Showing posts with label 2018 at 11:36PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 11:36PM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

Seorang Balita Tewas Akibat Puting Beliung di Cirebon

Sebanyak 18 orang terluka akibat puting beliung.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON  -- Angin puting beliung yang menerjang Desa Panguragan Kulon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengakibatkan balita atas nama Herdi (3) meninggal dunia. Angin puting beliung juga melukai sedikitnya 18 orang lainnya.

"Ya ada korban meninggal dunia yaitu Herdi (3) akibat bencana angin puting beliung," kata Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Faozan, di Cirebon, Ahad (30/12).

Faozan mengatakan, ada lima orang dan satu balita yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Arjawinangun. Semua yang mengalami luka-luka sudah ditangani dan warga juga ada yang mengungsi akibat bencana itu.

Baca juga,  Angin Puting Beliung Merusak Ratusan Rumah di Cirebon.

Dia mengemukkan, bencana angin puting beliung juga mengakibatkan 165 rumah, satu sekolah dan dua mushola rusak. Kejadian bencana angin puting beliung itu, lanjut Faozan, terjadi pada Ahad (30/12) sekitar pukul 15.30 WIB.

"Akibatnya 165 rumah milik warga, satu bangunan sekolah dan dua mushola rusak," katanya.

Dia mengatakan, saat ini BPBD dan personel dari TNI, Polri serta masyarakat sedang berupaya melakukan pembersihan puing-puing rumah.

BPBD, lanjut Faozan, juga terus melakukan upaya pendataan serta mengevakuasi masyarakat yang rumahnya rusak ke tempat lebih aman.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SqPPof
December 30, 2018 at 11:36PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2SqPPof
via IFTTT
Share:

1.501 Relawan Bantu Penanganan Pascabencana Tsunami

Relawan bukan hanya dari Banten, tetapi dari berbagai daerah di Tanah Air.

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGGLANG -- Sebanyak 1.501 relawan dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan membantu penanganan pascabencana tsunami di Kabupaten Pandeglang, Banten. "Semua relawan itu bekerja secara  sukarela," kata Ketua Tanggap Darurat Bencana Tsunami Pandeglang Letkol INF Fitriana Nur Heru di Posko Terpadu Penanggulangan Tsunami di Labuan, Banten, Ahad (30/12).

Para relawan di luar instansi pemerintah itu benar-benar peduli bagi sesama manusia yang dilanda bencana alam. Mereka relawan bukan hanya dari Banten, tetapi dari berbagai daerah di Tanah Air.

Selama ini, kata dia, relawan melaksanakan tugas kemanusian untuk membantu warga yang terdampak tsunami mulai mendampingi anak-anak di pengungsian juga menyalurkan bantuan logistik. Selain itu juga membantu evakuasi pertolongan dan penyelamatan korban tsunami, pengamanan hingga pengatur lalu lintas.

"Kami mengapresiasi relawan itu karena cukup membantu petugas untuk penanganan korban bencana tsunami," katanya.

Menurut dia, jumlah relawan yang tercatat 1.501 relawan dari 69 organisasi kemasyarakatan (ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) diantaranya Tagana, Putra Indonesia Banten, 234 SC Korwil DKI Jakarta, Nurul Hayat, Kobramania, Petualang Muslim, Rumah Yatim, Gardu Banten, Lentera Serang, KNPI Banten dan KRL Jakarta. Relawan bekerja secara sukarela untuk membantu warga yang terdampak bencana tsunami di Kabupaten Pandeglang.

"Kami terus berkoordinasi agar relawan bekerja keras untuk membantu warga yang mengalami bencana alam bisa kembali kehidupan yang lebih baik," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ApTCuS
December 30, 2018 at 11:36PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ApTCuS
via IFTTT
Share:

Sunday, December 23, 2018

Kepala Pemantau PBB Temui Gerilyawan Houthi

PBB mensahkan resolusi pemantuan gencatan senjata di kota Al-Hudaydah Yaman

REPUBLIKA.CO.ID, SANA'A -- Kepala misi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang bertugas memantau gencatan senjata di Kota Pelabuhan Al-Hudaydah di Yaman, Patrick Cammaert, tiba di Sana'a pada Ahad (23/12). Purnawirawan jenderal Belanda itu tiba di ibu kota Yaman, yang dikuasai gerilyawan, dengan naik pesawat PBB dari Kota Aden di Yaman Selatan, kata seorang wartawan Kantor Berita Anadolu.

Cammaert dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin kelompok Syiah Al-Houthi. Jenderal Belanda itu telah tiba di Aden pada Sabtu (22/12), tempat ia mengadakan pembicaraan dengan para pejabat pemerintah yang diakui masyarakat internasional.

Pada Jumat (21/12), Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mensahkan resolusi  yang mensahkan penggelaran satu tim PBB untuk memantau gencatan senjata di Al-Hudaydah.

Semua pihak yang berperang di Yaman baru-baru ini menarik pasukan mereka dari kota pelabuhan Laut Merah tersebut dan menegakkan gencatan senjata selama pembicaraan yang ditaja PBB di Swedia.

Arab Saudi telah memimpin satu koalisi beberapa negara untuk menghadapi milisi Syiah Al-Houthi sejak 2015, ketika Riyadh dan sekutu Arab-Sunninya melancarkan serangan besar di Yaman dengan tujuan memutar-balikkan perolehan Al-Houthi --yang dimulai satu tahun sebelumnya.

Operasi pimpinan Arab Saudi di Yaman tersebut telah memporak-porandakan prasarana di negeri itu, termasuk sistem kebersihan dan kesehatannya, sehingga membuat PBB menggambarkannya sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk pada jaman modern.

Al-Hudaydah adalah saluran utama kehidupan penduduk sipil yang dirongrong bencana di Yaman, dan banyak bantuan kemanusiaan memasuki Yaman melalui kota pelabuhan tersebut.

Pada Senin (11/12), Kepala Badan Kemanusiaan PBB, dengan mengutip perkiraan terakhir, mengatakan di Yaman sekarang rakyat menderita kondisi rawan pangan di 42 persen lebih daerah dibandingkan dengan jumlah mereka tahun lalu.

Mark Lowcock, Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Kemanusiaan, mengatakan di antara 333 kabupaten di Yaman tempat PBB melakukan survei, 152 kabupaten menghadapi darurat tahap keempat sistem krisis pangan yang dikenal sebagai Integrated Food Security Phase Classification (IPC), dibandingkan dengan 107 tahun lalu.

Secara keseluruhan, sebanyak 20 juta orang Yaman kelaparan, atau 70 persen dari seluruh penduduk negeri tersebut dan merupakan kenaikan 15-persen dari tahun-ke-tahun, katanya.

Secara mengerikan, sebanyak 250.000 warga Yaman telah memasuki tahap kelima IPC tahun ini, katanya. Mark Lowcock menyatakan jumlah itu 10 kali lebih besar dibandingkan dengan rakyat yang menderita kondisi rawan pangan serupa di Sudan Selatan, satu-satunya negara lain yang menghadapi masalah tingkat kelima.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PXiOOr
December 23, 2018 at 11:36PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PXiOOr
via IFTTT
Share: