Showing posts with label 2019 at 11:08PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:08PM. Show all posts

Saturday, March 30, 2019

Prabowo: Saya Pertaruhkan Nyawa di TNI

Dalam debat capres, Capres Prabowo diplomasi perlu didukung kekuatan pertahanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menilai belum ada keunggulan yang nyata yang dimiliki Indonesia dalam Diplomasi Internasional. Menurut Prabowo, saat ini, diplomasi Indonesia masih dianggap sebelah mata oleh negara lain.

"Diplomasi harus dibackup kekuatan. Kalau negara tidak kuat, dia (diplomat) senyum sama kita, semua diplomat dibayar untuk jadi orang baik, tapi dia tak segan, dia hitung kekuatan kita. Pak diplomasi kalau hanya senyum-senyum jadi nice guy ya begitu saja pak, kalau ada armada yang masuk ke negara kita, apa yang bisa kita perbuat. Jadi bukan saya tak percaya, saya ini TNI pak, saya pertaruhkan nyawa di TNI , saya lebih TNI dari pada banyak TNI," tegas Prabowo dalam Debat Capres yang digelar di Hotel Shangrila Jakarta, Sabtu (30/3).

Menurut Prabowo, diplomasi  digunakan untuk memajukan kepentingan nasional sebuah negara melalui jalan-jalan perundingan dan jalan-jalanpertukaran diplomasi. Tetapi diplomasi tak bisa hanya dengan menjadi mediator, karena pada akhirnya , diplomasi bagian untuk supaya mempertahankan kepentingan pertahnan inti. Oleh karenanya, diplomasi harus dibackup kekuatan.

"Jadi saya mohon ini bukan menyalahkan, saya berpendapat, kekuatan pertahanan kita sangat rapuh dan lemah. Bukan salah bapak (Jokowi) salah gak tahu saya. Jadi saya berpendapat kita tak bisa mempertahankan core international kita kalau ada negara asing mengirimkan pasukan ke wilayah kita, saya kira kita berada dalam posisi yang sangat lemah," ucap Prabowo.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2V4OODG
March 30, 2019 at 11:08PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2V4OODG
via IFTTT
Share:

Monday, February 25, 2019

Lampu Panel Surya Banyak yang Hilang di Sumbar

Lampu itu hilang dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar menyesalkan banyaknya lampu panel surya yang hilang di sejumlah ruas jalan di Sumara Barat. Lampu itu hilang dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Saya melintas di sejumlah ruas jalan di Sumbar namun lampu panel yang telah dibangun, banyak yang rusak akibat panel surya atau aki tidak lagi berada di lokasi yang seharusnya," katanya di Tua Pejat, Mentawai, Sumatra Barat, Senin (25/2).

Menurut dia, lampu panel tersebut dibangun menggunakan dana milik rakyat dan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Sangat disayangkan jika barang-barang tersebut malah dirusak.

Ia mengatakan hal tersebut dijumpainya tidak hanya di satu lokasi saja namun beberapa daerah yang telah dibangun tetap saja rusak. "Ada yang hilang panelnya saja dan ada juga akinya yang hilang, tentu kita sangat prihatin dengan persoalan ini," katanya.

Dia mengatakan setelah pembangunan dilaksanakan hendaknya pemerintah daerah bersama pihak terkait menjaga lampu panel tersebut. Selain itu peran masyarakat juga sangat diperlukan agar hal tersebut tidak terjadi lagi. "Kami mengajak masyarakat merasa memiliki lampu panel tersebut dan mencegah upaya pengrusakan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab," kata dia.

Hal berbeda ditemuinya di Kabupaten Kepulauan Mentawai, saat bertolak dari Bandara Rokot menuju lokasi peresmian SPBU di Tua Pejat dalam program BBM Satu Harga, dirinya menemui tidak ada lampu panel yang rusak atau masih utuh

"Hal ini perlu kiranya ditiru masyarakat Sumbar yang berada di daratan. Masyarakat di sini begitu menjaga lampu panel tersebut," katanya.

Ia juga mengatakan masyarakat Mentawai merupakan masyarakat yang lebih beradab dibandingkan warga Sumbar yang merusak lampu panel surya yang dibangun dengan uang rakyat tersebut. Sementara Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan daerah yang dipimpinnya saat ini merupakan bentuk mini dari Indonesia yang penuh keragaman baik dari sisi agama, suku dan budaya.

"Ada yang beragama islam, kristen dan agama lainnya namun mereka semua hidup berdampingan dan saling menghormati antara satu dengan yang lainnya," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2H0MNnU
February 25, 2019 at 11:08PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2H0MNnU
via IFTTT
Share:

Saturday, February 23, 2019

LinkAja Jadi Sarana Percepat Inklusi Keuangan Nasional

Percepatan inklusi keuangan nasional dipastikan tidak akan tertunda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang digalakkan pemerintah terus mendapatkan respon positif dari berbagai pihak. Seperti Fintech Karya Nusantara (Finarya) yang berkomitmen mendorong GNNT serta meningkatkan inklusi keuangan menuju 75 persen pada 2019. Direktur Finarya, Danu Wicaksana memastikan percepatan meningkatan inklusi keuangan tidak akan tertunda.

Salah satu upaya mendukung program itu adalah uji coba aplikasi mobile money TCASH menjadi LinkAja yang resmi dimulai pada 22 Februari 2019. Optimisme itu disebut Danu lantaran ada komitmen yang sangat kuat dari Kementerian BUMN dan seluruh bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), untuk menjadikan LinkAja sebagai salah satu sarana mempercepat inklusi keuangan nasional.

“Jadi rencana besar LinkAja untuk mendukung program pemerintah dalam Gerakan Nasional Non Tunai dan mensinergikan layanan digital money antarperusahaan di bawah naungan Kementrian BUMN, masih tetap berjalan sesuai dengan yang direncanakan,” ujar Danu di Jakarta, Sabtu (23/2).

Danu mengatakan antusiasme pelanggan yang memiliki akun TCASH untuk menjajal aplikasi LinkAja sangat tinggi. Namun, tingginya antusiasme tersebut membawa sedikit ekses ketidaknyamanan pengguna TCASH yang telah mengkonversi aplikasinya menjadi LinkAja.

Ketika manajemen mengumumkan ke publik bahwa yang menggunakan TCASH sudah dapat melakukan upgrade aplikasi, kata Danu, jutaan pengguna dalam waktu yang hampir bersamaan melakukan perubahan aplikasi ke LinkAja. Akibat tingginya trafik tersebut, membuat penumpukan antrean pengguna yang ingin mengunduh. Namun ia memastikan penumpukan antrean yang sempat terjadi, kini sudah mulai bisa teratasi.

Tingginya antusiasme tersebut, menurut Danu, karena masyarakat optimistis dengan rencana besar LinkAja yang akan mensinergikan seluruh layanan digital money yang dimiliki perusahaan-perusahaan di bawah Kementrian BUMN menjadi satu aplikasi LinkAja. "Seperti kita ketahui bersama LinkAja merupakan sinergi dari produk uang elektronik milik BUMN, di antaranya adalah bank Mandiri (e-cash), BNI (UnikQu), BRI (Tbank), dan Telkom Group (Tcash dan T-money). Nantinya layanan LinkAja akan menyediakan berbagai layanan seperti pembayaran tagihan (listrik, PDAM, BPJS, internet); transaksi di merchant seperti Pertamina, pembayaran moda transportasi, hingga pembelian online," kata Danu.

Danu berharap awal pekan depan konsumen sudah dapat kembali melakukan transaksi keuangannya melalui aplikasi LinkAja. Sebelumnya Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono, sebagai Ketua Himbara memastikan pada 1 Maret 2019 LinkAja sudah dapat dipergunakan oleh penguna uang elektronik bank-bank yang tergabung dalam Himbara.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Iy56mM
February 23, 2019 at 11:08PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Iy56mM
via IFTTT
Share:

Sunday, February 17, 2019

Jokowi: Banyak Ladang Minyak Lepas Pantai Belum Tergarap

Jokowi akan mendorong ladang minyak memberi pendapatan yang banyak ke kas negara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Presiden nomor 01 Joko Widodo menyoroti sektor hulu migas nasional. Ia menyatakan bahwa banyak sekali ladang minyak di lepas pantai yang belum tereksplorasi dengan baik di kawasan perairan nasional.

"Kita dorong agar ladang-ladang minyak memberi manfaat dan pendapatan yang banyak kepada negara," kata Jokowi dalam Debat Capres 2019 Putaran Kedua di Jakarta, Ahad (17/2).

Selain itu, ujar dia, juga diperlukan infrastruktur yang terkait dengan pengembangan sektor kelautan secara besar-besaran. Ia mencontohkan mengenai program tol laut yang telah lama dikerjakan selama ini oleh pemerintah untuk membangun konektivitas Nusantara.

Debat capres putaran kedua ini diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Minggu (17/2) malam, yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB. Tema yang diangkat pada debat kedua tersebut adalah infrastruktur, energi dan pangan, serta sumber daya alam dan lingkungan hidup.

-------

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BFh9su
February 17, 2019 at 11:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BFh9su
via IFTTT
Share:

Friday, January 18, 2019

Sanchez Bersiap Kembali Perkuat Man United

Pelatih Ole Gunnar Solskjaer akan kehilangan Maroune Fellaini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alexis Sanchez siap kembali memperkuat Manchester United. Pemain depan Cile melewatkan kemenangan 1-0 di Liga Primer Inggris atas Tottenham Hotspur, akhir pekan lalu, karena masalah hamstring. Tetapi ia kembali berlatih pekan ini menjelang pertandingan Sabtu melawan Brighton & Hove Albion di Old Trafford.

"Alexis telah berlatih sepanjang pekan, sehingga mudah-mudahan dia akan datang melalui sesi hari ini dan akan tersedia," kata Solskjaer pada konferensi pers pada Jumat (18/1).

Di sisi lain, pelatih Ole Gunnar Solskjaer akan kehilangan Maroune Fellaini. Ia menyebut waktu pemulihan sepanjang tiga atau empat pekan.

Media Inggris melaporkan United bersedia membiarkan Fellaini pergi dengan harga yang tepat pada bursa transfer Januari. Meskipun pemain berusia 31 tahun itu menandatangani kontrak dua tahun baru pada awal musim.

Gelandang Belgia itu hanya tampil dua kali dari bangku cadangan dalam enam pertandingan awal kemenangan Solskjaer di United. Namun pelatih Norwegia itu meyakini pemain itu dapat memiliki peran penting di bawahnya.

"Ada faktor-X pada pemain yang berbeda dan kita semua tahu faktor X Felli. Dia mengalami cedera betis ... tapi dia akan bekerja keras untuk kembali saat semua pertandingan besar juga datang," kata Solskjaer, Sabtu (18/1),

Solskjaer menggantikan Jose Mourinho pada bulan Desember dan telah membuat awal yang paling sukses oleh manajer mana pun dalam sejarah klub. Ia memenangkan enam pertandingan pertamanya di semua kompetisi.

United telah berhasil memperkecil jarak ke empat besar di liga dari 11 poin menjadi enam. Manajer sekarang ingin timnya berjaga-jaga terhadap rasa puas diri.

"Kamu tidak bisa terlalu percaya diri, ini kepuasan, itu sisi lain," katanya.

"Saya ingin para pemain menjadi percaya diri, tetapi tidak berpuas diri, dan tidak melepaskan kaki mereka dari pedal karena itu perbedaan besar bagi saya. Ajak orang-orang berjalan, berlari ke depan, membawa kerumunan bersama mereka, karena itulah masalahnya."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QUVMrT
January 18, 2019 at 11:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2QUVMrT
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

Elizabet Warren akan Tantang Donald Trump di Pilpres 2020

Warren merupakan tokoh terkenal di Partai Demokrat.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Senator Amerika Serikat Elizabeth Warren, seorang tokoh liberal yang telah mengambil Wall Street, mengumumkan akan menantang Donald Trump dalam pemilihan presiden 2020. Dia merupakan tokoh Partai Demokrat paling terkemuka dan kerap terlibat saling ejek dengan Donald Trump.

Warren mengatakan telah membentuk komite, yang akan mengizinkannya mulai mengumpulkan dana untuk bersaing dalam Pilpres. Sejumlah tokoh Demokrat diperkirakan juga ikut berpartisipasi sebelum pemilihan presiden pada November 2020.

Ia mengatakan di Twitter akan mengumumkan keputusannya mengenai apakah dirinya mencalonkan pada awal 2019.

Warren, 69 tahun, seorang senator dari Massachusetts sejak 2013, menjadi salah seorang pengeritik paling sengit Trump selama pemilihan presiden 2016 dan mereka terus saling mengejek. Trump menyebutnya "Pocahontas" karena klaim wanita itu pada nenek moyang penduduk asli Amerika.

Warren menjuluki Trump "pengacau uang yang tak merasa aman" dengan platform "rasisme, sexisme, dan xenophobia". Sementara Trump melukiskan mantan guru besar Sekolah Hukum Harvard itu sebagai "konyol" dan " orang rendahan" dengan "mulut jahat."

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2F0TgOI
January 01, 2019 at 11:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2F0TgOI
via IFTTT
Share:

Dagestan, Potret Negeri 'Paling Islam' di Rusia

Islam telah menjadi satu dari sejumlah faktor penting dan berpengaruh di dagestan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dagestan adalah potret indah sebuah negeri multietnis. Puluhan kelompok etnis dan subetnis hidup di sana. Sementara, di mata para ilmuwan politik, kawasan ini disebut sebagai republik yang paling terislamkan di antara negara-negara federasi Rusia lainnya.

Republik Dagestan terletak di bagian utara wilayah Kaukasus (sebuah kawasan geopolitik di perbatasan Eropa dan Asia). Data yang dikutip Wikipedia dari www.rferl.org menyebutkan, sebanyak 90,6 persen populasi Dagestan adalah Muslim, sementara Kristen dipeluk oleh 9,4 persen sisanya. Sejumlah data lain menambahkan, terdapat pula sejumlah kecil pemeluk agama Yahudi di republik ini.

Menurut The Caspian Sea Encyclopedia (Igor S Zonn), nama Dagestan berasal dari bahasa Turki. Dag berarti "gunung" dan -stan adalah imbuhan Persia yang berarti "daratan". Maka, Dagestan memiliki arti "daratan (tempat) gunung-gunung".

Situs www.government-rd.ru menyebutkan, beberapa kelompok etnis terbesar yang mewarnai keragaman Dagestan adalah Avar, Dargin, Kumyk, Lezgin, Lak, Azerbaijani, Tabasarantsy, Chechen, Nogai, Rutul, Aul, dan Tsakhur. Bangsa Rusia hanya membentuk proporsi kecil dari total populasi, yakni hanya sekitar 4,7 persen.

Selama berabad-abad, Muslim Dagestan didominasi oleh golongan Suni dengan mazhab Syafi'i. Sedangkan, di wilayah Pantai Kaspia, khususnya di Kota Derbent dan sekitarnya, mayoritas populasinya adalah para Muslim Syiah. Kemunculan tasawuf di Dagestan berakar pada abad 14. Dua tarekat sufi yang tersebar luas di negara Kaukasus Utara ini adalah Naqshabandiyah dan Qadiriyah.

Amri Shikhsaidov, guru besar dan ketua Departemen Naskah Oriental pada Institut Sejarah Arkeologi dan Etnografi Dagestani Scientific Center, menuliskan, Islam telah menjadi satu dari sejumlah faktor penting dan berpengaruh bagi kehidupan sosial politik di republik ini. Ia bahkan menekankan dalam tulisan berjudul Islam in Dagestan yang diunggah di situs www.ca-c.org, berbagai situasi di negara tersebut tidak lagi dapat dipahami di luar konteks agama.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EZE97X
January 01, 2019 at 11:08PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EZE97X
via IFTTT
Share: