Showing posts with label 2018 at 08:07PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 08:07PM. Show all posts

Thursday, December 27, 2018

Matuidi Sisihkan Bonus Piala Dunia 2018 untuk Donasi

Gajinya dari klub jauh lebih besar dari bonus menjuarai Piala Dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Gelandang Juventus dan timnas Prancis Blaise Matuidi akan menyisihkan beberapa bagian dari bonus yang ia dapatkan saat menjuarai Piala Dunia 2018 untuk disumbangkan ke anak-anak telantar dan masyarakat miskin. Timnas Prancis mendapatkan hadiah menjuarai Piala Dunia senilai 38 juta dollar AS atau setara dengan Rp 554 miliar.

Masing-masing pemain Les Bleus mendapatkan hadiah 330 ribu dollar AS atau setara Rp 4,8 miliar. Matuidi akan menyisihkan jatahnya itu untuk yayasan miliknya yang bergerak membantu anak-anak telantar dan masyarakat miskin di pinggiran Prancis.

"Saya akan menyumbangkan uang itu untuk asosiasi saya," kata Matuidi dikutip dari Football Italia, Rabu (26/12).

Matuidi membeberkan pernah berbicara dengan rekannya Kylian Mbappe seputar hadiah yang didapatkan usai mendapatkan Piala Dunia. Matuidi dan Mbappe merasa bonus yang diterima tidak besar. Bahkan gaji keduanya dari klub jauh lebih besar dari bonus menjuarai Piala Dunia.

Tapi Matuidi dan Mbappe tidak mempersoalkan jumlah bonus itu. Bagi keduanya, nilai meraih prestasi menjuarai Piala Dunia jauh lebih tinggi karena membuat semua masyarakat Prancis bahagia.

Karena itu, untuk memanfaatkan bonus yang didapatkan itu, Matuidi ingin membagikannya ke kalangan kurang mampu. "Hati kami sudah memenangkan Piala Dunia. Untuk bonus, kami ingin peduli kepada sesama," ujar Matuidi menjelaskan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BJJBbR
December 27, 2018 at 08:07PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BJJBbR
via IFTTT
Share:

Wednesday, December 19, 2018

PSIS Pertahankan Jafri Sastra Musim Depan

Penandatanganan kontrak akan dilakukan pada Januari.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PSIS Semarang mengakhiri kompetisi di posisi 10 dengan susah payah. Prestasi PSIS Semarang tidak terlalu baik pada putaran pertama dan harus berganti pelatih tiga kali hingga akhirnya bangkit dan selamat dari jeratan degradasi.

Jafri Sastra, mantan pelatih Persis Solo, yang menjadi nakhoda menyelamatkan PSIS. Atas hasil tersebut, manajemen PSIS Semarang mempercayakan Jafri untuk kembali meramu taktik Mahesa Jenar musim depan.

"Kami sudah melakukan langkah awal dengan memperpanjang pelatih Jafri Sastra. Setelah libur natal dan tahun baru kita persiapkan untuk musim depan," kata CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (19/12).

Penandatanganan kontrak akan dilakukan pada Januari. Kini, manajemen memberikan libur total bagi jajaran pelatih dan pemain.

Namun bukan berarti manajemen juga turut liburan. Yoyok mengungkapkan, tengah menjalin komunikasi intens dengan pemain untuk memperkuat PSIS.

"Untuk pemain lama kami masih komunikasi untuk memberikan mereka jaminan musim depan. Nanti setelah selesai liburan dan Tahun Baru, sekarang berikan mereka istirahat dulu," kata Yoyok.

Pihak manajemen juga sedang menunggu evaluasi menyeluruh dari pelatih. Termasuk penambahan pemain baik asing maupun lokal. Namun Yoyok tidak menampik bahwa manajemen tengah melakukan pendekatan dengan beberapa pemain baru.

"PSIS jauh lebih diminati daripada musim lalu. Banyak pemain menawarkan diri kepada kami," ujarnya.

Kini, PSIS menaikkan target mereka pada musim depan. Sebelumnya, manajemen hanya menargetkan Mahesa Jenar bertahan di Liga 1.

"Musim depan tidak muluk-muluk, target delapan besar. Sebab musim depan masih separuh main musafir di Magelang, jadi itu cukup berat," papar Yoyok.

Yoyok mengakui hanya memberikan target realistis pada timnya. Karena menurutnya, PSIS belum siap untuk menjadi juara.

"Tujuan juara 2020, orang belum punya modal masa juara, tidak mungkinlah. Kita realistis saja target delapan besar," kata Yoyok.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2R9XM3y
December 19, 2018 at 08:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2R9XM3y
via IFTTT
Share:

In Picture: Menantang Maut, Pengendara Motor Melintas di Pinggir Rel

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sejumlah pengendara motor melintasi pinggir rel KRL di kawasan Kedung Badak, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/12).

Meskipun membahayakan keselamatan diri para pengendara motor kerap melintasi jalan tersebut untuk mempersingkat jarak tempuh. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2GuJyGE
December 19, 2018 at 08:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2GuJyGE
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Anies Dorong Pembangunan MRT Fase II Sampai Kota

Saat ini pembangunan fase kedua sedang dibahas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjelaskan, pihaknya masih berdiskusi bersama dengan Kementerian Lembaga terkait untuk membicarakan pemindahan rute fase kedua pembangunan kereta Moda Raya Terpadu (MRT) dari Kampung Bandan menuju ke Stadion BMW. Saat ini, dia lebih mendorong pembangunan awal dilakukan dari Bundaran HI sampai dengan Kota.

“Yang penting sekarang proses pembangunan awalnya bisa dikerjakan sampai Kota. Dan itu masih ada waktu. Karena kita baru menentukan sampai kota,” kata Anies di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Dia mengatakan, pihaknya sedang membahas mengenai pembangunan fase dua. Anies menyadari bahwa kereta MRT tak bisa disimpan hanya pada satu depo saja. Anies menyebut, sebanyak 16 rangkaian kereta yang diberi nama Ratangga membutuhkan satu depo lagi. Namun, depo itu tak mungkin dilakukan di Kampung Bandan.

Perihal usulan pembangunan Kota sampai dengan Stadion Taman BMW atau Ancol menjadi fase selanjutnya, dia sendiri mengaku tak bisa menetapkan itu. Sebab, penentuan fase harus ditetapkan berdasarkan diskusi yang sangat panjang, termasuk terkait finansial.

“Saya tidak mau berwacana soal fase-fase, karena ini soal teknis. Jadi bukan soal  gubernur ingin dua tiga fase, bukan. Ini fase teknis saja, dibicarakan secara teknis, secara financing. Dari situ baru nanti ditentukan,” jelas Anies.

Sementara, Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Syahbandar mengatakan, pihaknya masih terus mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera memutuskan kepastian dimana letak depo kedua kereta MRT. “Nanti saya bicarakan dengan Pak Gubernur lagi,” jelas WIlliam di Depo Lebak Bulus, Senin (10/12).

Seiring dengan itu, dia juga masih melakukan lobbying dengan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) mengenai penambahan peminjaman dana fase kedua sampai dengan Stadion Taman BMW. Menurutnya, Pemprov saat ini juga masih berdiskusi dengan Pemerintah Pusat.

“Iya (bicara) ke JICA juga. Ini kan prosesnya masih Pemprov dengan Pemerintah Pusat terkait pembicaraan fase dua,” jelas Wiliam.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rsP4zf
December 10, 2018 at 08:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2rsP4zf
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

Persib tak akan Lepas Begitu Saja Pemain U-19

Ada beberapa pemain yang sudah matang dan siap promosi ke kompetisi profesional.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung U-19 menjuarai kompetisi Liga 1 U-19 pada Senin (26/11). Skuat Persib U-19 disambut oleh arakan dan bertemu dengan manajemen Persib.

Manajer Persib Umuh Muchtar menyatakan, tidak akan melepas begitu saja pemain U-19-nya. Ada beberapa pemain yang sudah tidak bisa membela Persib U-19 karena faktor usia.

"Insya Allah nanti kami godok, bicara sama-sama, nanti pelatih yang memberikan masukan," kata Umuh di Graha Persib, Jalan Sulanjana Kota Bandung, Selasa (27/11).

Umuh menyatakan, kesempatan terbuka lebar untuk penggawa U-19 agar dapat promosi ke Persib senior. Apalagi, lebih dari setengah pemain Persib saat ini adalah jebolan dari Diklat Persib.

Namun Umuh menyadari tidak melepas kemungkinan pemain U-19 justru akan berkarier di luar Persib. Karena selama ini jebolan Diklat Persib justru memiliki nama besar di tim lain. "Banyak jadi korban, maksud saya jadi korban dia belum siap dipaksakan ke Liga 1 (Persib senior) dan akhirnya jadi pemain di bangku cadangan saja," jelasnya.

Menurut Umuh, kondisi inilah yang berbahaya bagi para pemain. Karena kurangnya jam terbang dapat mempengaruhi kualitas pemain.

Sementara itu pelatih Persib U-19 Budiman mengakui ada beberapa pemain yang sudah matang dan siap promosi ke kompetisi profesional. Namun dia memiliki catatan tertentu mengenai hal ini. "Ada beberapa yang sudah bisa main di senior tapi ada juga secara teknik dan fisik sudah siap tapi secara mental belum siap. Itu yang perlu dicermati," jelas dia.

Budiman mencontohkan bagaimana peran Beckham Putra yang sudah matang dari segi teknik dan fisik namun masih kurang di mental. Sehingga dia masih membutuhkan waktu sampai siap menjadi profesional.

Budiman juga menyebut beberapa pemain yang sudah layak dipromosikan. Seperti Syafril Lestaluhu, Ilham Qolba, Ade Candra, dan Mario Jardel. "Kalau memang Mario Gomez percaya sama anak-anak yang U-19 kenapa tidak dicoba, kemarin Syafril juga banyak pujian dari hampir semua pengurus PSSI, mantan (Persib) juga, dia layak main di senior," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2E1QkBw
November 28, 2018 at 08:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2E1QkBw
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

IKA Unair Diminta Tidak Dibawa ke Politik

Alumni secara pribadi dipersilakan, tapi tidak membawa nama lembaga.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua pengurus Ikatan Alumni Universitas Airlangga Komisariat Pascasarjana, Asman Abnur mengingatkan jangan melibatkan organisasinya ke ranah politik praktis. Terlebih menjelang Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

"Ini adalah lembaga pendidikan dan ilmiah maka alumninya jangan membawa nama instansi jika terlibat ke politik," ujarnya ditemui usai pelantikan pengurus IKA Unair Komisariat Pascasarjana masa bakti 2018-2022 di Surabaya, Sabtu.

Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tersebut menyebut Unair adalah lembaga pendidikan dan ilmiah, yang telah melarang keterlibatan secara langsung ke politik praktis. Menurut dia, banyak cara yang dilakukan para alumni untuk berkontribusi di dunia politik, namun tidak harus membawa nama almamater.

"IKA Unair memiliki sumber daya manusia berkualitas dan tidak melihat dari mana asalnya, sukunya bahkan partainya. Silakan berkontribusi di dunia politik, tapi tidak dengan membawa nama lembaga perguruan tinggi," ucapnya.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut Asman Abnur bersama pengurus lainnya dilantik sebagai pengurus IKA Unair Komisariat Pascasarjana. Asman berharap lembaganya mampu bermanfaat untuk publik yang tak hanya di Jatim, tapi juga nasional.

Alumni, kata dia, merupakan salah satu penopang kemajuan universitas sehingga akses dan kemampuannya menjadi modal berharga memajukan institusi dan almamater. "Meski berat, tapi saya terima tantangan ini. Semoga Unair tak hanya termasuk di 700 besar universitas terbaik di dunia, tapi 100 besar, dan itu bukan tidak mungkin," kata politikus yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk daerah pemilihan Kepulauan Riau tersebut.

Di tempat sama, Wakil Rektor IV Universitas Airlangga, Junaidi Khotib, juga menegaskan membebaskan para alumninya terlibat politik praktis. Namun, lanjutnya, dengan tidak membawa nama lembaga pendidikan.

Memiliki total 128 ribu orang alumni yang terbagi di 15 fakultas, lanjut dia, menjadi kekuatan bagi Unair untuk memacu potensi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Termasuk memenuhi kebutuhan pengembangan masyarakat serta kebutuhan bangsa Indonesia.

"Alumni Unair harus punya kontribusi positif di manapun berada. Bagi mereka yang berjuang lewat politik pasti kami dorong dan dukung agar sukses, begitu juga mereka yang mengembangkan wirasuha. Tapi sekali lagi, atas nama perguruan tinggi tak terlibat di politik praktis," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S7JPQH
November 24, 2018 at 08:07PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2S7JPQH
via IFTTT
Share: