Showing posts with label 2019 at 02:04PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 02:04PM. Show all posts

Wednesday, May 22, 2019

Renungan dalam Nuzulul Quran

14 Abad umat Muslim melewati Nuzulul Quan harusnya menjadi pacuan mengaca diri

"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan." (Qs. Al-'Alaq:1).

"Bacalah!", demikian malaikat Jibril mengulang-ulang perintah kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. Menyampaikan wahyu Allah Swt. untuk yang pertama kali kepada manusia pilihan, Rasul akhir zaman. Disampaikan pada waktu yang mulia yakni di bulan Ramadhan. Tepat pada malam ke tujuh belas yang dikenal hingga saat ini dengan malam Nuzulul Quran.

Alquran adalah mukjizat besar yang Allah Swt. berikan kepada Rasulullah Saw. Petunjuk bagi segenap manusia. Kabar gembira bagi setiap yang beriman. Maka turunnya Alquran merupakan peristiwa penting yang tidak akan lekang oleh zaman.

Sudah lebih dari 14 abad malam Nuzulul Quran dilalui oleh kaum Muslim. Hal ini semestinya menjadi pacuan untuk mengaca diri. Terlebih lagi bagi bangsa dengan penduduk mayoritas muslim ini. Sudahkah Alquran menjadi bahan literasi bagi segenap komponen Negeri?

Ya, bukan sekedar membaca. Tapi juga memahami bahkan mengamalkan setiap yang terkandung dalam ayat-ayatNya. Tersebab Alquran adalah mukjizat, maka sudah pasti kebaikan demi kebaikan yang akan tercurah darinya. Tidak ada keraguan lagi untuk itu.

Karenanya, di momen Nuzulul Quran ini mari kita sejenak merenungi carut-marut kondisi sosial maupun perpolitikan Bangsa. Karena sangat mungkin, kegaduhan yang ada adalah akibat kita lupa membaca, memahami dan mengamalkan isi Alquran. Sehingga berkah dan rahmat tidak tercurah bagi negeri tercinta.

Semoga, Nuzulul Quran tahun ini tidak sekedar diperingati sebatas seremoni. Melainkan menjadi sarana untuk bermuhasabah bagi segenap komponen negeri. Bahwa dalam peristiwa turunnya Alquran, ada titah Illahi yang harus ditaati. Yakni berkhidmat sebagai hamba, kaffah dalam menjalankan syari'at-Nya. Sehingga Baldatun Thayibatun wa Rabbul Ghafur bisa terwujud di Bumi Pertiwi kita. Wallahu'alam

Pengirim: Wulan Citra Dewi, Pekanbaru

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WgDYy5
May 22, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WgDYy5
via IFTTT
Share:

Korea Utara Serang Mantan Wapres AS Joe Biden

Korea Utara tidak terima pernyataan Joe Biden yang menyebut Kim Jong-un tiran.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Utara (Korut) melabeli mantan wakil presiden dan kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sebagai 'orang bodoh dengan IQ rendah' dan 'dungu yang tidak memiliki kualitas dasar sebagai seorang manusia'. Pernyataan itu dikeluarkan setelah Biden menyebut Pemimpin Korut Kim Jong-un sebagai tiran dalam pidatonya baru-baru ini. 

Kantor berita Korut KCNA mengatakan Biden telah menghina pemimpin tertinggi negara mereka. Menurut KCNA, Biden telah 'melakukan provokasi serius dan tak termaafkan yang termotivasi urusan politik'. 

"Apa yang ia utarakan hanya kecanggihan kata-kata sebagai dungu yang kehilangan kualitas dasar sebagai manusia, tidak hanya sebagai politisi," kata KCNA dalam laporan mereka, Rabu (22/5). 

KCNA menulis ada komentar tanpa henti atas upaya Biden maju sebagai kandidat presiden. KCNA melaporkan mantan wakil Barack Obama itu dianggap tidak pantas menerima harapan serta banyak yang menganggap sebagai orang bodah yang memiliki IQ rendah. 

"Belum lagi, ia memuji dirinya sendiri sebagai kandidat presiden yang paling popler, ini cukup membuat kucing tertawa," tambah laporan KCNA tersebut. 

Dalam peluncuran kampanyenya di Philadelphia, Sabtu (18/5) lalu Biden menuduh Presiden AS Donald Trump nyaman berhubungan dengan diktaktor dan tiran seperti Kim Jong-un dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Belum ada tanggapan dari tim kampanye Biden tentang laporan KCNA tersebut.

Selama beberapa tahun terakhir Korut kerap kali melemparkan hinaan kepada politisi AS dan Korea Selatan yang mengkritik kepemimpinan atau bermusuhan dengan kebijakan diplomatik dan militer Pyongyang. Korut juga melemparkan kata-kata rasis dan seksis. Mereka menyebut Barack Obama sebagai 'monyet' dan mantan Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye sebagai pelacur. 

Saat AS dan Korut bersitegang karena uji coba nuklir pada 2017, Kim menyebut Trump 'orang tua yang gila'. Setelah AS mengatakan akan menghancurkan Korut jika mereka terpaksa untuk melindungi diri dan sekutunya.  

Hubungan Trump dan Kim membaik pada 2018 ketika Korsel dan AS mulai mencoba membujuk Korut membongkar fasilitas nuklir dengan jaminan keuntungan ekonomi dan keamanan. Tapi negosiasi denuklirisasi Semananjung Korea mengalami kebuntuan karena pertemuan kedua Trump dan Kim pada bulan Februari lalu tidak menghasilkan keputusan apa-apa. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2M0JocU
May 22, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2M0JocU
via IFTTT
Share:

Monday, May 20, 2019

Pilot Sebar Ujaran Kebencian Terancam 6 Tahun Penjara

Pilot sebarkan konten ujaran kebencian, narasi yang mengandung teror dan hasutan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pilot maskapai swasta nasional berinsial IR yang dibekuk Polres Metro Jakarta Barat lantaran diduga menyebarkan ujaran kebencian dan hasutan melalui media sosial. Sang pilot terancam hukuman enam tahun penjara

"Ancaman maksimal enam tahun," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (20/5).

Penangkapan IR berawal patroli siber Subnit Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat yang menemukan pelaku menyebarkan pesan hasutan kepada masyarakat. Berdasarkan penemuan tersebut, polisi kemudian bergerak dan membekuk IR di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (18/5).

Dalam postingannya, IR menyebarkan konten ujaran kebencian, narasi yang mengandung teror dan hasutan.

Salah satu pesan yang disebarkan melalui akun Facebook milik IR yakni menghasut masyarakat untuk melakukan perlawanan melalui aksi massa pada 22 Mei 2019 saat pengumuman resmi hasil rekapitulasi KPU RI.

"Salah satu kontennya, bahwa kami mencium bau surga dan sebagainya, kemudian upaya perlawanan dan sebagainya. Tentunya ini menjadi perhatian kita bersama," tutur Hengki.

Selain mengunggah konten yang mengandung hasutan dan mengandung teror, pelaku juga telah melakukan penyebaran konten hoaks seperti "Polri Siap Tembak di tempat perusuh NKRI".

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WcM62x
May 20, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WcM62x
via IFTTT
Share:

Sunday, May 12, 2019

Rekapitulasi Hasil Pemilu Nasional Diawali Doa untuk KPPS

Rapat pleno diawali doa untuk penyelenggara pemilu yang wafat dan tertimpa musibah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Komisi Pemilihan Umum (KPU), kembali melanjutkan rapat pleno terbuka penetapan hasil Pemilu 2019 tingkat nasional pada Ahad (12/5) siang. Rapat pleno diawali doa untuk penyelenggara pemilu yang wafat dan tertimpa musibah. 

Komisioner KPU,  Ilham Saputra, memimpin doa tersebut.  "Sebelum memulai acara mari menghenitngkan cipta untuk para pahlawan demokrasi dan berdoa untuk masing-masing petugas KPPS,  PPS, PPK,  pengawas pemilu. Mari kita berdoa dan mengheningkan cipta," ujar Ilham di Kantor KPU, Menteng,  Jakarta Pusat.

Setelah mengheningkan cipta, Ilham mengungkapkan pada Ahad KPU akan mengawali pembacaan hasil pemilu dari dua provinsi. Keduanya yakni Bengkulu dan Kalimantan Selatan. 

Sebelumnya, jumlah penyelenggara pemilu yang meninggal dunia hingga Jumat (10/5) mencapai 469 orang. Selain itu, sebanyak 4.602 lainnya dilaporkan jatuh sakit. Petugas Pemilu yang dimaksud meliputi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Wakil Ketua Komisi IX DPR memastikan akan memanggil Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam waktu dekat. Selain membahas isu penting lainnya, pertemuan tersebut juga akan membahas terkait meninggalnya ratusan petugas KPPS pada Pemilu 2019 kali ini.

“Pasti ditanya (soal meninggalnya petugas KPPS). Apalagi, meninggalnya petugas KPPS ini terjadi di banyak tempat. Teman-teman di komisi IX pun tentu sudah gelisah ingin mencari tahu penyebabnya," kata Saleh kepada Republika, Ahad (12/5).

Kendati demikian ia mengapresiasi upaya investigasi yang telah dilakukan Kemenkes terkait meninggalnya ratusan petugas KPPS. Namun ia menyayangkan investigasi tersebut belum bisa menetralisasi polemik yang terjadi. Bahkan menurutnya, polemik justru semakin meluas seiring dengan semakin bertambahnya korban meninggal dari petugas KPPS.

“Masih banyak perdebatan di antara berbagai pihak terkait penyebab meninggalnya para petugas KPPS tersebut. Itu artinya, investigasi dari kemenkes belum bisa dijadikan sebagai rujukan bagi semua pihak," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VXuaci
May 12, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VXuaci
via IFTTT
Share:

Friday, May 10, 2019

Dana Kelolaan Reksa Dana Syariah Capai Rp 36,83 Triliun

Tokopedia dan Bareksa meluncurkan reksa dana syariah yang diminati banyak investor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bareksa menyebutkan industri reksa dana syariah mencatat dana kelolaan (AUM) hingga Februari 2019 mencapai Rp 36,83 triliun. Jumlah ini meningkat 21,63 persen dibandingkan Februari 2018 yang mencapai Rp 30,28 triliun. 

Namun, bila dibandingkan dengan industri secara keseluruhan, reksa dana syariah baru berkontribusi 7,07 persen dari industri reksa dana Indonesia. Total reksa dana sebanyak 134 produk.

AVP of Fintech Tokopedia, Samuel Sentana menilai, pasar reksa dana syariah sangat menjanjikan. Apalagi Tokopedia telah melakukan survei kepada para pengguna, dan hasilnya banyak yang meminta adanya produk investasi syariah.

"Kami memulai soft launching pada Jumat lalu. Dan sejak hari pertama itu angkanya sudah sangat banyak. Jauh melebihi yang dimasukkan ke mutual fund biasa. Jadi kami sangat termotivasi mengembangkan produk ini," kata Samuel dalam grand launching reksa dana Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra di Tokopedia Tower, Jakarta, Kamis (9/5).

Tokopedia telah memudahkan proses know your customer (KYC) dan fitur-fitur lainnya untuk meningkatkan penjualan reksa dana. Reksa dana syariah Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra dapat dibeli dengan harga mulai Rp 10 ribu. Pencairannya pun dapat langsung diterima investor pada hari transaksi.

Sejak soft launching, produk reksa dana ini pun laku keras dibeli oleh investor baru maupun berpengalaman. "Ada juga yang investor dari konvensional ke syariah. Banyak yang baru coba, ada juga yang lumayan tinggi. Ini karena bisa melihat return setiap hari yang bikin menarik buat mereka," jelas Samuel.

Menurut Samuel, kemudahan fitur-fitur di Tokopedia Reksa Dana telah memudahkan masyarakat dari berbagai kalangan untuk berinvestasi di reksa dana. Tidak hanya kaum milenial, kini ibu rumah tangga dan para pelaku usaha di Tokopedia pun telah berinvestasi di reksa dana.

Sementara itu, Bareksa mencatat nilai dana kelolaan reksa dana syariah di platform investasi online ini telah mencapai 13 persen dari total AUM Bareksa. CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra mengatakan, peluncuran Tokopedia Reksa Dana Syariah ini akan secara signifikan meningkatkan jumlah nasabah dan dana kelolaan reksa dana syariah di Bareksa maupun industri reksa dana secara keseluruhan.

"Kita telah melihat sinergi perusahaan teknologi dan e-investing di produk reksa dana konvensional yang dipelopori Bareksa dan Tokopedia telah berhasil menumbuhkan jumlah nasabah ritel secara signifikan. Jumlah nasabah Bareksa kini telah merepresentasikan lebih dari 40 persen numlah nasabah di seluruh Indonesia. Tren yang sama juga akan terlihat di reksa dana syariah ini," kata Karaniya.

Sementara itu, Direktur Mandiri Manajemen Investasi Endang Astharanti  memandang produk reksadana syariah bisa memberikan nilai tambah yang cukup baik bagi investor. "Ini merupakan salah satu produk yang memiliki kinerja terbaik dengan imbal hasil di atas 5,4 persen per tahun, kestabilan return-nya pun sangat baik," kata Endang.

Tokopedia menyediakan berbagai cara untuk membeli produk ini, mulai dari transfer bank hingga menggunakan OVO Cash. Keunggulan Tokopedia Reksa Dana adalah likuiditas yang memungkinkan pencairan instan pada hari yang sama di waktu transaksi, atau disebut dengan T+0. Inovasi pertama di Indonesia ini juga berlaku untuk transaksi Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra. 

Pengguna Tokopedia yang ingin membeli produk reksadana ini bisa dengan mudah membuka akun di Tokopedia Reksa Dana. Syaratnya hanya melengkapi data melalui situs atau aplikasi Tokopedia untuk membuka akun di Bareksa. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Vh12Ip
May 10, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Vh12Ip
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 7, 2019

Waroeng Tamansari, Tempat Bukber Ekonomis di Hotel Jayakarta

Waroeng Tamansari di Hotel Jayakarta Yogya menyiapkan menu bukber yang ekonomis.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Sedang di Yogyakarta saat Ramadhan nanti? Hotel Jayakarta mengajak pengunjung untuk berbuka dengan cita rasa nusantara di Waroeng Tamansari.

Di Hotel Jayakarta, Waroeng Tamansari merupakan lokasi yang paling direkomendasikan untuk kumpul-kumpul sambil buka puasa bersama. Pengunjung dapat menikmati hidangan dikelilingi taman laiknya di pedesaan.

Di Waroeng Tamansari, pengunjung bisa menikmati menu-menu tradisional khas Yogyakarta, seperti ayam kremes, bakso krikil dan nasi timbel. Semua bisa dinikmati mulai Rp 25 ribu sampai Rp 40 ribu.

Sebagai pelepas dahaga, ada es teh leci, es degan, teh nasgitel, kopi tubruk, dan aneka wedang dengan harga kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Ada pula camilan seharga Rp 20 ribuan seperti lumpia, mendoan, dan seblak jurik.

General Manager Hotel Jayakarta Nur Winantyo mengatakan, sajian-sajian ekonomis memang menjadi tema buka puasa tahun ini. Strategi penetapan harga itu dipilih agar memudahkan masyarakat yang sedang beribadah puasa.

Nur menjelaskan, Waroeng Tamansari sebenarnya sudah lama ada di Hotel Jayakarta. Kali ini, Waroeng Tamansari diperkenalkan kembali demi menghadirkan alternatif tempat buka puasa bagi pelancong dan masyarakat setempat.

"Semoga dengan sajian menu-menu ekonomis di Waroeng Tamansari, kami bisa meramaikan kekayaan kuliner di Yogyakarta," kata pria yang akrab disapa Yoyok tersebut, Jumat (26/4).

Food and Beverage Manager Jayakarta Hotel Yogyakarta Leo Rudi Erwin menjelaskan, konsep buka puasa memang dipisahkan dari konsep hotel. Ekonomis menjadi tema utama.

Selain itu, pengunjung diberikan sejumlah pilihan tempat berbuka di berbagai taman yang ada di Hotel Jayakarta. Waroeng Tamansari menjadi tempat andalan dengan nuansa tamannya.

"Yang terbaru ada di spot-spot outbond di belakang Waroeng Tamansari," ujar Leo.

Selain itu, paket-paket berbuka dihadirkan pula di restoran Hotel Jayakarta. Ada paket bernuansa nusantara yang ditawarkan seharga Rp 84.999 dengan 50 item makanan dan minuman setiap harinya.

Uniknya, Hotel Jayakarta memberlakukan sistem beda hari beda menu. Kuliner dari Sumatra pada Senin, Jabar dan Betawi pada Selasa, Jateng dan Jatim pada Rabu, Bali, NTB dan NTT Kamis, serta Kalimantan dan Papua pada Jumat.

Lalu, Sulawesi pada Sabtu dan Nusantara Selection pada Ahad. Ada pula paket buka bersama minimal 20 orang dengan Rp 149 ribu (net) untuk makan sepuasnya.

Hidangan khas Ramadhan, seperti kurma, kebab, lumpia, kolak, es doger dan lain-lain juga tersedia. Selain itu, Hotel Jayakarta menyiapkan berbagai hadiah kejutan menarik setiap harinya bagi pengunjung.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Wtez1b
May 07, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Wtez1b
via IFTTT
Share:

Monday, May 6, 2019

Muslimah di Kanada Buat Buku Panduan Puasa Ramadhan

Rahma Mohamed membuat buku panduan puasa Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA –  Para perempuan di negara-negara minoritas Muslim ikut bergembira menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Di antara sekian banyak perempuan itu, tersebutlah Rahma Mohamed. Ibu tiga orang anak ini sehari-hari bekerja sebagai penulis lepas. Dia dan keluarga tinggal di Edmonton, Kanada.

Sebagai pencari nafkah, dia mesti cermat dalam mengatur waktu termasuk saat Ramadhan. Di sela-sela waktu menulis dan mengurus anak, Rahma juga aktif di jejaring media sosial, yang dianggapnya ruang persuadaraan virtual bagi sesama Muslimah sedunia.

Baginya, sharing online tersebut cukup membantu. Misalnya, dia bisa berbagi saran untuk Muslimah lain yang ingin fokus beribadah selama Ramadhan, tanpa harus melalaikan tugas sehari-hari.

Bahkan, Rahma menulis sebuah buku daring berjudul Program Persiapan Ramadhan untuk Kita. Di dalamnya, terdapat berbagai hal. Mulai dari metode mengatur waktu, resep masakan, hingga strategi bagi ibu-ibu atau perempuan yang sibuk sehingga dapat meluangkan waktu untuk diri sendiri (me-time).

Sebagai contoh, buku itu merekomendasikan seorang ibu Muslimah untuk memasak sembari mendengarkan rekaman ceramah. Dengan begitu, ia bisa fokus pada pekerjaannya, tanpa harus kehilangan waktu mendapatkan ilmu-ilmu agama.

Saran lainnya, yakni seorang perempuan karier dapat mengambil cuti selama dua pekan kala Ramadhan. Hal itu supaya ia bisa memperbanyak ibadah di bulan suci.

"Beberapa dari rekomendasi (buku itu) adalah, apakah bisa mendengarkan ceramah agama sembari memasak? Apakah bisa mungkin mengambil cuti dua pekan dari kerja supaya lebih fokus dengan Ramadhan?" tutur Rahma Mohamed, seperti dilansir CBC, Senin (6/5).

Rekan-rekan Rahma Mohamed mendukungnya. Lebih lanjut, mereka juga membentuk semacam grup di Facebook untuk saling memberi dukungan terhadap sesama Muslimah. Tujuannya, supaya mereka dapat menjalani Ramadhan bersama keluarga.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VfqtiC
May 06, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VfqtiC
via IFTTT
Share:

Andi Arief Sebut Setan Gundul di Kubu Prabowo, Ini Kata TKN

TKN menilai pernyataan Andi Arief menunjukkan klaim kemenangan Prabowo diragukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) menanggapi cicitan Andi Arief yang menyebut ada 'setan gundul' di kubu Prabowo Subianto. TKN mengatakan, pernyataan Wakil Sekretaris Jendral partai Demokrat itu menjadi bukti jika klaim kemenangan 62 persen yang disebut-sebut Badan Pemenangan Nasional (BPN) tidak memiki bukti yang kuat.

"Kalau benar ini pernyataannya Andi Arief, ini membuktikan bahwa angka 62 persen yang selama ini memang hanya angka entah dari mana," kata Juru Bicara TKN Arya Sinulingga di Jakarta, Senin (6/5).

Arya mengatakan, Demokrat merupakan koalisi yang masuk dalam Indonesia Adil dan Makmur. Artinya, dia melanjutkan, angka 62 persen pun tidak mendapat kepercayaan oleh partai koalisi mereka sendiri.

Menurut Arya, sesama koalisi harusnya memiliki rasa saling percaya dan mempunyai data yang sama bahkan hingga data C1. Dia mengatakan, ketidaksesuaian data antar partai koalisi akan semakin menguatkan jika klaim kemenangan 62 persen merupakan angka hoaks.

"Ini kan bahaya sekali mengamuflase rakyat gitu ya. Masa para pemimpin di 02 itu membuat angka hoaks dan membuat masyarakat makin tak percaya. Dan mereka sengaja mendeligitimasi pemilu kita ini," katanya.

Arya mengatakan, kebohongan-kebohongan sangat berbahaya bagi demokrasi nasional. Politisi partai Perindo ini berharap teman-teman di 02 mau menerima kenyataan dan hentikan hoaks yang dilakukan. "Jangan membuat demokrasi hancur. Ini bahaya bagi masyarakat dan demokrasi kita," katanya.

Sebelumnya, Andi Arief kembali menyinggung situasi di dalam koalisi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kali ini, Andi menyebut, 'banyak setan gundul' di dalam koalisi.

Andi tak menyebut jelas pihak yang dimaksud dengan 'setan gundul' dalam koalisi Prabowo-Sandi. Yang jelas, kata Andi, kelompok ini telah menyesatkan Prabowo dengan menyebut telah menang 62 persen di Pilpres 2019.

"Dalam koalisi adil makmur ada Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat. Dalam perjalanannya muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan Gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen," kata Andi Arief melalui akun Twitter miliknya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Hd3bAf
May 06, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Hd3bAf
via IFTTT
Share:

Dana Desa di Sumsel Digunakan untuk Cegah Karhutla

Sumsel mendapat alokasi dana desa sebesar Rp 2,6 triliun pada 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Desa-desa di Sumatra Selatan diizinkan menggunakan dana desa untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hal ini merupakan realisasi dari penggunaan dana untuk pelestarian lingkungan.

Kepala Bidang Pembinaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumatera Selatan Adi Yuswardi di Palembang, Senin (6/5), mengatakan sejumlah desa di Sumatra Selatan mulai mengalokasikan anggaran dana desa untuk pembelian alat pemadaman kebakaran ringan.  sebagai upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berpotensi terjadi di daerah tersebut.

Hal ini sangat memungkinkan karena peruntukan dana desa sebetulnya bisa digunakan untuk keperluan berbagai bidang. Semua tergantung pada hasil musyawarah masyarakat desa setempat.

"Gubernur Sumsel (Herman Deru) sendiri sudah membuat edaran penggunaan dana desa untuk cegah Karhutla," kata dia.

Adi mengatakan alokasi dana desa untuk Karhutla telah diterapkan di sejumlah desa yang rawan Karhutla, salah satunya Kabupaten Musi Banyuasin, terutama desa-desa yang memiliki lahan gambut karena mudah terbakar saat musim kemarau. Ia mengatakan beberapa desa mengalokasikan biaya sekitar Rp 30 juta dari dana desa untuk pengadaan alat pemadam ringan tersebut.

"Sejauh ini, kami hanya menerima laporan terkait penggunaan dana desa karena keterbatasan dana jadi tidak bisa pantau langsung, tetapi mulai tahun ini kami berencana turun langsung ke lapangan untuk mengecek penggunaan dana desa," ujar dia.

Adi menjelaskan Sumsel mendapat alokasi dana desa sebesar Rp 2,6 triliun pada tahun ini yang diberikan untuk lebih dari 2.500 desa di provinsi itu.

Sementara itu, Wakil Project Direktur Kelola Sendang David Ardian, mengatakan terdapat enam desa rawan karhutla yang berada di kawasan konservasi dan Taman Nasional Sembilang Dangku di Musi Banyuasin.

Keenam desa yang rawan karhutla di lanskap itu adalah Desa Muara Medak, Desa Muara Merang, Desa Kepayang, Desa Karang Agung, Desa Galih Sari dan Desa Pulai Gading.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VfSpmA
May 06, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VfSpmA
via IFTTT
Share:

Thursday, May 2, 2019

Muhammadiyah Taiwan Gandeng Asia University Gelar Festival

Kegiatan digelar sebagai upaya mengenalkan Islam kepada mahasiswa lokal.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah Taiwan berkolaborasi dengan Asia University(AU). Mereka menggelar Festival Halal Internasional di Kota Taichung, Selasa (30/4) lalu.

"Kegiatan itu sebagai upaya mengenalkan Islam kepada mahasiswa lokal sebagai agama yang penuh kasih sayang dan cinta damai," kata Ketua Panitia Pelaksana Festival Halal Indonesia (FHI) Okto Cahyadi, di Beijing, Kamis (2/5).

Menurut dia, kegiatan yang digelar di area kampus AU Taichung itu mendapat apresiasi dan dukungan dari komunitas Muslim berbagai negara, seperti India, Thailand, Afrika, dan Eropa di Taiwan. "Di Taiwan, Islam merupakan agama minoritas. Pemeluknya tidak lebih dari satu persen dari jumlah populasinya. Namun, Islam mampu hidup berdampingan dengan berbagai pemeluk agama lain di Taiwan," ujarnya.

Selain itu, Festival juga menjadi jembatan untuk mengenalkan gaya hidup warga Muslim. "Selama ini masyarakat lokal hanya tahu bahwa Muslim itu tidak boleh makan daging babi dan minum alkohol. Padahal selain dua hal tersebut, masih banyak hal-hal yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh Muslim sebagai bagian dari ajaran Islam," kata Okto.

Selain menyajikan kuliner halal, kegiatan tersebut dimeriahkan dengan peragaan busana Muslim, yang pesertanyaberasal dari kalangan mahasiswa berbagai negara. Para peserta mengenakan busana Muslim dari Indonesia, India, dan Timur Tengah.

Para pengunjung FHI juga mendapatkan kesempatan mengenakan pakaian Muslim dan berswafoto di tempat yang telah disediakan. Pelajar non-Muslim pun tidak menyia-nyiakan kesempatan menjajal pakaian tertutup, meskipun saat ini Taiwan sudah memasuki musim panas.

"Sekarang saya jadi tahu, kenapa perempuan Muslim mengenakan pakaian tertutup. Ternyata ini bagian dari keyakinan mereka sebagai seorang Muslim untuk melindungi dirinya," Jessy, mahasiswi Taiwan, setelah mendapatkan penjelasan dari mahasiswi Muslim.

Dekan Sekolah Internasional AU Prof Yinghuei Chen menganggap kegiatan tersebut sangat positif dalam membangun pemahaman yang baik tentang Islam dan multikulturalisme. Pengampu mata kuliah Multikulturalisme dan Global Perspektif itu juga menyatakan bahwa kampusnya sangat terbuka bagi mahasiswa Muslim.

Bahkan, di kampusnya sedang dibangun restoran halal sebagai upaya memfasilitasi mahasiswa Muslim untuk mendapatkan makanan dan minuman halal. Oleh sebab itu, dia berharap kampusnya dapat terus bersinergi dengan Muhammadiyah, khususnya di Taiwan, untuk mengadakan berbagai kegiatan positif guna membangun kehidupan yang harmonis antarpemeluk agama, khususnya di AU.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JfPenL
May 02, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JfPenL
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 30, 2019

Eks Bintang Madrid Bahas Rencana Transfer Los Blancos

Karembeu menilai Madrid butuh tambahan beberapa pemain pada bursa transfer Juni 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Mantan gelandang Real Madrid, Christian Karembeu, turut bereaksi tentang situasi eks klubnya. Karembeu menilai Madrid butuh tambahan beberapa pemain pada bursa transfer Juni 2019.

Namun, ia tak ingin menggurui pelatih El Real, Zinedine Zidane. Pemenang Piala Dunia 1998 bersama Prancis ini yakin rekan senegaranya tahu kebutuhan tim.

"Tidak terlalu banyak yang mereka butuhkan. Paling tiga atau empat tambahan. Zizou tahu betul siapa yang pantas di setiap posisi," kata Karembeu dikutip dari Marca, Selasa (30/4).

Belakangan berembus rumor Paul Pogba bakal berlabuh ke Madrid. Saat ini, Pogba masih berkostum Manchester United.

Karembeu menilai Pogba salah satu pemain dengan kualitas mumpuni. Ia tak malu mengakui, Pogba lebih baik dari dirinya.

Tapi, ia tidak yakin Pogba dibutuhkan oleh Madrid. Menurut Karembeu hanya Zidane yang tahu tentang hal itu.

"Jika Madrid butuh, maka Madrid harus membelinya," ujar rekan Zidane di timnas Prancis saat juara Piala Dunia 1998.

Manajemen Madrid dikabarkan menyerahkan dana 500 juta euro (Rp 7,9 triliun) kepada Zidane untuk berbelanja. Sejumlah bintang dikaitkan dengan Los Blancos. Selain Pogba, ada Eden Hazard (Chelsea) dan juga Kylian Mbappe (Paris Saint Germain).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2J69N5F
April 30, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2J69N5F
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 24, 2019

Rekatkan Ukhuwah, MUI akan Gelar Silaturahim Nasional

Silaturahim untuk meredam ketegangan pasca-Pemilu 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Majelis Ulama Indonesia (MUI) berencana mengadakan silahturahim nasional antar ormas-ormas Islam. Silaturahim tersebut diperlukan menyusul pelaksanaan Pemilu 2019 yang belum lama usai.   

Menurut Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin mengatakan, perhelatan silahturahmi ini bertujuan agar ketegangan paska Pemilu dapat menyurut. 

“Ormas-ormas Islam juga ada silaturahim. Pokoknya jangan sampai ada ketegangan lah, negara ini harus kita dinginkan,” kata calon wakil presiden nomor urut 01 ini saat ditemui di Jakarta, Rabu (24/4).

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid menjelaskan, MUI memiliki forum khusus yang dinamai Komisi Ukhuwah Islamiyah, dimana forum tersebut yang akan bertanggung jawab dalam penyelenggaraan silahturahim nasional. 

Silahturahim nasional ini, kata dia, bukan hanya akan diikuti pimpinan dan anggota ormas, melainkan juga pimpinan perguruan tinggi Islam, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh masyarakat.  

“Kita harapkan dalam silahturahim nasional itu bisa merajut kembali ukhuwah kita, bisa menghilangkan syak wasangka dan juga kita kembali menjadi masyarakat yang bersatu tidak terjadi perpecahan,” kata Zainut saat ditemui di Gedung MUI Pusat, Jakarta. 

Acara yang rencananya akan dihelat pada awal Mei 2019 itu, juga akan mengundang para alumni aksi 212 dan masyarakat secara umum. Zainut berharap, melalui silaturahim nasional ini, umat Muslim dapat kembali membangun ukhwah Islamiyah dan wathaniyah (kebangsaan). 

Meski hasil penghitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru keluar pada 22 Mei 2019, Zainut menegaskan bahwa silaturahim Nasional yang akan digelar MUI tidak akan mengandung unsur politik. Dia juga menyarankan seluruh masyarakat agar kembali pada fitrah Indonesia sebagai negara demokrasi.  

“Kita berharap, bahwa yang tadi dikhawatirkan, seperti people Power dan pengerahan masa, mudah mudahan itu tidak terjadi. Karena kita harus kembali kepada mekanisme demokrasi,” jelas Zainut. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vl4hnQ
April 24, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vl4hnQ
via IFTTT
Share:

Sunday, April 21, 2019

Alasan Jokowi Kirim Utusan ke Prabowo Menurut TKN

Utusan Jokowi, Luhut Binsar Pandjaitan, belum berhasil bertemu dengan Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Irma Suryani Chaniago mengatakan, selaku kontestan pemilu 2019, Joko Widodo ingin menjaga silaturahmi dengan mantan pesaingnya, Prabowo Subianto. Inilah mengapa Jokowi mengirim utusan ke Prabowo.

"Itulah sikap kenegarawanan Jokowi, Beliau menghormati dan tetap ingin menjaga silaturahim," kata Irma, Ahad (21/4).

Akan tetapi, utusan Jokowi, Luhut Binsar Panjaitan belum berhasil menemui Prabowo Subianto. Dalam cicitan Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar Simanjuntak, Sabtu (20/4) malam disebutkan, belum ada jadwal pertemuan antara Luhut Binsar Panjaitan dan Prabowo Subianto.

Dalam rangka menyikapi hal itu, Irma mengatakan, TKN 01 memiliki niat baik untuk bertemu. "Ya kalau Beliau tidak mau ya pasti batal mungkin. Biarkan tenang dulu, Mudah mudah-mudahan legawa," kata perempuan politisi Nasdem tersebut.

Dikabarkan bahwa jadwal pertemuan Luhut dan Prabowo belum terealisasi karena BPN belum mengetahui tujuan yang akan dibicarakan. Irma menuturkan, BPN pada akhirnya akan mengetahui tema pembicaraan jika keduanya telah bertemu.

"Bagaimana tahu maksud kalau belum ketemu? Harusnya ketemu dulu," kata Anggota DPR yang duduk di Komisi IX itu.

Selanjutnya, terkait dengan realisasi pertemuan Luhut dan Prabowo yang belum dapat dipastikan. Irma enggan berkomentar lebih jauh. "Biar masyarakat saja yang menilai," ucapnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ILTbAj
April 21, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ILTbAj
via IFTTT
Share:

Friday, April 19, 2019

Rabithah Alawiyah: Persatuan Lebih Penting dari Pemilu

Seluruh pihak yang terlibat dalam pemilu diminta mengedepankan cara-cara bermartabat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi Islam yang menjadi wadah resmi habaib se-Indonesia, Rabithah Alawiyah meminta masyarakat menjaga persatuan setelah dilaksanakannya Pemilu 17 April 2019. Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zen Bin Smith menegaskan bahwa organisasinya tidak terkait dengan urusan politik praktis. Namun sebagai bagian dari anak bangsa yang cinta negara, Rabithah selalu peduli dengan kepentingan politik kebangsaan.

"Apa pun hasilnya, kita tetap harus berpegang pada semangat ukhuwah. Pemilu penting, tetapi yang lebih penting adalah persatuan kita sebagai satu bangsa," ujar Habib Zen lewat keterangan persnya, Jumat (19/4).

Terlepas dari apapun hasil yang nanti diputuskan, Rabithah berharap KPU tetap menjaga keadilan dan kejujurannya dalam penyelesaian perhitungan suara. Juga seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan di atas segala perbedaan pandangan. "Jangan lupa bahwa kemenangan yang didapat dengan kejujuran akan sangat berarti bagi kita semua," ujarnya.

Habib Zen menilai, pemilu atau segala hajatan demokrasi adalah salah satu cara untuk membentuk pemerintahan yang adil dan benar-benar mewakili rakyat, serta memperkokoh persatuan bangsa. Karena tujuannya mulia, maka semua pihak yang terlibat mesti menjalankan peran secara mulia pula. Mulai dari penyelenggara, pengawas, peserta pemilu, hingga pendukung diminta mengedepankan kejujuran dan keadilan demi pemilu yang bermartabat.

"Cara-cara yang bermartabat ini mesti menjadi semangat seluruh pihak yang terlibat dalam pemilu. Dengan cara yang jujur dan adil. Jika pelaksanaannya demikian, tentu apapun hasilnya akan bisa diterima seluruh pihak dengan penuh kedewasaan," kata Habib Zen.

Terkait pro dan kontra terkait pemilu yang kini tercipta, Ketua Umum Rabithah meminta seluruh pihak menahan diri, sampai hasil akhir keluar. Menurutnya, sekarang yang terpenting adalah tetap berpikir jernih dan tenang. Habib Zen mengajak umat untuk tidak terlebih dahulu menarik kesimpulan sebelum segala tahapan di KPU berakhir.

Habib Zen lantas mengajak umat untuk berdoa agar pemilu dapat memberikan manfaat terbaik untuk bangsa Indonesia. "Ingat bahwa kita telah mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk hajatan ini."

Menurut Habib Zen, doa adalah salah satu cara terbaik untuk mengekspresikan rasa cinta kepada, agama, negara dan bangsa. "Jangan lupa, setiap selesai solat kita mendoakan yang terbaik bagi keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Habib Zen.

Habib Zen lantas meminta kepada pihak yang kelak diputuskan KPU sebagai pemenang agar bisa merangkul yang kalah. Jangan justru yang menang mencerca yang kalah.

Menurutnya yang kini terpenting bagi bangsa Indonesia adalah islah atau rekonsiliasi nasional. Ia menekankan, sekarang sudah bukan lagi masanya untuk berpikir tentang 01 atau 02, tetapi bagaimana berpikir untuk kemajuan Indonesia. Secara khusus, Habib Zen pun meminta calon yang terpilih nantinya untuk merangkul pihak yang selama ini berseberangan. 

"Yang terpenting yang terpilih harus mampu memandang bahwa semua adalah bersaudara sebangsa setanah air. Apapun perbedaan tidak boleh menyebabkan ada yang terpinggirkan. Siapapun nanti yang ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang harus menunjukkan sikap kenegarawanan dengan merangkul semua pihak yang yang sekubu maupun berlawanan kubu dengannya," ujar Habib Zen.

Pun halnya pada pihak yang kalah agar bisa legawa. Sebab menang sejatinya bukan ditentukan hitungan suara, melainkan siapa yang bisa berbuat yang terbaik bagi bangsa. "Marilah kita saling bahu membahu demi kebaikan bangsa, negara, dan agama," ujar Habib Zen.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GuWnhX
April 19, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GuWnhX
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 17, 2019

Rumah Zakat dan Forum Peduli Bencana Beri Bantuan ke Sentani

Hingga saat ini masih banyak rumah yang tertimbun lumpur serta pasir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Senin (15/4) Forum Peduli Bencana bersama Rumah Zakat mendistribusikan bantuan berupa perlengkapan sekolah yang terdiri dari tas, kaos kaki, pensil, bolpoin, buku, penghapus, penggaris, dan tempat pensil. Bantuan diberikan untuk anak-anak penyitas banjir bandang di Sentani, Jayapura.

Bantuan tersebut didistribusikan ke BTN Sosial, berhubung lokasi ini merupakan lokasi yang terkena dampak cukup parah dan ada beberapa rumah yang rusak. Hingga saat ini masih banyak rumah yang tertimbun lumpur serta pasir mencapai hampir dua meter yang tersisa.

Ini dikarenakan ketebalan dan banyaknya timbunan lumpur serta pasir. Untuk membersihkan lumpur dan pasir akibat banjir bandang ini tidak bisa dengan manual, melainkan harus menggunakan alat berat terlebih dahulu.

Guyuran hujan deras beberapa hari yang lalu juga membuat aktivitas warga menjadi terganggu. Adik-adik di lokasi BTN Sosial ini harus berjuang lebih keras dalam menuntut ilmu pascahujan. Mereka harus berjalan kaki tanpa menggunakan sepatu dalam kondisi lumpur dan becek untuk belajar di sekolah dan menggapai cita cita mereka, meskipun demikian mereka tetap semangat.

Selain akses jalan yang rusak, kondisi sekolah mereka juga mengkhawatirkan, sehingga ada beberapa sekolah yang sementara diliburkan terutama Sekolah Dasar. Masyarakat di lokasi ini rata-rata masih banyak yang mengungsi di posko bencana. Siang mereka datang kerumah untuk membersihkan rumah, dan ketika menjelang sore mereka kembali mengungsi.

"Kami belum berani untuk meninggali rumah karena kondisi yang belum memungkinkan. Menjelang malam kami kembali mengungsi, takutnya ketika kami tertidur pulas turun hujan deras, sehingga lebih baik tetap berada diposko bencana sampai lokasi kami benar-benar dinyatakan sudah aman. Terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warga kami," ucap salah seorang ibu ditempat itu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KIiiq8
April 17, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KIiiq8
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 16, 2019

Kasus AY, Tidak Hanya Persoalan Bullying Semata

Kasus AY merupakan satu dari sekian banyak kasus bullying yang menimpa anak Indonesia

Ramai kasus AY, remaja SMP 14 tahun asal Pontianak yang dikeroyok 12 orang siswi SMA membuat geger jagat medsos dan menjadi viral seketika. Munculah #JusticeforAudrey dan tanda tangan petisi yang angkanya mencapai hampir 4 juta orang.

Kasus Audrey yang kemudian menaikkan ajakan untuk stop bullying tentu bukan yang pertama terjadi di Indonesia. Kabar yang sama dalam dunia pendidikan alias yang pelakunya masih pelajar juga kerap terjadi.

Entah antar sesama teman, kemudian yang lain malah menonton dan memvideokan tindakan asusila semacam itu. Atau juga antar sekolah atas nama solidaritas. Juga antara murid dan guru, atau sebaliknya.

Ada apa sebenarnya?

Melihat kasus-kasus semacam ini berulang dan disebabkan hal sepele, seperti perkataan yang tidak mengenakkan, permasalahan cinta, dan sebagainya, tentu harus dilihat akar masalahnya. Tak lain tak bukan adalah persoalan sistem yang makin memisahkan antara kehidupan agama (Islam) dengan kehidupan sehari-hari (duniawi). 

Islam hanya dianggap saat seseorang menghadap Tuhannya semata. Lewat ibadah ritual bernama shalat, puasa, zakat, dan yang lainnya dimana itu merupakan wilayah privat seseorang untuk habluminnallah (hubungan dengan Allah).

Sistem itulah yang sering kita sebut dengan nama sekuler. Dengan tidak dipakainya Islam dalam sistem pendidikan dan pengajaran ilmu pengetahuan, praktis yang dihasilkan adalah generasi yang pendek akal. Alih-alih berpikir sebelum bertindak. Bahkan esensi atau makna dari tindakannya sendiri saja mungkin tak paham. 

Tak heran, yang terjadi adalah aksi brutal yang sudah tidak melihat Allah sebagai saksi dari seluruh perbuatan yang kelak akan dipertanggung jawabkan. 

Sistem sekuler jugalah yang kemudian menambah daftar panjang salah gaul di kalangan remaja dewasa ini. 

Pacaran, free sex, LGBT, kumpul kebo menjadi hal yang wajar. Implikasi dari itu sudah jelas, ada rasa cemburu, iri, dsb yang juga menjadi penyebab awal kasus Audrey. Menyoal hubungan pacaran yang kemudian putus dan menjadi persoalan mantan. 

Berikutnya adalah soal pengawasan sekolah dan juga peran keluarga. Sekuat apapun sekolah dan keluarga berusaha memproteksi anak-anaknya, gelombang informasi yang multi tafsir makin kencang. Dan semuanya menganut sistem bebas. Tak boleh disangkut pautkan dengan agama, apalagi Islam.

Wahai para generasi muda, calon pemimpin masa depan, kembalilah ke jalan Islam. Jalan yang dibawa Rasulullah SAW untuk menyelamatkan umat-Nya dari kegelapan menuju jalan yang terang benderang. Hanya dengan Islamlah, rahmat akan sampai ke seluruh alam. Hidup akan menjadi tenang dan mulia. 

Masih ada waktu untuk berpikir dan merenung bahwa kita butuh sistem yang lebih baik yang menerapkan Islam secara menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan. Tidak saja habluminnallah (hubungan kita dengan Allah menyangkut aqidah dan ibadah ritual) dan habluminnafsi (hubungan kita dengan diri sendiri menyangkut makanan, pakaian, akhlak), tapi juga habluminannas (hubungan kita dengan sesama manusia dalam berbagai bidang seperti ekonomi, sosial, politik, budaya, dsb). 

Dengan menerapkan syariat Islam dalam kehidupan, persoalan pergaulan, pendidikan, dan juga benteng keluarga akan menjadi kokoh dan tak terulang kasus serupa Audrey terjadi lagi dan lagi. Wallahu a’lam.

Pengirim: Prita HW, fulltime mom, penulis lepas di blog pritahw.com, praktisi pendidikan di The Jannah Institute

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KIbed1
April 16, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KIbed1
via IFTTT
Share:

Monday, April 8, 2019

BPN: Surat SBY 'Digoreng' oleh Calo Politik

BPN menegaskan kampanye akbar Prabowo-Sandi inklusif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi, Lieus Sungkharisma mengatakan, surat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadikan 'bahan gorengan' oleh calo politik dengan menggiring opini publik seolah-olah SBY 'marah' dan tidak setuju dengan model kampanye akbar Prabowo-Sandi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Ahad (7/4). Lieus menegaskan, kampanye akbar Prabowo-Sandi inklusif.

"Itu jelas penafsiran yang salah dan sengaja dibelokkan. Sebagai orangtua yang punya segudang pengalaman di pemerintahan, wajar saja kalau SBY memberi saran dan masukan," kata Lieus dalam keterangan tertulisnya di Jakarta Pusat, Senin (8/4).

Menurutnya, SBY tidak menghendaki terjadinya perpecahan dalam tubuh bangsa ini hanya karena pemilu atau pilpres. "Tapi apa salahnya kampanye dilakukan dengan salat, zikir dan doa? Kalau karena itu kampanye akbar Capres 02 Prabowo dan Sandi di GBK yang dihadiri jutaan orang tersebut dikatakan inklusif, lalu dipelintir seolah-olah memperhadap-hadapkan ideologi Pancasila dengan Khilafah, jelas itu pendapat yang salah dan tidak benar," katanya.

Lieus menambahkan sebagai orang yang selalu hadir dan mengikuti kemana pun Prabowo-Sandiaga berkampanye, ia tidak pernah melihat adanya inklusivitas itu. "Baik Prabowo maupun Sandi selalu cair dan membaur dengan semua suku, agama dan golongan dalam setiap kampanyenya," katanya.

Bahkan, anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu mengaku, dalam kampanye akbar di GBK, sejumlah tokoh masyarakat nonpartai, tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya juga hadir. "Saya juga hadir. Tapi lebih memilih di belakang panggung saja," ungkap Lieus.

Karenanya, Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) ini menegaskan, tidak ada yang salah dari surat SBY yang dikirimnya dari Singapura itu. "Sekali lagi, sebagai tokoh nasional dan Presiden Republik Indonesia dua periode dan parpol pimpinannya menjadi salah satu parpol pendukung Prabowo-Sandi, wajar saja bila pak SBY mengingatkan kita semua. Jadi, tak usahlah perihal surat itu digoreng ke sana kemari. Gorengan macam ini sudah basi. Hanya kerjaan calo politik yang kehabisan isu," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2OSVjqX
April 08, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2OSVjqX
via IFTTT
Share:

Sunday, March 31, 2019

Solskjaer: Permainan MU Mengecewakan pada Awal Babak Pertama

Banyak peluang tercipta yang mestinya jadi gol terutama pada 20 menit babak pertama.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Pelatih Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer mengakui bahwa pada 15 menit awal babak pertama, anak asuhnya bermain tidak begitu baik ketika menang 2-1 atas Watford dalam lanjutan Liga Primer Inggris, di Old Trafford, Ahad (31/3) dini hari WIB. Namun perlahan MU mampu mengendalikan permainan dan mencetak gol melalui Marcus Rashfod dan Antony Martial.

"Saya pikir Watford pantas untuk memimpin. Itu hampir seperti kami sedang menunggu mereka mencetak gol," ujar Solskjaer menggambarkan permainan anak asuhnya pada awal babak pertama dilansir dari laman resmi klub, Ahad.

Solskjaer mengungkapkan, pemainnya secara perlahan mulai menikmati permainan. Peran Juan Mata, menurutnya, cukup memberikan kontribusi dalam permainan MU.

Solskjaer mengatakan, banyak peluang tercipta yang mestinya berbuah gol terutama pada 20 menit akhir babak pertama. Kemudian pada babak kedua, lanjut dia, permainan MU kembali menurun.

Kendati demikian, pelatih asal Norwegia itu merasa bangga atas perjuangan pemainnya. Para penggawa Iblis Merah dinilai sudah tampil sangat baik.

Solskjaer memuji beberapa pemainnya seperti Luke Shaw, Marcus Rashfod, Antony Martial, Chris Smailling, dan Phil Jones. "Tanpa mereka hari ini, saya pikir itu akan menjadi hasil yang berbeda," katanya.

Kemenangan ini membuat MU naik ke posisi keempat klasemen sementara. Namun posisinya belum aman karena jika Arsenal berhasil mengalahkan Newcastle United, maka posisi Mu akan kembali turun ke urutan kelima.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2uyxkE9
March 31, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2uyxkE9
via IFTTT
Share:

Jokowi Ajak Warga Makassar 'Putihkan' TPS pada 17 April

Jokowi mewanti-wanti warga agar jangan golput dalam Pilpres 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), menemui pendukungnya di Lapangan Karebosi Makassar, Ahad (31/3). Di hadapan ribuan pendukungnya, Jokowi meminta warga ramai-ramai mengajak tetangga dan saudaranya mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) demi menggunakan hak pilih. Tak hanya itu, Jokowi juga meminta pendukungnya datangi TPS mengenakan baju putih.

"Tanggal 17 April tinggal 17 hari. Marilah kita ajak teman kita saudara dan tetangga kita handai taulan kita datang berbondong-bondong ke TPS. Perlu saya ingatkan kita datang ke TPS memakai baju putih. Karena yang akan dicoblos bajunya putih. Putih adalah kita, kita adalah putih," kata Jokowi, Ahad (31/3).

Jokowi juga mewanti-wanti warganya agar tidak golput dalam pilpres 2019 nanti. Menurutnya, pemilu merupakan kesempatan masyarakat Indonesia untuk ikut andil dalam menentukan masa depan bangsa.

Di hadapan pendukungnya di Lapangan Karebosi, Jokowi juga mempromosikan tiga kartu sakti yang ia cetuskan, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk kuliah, Kartu Prakerja, dan Kartu Sembako. Jokowi berharap ketiga kartu tersebut bisa menjawab kebutuhan warga, khususnya di bidang pendidikan formal dan vokasi. 

"Lewat kartu prakerja, kalau belum dapat kerja tapi sudah dilatih, akan dapat insentif honor. Kartu sembako murah, dengan kartu ini ada diskon besar untuk pembelian sembako beras, gula, minyak," katanya.

Setelah dari Makassar, Jokowi melanjutkan kampanyenya ke Kabupaten Gowa. Kemudian Jokowi dijadwalkan berkampanye di Sorong, Papua Barat keesokan harinya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2I2QPwh
March 31, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2I2QPwh
via IFTTT
Share:

Saturday, March 30, 2019

Debat Capres, Jokowi dan Prabowo tak Dilarang Bawa Gawai

KPU mempersilakan peserta debat capres membawa datan, catatan, dan alat tulis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak melarang Capres Joko Widodo (Jokowi) dan Capres Prabowo Subianto membawa gawai, alat tulis dan catatan selama pelaksanaan debat capres di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada hari ini, Sabtu (30/3). Ketiga barang tersebut diperbolehkan untuk dibawa oleh para capres.

"Menurut tata aturanya boleh, jadi KPU mempersilakan kandidat membawa data, catatan, begitu kan bisa dalam bentuk apa pun, bisa kertas, bisa tab. Tak ada yang melarang," ujar Wahyu kepada wartawan dI Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu siang.

KPU juga telah bersepakat dengan timses paslon soal tata aturan debat. Salah satunya disepakati bahwa kandidat diperkenankan membawa alat tulis, catatan dan data yang diperlukan.

Sementara itu, terkait kandidat yang nanti bisa menggunakan gawai untuk browsing di internet, Wahyu beranggapan publik nanti yang akan menilai kandidat bersangkutan. "(Kalau ada browsing di internet) biar publik yang menilai," tandas Wahyu.

Selain memperbolehkan kandidat membawa alat tulis, catatan dan data, KPU dan timses sepakat agar Jokowi dan Prabowo tidak boleh menyerang personal, memotong pembicaraan kandidat lain yang sedang bicara, membawa atribut apa paun yang memprovokasi kandidat lain maupun pendukung serta bertanya di luar tema debat. Debat keempat ini akan mempertemukan Capres 01 Jokowi dan Capres 02 Prabowo Subianto.

Adapun, tema debat malam nanti adalah ideologi, pemerintahan, keamanan, dan hubungan internasional. Debat akan disiarkan secara langsung oleh Metro TV, SCTV, dan Indosiar mulai pukul 20.00 WIB dan dipandu oleh dua moderator, Retno Pinasti dan Zulfikar Naghi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2YBpHKF
March 30, 2019 at 02:04PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2YBpHKF
via IFTTT
Share: