Showing posts with label 2019 at 07:00PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:00PM. Show all posts

Thursday, May 30, 2019

Buku Rute, Warisan Abbasiyah Soal Informasi Rute-Rute Jalan

Awalnya buku rute ini sekedar memudahkan kurir mengirimkan pesan ke tempat tujuan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pada mulanya adalah buku rute. Karya yang disusun pada masa Dinasti Abbasiyah itu terhimpun informasi rute-rute jalan.

Tujuan awalnya, sekadar memudahkan para kurir mengirimkan pesan ke tempat tujuan. Dari sini, berkembanglah pemikiran baru untuk tak sekadar memuat nama jalan, tetapi juga tempat-tempat yang jauh dan asing serta lanskapnya, kemampuan produksi, dan aktivitas perdagangannya.

Selanjutnya, ini menjelma sebagai bidang tersendiri yang mengungkap beragam tempat dan memudahkan untuk mencapainya. Pada masa berikutnya, benda yang sarat dengan petunjuk itu lebih dikenal dengan peta. Ditopang dengan perkembangan astronomi dan matematika yang kian maju, pembuatan peta berubah menjadi cabang ilmu yang dihormati.

Geografi melengkapi modal ilmu yang mesti dibekal bagi seorang cendekiawan dalam menciptakan peta, yang menjadi penting setelah al-Khawarizmi, pakar geografi dan matematika, menyampaikan pemikiranpemikirannya.

Buku terkenal miliknya, The Form of the Earth, menginspirasi banyak ilmuwan lainnya, baik yang ada di Baghdad, Irak, maupun Muslim di Andalusia (Spanyol).

Menurut Deputi Dirjen Institute of Islamic Understanding Malaysia (IKIM) Datuk Dr Syed Othman Alhabshi, dalam tulisannya Mapping the World, buku itu merupakan rujukan utama bagi ilmuwan setelah al-Khawarizmi untuk menganalisis dan merekam data geografis. Dengan demikian, selain banyak peta yang dibuat, kajian geografi juga semakin ramai diminati.

Setelah al-Khawarizmi berlalu, al-Razi, misalnya, mengompilasi data geografi Semenanjung Iberia dan ilmuwan masa berikutnya, Mohammed bin Yousef al- Warraq, menuliskan topografi Afrika Utara.

Para pedagang Muslim Spanyol membawa pulang informasi perinci mengenai wilayah utara seperti Baltik dan para pakar geografi menyempurnakannya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QvZdqz
May 30, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QvZdqz
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 29, 2019

Al-Jazzar Miliki Perpustakaan dengan Koleksi yang Lengkap

Al Jazzar memiliki perpustakaan yang kaya akan buku-buku seberat 50 kilogram.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Al-Jazzar tumbuh dan berkembang di lingkungan yang kondusif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, yaitu Kairouan, Tunisia kini. Ia menempuh pendidikan di /kuttab semasa muda dan mempelajari tata bahasa, teologi, fikih, dan sejarah di Masjid Uqba Ibnu Nafi.

Al-Jazzar mempelajari ilmu medis dari ayah dan pamannya yang seorang Yahudi dan dokter di Qayrawan, Ishaq Ibnu Suleiman. Ia belajar medis di rumah dan mengajarkan kembali kepada murid-muridnya. Masa pendidikannya ini dikisahkan dalam karyanya Zad Al Mussafir (viaticum).

Makalah ini tersebar pada abad kesembilan dan dikenal langka dan mahal. Al Jazzar memiliki perpustakaan yang kaya akan buku-buku seberat 50 kilogram. Buku-buku ini tidak semuanya tentang kedokteran, tetapi juga buku-buku lainnya.

Al-Jazzar juga menulis berbagai buku medis lain, seperti penyakit anak, demam, gangguan seksual, terapi, gangguan perut, kusta, obat-obatan. Selain buku medis, dia juga menulis buju sains lain, seperti sejarah, mengenai binatang, dan sastra Al-Jazzar diperkirakan wafat pada tahun sekitar  895 M dan 1009 M. Tahun kelahiran dan kematiannya sulit dipastikan kebenarannya. Banyak kebingungan masalah tahun kelahirannya (Ibnu al-Jazzar), ujar Hajji Khalifah dalam karyanya bertajuk Kashf al-Zunun II.

Hajj menuturkan, ada tiga versi mengenai tahun yang sempat disebut-sebut sebagai tahun wafatnya Ibnu al-Jazzar ini. Pertama, sebelum tahun 400 H/1010 M, kedua tahun 400 H/1010 M, dan ketiga setelah tahun ini.

Sementara, Brockelmann (GI, 238) menyebutkan, al-Jazzar tutup usia pada tahun 395 H/1004 M. Ilmuwan lainnya, seperti Idris, mengadopsi pendapat Brockelmann soal tahun wafatnya al-Jazzar.

Sedangkan, Ibnu Juljul merujuk pada karyanya bertajuk Tabaqat al-Atibba menyebutkan Ibnu Al-Jazzar meninggal pada 987 M. Sementara, Ibnu 'Idhari dalam karyanya al-Bayan al-Mughrib I, mengatakan wafatnya Ibnu Al-Jazzar sekitar 369 H/979 M-980 M.

Namun, baru-baru ini ada bukti yang menunjukkan bahwa ia meninggal di kota kelahirannya di Kairouan, sekitar tahun 979-980 M (369 H). Dia hidup selama 84 tahun. Sejak lahir hingga meninggal dia berada di Kairouan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Mq2edk
May 29, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Mq2edk
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 28, 2019

Menikmati Kopi di Launching ‘Kopi Kampung’ Baznas

Kopi Kampung menyajikan kopi citarasa asli olahan mustahik asuhan Baznas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) baru saja meluncurkan ‘Kopi Kampung’ citarasa asli olahan mustahik asuhan Baznas. ‘Kopi Kampung’ merupakan salah satu pengembangan program ekonomi dengan memberdayakan mustahik melalui bantuan modal usaha berjualan kopi dengan konsep kekinian.

Pada launching ini, ada sembilan gerobak kopi yang disediakan di depan Gedung Baznas, dan dapat dinikmati masyarakat secara gratis atau free. Kopi andalan yang disuguhkan dalam launching tersebut adalah Kopi Bukit Tempurung yang berasal dari Jambi, dan Kopi Tondok Lemo yang berasal dari Tana Toraja, Sumatera Utara.

Barista yang membuatkan kopi di gerobak-gerobak tersebut merupakan barista yang juga secara otodidak mengolah kopi, rasa yang disajikan pun tidak berbeda jauh dari kopi-kopi sekelas caffee. Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik, mengatakan bantuan ini bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp 4 juta per bulan.

“Dengan menjalankan usaha ini, para mustahik dapat meningkatkan taraf hidup mereka,” kata Irfan dalam acara launching ‘Kopi Kampung’ di Gedung Baznas, Jakarta Pusat, Selasa (28/5).

Pada 2017 lalu, Baznas juga telah memberikan bantuan modal usaha kepada pedagang kopi keliling sebanyak 50 mustahik di wilayah Jakarta. Baznas pun juga melaksanakan kegiatan pembinaan tidak hanya di hilir yakni pada pedagang atau barista, tapi juga pembinaan di hulu yakni petani.

“Semoga usaha yang dijalankan ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Sehingga usaha mustahik dapat terus tumbuh dan bermanfaat,” ungkap Irfan.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, yang mengatakan program ini diharapkan bisa meningkatkan derajat penjual kopi agar lebih profesional. Serta mampu menyuguhkan kopi-kopi dari daerah sebagai kopi yang dijual para mustahik ini.

“Baznas mendorong pengentasan kemiskinan dalam bentuk pemberian akses, untuk terus menumbuhkan usaha yang meliputi modal, pendampingan produksi, dan pemasaran,” kata Bambang dalam kesempatan yang sama.

Secara simbolis, bantuan ini diberikan kepada 10 mustahik yang berjualan di sekitar Jabodetabek. Bantuan yang diberikan berupa modal usaha paket Bicycle Coffee seperti kettle, thermos, kertas saring, dripper, french press, scale, toples 4 buah, grinder manual, kompor, apron, produk kopi, dan alat nadi pos.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VUPx9S
May 28, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VUPx9S
via IFTTT
Share:

Perluas Kriteria Rumah Bebas Pajak, Ini Kata Sri Mulyani

Sektor perumahan rakyat memiliki multiplier effect yang sangat besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memutuskan untuk melalukan penyesuaian baru terkait kategori rumah sederhana dan sangat sederhana yang dapat menikmati fasilitas pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN). Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan, penyesuaian itu sebagai upaya revitalisasi sektor perumahan yang terhambat akibat tingginya harga tanah dan bangunan saat ini. 

"Kita harapkan ini akan memunculkan keseimbangan antara demand and supply (perumahan)," kata Sri kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/5). 

Sri menambahkan, penyesuaian yang dilakukan tersebut juga merupakan respons sekaligus evaluasi dalam rangka mendongkrak permintaan perumahan. Dengan begitu, diharapkan sektor properti dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Sebab, sektor properti, terutama perumahan rakyat merupakan sektor yang memiliki multiplier effect yang sangat besar. 

Itu sebabnya, kata Sri, pemerintah memutuskan untuk menghapuskan PPN bagi rumah-rumah dengan kategori tertentu. Adapun kategori rumah yang mendapatkan fasilits pembebasan PPN tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2019 yang telah diundangkan sejak 20 Mei 2019. 

"Dengan demikian, masyarakat, terutama kelompok menengah (ke bawah) dia bisa mendapatkan rumah dengan tidak harus menanggung PPN," ujarnya. 

Pemerintah, kata Sri, berharap kebijakan tersebut akan membantu masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan untuk dapat memiliki rumah. Adapun terkait rumah yang dibangun di kawasan Jabodetabek, Sri mengatakan, pemerintah akan membahasnya lebih detail. 

Sementara itu, Pengamat Properti dari Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, mengatakan, butir-butir poin kategori dalam rumah yang mendapatkan fasilitas pembebasan PPN sejatinya telah ada sejak lima tahun yang lalu. Regulasi yang dibuat pemerintah tersebut sebatas untuk memenuhi aspek legal demi memberikan kepastian kepada para perusahaan pengembang properti. 

Ali mengatakan, harga-harga produk dalam sektor properti ditentukan setiap satu tahun sekali. Memasuki tahun 2019, pemerintah belum menetapkan harga properti secara resmi, termasuk untuk rumah bersubsidi. Hal itu pun menimbulkan kebingungan di kalangan pengusaha properti sebab khawatir akan terjadi anomali harga properti. 

"Jadi sebetulnya selama tiga bulan terakhir pengembang itu cenderung menahan pembangunan karena menanti regulasi itu," ujarnya. 

Adapun dari segi dampak ekonomi, Ali mengatakan, adanya pembebasan PPN yang telah diatur secara tertulis akan memberikan kepastian kepada masyarakat. Diharapkan, hal itu dapat membantu golongan masyarakat yang selama ini mengalami banyak kendala untuk dapat memiliki tempat tinggal. "Ini pasti akan berdampak karena harganya tentu jadi lebih rendah dan sudah pasti karena ada regulasi," katanya menambahkan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/30NXKAq
May 28, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/30NXKAq
via IFTTT
Share:

Mengenal al-Jahiz, Ahli Zoologi Islam Pertama

Lahir pada 776, Al Jahiz dibesarkan di Basra, Irak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- ''In every generation and among every nation, there are a few individuals with the desire to study the workings of nature; if they did not exist, those nations would perish."

Adalah Abu 'Utsman' Amr bin Bakar al-Kinani al-Fuqaimi al-Basri, yang lebih dikenal sebagai Al Jahiz, yang menulis kalimat itu dalam karya fenomenalnya, Book of Animal.

Meski lahir dari keluarga sederhana, bahkan bisa dibilang miskin, Al Jahiz adalah orang yang beruntung karena hidup pada salah satu babak paling menarik dari sejarah intelektual manusia. Yaitu, periode transmisi ilmu Yunani ke Arab dan perkembangan sastra prosa Arab. Al Jahiz terlibat erat dalam kedua periode ini.

Lahir pada 776, Al Jahiz dibesarkan di Basra, Irak. Kota ini merupakan salah satu pusat intelektual utama di dunia Islam, bersaing dengan Kufah. Pada masa itu, Kekhilafahan Abbasiyah berada dalam masa keemasan. Kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan pendidikan berkembang begitu pesat. Buku-buku, perpustakaan, mudah ditemukan di wilayah kekhilafahan yang memudahkan para pelajar mempelajari berbagai ilmu pengetahuan

Di Basra, Al Jahiz menjalani pendidikan. Ia menimba ilmu di bawah bimbingan beberapa ulama Islam terkemuka. Selain dibimbing oleh para ulama terkemuka, Al Jahiz juga beruntung karena hidup di era perkembangan pesat intelektual, yang salah satunya ditandai oleh kemudahan akses terhadap buku. Perubahan sarana menulis dari perkamen ke kertas telah memunculkan revolusi intelektual.

Untuk pertama kali sejak jatuhnya Kekaisaran Romawi, muncul gelombang masyarakat terdidik di kota-kota Kekhalifahan Islam. Tak hanya dari masyarakat kelas atas, orang-orang terdidik itu juga lahir dari kalangan sederhana, termasuk Al Jahiz.

Meski dari kalangan sederhana, orang tua Al Jahiz sangat mementingkan pendidikan. Berkat merekalah, Al Jahiz mampu membaca dan menulis pada usia dini. Suatu kali, Al Jahiz bercerita bagaimana ibunya menunjukkan buku-buku kepadanya sembari mengatakan bahwa dengan cara itulah nantinya ia (Al Jahiz) akan mencari nafkah.

Pada usia menjelang dewasa, yakni 20 tahun, Al Jahiz telah bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Ia menjual ikan di sepanjang kanal Basra. Kondisi serbakekurangan tidak menghambat Al Jahiz untuk terus mencari ilmu. Ia, misalnya, secara rutin berkumpul dan berdiskusi dengan para pemuda di masjid utama Kota Basra. Dalam diskusi itu, mereka membahas dan mengkaji berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Secara keseluruhan, Al Jahiz menempuh pendidikan selama 25 tahun. Dalam waktu seperempat abad itu, banyak ilmu pengetahuan ia pelajari dan kuasai, mulai dari filologi Arab, leksikografi, sastra, sejarah, ilmu Alquran dan Hadis, serta tentu saja zoologi. Al Jahiz juga banyak membaca buku-buku terjemahan hasil karya bangsa Yunani.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VXuW54
May 28, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VXuW54
via IFTTT
Share:

Sunday, May 26, 2019

Kardaya: Distribusi Tertutup Elpiji Belum Mendesak

Rekam biometrik untuk subsidi elpiji masih terlalu rumit untuk diterapkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) telah menyelesaikan uji coba distribusi tertutup elpiji 3 kg. Diharapkan, pemerintah dapat segera mengimplementasikan distribusi tertutup agar penyaluran elpiji 3 kg dapat tepat sasaran dan menghemat pengeluaran APBN. 

Namun, Anggota Komisi VII DPR, Kardaya Warnika, mengatakan, skema distribusi tertutup elpiji 3 kg sebaiknya tidak menjadi prioritas untuk saat ini. Ia mengatakan, distribusi elpiji 3 kg untuk saat ini sudah dijatah untuk masing-masing daerah sesuai tren kebutuhan. 

Di sisi lain, Kardaya menyebut bahwa di beberapa tempat telah mensyaratkan administrasi khusus agar pembeli dapat memperoleh elpiji 3 kg. "Bukan saya tidak setuju, tapi ini belum prioritas. Toh, saat ini penjualan elpiji 3 kg sudah dibatasi," kata Kardaya saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (26/5). 

Kardaya mengatakan, penggunaan elpiji oleh masyarakat saat ini sebagai dampak dari konversi minyak tanah yang dahulu sangat membebani APBN karena besarnya subsidi. Kini, setelah masyarakat berpindah ke bahan bakar gas, Kardaya menilai agar lebih baik dibiarkan terlebih dahulu. 

Persoalan mengenai kekhawatiran elpiji 3 kg dikonsumsi oleh keluarga mampu, dikatakan Kardaya, tidak terjadi secara masif. Sebab, distribusi dari mulai agen, pangkalan, hingga ke toko atau konsumen terbatas dan masyarakat sudah mulai sadar. 

Kardaya menambahkan, sistem e-voucher ataupun rekam biometrik wajah dan jari masih terlalu rumit untuk diterapkan kepada masyarakat. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar. Dirinya meminta untuk tidak menetapkan kebijakan secara gegabah yang pada akhirnya justru hanya menambah pekerjaan. "Pelan-pelan saja. Jangan terlalu gegabah," ujarnya. 

Ia menilai, pembenahan subsidi bahan bakar minyak (BBM) masih jauh lebih penting untuk dibenahi penyalurannya. Terutama, untuk bahan bakar solar yang masih juga masih menggunakan subsidi dan dikonsumsi secara besar-besaran secara bebas. 

"Benahi dulu BBM. Solar, Premium, baru terakhir elpiji. Sekarang Solar apa penjualannya dibatasi seperti elpiji? Tidak juga. Jadi untuk elpiji biarkan dulu saja seperti sekarang," ujarnya. 

Sementara itu, Pakar Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi, mengatakan, distribusi tertutup mendesak untuk diterapkan. Sebab, bahan baku gas elpiji yang digunakan saat ini masih diimpor dan belum memiliki substitusi dari dalam negeri. 

Sementara, bahan bakar solar seperti yang diusulkan oleh DPR sudah mampu diproduksi di dalam negeri sehingga tidak memiliki beban yang besar dari segi pengeluaran. Selain itu, bahan bakar solar juga telah dapat disubstitusi dengan biodiesel 20 persen atau B20 yang secara bertahap terus dinaikkan hingga menjadi B100. 

Fahmy menegaskan, agar distribusi tertutup elpiji 3 kg dapat direalisasikan, sangat dibutuhkan komitmen serius antar lembaga pemerintah dan PT Pertamina (Persero) sebagai BUMN pemasok elpiji. Menurut Fahmy, koordinasi saat ini, khususnya antar lembaga pemerintah masih cukup berat. Terutama, antara Kementerian Sosial yang menangani dari sisi penerima dan Kementerian ESDM yang bertugas memastikan ketersediaan energi.

"Kemensos itu kan lembaga yang mengelola bantuan-bantuan sementara gas domain Kementerian ESDM dan Pertamina. Nah koordinasi ini yang sampai saat ini masih berat," ujarnya. 

Fahmy menyarankan, agar distribusi tertutup elpiji 3 kg diintegrasikan dengan program Bantuan Sosial (Bansos) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dengan begitu, masyarakat penerima dapat merasa lebih mudah ketika ingin membeli elpiji 3 kg. Fahmy mendorong agar distribusi tertutup elpiji 3 kg segera diimplementasikan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W4R9mA
May 26, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W4R9mA
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 22, 2019

Kendaraan Taktis TNI Jadi Perhatian Anak-Anak di Glodok

Petugas TNI memperbolehkan anak-anak mendekati bahkan berfoto bersama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kendaraan taktis (rantis) dan tempur anoa TNI Angkatan Darat yang terletak di sebuah pusat belanja di kawasan Glodok, Jakarta Barat menjadi pusat perhatian anak-anak. Rabu (22/5) sore, sejumlah anak-anak usia balita menaiki rantis dan tempur anoa TNI AD yang bersiaga di depan pusat perbelanjaan Lindeteves Trade Center (LTC) Glodok Jakarta Barat.

Tampak anak-anak kemudian bergaya imut untuk difoto. Husep, warga Kelurahan Angke Jakarta Barat, mengajak anaknya melihat langsung rantis TNI sebagai bentuk edukasi sejak dini mengenai alat pertahanan keamanan negara.

"Banyak berita tentang demo, yah, anak saya jadi penasaran dengan kendaraan TNI yang dia lihat di televisi. Saya perlihatkan di sini, dan ternyata diperbolehkan untuk berfoto di atasnya," ujar Husep.

Husep mengatakan, meski di wilayah Glodok sedang diterapkan pengamanan ketat oleh TNI dan Polri, ia tidak terlalu khawatir dengan aksi 22 Mei yang sedang berlangsung. Sehingga, ia merasa aman membawa anak-anaknya ikut berbuka puasa bersama dirinya di sebuah restoran kawasan Sawah Besar.

Sama halnya dengan Rahman, warga Glodok yang menyempatkan untuk mendandani anaknya bak tentara cilik dan berfoto di dekat rantis dan tempur anoa TNI AD. "Saya rasa masih aman-aman saja, kan sudah dijaga aparat di wilayah ini. Jadi, saya tidak khawatir membawa anak lihat kendaraan ini," ujar Rahman.

Rantis dan tempur anoa TNI AD itu terletak di samping didirikan posko TNI-Polri. Tampak sejumlah anggota TNI-Polri berjaga di dalam posko tersebut.

Kendaraan itu disiagakan guna membantu pengamanan Ibu Kota saat pengumunan hasil Pemilu 2019. Di sisi lain, rantis tersebut juga menjadi sarana TNI memberi edukasi, mendekatkan diri, dan menumbuhkan rasa cinta, serta kebanggaan kepada rakyat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QjaJFx
May 22, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QjaJFx
via IFTTT
Share:

Saturday, May 18, 2019

TKN-BPN Sepakat tak Libatkan Anak Saat Rekapitulasi 22 Mei

Pelibatan anak berpotensi memberikan dampak buruk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sepakat untuk tidak melibatkan anak dalam pengumuman hasil pemilu 22 Mei nanti. Nota Kesepahaman itu dibuat dalam rangka pencegahan terjadinya aksi yang akan melibatkan anak saat KPU mengumumkan hasil pemilu nanti.

"Akan terjadi potensi buruk pada tumbuh kembang, psikologi dan perilaku sosial masyarakat dalam kegiatan Politik yang melibatkan anak," kata Juru Bicara Direktorat Hukum dan Advokasi TKN Erlinda di Jakarta, Sabtu (18/5).

Mantan anggota KPAI itu mengatakan, menghasut anak untuk melakukan tindakan jihad atas nama agama pada kegiatan politik merupakan tindakan yang melanggar hak anak. Dia melanjutkan, hak mereka dilindungi oleh Undang-Undang Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014 Atas Perubahan Undang-Undang Perlindungan Anak No 23 tahun 2002 pada pasal 15.

Lebih jauh, dia mengatakan, doktrinasi kebencian, dendam, hasutan, provokasi dan membangun ketidakpercayaan pada lembaga Negara akan berpotensi menciptakan perilaku Anak menjadi buruk serta merusak sistem demokrasi yang dibuat berdasarkan Undang-Undang. Erlinda berpendapat, kegiatan politik yang ditanamkan pada anak dapat memicu gangguan kejiwaan mengingat jiwa anak yang masih berfikir pendek dan belum siap menerima persaingan keras.

Dia mengatakan, TKN meminta lembaga negara terkait untuk ikut mengawasi potensi perlibatan anak dalam aksi 22 Mei nanti. TKN rencananya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Polri dan Bawaslu untuk mengantisipasi hal tersebut.

Erlinda mengatakan, prelibatan anak pada kegiatan politik saat 22 Mei nanti sangat tidak aman dan membahayakan secara fisik dan jiwa. Belum lagi, lanjutnya, potensi konflik pada saat dilapangan sangat berbahaya pada kondisi fisik jika terjadi keributan seperti pelemparan batu, penggunaan senjata tajam, hadang menghadang hingga perkelahian.

"Dampak negatif suatu konflik dalam kegiatan politik akan mengakibatkan potensi buruk pada jiwa, mental dan pola pikir pada anak," kata Erlinda lagi.

Sementara, kesepakatan itu dituangkan dalam nota kesepahaman antara TKN, BPN bersama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). MoU itu ditandatangani oleh Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan, Juru Debat BPN Edriana Noerdin dan Ketua KPAI Susanto.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Yxypc8
May 18, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Yxypc8
via IFTTT
Share:

Friday, May 17, 2019

Ada Lima Ruang Lingkung Renovasi Masjid Istiqlal, Apa Saja?

Untuk pertama kalinya sejak diresmikan, Masjid Istiqlal di Jakarta Direnovasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk pertama kalinya sejak diresmikan pada 1978, Masjid Istiqlal di Jakarta akan direnovasi secara menyeluruh. Renovasi tersebut telah dimulai Mei 2019 ini. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan renovasi menyeluruh itu merupakan yang pertama kali dilakukan untuk Masjid Istiqlal.

"Mudah-mudahan renovasi ini berjalan tanpa kendala dan hambatan dalam rentang waktu 10 bulan ke depan," kata Menag, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (17/5).

Menag mengatakan, pembangunan dan pendirian Masjid Istiqlal Jakarta awalnya diinisiasi Presiden Soekarno. Pemancangan awalnya dimulai pada 1961 atau sekitar 58 tahun yang lalu. Kemudian, masjid itu diresmikan penggunaannya pada 1978 oleh Presiden Soeharto. 

Ia mengatakan, bangsa Indonesia harus belajar menjadi satu bangsa yang besar. Karena itu, membuat masjid pun menurutnya haruslah yang besar dan bisa menampung hingga 50-70 ribu manusia. 

"Presiden Jokowi memiliki tekad dan komitmen yang sangat besar bagaimana mesjid negara dilakukan renovasi yang mendasar," ujarnya.

Ada lima ruang lingkup pekerjaan renovasi Masjid Istiqlal, yaitu: penataan kawasan, arsitektur, interior, renovasi sistem mekanikal, elektrikal dan plumbing (MEP) dan signage. Menag tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Menteri  PUPR Basuki Hadimuljono dan jajarannya yang telah mampu merealisasikan proses renovasi Masjid Istiqlal ini. Karena menurutnya, renovasi masjid itu sudah menjadi keinginan dan kehendak sejak lama. 

"Setelah 58 tahun berselang, kita tidak hanya mampu menjaga dan merawat eksistensi mesjid negara tapi mudah-mudahan kita juga mampu mengembangkan dan meningkatkannya sehingga keberaadaan mesjid semakin membaik," tambahnya.

Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian Presiden Jokowi untuk merenovasi masjid negara tersebut. Dengan adanya renovasi besar-besaran ini, masjid yang menjadi kebanggaan itu diharapkan semakin menggairahkan umat untuk mencintai dan memakmurkan masjid. 

Penandatanganan kontrak renovasi ini dilakukan oleh dua perusahaan BUMN, yaitu  PT.Waskita Karya selaku Kontraktor Pelaksana dan Manajemen Kontruksi oleh PT. Virama Karya. Nilai pekerjaan renovasi akan menelan biaya sebesar Rp 465.300.000.000. 

Masjid istiqlal memiliki luas bangunan 24.200 meter persegi. Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 93.200 meter persegi. Masjid ini bisa menampung lebih dari 200 ribu jamaah. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2w6huRQ
May 17, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2w6huRQ
via IFTTT
Share:

Thursday, May 16, 2019

Jokowi Umumkan THR TNI/Polri Cair Akhir Bulan

THR untuk TNI/Polri ditargetkan cari akhir Mei.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbuka bersama keluarga besar TNI dan Polri di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Kamis (16/5). Dalam kesempatan ini, presiden pun menyampaikan kabar baik terkait pencairan THR bagi TNI dan Polri.

Menurut Jokowi, THR untuk TNI dan Polri paling lambat dapat diterima pada akhir Mei.

"Dan sudah saya tetapkan sudah saya tandatangani pemberian THR insya Allah dapat diterima di akhir bulan ini paling lambat," ujar Jokowi.

Selain pencairan THR, Jokowi juga menyampaikan pencairan gaji ke-13 yang dapat diterima pada Juli. "Jadi sekali lagi THR insya Allah dapat diterima akhir Mei dan gaji ke 13 akan diterima di bulan Juli nanti," ujarnya.

Presiden mengatakan, pemerintah terus memperhatikan kesejahteraan TNI dan Polri. Di antaranya yaitu dengan menaikan tunjangan kinerja TNI dan Polri serta anggaran operasional untuk Babinsa.

Pada tahun ini, lanjutnya, gaji TNI dan Polri pun juga akan naik sebesar lima persen.

"Memang baru 5 persen karena ekonomi yang kita harapkan meningkat secara tajam juga masih terkendala karena penurunan pertumbuhan ekonomi global," ujar Jokowi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LNCbwE
May 16, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LNCbwE
via IFTTT
Share:

Australia Diam-diam Datangkan Terduga Pembunuh Turis di Uganda

Dua warga Rwanda telah ditahan di AS selama 15 tahun namun gagal didakwa

Dua pria asal Rwanda yang dituduh membunuh turis pada tahun 1999 telah dimukimkan di Australia sebagai bagian dari pertukaran pengungsi dengan Amerika Serikat, yang telah menahan keduanya selama 15 tahun.

Australia Terima Tahanan AS

  • Dua warga Rwanda telah ditahan di AS selama 15 tahun namun gagal didakwa
  • Kasus mereka dihentikan hakim yang menemukan pengakuan terdakwa dilakukan di bawah penyiksaan
  • Tidak diketahui apakah Australia menerima kedua orang ini sebagai imbalan AS yang menerima pengungsi dari Pulau Manus

Media di AS melaporkan kedua pria yang terlibat pembunuhan delapan turis di Uganda dibawa ke Australia pada November 2018.

Disebutkan, hal ini sebagai bagian dari pertukaran pengungsi yang dinegosiasikan oleh mantan Perdana Menteri Malcolm Turnbull dan pihak Pemerintahan Presiden Barack Obama.

Kedua orang ini telah mendekam dalam tahanan imigrasi AS setelah upaya mengadili mereka gagal.

Depadagri Australia yang membawahi imigrasi menolak mengomentari laporan itu. Namun sumber ABC menyebutkan kedua tersangka pembunuh itu telah dimukimkan di sini sejak tahun lalu.

Pada 2016, PM Turnbull membuat kesepakatan pertukaran pengungsi dengan Presiden Obama.

Dalam kesepakatan itu AS setuju menerima ratusan pengungsi dari Pulau Manus yang tidak diperbolehkan masuk ke Australia.

Kesepakatan itu memicu kemarahan Presiden Trump, yang menuding pendahulunya membuat kesepakatan yang tak sesuai dengan kepentingan negaranya.

Dalam percakapan telepon setelah Trump dilantik sebagai presiden, dia melampiaskan kekesalannya kepada PM Turnbull karena terpaksa menghormati kesepakatan itu.

"Hal ini membuat saya terlihat sangat buruk," ujar Trump kepada Turnbull saat itu.

PM Turnbull mengingatkan Presiden Trump agar mengingat dirinya sebagai pengusaha yang harus menghormati suatu perjanjian.

"Ini permasalahan besar. Saya pikir kita harus menghormati kesepakatan itu," ujar Turnbull dalam transkrip pembicaraan mereka.

"Saya memintamu sebagai seorang sahabat," tambahnya.

Pembicaraan telepon tersebut meringankan beban politik Pemerintahan Turnbull, terkait sistem pemrosesan pencari suaka ke Australia di luar Australia.

Belum diketahui pasti apakah penerimaan kedua orang Rwanda itu merupakan prasyarat dari kesepakatan tersebut.

Begitu pula, belum diketahui juga visa jenis apa yang digunakan keduanya masuk ke Australia.

Menurut Politico Magazine, kedua pria ini ditangkap setelah serangan tahun 1999 dan dipenjara di Virginia.

Majalah itu melaporkan dua warga AS dan enam turis lainnya terbunuh dengan parang dan kapak saat mereka mengunjungi hutan untuk menyaksikan gorila.

Disebutkan, jaksa di AS mendakwa keduanya dengan pelanggaran terorisme dan menuntut hukuman mati.

Tapi kasus itu dibatalkan pada tahun 2006 ketika seorang hakim menemukan bahwa pengakuan terdakwa diperoleh melalui penyiksaan di Rwanda.

UU Terorisme AS mengizinkan penahanan terdakwa selama 15 tahun, meskipun tidak ada tuntutan hukum.

Merelokasi keduanya memungkinkan AS untuk menghindar dari permasalahan hukum yang rumit.

Keduanya tidak dapat dikembalikan ke Rwanda karena mereka kemungkinan dianiaya, tapi juga tidak dapat diadili di AS.

Serangan tahun 1999 terjadi dalam konteks kerusuhan, lima tahun setelah Genosida Rwanda yang menewaskan 800.000 orang dalam pembantaian yang berlangsung 100 hari.

Aksi kedua orang ini diduga karena ingin menyatakan kemarahan mereka atas dukungan negara-negara Barat bagi Pemerintahan Tutsi di Rwanda.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W4VkxP
May 16, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W4VkxP
via IFTTT
Share:

Pengembangan Digitalisasi Zakat tak Mudah

Kampanye digitalisasi zakat terus dilakukan kepada seluruh organisasi pengumpul zakat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Forum Zakat (FOZ), Agus Budiyanto, mengatakan Digizakat telah memulai sebuah kampanye. Selama tiga pekan Ramadhan, OPZ didorong untuk fokus menggiring traffic dengan mengoptimalkan sosial media dan media lainnya agar datang ke laman mereka di Digizakat.

Selanjutnya, FOZ juga berupaya mengoptimalkan traffic berbayar dengan berbagai media supaya banyak orang yang datang ke halaman Ziswaf dan memilih lembaga yang dituju.

Dalam pengembangan digitalisasi zakat ini tentu tidaklah mudah. Agus mengakui tidak ada yang ideal dalam memulai sesuatu yang baru, termasuk Digizakat. Menurutnya, tantangan yang lebih dihadapi ialah soal sosialisasi kepada masyarakat dan stakeholder.

Hal itu lantaran Digizakat produk baru, namun brandnya cukup kuat. Tantangan lainnya, kata dia, ialah menggerakkan organisasi pengelola zakat anggota FOZ untuk aktif menggunakan platform Digizakat.

"Dalam sosialisasi, kami mengoptimalkan internet marketing dan campaign dari setiap OPZ anggota FOZ untuk mendatangkan banyak traffic ke Digizakat," tambahnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LNCaZC
May 16, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LNCaZC
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 15, 2019

Hati-Hati, Ada Jalan Rusak di Sekitar LRT MT Haryono

Pengendara harus berhati-hati bila melewati jalan rusak di sekitar LRT MT Haryono

Bagi pengendara yang melintas di sekitar kawasan Jalan MT Haryono, Pancoran Jakarta Selatan nampaknya harus agak berhati-hati karena kondisi jalan saat ini sudah mulai mengalami kerusakan.

Kerusakan jalan ini nampaknya terjadi akibat adanya proyek Lintas Rel Terpadu ( LRT) yang ada di kawasan tersebut. Walaupun tambal sulam jalan telah dilakukan, namun lubang-lubang baru mulai bermunculan. 

Kendaraan yang melintas di jalur inipun menjadi tak nyaman. Apalagi ketika jalan tersebut sedang mengalami kemacetan parah. Mau tak mau pengendara harus rela melewati lubang jalan tersebut. 

Kondisi ini dapat membahayakan pengendara yang melintas. Selain itu juga  dapat merusak kendaraan apabila terus menerus melewati jalan yang rusak.

Pengirim: Muhammad Tiarso Baharizqi, Jakarta

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LM5pMc
May 15, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LM5pMc
via IFTTT
Share:

Festival Meriam Karbit akan Digelar di Pinggir Sungai Kapuas

Pembukaan festival dipusatkan di Gang H Mailamah, Jalan Adisucipto.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Sebanyak 259 meriam karbit siap meriahkan penyelenggaraan Festival Meriam Karbit. Festival ini digelar di sepanjang pinggir Sungai Kapuas Pontianak pada malam Idul Fitri 1440 Hijriyah di kota itu.

"Sebanyak 259 meriam karbit itu dari 39 kelompok yang menjadi peserta Festival Meriam Karbit tersebut," kata Ketua Forum Permainan Meriam Karbit, Fazri Udin di Pontianak, Rabu (15/5).

Saat ini persiapan untuk festival sudah mencapai di atas 50 persen. Pembukaan festival dipusatkan di Gang H Mailamah, Jalan Adisucipto.

Meriam karbit merupakan permainan tradisional khas masyarakat Melayu Pontianak dan sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. "Kami berharap melalui Forum Meriam Karbit, budaya ini tetap eksis setiap tahunnya dan bisa dinikmati masyarakat luas, dan bisa menarik wisatawan mencanegara untuk berkunjung ke Kota Pontianak," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meminta panitia Festival Meriam Karbit mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan itu. Sebagai permainan tradisional, menurut dia, permainan meriam karbit tidak bisa terpisahkan dengan kehidupan masyarakat Pontianak.

Terutama bagi mereka yang bermukim di pinggiran Sungai Kapuas. Apalagi meriam karbit merupakan bagian dari historis berdirinya Kota Pontianak.

"Oleh sebab itu, melalui festival ini kita berharap permainan meriam karbit tetap terus dilestarikan sebagai khasanah budaya Pontianak yang tidak dimiliki daerah lainnya. Dan tidak sah rasanya bila Lebaran Idul Fitri tanpa terdengar dentuman meriam karbit," katanya.

Meriam karbit terbuat dari kayu balok yang diikat dengan rotan, dengan ukuran panjang rata-rata sekitar lima hingga tujuh meter dan diameter 60 - 70 centimeter. Untuk membunyikannya, dibutuhkan karbit yang dimasukkan ke dalam meriam hingga mencapai titik didih tertentu kemudian siap disulut.

Suara yang dihasilkan meriam karbit ini sangat menggelegar, bahkan getarannya bisa dirasakan oleh warga yang bermukim di sekitar area meriam itu dimainkan. Setiap digelarnya festival meriam karbit ini, tidak jarang mengundang rasa penasaran para wisatawan untuk menyaksikan dan mendengar langsung bunyi permainan tradisional ini.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WQZ6bz
May 15, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WQZ6bz
via IFTTT
Share:

Tuesday, May 14, 2019

Terbebas Tagihan Operasi Puluhan Juta Berkat JKN-KIS

Sebelumnya, sempat jalani operasi dengan biaya 60 juta rupiah.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Penting bagi seseorang untuk memiliki jaminan kesehatan, karena dampak biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan tidaklah murah. Bukan hanya ketidakmampuan membayar biaya sendiri, tetapi juga bisa berdampak pada ekonomi keluarga. Hal tersebut pernah dialami oleh Sutarmi (60), salah seorang warga Bandung yang tinggal di daerah Antapani Wetan. Ia masih ingat betul, pada pertengahan tahun 2014 lalu pernah mengeluarkan biaya hampir 60 juta rupiah karena harus menjalani operasi batu empedu.

“Jadi pada tahun 2014 lalu, ibu teh sering merasa capek, mual, dan nyeri pada perut bagian atas. Bahkan beberapa kali sering jatuh pingsan. Setelah di USG, ternyata ada batu empedu. Tidak tanggung-tanggung, bahkan ada 17 batu dengan ukuran yang berbeda. Dokter bilang harus segera di operasi. Saat itu, pihak keluarga entah bagaimana caranya harus menyiapkan uang puluhan juta. Waktu itu biaya operasinya sampai 60 juta rupiah, belum lagi masih harus kontrol rutin. Keluarga bingung cari uangnya,” tutur Sutarmi. Pada pertengahan tahun 2015, ia kembali sakit-sakitan kerena masih terdapat batu empedu yang tertinggal pasca operasi pertama. Namun kali ini berbeda, karena Sutarmi dan keluarga telah mendaftar dalam Program JKN-KIS. 

“Karena kita sudah menjadi peserta, untuk pengobatan yang kedua ini kita memanfaatkan kartu JKN-KIS. Dari Fasilitas Kesehatan Pertama sampai akhirnya dirujuk ke RS Hasan Sadikin. Dokter juga mendiagnosa harus ditindak operasi, lagi. Kali ini saya dan keluarga tidak bingung, karena JKN-KIS,” senyumnya.

Hal yang paling terasa bagi Sutarmi dan keluarga adalah setelah ia sudah diperbolehkan pulang. Ia pun khawatir jika harus membayar sebagian tagihan berobatnya. Ia hampir tak percaya ketika mendengar petugas rumah sakit mengatakan jika keluarganya tidak perlu mengeluarkan biaya satu rupiah pun di operasi kedua ini. Operasi dan semua pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Jelas terasa sekali perbedaannya. Kalau dulu tidak menggunakan JKN-KIS, kami sekeluarga harus mengeluarkan uang hampir 60 juta, sampai bingung harus mencari uang kemana. Sekarang saya pulang dari rumah sakit tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. JKN-KIS bukan sekedar membantu, tetapi benar-benar meringankan keluarga kami. Kalau masalah pelayanan, tidak ada perbedaan pada saat saya menjadi pasien umum,” jelas Sutarmi dengan yakin.

Dengan pengalaman yang ia dapatkan selama memanfaatkan JKN-KIS, Sutarmi dan keluarga berkomitmen untuk selalu membayar iuran rutin. “Manfaatnya sangat terasa, tidak akan menyesal,” tutupnya. (ril)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JD0Z7O
May 14, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JD0Z7O
via IFTTT
Share:

Monday, May 13, 2019

Pengembangan Palabuhan Ratu Dukung Pariwisata Jabar

Geopark Ciletuh dapat dijangkau menggunakan kapal hanya dengan waktu tempuh 30 menit.

REPUBLIKA.CO.ID, PALABUHAN RATU -- Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Palabuhan Ratu terus mengembangkan fasilitas pelabuhan Ratu. Pada 2019 pengembangan fasilitas Palabuhan Ratu selain pengerjaan lanjutan pembangunan Dermaga Regional Palabuhan Palabuhan Ratu juga sedang dilaksanakan pembangunan pelabuhan lokal sebagai konektivitas pelabuhan pengumpan regional yg di bangun dari dana APBN dan APBD Provinsi Jawa Barat

Dalam pembangunan pelabuhan regional  pihak Pemprov Jawa Barat telah menyediakan lahan seluas  6.600 m2 dengan anggaran sebesar Rp 7 milliar. Sedangkan dana APBN  yang digunakan sebesar Rp 52,998 miliar yang antara lain digunakan untuk pembangunan causeway, trestle, dermaga dan lanjutan breakwater.

Pada 2019 ini dilakukan lanjutan pembangunan pada sisi darat yg antara lain pekerjaan pengerukan lahan, pengadaan fender, penerangan, rumah genset dan pembangunan kantor dengan besaran anggaran Rp. 7,4 miliar dari APBN.

"Selain akan meningkatkan  konektivitas antar wilayah, pembangunan Palabuhan Ratu juga akan difokuskan sebagai pelabuhan pariwisata saat akhir pekan. Hal itu didukung objek wisata Geopark Ciletuh yang dapat dijangkau menggunakan kapal hanya dengan waktu tempuh 30 menit," kata Kepala Kantor UPP Kelas III Fatah Yasin saat mendampingi Kepala Dinas Perhubungan provinsi Jawa Barat  Hery Antasari pada acara kunjungan kerja ke Palabuhan Ratu, dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id.

Menurut Herry Antasari, ke depan Palabuhan Ratu diharapkan dapat di peruntukan sebagai pelabuhan wisata khususnya wisata dalam kabupaten Sukabumi dan lintas provinsi yang diharapkan akan membawa pertumbuhan ekonomi di bidang wisata laut.

Fatah Yasin mengatakan, perlunya mengoptimalkan eksistensi Palabuhan Ratu  untuk memudahkan konektivitas antar wilayah di Propinsi Jawa Barat. Pengiriman barang menggunakan kapal atau tongkang dari Palabuhan Ratu bisa semakin efisien.

"Barang-barang yang bisa diangkut dari Palabuhan Ratu antara lain, hasil bumi, hasil tambang, dan barang-barang produksi," kata Fatah Yasin. 

Terkait dengan hal tersebut, ke depan UPP Pelabuhan Ratu akan terus mengembangkan kerja sama dengan Dinas Perhubungan dan  Dinas Pariwisata baik Proinvsi Jawa Barat maupun Kabupaten Sukabumi untuk mengembangkan  pariwisata Dishub Provinsi Jawa Barat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Vw62y1
May 13, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Vw62y1
via IFTTT
Share:

Setiap Penyakit Ada Obatnya

Dokter Muslim menghasilkan beragam temuan yang melampaui manuskrip kedokteran Yunani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ilmu kedokteran berkembang di dunia Islam dan melahirkan banyak dokter kenamaan yang bahkan menjadi rujukan. Bintang-bintang cemerlang dalam ilmu kedokteran Islam bukan hanya di wilayah Arab, tetapi muncul pula di wilayah kekuasan Islam lainnya di wilayah Eropa, yaitu Spanyol.

Kemajuan ilmu kedokteran ini berpangkal dari perkembangan Islam pada abad ketujuh, dan umat Islam bersentuhan pula dengan kebudayaan dan ilmu pengetahuan lain dan sebaliknya. Termasuk dengan naskah-naskah ilmu pengetahuan dan ilmu kedokteran dari Yunani. Umat Islam menyerap ilmu lalu membangun hal baru.

Saat pemerintahan Islam berada di tangan Khalifah Harun al-Rasyid dan putranya, al-Ma’mun dari Dinasti Abbasiyah, buku-buku terjemahan tersedia secara luas. Kedua khalifah ini mensponsori berdiri dan berkembangnya sebuah biro penerjemahan di Baghdad, Irak, dengan nama Bayt al-Hikmah pada abad kedelapan.

Melalui biro ini, pemerintahan kedua khalifah itu mengirimkan utusan ke tanah-tanah Muslim ataupun non-Muslim untuk mencari manuskripmanuskrip ilmiah dalam bahasa apa pun. Dari kegiatan ini, terkumpul banyak manuskrip dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, tak terkecuali manuskrip ilmu kedokteran.

Seperti di Yunani, ilmu kedokteran di dunia Muslim merujuk pada teori-teori dokter Yunani, Galen yang hidup pada abad kedua. Namun, ada hal menarik yang berkembang dalam ilmu kedokteran di dunia Islam. Mereka mengacu pada Alquran yang menyebutkan bahwa semua penyakit ada obatnya.

Dari sinilah, dokter-dokter Muslim menghasilkan beragam temuan yang melampaui manuskrip kedokteran Yunani yang sebelumnya mereka pelajari. Alquran menjadi pendorong bagi dokter Muslim menjadikannya seorang penyembuh dan penjaga kesehatan. Maka itu, mereka aktif belajar dan menemukan berlimpah teori baru.

Bukan teori ilmu kedokteran saja yang berkembang. Mereka melangkah lebih jauh, membuka tempat khusus untuk merawat orang-orang yang sakit yang disebut maristan. Ini menjadi cikal-bakal rumah sakit yang menjamur pada masa sekarang. Rumah sakit itu menampung semua pasien.

Di sediakan bagian-bagian khusus untuk penyembuhan penyakit tertentu. Ada juga bagian yang diperuntukkan bagi pasien sakit jiwa. Di rumah sakit yang sangat besar, biasanya terdapat perpustakaan dan sekolah kedokteran untuk menempa para calon dokter berkualitas tinggi.

David W Tschanz mengatakan, seperti rumah sakit, pengembangan bidang farmasi sebagai ilmu pengetahuan ataupun profesi merupakan inovasi Muslim. Rumah sakit mengembangkan pendidikan bagi ahli farmasi. Mereka menyiapkan obat-obatan yang diperlukan para dokter untuk menyembuhkan pasien-pasiennya.

Pemerintahan Khalifah al-Ma’mun menerapkan prinsip yang sama pada para apoteker, yang dikenal dengan sebutan saydalani seperti pada dokter. Mereka diwajibkan memperoleh sertifikat sebagai pertanda kemampuannya di bidang tersebut. Ini bertujuan agar tak menimbulkan bahaya bagi publik.

Selain itu, dibentuk pengawas yang bertugas menguji dan memantau obatobatan yang mereka buat. Di rumah sakit, kepala apoteker mempunyai kedudukan yang sama dengan kepala ke dokteran.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VXIPnY
May 13, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VXIPnY
via IFTTT
Share:

Saturday, May 11, 2019

Perkelahian Terjadi di Legislatif Hong Kong

Beberapa anggota legislatif dilarikan ke rumah sakit.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Perkelahian terjadi di legislatif Hong Kong. Percecokan terjadi antara pembuat undang-undang pro-demokrasi, dan mereka yang setia pada Beijing atas undang-undang ekstradisi, Sabtu (11/5).

"Ini hari yang menyedihkan bagi Hong Kong," kata anggota parlemen, Elizabeth Quat, Sabtu (11/5).

Anggota parlemen pro-demokrasi, dan mayoritas pro-Beijing mencoba mengadakan dengar pendapat terpisah mengenai RUU tersebut. Kemudian perkelahian terjadi, dan anggota parlemen memanjat meja, saling memaki saat petugas keamanan berusaha menjaga ketertiban.

Salah satu anggota parlemen pro-demokrasi, Gary Fan, jatuh dan harus dibawa ke rumah sakit. Beberapa anggota parlemen pro-Beijing juga jatuh.

"Kami menertawakan legislatif Taiwan di masa lalu, tetapi Hong Kong bahkan lebih buruk," kata Quat.

Lebih dari 130 ribu orang menentang RUU ini dua pekan lalu. Sementara beberapa ribu berkumpul di luar legislatif pada Jumat malam untuk menuntut RUU ini dihapuskan.

Komunitas bisnis Hong Kong yang biasanya konservatif telah menyatakan pertentangan. Kamar Dagang Internasional di Hong Kong, mengatakan RUU itu akan membuat orang berisiko kehilangan kebebasan, properti, dan bahkan kehidupan mereka di masa depan.

Asosiasi Pengacara Hong Kong menyatakan undang-undang tersebut tidak memiliki perlindungan yang memadai bagi individu untuk menghadapi persidangan yang adil di Cina. Selain itu akan kesulitan dalam memvalidasi bukti yang diajukan oleh otoritas Cina.

Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan kontroversi pekan ini. Komisi kongres AS menyatakan undang-undang tersebut dapat nasional AS. Komisi AS bahkan mengatakan Angkatan Laut AS mungkin harus menghentikan kunjungan ke Hong Kong.

Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam bersikeras tentang perlunya pengaturan untuk mengekstradisi pelanggar ke Cina dan Taiwan, sebuah pulau yang diklaim Beijing sebagai miliknya. Oposisi pembuat undang-undang demokrasi Hong Kong memegang kurang dari sepertiga kursi di legislatif. Artinya mereka tidak dapat memveto undang-undang saat ada di pemungutan suara final.

"Kami akan menggunakan semua aturan prosedur untuk menunda undang-undang sebanyak yang kami bisa," kata salah satu anggota partai Demokrat, Che Cheuk-ting.

Di bawah kerangka satu negara, dua sistem, Hong Kong dijamin haknya untuk mempertahankan sistem sosial, hukum, dan politiknya sendiri selama 50 tahun pada 1997. Namun, Partai Komunis Cina mengingkari perjanjian itu dengan memaksa melalui perubahan hukum yang tidak populer.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WEklNo
May 11, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WEklNo
via IFTTT
Share:

Mohammad Ahsan Niat Berpuasa Selama Piala Sudirman 2019

kejuaraan Piala Sudirman 2019 yang berlangsung pada 19-26 Mei 2019 di Nanning, Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemain bulu tangkis putra Indonesia Mohammad Ahsan mengaku berniat untuk tetap menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama menjalani pertandingan kejuaraan Piala Sudirman 2019 yang berlangsung pada 19-26 Mei 2019 di Nanning, China.

"Yang penting niat puasa saja dulu. Di perjalanan nanti kan kita tidak tahu. Jadi, kiatnya ya itu saja, yang penting niat," kata Ahsan saat ditemui di acara perayaan HUT ke-68 tahun PBSI di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/5).

Lebih lanjut, pasangan atau tandem dari Hendra Setiawan di nomor ganda putra itu juga mengaku tidak memiliki kiat-kiat tertentu dalam menjalankan ibadah puasa sambil bertanding membela Indonesia di Piala Sudirman 2019.

"Tidak ada kiat-kiat yang lain. Paling hanya makan sahur dan minum vitamin, itu saja, kurang lebihnya sama. Jadi, tidak ada kiat lain-lain lagi. Bagi saya, yang paling penting itu adalah niatnya,"ujar Ahsan.

Sementara itu, berkaitan dengan gelaran Piala Sudriman 2019, pria yang kini berusia 31 tahun itu berharap bisa tampil maksimal dan mendapatkan hasil yang terbaik bersama Hendra di nomor ganda putra.

"Dari tahun ke tahun, Piala Sudirman itu beda-beda, pesertanya juga berbeda-beda. Tapi harapan saya semoga hasil di Piala Sudirman tahun ini bisa jauh lebih baik lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,"ungkap Ahsan.

Dalam ajang Piala Sudirman 2019, Indonesia mengirimkan sebanyak 20 pemain terbaik yang terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri. Dan, PBSI menunjuk Hendra Setiawan sebagai kapten tim Garuda.

Sebanyak 12 pemain putra yang akan bertanding, yakni Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Shesar Hiren Rhustavito, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Tontowi Ahmad, Praveen Jordan dan Hafiz Faizal.

Sedangkan delapan pemain putri, antara lain Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Gloria Emanuelle Widjaja, Melati Daeva Oktavianti dan Winny Oktavina Kandow. Selain itu, ada pula satu sparring, yakni Tania Oktaviani Kusumah.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WH9DpG
May 11, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WH9DpG
via IFTTT
Share:

Thursday, May 9, 2019

Tidur dengan Lensa Kontak, Bakteri Pemakan Kornea Mengintai

Bakteri pemakan kornea mengintai mereka yang sering tidur tanpa lepas lensa kontak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang telah mengerti tentang menjaga kebersihan, aturan penggunaan, maupun waktu melepaskan lensa kontak. Tetapi, ada juga orang yang sering kali lupa sebagian prosedur perawatannya.

Dilansir laman The Sun, akibat lupa melepaskan lensa kontak dalam semalam, seorang pasien dari dokter mata Patrick Vollmer di North Carolina, mengeluarkan nanah dari matanya. Sang dokter dari Vita Eye Clinic itu membagikan foto-foto pasien dengan mata yang mengeluarkan nanah kuning akibat tidur semalaman dengan lensa.

Vollmer mengatakan, kornea wanita tersebut dimakan bakteri akibat sering lupa untuk melepas lensanya. Gambar yang dibagikan menunjukkan mata yang meneteskan cairan kuning cerah. Pasien diketahui menderita ulkus pseudomonas.

"Ini adalah akibat tidur dengan lensa kontak," tulis dr Vollmer dalam postingan di jejaring media sosial, Facebook.

Dia menjelaskan, Pseudomonas adalah bakteri yang dapat dengan cepat menyebabkan kebutaan permanen. Pengalaman pasiennya tersebut menjadi kasus pseudomonas keempat yang telah ditangani di kliniknya.

Bakteri itu secara eksplosif menggerogoti kornea pasien dalam beberapa hari dan meninggalkan nekrosis putih pekat (jaringan mati) setelahnya. Dokter Vollmer merawat pasien tersebut dengan tetes antibiotik dan steroid yang diperkaya untuk mengurangi jaringan parut permanen.

"Mata pasien ini tampak terus membaik secara drastis dari awal pengobatan, namun kemungkinan besar tetap akan menunjukkan beberapa bentuk kehilangan penglihatan residual bahkan setelah perawatan," ujarnya.

Vollmer pun mengingatkan agar orang tidak tidur saat menggunakan lensa kontak apa pun karena risikonya lebih besar daripada manfaatnya. Dia mengatakan, hanya butuh waktu beberapa detik untuk melepas lensa kontak, tapi akan menyebabkan kerusakan permanen jika prosedur itu terlupakan.

Vollmer berharap dengan dibagikannya gambar-gambar tersebut menjadi pengingat banyak orang terkait penyalahgunaan lensa kontak. Postingannya melalui Facebook itu telah dibagikan lebih dari 296.684 kali.

Sebelumnya, penelitian dari American College of Emergency Physicians, mengungkapkan ada enam laporan kasus yang melaporkan temuan tidur dengan lensa kontak dapat menyebabkan infeksi kornea. Yang paling umum adalah keratitis mikroba, suatu kondisi mata serius yang bisa menyebabkan kebutaan.

Tanda-tanda pertama biasanya kemerahan dan nyeri pada mata. Penulis utama Dr Jon Femling, asisten profesor departemen kedokteran darurat di University of New Mexico, mengatakan tidur dengan lensa kontak berisiko menyebabkan infeksi atau dalam beberapa kasus menimbulkan kerusakan permanen.

"Tertidur atau bahkan tidur siang, tanpa melepas lensa kontak dapat secara signifikan meningkatkan kemungkinan masalah kesehatan yang serius," ujarnya.

Gejalanya meliputi rasa sakit, kemerahan, keputihan, penglihatan kabur, dan bintik putih atau kuning pada kornea. Akan tetapi, infeksi itu dapat diobati dengan beberapa cara.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ypcc03
May 09, 2019 at 07:00PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Ypcc03
via IFTTT
Share: