Showing posts with label 2019 at 07:45PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:45PM. Show all posts

Thursday, May 30, 2019

RS Polri: Hasil Autopsi Menemukan Luka Tembak di Tubuh Harun

Harun mengalami luka tembak pada bagian lengan kiri atas hingga menembus dada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil autopsi terhadap Harun Al Rasyid, remaja 15 tahun yang menjadi korban tewas kerusuhan 22 Mei 2019, telah rampung. Hasilnya, di tubuh yang bersangkutan ditemukan luka tembak

Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigadir Jenderal Polisi Musyafak mengatakan, Harun mengalami luka tembak pada bagian lengan kiri atas hingga menembus dada.

"Sudah, hasil autopsinya luka tembak. Itu kita terima dari RS Dharmais dan ada juga yang belum tahu identitasnya alias Mr X, kalau tidak salah tanggal 23 Mei dini hari jam 01:00 WIB kita terima rujukan korban dari RS Dharmais. Sudah dalam kondisi meninggal dunia," ujar Musyafak saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (30/5).

Meski demikian, Musyafak belum dapat memastikan apakah Harun tewas terkena peluru tajam atau karet. Pasalnya, hal tersebut menjadi wewenang pihak Puslabfor Mabes Polri. "Wah itu yang menentukan bukan kami, tapi Puslabfor," tuturnya.

Untuk diketahui, Harun (15) warga RT 09 RW 10, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat meninggal dunia setelah terlibat kerusuhan 22 Mei di Jembatan Slipi Jaya, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5) malam.

Harun, meninggal setelah nyawanya tak tertolong ketika dibawa ke RS Dharmais, Jakarta Barat.

Kerusuhan sendiri terjadi berturut-turut selama dua hari pada tanggal 21 Mei 2019 dan 22 Mei 2019. Dari demonstrasi menuntut pengusutan kecurangan pemilu 2019 di Bawaslu pada pagi hari di kedua tanggal tersebut, situasi berubah ricuh pada malam harinya hingga pagi keesokan harinya.

Setidaknya ada lima titik ricuh pada tanggal 21-22 Mei 2019, yakni depan Gedung Bawaslu, Pasar Tanah Abang, Simpang Jalan Agus Salim (Sabang), Jembatan Slipi Jaya dan Petamburan (sekitar kompleks Asrama Brimob).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2K8o5U6
May 30, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2K8o5U6
via IFTTT
Share:

Wednesday, May 29, 2019

Mudik Lebaran, Jumlah Penumpang Pesawat Diprediksi Naik

sejak H-7 sampai dengan H+7 Lebaran diprediksi ada peningkatan pergerakan pesawat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Cabang Bandara Soekarno-Hatta, M Suriawan Wakan mengatakan, pihaknya memprediksi akan terjadi peningkatan penumpang pada mudik Lebaran 2019. Baik dari segi pergerakan pesawat maupun jumlah penumpang.

Hal itu ia sampaikan saat Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono meninjau kesiapan arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. "Kita prediksi pergerakan pesawat untuk angkutan Lebaran tahun ini dibanding tahun 2018, ada kenaikan satu persen sampai hari akhir (Lebaran)," kata Wakan di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (29/5).

Wakan pun merinci, jika pada arus mudik Lebaran tahun lalu terjadi pergerakan pesawat sebanyak 21.319. Sementara angka pada tahun ini, kata dia, sejak H-7 sampai dengan H+7 Lebaran diprediksi ada peningkatan pergerakan pesawat sebesar 21.599.

Selain itu, Wakan juga menambahkan, pihaknya memprediksi terjadi peningkatan terhadap jumlah penumpang yang mudik menggunakan pesawat terbang. Ia menyebut, pada arus mudik Lebaran 2019 ini diprediksi terjadi peningkatan sekitar empat persen atau hampir 150 ribu penumpang. Terhitung sejak Rabu (29/5) hingga Kamis (13/6).

"Untuk penumpang, kami prediksi juga terjadi kenaikan kurang lebih empat persen penumpang. Jadi periode tahun lalu jumlah penumpang dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta itu mencapai 3.181.163 tahun 2018. Nah, tahun ini kami prediksi menjadi 3.308.409, jadi kurang lebih ada peningkatan hampir 150 ribu," papar Wakan.

Tidak hanya itu, ia juga menyebut, terdapat sejumlah rute-rute penerbangan domestik yang menjadi favorit masyarakat pada musim libur Lebaran. Di antaranya Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar). "Kemudian ada Surabaya, Makassar, Denpasar, Padang dan Kualanamu (Medan), serta Banjarmasin," ucap dia. Sementara, untuk rute penerbangan internasional, sambung dia, masih didominasi ke Kuala Lumpur, Malaysia, dan Singapura.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2YUojCg
May 29, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2YUojCg
via IFTTT
Share:

Monday, May 27, 2019

TPF Korban Kericuhan 22 Mei Coba Gandeng Komnas HAM

Mabes Polri menyebutkan, TPF tersebut sudah bekerja sejak 23 Mei lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kerja tim pencari fakta (TPF) bentukan Polri terkait korban kericuhan 22 Mei akan melibatkan lembaga independen seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Mabes Polri menyebutkan, tim tersebut sudah bekerja sejak 23 Mei lalu.

"Akan meneliti secara scientific, saksi dikumpulkan dan bekerja tidak sendiri. Kami gandeng lembaga independen, Komnas HAM dan lain-lain," ujar Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Iqbal, saat konferensi pers di Kemenko Polhukam, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/5).

Iqbal menerangkan, TPF itu bekerja dengan dipimpin oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Moechgiyarto. Rencananya, Moechgiyarto akan melakukan komunikasi dengan Komnas HAM untuk mengajak bekerja sama hari ini. "Hari ini (Senin). Hari ini kayaknya Pak Irwasum rencananya akan berkomunikasi (dengan Komnas HAM)," tuturnya.

Menurut mantan Wakapolda Jawa Timur itu, TPF sudah bekerja sejak sehari setelah kericuhan terjadi, yakni pada 23 Mei lalu. Tim tersebut saat ini sedang dalam proses pemeriksaan hasil otopsi para korban dan mencari alat-alat bukti serta saksi yang diperlukan. "Memeriksa hasil otopsi, mencari alat-alat bukti, saksi. Berproses sekarang. Sudah sejak tanggal 23 kemarin," jelas dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2wlGyVb
May 27, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2wlGyVb
via IFTTT
Share:

Saturday, May 25, 2019

Aksi 22 Mei, Polri akan Tindak Aparat Bekerja tak Sesuai SOP

Beredar viral video diduga aparat kepolisian melakukan kekerasan terhadap pemuda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan menindak tegas polisi yang diketahui tidak bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) dalam menangani kericuhan 22 Mei. Hal tersebut merujuk pada beredarnya video viral, yang menunjukkan sejumlah anggota kepolisian melakukan tindakan keras terhadap pemuda.

Pemuda tersebut dinyatakan polisi secara resmi sebagai pelaku ricuh 22 Mei atas nama A alias Andri Bibir. "Dari Mabes Polri sudah menurunkan Propam. Propam sudah bekerja juga meminta keterangan beberapa saksi terkait masalah video," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jendral Polisi Dedi Prasetyo, Sabtu (25/5).

Ia menyebutkan, saksi terkait tindakan keras polisi, termasuk tersangka kericuhan Andri Bibir, juga sudah diinterogasi mengenai tindakan anggota kepolisian. Dedi berjanji Polri akan bersikap profesional dalam penegakan hukum terhadap anggota yang melakukan pelanggaran hukum, dan bekerja tidak sesuai dengan SOP.

"Nanti akan diperiksa dan akan ditindak secara tegas sesuai dengan ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku di internal kepolisian," ujarnya.

Sebelumnya, Dedi menegaskan, video viral tersebut merupakan hoaks. Sebab, video tersebut menggabungkan dua peristiwa yang berbeda. Namun, ia tidak menampik kalau anggota Brimob mengepung Andri Bibir ketika hendak menangkap perusuh tersebut. Sebab saat itu, Andri hendak melarikan diri dari upaya penangkapan oleh anggota Brimob yang ada.

Terkait benar tidaknya tindakan penganiayaan turut dilakukan oleh anggota Brimob pada saat menangkap Andri Bibir, ia menyebutkan pihaknya kini tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2X5HdWt
May 25, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2X5HdWt
via IFTTT
Share:

Friday, May 24, 2019

Bea Cukai Bogor Lirik Potensi Kabupaten Sukabumi

Pemberian fasilitas di bidang kepabeaan dan cukai diharapkan berdampak positif.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Berjarak kurang lebih 67 kilometer (km) dari Bogor dan 112 km dari Jakarta, Sukabumi merupakan salah satu kota sekaligus kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang menyimpan banyak potensi untuk dikembangkan, seperti di sektor industri dan pariwisata. Melihat hal ini, sekaligus menjalankan fungsi sebagai pertumbuhan industri dalam negeri melalui pemberian fasilitas di bidang kepabeanan dan cukai yang tepat sasaran, Bea Cukai Bogor mulai melirik potensi-potensi Kabupaten Sukabumi yang belum tergali.

Mengawali hal tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Bogor Moh. Saifuddin menemui Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, pada tanggal 15 Mei 2019. Kedua pihak berkoordinasi terkait potensi-potensi di wilayah Sukabumi yang sudah dan akan diberikan fasilitas Kepabeanan dan Cukai.

“Seperti fasilitas fiskal berupa Kawasan Berikat dan Pusat Logistik Berikat (PLB) yang ada di Sukabumi misalnya. Berbagai dampak positif dari pemberian fasilitas ini telah banyak berperan dalam perkembangan perekonomian masyarakat,” jelas Saifuddin.

Rencana koordinasi ini, lanjut Saifuddin akan berlanjut tak hanya pada industri besar, namun kepada sektor Industri Kecil Menengah (IKM) di Sukabumi lewat pemberian fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM).

Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi salah satu potensi yang bisa digali, seperti wisata alam pegunungan, danau, jembatan hingga yang sudah mendunia, yaitu Taman Bumi (Geopark) Ciletuh yang berada di wilayah Palabuhan Ratu.

Menanggapi hal ini, Marwan mengungkapkan berbagai potensi dari segala segala bidang yang dimiliki Sukabumi seperti Geopark Ciletuh, masih perlu dikembangkan lagi, dari segi kepabeanan sendiri, Geopark Ciletuh nantinya akan diresmikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna mendorong investasi dari pihak asing.

“Pembangunan KEK akan diikuti pertumbuhan ekonomi daerah dan sektor perekonomian lainnya pun pasti ikut bergairah. Secara konkret, sektor perekonomian yang berkembang, akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan terbukanya lapangan kerja,” ujar Saifuddin seperti dalam siaran pers.

Melalui kunjungan ini, ia berharap akan terbentuk sinergitas antara Bea Cukai dan pemerintah daerah setempat, khususnya Kabupaten Sukabumi, dalam memanfaatkan fasilitas fiskal yang diberikan pemerintah sehingga potensi-potensi yang ada bisa dikembangkan dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WqMEly
May 24, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2WqMEly
via IFTTT
Share:

Sunday, May 19, 2019

Jelang 22 Mei, Jimly Asshiddiqie Ajak Berpikir Luas

Ketum ICMI Prof Jimly Asshiddiqie mengimbau para tokoh dan pendukung berpikir luas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Prof Jimly Asshiddiqie menyampaikan imbauannya jelang hari pengumuman hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada Rabu (22/5) mendatang. Menurut dia, yang terpenting saat ini ialah meredakan tensi politik nasional pascapemilihan umum (pemilu).

Seluruh pihak, lanjut dia, hendaknya menilai pemilu dari perspektif yang jernih. Sebab, bagi negara yang menjalankan demokrasi, pemilu hanyalah rutinitas per lima tahun dalam menentukan kepemimpinan. "Kita harus bisa melihat kepentingan bangsa yang lebih jauh. Tokoh-tokoh sebaiknya ikut berperan mendinginkan suasana," ujar Jimly Asshiddiqie di sela-sela acara di Gedung Asrama Sunan Gunung Jati, Jalan Bunga nomor 21, Jakarta Timur, Ahad (19/5).

Dia menambahkan, diperlukan perspektif dan cakrawala berpikir yang lebih luas agar tidak terjebak pada masalah-masalah kecil menanggapi hasil pemilu. Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menggambarkan, proses refleksi lima tahunan seperti halnya pemilu dapat mencontoh bagaimana Rasulullah SAW ketika menjalankan Isra Mi'raj.

Menurutnya, Isra dapat dimaknai sebagai proses perenungan dalam perjalanan, sedangkan Mi'raj ialah proses melihat keadaan umat atau bangsa dari jarak jauh."Dengan langkah itu, kita bisa melihat dengan jernih. Tidak terjebak dalam masalah-masalah medioker yang membuat pusing," kata Jimly.

Kemudian, Jimly menjelaskan, jika permasalahan pemilu diperpanjang. Maka hal itu akan mendorong terjadinya perpecahan berbasis agama dan identitas kebudayaan. "Sudahlah sekarang yang menang tetap menghargai jangan ngasorake (istilah Jawa artinya 'tidak merendahkan pihak lain' --Red). Kemudian, yang kalah juga jangan mencibir," tutur dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EjYOlZ
May 19, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2EjYOlZ
via IFTTT
Share:

Saturday, May 18, 2019

Kemampuan Merakit Bom Terduga Teroris E Lebih Tinggi

Terduga teroris E memiliki buku panduan untuk membuat bom.

REPUBLIKA.CO.ID,  BOGOR – Terduga teroris E alias AR (51) di Kelurahan Nanggewer, Kabupaten Bogor pada Jumat (18/5) petang lalu. Peledakan Bom tersebut ditargetkan untuk bisa meledak pada hasil pengumuman Pemilu pada 22 Mei mendatang di Gedung Komisi Pemilihan Umum.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo  mengatakan, kemampuan merakit Bom terduga E dinilainya lebih baik dari pada terduga teroris yang tergabung dalam kelompok JAD di Bekasi dan Jawa Tengah yang sebelumnya ditangkap. Dia menambahkan, E memiliki lanoratorium untuk membuat Bom dengan berbagai peralatan dan Bahan kimia.

“Dia memiliki banyak buku panduan untuk membuat Bom yang semuanya high explosive,” ujarnya, Sabtu (18/5).

Dedi menuturkan, dalam laboratorium miliknya juga sudah disiapkan panci, Rice Cooker dan bahan pendukung lainnya sebagai media pembantu dalam merakitnya. Menurut dia, dalam pembekukan ada banyak barang bukti yang didapatkan. Menurut dia, pemusnahan barang tersebut akan dilakukan di lapangan terbuka.

“Disposal akan dilakukan di lapangan karena disini daerah pemukiman jadi tidak bisa,” kata dia.

Lebih lanjut dia menambahkan, dalam aksi yang tadinya akan dilancarkan pada 22 Mei lalu itu, pihaknya berniat untuk memberikan pesan kepada jaringan internasionalnya bahwa kelompok ini masih ada dan bisa melakukan penyerangan. Menurut dia, Mabes Polri sudah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengerahkan masa dengan jumlah yang besar di pengumuman hasil KPU pada 22 Mei nanti untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

 “Intinya, pengamanan pada 22 Mei dari Polri dan TNI nantinya tidak akan dibekali senjata api dan tajam, hanya tameng,” kata dia.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VyJBDk
May 18, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VyJBDk
via IFTTT
Share:

Sunday, May 12, 2019

In Picture: ICW dan TII Soroti 18 Kasus Besar yang Belum Dituntaskan KPK

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Transparency Internasional Indonesia (TII) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat terdapat 18 kasus korupsi lama dan dalam skala yang relatif besar belum dituntaskan oleh KPK, karena dalam kasus tersebut masih ada pihak-pihak lain yang diduga terlibat, namun belum terjerat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2JeH67B
May 12, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JeH67B
via IFTTT
Share:

Thursday, May 9, 2019

DIY Racikan Minyak Esensial untuk Penambah Semangat

Minyak esensial bisa diracik sendiri untuk dijadikan ramuan penambah semangat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minyak esensial terdiri dari berbagai jenis produk. Ada minyak esensial tunggal, minyak esensial hasil pencampuran (blend), minyak dalam bentuk roll-on, serta minyak khusus untuk pijat. Ramuan lain bisa didapat dari hasil kombinasi.

Pada gelaran "Oilthentic Exhibition 2019", Young Living Indonesia menghadirkan sesi do it yourself (DIY). Sesi tersebut mengajak pengunjung pameran mencampurkan minyak esensial tunggal untuk ramuan berkhasiat.

Training Manager Young Living Indonesia Lysa Evy Lenny mengenalkan dua ramuan yang bisa dibuat. Ada reboot body spray yang bisa menjadi parfum penambah semangat serta bye-bye bugs untuk mengusir serangga.

"Minyak esensial tunggal terbuat dari satu jenis tanaman saja dan jika dicampurkan bisa menjadi berbagai produk lain, seperti masker wajah, parfum, dan banyak lagi," ungkapnya.

Untuk membuat reboot body spray, dia menuangkan 12 tetes minyak esensial orange, dua tetes spearmint ke dalam botol berukuran 60 mililiter. Setelah itu, campuran minyak esensial itu ditambahkan dengan air distilasi (hasil penyulingan).

"Tinggal dikocok sebelum dipakai," ungkap Lysa.

Sementara itu, untuk membuat bye-bye bugs, sediakan botol berukuran 10 mililiter. Bahan yang dicampur adalah 10 tetes minyak witch hazel, setetes lemongrass, setetes peppermint, dan setetes lavender.

"Penuhi botol dengan air distilasi lalu kocok sebelum dipakai. Semprotkan pada kulit untuk menghindarkan dari gigitan serangga," kata Lysa.

Sales and Marketing Manager Young Living Indonesia Roslina Situmeang mengatakan, pihaknya ingin lebih mendekatkan minyak esensial kepada masyarakat. "Oilthentic Exhibition 2019" adalah acara pertama yang diadakan Young Living untuk publik.

Secara keseluruhan, rentang harga minyak esensial yang dihadirkan Young Living amat bervariasi. Harga terendah sebesar Rp 168 ribu dan tertinggi ialah rose seharga Rp 3,8 juta untuk ukuran lima mililiter.

"Target kami adalah semua orang yang mau menerapkan gaya hidup sehat, tidak terpapar zat kimia, serta menginginkan kehidupan yang lebih alami," kata Roslina.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VRBrdK
May 09, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VRBrdK
via IFTTT
Share:

Saturday, May 4, 2019

Mario Gomez Akui Sulit Bagi Borneo FC Taklukkan Persib

Borneo FC lolos dengan keunggulan gol tandang setelah agregat pertemuan kedua tim 4-4

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Borneo FC lolos ke babak semifinal Piala Indonesia usai menyingkirkan Persib Bandung. Meski kalah 2-3 di kandang Persib, Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/5), Borneo FC lolos dengan keunggulan gol tandang setelah agregat pertemuan kedua tim 4-4.

Pelatih Borneo FC Mario Gomez mengakui laga tersebut sangat sulit bagi timnya maupun Persib. Kedua tim sama-sama berjuang untuk bisa lolos babak semifinal.

"Kami bisa mencetak dua gol di babak kedua. Babak pertama kami tidak terlalu bermain baik, tapi di babak kedua bisa lebih baik lagi," kata Gomez usai laga.

Dia menyatakan, target Borneo FC bukan mencari kemenangan. Unggul dalam aturan gol tandang agar bisa lolos disebutnya sudah cukup.

"Sekarang kami akan ke semifinal di kandang. Hari ini kami menikmati kemenangan dan besok kami akan fokus untuk persiapan Liga," kata pelatih yang musim lalu menukangi Persib.

Pemain belakang Borneo Diego Michiels bersyukur atas hasil tersebut. Dia mengakui memang sulit untuk bisa menaklukkan Persib di Bandung.

"Kita tahu main di Bandung lawan Persib selalu susah. Kita lihat hari ini kami kalah 3-2 tapi sebelumnya menang di kandang dan alhamdulillah kami lolos," kata Diego.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vIQqYt
May 04, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vIQqYt
via IFTTT
Share:

Saturday, April 27, 2019

Polisi Jelaskan Alasan Pemeriksaan Eggi Sudjana 13 Jam

Pemeriksaan Eggy Sudjana berdasarkan laporan relawan Jokowi-Maruf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana dilaporkan di polisi atas tuduhan makar. Tuduhan ini muncul menyusul pernyataannya terkait ajakan people power menyebar di aplikasi WhatsApp.

Eggi Sudjana menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya selama 13 jam. Usai pemeriksaan Eggi memberikan pernyataan dan membantah bahwa ajakan people power tersebut diartikan sebagai upaya makar. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes, Argo Yuwono, mengatakan pemeriksaan penyidik terhadap Eggi atas tuduhan makar adalah berdasarkan laporan. Laporan yang diterima penyidik, kata Argo, ialah sangkaan terhadap pasal 160 KUHP.

“Ya memang laporannya begitu, pasal yang disangkakan Pasal 160 KUHP,” kata Argo dalam pesan tertulis, Sabtu (27/4).

Argo menuturkan, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap Eggi pada Jumat (26/4) kemarin. Yang bersangkutan pun memenuhi panggilan dan hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya.

Eggi menjalani pemeriksaan sejak pukul 16.00 WIB hingga Sabtu (27/3) dini hari. Diperiksa selama 13 jam, penyidik meminta keterangan Eggi perihal videonya yang dianggap melakukan ajakan people power. “Berkaitan dengan adanya video yang mengajak melakukan people power,” kata Argo. Saat ditanyakan kembali mengenai hasil pemeriksaan, Argo tidak merespons.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri telah melimpahkan laporan terhadap Eggi Sudjana atas dugaan Pasal Makar. Laporan tersebut dibuat oleh relawan Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac), Supriyanto atas pernyataan Eggi terkait ajakan people power dalam sebuah rekaman video.   

Eggi sendiri membantah bahwa seruannya itu dikaitkan dengan makar. Eggi menegaskan bahwa pidatonya sama sekali tidak ada niatan untuk melawan pemerintah yang sah sebagaimana yang disangkakan. 

Eggi menyebut, peryataannya terkait people power merupakan konsekuensi logis dari situasi yang disebutnya sebagai pemilu curang. Menurut politikus PAN ini, people power merupakan konsekuensi logis dari segala kecurangan.  

Dirinya mengaku telah melaporkan kecurangan ke Bawaslu. Namun, menurutnya tidak ada respons. Dia mengklaim, bahwa seruan people power yang dilakukannya pun dilindungi oleh undang-undang.  

"Jadi kecurangan ini sudah kita upayakan secara prosedur, datang ke Bawaslu, saya ke Malaysia juga saya temui dubes, tapi tidak ada responsif yang berharap untuk bisa diselesaikan,” kata dia. 

Jadi, Eggy beranggapan  logika gerakannya menjadi kekuatan rakyat dan  kekuatan rakyat itu sah menurut UUD 1945 Pasal 1 ayat 2 dan 3 menyatakan dengan jelas kedaulatan rakyat bahkan pasal 28e ayat 3 UUD 1945 menyatakan, setiap orang berhak berserikat, berkumpul, dan menyatakan pendapat. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vlPcCz
April 27, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vlPcCz
via IFTTT
Share:

Thursday, April 25, 2019

In Picture: Normalisasi Kali Ciliwung Dilanjutkan

Program normalisasi Kali Ciliwung ditargetkan dimulai kembali pada tahun 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak-anak bermain diatas sheet pile yang terbengkalai di kawasan Kalibata, Jakarta, Kamis (25/4).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) untuk melanjuktan program normalisasi Sungai Ciliwung yang ditargetkan dimulai kembali pada tahun 2020.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UE7zg3
April 25, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UE7zg3
via IFTTT
Share:

Monday, April 22, 2019

Israel Tutup Masjid Ibrahimi untuk Muslim Selama Paskah

Masjid Ibrahim ditutup bagi jamaah Muslim selama dua hari untuk perayaan Paskah.

REPUBLIKA.CO.ID, HEBRON -- Otoritas Israel menutup sementara Masjid Ibrahimi di kota Hebron di Tepi Barat, Senin (22/4). Menurut seorang pejabat Palestina, masjid tersebut ditutup bagi jamaah Muslim selama dua hari untuk merayakan hari Paskah Yahudi. 

Direktur wakaf agama di Hebron, Hafthi Abu Sneineh, mengatakan Israel telah memberi tahu mereka tentang penutupan Masjid Ibrahimi pada Senin pagi hingga Selasa malam. 

"Masjid itu akan ditutup untuk jamaah Muslim dan dibuka hanya bagi pemukim Yahudi selama Paskah," kata Abu Sneineh, dilansir dari Anadolu Agency, Senin (22/4).

Ia mengatakan, pasukan Israel telah dikerahkan di halaman masjid dengan klaim memberikan perlindungan bagi orang Yahudi. Kompleks Masjid Ibrahimi tersebut merupakan situs yang dihormati baik oleh umat Muslim maupun Yahudi. Masjid itu diyakini menandai tempat pemakaman nabi Ibrahim, nabi Ishak, dan Nabi Yakub. 

Setelah peristiwa pembantaian 29 jamaah Palestina pada 1994 di dalam masjid oleh pemukim ekstremis Baruch Goldstein, otoritas Israel kemudian memisahkan jamaah Muslim dan Yahudi. Kota Hebron sendiri merupakan rumah bagi sekitar 160 ribu Muslim Palestina dan sekitar 500 pemukim Yahudi. Wilayah tersebut berada di kantong khusus Yahudi yang dijaga ketat oleh pasukan Israel. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IAx1S1
April 22, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IAx1S1
via IFTTT
Share:

Thursday, April 18, 2019

Golkar Optimistis Berada di Posisi Kedua

Berdasarkan hitung cepat Cyrus Network, Golkar mendapatkan suara 12,7 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Partai Golkar terus memantau perolehan suara Pemilu 2019 dari seluruh daerah. Kadernya di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi, terlibat langsung untuk memastikan suara Golkar sesuai dengan kertas suara yang ada. Strategi tersebut dilakukan untuk mengawal proses pemilu yang transparan sehingga memenuhi harapan masyarakat.

“Kami membantu pelaksanaan pemilu agar berjalan sesuai dengan harapan rakyat,” ujar Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta pada Kamis (18/4).

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak terprovokasi pihak tak bertanggung jawab yang mengacaukan suasana. Kali ini, semua pihak diimbaunya untuk mempercayakan proses penghitungan suara kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka sedang merekap perolehan suara dari berbagai daerah.

Meski masih dihitung, pihaknya optimistis Golkar akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Mekanisme perhitungan di tempat pemungutan suara (TPS) dimulai dengan pemilihan umum presiden hingga selesai. Setelah itu penghitungan hasil pemilihan umum legislatif.

Berdasarkan hitung cepat Cyrus Network, Golkar mendapatkan suara 12,7 persen, mengungguli Gerindra 12,1 persen, dan parpol lainnya. Berdasarkan hitung cepat itu, Golkar berada di urutan kedua setelah PDIP yang memperoleh suara 19 persen.

“Ini kan belum hasil akhir ya. Kita tunggu saja real count KPU seperti apa nanti. Itulah yang nanti akan menjadi rujukan hasil pemilu 2019. Berbagai hasil hitung cepat, seperti Cyrus Network saya maknai sebagai doa dan harapan masyarakat yang menginginkan Golkar semakin baik,” ujar Airlangga.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VRpz8n
April 18, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VRpz8n
via IFTTT
Share:

Monday, April 15, 2019

Presiden Ekuador: Assange Pakai Kedubes untuk Pengintaian

Presiden Ekuador menuding Julian Assange melanggar peraturan suakanya.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Presiden Ekuador Lenin Moreno mengatakan Pendiri WikiLeaks Julian Assange berulang kali melanggar peraturan suakanya dan berupaya memanfaatkan Kedutaan Besar Ekuador di London sebagai pusat pengintaian.

Kepolisian London menyeret Assange keluar dari kedutaan pada Kamis setelah suaka selama tujuh tahunnya dicabut. Hal tersebut membuka jalan bagi ekstradisinya ke Amerika Serikat atas salah satu kebocoran informasi rahasia terbesar.

Hubungan Assange dengan tuan rumah hancur setelah Ekuador menuduhnya membocorkan informasi tentang kehidupan pribadi Moreno.

Moreno kepada Guardian, membantah tindakannya itu sebagai aksi balas dendam terhadap Assange lantaran telah membocorkan dokumen keluarganya. Moreno mengatakan bahwa ia menyesalkan aksi Assange yang telah memanfaatkan kedutaan untuk ikut campur dalam demokrasi negara lain.

"Setiap upaya untuk mengacaukan adalah tindakan tercela bagi Ekuador, karena kami adalah negara berdaulat dan menghormati politik masing-masing negara," kata Moreno kepada Guardian melalui surat elektronik.

"Kami tidak dapat membiarkan rumah kami, rumah yang membuka pintunya, untuk menjadi pusat pengintaian," kata Moreno.

Pendukung Assange menuding Ekuador mengkhianati Assange atas perintah Washington. Mereka juga mengatakan bahwa pencabutan suaka Assange ilegal dan itu menandai momen kelam bagi kebebasan pers.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZaDQim
April 15, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ZaDQim
via IFTTT
Share:

Saturday, April 6, 2019

Kondisi Mick Jagger Membaik Usai Operasi Katup Jantung

Mick Jagger menjalani operasi penggantian katup jantung di New York.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vokalis Rolling Stones, Mick Jagger, mengatakan kondisinya sudah membaik seusai menjalani operasi katup jantung. Pentolan band asal Inggris berusia 75 tahun itu menjalani operasi penggantian katup jantung di New York pada awal April.

Jagger dan perwakilannya tidak memberikan rincian operasi, tapi memastikan tindakan medis itu berjalan baik. "Terima kasih semuanya atas pesan dan dukungan Anda. Saya merasa jauh lebih baik sekarang dan dalam pemulihan -- dan juga terima kasih banyak kepada semua staf rumah sakit atas pekerjaan yang luar biasa," tulis Jagger dalan akun Twitter resminya.

Juru bicara Jagger di AS berharap sang vokalis dapat segera pulih agar mampu melanjutkan tur Amerika Utara yang semestinya digelar pada akhir April.

Billboard, yang mengutip sumber anonim, mengatakan operasi penggantian katup jantung itu menggunakan metode "transcatheter aorta valve replacement (TAVR)" yang kini ditempuh banyak pasien jantung karena waktu pemulihan yang lebih cepat.

Rolling Stones pun menjadwal ulang tur konsernya di Amerika Utara akan digelar pada Juli, kata Billboard.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Uj1Xg8
April 06, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Uj1Xg8
via IFTTT
Share:

Friday, April 5, 2019

Titi Kamal Kepo dengan Kehidupan Kylie Jenner

Kylie Jenner menjadi miliarder termuda pada usia 21 karena berbisnis kosmetik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Titi Kamal mengaku penasaran dengan kehidupan bintang Hollywood Kylie Jenner. Dia mengetahui Kylie menjadi miliarder karena bisnis kosmetiknya.

"Cuma kepo aja, pengen jadi kayak Kylie Jenner, kayaknya enak bisa kemana-mana," ujar Titi dalam kunjungan media promosi film Rumput Tetangga di Kantor Berita Antara, Jumat.

Titi mengaku penasaran dengan kehidupan bungsu dari keluarga Kardashian-Jenner itu karena ia juga menjalankan bisnis kosmetik dengan merek Kamalia Beauty. Kylie menjadi miliarder termuda pada usia 21 tahun karena menjual produk-produk kosmetik.

Keingintahuan Titi tentang Kylie itu menyerupai keinginan tokoh Kirana yang diperankannya dalam Rumput Tetangga untuk menjadi sosok lain. Kirana, yang menjadi ibu rumah tangga, ingin "mencicipi" kehidupan sebagai wanita kareir yang sukses.

Rumput Tetangga bercerita tentang Kirana (Titi Kamal) seorang ibu dua anak yang semasa SMA adalah perempuan yang aktif dalam kegiatan sekolah, popular, dan juga memiliki prestasi yang baik. Semua orang berpikir jika nantinya dia akan menjadi wanita karier yang sukses, namun ia kemudian menjadi seorang ibu rumah tangga.

Kirana berhadapan dengan sahabatnya, Diana (Donita), yang menjalani hidup impiannya sebagai perempuan kareir yang perfeksionis. Sementara bagi Donita, pepatah rumput tetangga lebih hijau justru terasa ketika melihat perkembangan anak orang lain yang tampak lebih baik dibanding buah hatinya..

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VnwJko
April 05, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2VnwJko
via IFTTT
Share:

Thursday, April 4, 2019

In Picture: Kampanye Terbuka Cawapres Sandiaga Uno di Lumajang

Kampanye dihadiri pendukung, simpatisan, pengurus parpol pendukung dan calon legisl

REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG -- Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengadiri kampanye terbuka di Stadion Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (4/4/2019).

Kampanye terbuka pasangan capres dan cawapres nomor 02 itu diikuti oleh ribuan pendukung, simpatisan, pengurus parpol pendukung dan calon legislatif.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2uLhea9
April 04, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2uLhea9
via IFTTT
Share:

Wednesday, February 20, 2019

Teladan Peradaban Islam dalam Menerima Musafir (2)

Banyak 'funduq' yang menjadi tempat penginapan para saudagar yang singgah dari luar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para pemilik hotel pada era keemasan Islam selalu memiliki juru masak terbaik yang dibayar dengan upah sepadan. Seperti halnya kamar-kamar tidur, dapur menjadi tolok ukur reputasi suatu funduq--sebutan untuk hotel pada masa itu.

Terlebih lagi bagi hotel-hotel yang memang bertujuan komersial. Hidangan yang tersaji kepada para pelanggan mesti sempurna dan menunjukkan cita rasa khas setiap daerah. Tentu saja bahan baku yang dipakai terjamin halal.

Apa yang kini secara unik dinamakan “hotel syariah” merupakan hal yang sangat lumrah ditemui pada masa itu.

Di luar aspek tanggung jawab sosial negara, funduq juga berkaitan dengan ranah bisnis. Dia menjadi tempat menginap para saudagar asing yang mengunjungi negeri-negeri Islam. Raghib as-Sirjani dalam buku Sumbangan Peradaban Islam pada Dunia (2011), mengambil keterangan dari sejarawan Muslim era Dinasti Mamluk, al-Maqrizi.

Penulis klasik itu mengarang Kitāb al-Sulūk li Ma'rifat Duwal al-Mulūk. Dijelaskannya, ada hotel-hotel di Mesir yang memang dikhususkan bagi para saudagar Italia dan Swiss, serta bangsa-bangsa lainnya asal Eropa.

Segenap fasilitas umum tersebut mematuhi syariat—semisal tidak menjual minuman memabukkan. Kendati demikian, kualitas pelayanannya tidak berkurang sama sekali.

Olivia Remie Constable dalam Housing the Stranger in the Mediterranean World (2003) mengutip catatan pengelana Muslim dari abad ke-10, Ibn Hawqal. Saat mengunjungi Nishapur (Iran) pada 970, disaksikannya bahwa kota tersebut memiliki banyak funduq yang diperuntukkan bagi kalangan saudagar dari mancanegara.

Rata-rata, di dalamnya dilengkapi ruangan khusus untuk transaksi atau perundingan bisnis. Barangkali, ruangan itu setara balai sidang atau aula (hall) hotel zaman sekarang.

Tidak sedikit pula funduq yang dikhususkan bagi pedagang komoditas tertentu. Hal ini mengingatkan kita pada catatan al-Maqrizi yang menyebutkan adanya Hotel Tharanthay di Kairo yang hanya dihuni para penjual minyak wangi asal Suriah.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SaSPnO
February 20, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SaSPnO
via IFTTT
Share:

Berapa Kerugian Negara Jika PNS Korup Belum Dipecat?

Ada pejabat yang nakal sehingga membuat PNS koruptor tak dipecat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Indonesian Corruption Watch (ICW) membuat laporan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait adanya 1.466 PNS koruptor yang masih digaji negara atau belum dipecat pada Rabu (20/2). Akibat hal tersebut, menurut ICW negara dirugikan miliaran rupiah setiap tahun.

Dalam laporannya, Staf Investigasi ICW, Wana Alamsyah meminta agar BPK menghitung kerugian negara akibat menggaji PNS koruptor tersebut. "ICW mendesak BPK segera melakukan pemeriksaan terhadap instansi yang tercatat belum memecat PNS berstatus terpidana korupsi. BPK harus melakukan langkah menghitung kerugian negara akibat gaji yang telah dibayarkan kepada PNS tersebut," tegasnya di Gedung BPK Jakarta, Rabu (20/2).

Alamsyah menuturkan berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) antara Kemendagri, Kemenpan RB, serta BKN proses pemecatan PNS koruptor seharusnya selesai di akhir 2018. Namun, dalam praktiknya hingga  Januari 2019  dari data BKN per 15 Januari dari 2.357 PNS koruptor itu masih ada 1.466 atau 62 persen yang belum dipecat hingga saat ini. Artinya baru 393 PNS yang diberhentikan tidak dengan hormat.

Lebih lanjut ia menuturkan, perhitungan ICW berdasarkan PP 30 tahun 2015, negara dirugikan Rp 72 miliar setiap tahun lantaran menggaji PNS koruptor. "PNS yang terjerat korupsi itu berada di golongan III, masa kerjanya sekitar 16 dan ditemukan ada Rp 3,5 juta untuk gaji pokoknya saja kalau seandainya kita coba hitung dikalikan dengan 1.466 PNS koruptor itu sekitar Rp 6,5 milliar per bulan, kalau per tahun ada sekitar Rp 72 miliar potensi negara dirugikan akibat menggaji PNS koruptor," jelas Alamsyah.

Adapun, sambung dia, permasalahan pokok hal ini bersumber pada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) yang tidak memberi detil nama dan jabatan 1.466 PNS yang terlibat korupsi. PPK seharusnya memberi data tersebut.

"BKN tupoksinya itu memblokir PNS koruptor, informasinya dari mana? informasinya dari pejabat pembina kepegawaian (PPK) yang mana itu dimandatkan kepada kepala daerah dan menteri atau sekjen di lembaga," terangnya.

Menanggapi laporan tersebut, PLH Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional BPK, Rati Dewi Puspita Purba mengatakan akan menganalisa laporan ICW tersebut. Kemudian BPK juva akan koordinasi dengan lembaga terkait.

"Kami harus membaca dulu menganalisis dulu isinya, nanti sesuai kewenangan BPK akan kami proses. Tidak menutup kemungkinan kita melakukan koordinasi dengan Kementrian, lembaga dan instansi terkait," ucap Rati.

Sebelumnya, pada akhir Januari 2019, KPK mengingatkan seluruh pimpinan lembaga negara tak berkompromi dalam memecat PNS yang sudah divonis bersalah dalam kasus korupsi.

"Kami Ingatkan agar kita semua tidak bersikap kompromi terhadap pelaku korupsi. Apalagi yang belum diberhentikan ini adalah mereka yang sudah divonis bersalah," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah akhir Januari lalu.

"KPK sangat menyayangkan rendahnya komitmen PPK baik di pusat ataupun daerah untuk mematuhi perundang-undanganan yang berlaku tersebut," tambah Febri.

Saat ini, sambung dia, KPK sedang terus bekoordinasi untuk memastikan ketidakpatuhan atau hambatan dalam pemberhentian ini. Terlebih sejak 13 September 2018 telah ditandatangani Keputusan Bersama Mendagri, Menpan RB dan Kepala BKN.

"Seharusnya hal ini dipatuhi," tegasnya.

Diketahui, untuk instansi pusat, dari 98 PNS yang divonis bersalah karena korupsi, baru 49 orang yang diberhentikan. Beberapa kementerian  tercatat belum memberhentikan sejumlah PNS yang melakukan korupsi.

Tercatat Kementrian yang belum memecat pegawainya adalah Kementerian PUPR: 9 orang; Kemenristek Dikti: 9 orang; Kementerian Kelauatan dan Perikanan: 3 orang; Kementerian Pertahanan: 3 orang dan Kementerian Pertanian: 3 orang.

Sedangkan Kementerian yang terbanyak memberhentikan PNS terbukti korupsi adalah Kementerian Perhubungan 17 orang dan Kementerian Agama 7 orang. Febri menambahkan, seharusnya Judicial Review yang diajukan ke MK tidak bisa menjadi alasan untuk menunda aturan yang telah jelas tersebut.

"KPK mengimbau agar Pimpinan instansi serius menegakan aturan terkait dengan pemberhentian tidak dg hormat thd PNS yang korupsi tersebut. Karena sikap kompromi terhadap pelaku korupsi, selain dapat mengikis kepercayaan masyarakat thd pemerintah, juga beresiko menambah kerugian keuangan negara karena penghasilan PNS tersebut masih harus dibayarkan negara," tegasnya.

Sementara, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkapkan ada sejumlah alasan PNS tervonis korupsi tak kunjung dipecat. Salah satu alasannya kepala daerah mengaku belum menerima salinan putusan dari Mahkamah Agung (MA).

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan dari Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN disebutkan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) berwenang mengangkat, merotasi dan menghentikan PNS. PPK di tingkat Kementerian ialah Menteri dan di tingkat daerah yaitu kepala daerahnya. Ia menekankan cepat atau lambatnya pemecatan PNS dalam bentuk pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) tergantung PPK. BKN, kata dia tugasnya mendata PNS tervonis korupsi dan telah inkrah (berkekuatan hukum tetap).

"Persoalan lambat karena PPK mengaku enggak terima salinan amar putusan MA. Makanya kami gandeng MA biar pas sudah inkrah maka salinannya cepat dikasih ke PPK biar ditindak secara administratif," katanya pada Republika.co.id, Senin (28/1).

Menurutnya, wajar bila PPK menunggu adanya salinan putusan MA. Sebab, keputusan PPK berpeluang dituntut di kemudian hari jika tak sesuai dengan hal itu. Sehingga, BKN mengaku akan memperkuat koordinasi dengan MA supaya tiap salinan putusan secepatnya diberikan pada PPK.

"Tanpa salinan itu maka enggak ada dasarnya khawatir bisa di PTUN-kan. PPK akhirnya ragu-ragu, takut salah orang," ujarnya.

Selain itu, ia menyebut adanya PPK yang nakal tak memecat PNS tervonis korupsi. Menurutnya, PPK kerap berdalih kasus yang diterima PNS itu merupakan beban PPK sebelumnya. Kemudian, PPK tersebut yang mayoritasnya kepala daerah enggan melaksanakan pemecatan.

"Ada keengganan PPK, bisa saja anggap problem bupati terdahulu. kok mereka merasa harus membersihkan kesalahan bupati sebelumnya. Tapi ini kewajiban PPK eksisting kapan pun terjadi tipikor," ucapnya.

Tak berhenti di situ, ia mengatakan keputusan memecat PNS tervonis korupsi sering dibenturkan dengan alasan kemanusian. Ia mengungkapkan ada pihak yang membela para PNS tersebut. Padahal menurutnya, pemecatan itu sudah disandarkan hukum yang berlaku. Terlebih lagi, pemecatan semestinya dilakukan 30 hari seusai keluar inkrah dari pengadilan.

"Kami sampaikan unsur kemanusiaan ada dalam putusan hakim sebelumnya. Kalau mau rasa keadilan maka sudah lewat," tegasnya.

Baca juga: Punya Caleg Eks Koruptor Terbanyak, Hanura: Kami Kecolongan

Baca juga: Nasihat Ustaz Abdul Somad untuk Penunda Shalat

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XdItY1
February 20, 2019 at 07:45PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2XdItY1
via IFTTT
Share: