Showing posts with label February 26. Show all posts
Showing posts with label February 26. Show all posts

Tuesday, February 26, 2019

Pengusaha Siap Dukung Peremajaan Karet

Program peremajaan pemerintah akan memberi keuntungan signifikan bagi petani karet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) memastikan akan mendukung kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Joint Comminque Special Ministerial Commitee Meeting (MCM) 2019. Salah satunya melakukan replanting atau peremajaan terhadap lahan karet yang ditargetkan mencapai 50 ribu hektare per tahun.

Ketua Umum Gapkindo Moenardji Soedargo menjelaskan, pengusaha memang belum membicarakan mengenai tindakan detail yang akan dilakukan terkait peremajaan ini. Tapi, ia mengaku, bersedia menjalankan kemitraan dengan petani apabila skema tersebut dibutuhkan dalam memaksimalkan produktivitas karet.

"Kami akan siap melakukannya," ucapnya ketika dikonfirmasi Republika.co.id, Selasa (26/2).

Moenardji menggambarkan hubungan antara pengusaha dan petani karet sebagai mitra. Keduanya memiliki simbiosis mutualisme dalam industri karet. Sementara pengusaha tidak memiliki kebun, petani tidak mempunyai pabrik untuk mengolah bahan baku menjadi bahan jadi dan setengah jadi.

Moenardji menilai, program peremajaan yang dicanangkan pemerintah akan memberi keuntungan signifikan bagi petani karet, khususnya karena bibit yang disiapkan pemerintah adalah kualitas terbaik sehingga mampu menjamin keberlanjutan ekonomi dan dari segi produksi.

"Jadi, perbaikan ini akan sangat mengangkat kesejahteraan petani karet," ujarnya.

Moenardji juga akan mendukung pola 60 persen-40 persen yang diusung pemerintah. Dalam pola ini, tidak seluruh lahan yang diremajakan akan ditanam karet melainkan hanya 60 persen. Petani dapat menanam sisa lahannya dengan komoditas lain yang juga menguntungkan seperti buah-buahan.

Moenardji optimistis atas keberhasilan skema peremajaan ini. Menurutnya, pemerintah telah berdiskusi dengan berbagai pihak mengenai konsep, teknis dan dampak dari replanting.

"Saya percaya, ini sudah dibicarakan," ujarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menganggarkan Rp 47 miliar untuk peremajaan perkebunan karet seluas 6.000 hektare tahun ini. Luasan lahan tersebut hanya sekitar 12 persen dari target replanting pemerintah yang mencapai 50 ribu hektare per tahun.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XjONxf
February 26, 2019 at 06:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2XjONxf
via IFTTT
Share:

Forest fires gut 1,136 hectares of area in Riau

Forest fires hit Riau Province since January 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Forest fires have gutted a total of 1,136 hectares (ha) of forest and plantation areas in Riau Province since January 2019. The figure showed an increase of 150 ha within the last 48 hours, Edwar Sanger, head of the Riau disaster mitigation office, stated here on Tuesday.

Hotspots were detected along the coastal regions of Riau, such as Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, and Indragiri Hilir, he noted. A joint team comprising local firefighters, disaster mitigation personnel, and military and police officers were deployed to extinguish the fires.

Water bombs were also dropped from a Casa 212 aircraft of the Indonesian Air Force to put out the blaze that has produced haze on Rupat Island. Haze smoke reduced visibility to 100 meters and forced schools to halt class activities on Rupat Island.

Nine out of the province's 12 districts and cities were affected by forest fires. Of the total area gutted by fires, 817 ha were in Bengkalis, 132 ha in Rokan Hilir, 60 ha in Dumai, 30 ha in Siak, 38 ha in Indragiri Hilir, 15 ha in Kampar, 20.4 ha in Meranti, and 21.01 ha in Pekanbaru.

Meanwhile, thousands of residents in Riau Province have suffered from respiratory ailments after being exposed to air pollution caused by land and forest fires in the region.

Head of the Riau Health Office Mimi Nazir stated here on Tuesday that Dumai City had recorded the largest number of patients, with 2,199 people suffering from upper respiratory tract infection (ISPA), seven people ailing from pneumonia, 52 people complaining of asthma, 58 people experiencing eye irritation, and 28 people with skin irritation.

In Bengkalis District, the health office has found 247 people suffering from ISPA, 15 asthma patients, four pneumonia patients, 24 people experiencing eye irritation, and 13 with skin irritation. In Rohil District, the authority has found 42 people with ISPA, four with asthma, eight with eye irritation, and 16 with skin irritation.

Nazir said the office has sent a team to Rupat Island in Bengkalis District to help the residents exposed to the haze.

Riau Province has declared an emergency status for land and forest fire since Feb 19 that will last for eight months. Peatland fires continue to occur, especially in the coastal areas of the province.

The Terra and Aqua satellites of the Pekanbaru Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) had, at 6 a.m. local time, on Tuesday, detected 23 hotspots that could be an early indication of forest fire in Riau.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SrSCwr
February 26, 2019 at 06:16PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SrSCwr
via IFTTT
Share:

PNM Bidik Tiga Provinsi Baru Tahun Ini

PNM tahun ini fokus meningkatkan kualitas nasabah tiga provinsi baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Permodalan Nasional Madani (PMN) tahun ini membidik tiga provinsi baru tahun ini. Tiga provinsi tersebut adalah Bali, Kalimantan Tengah dan Bangka Belitung.

"Tiga provinsi itu baru tahun ini, Insyaallah, 2018 di 34 provinsi ada jaringan kami," kata Direktur Utama PNM Arief Mulyadi dalam Bincang Pagi PNM di St Ali Setiabudi One, Selasa (26/2).

Ekspansi perluasan wilayah tetap dilakukan namun peningkatan nasabah bukan menjadi yang utama. Arief mengatakan, pihaknya tahun ini fokus untuk meningkatkan kualitas nasabah exsisting.

Ia menambahkan, tiga tahun awal, pihaknya mendorong nasabah untuk mendapat penghasilan tambahan. Tiga tahun ke depan, selain menambah nasabah PNM ingin meningkatkan kualitas usaha mereka. "Mereka juga bisa meningkatkan serapan tenaga kerja," kata dia.

Arief Mulyadi menjelaskan, 2018 menjadi tahun yang cukup monumental meski belum membuatnya puas karena baru menjadi basis bagi PNM untuk terus berkembang. Secara year on year (yoy) aset PNM pada 2018 meningkat menjadi Rp 18,3 triliun dibanding aset semula Rp 11,1 triliun. "Naiknya 70 persen," ujarnya.

Pada 2018 itu juga PNM dapat mencapai rekor terbaiknya dengan Net Lending tumbuh 136,4 persen, out standing meningkat 79,1 persen dan NoA menanjak hingga 114,40 persen. Bisnis ULaMM, ia melanjutkan, dalam enam tahun terakhir telah mencapai angka NPL terendah yaitu kurang dari tiga persen. NPL konsolidasi yakni ULaMM dan Mekaar 1,33 persen.

Hal itu tidak terlepas dari komitmen pendampingan insan PNM dalam membangun hubungan emosional dan memberikan pendampingan usaha kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Pelatihan juga sering dilakukan PNM kepada pada nasabah.

Pada 2018 telah dilakukan 1.777 kali pelatihan dengan 70 ribu peserta. Pelatihan tersebuy mensinergikan nasabah ULaMM dengan nasabah Mekaar. "Diantara 1.777 itu hampir 300 atau 400 ke arah penjualan secara online. Kita kerja sama dengan Google, marketplace juga pelaku-pelaku lain," ujarnya.

Ia melanjutkan, bisnis Mekaar telah melampaui target untuk melayani empat juta ibu prasejahtera di 30 Provinsi di Indonesia. Per 25 Februari 2019, nasabah PNM Mekaar telah mencapai 4,25 juta dengan outstanding Rp 5,891 triliun. Sementara jumlah nasabah ULaMM tidak terlalu banyak hanya 70 ribu per Desember 2018.

"Karena kita ingin itu (nasabah ULaMM) menjadi ikon, role model yang bisa dilihat sekelilingnya," ujarnya.

Tahun ini, ditargetkan jumlah nasabah PNM Mekaar mencapai 4,75 juta nasabah dengan peningkatan siklus pembiayaan. Nilai besaran penyaluran tahun ini ditargetkan Rp 15,3 triliun, angka ini bertambah dari Rp 14,4 triliun pada tahun sebelumnya. Angka Rp 14,4 triliun ini disalurkan untuk Mekaar sebesar Rp 10,4 triliun kepada dua juta lebih nasabah dan sekitar Rp 4 triliun untuk nasabah ULaMM.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Xs73oj
February 26, 2019 at 06:14PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Xs73oj
via IFTTT
Share:

In Picture: Pameran Foto Islam di Rusia Digelar di Bayt Alquran TMII

Pameran foto tradisi umat Islam di Rusia tersebut berlangsung hingga 18 Maret.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengunjung menirukan gaya pada foto atlet bela diri Khabib Nurmagomedov yang dipajang saat pameran foto tradisi umat Islam di Rusia di Musium Bayt Al-Quran TMII, Jakarta, Selasa (26/2).

Pameran foto tradisi umat Islam di Rusia tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati 70 tahun hubungan Indonesia dan Rusia yang diselanggarakan hingga 18 Maret 2019. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Ez3cOD
February 26, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Ez3cOD
via IFTTT
Share:

BMKG Ingatkan Waspada Hujan Lebat Tiga Hari ke Depan

BMKG mengimbau masyarakat waspada potensi hujan di berbagai lokasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan ancaman hujan lebat disertai angin kencang yang masih berpotensi hingga tiga hari ke depan sejak Selasa (26/2) hari ini hingga Kamis (28/2). BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada potensi tersebut.

Kepala Bagian Humas BMKG Akhmad Taufan Maulana mengatakan, hasil analisis BMKG memperlihatkan bahwa terdapat konvergensi di Perairan Barat Bengkulu, Sulawesi Selatan, dan Papua. Belokan angin terdapat di Maluku dan Papua.

"Wilayah yang terpantau berpotensi mengalami hujan lebat pada hari Selasa (26/2) di antaranya adalah Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua," ujarnya, Selasa (26/2).

Kemudian untuk keesokan harinya, wilayah yang berpotensi di antaranya adalah Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua. Potensi ini masih berlangsung hingga Kamis (28/2) yang berpeluang terjadi di Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Papua.

Sementara itu, dia menambahkan, beberapa daerah juga diharap waspada terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang, dan kilat/petir. Untuk hari ini, ia menyebut daerah yang berpotensi hujan lebat disertai angin kencang seperti Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Jabodetabek, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, dan Papua Barat.

Sedangkan untuk esok harinya wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai angin kencang  Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jabodetabek, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat.

Sementara pada kamis lusanya (28/2) hujan lebat disertai angin kencang terjadi di  Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jabodetabek,  Jawa Timur,  Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat.

"BMKG mengimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di luar ruang pada wilayah tersebut agar selalu waspada dan membawa peralatan antisipasi hujan," katanya. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tByQVz
February 26, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tByQVz
via IFTTT
Share:

Ketika Istri Fokus Urus Rumah Tangga, Berpahalakah?

Pahala seorang istri yang fokus mengurus keluarga tak kalah besar dengan jihad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tugas dan kewajiban yang diemban seorang istri sekaligus ibu rumah tangga memang sangat berat. Seorang perempuan bersuami yang memutuskan mengabdi untuk keluarga dan fokus mengurus urusan rumah tangga sering dihinggapi keraguan-raguan akan keutamaan peran yang dipikul.

Apalagi, dengan desakan karier di luar. Lantas, apakah seorang istri yang fokus mengelola rumah tangga akan mendapatkan pahala? 

Tentu, kata Abu Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Umar al-Habasyi al-Wishabi dalam bukunya yang berjudul Al-Harakah fi Fadhli as-Sa'yi wa al-Harakah. Menurut ulama salaf yang hidup di abad ke-7 Hijriah itu, selain pahala yang pasti diterima dari upaya membesarkan dan mendidik buah hati, istri yang mengurus segala kebutuhan keluarga sehari-hari akan senantiasa mendapatkan perhatian istimewa dari Allah SWT. Bahkan, pantas mendapat balasan berupa surga.

Ketahuilah, kata al-Wishabi, para istri Rasulullah SAW dan sahabatnya berusaha sekuat tenaga untuk mengelola kebutuhan rumah tangga, melayani suami, dan mengurus anak-anak. Sebuah riwayat sahih menyebutkan, suatu saat Jibril mendapati Khadijah RA tengah menyiapkan wadah berisikan lauk, minuman, dan makanan.

Usai mengucapkan salam kepada istri pertama Rasul tersebut, Jibril memberikan kabar gembira atas ganjaran surga yang akan diperoleh Khadijah. Ganjaran itu atas kesungguhan dan komitmennya fokus mengurus rumah tangga.    

Gambaran tentang semangat para istri Rasul untuk mengurus rumah tangga, juga terlihat dari aktivitas Aisyah RA yang tak ketinggalan mengurus hewan ternak. Begitu pula Hafshah, putri Umar bin Khatab ini adalah juru masak yang andal. Zainab binti Jahsy juga sosok istri yang terkenal rajin.

Bahkan, peran para istri Rasul tak hanya terbatas pada lingkup kebutuhan rumah sehari-hari. Kala berjihad, sejumlah istri Rasul setia menemani dan berada di garis belakang untuk menyiapkan logistik, mengobati sahabat yang terluka, dan menyediakan konsumsi.   

Suatu ketika, Ibnu Abbas pernah diutus oleh para sahabat perempuan (shahabiyah) guna bertanya kepada Rasul perihal apakah mereka juga bisa mendapat pahala sebagaimana para lelaki yang berangkat berjihad. Rasul menjawab, tugas yang dikerjakan oleh istri berupa mengurus rumah, membesarkan anak, dan lain sebagainya, sederajat pahalanya dengan jihad di jalan Allah. 

Ats-Tsa'alabi pernah meriwayatkan hadis dari Aisyah, Rasul menyatakan bahwa tidak ada yang pantas bagi seorang istri yang membenahi kondisi rumah kecuali Allah akan mencatat aktivitas itu sebagai kebajikan dan bakal menghapus dosanya lalu meninggikan derajatnya.

Istri yang mengandung lalu melahirkan anak akan memperoleh pahala sebesar ganjaran orang yang berpuasa dan berjihad di jalan Allah. Jika tengah menyusui anaknya, maka malaikat dari langit akan memanggilnya dan akan dicukupkan pahala amal yang lampau dan akan datang. Aisyah berseloroh, ”Allah memberikan segudang kebajikan bagi perempuan, mana bagian kalian wahai laki-laki?” Tak pelak, celetukan Aisyah itu pun membuat Rasul tertawa.   

Al-Wishabi menambahkan, acapkali memang diakui kejenuhan akan datang menghampiri. Maka, di antara rutinitas selingan yang bisa dilakukan adalah aktivitas menjahit. Karena, menurut al-Wishabi, sebaik-baik pekerjaan bagi perempuan selama di rumah, di samping tugas utama yang lain, ialah menjahit. 

Ia menyebutkan, menjahit baju, adalah tradisi para istri nabi dan rasul terdahulu. Sebut saja Hawa. Kulit kambing yang disembelih oleh Nabi Adam AS dipintal sedemikan rupa lalu dijahit guna difungsikan sebagai baju dan kerudung. 

“Sebaik-baik hiburan seorang istri adalah memintal,” demikian sabda Rasul seperti dinukilkan oleh Ibnu Abas. Salah satu alasannya, seperti diungkapkan Rasul di riwayat Anas bin Malik, menenun atau menjahit baju dinilai bisa menjadi salah satu media yang mempercantik performa seorang perempuan dan membuatnya lebih bersahaja.      

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Ew486z
February 26, 2019 at 06:00PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Ew486z
via IFTTT
Share:

Laga Perdana Piala AFC, Persija Tahan Imbang Becamex

Persija akan bertandang pada laga kedua fase grup kontra Shan United di Myanmar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persija Jakarta harus berbagi poin dengan tim tamu, Becamex Bhin Duong, pada laga perdana fase grup Piala AFC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (26/2) sore. Tak ada gol yang tercipta dalam laga tersebut.

Setelah kedudukan sama kuat 0-0 di babak pertama, tim tuan rumah sudah mendapat tekanan sejak paruh kedua dimulai. Skuat Persija yang diarsiteki Ivan Kolev mengubah strategi dengan menyusun serangan dari bawah dengan bola-bola pendek yang dialirkan oleh Rohit Chand kepada Bruno Matos dan Ramdani Lestaluhu.

Bruno Matos sempat mencoba peruntungan melalui tendangan keras dari kotak penalti lawan. Namun tendangannya masih melebar di sisi kiri gawang kiper lawan.

Riko Simanjuntak yang bermain di sisi kiri mendapatkan kesempatan di mulut gawang setelah mendapat bola liar. Novri yang masuk mengganti Silvio Escobar juga melakukan tendangan keras dari sisi kiri gawang. Namun seluruh percobaan itu belum menghasilkan poin bagi tim tuan rumah.

Gawang Persija justru hampir bergetar karena serangan balik lawan. Beruntung kiper Andritany berhasil menghalau serangan tersebut dan mengamankan skor yang masih kacamata.

Tempo permainan Persija yang melambat dimanfaatkan oleh Becamex Bhin Duong. Menjelang akhir laga, tim tamu justru lebih agresif melancarkan serangan meski gagal mencetak gol.

Persija mencatatkan 12 peluang dan dua tendangan mengarah ke gawang. Sementara tim lawan memperoleh 15 peluang dan tiga tendangan terarah. Dari penguasaan bola, tim tuan rumah mendominasi dengan 65 persen.

Persija akan bertandang pada laga kedua fase grup Piala AFC kontra Shan United di Stadion Tuwanna YTC, Myanmar, Selasa (12/3).

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2H2SYHZ
February 26, 2019 at 05:53PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2H2SYHZ
via IFTTT
Share:

Menteri Yohana: Banyak Perempuan Papua Jadi Korban Adat

Mas kawin yang mahal membuat perempuan Papua terbelenggu adat.

REPUBLIKA.CO.ID, SORONG -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise mengatakan masih ada perempuan di Papua dan Papua Barat yang menjadi korban dari adat yang berlaku pada masyarakat setempat. Yohana mengajak perempuan Papua mengikuti perkembangan zaman hingga bisa lebih berkembang.

"Adat tentang mas kawin di Papua membuat perempuan menjadi korban. Ada perempuan yang sudah melahirkan tiga anak sampai empat anak, tapi belum menikah karena mas kawin mahal," katanya dalam dengar pendapat dengan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama di Sorong, Selasa (26/2).

Yohana mengatakan ada keluarga yang meminta mas kawin sangat mahal, bahkan sampai Rp 1 miliar. Sehingga laki-laki tidak bisa segera menikahi anak perempuan dari keluarga itu. Padahal, hubungan antara perempuan dan laki-laki tersebut sudah sangat jauh, sehingga melahirkan anak.

"Kalau begitu, bagaimana pemenuhan hak anak terhadap akta kelahiran. Itu baru untuk mas kawin, belum untuk biaya anak sekolah nanti," tuturnya.

Yohana mengajak masyarakat Papua untuk berubah menjadi lebih terbuka dan mau mengikuti perkembangan zaman. Perempuan Papua harus bisa lebih berkembang.

"Bukan saya mau mengajak mengubah adat. Namun, zaman sudah berubah, kita juga harus ikut berubah. Teknologi digital sudah berkembang," katanya.

Karena itu, dalam banyak kesempatan berdialog dengan dewan adat, Yohana selalu meminta agar masyarakat Papua bisa lebih melindungi dan menghargai perempuan.

Pernah dalam salah satu pertemuan dengan dewan adat, Yohana ditanya bagaimana bisa menjadi menteri padahal adat di Papua banyak menghalangi perempuan untuk maju. "Saya bilang, saya dipilih Presiden yang orang Jawa. Kalau orang Papua, pilih kepala dinas saja pasti laki-laki," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tDidbS
February 26, 2019 at 05:52PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tDidbS
via IFTTT
Share:

Kemenhub Terbuka Usulan Evaluasi Tarif Taksi Daring

Pembahasan tarif akan mengikutsertakan berbagai pihak terkait taksi daring

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terbuka untuk menerima usulan untuk mengevaluasi tarif taksi daring. Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengatakan Tim Tujuh yang merupakan perwakilan pengemudi taksi daring memiliki usulan untuk menghitung ulang tarif batas bawah dan atas taksi daring dalam Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 118 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus.

“(Tarif batas atas dan bawah taksi daring) sedang dihitung ulang tapi belum disampaikan ke kami (Kemenhub),” kata Yani usai acara sosialisasi PM 118 di Merlynn Park Hotel Jakarta, Selasa (26/2).

Sebab, kata Yani, dalam pembahasan tarif nantinya harus mengikutsertakan berbagai pihak terkait taksi daring. Termasuk juga mengundang para pengusaha baik Usaha Kecil Menengah (UKM) atau koperasi badan hukum pengemudi, aplikator, dan pengemudi taksi daring.

Untuk itu, Yani memastikan Kemenhub akan melihat bagaimana usulan dari para Tim Tujuh untuk mengevaluasi koridor tarif taksi daring. “Kalau suadah dihitung, teman-teman (tim Tujuh) pasti ada klarifikasi dari kami ya. Kami bahas kembali, pasti itu,” ujar Yani.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi memastikan saat ini ketentuan tarif batas atas dan bawah taksi daring dalam PM 118 belum berubah. Dengan begitu, ketentuan koridor tarif taksi daring masih sama seperti aturan sebelumnya PM 108.

“Tarifnya kami masih mengikuti kepada tarif peraturan dirjen yang lama. Tidak ada perubahan untuk yang taksi daring,” ujar Budi.

Budi menegaskan aplikator taksi daring tidak ada yang meberikan penolakan terhadap ketentuan tarif tersebut. Begitu juga keseluruhan yang saat ini sudah diatur dalam aturan baru taksi daring PM 118.

Dalam aturan taksi daring sebelumnya yaitu PM 108, tarif batas bawah dan atas taksi daring untuk Jawa Sumatra Rp 3.500 hingga Rp 6.000 perkilometer. Selanjutnya untuk Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, maluku, dan papua tarif batas atas dan bawahnya yaitu Rp 3.700 hingga Rp 6.500 perkilometer. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BW12XM
February 26, 2019 at 05:50PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BW12XM
via IFTTT
Share:

Bisakah Jalan Tol Indonesia Digratiskan Seperti Malaysia?

Jalan tol Indonesia belum memungkinkan untuk digratiskan seperti Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Langkah pemerintah Koalisi Pakatan Harapan Malaysia untuk segera menggratiskan tarif jalan tol memunculkan pertanyaan dari masyarakat Indonesia. Mungkinkah kebijakan serupa diterapkan di Indonesia? Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyampaikan penjelasannya.

Menurutnya, jalan tol di Indonesia belum memungkinkan untuk digratiskan. Alasannya, pembangunan jalan tol oleh BUMN di Tanah Air tak bisa lepas dari perjanjian investasi, konsensi, pinjaman, dan hitungan ekonomis di baliknya.

"Kita tetap sebagai investor. Jalan tol juga banyak dibangun swasta, Astra punya, Malaysia juga punya di Indonesia. Mereka nggak bisa bebasin mereka bangun jalan tol dengan pinjaman, otimatis kita harus membayar pinjaman itu kembali," kata Rini usai menghadiri rapat terbatas di Kantor Presiden, Selasa (26/2).

Soal kemungkinan ke arah penggratisan jalan tol, Rini mengatakan bahwa kewenangan itu sepenuhnya ada di Kementerian PUPR selaku pengelola. Sedangkan Kementerian BUMN, ujar dia, bertanggung jawab sebagai investor dan kaitannya sebagai pembangun proyek.

"Karena kami tanggungjawabnya sebagai investor, kami dapat konsesi, kami membangun tol sesuai dengan perjanjian, toll fee berapa, dengan demikian costnya berapa dan itu tiap tahun direview," kata Rini.

Bila konsesi habis, kata Rini, pemerintah melalui Kementerian PUPR memiliki hitung-hitungan sendiri apakah tol dimungkinkan untuk digratiskan atau dilanjutkan konsesinya. Secara gamblang, Rini menegaskan bahwa jalan tol tidak bisa digratiskan bila dilihat dari sisi BUMN. BUMN berkepentingan untuk melakukan investasi dan membangun.

"Dari hitungannya, jadi umpamanya PUPR merasa dari investasinya bisa turun ya kita ikutin, gitu lho, bukan dari kita sendiri," katanya.

Pertanyaan soal tol gratis itu muncul setelah publik mendengar bahwa pemerintahan Malaysia berniat merealisasikan tol gratis. Pemerintah setempat mulai pembicaraan dengan Gamuda Berhad untuk menegosiasikan akuisisi konsesi jalan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XieZrU
February 26, 2019 at 05:39PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2XieZrU
via IFTTT
Share:

In Picture: Simulasi Pengamanan Pemilu Serentak 2019

Simulasi sebagai langkah kesiapsiagaan jelang Pemilihan Pilpres dan Pileg 17 April.

REPUBLIKA.CO.ID,CIAMIS -- Polisi menghalau pengunjuk rasa pada simulasi pengamanan Pemilu Serentak Pilpres dan Pileg di Lapangan Lokasana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (26/2/2019).

Simulasi tersebut sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi Pemilihan Pilpres dan Pileg pada 17 April 2019 mendatang, dengan menerjunkan 600 personel Polres Ciamis yang disiagakan di 4.362 tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Ciamis.  

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Sun898
February 26, 2019 at 05:37PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Sun898
via IFTTT
Share:

Mengenal Bahasa Kolok yang Unik di Pesisir Utara Bali

Bahasa Kolok berbeda dengan bahasa isyarat tuli pada umumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Siapa tak kenal Bali? Pulau indah nan menawan ini kerap dinobatkan sebagai surga dunia. Dibalik itu ternyata Bali banyak menyimpan hal-hal unik, salah satunya bahasa Kolok yang menjadi alat komunikasi di Desa Bengkala, sebuah desa kecil di Kabupaten Buleleng, Bali.

Secara harfiah Kolok berarti tuli. Uniknya, di seluruh dunia bahasa Kolok hanya dituturkan oleh 44 orang saja, yang tidak lain adalah warga Desa Bengkala. Dilansir BBC, Selasa (26/2), selama hampir enam generasi sebagian besar populasi Bengkala terlahir tuli. Warga Bengkala menyebut hal itu sebagai kutukan. Namun, menurut para ilmuwan, hal itu terjadi akibat adanya gen resesif DFNB3 yang membuat satu dari 50 bayi di Desa Bengkala terlahir tuli.

Di Bengkala, penduduk normal atau 'Enget' dan penduduk tuli lazim berkomunikasi menggunakan bahasa Kolok. Bagi Enget, mempelajari bahasa Kolok merupakan bentuk kepedulian dan dukungan bagi mereka yang terlahir tuli. Karena dulu, orang tuli di Desa Bengkala sering merasa kesepian karena mereka hanya bisa berkomunikasi dengan satu-dua anggota keluarga saja.

Untuk itulah, menurut Juru Bicara Aliansi Tuna Rungu Bengkala I Ketut Kanta, Desa Bengkala akan menjadi tempat terbaik bagi para tuli. "Jika Anda ditakdirkan terlahir tuli, maka kemungkinan besar tempat ini cocok bagi Anda untuk tumbuh dewasa," kata Kanta.

Uniknya, bahasa Kolok berbeda dengan bahasa isyarat tuli pada umumnya. Misalnya, telunjuk yang menunjuk dengan kaku menunjukkan seorang laki-laki, telunjuk yang dilengkungkan untuk menyebut ayah.

Perempuan dilambangkan dengan dua jari yang membentuk celah sempit. Kosa kata Kolok telah berevolusi secara alamiah dan berkembang terus-menerus seiringnya berkembangnya imajinasi dan kebutuhan berkomunikasi.

Menurut Kanta, di Desa Bengkala baik Kolok maupun Enget diperlakukan sejajar. Misalnya, dalam pemberian upah, tidak ada perbedaan antara penduduk yang tuli atau Kolok dan penduduk normal atau Enget. Namun di luar desa, para Kolok masih mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan.

"Tidak mudah bagi komunitas Kolok mencari pekerjaan di luar desa, dan kadang-kadang sulit mendapatkan upah yang layak seperti pekerja lokal lainnya," kata dia.

Ketut mengaku rutin mengajarkan bahasa Kolok secara gratis kepada anak-anak di Desa Bengkala. Bahkan dia memperjuangkan agar bahasa Kolok menjadi salah satu pelajaran di sekolah. Hal itu dilakukan sebagai dukungan bagi komunitas Kolok.

Desa ini juga memiliki pusat kerajinan yang disebut KEM. Para perempuan Kolok bekerja sebagai penenun. Kelompok ini juga berhasil menarik kedatangan para pelancong yang penasaran ingin menonton seni bela diri Kolok dan tarian khusus yang disebut Janger Kolok.

Ahli Bahasa yang juga kandidat PhD di Universitas Radboud Belanda, Hannah Lutzenberger menyebut bahasa Kolok adalah bahasa yang unik yang memiliki banyak berbeda dengan bahasa isyarat lainnya. "Kata Kolok tidak banyak terpengaruh oleh bahasa Indonesia, bahasa Bali atau bahasa isyarat di luar desa," kata dia.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2XqYhqC
February 26, 2019 at 05:33PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2XqYhqC
via IFTTT
Share:

Pelatih PSM Makassar Belum Tahu Banyak Soal Home United

Ia mempelajari lawan dari catatan pertandingan Home United melawan Persija.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PSM Makassar akan menjalani laga perdana fase grup Piala AFC melawan klub asal Singapura, Home United, Rabu (27/2). Laga ketat diprediksi akan tersaji oleh kedua tim.

Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic mengatakan, dirinya bangga dapat membawa nama Makassar dan Indonesia di kompetisi tingkat Asia. Ia pun sudah mempersiapkan anak asuhnya untuk menghadirkan yang terbaik pada laga tersebut meski dengan persiapan yang tidak lama.

"Kami mempersiapkan laga ini kira-kira selama dua pekan. Kami tidak tahu banyak tentang lawan kami (Home United)," kata Darije dalam konferensi pers pra-pertandingan, Selasa (26/2).

Darije menyampaikan, ia mempelajari lawan dari catatan pertandingan Home United melawan Persija, awal Februari lalu. Saat itu, Persija mengalahkan Home United dengan skor 3-1.

Dengan bekal permainan impresif selama beberapa pertandingan terakhir, Darije yakin timnya akan memberikan perlawanan dan merebut poin penuh di kandang lawan. "Karena itu, kami akan mengerahkan seluruh kualitas dan kekuatan kami," jelasnya.

Sementara itu, pemain PSM M Rahmat mengatakan, ia dan rekan-rekan setimnya sudah melakukan persiapan yang maksimal jelang esok hari. Ia menyampaikan, timnya dapat meraih poin penuh jika semua lini saling bekerja sama.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2H3H54I
February 26, 2019 at 05:25PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2H3H54I
via IFTTT
Share:

Benarkah Perempuan Makhluk Rumit dan Susah Dimengerti?

Anggapan perempuan makhluk makhluk rumit berdasar penelitian hanya anggapan pria

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang menganggap bahwa perempuan adalah makhluk yang rumit dan sulit dimengerti. Sehingga, sulit memahami isi hatinya dan apa yang dia inginkan. Benarkah demikian? 

Psikolog dari Klinik LightHOUSE Indonesia, Naomi Ernawati Lestari, M.Psi, menjelaskan, anggapan bahwa perempuan adalah mahkluk yang rumit dan sulit dimengerti, mungkin karena yang melihat dari sisi laki-laki. Ia menjelaskan menurut penelitian Paul Costa, Robert McCrae, dan Antonio Terracciano yang melibatkan 23 ribu laki-laki dan perempuan dari 26 budaya, termasuk di Hong Kong, Amerika, India, dan Rusia. 

"Perempuan menyebutkan diri mereka sendiri sebagai orang yang lebih hangat, lebih ramah, namun lebih cemas dan sensitif terhadap perasaan mereka daripada laki-laki. Sementara laki-laki menyebutkan bahwa mereka lebih asertif dan terbuka pada ide baru,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (26/2).

Penelitian lain yang dilakukan oleh McCrae dan teman-temannya, menemukan hasil yang mirip dari 12 ribu orang dari 55 budaya yang berbeda. Kalau sebelumnya mereka diminta untuk rating diri mereka sendiri, kali ini mereka diminta untuk me-rating laki-laki atau perempuan yang mereka tahu dengan jelas. “Hasilnya tidak jauh berbeda dengan yang di atas,” kata Naomi. 

Sebuah penelitian tahun 2013 mengenai perbedaan temperamen laki-laki dan perempuan dari 357 pasang anak kembar. Laki-laki digambarkan sebagai lebih aktif daripada perempuan. Sementara perempuan digambarkan lebih pemalu dan memiliki kontrol terhadap perhatian dan perilaku mereka. 

Perbedaan emosi, cara pandang, penyelesaian masalah, dan lainnya dari perempuan dan laki-laki menyebabkan laki-laki memandang perempuan lebih rumit karena mereka lebih banyak mempergunakan sisi emosional mereka dibandingkan sisi rasional.

Sementara, lanjutnya, laki-laki lebih melihat sisi rasional, sehingga emosional dikesampingkan. Hal ini lah yang membuat perempuan mempunyai lebih banyak pertimbangan sehingga laki-laki merasa perempuan lebih rumit. 

“Anggapan tersebut mungkin muncul karena seringkali pria sulit mengerti apa yang sebenarnya diinginkan perempuan. Banyak akhirnya masalah dan kesalahpahaman timbul di antara laki-laki dan perempuan karena perbedaan cara berkomunikasi,” ujarnya. 

Laki-laki berkomunikasi dengan cara yang spesifik. Mereka melihat sesuatunya lebih harafiah daripada perempuan karena mereka berkomunikasi dari kepalanya, menggunakan pikiran dan logika. 

Perempuan bisa berkomunikasi seperti ini juga, tapi mereka mengembangkan cara berkomunikasi lainnya, yang menggunakan emosi dan perasaan untuk mengekspresikan pengalaman mereka. 

“Jadilah karena cara berkomunikasinya berbeda, sering terjadi salah paham dan akhirnya perempuan dianggap rumit. Mengapa? Karena mereka sering kali tidak mengkomunikasikan apa yang sebenarnya ingin mereka katakan dan berharap pria langsung mampu menangkap apa yang mereka maksud,” tambah Naomi.

Jadi yang perlu diluruskan agar anggapan bahwa perempuan itu rumit adalah ingatlah bahwa pada dasarnya struktur otak dan cara berkomunikasi perempuan itu berbeda dengan laki-laki. Agar komunikasinya bisa efektif dan dapat menyampaikan maksud yang diinginkan dengan jelas perlu komunikasi yang efektif.

Untuk laki-laki, tambah Naomi, coba pahami apa yang tersirat dari kata-kata yang diutarakan oleh perempuan. Belajar untuk tidak melihat segala sesuatu secara harafiah saja, tapi lihat apa yang tersirat. Hal ini bisa dilakukan kalau emosi kita sudah terhubung sehingga semakin lama kemampuan kita memahami lebih baik. 

“Hal yang sulit adalah karena pria diajarkan untuk menarik emosinya dan tidak terlalu memperlihatkannya. Sehingga memahami emosi orang lain akan sulit bagi mereka. Padahal perempuan itu berkomunikasi melalui emosi,” papar Naomi 

Ketika kita bisa belajar arti sebenarnya dari apa yang dikatakan, kita bisa mulai percakapan yang lebih berarti. “Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dan frustasi dalam mengahadapi perempuan,” jelas Naomi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2tFDKka
February 26, 2019 at 05:25PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2tFDKka
via IFTTT
Share:

Anak Bunuh Ibu Kandung di Sumsel

Polisi menyelidiki motif pembunuhan anak bunuh ibu kandung.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Kepolisian Sektor Pulau Beringin, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, terus menyelidiki motif seorang pemuda yang membunuh ibu kandungnya sendiri.

Kasat Reskrim Polres OKU Selatan AKP Kurniawi mengatakan, Selasa (26/2), Edian (23) diketahui tega membunuh ibu kandungnya sendiri, Marlina (40) dengan cara memukul menggunakan kayu balok. "Kami masih menginterograsi Edian untuk mengetahui motifnya dan sekaligus mendalami apakah yang bersangkutan ada gangguan jiwa," kata dia.

Aksi pembunuhan itu terjadi di rumah mereka di Desa Kemu, Pulau Beringin, OKU Selatan, Senin (25/2) siang. Pelaku menghabisi nyawa ibunya saat sedang mencuci pakaian.

Baca juga, Pembunuh Ibu Kandung di Lampung Diringkus Polisi.

Edian mendatangi ibunya secara tiba-tiba yang sedang mencuci pakaian di kamar mandi. Berdasarkan keterangan pelaku, sang ibu dipukul berulang kali di bagian leher, kepala hingga punggung lebih dari 10 kali.

Korban pun seketika tewas di kamar mandi tersebut, sementara pelaku langsung diamankan warga. Hingga kini polisi terus memeriksa tersangka untuk memastikan apakah mempunyai riwayat gangguan jiwa. Sementara ibu kandungnya telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi lanjutan.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2H3VIou
February 26, 2019 at 05:24PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2H3VIou
via IFTTT
Share:

Pemerintah Bisa Gunakan KUR Khusus untuk Peremajaan Karet

Pertani terkadang masih merasa sulit mendapatkan kredit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Andry Satrio Nugroho menilai, rencana pemerintah untuk melakukan peremajaan terhadap 50 ribu hektare lahan karet akan dihadapi dengan tantangan pembiayaan. Sebab, implementasi dari kebijakan tersebut akan membutuhkan biaya besar dan skema tepat agar tidak memberatkan petani.

Andry menjelaskan, pemerintah harus mendorong keterlibatan korporasi besar dalam kegiatan peremajaan ini. Sebab, mereka bertindak sebagai mitra petani karet yang seharusnya saling mendapat keuntungan dari keberadaan satu sama lain. "Peranan swasta harus dimaksimalkan," ujar dia ketika dihubungi Republika.co.id, Selasa (26/2).

Dalam kegiatan peremajaan ini, Andry menambahkan, skema yang memang perlu dipakai adalah non-Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Salah satunya adalah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan pemerintah. Hanya saja, tidak sedikit petani merasa sulit mendapatkan kredit karena bank menilai risiko di sektor pertanian masih cukup besar.

Andry menjelaskan, skema pembiayaan untuk karet dapat mencontoh sawit dengan adanya KUR khusus. Intinya adalah bagaimana agar petani bisa mendapatkan kredit lebih mudah, sehingga memungkinkan mereka fokus meningkatkan kesejahteraan sembari memaksimalkan produktivitas lahan mereka.

Andry mencontohkan model partisipasi swasta seperti yang sudah diterapkan di Cina. Tapi, kecenderungan lahan dimiliki oleh swasta cenderung lebih besar dibanding dengan kemitraan yang diterapkan di Indonesia saat ini. "Jadi, perlu ekstra hati-hati," ucapnya.

Terlepas dari itu, Andry menilai, peremajaan 50 ribu hektar per tahun yang disampaikan pemerintah merupakan rencana baik demi keberlangsungan produktivitas komoditas lokal. Ini juga merupakan kebijakan jangka panjang dari International Tripartite Rubber Council (ITRC), di mana Indonesia termasuk di dalamnya.

Apabila tahun ini dapat terlaksana dengan baik, Andry berharap, pemerintah dapat melakukan perluasan target sepanjang tahun. Sebab, luas lahan karet sendiri saat ini sudah mencapai 3,6 juta hektar. "Di sisi lain, hilirisasi industri karet dan menahan laju ekspor karet alam mentah juga harus tetap diperhatikan," ujarnya.

Target peremajaan pohon karet pada tahun ini merupakan 10 kali lipat lebih banyak dibanding dengan target tahun-tahun sebelumnya, yakni 5.000 hektar per tahun. Tapi, target ini sebenarnya masih di bawah Thailand yang minimal peremajaannya mencapai 65 ribu hektare per tahun.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BQDMKE
February 26, 2019 at 05:19PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2BQDMKE
via IFTTT
Share:

Gaji Abdi Dalem Keraton Solo Diberikan Nontunai

Gaji abdi dalem keraton Solo diberikan dengan transfer ke rekening Bank Jateng.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Gaji para abdi dalem di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat diberikan secara nontunai. Para abdi dalem kini memiliki rekening pribadi di BPD Bank Jateng. Sebelumnya, gaji para abdi dalem diberikan secara tunai.

Pembagian buku rekening kepada para abdi dalem oleh petugas Bank Jateng dilakukan di Pagelaran Keraton Surakarta Hadiningrat, Solo, Selasa (26/2). Sejak adanya konflik keraton dalam beberapa tahun terakhir, bantuan dana hibah dari Pemprov Jateng untuk sementara dihentikan. Kemudian pada akhir 2017, Pemprov Jateng mencairkan dana hibah untuk Keraton Solo sebesar Rp 1,176 miliar.

Pembina Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, mengatakan waktu konflik Keraton, setelah Keraton menerima dana hibah 2011, baru akhir 2017 dana hibar cair kembali. Kemudian pada waktu pencairan hibah akhir 2017 tersebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan kepada media terkait saran penggajian abdi dalem dibukakan rekening masing-masing.

"Saya menyambut apa yang disampaikan Gubernur supaya juga tidak ada kesalahan administrasi yang fatal nanti, terutama saya sendiri pada waktu mulai 2004 bertanggung jawab bantuan itu biar tidak ada tuduhan macam-macam," ujarnya kepada wartawan di sela-sela penyerahan buku rekening kepada abdi dalem.

Gusti Moeng mengaku, dalam konflik Keraton, dia juga pernah dituduh korupsi. Karenanya, untuk meluruskan tuduhan tersebut dan mengakomodasi keinginan Gubernur, maka para abdi dalem dibuatkan rekening masing-masing.

"Akan kami sampaikan daftar abdi dalem kami ini. Biar nanti dikroscek Provinsi untuk abdi dalem pastinya akan dicocokkan laporan dari Sinuhun [Paku Buwono XIII] abdi dalem siapa saja," ujarnya.

Gusti Moeng menambahkan, dalam tiga bulan terakhir, gaji para abdi dalem dibayarkan dari iuran para kerabat keraton. Nomimal iurannya sekitar Rp 80 juta per bulan. Gaji para kerabat keraton tersebut berasal dari Yayasan Istana Mataram.

Sebelumnya, para kerabat Keraton bersama pihak luar Keraton mendirikan Yayasan Istana Mataram yang memiliki beberapa badan usaha. Hasil dari Yayasan Istana Keraton tersebut digunakan untuk operasional dan gaji para abdi dalem serta kerabat Keraton.

"Kalau nanti dari Pemerintah memberi hibah, kami juga tetap menggaji abdi dalem, ini bentuk perhatian kami karena mereka mengabdi puluhan tahun," ungkapnya.

Gusti Moeng menyebut, total abdi dalem Keraton Solo hampir 400 orang. Mereka tersebar di beberapa lokasi dan situs Keraton, termasuk di Imogiri dan Kota Gede.

Nominal gaji para abdi dalem juga berbeda-beda tergantung jabatan dan lama pengabdian. Abdi dalem paling muda bergabung ke Keraton Solo pada 2004 gajinya paling kecil, yakni sekitar Rp 90 ribu. Kemudian gaji paling tinggi ada yang Rp 250 ribu atau Rp 200 ribu. Selain itu, Kanjeng Broto sebagai Pengageng Kusumo Wandowo Gede gajinya hampir Rp 1,5 juta karena sudah mengabdi puluhan tahun.

"Gusti-Gusti Pengageng-Pengageng juga dapat, walaupun dia patungan untuk administrasi ke pemerintah dia juga dapat, itu rata-rata Rp 600 ribu," ujarnya.

Menurutnya, informasi rekening para abdi dalem tersebut akan dipublikasikan. Sebab, sudah ada sejumlah konglomerat yang meminta daftar rekening abdi dalem untuk menyumbang. Gusti Moeng mempersilakan para konglomerat yang ingin membantu para abdi dalem berapapun nominalnya.

Salah satu abdi dalem, Endro Laksono (61 tahun), mengaku mendapatkan gaji Rp 360 ribu dalam sebulan. Sebab, dia memiliki tanggung jawab di dua lokasi, yakni di utara Museum Keraton Solo dan di dalam Sri Manganti Kamandungan.

"Baru kali ini gaji diberikan lewat bank, sebelumnya diberikan tunai. Dulu saya pernah punya buku tabungan, tapi karena lupa PIN jadi keblokir ATM-nya," ucapnya.

Dengan nominal gaji tersebut, Endro menjalani kerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Bapak lima anak tersebut kerap berjualan macam-macam, dari ayam hingga tahu bakso.

"Saya jadi abdi dalem sejak 1981, tahun 1983 nikah. Waktu pertama masuk gaji saya Rp 4.600. Kemudian pas nikah gaji naik menjadi Rp 5.300," ujarnya.

Namun, Endro tetap bersyukur. Sebab, rumah yang dia tempati merupakan milik Keraton Solo yang disewakan dengan nominal Rp 10 ribu per tahun.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2U9H9Dx
February 26, 2019 at 05:17PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2U9H9Dx
via IFTTT
Share:

Amankah Lilin Pelapis Buah?

Penggunaan lilin masih aman selama tidak mengubah rasa dan bau buah-buahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keamanan penggunaan lilin sebagai bahan tambahan pangan (BTP) sebagai pelapis makanan atau glazing agent pada buah, sayur, dan makanan lainnya masih menjadi perhatian masyarakat. BTP pelapis merupakan bahan tambahan pangan yang digunakan untuk melapisi permukaan bahan pangan, sehingga memberikan efek perlindungan, membuat tampilannya mengkilap dan menarik perhatian publik.

"Penggunaan lilin sebagai pelapis telah diatur dalam Peraturan Kepala BPOM No. 12 Tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pelapis dengan beberapa jenis lilin yang layak sebagi pelapis," kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito.

Penny menjelaskan, sejumlah jenis lilin yang aman digunakan sebagai BTP pelapis. Termasuk di dalamnya ialah malam (Beeswax), lilin kandelila (Candelilla wax), lilin karnauba (Carnauba wax), syelak (Shellac), dan lilin mikrokristalin (Microcrystalline wax).

Penny mengungkapkan, penggunaan BTP pelapis semestinya harus dibuktikan dengan sertifikat kuantitatif maupun kualitatif ditambah dengan persetujuan dari kepala BPOM. Untuk mendapatkan persetujuan pemakaian BTP pelapis, pemohon harus mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala BPOM disertai kelengkapan data dengan formulir yang harus diisi pemohon.

"Keputusan dari Kepala BPOM akan diberikan paling lama enam bulan sejak diterimanya permohonan secara lengkap," jelasnya.

Oknum yang melanggar akan dikenakan sanksi administratif. Penny menjelaskan, bentuk sanksinya dapat berupa peringatan tertulis, larangan mengedarkan untuk sementara waktu, perintah penarikan kembali produk dari peredaran, perintah pemusnahan produk yang tidak sesuai syarat keamanan dan mutu, hingga pencabutan izin edar.

Pada kesempatan yang berbeda, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Ardiansyah mengatakan, selagi tidak berlebihan serta tidak mempengaruhi bau dan rasa produk yang dilapisi lilin masih aman untuk dikonsumsi masyarakat.

"Selama jumlah lilin yang digunakan untuk melapisi masih sesuai standar aturan dan tidak mengubah rasa, bau, dan yang terpenting tidak beracun masih aman untuk masyarakat," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2T03E1d
February 26, 2019 at 05:16PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2T03E1d
via IFTTT
Share:

Polri tak Larang Krishna Murti Maju ke Bursa Ketum PSSI

Edy Rahmayadi saat memimpin federasi pada 2016 juga menjabat Panglima Kostrad.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mabes Polri tak melarang jika Karo Misinter Polri Brigjen Krishna Murti berniat maju ke bursa pencalonan ketua umum (ketum) PSSI. Juru Bicara Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, selama tak mengganggu tugas pokok sebagai perwira kepolisian, mantan Direskrimum Polda Metro Jaya itu dipersilakan masuk ke bursa pencalonan pemimpin sepak bola nasional.

"Silakan saja, yang penting dia ada izin dari pimpinannya,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (26/2).

Dedi mengatakan, Mabes Polri tak membatasi kiprah para anggota di luar institusi. Termasuk jika ada anggota yang aktif memimpin federasi olahraga nasional. Karena, selama ini pun memang banyak para perwira tinggi di kepolisian yang ikut aktif di bidang keolahragaan.

Dedi mencontohkan salah satunya, mantan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin. Jenderal polisi bintang tiga itu saat menjabat wakapolri juga diminta sebagai Komandan Kontingen Indonesia saat Asian Games 2018. Syafruddin pun selama aktif di kepolisian terlibat dalam struktur organisasi kesebelasan Persija Jakarta. “Yang pasti, setelah dia nanti menyatakan ikut pencalonan (PSSI), harus ada izin dari atasannya. Dan kami inginkan dia mengikuti pencalonan sesuai prosedur,” ujar Dedi.

PSSI memang sedang merencanakan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) mencari ketua umum baru. KLB dilakukan setelah sejumlah petinggi PSSI saat ini berstatus sebagai tersangka dalam penyidikan skandal sepak bola di Satgas Antimafia Bola.

Krishna merupakan wakil Satgas Antimafia Bola. Namanya mencuat setelah berhasil menjerat beberapa nama pelaku yang diduga melakukan pidana dalam skandal pengaturan dan manipulasi pertandingan.

Pekan lalu, satgas bikinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu menetapkan Plt Ketum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka penghancuran barang bukti mafia bola. Joko ditetapkan sebagai tersangka beberapa pekan setelah menggantikan peran Ketum PSSI Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri dari federasi pada 20 Januari lalu.

Rencana PSSI menggelar KLB pun mengundang spekulasi tentang regenerasi kepemimpinan sepak bola nasional. Nama Krishna menjadi salah satu yang sorot untuk maju sebagai calon ketua umum. Meskipun ia merupakan perwira aktif di kepolisian, regulasi internal federasi membolehkan. Edy Rahmayadi, saat memimpin federasi pada 2016, juga menjabat sebagai Panglima Kostrad dengan pangkat letnan jenderal (letjen).

Bahkan setelah pensiun dari militer pada 2017, Edy melanjutkan kepemimpinnya di federasi dengan rangkap jabat sebagai gubernur Sumatra Utara. AKan tetapi, saat Kongres Tahunan PSSI di Bali, 20 Januari, Edy memilih mundur. Keputusan Edy mundur lantaran dirinya merasa tak sanggup menjalankan peran sebagai gubernur dan ketua umum. Joko pun diminta menjadi Plt.

Belajar dari kasus rangkap jabatan Edy tersebut, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot Dewa Broto mengatakan, sebetulnya siapa pun punya hak mengajukan diri sebagai calon ketum PSSI. Akan tetapi, Gatot mengimbau agar ketum PSSI hasil KLB 2019 bukan sesorang yang punya fungsi ganda di instansi lain.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Vk4lPy
February 26, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2Vk4lPy
via IFTTT
Share:

Kak Seto: Anak Usia Dini Belum Siap Belajar Calistung

Memaksakan calistung pada anak usia dini bisa berdampak ke psikologisnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menilai mengajarkan baca, tulis, hitung (calistung) kepada anak usia dini tidak tepat. Secara psikologis anak usia dini belum mampu berpikir abstrak.

"Secara psikologis anak itu belum memungkinkan berpikir abstrak, khususnya menghitung dan menulis, itu abstrak kan. Perkembangan psikomotoriknya belum saatnya," kata pria yang akrab disapa Kak Seto ini, Selasa (26/2).

Keadaan psikologis anak yang belum siap dikhawatirkan akan membuat anak frustasi dan menyebabkan rasa tidak nyaman sekolah. Bukan tidak mungkin anak kemudian merasa tertekan dan mengalami school phobia atau rasa takut terhadap sekolah.

Sebenarnya, kata Kak Seto, kompetensi calistung untuk anak usia dini sudah dilarang sejak era orde baru yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hassan. "Itu bukan kompetensi TK. Namanya taman kanak-kanak, itu taman tempat bermain," kata dia.

Menurut dia, masih ada SD yang memberikan tes calistung sebagai syarat diterima seorang siswa. Alasannya pihak sekolah tidak tahu cara yang tepat untuk menyaring siswa baru. Padahal, seharusnya saringan masuk SD lebih ditekankan kepada umur bukan pada kemampuan.

Dampak memaksakan calistung pada anak usia dini adalah trauma dan tertekan akhirnya tidak menyukai kegiatan belajar. Kegiatan belajar seharusnya dibuat dengan menyenangkan, namun karena dipaksakan justru membuat anak tertekan.

Paksaan mempelajari calistung pada anak usia dini, lanjut dia, juga sering kali merupakan ambisi orang tua. "Kalau anaknya hanya bermain ditanya, kenapa cuma main? Padahal lagu taman kanak-kanak disebutkan di situ tempat bermain dan berteman banyak," kata dia.

Ia menjelaskan di Skandinavia, contoh negara yang peduli pendidikan dengan cara yang benar, bahkan sampai usia kelas 3 SD masih penuh dengan nuansa bermain. Berbeda dengan di Indonesia yang pada kelas 1 SD sudah mulai memikirkan soal ranking.

"Padahal spektrum cerdas itu luas, bukan hanya calistung tapi bisa cerdas musik, cerdas menyanyi, cerdas menari, menggambar," kata dia lagi.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EycLgP
February 26, 2019 at 05:13PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2EycLgP
via IFTTT
Share: