Showing posts with label 2019 at 08:28PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:28PM. Show all posts

Thursday, May 30, 2019

Alex Morgan Jadi Ujung Tombak Andalan Timnas Putri AS

Morgan bertanggung jawab besar dalam upaya mempertahankan gelar Piala Dunia Wanita.

REPUBLIKA.CO.ID, Pesepak bola putri Amerika Serikat (AS), Alex Morgan memiliki tanggung jawab besar dalam upaya mempertahankan gelar Piala Dunia Wanita. Morgan adalah ujung tombak sepak bola AS saat ini.

AS merupakan juara bertahan Piala Dunia Wanita. Skuat Paman Sam akan berupaya mempertahankan gelar tersebut pada Juni 2019 mendatang di Prancis. Para pemain berangkat ke Prancis dengan membawa ekspektasi besar dari rakyat AS.

Alex Morgan adalah harapan AS untuk berjaya di Prancis. Dia disebut-sebut sebagai pesepak bola paling berpengaruh tahun ini.

“Morgan adalah bintang olah raga Amerika yang paling laku sejak Mia Hamm dan ujung tombak AS untuk meraih gelar Piala Dunia kedua berturut-turut musim panas ini,” tulis sebuah artikel, dikutip dari Time, Senin (27/5).

Morgan adalah pesepak bola kelahiran 2 Juli 1989 atau 29 tahun lalu. Dia turut meraih medali emas olimpiade dan Piala Dunia bersama negaranya. Sejak 2018 dia terpilih sebagai salah satu kapten tim bersama Carli Lloyd dan Megan Rapinoe.

Selama kariernya, Morgan banyak membantu tim yang dibelanya meraih gelar. Di antaranya saat bergabung dengan Portland Thorns yang berhasil mempersembahkan gelar liga pada tahun 2013. Selain urusan sepak bola, Morgan juga aktif sebagai penulis.

Morgan menulis buku seri kelas menengah bekerja sama dengan Simon & Schuster tentang empat pemain sepak bola: The Kicks, dan masuk dalam daftar buku best seller New York Time pada Mei 2013.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XdMvz6
May 30, 2019 at 08:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2JOwTiC
via IFTTT
Share:

Sunday, May 19, 2019

Bawaslu Papua Cemas Rekapitulasi Nasional Terganggu

Bawaslu Papua menyayangkan keterlambatan penghitungan suara di provinsi setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua menyayangkan keterlambatan penghitungan suara di tingkat provinsi setempat. Sebab, masih ada satu kota di wilayahnya yang belum menyelesaikan pleno sehingga dikhawatirkan mengganggu tahapan nasional menuntaskah penghitungan suara hasil Pemilu 2019.

Anggota Bawaslu Provinsi Papua Ronald Manoach mengatakan masih bermasalah penghitungan suara untuk DPRD di tingkat Kota Jayapura memang sebuah kasus khusus. "Jika kemudian masalah DPRD kota ini berlarut-larut dan mempengaruhi yang lain seperti tingkat provinsi serta di atasnya, maka belum bisa selesai sampai 22 Mei 2019," katanya di Jayapura, Ahad (19/5).

Menurut Ronald, di tingkat provinsi ini untuk pengesahan DPRP, DPR, DPD dan presiden, sehingga belum selesainya penetapan DPRD kota memang menjadi kasus khusus untuk Kota Jayapura. "Untuk Kota Jayapura sangatlah kompleks, sehingga memang situasionalnya seperti itu, dan ini provinsi mengejar tahapan agar kemudian jangan mengganggu tahapan nasional khususnya presiden," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya berharap penghitungan suara DPRD Kota Jayapura dapat diselesaikan pada Minggu ini, sehingga dapat dilanjutkan dengan pleno tingkat provinsi. "Pada Sabtu malam (18/5) hingga Minggu dini hari masih berlarut-larut dengan penghitungan suara di tingkat Kota Jayapura khususnya untuk DPRD, sehingga harus segera menyelesaikan agar rekapitulasi provinsi jangan mengganggu tahapan nasional," katanya lagi.

Batas waktu penyelesaian rekapitulasi suara tingkat Provinsi Papua adalah Ahad (12/5). Namun, hingga kini masih ada kabupaten yang belum menyelesaikan plenonya yakni Kota Jayapura, dan yang masih bermasalah adalah hasil penghitungan suara DPRD setempat.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Wdid2b
May 19, 2019 at 08:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Wdid2b
via IFTTT
Share:

Saturday, February 16, 2019

AS: Saatnya Eropa Mundur dari Kesepakatan Nuklir Iran

AS menilai langkah Eropa keliru dan hanya menguatkan Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, MUNCHEN -- Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence mendesak Uni Eropa menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran. Hal tersebut dia sampaikan saat menghadiri konferensi keamanan di Munchen, Jerman, Sabtu (16/2).

"Sudah tiba waktunya bagi mitra Eropa kami untuk berdiri bersama kami dan dengan rakyat Iran. Sudah saatnya bagi mitra Eropa untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran," ujar Pence.

Sebelumnya Pence telah menyerukan hal serupa. Dia bahkan menuding negara-negara Eropa berupaya menciptakan mekanisme untuk melanggar sanksi ekonomi AS terhadap Teheran. 

"Ini adalah langkah keliru yang hanya akan memperkuat Iran, melemahkan Uni Eropa, dan menciptakan jarak yang lebih jauh antara Eropa dan AS," katanya pada Kamis (14/2).

Presiden AS Donald Trump telah menarik negaranya dari kesepakatan nuklir Iran pada Mei tahun lalu. Trump menilai kesepakatan nuklir Iran atau dikenal dengan istilah Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) cacat. Sebab kesepakatan itu tidak mengatur tentang program rudal balistik Teheran.

Setelah mundur dari JCPOA, AS kemudian memberlakukan kembali sanksi ekonomi berlapis untuk Iran. Salah satu tujuan dari sanksi itu adalah menekan ekspor minyak Iran. 

JCPOA disepakati pada Oktober 2015. Kesepatan tersebut dicapai melalui negosiasi yang panjang dan alot antara Iran dengan AS, Cina, Rusia, Jerman, Prancis, Inggris, dan Uni Eropa. Inti dari JCPOA adalah memastikan bahwa penggunaan nuklir Iran terbatas untuk kepentingan sipil, bukan militer. Sebagai imbalannya, sanksi ekonomi Iran akan dicabut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TUIZYQ
February 16, 2019 at 08:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TUIZYQ
via IFTTT
Share:

Sunday, January 27, 2019

Jenderal Soedirman, Di Antara Dua Orang Kiri

Soedirman pernah terseret konflik elit-elit politik nasional

Kolonel Soedirman terseret ke dalam konflik politik elite-elite nasional dua bulan setelah ia terpilih menjadi panglima Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Di satu sisi, ada duet Sutan Syahrir dan Amir Syafruddin dengan kekuatan kabinet sosialisnya. Di sisi lain, muncul Tan Malaka, Bapak Republik beraliran Marxis, yang mendirikan Persatuan Perjuangan sebagai kekuatan politik baru untuk menekan pemerintah.

Dalam beberapa literatur disebutkan, selama enam bulan pertama 1946 posisi Soedirman menjadi amat penting bagi keutuhan Indonesia saat itu. "Everything now depends on Soedirman." Demikian pendapat penulis Louis Fischer melihat pertarungan politik internal di Indonesia saat itu seperti tertuang dalam bukunya, "The Story of Indonesia" yang terbit pada tahun 1959, seperti dikutip dalam Yahya Muhaimin, "Perkembangan Militer dalam Politik di Indonesia 1945-1966" yang terbit pada tahun 1982.

"Secara pribadi, Pak Dirman dengan Syahrir itu memang tidak bagus hubungannya. Kurang bagus. Syahrir terlalu ke Barat. Syahrir kerap menyampaikan: Panglima tentara haruslah bisa berbahasa Belanda atau bahasa asing lainnya. Sementara, Pak Dirman di mata Syahrir itu tidak memiliki kemampuan berbahasa asing yang bagus. Itu salah satu persoalan pribadinya." Demikian pendapat Kepala Bidan Dokumen Pusat Sejarah TNI (Pusjarah) Letkol Caj Kusuma saat diwawancarai Republika.co.id perihal sosok Soedirman dalam sejarah. Wawancara berlangsung di Ruang Balairung Pahlawan, Gedung Pusjarah TNI, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Konteks politiknya saat itu memang agak memanas. Kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Sutan Syahrir dan Menhan Amir Syarifuddin Harahap menginginkan pembentukan sebuah pemerintahan yang ideal dan modernis. Demokrasi yang dianut Syahrir berarti meletakkan kepemimpinan sipil di atas kepemimpinan militer. Kemudian, dibutuhkan sosok militer yang terbebas dari masa lalu, terutama generasi PETA.

Pengangkatan Soedirman (dari kelompok PETA) menjadi panglima TKR dan kelompok militer memilih Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai menteri pertahanan mementahkan keinginan Syahrir itu. Apalagi, Syahrir-Amir selalu beranggapan generasi militer PETA mewariskan ideologi fasis Jepang. Syahrir lebih condong kepada kepemimpinan Oerip Soemohardjo, didikan KNIL, yang pandai berbahasa asing dan menguasai manajemen tentara.

Dwitunggal Syahrir-Amir selalu menarik tentara untuk tunduk pada pemerintahan sipil. Sementara, Soedirman yang dipilih oleh tentara menjadi panglima selalu menekankan bahwa posisi militer dan pemerintahan sipil itu sejajar. Walaupun pada satu titik, Soedirman selalu mematuhi perintah pemerintah, terutama Presiden Sukarno.

Friksi Syahrir-Amir melawan Soedirman terus dalam situasi tegang. Bahkan, sampai saat Syahrir-Amir bertemu dengan kelompok militer pun, TB Simatupang mengingat, masih terdapat beda pendapat yang keras di antara kedua kubu. Kebijakan-kebijakan lanjutan Syahrir-Amir terhadap militer, seperti pendidikan politik perwira (memasukkan unsur sosialis ke tubuh militer), pengangkatan perwira tandingan, membuat situasi di dalam tubuh tentara makin runyam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CMt7As
January 27, 2019 at 08:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CMt7As
via IFTTT
Share:

Sunday, January 6, 2019

Tren Kemenangan Rockets Terhenti di Markas Blazers

Catatan impresif Harden yang selalu sukses mencetak 40 poin juga terhenti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Usai menang dramatis melawan Golden State Warrior beberapa hari lalu, kini Houston Rockets harus menelan pil pahit saat berkunjung ke markas Portland Trail Blazers. James Harden dan kawan-kawan mengakhiri tren positif lantaran menelan kekalahan dengan skor akhir 101-110.

Bertandang ke Moda Center, Ahad (6/1), Rockets tak dapat mempertahankan enam kemenangan terakhir. Catatan impresif Harden yang sukses mencetak 40 poin juga terhenti lantaran hanya mengantongi 38 poin saat bersua Blazers.

Di kubu Blazers, Jusuf Nurkic menjadi bintang kemenangan timnya setelah mengukir double-double lewat torehan 25 poin dan 15 rebound. CJ McCollum dan Damian Lillard juga tampil mengkilap dengan mengemas 24 poin dengan 17 poin serta 12 kali rebound.

Alhasil, berkat kemenangan atas Rockets, tim besutan Terry Stotts mengantongi tiga kemenangan dalam empat laga terakhir. Selepas laga, Stotts merasa senang dengan apa yang dicapai pasukannya.

"Kebangkitan dalam kemenangan kami setelah pertandingan tadi malam. Itu adalah kemenangan yang sangat bagus melawan tim yang bagus (Rockets)," ujar Stotts dikutip laman resmi NBA, Ahad (6/1).

Lebih lanjut, small forward Blazers Evan Turner mengatakan, dirinya hanya perlu mengawal ketat pergerakan James Harden yang merupakan aktor terpenting dalam permainan Rockets. "Saya hanya harus lebih agresif dan mencoba membatasi ruang geraknya. Dia pemain ofensif luar biasa jadi saya mencoba menutup segala percobaannya," ucap Turner.

James Harden lantas menyikap kekalahan dari Blazers. Ia mengaku ada emosi yang berlebih usai mengalahkan Warriors beberapa hari lalu. "Tembakan saya datar di awal pertandingan. Jadi saya hanya harus menyesuaikan sedikit," aku Harden dilansir ESPN.

Pebasket berusia 29 tahun itu meminta timnya untuk tidak larut dari kekalahan ini dan segera menatap laga penting melawan Denver Nuggets yang merupakan penguasa klasemen Wilayah Barat. "Sekarang kami punya kesempatan lain untuk pulang dan fokus melawan Denver yang bermain sangat baik. Jadi kami harus berkumpul kembali."

Berikut Hasil Laga NBA pada Ahad (6/1)

Spurs 108-88 Grizzlies

Cavaliers 98-133 Pelicians

Philadelphia 76'ers 106-100 Mavericks

Pistons 105-110 Utah Jazz

Denver Nuggets 123-110 Hornets

Sacramento Kings 123-127 Warriors

Bucks 116-123 Toronto Raptors

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FbJA4u
January 06, 2019 at 08:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2FbJA4u
via IFTTT
Share:

Saturday, January 5, 2019

Emery Minta Arsenal Tetap Membumi Melawan Blackpool

Arsenal melawan Blackpool pada laga putaran ketiga Piala FA.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih Arsenal, Unai Emery mengatakan, laga tandang melawan tim divisi tiga Blackpool pada puataran ketiga Piala FA 2018/2019 di Stadion Bloomfield Road, Ahad (6/1) tidaklah mudah. Emery juga tak mau timnya terlena lantaran lebih di favoritkan.

Di atas kertas the Gunners bisa dibilang lebih unggul daripada Blackpool. Terlebih, dari segi komposisi pemain Arsenal bermaterikan pemain-pemain terbaik.

Namun, Emery tak ingin pasukannya memandang sebelah mata tim lawan, karena memiliki pengalaman pahit saat masih membesut Sevilla.

"Saya pernah melalui hari yang gelap dan saya tidak menyukainya. Kami (Sevilla) kalah dengan tim divisi tiga, dan saya ingat itu," tegas Emery dikutip Sky Sport, Sabtu (5/1).

Saat ini, Sevilla kalah dari Racing Santander pada babak 32 besar Copa del Rey musim 2013/2014. Menang di markas sendiri, Los Rojiblancos tumbang saat bertolak ke markas lawan. Hal itu yang tak ingin kembali dirasakan Emery bersama Meriam London.

"Dua musim lalu Arsenal mengalahkan Chelsea di Final FA, tapi tahun lalu kalah melawan Nottingham Forest. Kami bisa menang, imbang, atau kalah tapi terpenting kami harus konsisten," sambung pelatih asal Spanyol.

Lebih lanjut, mantan pelatih Paris Saint-Germain meminta Mesut Oezil dan kolega tetap membumi dan terpenting adalah memiliki jiwa kompetitif dan mental pemenang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CQevRz
January 05, 2019 at 08:28PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CQevRz
via IFTTT
Share: