Showing posts with label 2019 at 12:23AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 12:23AM. Show all posts

Sunday, February 24, 2019

Meski Kuliah di Australia, Iqbaal Tetap Promosi Dilan 1991

Jarak dan waktu tidak jadi penghalan Iqbaal mempromosikan film Dilan 1991.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dalam waktu dekat Iqbaal Ramadhan akan melanjutkan kuliah di Australia. Padahal, saat ini dia sedang memasuki masa promo film Dilan 1991. Meski demikian, Iqbaal memastikan semua akan tetap berjalan lancar.

Menurutnya, jarak bukanlah halangan. "Urusan bagi waktu insya Allah semua jadwal sudah diatur sebaik mungkin untuk urusan kerja, promo film, dan kuliah," kata Iqbaal dalam pemutaran perdana film Dilan 1991 di Bandung, Ahad (25/2).

"Promonya akan berjalan seperti Dilan 1990 kemarin. Jarak dan waktu nggak boleh jadi penghalang saya buat promo ini," katanya.

Dia mencontohkan saat dia sedang sekolah di Amerika, promo film Dilan 1990 tetap bisa berjalan. Iqbaal tetap ikut mempromosikan lewat media sosial.

"Kemarin saya walau sekolah tetap promo dengan cara yang bisa saya lakukan, misal sosial media satu-satunya cara saya untuk bisa mempromosikan film supaya fan bisa kangen-kangenan dan tetap lihat saya," ujar Iqbaal.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XgnSSZ
February 25, 2019 at 12:23AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2XgnSSZ
via IFTTT
Share:

Sunday, February 3, 2019

Anies: RS di Jakarta Siap Tangani Pasien DBD

Kasus demam berdarah terbanyak berada di wilayah Jakarta Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, rumah sakit serta puskesmas yang ada di Jakarta dalam kondisi siap menangani pasien demam berdarah dengue (DBD). Ia menyebut, hal itu termasuk jumlah tenaga medis, obat-obatan, dan tempat tidur pasien.

"Sejauh ini kita semuanya siap secara jumlah tenaga medisnya siap, kemudian tempat tidur pun siap. Rumah sakit di Jakarta dalam kondisi siap untuk menangani kasus demam berdarah, puskesmas juga," ujar Anies di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad (3/2).

Ia mengatakan, tidak ada upaya penambahan fasilitas kesehatan dalam menangani DBD. Menurut Anies, sejauh ini pelayanan kesehatan bagi pasien DBD masih terkendali. Secara jumlah kasus DBD meningkat, tetapi kapasitas rumah sakit di Jakarta cukup tinggi.

"Secara jumlah memang meningkat, tetapi kapasitas yang kita miliki cukup tinggi sehingga kita tidak punya problem kapasitas," kata dia.

Anies mengatakan, ada 876 kasus demam berdarah dengue (DBD) di DKI Jakarta per 1 Februari 2019. Ia menyebut, kasus terbanyak berada di wilayah Jakarta Selatan. Sementara saat ini, pasien DBD terbanyak berada di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Di 2019 sampai hari ini jumlahnya 876. Di RSUD Pasar Minggu ini terbanyak ada 49 pasien yang dirawat," ujar Anies usai menjenguk pasien DBD di Pasar Minggu, Ahad (3/2).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2t1H4FU
February 04, 2019 at 12:23AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2t1H4FU
via IFTTT
Share:

Saturday, January 5, 2019

BPN Prabowo-Sandi Sesalkan Keputusan KPU Soal Visi-Misi

Paparan visi misi agar masyarakat mengetahui apakah pasangan calon memahami masalah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyesalkan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memutuskan batal menggelar paparan visi dan misi pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres/ cawapres). Sebelumnya, paparan visi dan misi direncanakan berlangsung pada 9 Januari 2019. 

Keputusan KPU tersebut diambil lantaran pihak Jokowi-Maruf bersikeras agar paparan visi dan misi hanya disampaikan tim sukses (timses), bukan oleh pasangan capres dan cawapres. Sementara BPN Prabowo-Sandi menghendaki agar visi dan misi dapat disampaikan langsung oleh pasangan capres dan cawapres maupun timses.

Kini, KPU menghilangkan agenda pemaparan visi dan misi yang rencananya akan digelar sebelum debat capres 2019. Hal tersebut dilakukan KPU karena tidak ada kesepakatan antara pasangan calon nomor urut 1 dan 2. 

"Terus-terang kami sangat menyayangkan keputusan KPU ini, seharusnya KPU tetap menggelar paparan visi dan misi calon presiden sebelum debat paslon diselenggarakan," kata Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi Sudirman Said melalui keterangan tertulis yang diterima Republika, Sabtu (5/1).

Sudirman menjelaskan pentingnya pasangan calon memaparkan langsung visi dan misinya mereka. Ia mengatakan paparan supaya masyarakat tahu sejauh mana pasangan capres dan cawapres memahami segala permasalahan bangsa yang terjadi. 

Ia menegaskan, masyarakat berhak mendapat informasi langsung dari pasangan capres dan cawapres. Perlu disampaikan bagaimana cara pasangan capres dan cawapres mengentaskan segala masalah yang terjadi di bangsa ini. Sejauh mana pasangan calon memahami masalah bangsa juga perlu diketahui masyarakat.

Sudirman menerangkan, ada alasan lain mengapa pemaparan visi dan misi harus disampaikan pasangan calon. Supaya saat debat capres berlangsung, kedua pasangan calon hanya memberikan pendalaman atas visi dan misi yang akan dilakukan ketika terpilih.

"Jadi ketika debat capres, paslon to the point atas apa yang menjadi visi dan misinya, bukan debat kusir atau berangan-angan yang membuat masyarakat kesulitan menagih janjinya ketika terpilih nanti," ujarnya.

Ia menegaskan, janji kepada rakyat harus ditunaikan. Bukan awalnya bicara soal revolusi mental tapi jadinya malah jualan infrastruktur pakai hutang. Meski demikian, pihak pasangan calon nomor urut 2 tetap menghormati keputusan penyelenggara debat oleh KPU. "Kami hormati keputusan KPU, seraya berharap ke depan bisa lebih baik lagi," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2F7XyEJ
January 06, 2019 at 12:23AM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2F7XyEJ
via IFTTT
Share: