Showing posts with label 2019 at 01:35PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 01:35PM. Show all posts

Saturday, April 20, 2019

Gus Ipul: Masyarakat tak Punya Energi untuk Berantem

Para kiai pesantren saat ini bergerak meredam gejolak di tataran santri dan alumni.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, semangat rekonsiliasi pasca-Pilpres yang digagas kiai-kiai sepuh di Jawa Timur, ternyata mendapatkan respons positif. Pesantren-pesantren besar di Jawa Timur saat ini langsung bergerak untuk meredam gejolak di tataran santri, alumni, dan masyarakat luas.

“Pemilu sudah selesai, saatnya kita kembali memikirkan umat dan saat ini para kiai juga telah bergerak mendinginkan suasana. Mereka mengumpulkan santri dan alumni untuk mendinginkan suasana,” kata Gus Ipul usai tasyakuran kantor Fatma Foundation di Jalan Gayungsari Timur 17, Gayungsari, Surabaya, Ahad (21/4).

Gus Ipul mengaku, para kiai di Jawa Timur baik yang sebelumnya mendukung 01 maupun 02 sepakat, siapa pun yang menang dalam pemilihan presiden adalah sosok yang dikehendaki rakyat. Karenanya, Pilpres ini sejatinya bukan tentang Jokowi-Maruf Amin atau Prabowo-Sandiaga Uni, melainkan tentang bagaimana membangun negara dengan penuh persatuan dan semangat kerja keras.

“Masyarakat sudah tidak ada lagi energi untuk berantem, yang ada energi untuk bersatu membangun Indonesia. Jadi semangat rekonsiliasi ini yang harus terus didorong dan dijaga,” ujar mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini.

Demi mendorong semangat rekonsiliasi bangsa, Gus Ipul mengtakan, para kiai sepuh di Jawa Timur, juga telah merumuskan beberapa langkah. Di antaranya dengan menularkan semangat rekonsiliasi kepada para alumni dan santri, terutama kepada santri yang saat ini juga telah menjadi kiai dan memiliki pondok pesantren.

Lewat langkah ini, maka kiai-kiai alumni pesantren besar juga akan ikut bergerak mendinginkan suasana, khususnya bagi para santri, alumni, dan masyarakat sekitar pesantren. Gus Ipul juga menyatakan akan ada pertemuan lanjutan antara kiai, ulama, dan tokoh masyarakat yang fokus di daerah-daerah.

"Misalnya Mataraman nanti akan digerakkan dari Ploso dan Lirboyo, kemudian wilayah Panturan akan digerakkan dari Langitan, begitu juga tapal kuda dari Sidogiri dan lainnya,” kata Gus Ipul.

Sebelumnya, puluhan kiai sepuh baik itu pendukung 01 maupun 02 bertemu di rumah Gus Ipul di perumahan The Gayungsari, Surabaya pada Jumat (19/4). Para kiai bertemu dan sepakat untuk melupakan perbedaan pilihan. Mereka bersepakat untuk kembali bersatu, mendinginkan suasana dan menata umat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UKbVHv
April 21, 2019 at 01:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UKbVHv
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 16, 2019

BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp 11 Triliun untuk Bayar RS

BPJS Kesehatan berharap RS dapat kian optimal memberikan pelayanan kesehatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. Di luar itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"Sampai hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami," kata Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf, dalam siaran persnya, Selasa (16/4).

Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, kata dia, transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu. Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan.

Menurut Iqbal, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

"Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu. Namun kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari ini," Iqbal menegaskan.

BPJS Kesehatan juga sudah berkoordinasi dengan seluruh kantor cabang. Dengan begitu, masing-masing kantor cabang bisa memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya telah dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Iqbal mengatakan dengan dibayarnya utang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi. Iqbal berharap RS dapat kian optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.

BPJS menyatakan selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah.

"Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman," ucap Iqbal.

Iqbal juga menginformasikan bahwa Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja.

Iqbal mengatakan, apabila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama. Menurutnya, jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.

"Ke depannya, Insya Allah pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS ini dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki. Kami berterima kasih kepada penyedia layanan sekaligus mohon maaf serta apresiasi atas kerja sama, pengertian dan kesabarannya selama ini," tambah Iqbal.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IBxm67
April 16, 2019 at 01:35PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IBxm67
via IFTTT
Share: