Showing posts with label 2019 at 10:03PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:03PM. Show all posts

Sunday, April 7, 2019

Coutinho tak Berminat Kembali Bermain di Liga Inggris

Coutinho juga membantah jika dirinya sudah tidak betah berada di Barcelona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Philippe Coutinho mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan kembali ke Liga Premier Inggris musim panas ini. Coutinho juga membantah jika dirinya sudah tidak betah berada di Barcelona.

Gelandang asal Brasil ini kesulitan mempertahankan posisinya sebagai starter sejak pindah ke Camp Nou dari Liverpool pada Januari 2018. Sejumlah laporan mengabarkan bahwa ia ingin mengakhiri kariernya di Spanyol dan kembali ke Inggris, dengan klub seperti Manchester United dan Chelsea dirumorkan tertarik mengamankan jasanya.

"Fokus saya hanya untuk Barcelona. Kembali ke Inggris sekarang tidak sesuai dengan rencana saya," kata mantan pemain Liverpool tersebut kepada Sunday Mirror.

"Ini musim kedua saya di sini. Saya telah memenangkan gelar tetapi saya selalu menjadi pemain yang ambisius. Jadi, saya ingin memenangi semakin banyak gelar," ujarnya.

"Namun, saya senang. Saya ingin bermain di Spanyol dan saya berada di klub terbaik di Spanyol," ucapnya.

Coutinho sejauh ini telah 19 kali menjadi starter dari 31 pertandingan La Liga Barca musim ini dan bermain sejak awal saat menang 2-0 atas Atletico Madrid pada Minggu, yang membuat mereka unggul 11 poin di puncak La Liga dengan tujuh pertandingan tersisa.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IiWY7K
April 07, 2019 at 10:03PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IiWY7K
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 3, 2019

Isra Miraj Dorong Umat Berpikir dengan Pijakan Spiritual

Problem kebangsaan membutuhan pendekatan fisik, materi, dan spiritual.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Sulton Fathoni menuturkan, Isra Miraj sebagai sebuah perjalanan spritual Nabi Muhammad SAW, relevan dengan konteks kehidupan sosial dan kemanusiaan. Menurutnya, Isra Miraj mendorong manusia untuk selalu berpikir dengan pijakan spiritual.

Misalnya, dalam problem kebangsaan, baik pemilu ataupun yang lain seperti pendidikan, sosial dan sebagainya, tidak hanya memerlukan penanganan yang bersifat pendekatan fisik dan materi, melainkan juga mempertimbangkan aspek immaterinya atau spiritualitas.

"KPU (Komisi Pemilihan Umum) tentu telah bekerja keras bersama-sama dengan aparat keamanan menjalankan fungsinya dengan baik, tapi tetap harus diikuti dengan sisi spiritualitas," kata dia kepada Republika.co.id, Rabu (3/4).

Sulton mengatakan, semua pihak yang terlibat dalam Pemilu, baik itu Pilpres ataupun Pileg, menonjolkan nilai-nilai kesantunan, kejujuran, kesungguhan, dan komitmen. Orang yang bisa melakukan itu adalah yang memiliki jiwa spiritualitas.

"Tanpa pendekatan ini, maka penyelenggaraan Pemilu berarti lebih mengejar capaian-capaian yang sifatnya materi, misalnya distribusi surat suara. Capaian yang sifatnya materi ini akan lebih sempurna jika juga diiringi dengan capaian-capaian yang sifatnya immateri," katanya.

Sulton juga mengajak kepada masyarakat untuk ikut bertanggungjawab menyukseskan Pemilu 2019 ini. Penyelenggara Pemilu, yakni KPU dan Badan Pengawas Pemilu juga harus memberi pembelajaran kepada masyarakat bahwa Pemilu itu penting.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2CMRheT
April 03, 2019 at 10:03PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2CMRheT
via IFTTT
Share:

Sunday, February 17, 2019

Kontra Arema, Bek Persib Ini Targetkan Clean sheet

Jika terjadi kebobolan akan mempengaruhi head to head kedua tim.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung akan menjamu Arema FC dalam babak 16 besar Piala Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (18/2). Dalam leg pertama ini, Persib didapuk menjadi tuan rumah.

Pemain belakang Persib, Ardi Idrus menargetkan cleansheet untuk Persib. Menurutnya, meraih kemenangan tidak akan cukup tanpa adanya cleansheet karena perhitungan kemenangan dari skor agregat.

"Saya berharap sebagai pemain belakang, saya tidak ingin gawang saya kebobolan dan kami menang," kata Ardi di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Ahad (17/2).

Ardi menyatakan, meskipun Persib tidak menang dan mendapat hasil imbang, tidak masalah. Yang terpenting adalah tidak kebobolan. Menurutnya, jika terjadi kebobolan akan mempengaruhi head to head kedua tim. "Itu yang saya harapkan, tidak penting kami menang berapa, yang penting kami tidak kebobolan," jelasnya.

Di sisi lain, kemenangan besar Persib dari Persiwa Wamena hanyalah kenangan. Karena Persib harus benar-benar fokus melawan Arema, apalagi beberapa pemain Persib terpaksa absen. "Tentu besok saya dan tim benar-benar fight untuk menang besok. Arema tim bagus, tapi kami sudah persiapkan itu semua," tutupnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2NbnUqx
February 17, 2019 at 10:03PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2NbnUqx
via IFTTT
Share:

Friday, February 15, 2019

Home Schooling Dinilai Bukan Solusi Bagi ADHA

SD Bumi diminta untuk dioperasikan kembali untuk para anak dengan HIV AIDS.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Yayasan Lentera, Solo, menilai home schooling bukan solusi bagi Anak-anak Dengan HIV/AIDS (ADHA). Yayasan Lentera tetap mengupayakan agar anak-anak pengidap HIV/AIDS bisa menempuh pendidikan di sekolah formal.

Sebelumnya, sebanyak 14 ADHA terpaksa keluar dari sekolahnya karena mengalami penolakan oleh wali murid di sekolah tersebut. Anak-anak tersebut sudah sepekan tidak masuk sekolah. Mereka tinggal di Rumah Singgah ADHA yang berlokasi di kompleks Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bakti, Pucang Sawit, Jebres, Solo, yang dikelola Yayasan Lentera.

Ketua Yayasan Lentera, Yunus Prasetyo, menyatakan tetap menginginkan agar anak-anak Yayasan Lentera bisa bersekolah di sekolah formal. Menurutnya, opsi home schooling yang ditawarkan Pemkot Solo bukan solusi. Dia mempertanyakan banyaknya sekolah dasar (SD) di Solo tidak mungkin semuanya tidak mau menerima.

"Kalau home schooling, sudah kami lakukan dulu. Kan hanya sekadar nyari guru ke sini. Tapi kebutuhan anak bukan hanya itu. Dia butuh sosialisasi, bermain, melihat dunia luar. Itu sebetulnya yang harus kita perhatikan. Bukan hanya sekadar bisa baca tulis. Makanya dulu kami sekolahkan merela ke SD negeri," papar Yunus saat ditemui wartawan di Yayasan Lentera, Jumat (15/2).

Yunus menawarkan solusi agar SD Bumi dioperasikan kembali dan anak-anak pengidap HIV/AIDS tersebut dikembalikan ke SD Bumi.

Sebelumnya, 14 anak tersebut bersekolah di SD Bumi, Kecamatan Laweyan. Dengan adanya kebijakan regrouping, siswa-siswa SD Bumi bergabung ke SDN Purwotomo. Kemudian, wali murid SDN Purwotomo menolak 14 anak tersebut bersekolah di SDN Purwotomo.

Menurutnya, akar permasalahan penolakan tersebut karena kebijakan pemerintah terkait penggabungan sekolah atau regrouping. Dia juga menyebut banyak wali murid SD Bumi yang tidak setuju adanya regrouping.

"Kembalikan SD Bumi, tidak ada masalah meski jaraknya jauh. Dari beberapa tahun tidak ada masalah mengantar anak-anak," imbuhnya.

Terkait opsi beberapa sekolah yang disiapkan Pemkot, Yunus menilai tidak ada masalah. Meskipun nantinya pengelola Yayasan Lentera akan kesulitan untuk mengantar dan menjemput anak-anak di beberapa lokasi.

Dia juga memahami dibutuhkan proses untuk mencarikan sekolah yang mau menerima anak-anak pengidap HIV/AIDS. Namun, selama proses tersebut, anak-anak tidak bisa dibiarkan.

"Selama proses berjalan ini anak-anak mau diapakan. Ini sudah mau ujian tengah semester (UTS), anak-anak mau UTS di mana. Tolong dipikirkan kemarin yang buat regrouping," kata Yunus.

Pengelola Yayasan Lentera, Puger Mulyono, menambahkan, 14 anak tersebut sudah sepekan tidak bersekolah. Mereka hanya belajar sewajarnya di Yayasan Lentera. "Anak-anak ya tidak apa-apa, memang tidak boleh sekolah. Mereka tahu sudah tidak boleh sekolah," kata Puger.

Puger sempat menyuruh anak-anak tersebut untuk masuk sekolah selama dua hari. Namun, saat anak-anak tersebut masuk ke sekolah, siswa lainnya justru keluar semua. Lama-lama, wali murid jengkel dan akhirnya melakukan demo meminta kepada sekolah agar 14 anak tersebut sementara tidak sekolah.

"Ini bukan yang pertama. Diusir sudah pernah. Bahkan baru mau daftar sudah dikasih tahu tidak boleh. Ditolak sekolah sudah 21 kali sama yang ini sejak 2012. Kalau pindah rumah sudah empat kali," ungkapnya.

Puger menyayangkan predikat Kota Solo sebagai Kota Layak Anak (KLA) namun masyarakatnya tidak bisa diberikan pemahaman mengenai HIV/AIDS. "Program pemerintah tidak ada diskriminasi. Tapi ternyata hanya slogan saja. Waktu dihadapkan kenyataan mereka kalang kabut," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GLa9Of
February 15, 2019 at 10:03PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GLa9Of
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 13, 2019

Kedubes Australia Soroti Peran Perempuan dalam Keagamaan

Peran wanita dalam komunitas beragama terkadang masih menjadi perdebatan.

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta— Kedutaan Besar Australia kembali menggelar Big Ideas, yaitu diskusi yang diadakan rutin setiap bulannya. Diskusi kali ini, mengangkat tema Women, Faith and Leadership.

Acara yang digelar di Gedung Kedutaan Besar Australia, Jakarta ini, menghadirkan Komisioner Komnas Perempuan, Riri Khariroh, Ayu Kartika Dewi dari Gerakan Sabang Merauke, dan Ketua Umum Gereja Kristen Indonesia Klasis II, Pendeta Woro Tobing sebagai narasumber. 

Untuk menambah keakraban, Kedutaan Besar Australia sengaja hanya mengundang peserta perempuan dari berbagai lembaga keagamaan, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. 

Dengan harapan, para wanita dapat lebih terbuka dalam mengungkapkan pendapat mereka mengenai peran wanita dalam kepemimpinan berdasarkan kepercayaannya masing-masing.  

“Bisa dilihat bahwa sebagian besar yang hadir adalah perempuan, mempertimbangkan pentingnya topik diskusi ini kami berharap seminar ini akan menjadi wadah yang sesuai untuk dapat berbagi pengalaman secara terbuka,” kata Kepala Bagian Ekonomi, Infrastruktur, dan Investasi Kedutaan Besar Australia, Alison Duncan di depan peserta seminar, Rabu (13/2).  

Alison mengatakan, peranan wanita dalam komunitas beragama di Indonesia maupun Australia, terkadang masih menjadi perdebatan. 

Dialog antarumat beragama yang digelar Kedubes Australia ini, kata dia adalah tindak lanjut dari isu pentingnya dialog antaragama yang didiskusikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Menteri Australia Scott Morrison pada pertemuan Agustus 2018 lalu.  

Australia Award, lanjut Alison juga menyediakan pendidikan jangka pendek tentang kepemimpinan bagi pemimpin senior di lingkungan multiagama. Adapun tujuan dari program itu adalah membentuk hubungan antarumat beragama di kedua negara. 

Beberapa program lain, seperti program pertukaran Muslim Australia-Indonesia juga menjadi program unggulan dari kedubes Australia sejak dibentuk pada 2002 silam.  

“Peran kepemimpinan wanita di kehidupan bermasyarakat, baik ekonomi, politik ataupun agama memang terkadang dipandang sebelah mata dan tidak didukung,” kata dia.  

“Saya sangat menantikan sudut pandang para panelis dan pengalaman Anda sekalian menganai peran wanita dalam kepemimpinan dan keagamaan,” tutup Alison. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BAH9VR
February 13, 2019 at 10:03PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BAH9VR
via IFTTT
Share:

Thursday, January 24, 2019

Real Madrid Geser MU Sebagai Klub Terkaya di Dunia

MU terpeleset ke peringkat ketiga, turun dua persen dibanding tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Real Madrid menggeser posisi Manchester United (MU) sebagai klub terkaya di dunia. Berdasarkan laporan Deloitte Football Money League, juara Liga Champions musim lalu tersebut mencatatkan rekor pendapatan musim lalu, sebesar 665 juta pound.

Pendapatan itu tepat di atas rival abadinya, Barcelona, dengan pendapatan 612 juta pound. Dikutip dari Sky Sports, Kamis (24/1), sementara Manchester United (MU) terpeleset ke peringkat ketiga, setelah mengumpulkan pendapatan sebesar 590 juta pound. Pendapatan tersebut turun dua persen dari tahun lalu.

Tim sekota MU, Manchester City, berada di peringkat kelima dengan pendapatan 504 juta pound, meningkat 11 persen dibanding musim 2016/2017.

Juara Bundesliga Jerman Bayern Muenchen menempati peringkat empat untuk dua tahun beruntun dengan penghasilan 557 juta pound. Sementara, klub raksasa Ligue 1 Prancis Paris Saint-Germain naik satu peringkat ke posisi enam, dengan penghasilan 480 juta pound.

Di sisi lain, pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris, Liverpool, meraih peningkatan pendapatan terbesar klub dengan berada di 10 besar. Pendapatkan the Reds meningkat 25 persen menjadi 455 juta pound. Peningkatan pendapatan yang tinggi juga terjadi pada Chelsea, yaitu sebesar 22 persen dengan pendapatan 448 juta pound.

Dan Jones, Kepala Grup Bisnis Olahraga di Deloitte mengatakan, performa luar biasa keuangan Real Madrid pada 2017/2018 dibangun dari sejarah panjang kesuksesan klub di lapangan. Los Blancos meraih gelar Liga Champions tiga musim berturut-turut. ''Ini membuat klub mampu mengendalikan pendapatan komersial sebagai keinginan yang kuat kepada partner sebagai klub paling sukses di Eropa,'' kata Dan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RdytJY
January 24, 2019 at 10:03PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RdytJY
via IFTTT
Share:

Sunday, January 13, 2019

Tiga Asisten Pelatih akan Dampingi Miljan Radovic di Persib

Mereka, yakni Dejan Miljanic, Budiman, dan Gatot Prasetyo.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung akan memiliki tiga asisten pelatih baru untuk mendampingi pelatih Miljan Radovic. Mereka, yakni Dejan Miljanic, Budiman, dan Gatot Prasetyo.

"Pertimbangan atau alasan soal sosok asisten ini sudah dibahas dalam rapat internal yang dihadiri manajemen dan Miljan. Tentu ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan," ujar Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Kuswara S Taryono di Graha Persib, Kota Bandung, Ahad (13/1).

Dari daftar jajaran staf pelatih musim lalu, hanya Yaya Sunarya yang kembali dikontrak Persib sebagai pelatih fisik. Sedangkan Anwar Sanusi digantikan Gatot di posisi pelatih penjaga gawang.

Gatot merupakan mantan pemain Persib dan beberapa tim lain. Dalam karier kepelatihan, Gatot pernah menjadi pelatih kiper Pelita Bandung Raya (PBR) dan Timnas Indonesia.

Sementara Budiman adalah mantan pemain Persib dan Persija Jakarta. Posisi terakhirnya adalah pelatih Diklat Persib Bandung. Budiman mengisi slot kosong asisten Persib yang musim lalu sempat ditempati Herrie Setyawan.

"Pergantian ini untuk regenerasi, termasuk rotasi juga. Tapi yang pasti semua sudah dibahas secara bersama-sama," ujar Miljan Radovic mengatakan, perlu staf pelatih yang bagus untuk bisa membentuk tim tangguh. Sebab, keberadaan staf pelatih sangat krusial untuk sebuah tim.

"Semua tim, semua klub, harus punya tim pelatih bagus. Kalau tim pelatih bagus, pemain akan bagus, tim akan bagus," kata Miljan.

Soal sosok Dejan Miljanic yang merupakan rekannya dari Montenegro, Miljan memujinya memiliki kualitas. Dejan dinilai paham karakter dirinya dalam melatih karena pernah sama-sama memoles klub di Montenegro.

"Dejan mengerti program dan taktik saya. Dia bisa bantu semua pemain Persib (jadi lebih bagus) dan bantu semua coach (staf pelatih)," ujar Miljan. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FvINen
January 13, 2019 at 10:03PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FvINen
via IFTTT
Share: