Showing posts with label 2018 at 08:18PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 08:18PM. Show all posts

Saturday, December 22, 2018

BKSDA Amankan Seekor Macan Tutul dari Gunung Lawu

BKSDA memperkirakan masih banyak macan tutul di Gunung Lawu.

REPUBLIKA.CO.ID, KARANGANYAR -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengamankan seekor macan tutul betina asal hutan Gunung Lawu yang masuk perangkap di Desa Wonorejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (22/12).

Kepala Resor Konservasi BKSDA Wilayah Karanganyar, Sumiyarno, di Solo, Sabtu, mengatakan macan tutul berusia sekitar 2,5 tahun itu, kini dibawa dengan mobil khusus ke Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo.

Ia mengatakan, dalam membawa macan tutul tersebut membutuhkan waktu sekitar satu jam dari lokasi temuan ke TSTJ Solo. Selama perjalanan, macan dibius dengan dosis rendah oleh tim dokter.

Macan tutul dengan berat sekitar 30 kg masuk perangkap yang dipasang BKSDA di wilayah lereng Gunung Lawu, setelah sebelumnya pihaknya mendapatkan keluhan warga, bahwa sudah puluhan ekor kambing milik mereka dimakan hewan buas itu.

Pihaknya menduga populasi macan tutul di Gunung Lawu masih banyak. Hal itu, kata dia, dapat dilihat dari usia macan yang sudah beranjak dewasa.

Ia memperkirakan macan itu sedang masa belajar mencari makan sendiri ketika masuk perangkap. "Macan itu dititipkan ke TSTJ Solo untuk menjalani pemeriksaan tim dokter. Jika kondisi sudah baik nanti dilaporkan ke BKSDA Jateng, apakah akan dilepas kembali atau tidak," kata Sumiyarno.

Ia mengharapkan kondisi macan tutul setelah dikarantina semakin baik atau pulih agar bisa dilepas kembali ke alam bebas. Setelah mendapat laporan dari warga tentang kedatangan macan tutul ke pemukiman dan memakan kambing mereka, pihaknya kemudian memasang perangkap di tiga tempat di kawasan lereng Gunung Lawu.

Petugas dokter TSTJ Solo, Nuraini, mengatakan kondisi fisik macan tutul yang masuk perangkap tersebut sehat. Oleh karena efek obat bius terhadap macan itu cepat hilang, katanya, hal itu menyulitkan petugas memindahkan satwa tersebut ke kandang karantina di STTJ Solo.

Ia mengatakan macan akan berada di karantina selama sepekan. Selanjutnya, setelah dicek kembali kondisi fisiknya akan diputuskan apakah akan dilepas kembali atau tetap di TSTJ. "Macan tutul selama dikarantina akan diberi makan daging sapi dan ayam," katanya

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LwXEGr
December 22, 2018 at 08:18PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2LwXEGr
via IFTTT
Share:

Saturday, December 15, 2018

Paloh Minta Santri Nahdlatul Wathan Jadi Penerang Islam

Santri harus bisa meluruskan persepsi keliru tentang Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TIMUR -- Tokoh Nasional, Surya Paloh meminta para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Wathan menjadi juru penerang Islam. "Kalian harus jadi juru penerang Islam, sejatinya Islam. Bukan Islam yang setengah-setengah, tetapi Islam yang rahmatan lil alamin," kata Surya Paloh saat memberikan kuliah umum Kebangsaan, di Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Wathan, Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (15/12).

Surya Paloh mengatakan, saat ini, banyak pihak yang mencoba mempermainkan akal sehat dengan menyebut Islam hanya untuk Islam. "Pemikiran itu salah," ujarnya di hadapan sekitar 10 ribu santri dan warga sekitar pondok pesantren.

Namun sebaliknya, Islam adalah agama yang diturunkan untuk menerangi semua umat manusia di dunia. Islam juga sangat kental dengan nilai-nilai toleransi dan kerukunan.

Oleh karena itu, dia meminta para santri untuk meluruskan persepsi keliru tentang Islam. Para santri diminta menjadi penerang Islam yang sesungguhnya.

"Kalau ada yang tanya, apakah Islam tidak toleran, tak mengenal kasih sayang, tak mengenal hormat menghormati? Saya bilang 'sakit' itu orang kalau menyatakan begitu. Islam itu kental dengan kasih sayang, saling menghormati dan toleransi, itulah sejatinya Islam," tutur Surya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai NasDem ini meminta para santri untuk mengambil peran dan berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga Indonesia dapat menjadi sebuah negara yang semakin besar dan kuat dalam pertarungan dunia, dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai falsafah dan ideologi bangsa.

Menurut dia, Indonesia dapat menjadi bangsa yang semakin hebat jika generasi muda memberikan penghormatan yang tinggi dan tetap mempertahankan ideologi Pancasila. "Saya mau titipkan kepada kalian semua, saya mau mendengar agar Indonesia menjadi bangsa yang lebih hebat," ujar Surya.

Ia menyebutkan, salah satu cita-cita luhur dari para pendiri bangsa adalah mencerdaskan kehidupan bangsa yang diwujudkan melalui pendidikan. "Tidak mungkin mau menjadi profesor doktor hanya dengan berjalan-jalan, kalian harus belajar. Harus banyak membaca, banyak mendengar. Kita harus berjuang memberikan yang berarti bagi bangsa," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QxTyUc
December 15, 2018 at 08:18PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2QxTyUc
via IFTTT
Share:

Thursday, November 29, 2018

Hasto: Asal Setia dengan Pancasila, Ahok Bebas Masuk PDIP

Hasto mengatakan setiap WNI yang setia pada Pancasila dan NKRI bisa gabung ke PDIP

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekertaris PDIP Hasto Kristianto menanggapi wacana bergabungnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke partainya. Hasto membebaskan siapapun bergabung dengan PDIP asalkan berkomitmen bagi kemajuan bangsa. Syarat lainnya yaitu bersumpah setia terhadap Pancasila.

"Tiap WNI bebas masuk PDIP. Asal setia dengan Pancasila dan NKRI. Asal ada komitmen bagi bangsa ya kami buka," katanya pada wartawan di rumah pemenangan jalan Cemara, Kamis (29/11).

Hasto menyatakan PDIP hanya menolak WNI yang berkhianat pada bangsa. Selebihnya PDIP membebaskan WNI untuk bergabung tanpa pandang suku, ras dan agama. "Kami tutup bagi mereka yang pernah berkhianat ke bangsa," ucapnya.

Selanjutnya, bagi siapapun yang masuk PDIP wajib mengikuti pelatihan internal. "Mereka yang gabung (ke PDIP), kami ikutkan dikaderisasi partai," ujarnya.

Diketahui, Ahok disebut-sebut bakal bergabung ke PDIP usai bebas dari penjara. Wacana itu dilontarkan oleh Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat. Ahok menjadi terpidana kasus penistaan agama dan dihukum 2 tahun penjara. Ahok mendekam di balik jeruji besi sejak Mei 2017. Ahok diprediksi bebas murni pada akhir Januari 2019 bila kembali mendapat remisi pada Hari Raya Natal, 25 Desember 2018.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2razOGX
November 29, 2018 at 08:18PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2razOGX
via IFTTT
Share: