Showing posts with label 2019 at 04:56PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 04:56PM. Show all posts

Friday, May 17, 2019

Aktivitas Merapi Masih Berpotensi Hasilkan Hujan Abu

BPPTKG mendampati kubah lava Gunung Merapi saat ini dalam kondisi stabil.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Tingkat aktivitas Gunung Merapi memang masih berstatus waspada. Akan tetapi, guguran awan panas dan lava pijar diingatkan masih berpotensi menimbulkan terjadinya hujan abu ke sekitaran Merapi.

Pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mendapati kubah lava saat ini dalam kondisi stabil. Laju pertumbuhannya disebut masih relatif rendah.

Namun, Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso menekankan, radius tiga kilomoeter dari puncak Gunung Merapi agar tetap dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian. Sehubungan sudah terjadinya beberapa kali awan panas dengan jarak luncur yang semakin besar, masyarakat di sekitaran alur Kali Gendol diminta agar meningkatkan kewaspadaan.

"Guguran lava dan awan panas berpotensi menimbulkan hujan abu, masyarakat di sekitar diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik," kata Budi, Jumat (17/5).

Ia mengingatkan, masyarakat agar waspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan sekitar Gunung Merapi. Jika ada perubahan aktivitas yang signifikan, status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau.

Pengamatan BPPTKG selama 10-16 Mei 2019, secara visual cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi. Sedangkan, pada siang hingga malam hari cenderung mendung dan berkabut. 

Asap berwarna putih, dan ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 100 meter teramati dari Pos  Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang pada 11 Mei 2019.

Analisis morfologi area kawah dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi yang signifikan. Volume kubah lava dari analisis foto udara drone per 4 Mei 2019 sebesar 458.000 meter kubik. 

Sejak Januari 2019 volume kubah lava terhitung relatif tetap. Itu disebut lantaran sebagian besar ekstrusi magma langsung meluncur ke hulu Kali Gendol sebagai guguran lava maupun awan panas.

Selama Mei 2019, baru terjadi satu kali guguran awan panas dengan jarak luncur makimum 1.200 meter mengarah ke hulu Kali Gendol. Tapi, lava pijar masih sangat banyak terjadi setiap harinya.

Untuk kegempaan, tercatat satu kali gempa awan panas, enam gempa hembusan, tiga gempa vulkanik dangkal, 18 gempa fase banyak, 152 gempa guguran, 9 gempa low frekuensi dan 9 gempa tektonik.

Hujan sekitar terjadi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 9 milimeter per jam selama 58 menit. Itu terukur dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang pada 10 Mei 2019. 

"Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi," ujar Budi. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2W7536V
May 17, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2W7536V
via IFTTT
Share:

Friday, April 26, 2019

Pemkab Garut Siapkan Rp 11 Miliar Atasi Banjir

Banjir di Garut terjadi akibat drainase buruk.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat menyiapkan dana sebesar Rp 11 miliar untuk mengatasi masalah banjir. Banjir terjadi akibat drainase buruk sehingga terjadi luapan air di sejumlah jalanan utama kawasan perkotaan.

"Tahun ini (2019) cuma Rp 11 miliar, anggarannya bertahap karena sangat terbatas," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Uu Saepudin kepada wartawan di Garut, Jumat (26/4).

Ia menuturkan, pemerintah daerah terus mencari solusi persoalan banjir yang seringkali terjadi di beberapa titik kawasan perkotaan pada saat turun hujan deras. Berdasarkan hasil kajian, banjir disebabkan sempitnya drainase sehingga saat turun hujan aliran air tidak tertampung. Akibatnya, air meluap ke jalan.

"Drainase harus diperbaiki karena dinilai sudah tak mampu menampung aliran air," katanya.

Ia menyampaikan, upaya memperbaiki drainase itu membutuhkan dana yang cukup besar, sementara APBD Pemkab Garut anggarannya terbatas. Uu mengungkapkan, sudah mengusulkan dana sebesar Rp 25 miliar pada 2020 untuk menyelesaikan semua drainase yang buruk di Garut.

"Kita baru bisa fokus melakukan penanganan banjir di tahun anggaran 2020, diusulkan Rp 25 miliar," katanya.

Ia menyebutkan, drainase yang perlu diperbaiki yakni Jalan Merdeka, Jalan Bratayuda, dan Jalan Guntur yang seringkali diterjang banjir pada musim hujan. "Tiga titik jalan itu semua drainasenya akan diperlebar sehingga bisa menampung air saat hujan turun," katanya.

Ia menambahkan, drainase yang baru dibangun nanti akan mengalir langsung ke Sungai Cimanuk sehingga kawasan perkotaan tidak akan dilanda banjir saat turun hujan. "Selain memperbaiki drainase, kita juga akan memperbaiki 18 irigasi yang saat ini fungsinya kurang maksimal," kata Uu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vnMJaI
April 26, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vnMJaI
via IFTTT
Share:

Wednesday, April 24, 2019

Dompet DHuafa Ajak Masyarakat Rajin Berzakat di Bulan Puasa

Dompet Dhuafa menyatakan jangan takut berzakat di Ramadhan karena ini bulan zakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Ramadhan Dompet Dhuafa, Udhi Tri Kurniawan, mendorong masyarakat untuk memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai momentum memperbanyak mengeluarkan zakat, infak dan sedekah melalui Dompet Dhuafa ataupun lembaga amil zakat lainnya.

"Jangan takut berzakat di Bulan Ramadhan, karena Ramadhan adalah bulan syiar zakat," kata Udhi Tri Kurniawan dalam acara Gelorakan Jangan Takut Berzakat, di Jakarta, Rabu.

Sejumlah program yang digelar Dompet Dhuafa di Bulan Ramadhan tahun ini di antaranya Gerebek Kampung, Parsel Lebaran dan Tebar Zakat Fitrah. Udhi menyebut, dalam program Gerebek Kampung, pihaknya akan mengunjungi 114 kampung di Indonesia untuk menyalurkan dana zakat yang dikelola Dompet Dhuafa.

"Akan didistribusikan ke seluruh pelosok Indonesia. Targetnya lebih dari 100 ribu orang mustahik (penerima zakat) di Bulan Ramadhan," katanya.

Pada Bulan Ramadhan nanti, pihaknya menargetkan untuk mendistribusikan 50 ribu parsel Lebaran dan membagikan 50 ribu paket Tebar Zakat Fitrah.

Untuk menggaet partisipasi kaum milenial melalui pasar digital, Dompet Dhuafa juga menyediakan kanal digital BawaBerkah yang aplikasinya akan diluncurkan pada 5 Mei 2019. "Untuk mempermudah donasi, kami ada aplikasinya. Tinggal download, donasi dan konfirmasi," katanya.

Jelang Lebaran nanti, Dompet Dhuafa juga akan membuka posko mudik Dompet Dhuafa di Terminal Kampung Rambutan, Stasiun Senen dan di jalur Pantura yakni di Limbangan Garut, Cirebon dan Indramayu. Posko mudik ini akan difasilitasi dengan tempat shalat, ruang laktasi, tempat istirahat dan colokan listrik.

"Disediakan juga tenaga medis, tenaga pijat. Posko ini tujuannya untuk memastikan masyarakat bisa mudik dengan lancar, sehat secara fisik," katanya.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ITbjby
April 24, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2ITbjby
via IFTTT
Share:

Sunday, April 21, 2019

Pengamat: Regulator tak Bisa Intervensi Tarif Pesawat

Regulator hanya sebatas menentukan batas bawah dan atas harga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekalipun pemerintah berharap maskapai penerbangan menyesuaikan harga tiket, namun regulator tidak dapat mengintervensi tarif pesawat. Regulator hanya bisa menentukan batas atas dan bawah tarif pesawat.

"Kalau menurut apa yang berlaku di seluruh dunia harga apapun termasuk tiket pesawat, regulator itu tidak bisa menekan mengatur-atur," kata Pengamat penerbangan Arista Atmajati, Ahad (21/4).

Regulator, kata dia, hanya bisa mengatur sebatas menentukan batas atas dan bawah tarif pesawat. Selanjutnya, kata dia, maskapai hanya perlu menjual tiket sesuai koridor yang sudah dibuat pemerintah.

"Kalau melanggar ya kena sanksi. Selama dia tidak melanggar kan sekarang memang cenderung di batas atas terus ya pasti maskapai ada alasannya," ujar Arista.

Jika nantinya maskapai mengikuti untuk menjual harga tiket murah namun mengalami kebangkrutan, kata dia, maka pemerintah atau regulator tidak bisa bertanggung jawab. Dia mengatakan banyak maskapai yang sebelumnya bangkrut seperti Merpati, Mandala Air, Adam Air, dan maskapai lain, yang sudah tutup juga bukan merupakan tanggung jawab regulator.

"Kalau bangkrut kan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga nggak  ada satu kalimat ucapan bela sungkawa juga. Boro-boro bantu, ucapan bela sungkawa juga nggak," ungkap Arista.

Untuk itu, Arista menegaskan penerintah tidak perlu menerapka subclass untuk maskapai jika tidak menurunkan tarif tiket pesawat. Hal tersebut juga tidak diberlakukan di negara manapun karena berhubungan dengan kelangsungan bisnis maskapai.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengingatkan Garuda Indonesia melakukan penarifan tiket pesawat lebih tuntas. "Disampaikan bahwa sub price itu sudah dilakukan tapi saya menganggap apa yang dilakukan belum clear," ungkap Budi.

Budi mengingkan maskapai seperti dulu saat mencantumkan tarif tiket pesawat juga disertai dengan beberapa kelasnya. Dengan begitu, kata Budi, masyarakat saat membeli tiket pesawat tinggal memilih sesuai kelas yang ada.

Sementara Budi menganggap selama ini maskapai belum melakukan hal tersebut. "Kemarin itu nggak jelas, sekarang saya minta lebih jelas supaya ada porsi untuk mereka yang bisa dijangkau oleh masyarakat banyak termasuk lima sampai 10 persen di tarif batas bawah," jelas Budi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2vkNotf
April 21, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2vkNotf
via IFTTT
Share:

Friday, April 19, 2019

Sorogan dan Bandongan Metode Khas Pesantren

Pesantren tradisional mempunyai metode tersendiri dalam mengajarkan agama Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pondok pesantren tradisional mempunyai metode tersendiri dalam mengajarkan agama Islam terhadap santri, yaitu metode sorogan dan bandongan. Kedua istilah ini sangat populer di kalangan pesantren, terutama yang masih menggunakan kitab kuning sebagai sarana pembelajaran utama.

Kedua metode tersebut kerap digunakan santri untuk menggali ajaran-ajaran Islam melalui kitab kuning atau kitab turats. Secara bahasa, sorogan berasal dari kata Jawa sorog, yang artinya menyodorkan. Dengan metode ini, berarti santri dapat menyodorkan materi yang ingin dipelajarinya sehingga mendapatkan bimbingan secara individual atau secara khusus.

Sorogan merupakan metode pembelajaran yang diterapkan pesantren hingga kini, terutama di pesantren-pesantren salaf. Usia dari metode ini diperkirakan lebih tua dari pesantren itu sendiri. Karena metode ini telah dikenal semenjak pendidikan Islam dilangsungkan di langgar, saat anak-anak belajar Alquran kepada seorang ustaz atau kiai di kampung-kampung.

Pada masa lalu, di langgar-langgar atau surau seorang kiai akan membacakan ayat Alquran terlebih dahulu, kemudian muridnya mengikuti dan menirukannya secara berulang kali. Namun, lama-kelamaan metode ini dipraktikkan di dalam pesantren, yang merupakan satu-satunya lembaga pendidikan Islam terbesar di Indonesia.

Dengan menggunakan metode sorogan, setiap santri akan mendapat kesempatan untuk belajar secara langsung dengan ustaz atau kiai tertentu yang ahli dalam mengkaji kitab kuning, khususnya santri baru dan santri yang benar-benar ingin mendalami kitab klasik. Dengan metode ini, kiai tersebut dapat membimbing, mengawasi, dan menilai kemampuan santri secara langsung. Metode Ini sangat efektif untuk mendorong peningkatan kualitas santri tersebut.

Dengan menggunakan metode sorogan, santri diwajibkan menguasai cara pembacaan dan terjemahan secara tepat dan hanya boleh menerima tambahan pelajaran bila telah berulang-ulang mendalami pelajaran sebelumnya. Hal ini tentunya menuntut kesabaran, kerajinan, ketaatan, dan disiplin pribadi santri.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2IGiYcZ
April 19, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2IGiYcZ
via IFTTT
Share:

Tuesday, April 16, 2019

Dejan: Madura United Harus Maksimal Hadapi Persebaya

Derbi Suramadu kembali digelar pada Piala Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Derbi Suramadu antara Persebaya Surabaya melawan Madura United akan tersaji di laga perempat final Piala Indonesia. Pelatih Madura United, Dejan Antonic mengaku akan memanfaatkan kesempatan semaksimal mungkin untuk memenangkan laga tersebut.

Menurutnya, pasukannya telah bersusah payah untuk mencapai titik ini. Dejan menegaskan, pasukannya harus siap melanjutkan ke babak selanjutnya, siapapun lawan yang dihadapi.

Sebelumnya, pada ajang pramusim Piala Presiden 2019, Madura United terpaksa berhenti babak delapan besar karena kalah dua kali dari Persebaya Surabaya saat bermain tandang maupun kandang. Skuat Sapeh Kerrab, julukan Madura United kalah 0-1 dari Bajul Ijo di Surabaya dan kalah 2-3 saat bermain kandang.

"Kami harus maksimalkan kesempatan di pertandingan Piala Indonesia ini. Kami harus berjuang untuk bisa mendapatkan hasil akhir yang lebih baik lagi sehingga perjuangan sejak dari babak penyisihan harus terus dimaksimalkan untuk kebaikan tim ini," kata Dejan dikutip dari laman resmi klub, Selasa (16/4).

Sementara itu, tim yang menang pada perempat final derbi Suramadu ini akan berhadapan dengan pemenang dari laga perempat final antara Bhayangkara Fc kontra PSM Makassar. Semifinal sendiri rencananya akan dimulai pada 15 Juni 2019 dan babak final dilanjutkan pada 30 Juni 2019.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2PeEZkr
April 16, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2PeEZkr
via IFTTT
Share:

Monday, April 15, 2019

Anjuran PBNU tentang Memilih Kandidat di Pemilu

Ketum PBNU meminta warga untuk tidak golput

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengimbau seluruh warga negara untuk menggunakan hak pilih. Tidak hanya itu, dia juga meminta mereka untuk memilih dengan nalar dan nurani yang bersih.

Dengan begitu, warga dapat memilih secara bijak calon presiden, calon wakil presiden, serta para calon wakil rakyat yang akan duduk di DPD, DPR dan DPRD. Ketum PBNU itu juga menyarankan, pilihlah calon yang memenuhi kriteria seperti profetik serta empat sifat kenabian. Yaitu, jujur (sidik), menyampaikan (tabligh), amanat (amanah) dan cerdas (fathanah).

Menurut Kiai Said, empat kriteria tersebut mesti ada dalam diri seorang pemimpin yang ideal. Maka dari itu, lanjut dia, PBNU menyarankan agar warga memilih pemimpin yang cerdas, bertanggung jawab, dan jujur.

"Boleh kita ringkas (jadi) ideal, di samping ideal adalah memiliki kecerdasan dan tanggungjawab dan kejujuran, di samping berani menyampaikan apa yang ada ke publik," kata KH Said Aqil Siroj di Gedung PBNU, Senin (15/4).

PBNU juga menyerukan seluruh warga yang memiliki hak pilih tidak mengikuti golongan putih (golput). Sebab, NU memandang pemilu merupakan mekanisme yang sah berdasarkan hukum negara dan agama. Pemilu juga sebagai jalan untuk mengangkat dan memperbaharui mandat kepemimpinan politik (nashbul imamah).

Kiai Said juga mengajak kepada seluruh jajaran penyelenggara pemilu seperti KPU, Bawaslu, DKPP dan Sentra Gakkumdu untuk menjamin penyelenggaraan pemilu seadil-adilnya. Demokrasi yang bermartabat hanya dapat terwujud melalui kejujuran dan integritas.

"Tindak dan jangan pernah berkompromi dengan politik uang yang terbukti merusak demokrasi dan menimbulkan cacat legitimasi," ujarnya. 

PBNU mengajak peran serta seluruh warga negara menyukseskan penyelenggaraan pemilu yang bersih, jujur dan adil dengan menggunakan hak pilihnya. Pemilu yang jurdil adalah wasilah mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2UzW8eh
April 15, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2UzW8eh
via IFTTT
Share:

Saturday, April 6, 2019

Gattuso: Lawan Juve Jadi Momentum Kebangkitan AC Milan

Andai terpeleset, anak asuh Gattuso rentan terlempar dari zona Liga Champions.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- AC Milan dalam kondisi kurang bagus menuju markas Juventus. Kedua klub raksasa akan bertemu pada pekan ke-31 Serie A Italia.

Grande Partita kompetisi terelite ranah Italia itu berlangsung di Allianz Stadium, Turin, Sabtu (6/4) malam WIB. Dalam tiga pertandingan terakhir, Rossoneri gagal meraih poin penuh.

Kini skuat Il Diavolo harus berhadapan dengan juara bertahan sekaligus penguasa klasemen sementara. Pelatih Gennaro Gattuso berpendapat momen seperti ini bisa menjadi pintu keluar Milan dari situasi sulit.

"Sejarah mengatakan kami selalu tampil baik ketika sedang menderita. Masalah harus diselesaikan dengan cepat," kata allenatore 41 tahun dalam konferensi pers dikutip dari Football Italia.

Meski demikian tak ada kesan jemawa. Gattuso tetap menghormati kualitas tuan rumah. Ia melihat keseriusan Juve dalam menyikapi kompetisi. Kendati telah unggul jauh dari Napoli, pasukan hitam putih tetap haus akan kemenangan. "Mereka tim yang sangat bagus, jadi kami membutuhkan kinerja hebat untuk meraih poin," jelas dia.

Milan kini berada di peringkat keempat klasemen sementara Serie A Italia. Dengan mengantongi 52 poin, pasukan merah hitam hanya unggul satu poin di atas Atalanta di tangga kelima.

Sehingga andai terpeleset, anak asuh Gattuso rentan terlempar dari zona Liga Champions. Kompetisi menyisakan delapan pertandingan lagi.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2G04UrI
April 06, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2G04UrI
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 20, 2019

Muslim Peru Jaga Eksistensi

Kebangkitan Islam di Peru justru terjadi di masyarakat Latin sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Kebangkitan Islam di Peru justru terjadi di masyarakat Latin sendiri.  Tahun 1980-an, sejumlah masyarakat Peru yang sekian lama menetap di AS dan menjadi Muslim tiba di Lima.

Mereka memulai kegiatan dakwah dengan mengundang kaum imigran Arab dan komunitas Muslim Latin. Mereka pula yang pertama kali membuka mushala di distrik Jesus Maria di Lima, tahun 1993. Dari sini mereka membangun kegiatan keagamaan. Mulai dari mempraktekkan semua kegiatan ritual, sampai membuat program dakwah. Namun, usia aktivitas mereka tidak lama.

Masyarakat imigran Arab yang cenderung telah menjadi sangat sekuler menolak memberi bantuan rutin kepada mereka. Mushala akhirnya ditutup karena tidak tersedianya dana untuk menyewa gedung, dan membiayai perawatannya. Tahun-tahun berikutnya masyarakat Muslim Latin membuka lagi mushala di Villa El Salvador. Beberapa bulan kemudian pengurus mushala menurunkan atributnya dan meninggalkan tempat itu.

Alasannya sama, mereka tidak punya uang untuk menyewa gedung yang menjadi mushala itu. Sejak saat itu jadilah Muslim Peru sebagai komunitas keagamaan nomadik. Tidak memiliki tempat permanen untuk beribadah, dan seolah terputus dari induknya; imigran Arab. Akibatnya, hampir tidak ada lagi shalat Jumat dalam komunitas besar.

Kalau pun ada, shalat dilakukan di halaman rumah seseorang dan diikuti beberapa gelintir Muslim saja. Keadaan menyedihkan ini akhirnya lenyap setelah LAMU mendanai pembukaan mushala di Lima tahun 1998. Namun, dana yang diberikan LAMU juga terbatas hanya untuk menyewa gedung yang dijadikan mushala. Bukan untuk membeli tanah dan membangun mushala.

Akibatnya, trauma penutupan mushala akibat kekurangan dana masih terus menghantui kehidupan Muslim Peru. Hampir tidak ada di antara mereka yang bisa menjawab sampai kapan mereka bisa shalat berjamaah di mushala kecil itu. Dibanding saudara mereka di Brasil atau Panama, Muslim Peru mungkin merupakan komunitas yang paling tidak beruntung.

Sebelum LAMU masuk dan memperhatikan mereka, hampir tidak ada organisasi Islam dunia yang peduli dengan keberadaan mereka. Mereka nyaris tidak memiliki akses informasi, atau media yang dapat menghubungkan mereka dengan dunia Islam jauh di luar Peru. Sebagai contoh, mereka tidak memiliki situs di internet atau perwakilan di dunia luar. Bahkan, mereka pun selalu gagal mengorganisir diri untuk menjadi komuntitas yang kuat.

Bagi sedikit intelektual Muslim Peru, yang penting saat ini adalah bagaimana mempertahankan keberadaan komunitas mereka, sehingga peristiwa sekian ratus tahun lalu -- ketika Muslim terabsorbsi dan lenyap -- tidak terulang lagi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TZjDfJ
March 20, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TZjDfJ
via IFTTT
Share:

Usai Pemilu, Tugas DPD Perlu Diperjelas

DPD melaksanakan fungsi berdasarkan kepentingan daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Wakil Ketua Dewan Perwakilan daerah (DPD) RI Akhmad Muqowam menilai setelah pemilu nanti tugas DPD harus diperjelas. Dia mengatakan DPD  merupakan lembaga representasi daerah yang memperjuangkan hak-hak daerah di tingkat pusat. Untuk itu, DPD RI harus melaksanakan fungsi berdasarkan kepentingan daerah, bukan sektoral yang hanya mengangkat pada isu-isu tertentu.

“Ke depan soal DPD RI itu harus jelas. Kita (Pimpinan DPD) sepakat, di mana 17 April nanti kita harus berakhir dengan baik. Selain itu, kapasitas anggota juga perlu ada peningkatan,” ucap Muqowam dalam diskusi bertajuk ‘Strategi Memperjuangkan Kepentingan Daerah’ di Nusantara III Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (20/3).

Menurut Muqowam, saat ini DPD RI masih menangani masalah-masalah sektoral yang seharusnya merupakan bidang yang dinaungi oleh DPR RI. Maka dari itu, anggota DPD RI harus mampu bekerja di ruang daerah, karena anggota DPD RI merupakan wakil daerah.

“Kita tahu ruang DPD RI adalah ruang pusat dan daerah. DPD bloknya daerah, DPR itu sektoral, seperti soal luar negeri, pertahanan keamanan, kepolisian, politik dalam negeri, atau pertanian. DPR berdasarkan pada sektoralitas,” kata senator asal Jawa Tengah itu.

Muqowam juga berharap kedepan DPD RI harus sesuai dengan pandangan dalam UUD. Namun perkara itu tidak mudah, karena teman-teman di DPR RI tidak semua ‘welcome’ dengan DPD RI.

“Tetapi pondasi ini yang harus kita jaga kedepan, bahwa semua harus sesuai dengan amanat konstitusi atau UUD,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron menjelaskan bahwa berbicara penguatan memang dikembalikan pada UUD 1945. Karena di dalam UUD 1945 mendudukan lembaga negara pada posisi tugasnya masing-masing.

“Saya melihat dari luar, pada prinsipnya pembangunan daerah itu tergantung pada eksekutif. Karena yang menjalankan fungsi anggaran dan UU itu eksekutif. Jadi sebenarnya tugas DPR RI juga sedikit. Jika DPD RI merasakan tugasnya kecil, ya DPR RI juga,” ucap Herman.

Herman menilai hal tersebut dikarenakan imbas dari sistem presidensial. Karena presiden yang mengendalikan bukan parlemen. “Jadi realitasnya seperti itu. Tapi bila mengerucut pada UUD tugasnya memang jelas,” kata dia.

Di kesempatan yang sama, Peneliti LIPI Siti Zuhro menyarankan agar DPD RI senantiasa mencari momentum agar bisa ditengok kembali. Maka saat ini muncul pertanyaan mendasar, apakah DPD RI itu diperlukan atau tidak?

“Yang jelas DPD RI lahir dari empat kali amandemen UUD. Namun saat ini tidak memiliki fungsi legislasi. DPD RI dikunci sebagai perwakilan daerah namun dilematis,” terangnya.

Menurut Siti Zuhro, bahwa saat ini sistem tidak jelas baik dua kamar, atau tiga kamar ‘MPR, DPR, dan DPD’. Tetapi, maju atau mundur suatu daerah tidak bergantung pada eksekutif. “Legislatif bisa melakukan pengawasan konstruktif kebijakan untung atau ruginya rakyat yang dimana perannya dilakukan DPD RI,” ucap doa.

Siti Zuhro menambahkan sebenarnya DPR RI dan DPD RI mempunyai tugasnya masing-masing. Sehingga peran eksekutif dan legislatif bisa menciptakan sinergitas yang bermanfaat bagi rakyat. “Jadi DPR dan DPD mempunyai kapling-kapling sendiri. Begitu juga, eksekutif. Maka kedua lembaga ini mampu menciptakan sinergitas,” katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Jp7EUD
March 20, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Jp7EUD
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 13, 2019

Diminta Tingkatkan Investasi, BUMN Perlu Go Public

Sejak tahun lalu, banyak perusahaan BUMN yang direncanakan untuk melakukan IPO

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Seiring keinginan pemerintah untuk meningkatkan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pembangunan, maka BUMN juga didorong untuk bisa melakukan penawaran saham perdana (IPO) di bursa saham. Hal itu, dinilai akan banyak memberikan dampak positif kepada kinerja perusahaan.

Manajer Direktur Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Toto Pranoto, mengatakan, di Indonesia, BUMN memiliki dua fungsi. Yaitu sebagai entitas bisnis dan tugas sosial untuk membantu pemerintah dalam pembangunan. Karena itu, IPO dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kapasitas BUMN dalam permodalan.

“Lebih banyak dampak positif karena IPO membuat perusahaan harus dikelola secara baik dan harus transparan kepada publik,” kata Toto di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (13/3).

Toto menjelaskan, sejak tahun lalu, banyak perusahaan BUMN yang direncanakan untuk melakukan IPO. Terutama untuk kelas BUMN karya yang fokus pada infrastruktur bangunan dan jalan juga yang berkaitan dengan pembangunan perumahan.

Hanya saja, kata dia, kebanyakan perusahaan pelat merah yang melalukan IPO adalah anak usaha dari BUMN. Toto menilai, hal itu dikarenakan para induk BUMN di Indonesia ingin memperkuat sektor hilir lewat anak usaha yang sudah tercatat di bursa saham.

Selanjutnya, setelah semua terkonsolidasikan dengan baik, bukan tidak mungkin induk BUMN siap untuk melaksanakan IPO. “Konsekuensinya dia harus transparan dan terus memperbaiki kinerja perusahaan karena harga saham akan tergantung pada ekspektasi investor,” ujar dia.

Ia mengatakan, tantangan BUMN justriu terletak pada seberapa kuat BUMN beradaptasi dengan model bisnis yang terus berkembang. Saat ini, kata dia, perubahan model bisnis berkaitan erat dengan cara pemimpin mengelola perusahaan, otonomi manajemen, hingga meningkatkan transparasi melalui IPO dan membangun paradigma dalam pengelolaan portofolio.

Berdasarkan hasil kajian dari LM FEB UI, terdapat empat kuadran BUMN di Indonesia yang dapat diidentifikasi. Pertama, relatif kecil atau spin-off  (profitable kecil dan nilai sosial kecil). Kedua, BUMN dengan tugas khusus (profitable kecil dan nilai sosial besar).

Ketiga, paripurna dalam menghasilkan keuntungan dan dampak sosial (profitable besar dan nilai sosial besar). Keempat, BUMN yang teridentiflkasi mampu menghasilkan laba besar tetapi dampak sosial relatif kecil (profitable besar dan nilai sosial kecil).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EYNhbv
March 13, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EYNhbv
via IFTTT
Share:

Sunday, March 10, 2019

Sandi Berbagi Kisah Romantis ke Ribuan Entrepreneur Milenial

Sebanyak 61 persen pengangguran di Indonesia merupakan generasi milenial.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berbagi kisah romantis dihadapan ribuan entrepreneur milenial Bandung, di acara Young Entrepreneuf Summit (YES) 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Ahad (10/3). Menurut Sandiaga, Kota Bandung adalah kawasan yang penuh cinta.

Ia menuturkan, cinta adalah cikal bakal lahirnya ide dan gagasan yang kreatif. Hal tersebut tampak dari banyaknya industri kreatif atau UMKM yang tumbuh di Kota Kembang.

"Cinta adalah energi dan sumber inspirasi, dan cinta pemicu kegalauan. Galau itu nantinya membuat ekpresi dan mengeluarkan ide-ide," ujar Sandi.

Sandi mengatakan, inovasi dan kreativitas adalah hal yang penting untuk menumbuhkan ekonomi. Terlebih, saat ini pertumbuhannya masih di bawah potensinya. Karena itu, sudah saatnya kaum milenial unjuk gigi mengerahkan daya kreatifitas untuk membangun negeri.

Sandi juga menyayangkan, sebanyak 61 persen pengangguran di Indonesia merupakan generasi milenial. Sandi mengaku tak habis pikir, sebab negeri ini memiliki banyak sumber daya yamg dapat diolah. Termasuk Sumber Daya Manusia (SDM).

"Indonesia itu butuh energi cinta dari  milenial   dengan ide dan inovasi kita akan menembus batas masa depan," katanya.

Sandi mengatakan, Jawa Barat, pun punya potensi luar biasa dan banyak usaha kecil tumbuh berkembang serta menjadi mitra dalam membangun perekonomian bangsa.

"Milenial sebagai bonus demografi harus dijaga dari narkoba dan depresi," katanya.

Bicara soal Jawa Barat, pria kelahiran  Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969 ini mengaku memiliki kedekatan emosional, khususnya dengan Kota Bandung. Ia menceritakan, bahwa ayahnya, yakni Razif Halik Uno bertemu sang Ibu yakni Rachmini Rachman Uno di Kota Kembang.

Kala itu, kata dia, sang Ayah adalah mahasiswa rantau yang menimba ilmu di Institut Teknologi Bandung (ITB). Sementara ibunya mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) atau dulu disebut Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP).

"Saat itu keduanya bertemu dan menyatakan menikah. Dan lahirlah saya," kata Sandi.

Sementara menurut Founder KAHMlPreneur, Kamrussamad, berbekal dari kesuksesan pada penyelenggaraan ajang inspiratif 'lndonesia Young Entrepreneur Summit 2018’ di Jakarta yang teIah diikuti oleh 1.800 peserta pada tanggal 28 Oktober 2018 lalu, pihaknya kembali menggelar ajang bertajuk ’Young Entrepreneur Summit 2019’ Roadshow di 6 kota besar di Indonesia. Kota pertama atau pembuka yaitu Surabaya telah sukses diikuti oleh 7.000 peserta pada tanggal 16 Februari 2019 lalu

KAHMIPreneur, kata dia, sebagai program inspiratif daIam menciptakan pengusaha muda serta untuk mengobarkan semangat para pemuda pemudi Indonesia dalam momentum mencetak entrepreneur yang handal, kembali menggelar ajang inspiratif di kota Kedua yaitu Bandung yang bertajuk ‘Bandung Young Entrepreneur Summit (YES) 2019, yang bertempat di Sasana Budaya Ganesha ITB.

Program ’Bandung YES 2019’, kata dia, mengambil tema ’Arah Baru Ekonomi lndonesia’ ini secara mengejutkan diminati oleh sekiatar 6.000 peserta yang sudah mendaftar, dari kapasitas sekitar 4.000 kursi.

Antusias yang membludak ini, kata dia, menandakan adanya semangat tinggi dari para entrepreneur di kota Bandung dan sekitarnya untuk menyerap ilmu dan wawasan yang disampaikan oleh para pakar entrepreneur nasional yang menjadi narasumber. Sekaligus, bersilaturahmi dengan sesama entrepreneur yang ada di kota Bandung dan kota-kota di sekitarnya.

"Dapat dikatakan ajang 'Bandung YES 2019' menjadi ajang kopi darat dari entrepreneur Jawa Barat," katanya.

Bahkan, kata dia, tak hanya entrepreneur, ajang Ini juga diminati oleh beberapa peserta dari lintas pekerjaan. Antara Iain mahasiswa, pegawai negeri, PeSaWai swasta bahkan ibu Rumah Tangga yang tengah menyusun rencana untuk terjun ke bisnls entrepreneur dan membutuhkan bekal ilmu dan wawasan yang cukup agar mampu bertahan sepertl entrepreneur sukses yang dihadirkan.

Menurut Kamrussamad, walaupun peserta memang mayoritas berasal dari Kota Bandung namun terdapat juga peserta dari beberapa kota di sekitarnya. Di antarnya, dari Sumedang, Tasikmalaya, Garut, Karawang dan lainnya.

"Mereka, antusias dan serius untuk hadir. Hal ini secara tidak langsung menyiratkan sebuah spirit semangat untuk perubahan terhadap diri sendiri dan masa depan yang diperlihatkan dari para peserta tersebut," katanya.

Ajang 'Bandung YES 2019', kata dia, merupakan forum kaum milenial kreatif bertemu dengan para pengusaha muda sukses darl berbagai sektor bisnis tingkat menengah keatas serta nasional. Ajang 'Bandung YES 2019' adalah sarana untuk berbagi networking (akses teknologi, pembiayaan dan pemasaran), berbagi dan berkembang. Melaiui YES 2019.

"Peserta mendapatkan akses terkini seputar market dan finance dari stakeholder yang terlibat," katanya.

Ajang ‘Bandung YES 2019', menghadirkan narasumber handal di industri entrepreneur nasional yang telah sukses membangun bisnisnya mulal darl nol hingga meraih kesuksesan saat ini. Sejumlah entrepreneur muda sukses yang hadir antara lain Ruben Onsu selaku Founder Ayam Geprek Bensu, Ria Ricis selaku Content Creator (Youtuber) dan Perry Tristianto Tedja selaku Pendiri Factory Outlet Pertama, Founder Rumah Susu, Floating Market, Rumah Sosis.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2HbmYlE
March 10, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2HbmYlE
via IFTTT
Share:

Saturday, March 9, 2019

Masih Utang Puasa Ramadhan? Cermati Ketentuan Melunasinya

Ibu menyusui bisa membayar fidyah dan berpuasa qadha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah Ma'rifat Iman menjelaskan, ada beberapa ketentuan untuk pelunasan utang berpuasa. Salah satunya diperbolehkan untuk melunasinya setelah puasa sunah Syawal.

"Puasa Syawal kan waktunya terbatas, hanya bisa dilakukan pada bulan Syawal. Dianjurkan berpuasa qadha dulu baru puasa Syawal. Tapi boleh juga puasa Syawal dulu baru qadha, karena waktu untuk bayar qadha masih panjang," ujar Ustaz Ma'rifat, Sabtu (9/3).

Hal ini berbeda dengan puasa sunah lainnya. Seseorang yang berutang puasa Ramadhan diharuskan membayar puasanya dulu baru bisa berpuasa sunah lainnya. Hal ini berlaku untuk perempuan dan laki-laki.

Apabila seseorang belum membayar puasa Ramadhan di tahun sebelumnya hingga menjelang tujuh hari sebelum Ramadhan, maka orang tersebut diharuskan membayar dua kali lipat batalnya puasa. Misalnya, apabila batal tiga hari, harus membayar puasa sebanyak enam hari atau sekali bayar puasa ditambah dengan fidyah. Hal ini berlaku untuk laki-laki.

Khusus untuk perempuan hamil dan ibu menyusui, bisa membayar fidyah dan berpuasa qadha. Sedangkan untuk lansia, diperbolehkan mengganti puasa dengan hanya membayar fidyah.

"Untuk perempuan yang lupa jumlah hari batalnya puasa, bisa melebihkan jumlah hari puasa qadha. Bagus lebih, daripada kurang. Tapi jangan dibiasakan lupa, harus ditandai," ujarnya.

Adapun bagi yang sengaja membatalkan puasa padahal dalam kondisi sehat, dia diharuskan membayar kafarat atau denda dengan berpuasa dua kali lipat. Bagi yang sudah wafat sebelum tiba puasa Ramadhan selanjutnya dan belum mengganti puasa, ahli waris dianjurkan meringankan bebannya dengan membayar puasa qadha. Namun, hal itu tidak diwajibkan karena tidak ada dosa yang diturunkan.

"Hal ini berbeda dengan utang harta yang diumumkan keluarga saat yang bersangkutan meninggal karena shalat atau puasa itu menyangkut pribadi masing-masing. Mereka juga belum tentu tahu berapa banyak utang puasa anggota keluarga yang wafat," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TyMWph
March 09, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TyMWph
via IFTTT
Share:

Wednesday, March 6, 2019

Chechnya, Negeri yang Kembali Berbenah Diri

Kawasan Chechnya pernah tercabik akibat peperangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Republik Chechnya adalah sebuah kawasan di selatan Rusia yang berpenduduk sekitar 1,27 juta jiwa. Lebih dari 90 persen di antaranya beragama Islam. Sebagian besar Muslim Chechnya memeluk ajaran Islam Sunni. Selain itu, ada juga pengikut tarekat Naqsabandiyah dan Qadiriyah.

Jika dibandingkan dengan wilayah berpenduduk mayoritas Islam lainnya di Rusia, kedatangan Islam ke tanah Chechnya dapat dikatakan mengalami keterlambatan. Islam pertama kali datang ke Rusia pada abad ke-10, khususnya di kawasan Dagestan, Volga Bulgaria (Bashkortostan), dan Tatarstan.

Bangsa Dagestan, Bashkir, dan Tatar merupakan para pemeluk Islam pertama di wilayah Rusia. Bangsa Chechnya sendiri baru memeluk Islam antara abad ke-16 sampai abad ke-19 setelah meninggalkan agama terdahulunya, Animisme. Sejak saat itu, Islam menjadi identitas bangsa Chechnya.

Kawasan Chechnya pernah tercabik akibat peperangan antara pejuang Chechnya dan pasukan Rusia yang terjadi pada 1994-1996 dan 1999-2000. Peperangan tersebut dipusatkan di Kota Grozny. Karenanya, kota ini pun hancur berantakan. Sesuai dengan namanya, Grozny yang berarti kacau-balau.

Setelah peperangan usai, Republik Chechnya mulai berbenah diri. Renovasi besar-besaran pun dilakukan di Kota Grozny. Salah satunya adalah dengan membangun sebuah masjid besar yang sejak lama didambakan oleh masyarakat Chechnya. Maklum, pada masa rezim Soviet, pembangunan masjid adalah hal yang terlarang. Bahkan, pada saat itu banyak masjid yang ditutup, dialihfungsikan menjadi gudang, dirusak, bahkan dihancurkan.

Hingga sekarang, Pemerintah Chechnya terus membangun sarana dan prasarana di Ibu Kotanya ini. Puluhan ribu apartemen dan tempat tinggal yang hancur akibat perang dibangun kembali. Demikian juga dengan sarana pendidikan, kesehatan, ekonomi, transportasi, dan sarana-sarana lainnya.

Bahkan kini, di sekitar Masjid Ahmad Kadyrov mulai terlihat konstruksi-konstruksi gedung pencakar langit. Kehadiran Masjid Ahmad Kadyrov di pusat Kota Grozny membawa angin segar dan semangat baru bagi bangsa Chechnya untuk kembali membangun tanah airnya

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XCR1Yx
March 06, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2XCR1Yx
via IFTTT
Share:

Thursday, February 7, 2019

Inayah Mempertanyakan Sikap PKS Soal RUU Kekeresan Seksual

Putri Bungsu Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur), Inayah Wulandari Wahid

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
EMBED
PKS dinilai seolah-olah menganggap RUU tersebut tidak ada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Putri Bungsu Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur), Inayah Wulandari Wahid mempertanyakan sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menolak draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual.

Inayah menjelaskan bahwa dia tak mengerti mengapa PKS menolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual tersebut. Selain itu, menurutnya, PKS seolah-olah menganggap RUU tersebut tidak ada.

Dia menilai penolakan PKS terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual perlu ditegaskan kembali kepada PKS.

Berikut video lengkapnya.

  • Videografer:
  • Havid Al Vizki
  • Video Editor:
  • Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

TERPOPULER

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2MRwjPH
February 07, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2MRwjPH
via IFTTT
Share:

Upaya Pengentasan Kemiskinan Jadi Fokus Muslim Uganda

Hakikat agama Islam guna memajukan kualitas kehidupan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komunitas Muslim Uganda pun menghadapi persoalan kemiskinan dan ketertinggalan. Seperti disampaikan dosen Komunikasi Massa di Universitas Islam Uganda, Mpoza Abdul Hamid, banyak kemajuan telah dicapai kalangan Muslim. Akan tetapi, umat Islam masih terbentur masalah kemiskinan.

Saat mengikuti general assembly International Islamic Federation of Student Organization (Forum Pemuda Islam Internasional) di Jakarta, awal Juni lalu, dia mengatakan, momentum untuk memperbaiki taraf hidup umat Islam sebenarnya pernah mengemuka antara tahun 1971–1979.

Ketika itu, Idi Amin yang berasal dari kalangan Muslim menjabat sebagai presiden Uganda. Namun, belum ada kemajuan berarti dalam perbaikan kesejahteraan hidup Muslim dan rakyat Uganda secara umum.

Sejak itu, umat Islam seakan menjaga jarak dari wacana perpolitikan ataupun beberapa aspek kemasyarakatan. Tak ayal, kondisi itu menimbulkan keprihatinan. Di antaranya dari Menteri Pertanahan Negara, Asuman Kiyingi.

Pada satu kesempatan, Kiyingi mengungkapkan bahwa sebagian kaum Muslim masih diliputi perasaan rendah diri. Umat dinilai kurang berpartisipasi dalam pembahasan isu-isu bangsa dan jarang mengeluarkan pendapat. Demikian pula saat berlangsung kegiatan-kegiatan resmi atau sewaktu diminta memimpin doa, tidak seorang pun bersedia sehingga diambil alih kelompok non-Muslim.

Oleh karena itulah, Asuman Kiyingi berharap agar umat Islam lebih percaya diri serta mulai tampil ke depan. Dia meminta umat untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan agama dan bangsa.

Perlu dipahami, ini adalah hakikat agama Islam guna memajukan kualitas kehidupan, bukan terus-menerus menjadi pengemis serta peminta-minta, tegas dia.

Upaya pengentasan kemiskinan menjadi fokus utama. Komunitas Muslim bergerak dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan agama. Masjid serta sekolah banyak dibangun, demikian pula sejumlah aktivitas amal usaha telah tersebar di seantero negeri.

Beberapa organisasi lokal dan internasional tidak tinggal diam dalam perjuangan ini. (Baca: Umat Islam di Uganda Terbentur Masalah Kemiskinan)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2StSbpL
February 07, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2StSbpL
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 30, 2019

Awas, Ada 5 Mitos Menyesatkan Seputar Kanker Paru

Kanker paru dinilai sangat mematikan karena cenderung tak bergejala di awal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker yang cukup banyak ditemukan pada laki-laki dan perempuan. Menurut Lung Cancer Statistic, ada sekitar dua juta kasus kanker paru baru pada 2018.

Menurut American Lung Association, kanker paru merupakan salah satu jenis kanker yang sangat mematikan. Kanker paru dinilai sangat mematikan karena sulit ditemukan pada stadium dini karena cenderung tak bergejala di awal.

Salah satu penyebab keterlambatan diagnosis kanker paru adalah kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat awam akan kanker paru. Kondisi ini semakin diperparah dengan cukup banyaknya mitos dan informasi menyesatkan yang beredar di tengah masyarakat awam.

Seperti dilansir WebMD, setidaknya ada lima mitos menyesatkan mengenai kanker paru yang perlu diluruskan. Berikut ini adalah kelima mitos menyesatkan tersebut.

Mitos: Terlambat Untuk Berhenti

Ada anggapan bahwa berhenti merokok setelah bertahun-tahun menjadi perokok merupakan sesuatu yang sia-sia dan terlambat. Faktanya, manfaat berhenti merokok bisa segera dirasakan oleh perokok terlepas dari berapapun lamanya riwayat merokok mereka.

Beberapa saat setelah berhenti merokok, peredaran darah dan kinerja paru akan membaik. Seiring berjalannya waktu, risiko kanker paru juga akan menurun. Setelah 10 tahun berhenti merokok, risiko kematian akibat kanker paru juga akan mnurun drastis hingga 50 persen dibandingkan orang yang tetap merokok.

Mitos: Rokok Rendah Tar Lebih Aman

Sebagian orang menganggap bahwa rokok dengan kandungan tar yang rendah cenderung lebih aman. Padahal, rokok rendah tar tetap dapat meningkatkan risiko kanker paru.

Selain itu, masyarakat juga perlu mewaspadai rokok menthol. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa rokok menthol mungkin lebih bebahaya dan lebih sulit dihentikan.

Mitos: Suplemen Antioksidan Dapat Melindungi

Sebagian orang mungkin menganggap bahwa suplemen antioksidan dapat melindungi diri dari risiko kanker paru. Faktanya, penelitian menemukan bahwa risiko kanker paru pada perokok yang mengonsumsi suplemen beta karoten tetap tinggi. Namun tak ada salahnya untuk mendapatkan antioksidan dari buah-buahan maupun sayuran segar.

Mitos: Merokok Satu-Satunya Faktor Risiko

Merokok memang faktor risiko terbesar dari kanker paru, namun merokok bukan satu-satunya faktor risiko. Faktor risiko kanker paru kedua terbesar adalah radon. Radon merupakan gas radioaktif tanpa bau yang dilepaskan oleh batu dan tanah. Radon dapat masuk ke dalam rumah-rumah hingga bangunan bertingkat.

Kadar radon di rumah maupun gedung bertingkat bisa diketahui melalui tes kadar radon. Informasi seputar tes kadar radon bisa didapatkan melalui departemen kesehatan.

Mitos: Tak Perlu Berhenti Merokok Bila Sudah Terkena Kanker Paru

Sebagian orang mungkin merasa percuma untuk berhenti merokok setelah terdiagnosis kanker paru. Padahal, berhenti merokok setelah terdiagnosis kanker paru tetap dapat memberi manfaat. Dengan berhenti merokok, terapi kanker paru akan bekerja lebih baik.

Berhenti merokok pada pasien kanker paru juga dapat meringankan efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh terapi. Pasien kanker paru yang harus menjalani operasi dapat pulih lebih cepat bila berhenti merokok.

Perokok yang memerlukan radiasi untuk kanker di pangkal tenggorokan juga dapat menghindari risiko menjadi serak bila berhenti merokok. Dalam beberapa kasus, berhenti merokok juga dapat menurunkan risiko terjadinya kekambuhan kanker paru.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RXkRbg
January 30, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RXkRbg
via IFTTT
Share:

Thursday, January 17, 2019

Fokus Blok Rokan, Pertamina Bentuk Pertamina Hulu Rokan

PHR juga akan fokus melakukan transisi alih kelola dari CPI ke Pertamina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) kembali membentuk anak usaha baru untuk khusus mengelola Blok Rokan. Blok yang digadang-gadang merupakan blok penghasil minyak terbesar ini akan dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan Samsu, menjelaskan pembentukan anak usaha ini dilakukan agar ada entitas yang fokus mengurus Blok Rokan. Anak usaha ini juga akan berperan melakukan transisi alih kelola dari PT Chevron Pasific Indonesia ke Pertamina.

"Kami sudah buat, namanya Pertamina Hulu Rokan. Targetnya, nanti signing PSC langsung bisa dilakukan oleh anak usaha ini. Bulan ini semoga bisa selesai semua," ujar Dharmawan di Kantor Pusat Pertamina, Kamis (17/1).

Pertamina Hulu Rokan sendiri akan dikomandoi oleh RP Yudantoro. Dharmawan menjelaskan, Yudan merupakan Direktur Operasional Pertamina EP Cepu (PEPC). Latar belakang produksi Blok Cepu yang menarik pada 2018 ini, membuat direksi Pertamina menugaskan Yudan agar bisa memaksimalkan produksi Blok Rokan.

Yudan sebelum menjabat sebagai Direktur Operasi, menjabat sebagai Deputy Exploration Project Manager (2009-2010). Kemudian menjabat Manajer Bang Prospek (2010), VP Operasi Kontrak Kerja sama Cepu (2010-2012), VP Operasi KKS Cepu (2012-2013) dan VP Technical Support (2013-2014).

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HgdXZv
January 17, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2HgdXZv
via IFTTT
Share:

Saturday, January 12, 2019

BPN Prabowo-Sandiaga Bentuk Tim Delapan

Tim delapan itu diketuai oleh Ketua BPN Djoko Santoso.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga membentuk tim khusus untuk persiapan debat calon presiden 2019. Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso mengungkap tim khusus dengan nama tim delapan itu diketuai oleh Ketua BPN Djoko Santoso.

"Kami memang membentuk Pak Djoko Santoso sebagai ketua tim, memang tim delapan yang kebetulan kami pimpin dan di sana ada banyak tokoh-tokoh," ujar Priyo kepada wartawan di Menteng, Jakarta, Sabtu (12/1).

Priyo mengaku turut andil dalam tim tersebut sebagai koodinator, dibantu tokoh-tokoh senior lainnya seperti Sudirman Said untuk penyiapan konten, Ferry Mursyidan Baldan untuk tim persiapan relawan.

"Masalah konten Sudirman Said dan lain-lain yang mengkoordinasi, masalah relawan Pak Ferry," ujar Priyo.

Menurutnya, tim menghimpun masukan dan saran tokoh-tokoh dan pakar hukum terkait materi debat hukum, HAM, korupsi dan terorisme. Priyo mengatakan, masukan dan saran tersebut nantinya ditampung untuk mempersiapkan materi debat capres.

"Kita mengundang secara informal mereka memberikan saran dan perspektif, supaya lengkap kita memandangnya, apa yang kita input dari bawah kemudian diformat dan seterusnya," ujar Priyo

Menurutnya, persiapan juga termasuk masukan sejumlah tokoh tokoh seperti Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

"Tokoh sekaliber Pak SBY untuk memberi masukan, artinya tim kami sudah siap,  beliau kan presiden dua periode, sudah debat dua kali dan menang, begitu pun Pak Amien tokoh besar, singkatnya Pak Prabowo dan Sandi siap lahir batin untuk mempersiapkan debat ini," kata Priyo.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2sjePlY
January 12, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2sjePlY
via IFTTT
Share:

Saturday, January 5, 2019

Menhub Belum Mengetahui Pemberian Tarif Bagasi Lion Air

Kemenhub akan mengecek terlebih dulu kebijakan baru Lion Air tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya belum mengetahui mengenai kebijakan pemberian tarif terhadap bagasi maskapai Lion Air. Pihaknya akan memeriksa kebijakan dari maskapai Lion Air yang akan memberikan tarif bagasi kepada penumpang.

“Belum (ada informasi). Bagasi itu ada aturannya kami akan lihat apa yang mereka sampaikan, kami akan lihat regulasinya seperti apa. Apabila itu melanggar, kami akan perbaiki,” jelas Budi usai Sosialisasi safety riding kepada pengendara Gojek di Depok, Sabtu (5/1).

Budi mengatakan, sebenarnya bila maskapai memiliki sebuah kebijakan dan tak merugikan masyarakat, seharusnya bukan menjadi sebuah masalah. Hal yang paling utama untuk tak dianggar oleh maskapai, kata dia, adalah perihal keamanan atau safety

Baca juga, Lion Air Gratiskan Bagasi Penumpang Domestik, Ini Syaratnya

Oleh sebab itu, pihaknya akan memeriksa terlebih dahulu perihal kebijakan yang diterapkan maskapai Lion Air. Pihaknya pun akan melakukan klarifikasi, terutama perihal kebijakan mengenai bagasi yang sebenarnya.

Sebelumnya, maskapai Lion Air dan Wings Air akan memberlakukan kebijakan baru terkait barang bawaan penumpang untuk penerbangan domestik. Lion Air dan Wings Air akan memberlakukan kebijakan baru berupa penyesuaian kapasitas (berat) barang bawaan dan bagasi terdaftar gratis atau cuma-cuma (free baggage allowance) yang akan efektif mulai 8 Januari 2019 sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Humas Lion Air Grup Danang Mandala Prihantoro menjelaskan ketentuan barang bawaan dan bagasi di antaranya seluruh penerbangan domestik Lion Air tak diberlakukan bagasi cuma-cuma 20 kilogram per penumpang. Sementara untuk penerbangan domestik maskapai Wing Air tak diberlakukan bagasi cuma-cuma 10 kilogram per penumpang.

“Bila penumpang yang sudah membeli tiket sebelum 8 Januari 2018 tetap memperoleh bagasi cuma-cuma 20 kg untuk Lion Air dan 10 kg untuk Wings Air,” Kata Danang melalui siaran pers pada akhir pekan lalu.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GUbtQA
January 05, 2019 at 04:56PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GUbtQA
via IFTTT
Share: