Showing posts with label 2019 at 06:19AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 06:19AM. Show all posts

Thursday, March 7, 2019

IKM Berbasis Digital Raup Omzet Hingga Rp 1,5 Miliar

Sebanyak 5.945 pelaku IKM berbasis digital telah bekerja sama dengan marketplace

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan pengembangan industri kecil menengah (IKM) yang terintegrasi dengan teknologi digital melalui program e-Smart atau Smart Elektronik IKM. Sejak diluncurkan pada 2017 silam, pelaku usaha IKM berbasis digital berhasil meraup omzet hingga Rp 1,5 miliar.

Adapun program Smart Elektronik IKM merupakan sistem basis data IKM nasional yang tersaji dalam bentuk profil industri, sentra, dan produk yang diintegrasikan dengan marketplace yang telah ada.  Hal itu dengan tujuan semakin meningkatkan akses pasar IKM melalui pemasaran internet.

“Sebanyak 5.945 pelaku usaha IKM berbasis teknologi digital ini telah bekerja sama dengan marketplace yang sudah besar,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dalam keterangan pers yang diterima Republika, Jumat (8/3).

Kerja sama tersebut dilakukan dengan Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia. Menurutnya, revolusi industri 4.0 merupakan sebuah kekuatan besar di sektor industri karena tidak hanya dimanfaatkan untuk proses produksi, tetapi juga mampu melahirkan model bisnis baru.

Untuk itu dia menilai, industri nasional membutuhkan pembenahan terutama dalam penguasaan teknologi yang menjadi kunci utama penentu daya saing di era industri 4.0. Dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, salah satu yang menjadi prioritas pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sesuai kebutuhan era digitalisasi.

Berdasarkan studi McKinsey, kebutuhan tenaga kerja industri di bidang digital akan bertambah sebesar 17 juta orang hingga 2025. Di mana empat juta orang akan bekerja di sektor industri dan sisanya di sektor jasa terkait.

“Kesempatan ini harus kita rebut, oleh karenanya tahun ini Kemenperin mengucurkan dana hingga Rp 1,78 triliun dalam pengembangan SDM industri,” katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2VKxZxH
March 08, 2019 at 06:19AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2VKxZxH
via IFTTT
Share:

Pedagang Pasar Blok A Ingin Segera Direlokasi

Pedagang menilai Pasar Pondok Indah jauh dan agak sepi.

REPUBLIKA.CO.ID, Kebakaran melanda Pasar Blok A, Kebayoran Bayu, Jakarta Selatan, Rabu (6/3) pagi. Sejumlah pedagang ingin segera direlokasi ke pasar terdekat agar tetap bisa berjualan.

Salah satu pedagang, Yuni (38 tahun), membuat ia tak bisa menerima pesanan menjahit pakaian usai kebakaran. Kiosnya hangus terbakar beserta mesin jahit dan perlengkapan menjahit lainnya yang ada di dalam.

Ia pun meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera menyiapkan tempat berjualan bagi para pedagang Pasar Blok A. "Kami berharapnya tempat. Paling utama tempat buat kami usaha lagi, dipercepat lah," kata Yuni, Kamis (7/3).

Senada juga diungkapkan Ena (49) yang merupakan pedagang pakaian dan Kris (47) pedagang soto di Pasar Blok A. Untuk itu, mereka bersama pedagang lainnya mendatangi pasar guna membahas tempat relokasi berjualan.

Sebab, para pedagang tak ingin berjualan di pasar yang jauh dari lokasi Pasar Blok A. Sehingga, mereka merundingkan tempat yang akan digunakan untuk berjualan. Setelah itu, mereka akan mengusulkannya kepada Pemprov DKI.

"Pak Anies bilangnya Pasar Pondok Indah, tetapi pedagang itu sekarang pada enggak setuju karena jauh dan agak sepi. Kami inginnya di Pasar Impres yang dekat," kata Kris.

Ia mengatakan, pasar yang terbakar ini merupakan tempat penampungan sementara bagi pedagang Pasar Blok A di tempat lama yang berjarak sekitar 200 meter. Para pedagang ditempatkan di Pasar Blok A di Jalan Raya Panglima Polim karena proyek revitalisasi pasar lama dan pembangunan moda raya terpadu (MRT).

Menurut Kris, para pedagang hanya dijanjikan waktu yang tak lama dan akan segera kembali ke Pasar Blok A yang lama. Namun, sejak ia pindah pada Oktober 2015 lalu hingga akhirnya pasar mengalami kebakaran, para pedagang tak kunjung dipindahkan.

"Sebenarnya kami nunggu pasar lama selesai dibangun, tetapi belum dibangun-bangun. Sudah tiga tahun mau empat tahun," tutur Kris.

Ia mengaku, si jago merah melalap habis kios soto miliknya yang di dalamnya ada barang elektronik, seperti lemari pendingin, televisi, serta perlengkapan meja dan kursi makan. Kris memperkirakan kerugian akibat kebakaran itu mencapai Rp 15 juta. Ia pun belum bisa berjualan kembali.

Baik Kris maupun Ena tak bisa menyelamatkan barang yang ada di kios Pasar Blok A karena kebakaran terjadi pada pagi hari sekitar 04.30 WIB. Saat keduanya belum memulai berjualan. Keduanya mengaku, mendapat kabar kebakaran dari pedagang lainnya yang sudah ada di lokasi.

Ena mengatakan, saat ia mendapat informasi kebakaran, ia langsung datang membawa karung untuk menyelamatkan barang dagangannya. Namun, ketika sampai di pasar, api sudah membesar, sehingga ia tak bisa masuk ke kios untuk mengambil pakaian yang bisa diangkut.

Akibat kebakaran itu, Ena menyebut kerugiannya hingga Rp 20 juta. Untuk itu, ia juga menyambut baik rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang akan memberi bantuan modal untuk pedagang yang menjadi korban kebakaran. Bagi Ena, bantuan itu sangat bermanfaat untuk memulai berjualan kembali.

"Dihitung-hitung kurang lebih Rp 20 juta sama alat-alatnya patung semuanya. Terima saja yang penting tempat (berjualan), benar-benar ini Alhamdulillan sudah dibantu namanya musibah," kata Ena.

Sebelumnya, Anies menjanjikan akan membantu masing-masing sebesar Rp 10 juta untuk pedagang yang terkena dampak saat ia meninjau lokasi usai kebakaran. Pemprov DKI akan memberikan bantuan untuk pembiayaan permodalan.

"Akan disiapkan nanti sekitar Rp 10 juta untuk para pedagangnya sehingga bisa jadi modal awal untuk memulai usaha. Jadi, kami tidak lepas tangan, itu bukti Pasar Jaya tidak lepas tangan," kata Anies.

Kemudian, para pedagang yang terkena dampak kebakaran akan direlokasikan ke Pasar Pondok Indah agar bisa secepatnya pulih dan segera berdagang kembali. "Kita siapkan tempat pengganti sementara, kita musyawarahkan siang ini agar suasananya lebih tenang. Kemungkinan sementara sekarang ke Pasar Pondok Indah," kata Anies.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin membenarkan Pemprov DKI akan memberikan bantuan modal kepada pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Blok A. Ia mengatakan, pihaknya masih mendata pedagang Pasar Blok A.

"Saat ini, sedang mendata sama koperasi, kemarin sudah tapi baru diregistrasi hari ini, kita kan harus benar-benar lihat siapa yang terkena dampak langsung," ujar Arief saat dihubungi Republika, Kamis.

Ia memperkirakan, kurang lebih ada 200 pedagang Pasar Blok A. Namun, untuk mendapatkan bantuan modal, PD Pasar Jaya harus memastikan kembali bahwa pedagang yang menjadi korban kebakaran merupakan pedagang aktif.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2ETXabG
March 08, 2019 at 06:19AM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2ETXabG
via IFTTT
Share: