Showing posts with label 2019 at 09:07PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:07PM. Show all posts

Saturday, April 20, 2019

Dikabarkan akan Bertemu Prabowo, Luhut: Kita Lihat Besok

Pertemuan Prabowo dan Luhut akan menjadi pertemuan pertama usai pilpres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Rencananya Ahad (21/4) akan ada pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai utusan dari Joko Widodo. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan pertama kedua kubu pascapemilihan umum digelar.

Saat dikonfirmasi, Luhut enggan membeberkan lebih jauh perihal rencana pertemuan yang rencananya akan digelar di Kertanegara tersebut. 

Luhut pun tidak ingin membenarkan ataupun membantah perihal pertemuan tersebut. "Kita lihat saja besok," ujar Luhut kepada Republika.co.id, Sabtu (20/4). 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan telah mengirim utusan untuk menemui calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto. Pertemuan itu sendiri seharusnya terjadi segera setelah Pemilu 2019 Rabu (17/4) lalu. "Sudah, sudah," katanya di Grand Indonesia, Sabtu (20/4).

Sore tadi, di tempat terpisah, Direktur Media dan Komunikasi BPN, Hashim Djojohadikusumo menyebutkan bahwa Ahad (20/4) esok Prabowo Subianto akan bertemu dengan utusan dari tim Joko Widodo. 

Hashim menyebut nyebut utusan tersebut adalah Luhut Binsar Pandjaitan. "Saya dengar besok tapi kepastian jadwalnya saya belum tahu. Tapi saya dengar itu," kata Hashim.

Hashim mengaku tidak mengetahui materi pertemuan tersebut. Dia meminta pewarta menanyakan langsung kepada Luhut soal materi pertemuan dengan Prabowo. "Saya tidak tahu isinya apa," ujar Hashim.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VVuZiH
April 20, 2019 at 09:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VVuZiH
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 17, 2019

TKN tidak Lakukan Hitung Cepat Internal

TKN mempercayakan hasil hitung cepat kepada lembaga-lembaga survei.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf tidak melakukan hitung cepat maupun exit poll internal sehingga tidak dapat melakukan klaim hasil tertentu seperti yang disampaikan calon presiden Prabowo Subianto.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani, mengatakan pihaknya mempercayakan hasil hitung cepat kepada lembaga-lembaga survei.

"TKN mempercayakan kepada lembaga survei, dan lembaga survei itu di luar yang sama-sama ditayangkan di berbagai TV, juga ada juga nanti lembaga-lembaga yang memang tidak mempublikasikannya di media arus utama, ya nanti kita lihat juga akan seperti apa," ujar Arsul Sani  di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (17/4).

Terkait adanya pihak yang meragukan hasil sejumlah hitung cepat dan exit poll lembaga-lembaga survei, menurut dia, masyarakat Indonesia sudah pintar dalam melihat hasil survei diketahui dari partisipasi yang tinggi dalam Pemilu 2019.

Dalam proses kampanye pemilu selama tujuh bulan yang melibatkan emosi, tutur dia, tetapi pelaksanaannya berlangsung secara lancar dan aman.

"Masyarakat yang justru selama ini tidak ikut hiruk pikuk kampanye kedua paslon itu telah melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara dan menggunakan haknya juga sebagai warga negara," kata Arsul Sani.

Ada pun Prabowo Subianto mengklaim pihaknya menang versi hitung cepat dan exit poll internal Prabowo-Sandi dengan hasil exit poll menang dengan angka 55,4 persen dan hitung cepat menang 52,2 persen. BPN melakukan exit poll itu di 5.475 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 492 kabupaten/kota dan di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UreA3G
April 17, 2019 at 09:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UreA3G
via IFTTT
Share:

Saturday, February 16, 2019

Tanah Longsor dan Pohon Tumbang Ganggu Lalu Lintas di Sumbar

Sejauh ini bencana tidak menelan korban jiwa atau pun korban luka-luka.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLOK -- Curah hujan yang tinggi di Sumatra Barat (Sumbar) mengakibatkan sejumlah daerah rawan bencana tanah longsor. Informasi terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar, telah terjadi bencana tanah longsor dan pohon-pohon tumbang di RT 1, RW 12, Sikayan Pondok Bambu, Kalurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sabtu (16/2) sore WIB.

"Izin melaporkan, Sabtu tanggal 16 Februari 2019, kejadian longsor dan pohon tumbang menghambat akses jalan tepatnya di RT, 1 RW 12, Sikayan Pondok Bambu, Kel Indarung Kec Lubuk Kilangan," begitu keterangan tertulis yang dbagikan Sekretaris BPBD Sumbar Eliyusman.

Eliyusman memastikan sejauh ini bencana tidak menelan korban jiwa atau pun korban luka-luka. Masih dalam keterangan itu, Eliyusman menjelaskan, longsor terjadi dengan panjang 10 meter, luas 7 meter, dan tinggi longsoran 1 meter. Sementara pohon-pohon yang bertumbangan di antaranya pohon aren dengan panjang 12 meter dan diameter 80 cm. "Penyebab kejadian karena hujan dengan intensitas cukup tinggi," ujar dia.

Sejak beberapa saat pascakejadian, Tim Reaksi Cepat (TRC) di bawah BPBD Sumbar telah melakukan pembersihan material longsoran secara manual dan pemotongan pohon yang tumbang supaya tidak lagi menghalangi akses jalan raya. Eliyusman menambahkan, tim terlibat penangganan longsoran kali ini ialah dari Polresta Padang, TNI, TRC Semen Padang, KSB Luki, RBR, Pemuda Pancasila, dan KBRC Rescue.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2DMWcfp
February 16, 2019 at 09:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2DMWcfp
via IFTTT
Share:

Saturday, January 19, 2019

Sempat Tertinggal 21 Poin, Nets Bangkit Jungkalkan Magic

Hasil itu menjadi kemenangan ke-16 bagi Nets dalam 21 pertandingan terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Brooklyn Nets bangkit dari ketertinggalan 21 poin untuk kemudian menjungkalkan tuan rumah Orlando Magic 117-115 dalam laga lanjutan NBA di Amway Center, Florida, Amerika Serikat, Sabtu WIB. D'Angelo Russell mengemas 40 poin, menyamai catatan poin terbanyak sepanjang kariernya, demi menyokong kemenangan Nets.

''Nets mendapat bantuan 20 poin dari Spencer Dinwiddie, 12 poin milik Shabazz Napier serta 10 poin yang dicetak DeMarre Carroll,'' demikian catatan pertandingan laman resmi NBA.

Sebaliknya Aaron Gordon mencetak 23 poin, Nikola Vucevic membukukan dwiganda 16 poin dan 17 rebound, D.J. Augustin 17 poin, Evan Fournier 16 poin dan Terrence Ross 13 poin. Namun, torehan tersebut belum mampu menghindarkan Magic dari kekalahan.

Jonathan Isaac sempat membawa Magic unggul jauh berjarak 21 poin ketika ia menceploskan lay-up pada sisa waktu 4 menit 35 detik kuarter kedua. Sumbangan poinnya mengubah kedudukan menjadi 58-37. Namun, jarak itu terpangkas menjadi tersisa 13 poin ketika paruh pertama berakhir dengan skor 67-54 untuk keunggulan Magic.

Tembakan tripoin Russell saat laga tersisa 27,1 detik membawa Nets untuk kali pertama memegang keunggulan 116-113. Sebelumnya mereka mencetak dua poin pertama untuk unggul 2-0 di awal laga.

Tak lama berselang, Ross mendapatkan tiga kesempatan lemparan bebas setelah dilanggar. Namun, dia hanya bisa mengkonversinya menjadi dua poin untuk mengubah skor menjadi 115-116 pada sisa waktu 22,5 detik.

Nets dengan cerdik memanfaatkan waktu tersisa untuk mengambil time out dan lantas mendapatkan dua kesempatan lemparan bebas setelah Dinwiddie dilanggar Isaac saat waktu menunjukkan tersisa 9,6 detik. Meski hanya mencetak satu poin tambahan, lemparan bebas Dinwiddie menjadi poin pamungkas pertandingan yang berakhir dengan skor 117-116 bagi kemenangan Nets.

Hasil itu menjadi kemenangan ke-16 bagi Nets dalam 21 pertandingan terakhir, membuat mereka kini memiliki catatan 24 kali memang dan 23 kekalahan (24-23). Sedangkan, Magic (19-26) menderita dua kekalahan beruntun.

Untuk pertandingan berikutnya, Magic akan menjamu Milwaukee Bucks (32-12) pada Ahad (20/1) WIB. Sedangkan, Nets baru melantai dua hari berselang di kandang sendiri menghadapi Sacramento Kings (22/1).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VXkMT4
January 19, 2019 at 09:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VXkMT4
via IFTTT
Share:

Thursday, January 17, 2019

Sambil Ngopi, Pendukung Dua Capres Akur Nobar Debat Pilpres

Pendukung Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi menggelar nobar debat pilpres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendukung pasangan calon presiden (capres) dan cawapres Jokowi-KH Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menggelar nonton bareng (nobar) debat perdana Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019 di Nusa Kopi, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/1) malam. Meski berbeda pilihan, kedua pendukung paslon tampak akur menyaksikan debat perdana.

Dari pantauan di lokasi, pendukung dua paslon tampak antusias mengikuti debat capres-cawapres. Bahkan, tidak sedikit tamu yang terpaksa berdiri lantaran tidak mendapatkan tempat duduk, meskipun begitu setiap orang terlihat menggenggam kopi yang diberikan secara cuma-cuma bagi peserta yang hadir.

Tamu yang hadir merupakan relawan dari dua kubu yang berbeda. Pertama, dari relawan pendukung Paslon nomor urut 01 yaitu KitaSatu dan UI Milenial for Jokowi. Sementara pendukung Paslon nomor urut 02 yaitu Relawan Pride dan Sahabat Prabowo-Sandi.

Terlihat beberapa orang menggunakan atribut yang menandakan dukungan terhadap salah satu Paslon. "Kita Satu" tertulis dalam pin yang dikenakan oleh relawan pendukung Paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sementara, beberapa relawan pendukung Paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi terlihat mengenakan kaos yang bertuliskan "Sahabat Prabowo-Sandi" di punggungnya. Debat berjalan kondusif, masing-masing kubu terlihat saling menghargai dengan tidak meneriakkan kata-kata yang provokatif saat kedua Paslon berbicara di podium.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ROjz1n
January 17, 2019 at 09:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ROjz1n
via IFTTT
Share:

Friday, January 4, 2019

Police to hand over Ahmad Dhani, evidences to Prosecutor

Ahmad Dhani has been named as suspect in defamation case.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- East Java Police said the High Prosecutor Office has declared Ahmad Dhani's case file on defamation case complete. Therefore, the police to hand over evidences and the suspect to the Prosecutor.

"The case file for defamation case on behalf of Ahmad Dhani is declared complete or P 21," said spokeperson of East Java Police, Commissioner Pol. Frans Barung Mangera at the East Java Regional Police Headquarters, Surabaya, on Friday (Jan 4).

Barung revealed the submission of supporting evidence and suspects to the East Java High Prosecutor's Office to be carried out in the next few days. Barung also stated that the East Java Regional Police will submit a notification letter to Ahmad Dhani.

"We will prepare it maybe within one or two days ahead" Barung said.

Also read: National Police denies political element in Ahmad Dhani case

Previously, Ahmad Dhani's case file was returned by the East Java Attorney to the East Java Regional Police (P 19) because it was declared incomplete. East Java Regional Police was asked by East Java Prosecutor to ask for information from expert witnesses submitted by Dhani.

"Regarding the request, Barung said East Java Regional Police had conducted an examination of expert witnesses submitted by Ahmad Dhani. It has been declared complete. P 21 means that it has already been done (examination of expert witness of Ahmad Dhani), " said Barung.

Ahmad Dhani defamation case triggered by refusal of his arrival in Surabaya, East Java, by a group of people. He then failed to join #2019ChangePresident event on August, 2018.

He was reported to East Java Police by Elemen Bela NKRI Coalition because considered to have insulted the mass of Koalisi Elemen Bela (KEB) NKRI.  The report was officially made by KEB-NKRI chairman Edi Firmanto on August 30.

The evidence included in the report was on the form of video that showed Ahmad Dhani called people who protested his presence as ‘idiot’. Ahmad Dhani then was examined at East Java Police headquarter on Oct 1 as witness. On Oct 18, he was named as suspect in defamation case.

Meanwhile, Dhani admitted that he did not bother with his determination as suspect. He said has been repeatedly named as suspect and travel ban against him is considered as normal thing.

“I have become a suspect for 11 times and I just entered court in this political year,” Dhani said.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VuDuRR
January 04, 2019 at 09:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VuDuRR
via IFTTT
Share: