Showing posts with label 2018 at 04:54PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:54PM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

Pascabencana Tsunami, Logistik di Banten Masih Aman

Kawasan Sumur, Banten pascabencana tsunami Selat Sunda.

Foto: Republika TV/Wisnu Aji Prasetiyo
EMBED
Pengungsi belum tahu berapa lama akan mengungsi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan logistik terpenuhi sampai tujuh hari kedepan.

Sutopo menuturkan setiap kecamatan sudah ada laporannya. Ia menjelaskan, laporan yang diterima dari BPBD per kecamatan sudah terpenuhi.

Namun, bantuan tetap akan dikirim karena para pengungsi belum tahu berapa lama akan mengungsi.

Berikut video lengkapnya.

  • Videografer:
  • Havid Al Vizki
  • Wisnu Aji Prasetiyo
  • Video Editor:
  • Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Q7V0aN
December 30, 2018 at 04:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Q7V0aN
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

Muslim Kanada Sewa Ruang Kelas untuk Pendidikan Islam

Biasa sewa per hari 120 dolar AS

REPUBLIKA.CO.ID, STRATFORD -- Komunitas Muslim di Prince Edward Island (P.E.I), Kanada, memberikan apresiasi sebagai ungkapan terima kasih kepada Sekolah Dasar Stratford atas kesediaan sekolah membuka pintu bagi mereka. Presiden Muslim Society di P.E.I, Alhadi Abusneena, menyerahkan sebuah hadiah dan sertifikat penghargaan kepada kepala sekolah Janet Cameron pada Kamis (20/12) waktu setempat.

Apresiasi itu bukan tanpa alasan. Karena selama tiga bulan terakhir, organisasi Muslim di P.E.I menggunakan sekolah untuk mengadakan kelas di akhir pekan (sekolah Ahad). Abusneena mengatakan, mereka menggunakan sekolah untuk mengajar anak-anak tentang Islam, berbicara bahasa Arab, dan untuk beberapa orang mengenalkan tentang Kanada sebagai rumah baru mereka.

"Sebagian besar anak-anak kami datang sebagai pendatang baru di Kanada, mereka memiliki budaya yang berbeda. Ini sangat penting bagi kami untuk menjadi tuan rumah semua anak-anak ini untuk belajar dan mengajar mereka," kata Abusneena, dilansir di CBC News, Jumat (21/12).

Dengan semakin banyaknya anak-anak di komunitasnya, Muslim Society membutuhkan tempat untuk mengadakan kelas. Abusneena mengatakan, mereka memiliki lebih dari 100 anak yang diajar. Sehingga, mereka membutuhkan lebih banyak ruang kelas, akomodasi, serta relawan.

"Ruang ini tidak mudah ditemukan di mana-mana," ujarnya.

Saat itulah, lembaga Muslim ini beralih ke Cabang Sekolah Umum untuk mencari solusi. Sekarang, mereka menyewa sekolah SD Stratford dengan biaya 120 dolar per hari. Dengan biaya sebesar itu, Muslim Society di P.E.I mampu menggunakan beberapa ruang kelas, ruang serba guna dan gimnasium di Stratford Elementary School.

"Kami memperlakukan Stratford Elementary seperti rumah kami dan anak-anak kami, mereka mencintai sekolah ini. Tidak mudah membuka kelas anda kepada orang lain," kata Abusneena.

Ia mengatakan, komunitas Muslim ini berniat menggunakan ruang untuk kelas Ahad di sekolah SD Stratford setidaknya hingga Juni 2019 mendatang. Kepala sekolah Janet Cameron mengatakan, dia senang bisa menyediakan ruang bagi komunitas Muslim tersebut. Ia mengatakan, setiap kali mereka dapat membantu komunitas lokal dan keterlibatan mereka, itu menurutnya membawa energi yang baik ke sekolah.

"Saya pikir itu hanya hubungan yang benar-benar baik. Tidak bisa lebih baik, aku senang berpartisipasi," ujar Cameron.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AbR1Vh
December 21, 2018 at 04:54PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2AbR1Vh
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 19, 2018

Kata-Kata Sandi dalam Kasus Suap Meikarta

Penggunaan kata sandi untuk membiaskan adanya praktik suap dalam proyek Meikarta.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Jaksa Penuntut Umum KPK mengungkap adanya penggunaan kata-kata sandi atau kode dalam kasus dugaan suap perizinan pembangunan proyek Meikarta. Penggunaan kata sandi yang digunakan oleh pihak pengembang maupun jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk membiaskan adanya praktik suap perizinan pembangunan proyek Meikarta.

"Bahwa komunikasi antara pihak pemberi dan pihak penerima terkait pemberian uang kepada Neneng Hasanah (Bupati Bekasi nonaktif) dan pihak-pihak Pemkab Bekasi menggunakan sandi komunikasi," ujar jaksa KPK, I Wayan Riyana saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, Rabu.

Pihak pemberi sekaligus terdakwa, yakni Billy Sindoro selaku Direktur Operasional Lippo Grup, Henry Jasmen Sitohang (pegawai Lippo Grup), Fitradjaja Purnama (konsultan Lippo Grup) dan Taryudi (konsultan Lippo Grup). Sementara di pihak penerima, yakni Neneng Hasanah Yasin (Bupati Bekasi), Dewi Tisnawati (Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu/DPMPTSP), Jamaludin (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/PUPR) dan Sahat Maju Banjarnahor selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran.

Kemudian Neneng Rahmi Nurlaili selaku Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR, Daryanto (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Bekasi), Tina Karini Suciati Santoso (Kepala Bidang Bangunan Umum Dinas PUPR) dan Yusup Taupik selaku Kepala Bidang Tata Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Dalam sidang tersebut diketahui, para terdakwa memberikan uang senilai Rp 16.182.020.000 dan 270 ribu dolar Singapura kepada aparat Pemerintahan Kabupaten Bekasi yang terlibat. Sandi-sandi yang digunakan seperti "Indomie" untuk penyebutan uang, "Babe" yang ditujukan bagi Billy Sindoro, "Meja Kerja" untuk penyebutan Meikarta hingga "Susi" untuk penyebutan Neneng Hasanah.

Berikut sandi-sandi yang digunakan dalam kasus dugaan korupsi proyek Meikarta,

  1. Babe/Santa/Bis: Billy Sindoro
  2. Susi: Bupati Bekasi
  3. Kakak Tertua: Fitradjaja Purnama
  4. Jodi: Henry Jasmen P Sitohang
  5. Si Kecil: Taryudi
  6. Nani: Neneng Rahmi Nurlaili
  7. Penyanyi: Sahat Maju Banjarnahor
  8. Adiknya penyanyi: Asep Bukhori
  9. Tina Toon: Tina Karini Suciati Santoso
  10. Melvin: Jamaludin
  11. Bang Breh: Muhammad Kasimin
  12. Pakde/Windu: Daryanto
  13. Indi: Sukamawatty Karnahadijat
  14. Meja kerja: Meikarta
  15. Cengkareng: Cikarang
  16. Indomie: Uang
  17. Bantul: Pemkab Bekasi
  18. Jogja: Pemprov Jawa Barat
  19. Indeks: Bobot Pekerjaan
  20. Dam: Dinas Pemadam Kebakaran
  21. Del: Dinas Lingkungan Hidup.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A8HuhN
December 19, 2018 at 04:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2A8HuhN
via IFTTT
Share:

Sunday, December 16, 2018

Ronaldinho akan Kunjungi Palembang

Ronaldinho sudah menyatakan siap hadir pada babak final Alex Noerdin Cup 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG – Mantan bintang sepak bola asal Brasil, Ronaldinho, akan datang ke Palembang. Rencananya, Ronaldinho akan mengunjungi Palembang pada 31 Maret 2019, saat final turnamen sepak bola Alex Noerdin Cup 2019. Penyelenggaraan turnamen ini bekerja sama dengan Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (Basri).

Alex Noerdin Cup 2019 resmi diluncurkan pada Sabtu (15/12) malam, di salah satu pusat perbelanjaan di Palembang. Ronaldinho menyapa langsung para pengunjung mal yang hadir melalui video. “Hello Indonesia, see You in Palembang. Success Alex Noerdin Cup,” kata dia.

Menurut Ketua Basri Eddy Sofyan, Ronaldinho sudah menyatakan siap hadir pada babak final Alex Noerdin Cup 2019. Sebelumnya pada 8 Desember, kata dia, perwakilan Ronaldinho, Olivier Mandengue, sudah datang ke Palembang dan melihat langsung Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Alex Noerdin menambahkan, Presiden Joko Widodo direncanakan akan ikut bermain bola bersama Ronaldinho pada laga persahabatan di Stadion Gelora Sriwijaya dengan tim yang bermaterikan pemain legenda sepak bola Indonesia yang tergabung dalam timnas All Star. Pada peluncuran yang dipadati peminat sepak bola dan pengunjung mal, Alex Noerdin menjelaskan, selain menghadirkan Ronaldinho, turnamen Alex Noerdin Cup juga akan kedatangan pemain legenda Indonesia yang akan datang dan singgah ke 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan (Sumsel). 

“Untuk pembukaannya akan dipusatkan di Kabupaten Muara Enim pada 4 Januari 2019,” katanya.

Menurut pria yang tengah mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari Partai Golkar, turnamen Alex Noerdin Cup akan memberikan edukasi kepada seluruh anak di kabupaten dan kota di Sumatra Selatan. 

“Akan ada coaching clinic kepada anak-anak usia 8 sampai 14 tahun oleh mantan pemain timnas Indonesia. Silakan mengikuti turnamen ini untuk kemajuan sepak bola Sumatra Selatan,” kata dia.

Eddy memuji kepedulian Alex Noerdin yang kini menjabat Ketua KONI Sumsel terhadap pembinaan sepak bola di Sumsel. “Turnamen ini bisa terlaksana berkat peran dan kepedulian Alex Noerdin sebagai tokoh yang sangat cinta olahraga. Alex Noerdin menjadi Gubernur Sumsel selama dua periode dan sukses menggelar event olahraga internasional, dari SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013, Asian University Games 2014 dan puncaknya Asian Games 2018,” kata Eddy yang sukses mendatangkan AC Milan ke Indonesia bekerjasama dengan Harian Republika pada 1994. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2LqZuIV
December 16, 2018 at 04:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2LqZuIV
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 11, 2018

BMKG: Waspada Potensi Hujan Angin di Bandung Raya

Angin kencang disebabkan awan cumulonimbus berpotensi pada siang dan sore hari.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Bandung meminta masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat di sekitar Bandung Raya selama Desember ini. Bahkan, hujan lebat ini berpotensi disertai angin kencang.

Kepala BMKG Kelas 1 Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan angin kencang di musim hujan disebabkan awan cumulonimbus (awan Cb), yaitu awan hitam berlapis tinggi. Umumnya, kondisi ini terjadi pada siang hingga sore hari.

"Potensi terbentuk awan Cb di musim hujan, yaitu jika terjadi jeda hujan, sekitar tiga hari cuaca cerah, maka hujan berikutnya yang terjadi akan berpotensi terjadi angin kencang," kata Tony saat dihubungi Republika, Selasa (11/12).

Tony mengatakan angin kencang terjadi jika terdapat perbedaan suhu permukaan suatu tempat dengan sekitarnya. Jika hal tersebut terjadi maka akan menyebabkan angin kencang yang sifatnya lokal atau kurang dari dua kilometer persegi dan kejadiannya singkat, yakni kurang dari 15 menit.

Ia mengungkapkan potensi angin kencang pada musim hujan terjadi jika pagi hingga siang cuaca cerah. Karena itu, sore terbentuk awan Cb dan berpotensi angin kencang.

"Langkah antisipasi yaitu pangkas pohon, perkuat bagian rumah atap semi permanen. Ikuti peringatan dini cuaca ekstrem di twitter, facebook, aplikasi android info BMKG," ujarnya.

Prakirawan BMKG Kelas 1 Bandung Iid Mujtahiddin menambahkan saat ini memang sudah masuk pada puncak musim hujan. Karena itu, masyarakat harus mewaspadai hujan lebat dan angin kencang.

"Di Desember dan Januari ini puncak musim hujan dan secara klimatologi di maret april terjadi peningkatan curah hujan kembali," kata Iid dihubungi terpisah.

Ia menilai pada puncak musim hujan ini angin kencang sangat berpotensi terjadi di Bandung Raya. Sebelumnya, terjadi di Bogor dan Jakarta beberapa waktu lalu.

"Selama periode musim hujan dengan didukung oleh proses konvektif yang cukup kuat dalam pembentukan awan cumulonimbus (Cb) bisa saja menimbulkan kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat di sertai angin, hujan es atau adanya angin puting beliung. Tapi tidak mesti keberadaan awan Cb ini bisa menimbulkan angin puting beliung," tuturnya.

Ia menuturkan pada Selasa (11/12) ini terjadi hujan sedang – lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pukul 14.00 WIB di wilayah sejumlah wilayah di Jawa Barat. Kondisi ini diprakirakan masih akan berlangsung* hingga pukul 15.30 WIB.

Pada Rabu (12/12) esok pun diperkirakan sejumlah wilayah masih akan diguyur hujan. Bahkan untuk Bandung Raya diprediski hujan lebat disertai petir dari siang hingga sore hari.

Ia pun meminta masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Warga diimbau menghindari tempat-tempat berbahaya saat hujan seperti bawah pohon dan bangunan beratap ringan. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EoiSW8
December 11, 2018 at 04:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EoiSW8
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 5, 2018

Komisi X: Metode Pengajaran PMP Harus Dikaji Matang

Materi PMP harus disampaikan sesuai dengan jenjang pendidikan siswa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengkaji metode pengajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Ia menilai materi PMP harus disampaikan sesuai dengan jenjang pendidikan siswa.

"Jadi tidak mungkin metodenya seperti dulu (hanya satu arah). Antara SD, SMP, SMA, itu harus disesuaikan dengan jenjangnya," ungkap Ferdiansyah di Kompleks Kemendikbud Jakarta, Rabu (5/12).

Untuk jenjang SD misalnya metode pengajaran PMP-nya harus lebih banyak permainan. Begitu pula untuk siswa SMP dan SMA, lanjut dia, metode pengajarannya harus disesuaikan. Sehingga secara substansi, nilai-nilai luhur Pancasila bisa tertanam di jiwa siswa.

"Tentunya juga harus dikaitkan dengan mata pelajaran. Sehingga itu bisa mengikat, dan sekarang kemendikbud harus segera lakukan langkah cepat," jelas dia.

Dia juga menekankan urgensi materi PMP disampaikan kepada semua siswa. Harapannya, dengan menanamkan nilai luhur Pancasila dalam kurikulum sekolah akan bisa meningkatkan jatidiri bangsa.

Sementara itu, sebelumnya Katharina Angely Azi Gowa Doy, salah satu siswi dari SMA Santo Kristoforus 2 Jakarta juga berpendapat materi Pancasila penting diajarkan kepada siswa-siswi di sekolah. Nilai-nilai luhur Pancasila, kata dia, harus diajarkan sehingga semua murid memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.

Kendati begitu, Katharina mengaku dalam mata pelajaran PPKn pun materi Pancasila sudah diajarkan. Namun memang perlu diperkuat lagi.

"Iya penting sekali pengenalan dan penanaman Pancasila untuk kami," kata Katharina.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GaiHPI
December 05, 2018 at 04:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GaiHPI
via IFTTT
Share:

Monday, December 3, 2018

Posisi Polandia dalam Perubahan Iklim Dipertanyakan

Tuan rumah pertemuan perubahan iklim, Polandia izinkan sponsor perusahaan batu bara.

REPUBLIKA.CO.ID, KATOWICE -- Polandia menjadi tuan rumah pembahasan perubahan iklim yang diselenggarakan PBB, Senin (3/12). Banyak yang mempertanyakan keputusan menjadikan Polandia sebagai tuan rumah. Pasalnya, Polandia menggunakan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik. Mereka juga mengizinkan dua perusahaan batu bara menjadi sponsor pertemuan ini.

"Menjadikan dua perusahaan batu bara sebagai sponsor pertemuan perubahan iklim menjadi sinyal yang paling buruk di saat yang terburuk," kata Direktur Greenpeace di Eropa Timur dan Tengah, Robert Cyglicki, seperti dilansir dari the Guardian, Senin (3/12).

Peran Polandia sebagai tuan rumah dalam isu perubahan iklim sangat penting. Wakil Menteri Energi Polandia Michał Kurtyka telah mengatakan akan fokus menggunakan hutan untuk mengambil karbon dioksida dari atmosfir. Ia juga memastikan penyebaran penggunaan mobil listrik dan pekerja industri bahan bakar fosil mendapatkan pekerja baru. Namun sepertinya Cyglicki tidak yakin dengan janji Polandia.

"Ini seperti Philip Morris menjadi sponsor pertemuan kesehatan di mana harusnya ada kesepakatan rokok dilarang, kami akan tahu pertemuan ini sukses jika perusahaan batu bara telah menyesal mensponsorinya," kata Cyglicki.

Banyak negara yang memastikan komitmen mereka untuk mengambil tindakan untuk mengurangi dampak dari perubahan iklim terutama Prancis dan Cina. Tapi pada pekan lalu, Sekretaris Jendral PBB Antonio Guterres memperingatkan meningkatnya populisme akan mengurangi keinginan politik dari beberapa negara untuk bekerja sama dengan negara lain.

"Semakin banyak pendekatan nasionalistik yang semakin populer dan memenangkan pemilu, menurut saya hal ini akan mendorong melemahnya kemauan politik," kata Guterres.  

Adriana Opromolla, dari Lembaga Swadaya Masyarakt Caritas Internationalis mengatakan setiap hari semakin terlihat banyak rakyat miskin dan rentan di seluruh dunia yang mengalami dampak dari perubahan iklim. Karena itu kemauan politik dari pemimpin-pemimpin negara dari seluruh dunia untuk menanggulangi dampak perubahan iklim sangat dibutuhkan.

"Transformasi itu mungkin, tapi kemauan politik dibutuhkan untuk membuatnya dapat terjadi," kata Opromolla.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2St477x
December 03, 2018 at 04:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2St477x
via IFTTT
Share:

Sunday, December 2, 2018

Sandiaga Uno Kunjungi Syafii Maarif

Sandiaga menegaskan kunjungan tersebut bukan untuk mencari dukungan

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Calon Wakil Presiden Nomor Urut 2 Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi kediaman mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif di Perumahan Nogotirto, Kabupaten Sleman, Ahad (2/12). Sandiaga yang mengenakan peci dan berkemeja biru muda tiba pukul 13.45 WIB dan disambut langsung oleh Buya Syafii bersama istrinya.

"Dalam kesempatan ini mendapatkan nasihat sekaligus sowan kepada yang tentunya tokoh bangsa kita sebagai bagian dari membangun bangsa ini lebih baik lagi, merajut tenun kebangsaan kita," kata Sandiaga, usai berbincang-bincang dengan Syafii.

Sandiaga juga menegaskan bahwa kunjungannya tersebut bukan untuk mencari dukungan menghadapi kontestasi Pilpres 2019. "Di sini ini bukan mencari dukungan karena Buya harus ada di atas semua kepentingan dan semua golongan. Buya yang kami hormati dan sangat kami idolakan juga menyampaikan salam untuk Pak Prabowo," kata dia.

Sandi juga mengaku mendapatkan wejangan khusus dari Syafii, agar kontestasi politik menjelang Pilpres 2019 jangan terlalu dibuat gaduh yang penuh dengan gontok-gontokan.

Saat menjelaskan tentang wejangan itu, Syafii langsung memotong ucapan Sandi. "Ndak perlu perang Baratayudha," kata Syafii yang kemudian disambut tawa.

Kemudian Sandi melanjutkan bahwa Syafii berpesan kepada dirinya agar mampu membuat demokrasi ini lebih teduh dan sejuk. Menurut dia, tokoh Muhammadiyah itu juga berharap dirinya bersama Prabowo bisa menyelesaikan beberapa masalah kebangsaan, khususnya masalah kedaulatan ekonomi.

"Tadi beliau menyampaikan kedaulatan ekonomi itu suatu gagasan yang harus kita wujudkan," kata dia.

Sementara itu, Syafii mengatakan sebagai orang tua siapa pun yang berkunjung ke kediamannya akan diterima dengan baik. Ia berharap apabila nantinya Sandiaga akhirnya terpilih, agar menjadi wapres bagi rakyat Indonesia, bukan wapres untuk partai pendukungnya saja.

"Jadi dari politisi menjadi negarawan itu yang sering saya sampaikan. Saya rasa itu kuncinya untuk bangsa Indonesia ke depan sehingga Indonesia tidak tercabik-cabik, ndak karu-karuan," kata Buya Syafii.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QbiUqR
December 02, 2018 at 04:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QbiUqR
via IFTTT
Share:

Saturday, December 1, 2018

Yayasan LIA Bantu Rehabilitasi TK Bersejarah di Mataram

TK YPRU didirikan sejak 1934 dan jadi saksi biksu zaman penjajahan Belanda.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Yayasan nasional yang bergerak di bidang pendidikan, Yayasan LIA menyalurkan bantuan senilai Rp 166 juta untuk rehabilitasi gedung Taman Kanak-Kanak (TK) YPRU, Kota Mataram, yang rusak akibat gempa. Penyerahan dana bantuan dilakukan Sekretaris Pengurus Yayasan LIA Cut Kamaril Wardani kepada Kepala TK YPRU Mataram Korbita Eriati di aula belakang TK YPRU, Kota Mataram, Sabtu (1/12).

Hadir dalam penyerahan bantuan tersebut, Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumadi, Kepala Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Jakarta, Dewi Yudasari, para guru TK, siswa dan sejumlah alumni TK YPRU.

Sekretaris Pengurus Yayasan LIA, Cut Kamaril Wardani, mengatakan, bantuan yang terkumpul dari para pengurus, guru, dan juga siswa di seluruh jaringan pendidikan Yayasan LIA merupakan bentuk empati keluarga besar Yayasan LIA terhadap musibah gempa di Lombok beberapa waktu lalu. Ia menyampaikan, penyaluran baru dilakukan saat ini karena Yayasan LIA menginginkan dana bantuan tersebut bisa tepat sasaran dan bermanfaat bagi yang membutuhkan.

"Ada banyak pertimbangan sampai akhirnya, kami menemukan ada TK bersejarah di Kota Mataram. TK YPRU yang menjadi sekolah heritage ini akhirnya kami putuskan sebagai penerima bantuan," ujar Cut Kamaril di TK YPRU, Kota Mataram, Sabtu (1/12).

Cut Kamaril berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi TK YPRU untuk kembali bangkit pascabencana dan bisa kembali menyediakan fasilitas pendidikan untuk anak usia dini di Kota Mataram dengan maksimal.

TK YPRU yang berlokasi di Jalan Kamboja, Kota Mataram merupakan salah satu lembaga pendidikan bersejarah di Kota Mataram. TK yang didirikan sejak 1934 ini menjadi saksi bisu zaman penjajahan Belanda, invasi pasukan NICA Jepang, dan juga masa perjuangan kemerdekaan RI di Pulau Lombok.

"Dulu saat masih kecil, TK ini sangat akrab bagi saya dan teman-teman. Tugas saya manjat pohon mangga," ujar Ketua DPRD Kota Mataram, Didi Sumardi.

Didi mengenang, pada 1950-an kondisi bangunan TK masih nampak kokoh berdiri. Di kawasan kompleks perumahan pejabat daerah saat itu, lokasi TK bukan saja menjadi tempat pendidikan bagi anak-anak TK di sana, tapi juga menjadi lokasi bermain anak-anak di sekitar kompleks.

"Saya dan teman-teman kecil sering main ke sini. Kalau ada yang mau rujakan, tugas saya manjat pohon Mangga," kata dia.

Menurut Didi, TK YPRU merupakan bagian sejarah pendidikan di daerah ini. Didi mengapresiasi kepedulian Yayasan LIA yang sudah turut berempati dan membantu  TK YPRU. Ia memaparkan, upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa sudah dilakukan Pemkot Mataram dengan maksimal. Namun, karena keterbatasan dan aturan yang berlaku, Pemkot Mataram hanya bisa memprioritaskan untuk sarana dan fasilitas publik yang menjadi tanggung jawab Pemda.

"Pemkot Mataram berusaha maksimal, tapi memang secara aturan hanya bisa memprioritaskan untuk yang jadi tanggungjawab daerah. Misalnya lembaga pendidikan, ya sekolah-sekolah negeri. Kalau sekolah swasta kan tanggungjawabnya ada di yayasannya," ucap Didi.

Didi berharap apa yang dilakukan Yayasan LIA ini diharapkan menjadi motivasi dan semangat bagi para pihak lainnya yang ingin ikut membantu.

Menurut Didi, DPRD Kota Mataram juga akan mengupayakan agar dampak kerusakan akibat bencana gempa yang terjadi di lembaga pendidikan swasta bisa mendapat perhatian.

"Kita akan upayakan, sebab meski sekolah swasta tapi mereka melayani kebutuhan pendidikan warga Kota Mataram juga," kata Didi menambahkan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Q7RKRi
December 01, 2018 at 04:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Q7RKRi
via IFTTT
Share:

Thursday, November 29, 2018

KB-TK Bosowa Bina Insani Belajar dan Bermain di EF

Kegiatan tersebut dalam rangka puncak tema sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- KB-TK Bosowa Bina Insani  mengadakan kunjungan ke English Fisrt (EF)  Taman Yasmin,  Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/11).

Kegiatan tersebut diikuti oles seluruh siswa KB -TK Bosowa Bina Insani, seluruh guru dan kepala TK, dan orang tua siswa. “Kunjungan ke EF Taman Yasmin dalam rangka puncak tema sekolah,” kata Kepala KB-TK Bosowa Bina Insani, Femi  Balti melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (28/11).

Ia mengemukakan, kegiatan tersebut memiliki beberapa tujuan. Pertama, program kerja KB-TK  (kunjungan puncak tema). Kedua, melatih kemandirian,keberanian, kerja sama dan rasa percaya diri anak.

Ketiga, kata Femi, membangun kepercayaan anak bahwa di manapun dan dengan siapapun mereka belajar, mereka harus merasa aman dan  nyaman. “Keempat, membangun hubungan kerja sama antara pihak sekolah dan lembaga EF” tuturnya.

Ia menjelaskan, kegiatan dimulai dari pukul  9.00 sampai 13.00 WIB dan dibagi dua sesi. Sesi pertama,  pukul  9.00- 11.00 WIB, diikuti oleh siswa Kelompok Bermain (KB)  dan siswa Kelompok A. Sedangkan sesi kedua, pukul  11.00-13.00 WIB,  diikuti oleh siswa Kelompok B.

Kegiatan di mulai dengan game di masing-masing kelas yang sudah ditentukan. Setelah itu para siswa mengikuti cooking class. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama  yang diikuti  seluruh siswa, orang tua siswa dan staf pengajar EF.

Di akhir kegiatan, pihak EF memberikan kejutan kepada seluruh guru berupa vocer diskon 50 persen kursus, setangkai bunga mawar merah, mug cantik  dan kue tart.  “Semua ini sebagai ungkapan terima kasih kepada guru-guru  terkait dengan perayaan Hari Guru,” papar Femi Balti.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Rsd5Ss
November 29, 2018 at 04:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Rsd5Ss
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

In Picture: Banjir Rob di Kawasan Muara Angke

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak-anak melintasi genangan air saat terjadi banjir rob di Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (22/11).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BreTFw
November 22, 2018 at 04:54PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BreTFw
via IFTTT
Share: