Showing posts with label 2019 at 09:46PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:46PM. Show all posts

Sunday, April 14, 2019

Selama Masa Tenang, Masyarakat Diharapkan Cari Tahu Caleg

Pemilh dapat manfaatkan platform jariungu.com atau rekamjejak.net untuk cari tahu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama masa tenang 14-16 April 2019, masyarakat diharapkan mencari tahu rekam jejak, riwayat hidup dan visi-misi calon, baik anggota legislatif, DPD, maupun presiden dan wakil presiden. Dengan demikian, masyarakat mengetahui caleg yang akan dipilih dalam lima surat suara nanti.

"Kami mengimbau kepada pemilih sebelum ke TPS pastikan sudah mencari tahu rekam jejak, nama dan latar belakang orang yang akan dipilih nanti karena waktu di bilik suara itu tidak lama," ujar Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Almas Sjafrina di Jakarta, Minggu.

Selain calon presiden dan wakil presiden, kata dia, dalam surat suara hanya terdapat nama, tidak ada informasi lebih. Karena itu, penting untuk mengetahui pilihan sebelum masuk ke bilik suara.

Untuk mengenal para calon, masyarakat dapat mengakses berbagai saluran informasi baik daring mau pun luring yang menyediakan informasi calon. "Sekarang di era keterbukaan informasi banyak program atau platform informasi yang dapat dimanfaatkan pemilih, ada jariungu.com, ada rekamjejak.net yang menghadirkan informasi lebih kaya," ujar Almas.

Banyaknya portal penyedia informasi caleg tingkat nasional hingga kabupaten/kota itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemilih sebelum mendatangi tempat pemungutan suara (TPS). Selama masa tenang, masyarakat diharapkan aktif mengawasi lingkungannya untuk mencegah terjadinya pelanggaran, seperti politik uang yang rawan terjadi selama masa tenang.

ICW mencatat politik uang menjadi pelanggaran pemilu yang paling banyak dilakukan dalam Pemilu 2014. Ia juga mengajak pemilih tidak langsung pulang setelah menyalurkan hak pilihnya, melainkan mengawal proses pemungutan suara dan penghitungan di TPS masing-masing untuk mencegah kecurangan.

TAKE 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UysPsx
April 14, 2019 at 09:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UysPsx
via IFTTT
Share:

Thursday, April 11, 2019

Fajar/Rian Kembali Duel Vs Kevin/Marcus di Singapura

Pekan lalu, Fajar/Rian jumpa Minions di semifinal Malaysia Open 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto akan kembali bertemu dengan Marcus Renaldi Gideon-Kevin Sanjaya Sukamuljo di perempat final Singapore Open 2019. Kedua ganda putra Indonesia ini sudah sempat bertemu pekan lalu di semifinal Malaysia Open 2019 yang dimenangkan oleh Fajar-Rian.

Pada pertandingan babak kedua Singapore Open 2019, Fajar-Rian berhasil menyisihkan  ganda putra Malaysia Chooi Kah Ming-Low Juan Shen dengan skor 22-10 dan 21-17 dalam 44 menit pertandingan. Melalui hasil baik ini, catatan pertemuan kedua pasangan ialah 3-1 dengan keunggulan bagi Fajar-Rian.

Sementara, Kevin-Marcus bisa melaju ke perempat final usai menundukkan dengan mudah He Jiting-Tan Qiang dari Cina dengan skor 21-14 dan 21-17 hanya dalam waktu 25 menit.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2P6Btsf
April 11, 2019 at 09:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2P6Btsf
via IFTTT
Share:

Sunday, March 17, 2019

In Picture: Debat Cawapres Maruf Amin dan Sandiaga Uno

Debat bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cawapres nomor urut 01 Maruf Amin dan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/3/2019).

Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2W6Y76e
March 17, 2019 at 09:46PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2W6Y76e
via IFTTT
Share:

Tuesday, February 19, 2019

Tendangan Bebas Salles Selamatkan Bhayangkara dari Kekalahan

Langkah Bhayangkara untuk lolos ke perempat final Piala Indonesia cukup berat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gol tendangan bebas bek Anderson Salles menyelamatkan Bhayangkara FC dari kekalahan saat berhadapan dengan PSIS Semarang. Bhayangkara menjamu PSIS dalam laga leg pertama babak 16 besar Piala Indonesia di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Selasa (19/1).

Laga itu berakhir imbang 1-1. Gol Anderson ditorehkan pada menit ke-90+6'. PSIS memimpin sejak menit ke-47 setelah tim asal Semarang itu mencetak gol dari kaki Bayu Nugroho.

Hasil ini membuat langkah Bhayangkara untuk lolos ke perempat final Piala Indonesia 2018-2019 cukup berat. Skuat korps kepolisian itu harus menang atau minimal imbang dengan skor 2-2 ketika bertandang ke kandang PSIS di Stadion M Soebroto, Magelang, Jawa Tengah, di laga leg kedua.

Sementara, PSIS dapat lolos jika meraih hasil imbang 0-0 atau mampu menaklukkan Bhayangkara.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GW1sQW
February 19, 2019 at 09:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GW1sQW
via IFTTT
Share:

Friday, February 15, 2019

Persija Upayakan Kasus Simic Diselesaikan Kekeluargaan

Cara musyawarah dan kekeluargaan adalah jalan tengah terbaik, terutama bagi Persija.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajemen Persija Jakarta mengupayakan agar kasus dugaan pelecehan seksual oleh penyerangnya Marko Simic diselesaikan secara kekeluargaan. Ini disampaikan CEO Persija Ferry Paulus.

"Intinya, kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan kenapa harus jauh-jauh sampai pengadilan?" ujar Ferry di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (15/2).

Menurut Ferry, dari sisi timnya, cara musyawarah dan kekeluargaan adalah jalan tengah terbaik, terutama bagi Persija.

Saat ini, dia melanjutkan, pengacara Simic di Australia yang dibantu kuasa hukum Persija Gusti Randa tengah mencari identitas korban supaya dapat menjalin komunikasi. Selentingan kabar yang mengatakan bahwa korban adalah warga negara Indonesia.

"Ada petunjuk yang menyebut bahwa korban merupakan WNI yang memiliki usaha di Australia. Namun identitas nama pastinya belum ditemukan," tutur Ferry.

Jika cara kekeluargaan berhasil, Marko Simic dapat kembali ke Indonesia sebelum 9 April 2019. Kalau gagal, penyerang asal Kroasia itu tidak boleh meninggalkan Negeri Kanguru sampai dia menjalani sidang tanggal 9 April 2019. Namun, Persija masih berharap jalan lain di luar pengadilan dapat diterapkan seandainya cara kekeluargaan tak disetujui korban.

"Pasti ada rencana A atau B. Pekan depan pada Selasa atau Rabu, Pak Gusti Randa berangkat ke sana. Saya tidak tahu opsi apa yang bisa dihasilkan dari kehadiran Pak Gusti di sana sebagai pengacara pendamping kuasa hukum Simic," tutur Ferry.

Marko Simic dibawa ke kantor polisi pada Ahad (10/2). Polisi Federal Australia (AFP) Bandara Sydney menangkapnya atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang penumpang perempuan dalam pesawat dari Bali menuju Sydney, Australia.

Pesepak bola berusia 31 tahun itu kemudian dilepaskan dengan jaminan. Ia telah menjalani persidangan di Pengadilan Lokal Downing Centre, Sydney, Selasa (12/2). Persidangan berlangsung beberapa jam sebelum dirinya menjalani pertandingan kualifikasi kedua Liga Champions Asia 2019 menghadapi Newcastle Jets, di mana dia tampil penuh 120 menit.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DI8F49
February 15, 2019 at 09:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DI8F49
via IFTTT
Share:

Thursday, January 24, 2019

Foto-Foto Langka Hadirnya Islam di Australia akan Dipamerkan

Kehadiran Islam di negeri kanguru ini tak lepas dari kiprah nelayan Muslim Makassar.

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA — Australia menyiapkan pameran foto perjalanan sejarah Islam di negara tersebut. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Komisi Tinggi Australia dan Museum Islam Australia. 

Dilansir di laman The Scoop pada Kamis (24/1), pameran sejaran Islam yang digelar di Mabohai Shopping Complex tersebut terbuka untuk umum gratis. 

Panitia mengambil tema pertunjukan berjudul Boundless Plains: The Australian Muslim Connection siap menggelar pameran pada 28 Januari hingga 3 Februari.

Saat ini, lebih dari 600 ribu Muslim menjadikan Australia sebagai rumahnya. Muslim Australia membentuk bagian penting dari tatanan sosial negara multicultural tersebut.

Islam menjadi salah satu agama yang paling cepat berkembang di negara tersebut. Karena itu, serangkaian foto perjalanan Islam, digadang-gadang akan memikat penonton.

Pameran itu akan bercerita ihwal bagaimana Islam pertama kali datang melalui pantai-pantai di Land Down Under. Merentang kembali ke awal 1700-an, ketika nelayan Muslim dari Makassar, Indonesia melakukan kunjungan tahunan ke negara itu.

Kunjungan mereka direkam melalui karya seni cadas yang masih tersimpan hingga saat ini. 

Perjalanan paling menonjol adalah kunjungan ke pantai utara Australia. Lokasi itu menjadi tempat para nelayan berdagang dan berinteraksi dengan penduduk asli negara tersebut.

Koneksi Muslim dengan negeri kanguru itu, tidak berakhir di situ. Sekitar lima dekade selanjutnya, unta Asia Selatan mulai mendarat di pelabuhan di sekitar Australia mulai 1870. 

Unta itu membantu menghubungkan Muslim dengan komunitas-komunitas terpencil, ketika menjelajahi pedalaman Australia yang gersang.

Dengan jumlah 20 ribu unta dan 4.000an penunggangnya, mereka membangun masjid pertama Australia di kota kecil Marree, daerah Australia selatan pada 1861. 

Setelah Perang Dunia II, penyelam mutiara Melayu hingga petani Albania, dan migran Turki mulai bermigrasi ke Australia. 

Terlebih, saat kepercayaan Islam terus berkembang di Australia. Dengan kondisi itu, anggota masyarakat diundang memahami mengamati kisah-kisah sejarah Islam di Australia yang dipelihara dalam film.  

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FUFoGa
January 24, 2019 at 09:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FUFoGa
via IFTTT
Share:

Friday, January 18, 2019

KPK Kantongi Nama Legislator Terima Pelesiran dari Meikarta

Penyidik masih mengumpulkan bukti tambahan untuk memperkuat dugaan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi daftar nama anggota DPRD Kabupaten Bekasi, yang diduga mendapat fasilitas pelesiran dari suap izin proyek pembangunan Meikarta. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, saat ini, penyidik masih mengumpulkan bukti tambahan untuk memperkuat dugaan tersebut.

"KPK punya daftar siapa aja yang pergi," ujar Febri di Gedung KPK Jakarta, Jumat (18/1).

Sayangnya, Febri enggan merinci nama-nama yang mendapat fasilitas tersebut. Febri mengatakan, KPK akan mengklarifikasi ke orang-orang yang mendapatkan fasilitas tersebut. "Tentu saja paket jalan-jalan bukan hanya tiket dan bukan hanya fasilitas anggota DPRD," katanya.

KPK terus mendalami aliran suap perizinan proyek pembangunan Meikarta. Pada Jumat (18/1), penyidik KPK memeriksa empat anggota DPRD Kabupaten Bekasi yakni Edi Kurtubi Udi, Yudi Darmansyah, Kairan Jumhari Jisab dan Namat Hidayat. Sebelumnya pada Kamis (17/1) penyidik juga memeriksa lima anggota DPRD Bekasi yakni Abdul Rosid Sargan, Sarim Saepudin, Haryanto, Suganda Abdul Malik, Nyumarno.

Sama seperti lima saksi sebelumnya, para saksi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Kabupaten Bekasi Neneng Hasanah Yasin.  Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan  ada dua hal yang digali penyidik dari empat saksi tersebut.

Pertama, terkait posisi dan peran keempatnya sebagai pansus Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Kedua, pengetahuan para saksi terhadap indikasi kepentingan pihak lain di balik proses penyusunan aturan tata ruang di Bekasi. Kedua terkait pengetahuan dan peran saksi terkait informasi perjalanan ke Thailand. Sampai saat ini, sekitar 14 anggota DPRD Bekasi telah diperiksa sebagai saksi.

Febri menegaskan bagi anggota DPRD Bekasi maupun pejabat Pemprov Jawa Barat yang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, harus memberikan keterangan yang sesuai.

"Para saksi wajib memberikan keterangan yang sebenar-benarnya. Justru kalau bohong dalam proses pemeriksaan yang dilakukan bagi tahap penyidikan apalagi di proses persidangan maka ada resiko pidana tersendiri," tegas Febri.

Maka itu, Febri mengingatkan bagi para saksi yang diperiksa dalam kasus suap Meikarta agar bersikap koperatif dan jujur. Selain itu, bila memang ada yang koperatif dalam pengembalian uang akan cukup dihargai.

"Bahkan jika dilakukan pengembalian uang, maka hal itu tentu akan dihargai secara hukum," ucapnya.

KPK menemukan ada kejanggalan dalam perubahan aturan tata ruang untuk pembangunan Meikarta. Sebab, berdasarkan rekomendasi yang diberikan oleh Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BPKRD) Jawa Barat, proyek Meikarta mendapatkan Izin Peruntukkan Penggunaan Tanah (IPPT) hanya seluas 84,6 hektar.

Namun, Meikarta justru akan dibangun seluas 500 hektar. Disinyalir ada pihak yang sengaja merubah aturan ‎tata ruang dan wilayah (RTRW) yang baru di Bekasi.

Diduga, aturan tersebut sengaja dirubah oleh anggota DPRD Bekasi serta sejumlah pihak untuk memuluskan proyek pembangunan Meikarta. KPK bahkan telah menemukan fakta-fakta kuat jika proses perizinan Meikarta sudah bermasalah sejak awal.

Termasuk, mengantongi nama-nama yang terlibat dalam skandal suap Meikarta tersebut. Penyidik bahkan telah memeriksa sejumlah pihak Kemendagri, Pemprov Jabar, Pemkab Bekasi, legislator Jabar dan petinggi Lippo Group untuk mengungkap fakta-fakta baru tersebut.

Dalam kasus ini, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin beserta kroninya diduga telah menerima hadiah atau janji dari petinggi Lippo Group agar memuluskan perizinan proyek pembangunan Meikarta. Total fee yang dijanjikan Lippo Group itu sebanyak Rp13 miliar.

Namun, pemberian uang suap yang telah terealisasi untuk Neneng Hasanah Yasin dan kroninya yakni sekira Rp7 miliar. Uang Rp7 miliar telah diberikan para petinggi Lippo Group kepada Neneng Hasanah Yasin melalui para kepala dinas.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HlQPJ6
January 18, 2019 at 09:46PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HlQPJ6
via IFTTT
Share: