Showing posts with label 2018 at 10:41PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 10:41PM. Show all posts

Monday, December 31, 2018

Asma Allah Menggema di Dalam dan Luar Masjid At-Tin

Suara jamaah menyebut asma Allah menular ke jamaah yang ada di sudut bangunan masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suara menggemakan asma Allah, 'Ya Allah, Ya Allah' terus menggema di dalam dan luar masjid At-Tin Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Senin (31/12) malam. Suara jamaah menyebut Ya Allah menular ke jamaah yang ada di sudut-sudut bangunan masjid.

Pantaun Republika.co.id, setiap jamaah terlihat khusyuk mengikuti suara serak KH Muhammad Arifin Ilham. Jamaah lain yang masih mencari posisi aman, mulutnya tetap berzikir seakan ikut larut dalam khusyuknya jamah mengingat asma Allah.

Meski waktu sudah menunjukan pukul 21.30 WIB jamaah masih terlihat terus berdatangan. Puluhan jamaah masih bersemangat rela mencari-cari celah masuk ke kumpulan jamaah demi mendapat tempat di dalam ruangan utama masjid.

"Supaya lebih khusyuk zikirnya kalau dapat posisi di dalam," kata Retno, jamaah asal Bekasi saat Republika menginformasikan untuk bisa masuk ke dalam sudah sulit.

Jamaah terlihat antusias meski beralaskan kain tipis untuk duduk. Mereka ada yang selonjoran mendengarkan zikir di pelataran bagian luar masjid. Mereka juga terlihat menikmati angin sepoi-sepoi dan cerahnya awan meski tidak bertabur bintang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Su2rLo
December 31, 2018 at 10:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Su2rLo
via IFTTT
Share:

Suara 'Ya Allah' Menggema di Dalam dan Luar Masjid At-Tin

Suara jamaah menyebut asma Allah menular ke jamaah yang ada di sudut bangunan masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suara menggemakan asma Allah, 'Ya Allah, Ya Allah' terus menggema di dalam dan luar masjid At-Tin Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Senin (31/12) malam. Suara jamaah menyebut Ya Allah menular ke jamaah yang ada di sudut-sudut bangunan masjid.

Pantaun Republika.co.id, setiap jamaah terlihat khusyuk mengikuti suara serak KH Muhammad Arifin Ilham. Jamaah lain yang masih mencari posisi aman, mulutnya tetap berzikir seakan ikut larut dalam khusyuknya jamah mengingat asma Allah.

Meski waktu sudah menunjukan pukul 21.30 WIB jamaah masih terlihat terus berdatangan. Puluhan jamaah masih bersemangat rela mencari-cari celah masuk ke kumpulan jamaah demi mendapat tempat di dalam ruangan utama masjid.

"Supaya lebih khusyuk zikirnya kalau dapat posisi di dalam," kata Retno, jamaah asal Bekasi saat Republika menginformasikan untuk bisa masuk ke dalam sudah sulit.

Jamaah terlihat antusias meski beralaskan kain tipis untuk duduk. Mereka ada yang selonjoran mendengarkan zikir di pelataran bagian luar masjid. Mereka juga terlihat menikmati angin sepoi-sepoi dan cerahnya awan meski tidak bertabur bintang.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TlUat4
December 31, 2018 at 10:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2TlUat4
via IFTTT
Share:

Muslim Selandia Baru Bersinergi Bangun Silaturahim

Pada 2030, jumlah mereka diprediksi akan bertambah 100 ribu orang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Populasi Muslim di Selandia Baru akan terus tumbuh. Pada 2030, jumlah mereka diprediksi akan bertambah 100 ribu orang berdasarkan penelitian Pew Research Center.

Peneliti Universitas Victoria Jaimee Stuart mengatakan, pemuda Muslim di negeri itu ingin merasa nyaman. Ketika duduk bersama orang-orang muda di sana, Muslim akan merasa diterima di masyarakat.

"Mereka sangat membutuhkan multikulturalisme agar orang-orang di sana lebih mengakomodasi kehadiran masyarakat dengan beragam budaya," ujarnya seperti diberitakan radionz.co.nz.

Untuk mewujudkannya, Selandia Baru harus memberantas diskriminasi terhadap umat Islam. Karena Muslim di sana masih kerap di citrakan buruk. Mereka dianggap gila ka rena bertakbir di jalan. Ini adalah keprihatinan, kata Hela Rahman, pemuda Muslim Selandia Baru.

Kantor Berita ipsnews.net menjelaskan, Islam di sana menjadi agama yang tumbuh paling cepat di antara suku Maori. Muslim Maori meningkat dari 99 menjadi 708 dalam 10 tahun, dan menjadi 1.074 pada 2006. Mereka kini berjumlah 1.300 orang.

Pada 1990, Federasi Asosiasi Islam Selandia Baru menyelenggarakan pertemuan resmi pertama yang mempertemukan Maori dan Muslim imigran di Wellington Marae. Di sana mereka bersinergi untuk mem bangun silaturahim dan menguatkan dak wah keislaman, sehingga Muslim menda patkan pengetahuan agamanya dengan baik.

Muslim Maori memiliki budaya yang sangat kuat. Sebelum memeluk Islam mereka sering merayakan Matariki. Acara ini adalah cara untuk merayakan budaya Maori dalam Islam.

Perayaan ini berbarengan dengan Ramadhan tahun 2018. Banyak orang di undang untuk merayakan keduanya sekaligus di Pusat Islam Wellington di Kilbirnie.

Di dalamnya, Muslim Maori mengeksplorasi peran astronomi dalam budaya Islam dan Maori. Tahun lalu, beberapa Muslim Maori memiliki kekhawatiran karena minimnya pengetahuan budaya Maori di masyarakat.

Muslim Maori juga memiliki Aquran dengan terjemahan bahasa mereka. Shakil Ahmad Monir adalah orang yang membuat salinan pertama Alquran yang dia terjemahkan ke dalam bahasa Maori.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CHm2lS
December 31, 2018 at 10:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2CHm2lS
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 25, 2018

Politikus PKS Usul 26 November Jadi Hari Libur Nasional

26 Desember diusulkan menjadi Hari Kesiapsiagaan Nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Anggota DPR asal Aceh, Muhammad Nasir Djamil meminta pemerintah agar menetapkan tanggal 26 Desember sebagai libur nasional dan hari kesiapsiagaan bencana. Usulan penetapan tersebut berdasarkan peristiwa gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh pada 2004.

"Di mana Aceh mengalami kerusakan yang sangat parah. Korban yang hilang dan yang meninggal mencapai ratusan ribu jiwa," kata Nasir Djamil saat dihubungi di Banda Aceh, Selasa (25/12).

Nasir menjelaskan, penetapan tanggal 26 Desember sebagai hari libur nasional dan kesiapsiagaan bencana merupakan bentuk empati dan simpati serta pengakuan pemerintah terhadap rakyat Indonesia yang mengalami musibah gempa dan tsunami. "Musibah di penghujung tahun 2004 tersebut juga memporak-porandakan rumah, harta benda, gedung, jembatan, jalan dan bangunan fisik lainnya," katanya.

Menurut Nasir, hari libur nasional dan hari kesiapsiagaan bencana tersebut menunjukkan kesadaran kita. Bahwa. Indonesia posisinya berada di kawasan ring of fire atau cincin api yang memungkinkan Indonesia berpotensi mengalami gempa susulan dan tsunami setiap saat.

Ia mengatakan, dengan menjadikan 26 Desember sebagai libur nasional dan hari kesiapsiagaan bencana, maka Indonesia akan berusaha menyiapkan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia. Terutama menghadirkan sistem peringatan dini terhadap gempa dan tsunami, serta melakukan edukasi tiada henti kepada warga negara sehingga terwujud masyarakat yang sadar bencana.

"Saat ini sangat ironis. Indonesia di posisi ring of fire tapi langkah nyata kita sering insidental dan seremonial, sehingga saat terjadi bencana kita tidak siap menghadapinya."

Anggota Komisi III DPR tersebut menambahkan dengan menjadikan 26 Desember sebagai hari libur nasional dan kesiapsiagaan bencana diikuti dengan menambahkan pendidikan sadar bencana di semua jenjang pendidikan yang dimulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas. "Bila perlu seluruh universitas negeri di Indonesia membuka program pendidikan (prodi) tentang bencana," kata politikus PKS tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BHIZnd
December 25, 2018 at 10:41PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2BHIZnd
via IFTTT
Share:

Saturday, December 1, 2018

Kementan: Pertanian Modern Untungkan Petani Berlipat

Sistem rombakan diyakini meningkatkan produktifitas petani hingga berlipat dari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upaya pemerintah menjadikan Indonesia sebagai lumbung padi terus dilakukan. Salah satunya dengan merombak sitem pertanian lama menjadi moderen. Perombakan akan dimulai dari sektor produksi hingga proses cek produksi.

Sebagai langkah awal, Kementan sudah menyiapkan pengembangan komoditas pertanian strategis menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Ketua Umum Pehimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) Andi M. Sakir menjelaskan, target Indonesia menjadi lumbung pangan dunia sudah dibuka melalui peningkatan masa panen dan mengoptimalkan menjadi lebih cepat dengan kekuatan sistem yang sudah ditransformasi atau sistem modern.

Menurut Andi, pertanian moderen berbeda dengan pertanian tradisional. Perbedaan itu terletak pada hasil produksi yang hanya dua kali dalam setahun, sedangkan massa panennya hanya satu kali dengan pengelolaan yang masih menggunakan cara manual. 

"Yang dikatakan pertanian moderen adalah produksinya enam ton, panenya tiga kali dalam setahun, menggunakan fulkanisasi, kemudian menggunakan managemen modern dan koperasi di kooperasikan," kata Sakir, Sabtu (1/12).

Sakir menambahkan, rencana memoderenisasi pertanian ini sudah dibawa ke rapat koordinasi nasional beberapa waktu lalu. Upaya tersebut diharapkan menjadi ujung tombak dalam meningkatkan produktifitas serta kesejahteraan petani indonesia.

"Melalui program ini nantinya sistem program pertanian akan dikelola dengan managemen yang juga modern. Presentasi bagi hasilpun akan memeberi porsi yang menguntungkan para petani," ujar Sakir.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan, sistem rombakan ini diyakini mampu meningkatkan produktifitas petani hingga berlipat-lipat dari keuntungan biasanya. Dengan begitu, penentuan harga juga bisa langsung ditentukan oleh para petani.

"Semua ini 100 persen milik petani. Harga gabahnya milik petani 100 persen. kemudian dari gabah masuk ke prosesing ini ada keuntungan 49 persen, disini petani akan mendapat penghasilanya 6 kali lipat atau minimal 3 kali lipat 100 persen milik petani, " kata Boga.

 

Target Kementan

Sekedar diketahui, Kementerian Pertanian terus mengapai cita-cita Lumbung Pangan Dunia dengan target realisasi pada 2045. Cita-cita itu dibuka melalui pemanfaatan ratusan ribu hektar rawa yang tersebar di enam provinsi. Masing-masing Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Tengah

Nantinya, lahan itu akan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian produktif untuk mendorong kesejahteraan petani berbasis koperasi yang dikorporasikan melalui program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI).

"Optimasi untuk merubah lahan rawa menjadi lahan pertanian produktif merupakan terobosan baru. Sebab, begitu sulitnya memperluas lahan sawah yang sudah ada karena beralih fungsi, walaupun sudah ada Undang Undang No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B)," ujar Boga

Boga menjelaskan, ada sekitar 34,4 juta hektar lahan rawa yang tersebar di seluruh pelosok tanah air dan memiliki potensi sebagai sentra pertanian. Lahan tersebut terdiri dari lahan pasang surut seluas 20,1 juta hektar dan lahan rawa lebak seluas 13 juta hektar.

"Pada model lain yang berkembang di Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, pemanfaatan lahan rawa untuk pengembangan tanaman pangan khususnya padi ternyata melibatkan unsur ‘swasta besar’ sebagai leading aktornya," kata dia.

 

Hindari Lahan Sengketa

Pengamat pertanian Universitas Gadjah Mada Jangkung Handoyo Mulyo mengingatkan, perlu dipikirkannya kembali soal bagaimana menata atau menawarkan model lain. Dimana partisipasi swasta kecil dan koperasi bahkan Gapoktan bisa dilibatkan dalam program optimalisasi lahan rawa ini.

"Termasuk apabila menjadi leading sektor. Perlu mempertimbangkan bagaimana mekanismenya apabila ada pihak swasta atau lembaga swadaya masyarakat tertarik untuk berpartisipasi pada kegiatan ini," tuturnya.

 

 

 

 

 

 

 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AE0qV1
December 01, 2018 at 10:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2AE0qV1
via IFTTT
Share:

Sunday, November 25, 2018

Ma'ruf Amin: Remaja Bukan Sekadar ke TPS

Remaja dinilai harus memiliki ide untuk memajukan bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin menilai, selain berperan besar dalam Pilpres mendatang, kaum muda juga memiliki andil dalam perbaikan masa depan. Karena itu, pemuda tak hanya sekadar memberikan suara di tempat pemungutan suara. 

"Karena itu kami tidak ingin remaja  hanya sekadar memberikan suara di TPS, tapi harus mempunyai ide, semangat, dan mempunyai cita-cita  untuk memajukan bangsa dan negara," kata dia saat ditemui di Kemayoran, Ahad (25/11).

Ma'ruf mengaku sering mengutarakan dua hal kepada pemuda. Pertama yakni menguatkan sumber daya manusia melalui pemuda dan yang kedua meningkatkan semangat juang.

"Buktinya pada Asian Games kemarin, yang semula ditarget dapat 17 medali, tapi kita bisa memperoleh lebih dari 30 medali karena adanya fighting spirit tadi," ujarnya.

Dalam konteks pilpres, Ma'ruf mengaku bangga dengan semboyan pemilu damai yang dibuat oleh relawan yang berasal dari pemuda seperti kampanye cerdas, kampanye tanpa hoaks, dan kampanye tanpa fitnah.

Ma'ruf bersama Jokowi juga berencana akan menyinergikan pandangan dengan kaum muda melalui kampanye yang mengedepankan gagasan cemerlang untuk kemajuan bangsa dan negara. "Itu yang saya kira penting," ujarnya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SasEhq
November 25, 2018 at 10:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2SasEhq
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

Rumah Wakaf Bangun MCK di Tasikmalaya

Sekitar 50 KK Desa Bojongsari dan santri Al Barakah kesulitan mendapatkan air

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga sosial Rumah Wakaf membangun sarana air bersih dan mandi cuci kakus (MCK) untuk masyarakat yang tinggal di pelosok Desa Bojongsari, Kecamatan Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Dengan adanya fasilitas umum ini semoga bisa memberikan manfaat untuk warga," kata Direktur Rumah Wakaf, Sholeh Hidayat melalui siaran pers di Tasikmalaya, Jumat (23/11).

Ia menuturkan, pembangunan sarana air bersih dan MCK di Tasikmalaya itu berlangsung selama 45 hari. Program pembangunan tersebut, kata dia, berasal dari para donatur yang dihimpun Rumah Wakaf dan swadaya masyarakat setempat.

Ia berharap, pembangunan tersebut dapat memberikan manfaat dan kemudahan masyarakat dalam mendapatkan air bersih serta terjaga kebersihan lingkungannya.

"Semoga warga Desa Bojongsari juga bisa menjaga kebersihannya, sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah," katanya.

Perwakilan warga penerima manfaat pembangunan tersebut, Ibad mengatakan, daerahnya seringkali dilanda kesulitan air bersih pada musim kemarau. Ia menyebutkan, di Desa Bojongsari terdapat 50 kepala keluarga, ada juga santri yang seringkali harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan air bersih.

"Sekitar 50 KK Desa Bojongsari dan santri Al Barakah kesulitan mendapatkan air di musim kemarau, kami harus berjalan sekitar satu kilometer ke Gunung Tilu untuk mendapatkan air bersih," kata Ibad.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FDA4sc
November 23, 2018 at 10:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2FDA4sc
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

Guardiola Sebut Liga Inggris Membuatnya Jadi Lebih Baik

Inggris mempunyai liga yang lebih sulit dibandingkan Spanyol atau Jerman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pep Guardiola mengatakan ketidakpastian Liga Primer Inggris telah membuatnya menjadi pelatih yang lebih baik. Pelatih asal Spanyol itu mengatakan, Inggris mempunyai liga yang lebih sulit dibandingkan Spanyol atau Jerman yang pernah ia cicipi. Pep menjalani musim ketiganya bersama Manchester City dan sedang mencoba mempertahankan gelar juara Liga Primer Inggris musim ini.

Sebelumnya, ia telah memberikan tiga gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions untuk Barcelona. Lalu ia pindah ke Jerman untuk melatih Bayern Muenchen dan memenangkan tiga gelar Bundesliga secara berturut-turut selama tiga tahun di sana. Pelatih berusia 47 tahun tersebut percaya kalau kemampuannya sebagai manajer telah meningkat sejak ia datang ke Inggris.

"Saya menjadi manajer yang lebih baik karena belajar menangani liga luar biasa ini dalam banyak situasi. Ini liga yang paling sulit, untuk jumlah pertandingan, cuaca, wasit, dan pesaing yang banyak untuk mendapatkan gelar juara," katanya pada Kuliah Tahunan Peers di Universitas Liverpool, seperti dikutip dari Sky Sports, Kamis (22/11).

Ia menambahkan kalau Liga Primer Inggris adalah liga yang sangat sulit ditebak tim yang akan menjadi juara. Menurutnya, hampir semua tim, terutama di enam besar berpeluang menjadi juara pada akhir musim.

“Ada banyak pesaing di sini dan satu-satunya negara dengan lima atau enam besar dapat memenangkan Liga,” ungkapnya.

City akan kembali menjalani pertandingan di Liga Primer Inggris pada Sabtu (24/11), saat bertandang ke kandang West Ham United. Dengan keunggulan dua poin dari Liverpool di posisi kedua, City masih sangat jauh untuk mempertahankan gelar juara mereka.

Pep telah memenangkan tiga gelar bersama City yaitu Piala Liga Inggris, Liga Primer Inggris, dan Community Shield. Itu menambah koleksi gelar yang ia dapat selama menjadi manajer klub. Dengan banyaknya gelar yang ia dapat dan kemampuannya sebagai pelatih, Pep merasa kalau akan tiba saatnya ia melatih tim nasional.

"Saya ingin menjadi manajer internasional di tim nasional. Jadi ya, cepat atau lambat itu akan terjadi, jika saya punya kesempatan dan beberapa tim menginginkannya," katanya.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OXN2jP
November 22, 2018 at 10:41PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2OXN2jP
via IFTTT
Share: