Showing posts with label 2019 at 09:29PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 09:29PM. Show all posts

Thursday, April 18, 2019

Muhammadiyah Dorong Rekonsiliasi Bangsa Pasca-Pemilu 2019

Muhammadiyah menilai rekonsiliasi untuk kedaulatan dan persatuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Muhamamdiyah memandang perlunya melakukan rekonsiliasi nasional pasca-Pemilu 2019. Tujuannya untuk mendinginkan suasana yang terjadi antara kubu 01 dan kubu 02 serta kembali menyatukan persatuan bangsa.

“Muhammadiyah memandang perlunya dilakukan rekonsiliasi nasional untuk tegaknya kedaulatan dan persatuan Indonedia,” kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Kamis (18/4).

Muhammadiyah juga meminta seluruh masyarakat dapat kembali melakukan aktivitas sesuai profesi dan tugas masing-masing seperti sebelumnya. Dengan tetap menjaga kerukunan, persatuan, dan saling bekerjasama untuk kemajuan bangsa.

Karena menurut Mu’ti, hampir satu tahun masyarakat Indonesia terlibat dalam proses Pemilu 2019. Karena itu diperlukan recovery atau pemulihan sekaligus kerja-kerja produktif untuk meraih kemajuan bagi masa depan Indonesia yang semakin banyak tantangan.  

Muhammadiyah juga, menurut Mu’ti, ingin menjadi teladan serta garda terdepan dalam membangun keutuhan dan kemajuan Indonesia. Salah satunya dalam menyikapi hasil pemilu agar tetap menjaga khitah dan tetap menjalin kebersamaan dan merajut persaudaraan. 

“Serta kerjasama dengan semua elemen bangsa untuk terwujudnya Indonesia yang aman, rukun, damai, moderat, dan berkemajuan,” kata dia.

Karena itulah, menurut dia pentingnya melakukan rekonsiliasi nasional pasca-Pemilu 2019. Agar masyarakat tidak lagi terkotak-kotakan dengan pilihan politik yang berbeda pada pemilu.

“Kami juga mengajak seluruh elite bangsa untuk memberikan teladan yang baik dalam menciptakan ketenagan dan kedamaian di tubuh bangsa Indonsia pasca Pemilu ini,” ujarnya.  

Muhammadiyah mengajak para pemimpin dan masyarakat Muslim melakukan islah, memelihara ketertiban bersama, dan meningkatkan ukhuwah. Sebagai kekuatan mayoritas, persatuan umat Islam adalah faktor penting yang menentukan persatuan bangsa. 

“Kepada semua elemen bangsa dari berbagai latarbelakang hendaknya mengutamakan persatuan nasional sebagai spirit kolektif berbangsa dan bernegara yang tidak terpengaruhi oleh polarisasi dan pilihan politik yang berbeda,” kata dia.

 Mabruro

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2KNMUq8
April 18, 2019 at 09:29PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2KNMUq8
via IFTTT
Share:

Friday, April 12, 2019

Pemprov DKI! Halte di Area Masjjd Istiqlal Banyak yang Rusak

Halte di area sekitar Masjid Istiqlal banyak yang mengalami kerusakan

Halte di sepanjang area Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, banyak yang hancur dan tak terawat. Keberadaan halte tersebut berdampingan dengan halte Transjakarta di area Masjid Istiqlal. 

Sejumlah atap yang berada di halte tersebut sudah bolong. Bahkan di bagian ujung halte, ada satu bagian atap yang bolong namun bekasnya seperti plastik meleleh yang dibakar. Penulis tidak mengetahui kenapa hal ini bisa terjadi. 

Walaupun halte tersebut mungkin hanya sedikit fungsinya, namun tetap saja halte merupakan bagian dari infrastruktur publik yang dibuat dengan anggaran dari negara. Mala dari itu, halte tetap harus dirawat dan dijaga agar tak rusak sehingga bisa digunakan oleh banyak orang.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2P3bFgw
April 12, 2019 at 09:29PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2P3bFgw
via IFTTT
Share:

Sunday, February 24, 2019

In Picture: Sirkuit GP Mandalika Mulai Dibangun Oktober Tahun 2019

Rencananya, sirkuit tersebut memiliki trek sepanjang 4,32 km dengan 18 tikungan.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK -- Foto areal pantai bukit Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Ahad (24/2/2019).

Di kawasan pariwisata yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) itu akan dibangun sirkuit berkelas MotoGP dengan konsep 'Street Circuit' yang memiliki trek sepanjang 4,32 km dengan 18 tikungan dimana badan jalan akan mulai dibangun Oktober 2019 dan ditargetkan selesai pada akhir 2020. 

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TetJca
February 24, 2019 at 09:29PM from Republika Online RSS Feed https://ift.tt/2TetJca
via IFTTT
Share:

Friday, February 15, 2019

Sasar Milenial, Muhammadiyah Perkuat Konten Dakwah Digital

Produksi dakwah digital merupakan tantangan bagi Muhammadiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pimpinan Pusat Muhammadiyah menguatkan produksi konten dakwah digital untuk menyasar generasi muda milenial yang akrab dengan teknologi dan media sosial.

"Muhammadiyah melalui Majelis Pustaka Informasi membuat berbagai aplikasi dakwah di media sosial dan media online supaya dakwah sampai ke generasi milenial," kata Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (15/2).

Dia mencontohkan Muhammadiyah menggencarkan konten dakwah televisi daring, digitalisasi buku, situs di media sosial serta dakwah lewat laman berbagi video Youtube.

Ketua PP Muhammadiyah yang membawahi bidang pustaka dan informasi tersebut mengatakan beberapa saluran media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Youtube sudah berjalan dengan konten dakwah.

Selain itu, kata dia, beberapa aplikasi berkonten dakwah juga bisa diakses seperti TVMu, Tarjih, Pustakamu, Muvon, Edumu dan Jarimu.

Setelah Sidang Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu, tepatnya pada pertengahan Februari 2019, Dadang mengatakan pihaknya akan segera meluncurkan media center terpadu yang juga bisa dioptimalkan untuk dakwah.

"Insya Allah setelah tanwir ini, kami akan meluncurkan media center terpadu, baik di Jakarta maupun Yogyakarta," katanya.

Dadang memandang dakwah dunia digital perlu digarap seiring kalangan milenial yang saat ini belajar tidak langsung dari ustaz tapi dari media sosial. Produksi dakwah digital merupakan tantangan bagi Muhammadiyah.

Para pendakwah Majelis Talbigh di masa kini, kata dia, tidak selalu harus datang ke daerah-daerah tetapi bisa menggunakan saluran media sosial guna menjangkau kalangan milenial yang bisa diikuti jutaan pemirsa.

Menurut dia, dakwah digital Muhammadiyah harus hadir di tengah masyarakat seiring tumbuhnya sejumlah pendakwah instan dan populer yang rujukan keagamaannya belum dapat dipertanggungjawabkan.

"Kemudian, konten-konten keagamaan itu berubah. Kalau dulu mencari referensi, sekarang beda. Saat ini tidak lagi otentik, asal ada informasi saja maka itu dijadikan rujukan," katanya.    

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GL8tE8
February 15, 2019 at 09:29PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2GL8tE8
via IFTTT
Share:

Sunday, February 10, 2019

580 Ton Sampah Rumah Tangga di Depok Belum Tertangani

Kota Depok masih menyalahi beberapa hal aturan tentang sampah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan(KLHK) menyoroti masalah penanganan sampah di Kota Depok yang dinilai masih belum tertata rapi. Kota Depok menghasilkan sampah rumah tangga sebanyak 1.320 ton sehari.

Namun, yang mampu ditangani oleh kota yang dipimpin oleh Idris Abdul Somad baru 740 ton. Sisa 580 ton sampah rumah tangga tersebut tercecer di berbagai tempat yang bukan merupakan tempat pembuangan sampah.  

"Di Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 ada ditegaskan soal tempat pembuangan akhir sampah, Depok belum rapi di situ. Kita sedang bina," kata Menteri LHK Siti Nurbaya usai acara dialog dengan masyarakat sekitar wilayah Kecamatan Beji Depok, Ahad (10/2).  

Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, kata menteri, Kota Depok masih menyalahi beberapa hal aturan. Salah satunya ialah tentang tempat pembuangan sampah yang terbuka atau open dumping.

Selain itu, sampah yang ada di TPA juga dibiarkan menumpuk hingga tinggi dan membahayakan pekerjanya. "Masalah di tempat pembuangan sampah. Ditumpuk sampai tinggi 30 meter, kadang-kadang longsor. Ada yang terbuka, itu ngga boleh sebenarnya menurut undang-undang," kata dia.

Dia menerangkan masih adanya tempat pembuangan sampah terbuka di Depok menjadi salah satu alasan kenapa kota tersebut tidak mendapatkan Piala Adipura pada 2019. "Makanya seluruh kota-kota yang masih mempunyai open dumping, tidak masuk nominasi Adipura," kata menteri.

Kota Depok pernah mendapatkan Piala Adipura pada 2017 meski penghargaan tersebut mendapat kritikan lantaran pengelolaan sampah di kota tersebut yang masih minim. 

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2tnMCLr
February 10, 2019 at 09:29PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2tnMCLr
via IFTTT
Share:

Saturday, February 9, 2019

Hari-Hari Terakhir di Trenggalek, Emil Dardak Padat Agenda

Emil Dardak akan dilantik sebagai wagub Jatim pda Rabu (13/2).

REPUBLIKA.CO.ID, TRENGGALEK -- Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Emil Elestianto Dardak menghitung waktunya tinggal empat setengah hari lagi sebagai seorang bupati Trenggalek. Ia sudah mengemasi barang-barangnya yang ada di Pendopo Kabupaten Trenggalek sejak Jumat.

"Saya ingin memanfaatkan sisa waktu empat hari ini dengan sebaik-baiknya untuk Trenggalek, meskipun menjadi wakil gubernur Jatim ini juga mengabdi untuk Trenggalek," tuturnya.

Selain buku-buku kerja, Emil juga mengemasi puluhan piagam penghargaan yang pernah diterimanya selama memimpin Kabupaten Trenggalek sejak 2016. Emil mengaku ingin memaksimalkan hari-hari terakhir sisa jabatannya sebagai bupati Trenggalek.

Pada Jumat (8/2), misalnya, dia mengikuti apel pengamanan pilkades serentak pasukan gabungan yang dilaksanakan di halaman Mapolres Trenggalek. Emil sempat berencana ikut mengawal langsung jalannya pilkades serentak yang diikuti 132 desa se-Kabupaten Trenggalek, Sabtu. Namun, mendadak agendanya berubah karena harus mengikuti kegiatan Presiden Joko Widodo menghadiri acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya.

Informasi yang beredar, pada Sabtu sore Emil dijadwalkan langsung kembali ke Trenggalek dan melantik pejabat sekretaris daerah Kabupaten Trenggalek di Hotel Prigi, Kecamatan Watulimo, Trenggalek.

"Kemudian, pada 10 Februari, saya hadir di sini ada kegiatan ramah-tamah dengan DPRD Provinsi Jatim di malam hari. Sedangkan tanggal 11 ada perpisahan dengan Pakde Karwo (Wabup Trenggalek Soekarwo, red) pada malam hari. Jadi sementara bolak-balik dulu dan terakhir tanggal 12," ujarnya.

Resmi akan meninggalkan Trenggalek pada 13 Februari, Emil mengaku sangat terkesan dengan tanah kelahiran keluarganya tersebut. "Dengan Trenggalek ini benar-benar ada kedekatan emosional yang tidak akan putus dengan saya maupun keluarga," ujarnya.

Selain itu, Emil merasa sangat terkesan sekali karena masyarakat Trenggalek sangat progresif. Mereka mau diajak melihat dan menerapkan hal-hal baru, kata Emil.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RQZwLn
February 09, 2019 at 09:29PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2RQZwLn
via IFTTT
Share:

Saturday, January 26, 2019

Polisi Kerahkan Polwan Berhijab Amankan Harlah Muslimat NU

Total jumlah pengamanan Polri dan TNI sebanyak 5.000 personel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya mengerahkan Polisi Wanita (Polwan) berhijab untuk membantu pengamanan kegiatan Maulidurrasul atau Hari Lahir (Harlah) 73 Tahun Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan doa untuk keselamatan bangsa."Total jumlah pengamanan Polri dan TNI sebanyak 5.000 personel," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Sabtu (26/1).

Argo mengatakan kegiatan Muslimat NU itu akan digelar Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Ahad (27/1) mulai pukul 00.00 WIB. Selain menyiapkan personel, Argo menuturkan petugas memberlakukan empat lapisan pengamanan yakni ring I di Stadion GBK, ring II (akses ring road), ring III (akses masuk ring road) dan ring IV di luar kawasan GBK.

Petugas juga menyediakan tempat parkir kendaraan di halaman belakang Gedung DPR/MPR RI, samping Hotel Mulia Senayan, dan Parkir Timur Stadion GBK. Rencana kegiatan akan dimulai pada pukul 00.00 kemudian sahhalat tahajud, shalat hajat, istighatsah, tahlil, Shalat Subuh berjamaah, 1.000 khotmil Alquran rekor dunia, sarapan, hiburan gambus dan tarian sufi rekor dunia.

Kedatangan Presiden Joko Widodo disambut salawat "Tolaal Badru" oleh penyanyi Tompi, menyanyikan lagu "Indonesia Raya" dengan dirijen Adie MS.

Dilanjutkan, pembukaan oleh pembawa acara, doa khotmil Al Quran, pembacaaan ayat Suci Alquran oleh Qariah terbaik MTQ Nasional 2005 Maryati Maralie, pembacaan Mahalul Qiyam oleh Habib Anis Syahab dan Majelis Sholawat Baitul Mustofa.

Menyanyikan lagu mars Muslimat NU dan Syubbanul Wathon oleh Paduan Suara PC Muslimat NU Jombang, laporan Ketua Panitia Yeni Wahid dan sambutan Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. Ceramah disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan pengarahan Presiden Joko Widodo. Persembahan Lagu Hymne Muslimat NU, Mars Banser dan Tanah Airku, dan ditutup doa yang dipimpin Rais Aam Syuriyah PBNU KH Miftahul Akhyar selesai sekitar pukul 09.30 WIB.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Hy9bXE
January 26, 2019 at 09:29PM from Republika Online RSS Feed http://bit.ly/2Hy9bXE
via IFTTT
Share: