaligus memberikan kemenangan.

Urusan mencetak gol menjadi ambisi serius bagi Conti. Striker berpaspor Argentina ini ingin mempertahankan rekor apiknya pada musim lalu. Dimana ia berhasil menjadi top skor tim dengan 11 kali membobol gawang lawan.

"Saya punya alasan kuat memilih melanjutkan karier bersama Borneo FC musim ini. Selain klub punya target tinggi, saya juga ingin mengoleksi lebih banyak gol dari musim lalu," ucap Conti dikutip dari laman resmi klub, Senin (27/5).

Conti memang menjadi pembelian terbaik Borneo FC di putaran kedua pada musim lalu. Pasalnya ia mampu membukukan 11 gol dari 16 pertandingan. Manajemen Pesut Etam bahkan langsung memagari sang pemain dengan sodoran kontrak anyar.

Namun, ambisi Conti tak selalu berjalan mulus. Meski selalu mendapat garansi sebagai starter, performanya di dua laga terakhir belum stabil. Gol terakhir yang dicetaknya terjadi saat Borneo FC menjamu Bhayangkara FC, Kamis (16/5). Sayang capaian tersebut gagal menyuguhkan kemenangan untuk tim.

Performa memukau justru tengah diperlihatkan Lerby. Meski selalu memulai laga dari bangku cadangan di dua laga terakhir, eks Bali United ini berhasil memperlihatkan kualitasnya. Selain memberikan kemenangan, dia juga membuka gol perdananya musim ini saat menjamu Arema FC.

Mengenai persaingan antar bomber Borneo FC, Lerby tak ingin ambil pusing. Menurutnya semua pemain di posisi apa saja selalu bersaing sehat mencari posisi inti. Hal ini dianggap baik demi memacu prestasi tim.

"Kalau urusan gol itu bukan prioritas saya. Kemenangan adalah target utama. Siapa saja yang jadi top skor nanti wajib diapresiasi semua pihak," kata Lerby.

Menghadapi Madura United, Lerby tertantang kembali untuk unjuk kebolehan. Namun apakah ia dimainkan sebagai starter atau tidak diserahkan penuh pada pelatih Mario Gomez.

"Saya sebagai pemain hanya berlatih maksimal. Semoga bisa tampil dari menit awal agar bisa bermain lebih maksimal," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2wlGC7n
May 27, 2019 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2wlGC7n
via IFTTT
Share:

Sunday, May 12, 2019

Meriahkan Ramadhan, Baznas Resmikan Kampung Ramadhan

Kampung Ramadhan sengaja diadakan untuk menambah keberkahan bulan puasa.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan Kampung Ramadhan di Desa Jabon Mekar, Parung, Bogor. Peluncuran Kampung Ramadhan ini dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan seperti perlombaan, bazar, doorprize, pasar ramadhan dan lainnya. 

Kepala Devisi Pendayagunaan Baznas Randi Suwandaru menjelaskan, Kampung Ramadhan sengaja diadakan untuk menambah keberkahan bulan puasa. Dia juga mengapresiasi antusias warga Desa Jabon Mekar menyemarakkan Kampung Ramadhan ini. 

“Semoga kegiatan kampung ramadhan ini terus meluas dan semoga kegiatan yang kita lakukan untuk beribadah di bulan ramadhan ini dimudahkan oleh Allah,” kata Randi saat meyampaikan sambutan di acara peluncuran Kampung Ramadhan Jabon Mekar, Parung, Bogor, Sabtu (11/5).

Menurut pantauan Republika.co.id, kondisi Kampung Ramadhan ini sangat ramai dan banyak warga yang antusias mengikuti acara demi acara yang diselenggarakan di Kampung Ramadhan ini. Salah satunya adalah perlombaan marawis, hadroh, dan qasidah. Selain itu adapula penampilan pancak silat dari anak-anak Desa Jabon Mekar. 

Sepanjang jalan menuju Kampung Ramadhan, berjejer stand-stand makanan, baju hingga aksesoris seperti tasbih hingga Alquran yang dijual UMKM Desa Jambon Mekar. Salah satu pedagang, Santi, mengaku, sangat senang dengan adanya Kampung Ramadhan ini karena membuat desanya semakin ramai. “Alhamdulillah, jadi ramai, dagangan juga jadi lebih laris,” katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Hh6CXQ
May 12, 2019 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Hh6CXQ
via IFTTT
Share:

Thursday, May 9, 2019

Uni Eropa Tolak Ultimatum Iran Tentang Kesepakatan Nuklir

Iran mengancam akan kembali menjalankan program pengayaan nuklir.

Dalam upaya untuk tidak hanya meninggalkan tetapi mengubur Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015, Washington mengancam akan menuntut perusahaan Eropa jika mereka melakukan bisnis dengan Iran seperti yang diizinkan oleh perjanjian.

Sementara Iran mengancam akan kembali menjalankan aktivitas pengayaan nuklir dalam 60 hari jika Eropa tunduk pada desakan AS.

Tapi tidak ada drama birokrasi dari Uni Eropa karena ancaman tersebut. "Meskipun kami tidak menerima ultimatum apa pun," kata seorang pejabat senior Uni Eropa yang berbicara tanpa menyebut nama, "pengumuman Iran bukan merupakan pelanggaran atau penarikan perjanjian nuklir. Kami akan terus mematuhi komitmen kami selama Iran melakukannya. "

Baca juga:Iran Batalkan "Beberapa Komitmen" dalam Kesepakatan Nuklir 2015

Bisakah Eropa memenuhi harapan Teheran?

Seberapa nyata ancaman Iran hanya akan diketahui melalui pemantauan rutin Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang laporan berikutnya akan selesai dalam beberapa minggu. Pada 14 hasil pengawasan terakhir, Iran lulus dengan mulus.

Tetapi dengan sanksi AS yang mengancam di setiap kesempatan, tidak jelas apakah Eropa - atau mitra lainnya, Cina dan Rusia - akan dapat meningkatkan perdagangannya dengan Iran.

Ellie Geranmayeh dari Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri mengatakan kepada DW bahwa dia tidak berpikir kesepakatan itu masih dalam pergolakan fana karena tidak ada pihak yang ingin membiarkannya berantakan. Geranmayeh adalah penasihat pemerintah dan perusahaan Eropa selama negosiasi perjanjian berlangsung. Dia menganggap langkah Iran sebagai "tekanan eskalasi, tembakan peringatan, dan tidak melanggar kesepakatan secara signifikan."

Iran merasa telah memenuhi persyaratan, namun belum meraih manfaat ekonomi seperti yang dijanjikan, papar Geranmayeh. "[Teheran] berharap bahwa hal minimum yang dapat dilakukan Eropa adalah mengoperasionalkan mekanisme INSTEX" yang dirancang untuk memungkinkan pembayaran barang tanpa memicu sanksi AS. Proses itu telah berlangsung selama satu tahun, tapi belum dioperasikan, kata para pejabat.

Pada saat yang sama, Geranmayeh mengakui batas waktu yang diberikan oleh Teheran bermasalah karena jika tidak dipenuhi, risikonya Iran harus mengikuti kesepakatan. Uni Eropa tidak dapat membiarkan Iran membangkitkan kembali kekuatan nuklirnya, sehingga "pada suatu titik [Iran] akan mencapai garis merah Eropa jika ini terus berlanjut."

Di sisi lain, ia memperkirakan, pertaruhan berisiko tinggi ini mungkin bertujuan untuk memiliki nilai lebih untuk akhirnya melakukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat.

Terjebak di tengah dengan Uni Eropa

Uni Eropa, sementara itu, berada dalam "tempat yang tidak menyenangkan," menurut Jon Wolfsthal, seorang pakar non-proliferasi yang bertugas di pemerintahan Obama, dan ia terutama menyalahkan AS untuk itu.

"Ini adalah situasi yang tak diinginkan siapa pun," tegasnya. "Kesepakatan nuklir Iran berhasil: Iran mematuhi persyaratannya, Eropa menerapkannya dan AS mengimplementasikannya."

Namun pemerintahan Trump berargumen bahwa perjanjian itu membuat Teheran diloloskan terlalu mudah dalam upaya Iran mengendalikan nuklir dan bahwa langkah-langkah Iran lainnya juga harus dibatasi, seperti pengembangan rudal balistik dan dukungan untuk kelompok-kelompok proksi yang bermusuhan dengan AS di Timur Tengah.

Setelah AS keluar tepat setahun yang lalu, pemerintah AS terus melakukan segala kemungkinan untuk memecah lima penandatangan lainnya, Inggris, Prancis dan Jerman, ditambah Cina dan Rusia.

"Dia tidak memiliki solusi untuk bagaimana mencapai kesepakatan yang lebih baik tetapi sekarang akan menekan rezim Iran sebanyak yang dia bisa dan menempatkan orang Eropa di tengah," kata Wolfsthal. Ia menambahkan, bahwa tujuan pemerintah sedang dielakkan oleh keputusannya sendiri.

"Ada beberapa negara Eropa yang karena kurangnya itikad baik yang tersisa dengan Amerika Serikat, akan berpihak secara terbuka kepada Iran," dia memperkirakan, "ini bukan merupakan situasi yang diinginkan oleh Amerika Serikat."

Eropa dan AS

Sejalan dengan itu, pada hari yang sama Iran membuat pengumuman, sebuah surat terbuka dari direktur 18 lembaga think tank Eropa dirilis yang meminta AS untuk bergabung kembali dengan perjanjian tersebut.

Sebagian isi suratnya menuntut agar "pendukung JCPOA di seluruh dunia harus meningkatkan koordinasi untuk memastikan bahwa sanksi AS tidak menghambat stabilitas ekonomi dan kerja sama teknis nuklir Iran perlu mematuhi kesepakatan (...)

Yang terpenting, pendukung JCPOA di Eropa dan di tempat lain harus mengartikulasikan kembali manfaat perjanjian kepada berbagai audiens AS - dalam pemerintahan, Kongres, komunitas ahli dan media - sehingga jelas bahwa satu-satunya cara untuk menuai manfaat penuh dari JCPOA dan membangun di atasnya adalah untuk AS bergabung kembali."

Axel Hellman, seorang rekan kebijakan di Jaringan Kepemimpinan Eropa, yang membantu mengoordinasikan pesan bersama selama bulan lalu, mengatakan walau Iran tidak mengambil jalur paling dramatis yang bisa mereka lakukan, tetap saja potensinya berbahaya.

"Di Washington, banyak orang akan merujuk pada masalah ini dan mengatakan 'baiklah ini yang kami katakan selama ini, ini adalah kesepakatan yang buruk, Anda tidak bisa mempercayai Iran, kami perlu mengambil tindakan'," kata Hellman.

Lebih tidak jelas bagaimana kelanjutannya di Eropa, katanya. "Jelas risikonya sudah naik, tetapi masih ada waktu untuk solusi diplomatik."

Ini berlaku selama Teheran masih menerima aturan tentang aktivitas nuklir. Sebelum tenggat waktu 60 hari yang diberikan Iran, akan datang laporan IAEA. Jika itu menunjukkan pelanggaran, pejabat senior Uni Eropa meyakinkan, "kami akan bereaksi." (vlz/rzn)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2H8ZHhW
May 09, 2019 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2H8ZHhW
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 17, 2019

Shahnaz Haque Ajarkan Putrinya Seluk Beluk Pemilu

Putri Shahnaz-Gilang nyoblos perdana di Vancouver, Kanada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada yang berbeda dalam pemilihan umum kali ini bagi keluarga Shahnaz Haque dan Gilang Ramadhan. Tahun ini, bukan saja mereka berdua yang memiliki hak suara, tapi juga putri sulungnya Pruistin.

Hanya saja Pruistin tidak nyoblos bareng orang tuanya. Ia menggunakan hak suaranya di KJRI Vancouver karena sedang merantau belajar di Kanada.

"Pertama kali Pru memilih dalam pemilu, sebuah pesta demokrasi, untuk menentukan nasib bangsanya," ungkap Shahnaz kepada Republika.co.id, Rabu (17/4).

Menurut Shahnaz, ini pengalaman yang baik bagi Pru. Menggunakan hak pilih meski sedang merantau di negeri orang merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai seorang warga negara. Shahnaz yakin pengalaman itu tak akan terlupakan oleh Pru.

Dalam masa kampanye, Shahnaz menanggap penting untuk mencerahkan Pru sebagai pemilih pemula. Ia ingin anandanya bisa mencermati program dan gagasan yang ditawarkan peserta pemilu, baik pemilu legislatif maupun presiden.

Shahnaz mengingatkan Pru agar tak menjadi objek yang diperdaya oleh para peserta pemilu dalam masa kampanye. Ia juga mendidik buah hatinya agar cermat melihat kecenderungan kampanye dengan hal-hal yang baik yang dijanjikan.

"Saya bertanggung jawab membuat putri kami sebagai pemilih cerdas agar dapat memastikan dengan tepat. Mana yang dapat direalisasikan bukan sekedar janji manis belaka. Apa pun pilihannya, bebas merdeka," kata Shahnaz.

Siapakah yang dipilih oleh Pru? Dia tidak memberitahu Shahnaz dan Gilang. Shahnaz mengungkapkan putrinya tahu bahwa ibu dan bapaknya berbeda pilihan.

"Kami tidak memaksakan kehendak. Bebas memilih dan legawo jika pilihannya ternyata berbeda dengan salah satu dari kami," ujarnya.

Selain itu, Shahnaz juga memperkenalkan proses pencoblosan di TPS. Lantas, ada yang jauh lebih penting, yaitu mempersiapkan Pru untuk bisa menerima jika pilihannya tidak keluar menjadi pemenang.

"Ia harus tetap berjuang untuk bangsa Indonesia di negeri orang. Menjadi seorang atlet yang mampu menjaga nama baik negerinya," kata Shahnaz.

Harapan Shahnaz, siapa pun yang akan keluar menjadi pemenang, semoga timbul kesadaran bahwa rakyat memilih bukan karena secara khusus mereka menginginkan dia berada di sana. Akan tetapi untuk berbuat sesuatu yang berguna untuk rakyat dan bangsa.

"Mari kita berpesta demokrasi dengan hati bahagia dan damai. Indonesia negara hebat," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Pi19lN
April 17, 2019 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Pi19lN
via IFTTT
Share:

Sunday, April 14, 2019

Hari Jadi, Sukabumi Giatkan Operasi Bibir Sumbing Gratis

Peserta operasi bibir sumbing mulai dari bayi enam bulan hingga usia 17 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Momen hari jadi Kota Sukabumi ke-105 disambut dengan beragam kegiatan. Salah satunya ialah kegiatan sosial berupa operasi bibir sumbing gratis.

Operasi bibir sumbing ini digelar oleh RS Islam Assyifa Kota Sukabumi yang bekerja sama dengan Yayasan Smiletrain Indonesia pada Ahad (14/4). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Hospital Social Responsibility.

"Acara sosial ini menjadi bagian tanggung jawab sosial dari sebuah perusahaan dalam hal ini rumah sakit," kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi pada saat membuka operasi bibir sumbing gratis.

Pembangunan di bidang kesehatan, lanjut Fahmi, harus dilakukan secara kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama rumah sakit. Langkah ini untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang harus terus meningkat.

Salah satunya, kata Fahmi, dalam penanganan bibir sumbing dan langit sumbing. Sehingga pemkot merasa bersyukur adanya perhatian dari RS Assyifa yang menggelar operasi bibir sumbing gratis.

Fahmi menerangkan, ada sebanyak 12 orang peserta operasi bibir sumbing. Warga yang mengikuti operasi ini mulai dari usia termuda enam bulan dan paling tua 17 tahun.

Direktur Utama RSI Assyifa Heri Heryanto mengungkapkan, operasi bibir sumbing ini dalam rangka menyambut hari jadi Kota Sukabumi yang ke-105. Namun, kegiatan ini sudah digelar sejak 2007 lalu dan tercatat sebanyak 300 orang yang dioperasi.

Heri menerangkan, operasi bibir sumbing ini akan terus dilakukan di sepanjang tahun. Peserta operasi tidak hanya warga Kota Sukabumi melainkan dari Kabupaten Sukabumi. Ke depan selain operasi bibir sumbing akan digelar operasi katarak dan hernia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UxBWcS
April 14, 2019 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UxBWcS
via IFTTT
Share:

Tuesday, March 19, 2019

In Picture: Tidak Terawat, Taman Tangkuban Perahu Jadi Korban Vandalisme

Sejumlah fasilitas taman menjadi korban vandalisme akibat kurangnya pengawasan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Warga beraktifitas di dekat fasilitas taman yang dicoret-coret di Taman Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jakarta, Selasa (19/3).

Kurangnya pengawasan serta perawatan membuat sejumlah fasilitas di taman tersebut menjadi korban vandalisme sehingga dan terkesan kumuh.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Jo4kJu
March 19, 2019 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Jo4kJu
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 30, 2019

Police to summon BPN over Indonesia Barokah tabloid's case

Copies of Indonesia Barokah tabloid were sent to mosques, Islamic boarding schools.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - The National Police will summon campaign team of Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, the National Winning Body (BPN) to ask for information regarding the Indonesia Barokah tabloid case. The police conducted an audit on recommendations from the Press Council and BPN's report prior to the summon.

"After that, we will summon them," said spokesperson of the National Police Brigadier General Dedi Prasetyo, at The Tribrata Building, in South Jakarta, on Wednesday (Jan 30).

According to Dedi, the police will ask for information about the content, narration, and photos published in the Indonesia Barokah tabloid. Police will seek whether it has an element of discrediting them, Dedi said.

In addition, the parties to be summoned will also be questioned about whether the narrative and the content on the tabloid were true or not. If indeed these elements found, it was possible that there would be allegations of criminal violations, Dedi said.

"It is depend on the analysis results of the evidence which is currently examined by the team and various experts," he said.

Previously, the Press Council's plenary meeting on January 29, 2019 has decided that the Indonesia Barokah tabloid did not fulfill the requirements as a press company as stipulated in Law Number 40 of 1999 concerning the Press, Press Council Regulations and Journalistic Code of Ethics.

In addition, for those who feel disadvantaged by the tabloid, the Press Council invited to use other laws outside the Press Law, because in terms of administration and content, Indonesia Barokah was not a product of journalism.

Meanwhile, Election Supervisory Board (Bawaslu) also stated that the tabloid content was not an election violation. Even so, Bawaslu has continued to investigate it.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FZeugS
January 30, 2019 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FZeugS
via IFTTT
Share:

Sunday, January 27, 2019

Madura United Jamu Cilegon United di Pamekasan

Pertandingan leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia akan digelar pada 29 Januari

REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN -- Madura United FC akan menjadi Cilegon United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jawa Timur pada pertandingan leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia. Laga akan digelar pada 29 Januari 2019.

"Laga melawan Cilegon United ini merupakan panggung kedua bagi Madura United di tahun ini," kata Asisten Pelatih Madura United FC Rasiman kepada Antara di Pamekasan, Ahad (27/1) malam.

Sebelumnya pada 23 Januari, Madura United menggelar uji coba dengan salah satu klub sepak bola lokal di Surabaya. Laskar Sape Kerrab menang besar 15-0.

Meski menang telak, Rasiman mengaku belum puas dengan penampilan timnya. Dalam berbagai latihan yang digelar, Ia memfokuskan pada peningkatan fisik pemain. Menurut dia, sebagian pemain masih belum sepenuhnya bugar.

"Fisik pemain masih terlihat kurang, masih harus terus ditingkatkan," katanya lagi.

Menurut Rasiman, kondisi pemain terlihat kurang bagus saat menjalani laga uji coba meski mampu mengalahkan lawannya dengan skor sangat telak, 15-0, Rabu (23/1/2019).

"Dan latihan malam ini, juga kita masih tekankan pada perbaikan fisik pemain dengan harapan kondisi fisik mereka semakin membaik saat menjadi Cilegon United pada 29 Januari 2019 nanti," kata Rasiman di sela latihan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Ahad.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CREVBw
January 27, 2019 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CREVBw
via IFTTT
Share:

Saturday, January 26, 2019

Revans, Pelita Jaya Tundukkan Bima Perkasa

Kemenangan ini adalah balasan atas kekalahan pada seri sebelumnya di Solo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelita Jaya berhasil menundukkan Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja 73-58 pada seri kelima IBL Pertamax 2018-2019 di C'Tra Arena Bandung, Sabtu (26/1). Kemenangan ini adalah balasan atas kekalahan pada seri sebelumnya di Solo. 

Empat pemain Pelita mencetak angka dua digit di jaring Bima Perkasa. Carlton Hurst mengemas 17 angka, Xaverius Prawiro membuat 14 poin, Andakara Prastawa menyumbang 13 angka, dan Ponsianus Nyoman Indrawan membukukan 12 poin.

"C (panggilan Carlton) hari ini luar biasa. Saya juga bangga dengan para pemain lokal yang hari ini bermain bagus," kata pelatih Pelita Fictor Gideon Roring.

Ito, sapaannya, gembira dengan perkembangan timnya. "Saya yakin ruang berkembang kami masih terbuka lebar. Hari ini belum seratus persen kemampuan terbaik yang kami harapkan. Adaptasi pemain lokal dan asing belum seratus persen sempurna," kata dia.

Ito yakin pasukannya akan bisa mencapai kemampuan terbaik. "Defense kuat dan main cepat ciri khas Pelita sudah mulai terlihat," jelasnya.

Pelatih Bima Perkasa Raoul Miguel Hadinoto mengakui para pemainnya tampil terburu buru. "Attemp kami banyak tapi tidak menghasilkan angka. Anak anak bermain terburu-buru mungkin karena terlalu bersemangat," kata Ebos, panggilan Raoul.

Game plan yang coba diterapkan Raoul sering keluar jalur. "Momentum sering hilang karena bermain terburu buru," keluh Ebos.

David Atkinson mencetak 25 angka dan David Seagers membuat 22 angka. "Kontribusi pemain lokal kami sangat kurang hari Ini, berbeda dengan PJ," ujar Ebos.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RPSxHv
January 26, 2019 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RPSxHv
via IFTTT
Share:

Friday, January 25, 2019

100 Ribu Situs Bersejarah Saudi Belum Terungkap Hingga Kini

IHRAM.CO.ID, RIYADH – Arab Saudi terbukti kaya situs arkeologi bahkan sebagian situs belum terungkap dan masih menjadi misteri hingga saat ini. 

Direktur Jenderal Studi Penelitian Arkeologi di Komite Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional, Dr Abdullah Al-Zahrani, penggalian arkeologi di Saudi meningkat pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Ia mengatakan, mereka menemukan situs baru setiap hari di Saudi. Menurutnya, ada lebih dari 100 ribu situs arkeologi yang menarik di negara itu.  

"Hari ini kami memiliki lebih dari 44 misi Saudi dan internasional yang bekerja di Kerajaan. Dari mereka, 21 berasal dari Jerman, Prancis, Italia, AS, Inggris, Jepang dan Cina," kata Al-Zahrani, dilansir di Arab News, Jumat (25/1). 

Ia mengaku heran dan menyebut penemuan tersebut sebagai skenario yang aneh. Pasalnya, 10 ribu situs tersebut baru ditemukan dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah misi terbesar berasal dari Prancis. "Mereka sangat tertarik dengan sejarah Semenanjung Arab," lanjutnya. 

Bagi Al-Zahrani, kemajuan penemuan arkeologi itu tidak mengejutkan. Sebagian besar misi ini memiliki pertanyaan yang belum terjawab tentang sejarah di Saudi dan mereka tahu bahwa jawabannya dapat ditemukan di sana.

"Pada awal abad ke-19, Semenanjung Arab adalah misteri bagi kaum Orientalis, tetapi mereka tidak ingin menjelajah ke pasir gurun. Namun, pada akhir abad ke-19 mereka datang dan mengenal tanah ini dan masyarakatnya," tambahnya. 

Al-Zahrani menambahkan, banyak situs terdaftar pada saat itu, terutama pada 1970-an. Ketika itu, survei arkeologi yang komprehensif dilakukan. Hasilnya saat itu menyediakan daftar situs arkeologi yang begitu banyak.  

Misi arkeologis Saudi-Prancis di wilayah Jazan dipimpin Dr Soline Marion de Bros, arkeolog dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis. 

Misi tersebut adalah salah satu tim paling menonjol dan paling sukses yang bekerja di Kerajaan saat ini. Mereka bekerja untuk mengungkap masa lalu Semenanjung Arab, dan telah melakukan penggalian arkeologis di Pulau Farasan sejak 2017.

Sejauh ini, tim Saudi-Prancis telah mengungkapkan 30 situs yang berasal dari periode pra-Islam. Penemuan itu termasuk sejumlah pemukiman, sisa-sisa hewan termasuk rusa, sapi, kuda dan kura-kura, dan berbagai penemuan termasuk prasasti Arab kuno, dan situs yang berasal dari Kekaisaran Romawi. 

De Bros mengatakan, penemuan mereka memperlihatkan Pulau Farasan dihuni manusia sejak zaman prasejarah. 

"Sejak itu, Pulau Farasan telah dikenal karena kegiatan kultural dan komersialnya di wilayah selatan Laut Merah serta di bagian utara dari Great Farasan," kata de Bros.

Berita Terkait

Bagi de Bros, masa depan arkeologi di Pulau Farasan menarik. Langkah selanjutnya, menurut de Bros, adalah memetakan keseluruhan situs pulau, membuat panduan untuk garis waktu (timeline) dan pengembangan historisnya. 

Ia mengatakan, semakin banyak arkeolog lokal, mulai dari akademisi hingga penggali, juga disiapkan untuk pelatihan khusus guna membantu mengungkap dan melestarikan beberapa situs baru Kerajaan yang paling berharga. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ugy3EF
January 25, 2019 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ugy3EF
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 23, 2019

Mendikbud Usulkan Guru Honorer Dapat Tunjangan Setara UMR

Usulan ini untuk guru honorer yang tak bisa diangkat lewat CPNS dan PPPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengusulkan agar guru honorer mendapatkan tunjangan yang setara dengan Upah Minimum Regional (UMR). Usulan ini khususnya untuk guru honorer yang tak bisa diangkat melalui seleksi CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Ini masih dalam tahap pembicaraan, guru honorer yang tidak bisa diangkat melalui seleksi CPNS dan PPPK maka akan kami berikan tunjangan setara dengaan UMR," ujar Mendikbud di Jakarta, Rabu (23/1).

Anggaran untuk tunjangan guru honorer tersebut dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun jika APBN tidak mencukupi untuk memberikan tunjangan tersebut, maka Mendikbud menyarankan agar dibantu dengan APBD.

"Paling tidak ada jaminan, guru honorer mendapatkan tunjangan setara dengan UMR,"jelas dia lagi.

Saat ini, jumlah guru honorer sebanyak 700.000 guru. Mendikbud menjelaskan ada tiga skema dalam penyelesaian guru honorer.

Skema pertama adalah mengangkat guru honorer melalui proses CPNS yang masih memenuhi syarat dari segi usia maupun kualifikasi. Kemudian, skema kedua melalui jalur PPPK dan skema ketiga dengan memberikan tunjangan setara dengan UMR.

Pada kesempatan yang sama, Kemendikbud berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan anggaran pendidikan dapat termanfaatkan dengan baik.  "Terutama untuk dana transfer daerah yang jumlahnya 63 persen dari total anggaran Kemendikbud. Jadi agar lebih tepat sasaran," jelas dia lagi.

Muhadjir menjelaskan anggaran Kemendikbud pada 2019 sebanyak Rp35 triliun, turun dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak Rp 40 triliun. Hal ini dikarenakan sejumlah pengerjaan bangunan fisik seperti sekolah diserahkan ke kementerian lain.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MtCeu7
January 23, 2019 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MtCeu7
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 16, 2019

Pasukan Elite TNI Kembangkan Konsep Perang Kota

Dalam perang kota, yang dihadapi adalah masyarakat dan terorisme.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meminta agar pasukan elite TNI untuk mengembangkan konsep perang kota untuk mengatasi aksi terorisme. Saat ini, pasukan elite sudah memiliki kemampuan perang kota.

"Saya minta kembangkan konsep perang kota yang selama ini mereka latihkan," kata Panglima TNI saat jumpa pers usai Rapim Kemhan Tahun 2019, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (16/1).

Panglima TNI mengatakan hal itu menjawab pertanyaan awak media tentang kunjungan ke markas pasukan elite TNI, yakni ke satuan Kopassus, Marinir dan Kostrad, beberapa waktu lalu. Menurut mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) ini, selama ini prajurit TNI juga sudah latihan, termasuk perang hutan yang musuhnya jelas.

"Dalam melaksanakan perang kota yang dihadapi ada masyarakat dan terorisme itu sendiri, sehingga saya sampaikan agar mengembangkan konsep perang kota. Taktik perang kota yang jelas karakteristik dan berbeda perlengkapannya. Yang jelas kita harus gunakan teknologi nano," jelas Panglima TNI.

Sehingga, lanjut Marsekal Hadi Tjahjanto, teknologi ini bisa diperlukan pada saat perang kota dan non-"little weapon" ini juga harus dikembangkan. "Apakah dengan menggunakan konsep membuat frekuensi suara tinggi, kemudian peralatan-peralatan yang menggunakan 'infrared', 'thermal' dan koordinat itu juga kita kembangkan," tuturnya.

Karena itu, Panglima TNI meminta agar pasukan TNI mempersiapkan diri untuk latihan perang kota. "Apa saja peralatannya yang kurang segera diajukan, kemudian segera dilaksanakan kegiatan secara bertahap mengarah kepada profesionalisme prajurit," tegas Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Dalam Rapim Kemhan, Panglima TNI memaparkan soal program kerja Mabes TNI tahun 2018 disusun dengan diprioritaskan modernisasi alutsista dan penggunaan kekuatan integratif. Sedangkan Mabes Angkatan memiliki program prioritas yaitu modernisasi alutsista, peningkatan profesionalisme prajurit dan dukungan kesiapan matra darat, laut, dan udara.

Panglima TNI juga memaparkan 11 program prioritas yang langsung ditindaklanjuti dengan program 100 hari kerja. "Alhamdulillah, program 100 hari kerja dapat terlaksana 100 persen, kegiatan-kegiatan yang sifatnya berkelanjutan tetap diteruskan sesuai penahapan pada Renstra TNI 2015-2019," ujarnya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menyampaikan bahwa pembangunan pertahanan integratif di perbatasan diwujudkan dalam bentuk Satuan TNI Terintegrasi. "Pada tanggal 18 Desember 2018 yang lalu, saya telah meresmikan Satuan TNI Terintegrasi (STT) Natuna di Dermaga TNI AL Selat Lampa, Natuna," ucapnya.

Ia menambahkan, dalam pembangunan minimum essential force, TNI mengembangkan organisasi pada tahun 2018, yaitu pembentukan Divisi 3/Kostrad, Koarmada III, Koopsau III dan Pasmar-3 di wilayah Indonesia Timur. "Kehadiran keempat organisasi baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan stabilitas nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MdThAl
January 16, 2019 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MdThAl
via IFTTT
Share:

Sunday, January 13, 2019

Diklaim Dukung Jokowi, Ketua Garbi Bandung: Kami Netral

Dalam deklarasi Garbi Bandung terlihat orang-orang mengenakan kaos Jokowi-Ma'ruf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gerakan Arus Indonesia Baru (Garbi) Chapter Bandung dikabarkan memberikan sinyal untuk mendukung pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Itu ditandai dengan hadirnya segerombolan orang yang mengenakan kaos bergambar Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan logo Garbi, dalam acara deklarasi Garbi Bandung. Kemudian, ada juga spanduk ucapan selamat dari kelompok pendukung Jokowi.

Namun, Ketua Garbi Kota Bandung Ecep Supriatna, membantah pihaknya mendukung salah satu pasangan calon dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Bahkan dia juga tidak mengenal segerombolan berkaos Jokowi-Ma'ruf Amin dan logo Garbi.

"Bukan (anggota Garbi). Mereka datang dan tidak dikenal, dan kami pun tidak mengenal mereka sebagai bagian dari Garbi," tegas Ecep saat dihubungi melalui pesan singkat, Ahad (13/1).

Ecep juga menyatakan sejauh sepemahamannya, Garbi Bandung tidak dalam konteks mendukung salah satu pasangan mana pun. Menurutnya Garbi memposisikan diri untuk netral. Lanjutnya, konsentrasi Garbi sekarang lebih kepada membangun konsilidasi internal dan melakukan sosialisai dan rekrutmen melalui kegiatan diskusi dan sosial.

Selain itu, sampai saat ini, Ecep mengaku masih belum bertemu dengan Sekretaris Garbi Chapter Bandung, Sansan Hasanudin, yang memberikan sinyal mendukung Jokowi. Dalam konteks organisasi, pihaknya sangat tegas bahwa Garbi netral. Kemuidan, pilihan masing-masing pengurus sendiri merupakan pilihan pribadi.

"Secara organisasi tidak ada paksaan dan setiap pilihan politik diserahkan pada individu dan merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing," tutupnya.

Sebelumnya, Garbi Chapter Bandung memperlihatkan dukungannya untuk calon presiden nomor urut satu Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Hal tersebut diakui oleh Sekretaris Garbi Chapter Bandung, Sansan Hasanudin sekaligus terlihat dalam anggota Garbi Chapter Bandung yang hadir dalam deklarasinya di GOR Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu (12/1).

"Program Pak Jokowi luar biasa, satu di antaranya program ekonomi yang tidak mampu dilakukan oleh Presiden sebelumnya, misalnya Freeport. Kalau saya mendukung Pak Jokowi, karena posisinya diakui tidak diakui tergantung cara memandang kita," ujar Sansan dalam rilis yang diterima Republika.

Garbi memang kerap dikaitkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun Sansan menyanggahnya. Menurutnya, sikap politik dalam Garbi dan PKS sangat bertentangan.

Dia mencontohkan, bagaimana Garbi memberikan kebebasan bagi pengurus daerah kabupaten dan kota dalam menentukan arah politik. Dia menyebut hal itu berbeda dari apa yang PKS lakukan pada anggotanya.

Tidak hanya itu, dia menegaskan ketidaksepakatannya tentang Garbi yang menggembosi PKS. "Kalau mengebiri tidak ada hubungan antara partai dan ormas. Ini kan Garbi ormas," tegasnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Fo8fDk
January 13, 2019 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Fo8fDk
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 8, 2019

KPU Siap Hadapi Putusan Soal Perkara OSO

KPU menyerahkan sepenuhnya putusan tersebut kepada Bawaslu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, menyatakan siap menghadapi putusan soal perkara dugaan pelanggaran administrasi dalam pencalonan anggota DPD. KPU menyerahkan sepenuhnya putusan tersebut kepada Bawaslu.

"Saya serahkan semua sepenuhnya kepada yang punya otoritas. KPU siap," ujar Arief kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/1).

Dia melanjutkan, tidak ingin berspekulasi tentang seperti apa bunyi putusan pada esok hari. KPU akan mempelajari dulu amar putusannya.

Terpisah, Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, menyatakan tidak perlu ada kekhawatiran terkait putusan soal OSO. Dia pun menegaskan tidak ada tahapan yang terganggu dengan adanya putusan tersebut.

Sementara itu, terkait kemungkinan OSO dimasukkan ke dalam DCT dan surat suara Pemilu 2019, Pramono tetap tidak ingin berkomentar. "Jangan dulu berspekulasi. Kita tunggu dulu putusannya seperti apa. Belum juga diputuskan," tuturnya.

Sebelumnya, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Ratna Dewi Pettalolo, mengatakan pihaknya akan membacakan putusan terkait perkara dugaan pelanggaran administrasi terkait pencalonan anggota DPD pada Rabu. Setelah itu, Bawaslu juga akan membacakan putusan soal dugaan pelangggaran pidana dalam pencalonan anggota DPD pada Kamis (10/1).

Sebagaimana diketahui, dua perkara ini sama-sama diajukan oleh kuasa hukum Oesman Sapta Odang (OSO). Pihak OSO menduga ada pelangggaran administrasi yang dilakukan oleh KPU terkait proses pencalonan anggota DPD.

Selain itu, KPU juga diduga melakukan pelanggaran pidana pemilu karena tidak menjalankan putusan PTUN. Putusan PTUN memerintahkan KPU untuk memasukkan nama OSO ke dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilu 2019.

"Pada 9 Januari kami bacakan putusan untuk perkara dugaan pelangggaran administrasi pencalonan anggota DPD. Selanjutnya, untuk 10 Januari, kami umumkan status perkara dugaan pelangggaran pemilu," ungkap Ratna ketika dikonfirmasi, Selasa.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TyNd7P
January 08, 2019 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TyNd7P
via IFTTT
Share:

PSM akan Segera Terjunkan Dua Kiper Baru

Dua kiper itu untuk menggantikan Syaiful dan Imam Arif Fadillah.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- PSM Makassar segera menerjunkan dua penjaga gawang buruan untuk memperkuat skuat Juku Eja. Langkah ini dilakukan guna menghadapi sejumlah kompetisi pada 2019.

Asisten pelatih PSM Herman Kadiaman mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan dua pengganti Syaiful (dilepas) dan Imam Arif Fadillah yang masa peminjamannya dari Persib Bandung telah berakhir.

"Sudah ada dua (penjaga gawang), sepertinya sudah deal (bersama manajemen PSM)," kata Herman, Selasa (8/1)

Meski mengaku sudah mendapatkan dua penjaga gawang baru, mantan pelatih kiper Arema FC era 2009-2010 ini belum bisa memberikan identitasnya. Menurut dia, kemungkinan besar kedua pemain akan masuk dalam daftar yang diperkenalkan PSM dalam persiapan 2019 dalam waktu dekat.

Kebutuhan PSM untuk tenaga kiper memang besar. Sebab saat ini skuat Juku Eja hanya memiliki dua sosok pemain yang berposisi kiper, yakni Rivky Mokodompit dan Hilman Syah. Padahal PSM akan tampil di sejumlah kompetisi seperti Liga 1, Piala AFC, dan Piala Indonesia.

Herman meminta media bersabar untuk mendapatkan kejutan secepatnya. "Sabar-sabar dulu, nanti ada kejutan,"jelasnya.

Skuat PSM akan segera melakoni latihan perdana pasca-diliburkan sejak 14 Desember 2018. Latihan digelar pada pekan kedua atau tanggal 15 Januari 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CW3D4T
January 08, 2019 at 07:55PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CW3D4T
via IFTTT
Share: